76 BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang di uraikan dalam pembahasan peran
organisasi Masyarakat Nahdlatul Ulama Kota Mataram dalam melaksanakan
pendidikan anti korupsi diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1. Aspek aspek peran organisasi Nahdlatul Ulama Kota Mataram dalam
melakukan pendidikan anti korupsi yaitu melalui sosialisasi anti korupsi
dan dan advokasi anti korupsi
2. Sosialisasi partisipasi anti korupsi yang dilakukan oleh ormas Nahdlatul
Ulama Kota Mataram yaitu melalui kerjasama Lembaga Pendidikan
Kajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LAKPASDAM) Nahdlatul Ulama
Kota Mataram dengan melakukan kajian-kajian dan pemberdayaan
pendidikana anti korupsi melalui dialog publik dan seminar anti korupsi.
Dalam hal ini Nahdlatul Ulama Kota Mataram bekerjasama dengan
yayasan pendidikan Nqhdlatul Ulama Kota Mataram dengan memasukan
mata pelajaran pendidikan anti korupsi di kalangan pondok pesantrean.
Terlebih sosialisasi melalui media anti korupsi, nahdlatul Ulama
menggunakan media online untuk melakukan sosialsiasi anti korupsi.
Sedangkan advokasi anti korupsi yang di lakukan ormas Nahdlatul Ulama
yaitu dengan pencegahan korupsi yang menggunakan metode verbal dan
non verbal, pencegahan yang dilakuakn meliputi pendistribusian
77
pencegahan korupsi dan menyuarakan pencegahan korupsi melalui titik khotbah Jum’atan dengan menggunakan bahan modul dan lain-lain.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi peran ormas Nahdlatul Ulama Kota
Mataram dalam melakukan pendidikan anti korupsi meliputi faktor
internal dan eksternal. Dari beberapa faktor internal organisasi masyarakat
Nahdlatul Ulama Kota Mataram yaitu sebagai program yang bersifat
memerangi korupsi dan penyambung aspirasi masyarakat dengan
pemerintah. Dalam hal tersebut program yng bersifat memerangi korupsi
Nahdlatul Ulama Melakukan kajian-kajian dan menjadikan hasil kajian
tersebut menjadi sebuah tulisan yang di jadikan sebuah artikel, sehingga
dapat di sebarluaskan melalui media website Nahdlatul ulama kota
Mataram. Ormas Nadlatul Ulama sebagai penyambung aspirasi rakyat
dengan pemerintah dengan melakukan tuntutan dan kritikan dalam tindak
korupsi, oleh karena itu faktor-faktor yang mempengaruhi internal ormas
Nahdlatul Ulama Kota Mataram dalam melakukan pendidikan anti
korupsi. Sedangkan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi ormas
Nahdlatul Ulama Kota Mataram dalam melakukan pendidikan anti korupsi
yaitu keluarnya hasil Muktamar ke 33 Nahdