• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONFERENSI NASIONAL ENGINEERING PERHOTELAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KONFERENSI NASIONAL ENGINEERING PERHOTELAN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Pro

sid

in

g

Ko

nfe

re

nsi

Na

sio

nn

al

En

gin

ee

rin

g

Pe

Pe

rh

oe

la

n

VII

I-20

17

ISSN 2338 – 414X

Nomor 1/Volume 4/Juli 2017

KONFERENSI NASIONAL

ENGINEERING PERHOTELAN

Teknologi Hijau Pendukung Industri Pariwisata"

Jurusan Teknik Mesin

Fakultas Teknik, Universitas Udayana

Kampus Bukit Jimbaran, Bali 80362

Telp./Fax. : +62 361 703321

http://www.mesin.unud.ac.id

ISSN 2338 - 414X

Jurusan Teknik Mesin

Fakultas Teknik

Universitas Udayana

(2)

i

ISSN: 2338-414X

Prosiding Konferensi Nasional Engineering Perhotelan

20 Juli 2017

VIII – 2017

Ketua Editor

:

Dr. Ir. I Gusti Ngurah Priambadi, M.T.

Editor Pelaksana :

I Ketut Adi Atmika, S.T., M.T.

Dr.

Wayan Nata Septiadi, ST, MT

Dr. Ir. I Ketut Gede Wirawan, MT

Ainul Ghurri, ST, MT, Ph.D

Penyunting Ahli :

Prof. Ir. I.N.G. Wardhana, MEng., PhD (Universitas Brawijaya)

Prof. Dr.-Ing. Ir. Mulyadi Bur (Universitas Andalas)

Prof. Ir. I. Nyoman Sutantra, MSc., PhD (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)

Prof. Dr. Ir. Eddy Sumarno Siradj, MSc (Universitas Indonesia)

Prof. Dr. Ir. Yatna Yuwana Martawirya (Institut Teknologi Bandung)

Prof. Dr. I Made Kartika Dhipura, Dipl.Ing (Universitas Indonesia)

Prof. I Nyoman Suprapta Winaya,ST,MASc.Ph.D (Universitas Udayana)

Prof. Ir. NPG Suardana,MT.PhD (Universitas Udayana)

Prof. Dr. Ir. I Wayan Surata M.Erg. (Universitas Udayana)

Prof. Dr.Ir.Rudy Soenoko,M.Eng Sc (Universitas Brawijaya)

Prof. Ir.Jamasri,Ph.D (Universitas Gajah Mada)

Prof. Dr.Kuncoro Diharjo, ST.MT (Universitas Negeri Sebelas Maret)

Prof. Dr. Tjok Gde Tirta Nindhia,ST,MT (Universitas Udayana)

Dr. Mulya Juarsa, S.Si., M.Esc (PTRKN-BATAN)

Dr. Agus Sunjarianto Pamitran,ST.M.Eng (Universitas Indonesia

)

Hak Cipta @ 2017 oleh KNEP VIII – 2017

Jurusan Teknik Mesin – Universitas Udayana.

Dilarang mereproduksi dan

bagian dari publikasi ini

dalam bentuk

mendistribusi

maupun media apapun tanpa seijin Jurusan

Teknik Mesin – Universitas Udayana.

Dipublikasikan dan didistribusikan oleh Jurusan Teknik Mesin – Universitas

Udayana, Kampus Bukit Jimbaran, Bali 80362, Indonesia.

(3)

Paper KNEP VIII 2017 ISSN 2338-414X

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmatNya acara

Konferensi Nasional Engineering Perhotelan VIII (KNEP-VIII) bisa terselenggara pada tanggal

20-21 Juli 2017, di Gedung Pasca Sarjana, Kampus Sudirman Denpasar.

KNEP-VIII diselenggarakan sebagai suatu forum untuk membicarakan, mendiskusikan serta

mempresentasikan inovasi-inovasi, hasil riset yang dilakukan oleh berbagai kalangan baik peneliti,

mahasiswa maupun praktisi guna menunjang perkembangan industri pariwisata. Adapun seminar atau

konferensi ini juga terkait dengan perayaan kegiatan BKFT ke 52 dan Dies Natalis Universitas

Udayana ke-55. KNEP-VIII mengambil suatu tema: “Teknologi Hijau Pendukung Industri

Pariwisata” yang dikelompokkan dalam Tiga topik yakni:

1. Energi dan Termofluid

2. Material dan Manufaktur

3. Engineering Perhotelan

Adapun makalah yang dipresentasikan dalam konferensi ini merupakan makalah yang lolos pada

seleksi abstrak dan diterima sebagai makalah yang dipresentasikan secara oral. Adapun jumlah

makalah berjumlah 57 makalah dengan 22 makalah dari bidang Energi dan Termofluid (ET),

25 makalah dari bidang Material dan Manufaktur (MM) dan 10 makalah dari bidang Engineering

Perhotelan (EP).

Kami mengucapkan terima kasih kepada para narasumber (Keynote speaker), para pemakalah, peneliti,

sciencetific committee serta praktisi yang telah berpartisipasi pada Konferensi Nasional Engineering

Perhotelan VIII ini sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik. Tidak lupa juga kami ucapkan

terima kasih kepada staf pimpinan di lingkungan Universitas Udayana baik Rektor, Dekan serta Ketua

Jurusan yang juga telah membantu terselenggaranya kegiatan ini dengan sukses.

Bukit Jimbaran, Bali 20 Juli 2017

Ketua panitia KNEP VII

Dr. Ir. I Gusti Ngurah Priambadi, M.T.

I

(4)

Prosiding Abstrak KNEP VIII 2017 ISSN 2338-414X

iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

ii

DAFTAR ISI

iii

NARASUMBER

vii

ENERGI DAN TERMOFLUID

[ET-001]

Pengaruh Suhu dan Kecepatan Aliran terhadap Akurasi Pompa Bahan Bakar Premium dan

Pertamax

- I Ketut Suarsana, Komang Ayu Ratnawati, Wayan Nata Septiadi

1-4

[ET-002]

Analisa Performansi Kolektor Surya Pelat Datar dengan Pengganggu Aliran Berupa Pelat

Melintang yang Disusun Sebaris (Aligned)

5-7

- Komang Alit Kumara Jaya, Made Sucipta, Ketut Astawa

[ET-003]

Analisis Gaya Tahanan Aliran Fluida Melintasi Pelat Berlesung (Dimpled) Setengah Bola

Konfigurasi Sejajar

8-13

- Nasaruddin Salam, Rustan Tarakka, Jalaluddin, Muh.Setiawan

[ET-004]

Analisis Aerodinamis pada Variasi Bentuk Ekor Desain Bodi Mobil Hemat Energi

14-18

- Fitra Setiaji, MuhammadAinul Yaqin, Dewi Mariya Ulfa, Nafisah Arina Hidayati,

Moch. Agus Choiron

[ET-005]

Optimasi Energi Pada Motor Induksi 3 Phase Dalam Pendistribusian Kebutuhan Air

(Studi Kasus di IPA Petanu Kabupaten Gianyar)

19-23

- Ardikosa SW, Gede One A, Angelina PS

[ET-007]

Emisi Gas Buang Pada Sepeda Motor Dengan Rasio Kompresi Dan Bahan Bakar

Yang Berbeda

24-28

- Putu Premayana Dhama Kusuma,Ainul Ghurri

[ET-008]

Pengaruh Tekanan dan Temperatur Terhadap Ukuran Rata-Rata Droplet Minyak Jelantah

29-34

- I K.G. Wirawan, Ainul Ghurri, W. N. Septiadi

[ET-010]

Pengaruh Suction Terhadap Medan Aliran Pada Model Kendaraan Dengan Variasi

Geometri Muka

35-38

(5)

Prosiding Abstrak KNEP VIII 2017 ISSN 2338-414X

iv

[ET-011]

Pengaruh Variasi Jarak Penghalang Segitiga di Depan Silinder Arah Vertikal Terhadap

Drag

39-42

- I Putu Gede Gunawan Tista, I GNP Tenaya, I GN. Putu Sudanta

[ET-013]

Kajian Eksperimental Head Losses Katup Limbah Pompa Hydram

43-46

- Made Suarda, Ainul Ghurri, Made Sucipta, I Nengah Suweden

[ET-016]

Rancang Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Gravitasi Bumi

47-50

- I Made Astika, Arliyandi, Bagus Putu Rama Kusuma, Komang Tri Sanjaya Tirta

[ET-022]

Kinerja Mesin Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Sepeda Motor

Dengan Rasio Kompresi Dan Bahan Bakar Yang Berbeda

51-54

-Tegar Putra Kirana, Ainul Ghurri

DESAIN MANUFAKTUR

[DM-001]

Ketangguhan Paduan Alumunium Al-Si Ditambah Penguat SiC dengan Metode Stir

Casting

55-58

-Arfandy, Muh. Yamin, Hammada Abbas

[DM-002]

Pengaruh Waktu Aging Terhadap Kekuatan Tarik Aluminium Tipe 2024 T3

59-61

-I Made Astika, I Gusti Komang Dwijana, I Gusti Ketut Sukadana

[DM-003]

Simulasi Static Structural Pada Saringan Grizzly Bar Kapasitas 70 Ton/Jam

62-65

-Dwipayana, Jekki Hendrawan, Juliansyah

[DM-004]

Perancangan Mekanisme Sliding pada Sistem Keselamatan Pasif Kereta Penumpang

Kelas 1

66-74

-I Wayan Suweca, Rachman Setiawan, Bara Nuansa

[DM-005]

Pengaruh Temperatur Penuangan terhadap Fluiditas dan Struktur Mikro Logam Kuningan

pada Metode Evaporative Casting

75-79

(6)

Prosiding Abstrak KNEP VIII 2017 ISSN 2338-414X

v

[DM-006]

Perilaku Kompresi Hybrid Komposit Dengan Penguat Basalt, Cangkang Kerang dan

Aluminium pada Kampas Rem

80-83

-Darunata Arsidi, I.D.G Ary Subagia, I Ketut Adi Atmika

[DM-007]

Studi Sifat Material Hybrid Composit Terhadap Penyerapan Air Laut Dengan Variasi

Waktu Perendaman

84-88

-Made Evan Pramantara Wijaya, IDG. Ary Subagia, I K. Adi Atmika

[DM-008]

Sifat Keausan Kampas Rem Berbahan Serabut Kelapa 20% Alumina Phenolic Resin

89-92

-Steven Ferinata Sancoko, I Dewa Gede Ary Subagia, I Made Astika

[DM-009]

Variasi Temperatur Terhadap Kekerasan Vickers Komposit Serbuk Batok Kelapa

Alumina Phenolic Resin

93-97

-Robby Galih Dwi Saputra, I Dewa Gede Ary Subagia, I Made Astika

[DM-010]

Karakterisasi Kekuatan Impak dan Struktur Mikro Terhadap Variasi Permeabilitas dan

Temperatur Tuang Hasil Coran Aluminium Silikon (Al-7%Si)

98-105

-Kadek Indra Adhi Y., I Ketut Gede Sugita, A.A.I.A.S. Komaladewi

[DM-011]

Optimization of Initial Folding Square Sections for the Crashworthiness Design

106-110

-M Yoggaraj Muthusamy, Kamaruddin, Moch. Agus Choiron

[DM-012]

Optimasi Desain Chassis Traktor Mini untuk Perkebunan Kelapa Sawit

111-115

-Muhamad

Ilyas, Achmad Syafi’udin, Isfan Apra Adha, Moch. Agus Choiron

[DM-013]

Pembuatan, Karakterisasi Dan Aplikasi Karbon Aktif Dari Biomassa; Review Jurnal

116-122

-D N K Putra Negara, T G Tirta Nindhi), I W Surata dan M Sucipta

[DM-014]

Peran NaOH Dalam Sintesis Partikel Karbon Nano Menggunakan High Energy

Milling

123-126

-I Gusti Ketut Puja, ING Wardana, Yudy Surya Irawan, Moch. Agus Choiron

[DM-026]

Optimasi Desain Chassis Traktor Mini untuk Perkebunan Kelapa Sawit

Analisis Biaya dan Manfaat Intervensi Ergonomi pada Proses Desain dan Manufaktur

127-132

-I Wayan Surata

[DM-032]

Optimasi Desain Chassis Traktor Mini untuk Perkebunan Kelapa Sawit

Analisis Kinerja Traksi pada Kendaraan Dengan Sistem Drive Train Gear dan Gearless

133-136

(7)

Prosiding Abstrak KNEP VIII 2017 ISSN 2338-414X

v i

Engineering Perhotelan

[EP-001]

Integrasi Metode Fuzzy Servqual dan QFD untuk Meningkatkan Kualitas Layanan

Sistem Akademik

137-143

-Damianus Manesi, Imanuel A. Tnunay

[EP-002]

Performansi Sistem Pengering Pakaian Dengan Variasi Konsumsi Bahan Bakar

144-146

-Suarnadwipa, Bandem Adnyana, Agus Hendra Wiguna

[EP-003]

Investigasi Unjuk Kerja Sistem Penyaring Air Pasir Lambat dengan Aliran Air

dari Bawah ke Atas untuk Meningkatkan Kualitas Air Bersih Pedesaan

147-151

-Made Suarda

[EP-004]

Pengaruh Tata Letak Pakaian Terhadap Performansi Sistem Pengering

152-154

-I W. Bandem Adnyana, I N.Suarnadwipa, Bayu Anggara

[EP-005]

Pengujian Model Biodigester Portable untuk Pengolahan Sampah Organik

155-157

-Nitya Santhiarsa, Wijaya, Suryada

[EP-006]

Pompa kincir sebagai solusi untuk mengatasi kekurangan air bersih di banjar jempanang

desa belok/sidan

158-164

(8)
(9)

Konferensi Nasional Engineering perhotelan VIII, Universitas Udayana, 2017

Prosiding Abstrak KNEP VIII 2017 ISSN 2338-414X

vii

NARASUMBER

Prof. Ir. I Gede Wenten, Ph.D

Pria kelahiran 15 Februari 1962 ini menghabiskan masa kecilnya di Desa

Buleleng, Bali. Wenten mengawali pendidikan tingginya di Jurusan Kimia

ITB tahun 1982. Lulus dari ITB pada tahun 1987, Wenten kemudian

melanjutkan studinya di Denmark Technology University, Kopenhagen.

Wenten meraih gelar master bioteknologi tahun 1990 dan sekaligus program

teknik kimia pada tahun 1995 di Denmark Technology University Wenten

mendapatkan gelar S3 Doktor. Berbagai penghargaan dari berbagai institusi

telah diraihnya seperti "Suttle Award" dari Filtration Society di London atas

karyanya yang berjudul "Mechanisms and Control of Fouling in Crossflow

Microfiltration",yang di buat pada tahun 1994. Dalam perjalanan kariernya

yang bersangkutan juga berhasil meraih penghargaan "Adhicipta Rekayasa" dari Persatuan Insinyur

Indonesia pada tahun 1995, "Science and Technology Award" dari Indonesia Toray Science Foundation

tahun 1996, Penghargaan "Peneliti Muda Indonesia" dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia tahun

1996, Habibie Award tahun 2000, dan "Wipo Award" dari WIPO-UNDP sebagai "Best Inventor", serta

"RUT Award" dari Kementerian Riset dan Teknologi pada tahun 2004. Selain itu beberapa paten juga telah

terdaftar di lembaga paten Indonesia, Jepang, Kanada, dan USA.

Prof. I Nyoman Suprapta Winaya, ST., MASc, Ph.D

I Nyoman Suprapta Winaya adalah seorang profesor di Universitas

Udayana, saat ini beliau menjabat sebagai Ketua Program Studi Doktor

Ilmu Teknik. Prof Winaya memperoleh gelar Sarjana dari Universitas

Udayana, Master dari Dalhousie University Canada dan Ph.D dari Niigata

University Jepang pada bidang Teknik Mesin. Penelitian utamanya adalah

Energi baru dan Terbarukan khususnya pemanfaatan sampah dan biomassa

dengan menggunakan sistem Pembakaran dan Gasifikasi Fluidized Bed.

Prof. Winaya mengemban jabatan Profesor pada tahun 2013 oleh

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia di bidang Sistem

Konversi Energi di Universitas Udayana. Saat ini, beliau mengembangkan

Laboratorium Penelitian Energi Terbarukan terutama di bidang gasifikasi dan biogas. Beberapa inovasi

penting tentang bagaimana menangkap bahan bakar ber-volatil tinggi telah ditemukan dengan

menggunakan padatan berpori sebagai bahan hamparan. Metode baru telah dikembangkan untuk

mengevaluasi dispersi horizontal partikel solid pada temperatur tinggi yang dikembangkan untuk tujuan

komersial. Sebagai langkah awal untuk meningkatkan sistem fluidized bed (FB) dengan menggunakan

partikel karbon padat yang mempunya efek kapasitif, model yang dikembangkan dianggap dapat diterapkan

pada FB skala besar bila koefisien dispersi padat dapat diprediksi. Keinginan kuat Prof. Winaya adalah

untuk mentransfer hasil penelitian ke dalam praktik industri yang memiliki komitmen untuk menyebarkan

pengetahuan lanjutan ke dunia. Di samping sangat aktif melakukan penelitian dan publikasi nasional

maupun internasional, beliau juga kerapkali diundang sebagai keynote speaker baik di seminar nasional

dan Internasional maupun di dunia Industri. Prof. Winaya adalah anggota senat Universitas Udayana,

anggota Badan Kerjasama Teknik Mesin (BKSTM) Indonesia, anggota Gabungan Ahli Bahan Bakar

Indonesia, anggota Asosiasi Insinyur Indonesia, anggota American’s Society of Mechanical Engineering,

(10)

Prosiding Konferensi Nasional Engineering Perhotelan VIII – 2017 (127- ISSN 2338-414X

*Korespondensi: Tel./Fax.: 081805490777 E-mail: [email protected]

Teknik Mesin Universitas Udayana 2017

Analisis Biaya dan Manfaat Intervensi Ergonomi pada Proses Desain dan

Manufaktur

I Wayan Surata

1)*

1)Jurusan Teknik Mesin Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran Bali

Abstrak

Ergonomi memainkan peran kunci dalam proses perencanaan, dengan memastikan bahwa dimensi, jarak, ruang, tata letak, penggunaan tenaga, visibilitas dan faktor lainnya, yang tergabung dalam desain peralatan disesuaikan dengan kemampuan, dan keterbatasan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas kerja dan analisis biaya dan manfaat setelah dilakukan intervensi ergonomi. Produktivitas kerja dipandang sebagai senjata ampuh dan merupakan syarat utama bagi perusahaan dalam menghadapi persaingan usaha serta peningkatan pendapatan perusahaan. Analisis biaya dan manfaat dapat membantu menjastifikasi investasi pada suatu intervensi ergonomi. Hasil intervensi ergonomi meliputi menurunnya jumlah keluhan muskuloskeletal atau laju kejadian, berkurangnya kehilangan hari kerja, berkurangnya produk yang cacat, dan menurunnya biaya kompensasi kerja. Manfaat lain berkaitan dengan produktivitas adalah meningkatnya kualitas produk, berkurangnya keluar-masuknya pekerja, dan menurunnya absen kerja. Rasio keuntungan dan biaya cukup tinggi, serta perioda balik modal untuk intervensi ergonomi kurang dari satu tahun.

Kata kunci: intervensi ergonomi, proses desain, produktivitas, analisis biaya-manfaat Abstract

Ergonomics plays a key role in the planning process, ensuring that the dimensions, distance, space, layout, power usage, visibility and other factors that integrated in the design of the equipment are adjusted to the capabilities, and human limitations. This study aims to determine work productivity and cost-benefit analysis after the ergonomic intervention. Work productivity is considered as a powerful weapon and is a major requirement for the company in the face of business competition and increased company incomes. Cost and benefit analysis can help to justify investments in an ergonomic intervention. The results of ergonomic interventions include a decrease in the number of musculoskeletal complaints or incidence rates, reduced working day loss, reduced defective products, and reduced work compensation costs. Other benefits related to productivity were increased product quality, reduced turnover, and reduced absenteeism. The profit and cost ratio was high enough, as well as the return period of capital for ergonomic intervention was less than one year.

Keywords: ergonomics intervention, design process, productivity, cost-benefit analysis

1. Pendahuluan

Ergonomi adalah disiplin keilmuan yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya dengan pekerjaan. Dengan ergonomi akan dilakukan penserasian semua elemen yang berinteraksi dengan manusia, yaitu tugas, organisasi, lingkungan, dan alat/teknologi [1, 2]. Ketika semua elemen serasi maka akan terjadi keharmonisan di tempat kerja yang berdampak pada meningkatnya produktivitas, kualitas, efisiensi, dan kepuasan pekerja. Disiplin ergonomi secara khusus akan mempelajari keterbatasan dari kemampuan manusia dalam berinteraksi dengan teknologi dan produk-produk buatannya. Dengan ergonomi tuntutan tugas, peralatan, cara kerja dan lingkungan diserasikan dengan kemampuan, kebolehan dan batasan manusia sehingga diperoleh kondisi kerja dan lingkungan yang sehat, aman, nyaman dan efisien [3, 4]. Di dalam ergonomi, prinsip, metode dan data ilmiah dari berbagai disiplin diaplikasikan untuk mengembangkan sistem perekayasaan dimana manusia memainkan peranan penting. Prinsip yang selalu digunakan dalam ergonomi adalah prinsipfitting the task to the man, yang berarti bahwa pekerjaan harus disesuaikan dengan kemampuan dan keterbatasan manusia sehingga hasil yang dicapai dapat meningkat dan lestari [5, 6]. Aplikasi

ergonomi disamping menciptakan sistem kerja yang manusiawi, juga terbukti memberikan keuntungan secara ekonomi. Hendrick [7] menyatakan good

ergonomics is good economics, yang berarti penerapan

ergonomi yang benar akan memberikan keuntungan ekonomi yang lebih tinggi, dan telah dibuktikan dengan penerapan ergonomi pada industri kehutanan, transportasi, sistem penanganan bahan, desain produk, perbaikan stasiun kerja, dan sebagainya dapat meningkatkan produksi secara bermakna.

Mesin dan peralatan pada dasarnya diciptakan untuk meningkatkan kapasitas, kecepatan dan keakuratan serta mengurangi biaya produksi. Seorang perancang tidak hanya dituntut untuk menghasilkan mesin atau alat yang mampu berkerja dengan performansi tinggi dan efisien sesuai dengan yang direncanakan, akan tetapi juga harus berorientasi pada proses untuk meningkatkan performansi sistem secara keseluruhan, dimana manusia terlibat di dalamnya [8]. Untuk mencapai kondisi tersebut maka perlu melibatkan berbagai disiplin ilmu (interdisipliner) pada saat desain, termasuk disiplin ilmu ergonomi. Penerapan ergonomi dalam desain dan sistem manufaktur merupakan strategi proaktif yang penting untuk meningkatkan kondisi kerja dan efisiensi produksi [9]. Pendekatan ergonomi tidak selalu membutuhkan

(11)

I Wayan Surata Prosiding KNEP VIII – 2017  ISSN 2338-414X 128 biaya mahal, terutama bila diterapkan sejak tahap

perencanaan. Biaya intervensi dan keterlibatan ergonomi hanya bagian kecil dari total anggaran, berkisar dari 1% sampai 12% dengan waktu balik modal kurang dari satu tahun [10]. Ergonomist bukan ekonomis, tetapi seorang ergonomist perlu berbicara bahasa bisnis yaitu uang untuk menjastifikasi intervensi ergonomi.

Perhatian utama ergonomi adalah peningkatan kinerja manusia atau sistem manusia mesin. Walaupun aplikasinya telah terbukti terjadi peningkatan hasil, namun tidak selalu dapat diukur dan mudah dikonversi menjadi penghematan finansial. Beberapa kasus peningkatan produktivitas dihasilkan dari redesain peralatan, terjadinya penghematan dari menurunnya kecelakaan kerja, dan dari peningkatan kondisi kerja [11]. Analisis biaya dan manfaat tentang keberhasilan intervensi ergonomi yang menghasilkan keuntungan dalam bentuk tangible benefit harus dapat diformulasikan. Meningkatnya persaingan global diantara perusahaan telah menjadikan biaya produksi sebgai fokus pengurangan biaya di semua tingkatan di perusahaan dan organisasi. Evaluasi penghematan finansial akibat intervensi ergonomi belum banyak dilaporkan, hal ini disebabkan dalam beberapa kasus kesulitan mengubah biaya nyata di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produktivitas kerja dan analisis biaya-manfaat setelah dilakukan intervensi ergonomi.

2. Proses Desain

Proses desain merupakan bentuk perumusan dari berbagai unsur termasuk berbagai pertimbangan didalamnya. Pertimbangan tersebut meliputi: pertimbangan funsional, teknis, ergonomi, ekonomi, lingkungan, sosial budaya, dan estetika [12]. Kaitannya dengan pertimbangan ergonomi yaitu menganalisis dan mengadakan penyesuaian-penyesuaian kearah standar antropometri, keselamatan, keamanan, kenyamanan dan aspek-aspek yang berhubungan dengan fisiologis manusia. Ergonomi memainkan peran kunci dalam proses desain, dengan memastikan bahwa dimensi, jarak, ruang, tata letak, penggunaan tenaga, visibilitas dan faktor lainnya, yang tergabung dalam desain peralatan disesuaikan dengan kemampuan dan keterbatasan manusia. Sejumlah faktor sebagai hambatan dalam memanfaatkan ergonomi pada proses desain yaitu finansial, organisasi, personal, dan pengetahuan dasar [13]. Pertimbangan finansial dan tekanan dalam perusahaan, khususnya strategi bisnis, mengakibatkan tidak mau mengeluarkan biaya untuk penggunaan informasi, khususnya jika manajer mengatakan bahwa hal yang tidak penting atau tidak ada keuntungan finansial. Hambatan organisasi seperti keperluan membawa produk ke pasar dalam rentang waktu tertentu dapat mencegah penggunaan ergonomi dalam desain. Faktor personal sesuatu yang penting dalam menggunakan ergonomi, khususnya komitmen dari manajer senior yang menerima nilai-nilai bisnis. Kurangnya pengetahuan khususnya ilmu ergonomi diantara beberapa desainer berarti mereka mungkin tidak dapat mengidentifikasi ketika ergonomi akan memberi keuntungan.

Penerapan ergonomi dalam proses desain telah nampak dalam beberapa tahun terakhir sebagai

strategi proaktif untuk meningkatkan kondisi kerja dan efisiensi produksi. Akan tetapi diketahui juga dalam prakteknya para ergonomist sulit memperoleh akses dalam proses desain tersebut [14]. Kesulitan lainnya yang juga dihadapi oleh para ahli ergonomi adalah bahwa kontribusi mereka umumnya diminta terlambat dalam proses desain [15]. Tindakan kreatif sering dilakukan terlambat secara reaktif ketika masalah telah terjadi [16]. Beberapa studi literatur telah menunjukkan keuntungan fnansial dari proses desain. Sudah diketahui secara luas diantara para ergonomist bahwa untuk mendapat keuntungan terbesar, ergonomi harus diterapkan sejak awal dalam proses desain untuk memaksimalkan kemungkinan mendapatkan hasil desain dan mengurangi biaya redesain.

Pada tahap desain sudah mempertimbangkan kemudahan operasi, kemudahrawatan (maintainability), posisi kerja dan sikap kerja, serta pemanfaatan data antropometri. Antropometri merupakan kumpulan informasi tentang keadaan dan ciri-ciri fisik, dimensi dan ukuran tubuh manusia yang diperlukan untuk mendesain sistem kerja, alat kerja, dan lingkungan kerja, agar didapat suatu kondisi kerja yang aman dan nyaman [17]. Pemakaian data antropometri mengusahakan semua alat disesuaikan dengan kamampuan manusia, bukan manusia disesuaikan dengan alat. Rancangan yang mempunyai kompatibilitas tinggi dengan manusia yang memakainya sangat penting untuk mengurangi timbulnya bahaya akibat terjadinya kesalahan kerja akibat adanya kesalahan desain [18]. Konsep desain tempat kerja berkontribusi pada proses desain. Beberapa ergonomist dan para profesional tempat kerja diposisikan sebagai konsultan. Peran sebagai desainer tempat kerja merupakan pendekatan baru dalam integrasi ergonomi ke dalam proses desain [19].

Manajer biasanya dapat menjustifikasi dukungan finansial pada sebuah usulan intervensi ergonomi, jika usulan didukung oleh analisis biaya dan manfaat. Dalam mengajukan proposal intervensi ergonomi untuk manajemen adalah sangat penting mengidentifikasi dengan jelas biaya dan manfaat ekonomi yang dapat diharapkan, dan bagaimana cara mengukurnya. Pada umumnya perencanaan dan pelaksanaan proyek ergonomi yang baik biasanya akan menghasilkan manfaat ekonomi yang baik. Menurut Hendrick [20] semua proyek ergonomi melibatkan 4 kelompok utama biaya yang harus dipertimbangkan yaitu (1) biaya personil, (2) peralatan dan bahan, (3) penuruna produktivitas atau penjualan sementara, dan (4)

overhead. Sedangkan manfaat ekonominya berhubungan dengan personil, dan berkaitan dengan alat dan bahan. Keuntungan personil meliputi (1) meningkatnya output setiap pekerja, (2) berkurangnya kecelakaan, cedera dan sakit, (3) berkurangnya waktu training, (4) berkurangnya keterampilan yang dibutuhkan, (5) berkurangnya waktu pemeliharaan, (6) berkurangnya absen. Berkaitan dengan alat dan bahan berupa penghematan dari berkurangnya: (1) skrap, (2) peralatan, (3) pembuatan suku-cadang.

Proses manufaktur merupakan aktivitas yang sangat kompleks, melibatkan manusia yang memmiliki keahlian dan keterampilan yang sangat luas, serta peralatan dan perkakas dalam berbagai tingkatan otomatisasi, termasuk komputer, robot, dan peralatan

(12)

I Wayan Surata Prosiding KNEP VIII – 2017  ISSN 2338-414X 129 pemindahan bahan. Penggunaan peralatan ini untuk

memperoleh produk dengan performansi lebih baik, dan biaya produksi yang rendah [21]. Sebagai hasil akhir dari proses manufaktur adalah produk. Produk adalah setiap benda yang dapat memenuhi kebutuhan manusia. Produk dapat berupa barang konsumsi yaitu produk yang digunakan oleh konsumen akhir, atau produk barang industri yang akan dipergunakan dalam program pengembangan usaha.

3. Produktivitas Kerja

Dalam suasana pasar terbuka saat ini, persaingan antar perusahaan baik didalam maupun di luar negeri makin ketat dan keras. Iklim persaingan yang kian ketat mengharuskan pelaku industri memikirkan bagaimana produknya bisa dibedakan oleh konsumen terhadap barang yang dihasilkan pesaing. Perbedaan tersebut tidak hanya dalam harga yang lebih murah tetapi juga bisa memberi nilai tambah lebih besar kepada konsumen. Salah satu cara untuk memenangkan persaingan tersebut ialah dengan jalan meningkatkan produktivitas dan menekan biaya tinggi. Ini berarti bahwa segala macam biaya, termasuk di dalam memanfaatkan sumber daya manusia, disatu pihak harus ditekan sekecil-kecilnya dan dilain pihak ditingkatkan keluaran sebesar-besarnya, antara lain dengan mendaya-gunakan seoptimal mungkin sumber daya manusia yang ada. Termasuk menekan sekecil mungkin biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar penyembuhan dan rehabilitasi penyakit akibat kerja, kecelakaan dan cedera, misalnya dengan menumbuh-kembangkan kondisi kerja dan lingkungan sehat, aman dan nyaman. Atau dengan kata lain melaksanakan efektivitas, seperti memilih dan mengalihkan teknologi yang benar-benar tepat guna. Berikutnya mengefisienkan kemampuan, dan batasan sumber daya manusia melalui pemberian alat, cara dan lingkungan kerja yang serasi, di samping upaya-upaya yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan, kebolehan dan batasan yang dimiliki melalui peningkatan kesegaran jasmani, pengetahuan dan ketrampilannya.

Produktivitas adalah alat yang dipandang sebagai senjata ampuh dan cara untuk meningkatkan produksi. Produktivitas pada dasarnya menekankan sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini [22]. Secara teknis produktivitas adalah perbandingan antara hasil kerja (output) yang berupa barang atau jasa dengan keseluruhan masukan (input) yang terdiri dari bahan, dana dan tenaga yang digunakan dalam proses produksi [23]. Selanjutnya disampaikan produktivitas merupakan hasil bagi antara output dengan keseluruhan atau salah satu faktor produksi yang digunakan antara lain modal, investasi yang dikeluarkan, dan bahan baku yang digunakan [24].

Produktivitas kerja merupakan syarat utama bagi perusahaan dalam menghadapi persaingan usaha serta peningkatan pendapatan perusahaan. Produktivitas kerja sangat ditentukan oleh dua faktor utama yaitu faktor teknis yang berhubungan dengan penerapan metode kerja yang lebih efisien serta faktor manusia dalam usaha yang dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang meliputi motivasi,

disiplin dan etos kerja. Oleh karena itu pada indusrti yang banyak menggunakan teknologi maka produktivitasnya akan ditentukan pada aspek teknis, sedangkan untuk industri yang padat karya, upaya peningkatan produktivitas harus ditekankan pada aspek manusianya [25].

Intervensi ergonomi berkembang sebagai metode penelitian yang amat populer dan bagian penting keselamatan tempat kerja dan strategi kesehatan dalam dekade terakhir. Intervensi ergonomi adalah mengaplikasikan ergonomi dalam mencegah cedera pekerja, dan digolongkan sebagai individu, organisasi, fisik dan psikologi [26]. Sejumlah intervensi organisasi telah terbukti bahwa keefektipan sebuah organisasi erat kaitannya dengan kinerja, keterampilan dan kesehatan. Pemilik erusahaanharus tahu bahwa intervensi ergonomi memerlukan biaya pada awalnya, tapi akan tertutupi pada saat akhir.

Ergonomi telah dimanfaatkan oleh sejumlah perusahaan manufaktur seperti Denso, Honeywell, Airbus, serta Hamilton-Sundstrand. Menarik untuk dibahas bahwa peningkatan kinerja dapat mencapai 100%. Di beberapa perusahaan, peningkatan produktivitas kerja dapat mencapai hingga lebih dari 300% [27]. Indikator penting lainnya antara lain penurunan tingkat cacat produk hingga 75%, penurunan waktu siklus diatas 50%, serta penurunan

lost workdays yang mencapai 80%.

4. Analisis Biaya dan Manfaat

Ergonomist dalam praktek profesionalnya akan sangat familiar dengan pertanyaan “mengapa saya harus menggunakan ergonomi? Atau seperti “mengapa saya harus bayar untuk ergonomi? Ini adalah pertanyaan dari klien yang tidak paham ergonomi [10]. Untuk menjawab pertanyaan ini maka perlu dijelaskan manfaat dan keutungan yang akan diperoleh jika melakukan intervensi ergonomi. Menyajikan analisis biaya dan manfaat adalah keterampilan yang penting bagi semua profesional bidang ergonomi, kesehatan dan keamanan. Bahasa bisnis suatu kegiatan adalah uang, dan ahli ergonomi harus mengetahui bahwa justifikasi biaya dari kegiatan intervensi ergonomi sangat penting, dimana keuntungan ataupun penghematan sedapat mungkin disajikan dalam bentuk finansial [28]

Evaluasi biaya dan manfaat dapat membantu menganalisis kelayakan investasi pada intervensi ergonomi. Model peramalan memungkinkan praktisi menampilkan justifikasi biaya kepada manajemen selama tahap perencanaan, tapi model ini memerlukan etimasi yang akurat dari manfaat intervensi ergonomi. Goggins et al. [29] melaporkan manfaat intervensi ergonomi meliputi menurunnya jumlah keluhan muskuloskeletal atau laju kejadiannya, berkurangnya kehilangan hari kerja, terbatasnya hari kerja, berkurangnya produk cacat dan menurunnya biaya kompensasi kerja. Manfaat lainnya dilaporkan berkaitan produktivitas, kualitas, keluar-masuknya pekerja dan absen kerja. Dari aspek investasi dilaporkan perioda balik modal untuk intervensi ergonomi kurang dari satu tahun. Beberapa penelitian intervensi ergonomi yang menyertakan analisis cost-benetif ditampilkan dalam Tabel 1.

(13)

I Wayan Surata Prosiding KNEP VIII – 2017  ISSN 2338-414X 130 Tabel 1. Analisiscost and benefit beberapa penelitian

intervensi ergonomi

Topik Penelitian Hasil Peneliti Cost-benefit analysis

of an ergonomics intervention in two hospital laundries

Rasio manfaat dan biaya 0,97 – 1,5 dalam setahun Village [30] On the cost-effectiveness of ergonomics Biaya intervensi hanya bagian kecil dari total anggaran, berkisar 1% - 12%.

Stanton and Baber [10] The economics and

cost justification of ergonomics Justifikasi biaya sangat penting dalam mengusulkan proposal ergonomi Douphrat e and Rosecran ce [28] Estimating the effectiveness of ergonomics intervention through case studies

Analiais biaya dan manfaat membantu untuk menjustifikasi investasi pada intervensi ergonomi Goggins et al. [29]

Determining the cost-benefit of ergonomics intervention and factors that lead to their success

Perencanaan dan pelaksanaan yang baik umumnya menghasilkan ekonomi yang baik

Hendrick [20]. Economics evaluation of participatory ergonomics intervention in a textile plant

Rasio manfaat dan biaya 5,5. Intervensi ergonomi menghasilkan keuntungan. Tompa et al. [31]. A Model for calculation of the costs of poor assembly ergonomics Biaya perbaikan 9,2 – 12,2 kali lebih tinggi bila dikoreksi di pasaran.

Falck and Rosenqvi st [16]

Dalam pengembangan produk ada beberapa persyaratan desain yang harus dipenuhi dan juga anggaran yang harus tetap terjaga. Persyaratan yang tidak memberi keuntungan sering diabaikan, yang mempengaruhi proses perakitan. Biaya perbaikan kesalahan yang ditemui belakangan dalam perakitan adalah 9,2 kali lebih tinggi dibandingkan perbaikan sejak awal di pabrik, seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 1, lebih jauh lagi biaya perbaikan kualitas kesalahan yang dilakukan dan dikoreksi di pasaran lebih dari 12,2 kali lebih mahal dibandingkan jika dilakukan di pabrik [16].

Demikina juga halnya, intervensi ergonomi pada pabrik tekstil di Canada menghasilkan perbandingan keuntungan dan biaya sebsar 5,5 [31]. Secara keseluruhan temuan dari studi ini adalah intervensi ergonomi memperoleh manfaat dari perspektif perusahaan. Walaupun intervensi yang dilakukan termasuklow-cost and low-tech yang dilaksanakan oleh bagian mekanik dan perawatan, manfaat diperoleh pada keduanya yaitu kesehatan dan keungan. Village [31] melaporkan hasil penelitian di bagian laundry di dua rumah sakit menghasilkan rasio manfaat dan biaya antara 0,97 sampai 1,5 dalam setahun, yang menunjukkan titik balik modal kurang dari satu tahun. Pengembalian investasi yang tinggi disebabkan oleh meningkatnya produktivitas, mengurangi waktu lembur dan turnover. Redesain tempat dan sistem kerja

dengan intervensi ergonomi pada industri rokok sigaret kretek tangan, meningkatkan penghasilan tukang giling 15,10% per hari, dan keuntungan perusahaan sebesar 12,77%, dengan return of investment (RoI) hanya dalam waktu 44,0 hari [32].

Analisis biaya dan manfaat sedapat mungkin dilengkapi dengan periode pengembalian investasi. Tujuannya mendorong organisasi untuk memperhatikan penghematan yang akan mereka buat dari pada hanya melihat biaya saja ketika mengambil keputusan [33]. Dalam penelitian biaya investasi awal terkadang kembali sangat cepat. Pengembalian modal dihitung dengan membandingkan jumlah biaya dengan jumlah penghematan dan keuntungan yang dihitung pada interval waktu tertentu. Aspek krusialnya dalam menetapkan biaya dan manfaat adalah menghitung semua biaya yang berkaitan dengan perubahan dan semua penghenmatan dalam mengikuti perubahan.

5. Penutup

Intervensi ergonomi dalam proses desain telah nampak dalam beberapa tahun terakhir sebagai strategi proaktif untuk meningkatkan kondisi kerja dan efisiensi produksi. Walaupun diketahui juga dalam prakteknya para ergonomist sulit memperoleh akses dalam proses desain tersebut. Kendala lainnya adalah kontribusi mereka umumnya diminta terlambat dalam proses desain. Tindakan kreatif sering dilakukan terlambat secara reaktif ketika masalah telah terjadi. Sudah diketahui secara luas diantara para ergonomist bahwa untuk mendapat keuntungan terbesar, ergonomi harus diterapkan sejak awal dalam proses desain untuk memaksimalkan kemungkinan mendapatkan hasil desain dan mengurangi biaya redesain.

Produktivitas dipandang sebagai senjata ampuh dan merupakan syarat utama bagi perusahaan dalam menghadapi persaingan usaha serta peningkatan pendapatan perusahaan. Produktivitas kerja sangat ditentukan oleh dua faktor utama yaitu faktor teknis yang berhubungan dengan penerapan metode kerja yang lebih efisien serta faktor manusia dalam usaha yang dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang meliputi motivasi, disiplin dan etos kerja. Oleh karena itu pada indusrti yang banyak menggunakan teknologi maka produktivitasnya akan ditentukan pada aspek teknis, sedangkan untuk industri yang padat karya, upaya peningkatan produktivitas harus ditekankan pada aspek manusianya.

Analisis biaya dan manfaat adalah keterampilan yang penting bagi semua profesional bidang ergonomi, kesehatan dan keamanan. Bahasa bisnis suatu kegiatan adalah uang, dan ahli ergonomi harus mengetahui bahwa justifikasi biaya dari kegiatan intervensi ergonomi sangat penting, dimana keuntungan ataupun penghematan sedapat mungkin disajikan dalam bentuk finansial. Evaluasi biaya dan manfaat dapat membantu menganalisis kelayakan investasi pada intervensi ergonomi. Model peramalan memungkinkan praktisi menampilkan justifikasi biaya kepada manajemen selama tahap perencanaan, tapi model ini memerlukan etimasi yang akurat dari manfaat intervensi ergonomi. Analisis biaya dan manfaat sedapat mungkin dilengkapi dengan periode pengembalian investasi. Pengembalian modal dihitung dengan membandingkan jumlah biaya dengan jumlah

(14)

I Wayan Surata Prosiding KNEP VIII – 2017  ISSN 2338-414X 131 penghematan dan keuntungan yang dihitung pada

interval waktu tertentu.

Daftar Pustaka

[1] Heller-Ono, A., A Prospective Study of Macro

Ergonomics Process over Five Years Demonstrates Significant Prevention of Workers’ Compensation Claims Resulting in Projected Savings. Worksite International, Inc., Pacific

Grove, CA, USA, 2014.

[2] Manuaba, A., Aplikasi Ergonomi dengan

Pendekatan Holistik perlu, demi Hasil yang lebih Lestari dan Mampu Bersaing. Jurnal Sosial dan

Humaniora, 1(03):235-249, 2006.

[3] Annis, J.F., Mc Conville, J.T., Anthropometry. In:

Bharattacharya, A. and McGlothlin, J.D. editors. Occupational Ergonomics Theory and Application. New York: Marcel Dekker Inc: 1-46,

1996

[4] Manuaba, A., Ergonomi, Kesehatan, dan

Keselamatan Kerja. Prosiding Seminar Nasional

Ergonomi. Surabaya, 2000.

[5] Grandjean, E., Fitting the Task to the Man, a

Textbook of Occupational Ergonomics, 5th ed.

Piladelphia: Taylor &Francis, 1998.

[6] Tayyari, F., Smith, J. L., Occupational Ergonomics

Principles and Applications. New York:

Chapment & Hall, 1997.

[7] Hendrick, H.W., Good Ergonomics is Good

Economics. ProceedingErgonomics, International seminar on Ergonomics, 2002. [8] Surata, I W.,Pendekatan Ergonomi dalam Industri

Manufaktur untuk Meningkatkan Daya Saing.

Materi Pengukuhan Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Rekayasa Manufaktur pada Fakultas Teknik Universitas Udayana, 2016.

[9] Hall-Andersen, L.B., Broberg, O., Integrating

ergonomics into engineering design: The role of objects. Journal of Applied Ergonomics, 45, pp.

647-654, 2014.

[10] Stanton, N.A., Baber, C., On the cost –

effectiveness of ergonomics. Applied Ergonomics, Vol.34, pp. 407-411, 2003.

[11] Beevis, D., Slade, I.M., Ergonomics – Cost and

Benefits. Applied Ergonomics Vol.34, pp

413-418, 2003

[12] Prasetyowibowo, B., Desain Produk Industri.

Bandung: Yayasan delapan sepuluh, 1999.

[13] Pinder, A.,Barriers to application of ergonomics/HF

in ergonomics design. Health and Safety

Executive Research Report RR 1006, 2015. [14] Hall-Andersen, L.B., Broberg, O., Christoffersen,

L.D., Integrating ergonomics knowledge into

engineering design processes. Department of

management Engineering, Technical University of Denmark, 2013.

[15] Imbeau, D., Bellmave, M., Courville, J., Bergerons, S. and Desjardins, L., Ergonomics in a Design

Environment, in Kawowski, W. (Ed.) in

International Encyclopedia of Ergonomics and Human Factors, Vol. 1 Taylor & Francis, 2001. [16] Falck, A., Rosenqvist, M., A calculation model for

ergonomics cost-benefit analysis in early product development. Department of product and

production development, Chalmers University of Technology, Sweden, 2010.

[17] Bridger, R.S., Introduction to Ergonomics. Singapore: Mc Graw Hill, 1995.

[18] Liliana, Y.P., Widagdo, S., Abtokhi, A.,

Pertimbangan Antropometri pada Pendisainan.

Seminar Nasional III SDM Teknologi Nuklir. Yogyakarta: 21-22 November, pp. 183-191, 2007.

[19] Broberg, O., Workspace design: a case study

applying participatory design principles of healthy workplaces in an industrial setting. Int. J.

Technology Management, Vol.51.No.1, pp.39-56, 2010.

[20] Hendrick, H.W.,Determining the cost – benefit of

ergonomics intervention and factors that lead to their success. Acao Ergonomics, Vol 1, No.2, pp.

7-12, 2011

[21] Parsaei, H. R., Sullivan, W. G., Concurrent

Engineering Contemporary issues and modern design tools. Spinger-Science+Business Media,

B.V., 1993.

[22] Sedarmayanti,Tata Kerja dan Produktivitas Kerja,

Suatu Tinjauan dari Aspek Ergonomi atau Kaitan Manusia dengan Lingkungan Kerja. Bandung:

Mandar Maju, 1996.

[23] Manuaba, A., Pengaruh Ergonomi terhadap

Produktivitas Tenaga Kerja. Seminar Produktivitas Tenaga Kerja, Jakarta: 1992. [24] Annabi, M., Kebriaeezadeh, A., Study of

productivity growth sourcesin the pharmaceutical industry in Iran. International Journal of

Advanced Biotechnology and Research, Vol.7, No. 2, pp. 707-718, 2016.

[25] Pambudi, E.P., Gunawan, P., Kania, R.P.,

Ergonomi dan peningkatan produktivitas kerja.

Tinjauan Ekonomi dan Keuangan, Vol. 4, No.2, 2014

[26] Juhanson, K., Merisalu, E., Ergonomics

intervention program in difference economics sectors: a review article. Agronomy Research,

Vol. 15, No. 1, pp. 170-186, 2017.

[27] Iridiastadi, H., Yassierli, Ergonomi Suatu

Pengantar. Penerbit PT Remaja Rosdakarya,

Bandung, 2016.

[28] Douphrate, D.I., Rosecrance, J., The economics

and cost justification of ergonomics.

(15)

I Wayan Surata Prosiding KNEP VIII – 2017  ISSN 2338-414X 4 [29] Goggins, R.W., Spielholz, P., Nothstein, G.L.,

Estimating the effectiveness of ergonomics intervention through case studies: Implications for predictive cost – benefits, 2008.

[30] Village, J.,Cost-benefit analysis of an ergonomics

intervention in two hospital laundries VS. a control laundey. School of Accopational and

Environmental Hygiene, University of British Columbia, Vancover, 1998.

[31] Tompa, E., Dolinschi, R., Natale, J., Economic

evaluation of participatory ergonomics intervention in a textile plant. Applied Ergonomics, Vol. 44, No. 3, pp.480-487, 2013. [32] Diharjo, S.S.,Redesain Tempat dan Sistem Kerja

dengan Intervensi Ergonomi Meningkatkan Kinerja Tukang Giling Sigaret Kretek Tangan pada Industri Rokok di Kediri Jawa Timur.

Disertasi. Program Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar, 2008.

[33] Nicholson, A., Smith, C., Mitchel, A., Wright, R.,

Cost-benefit studies that support tackling musculoskeletal disorder. Research Report 491.

Health & Safety Executive, 2006.

I Wayan Surata menyelesaikan pendidik

an S1 Teknik Mesin di Institut Teknologi Bandung pada tahun 1984. Pendidikan magister diselesaikan di Universitas Udayana pada tahun 2001 dengan bidang studi Ergonomi.

Pada tahun 2011 ia menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Udayana dan University of Occupational and Environmental Health, Japan. Saat ini ia bekerja sebagai dosen di Jurusan Teknik Mesin Uinversitas Udayana. Bidang penelitian utama yang digeluti adalah ergonomi, komposit dan manufaktur.

Referensi

Dokumen terkait

Perlu dilakukannya penelitian lebih lanjut mengenai penggunaan cairan koloid atau salah satu jenis dari cairan koloid yang ada dan dilakukan secara prospektif

Terima kasih atas Persembahan Sabat Ketiga Belas Anda pada triwulan pertama tahun 2018 yang telah membantu membangun ruang perawatan baru di Southeast Hospital , fasilitas

Apakah upah yang anda terima setiap minggu sudah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.. sangat

Dengan memahami metodologi dan sikap dari NLP maka kita tidak hanya bisa mempraktekkan teknik-teknik NLP, namun juga bisa membuat sendiri teknik-teknik baru yang

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “bagaimana usulan perbaikan kualitas pelayanan dengan mempertimbangkan

Individu dengan tipe kepribadian ekstrovert dan introvert akan memberikan respon yang berbeda pada dimensi-dimensi psychological well-being ketika dihadapakan pada

Berdasarkan observasi dan analisis kondisi RS PKU Muhammadiyah Temanggung dapat diambil simpulan bahwa RS PKU Muhammadiyah Temanggung merupakan rumah sakit yang sedang

1 butir 2: Politik Luar Negeri adalah kebijakan, sikap, dan langkah Pemerintah Republik Indonesia yang diambil dalam melakukan hubungan dengan negara lain,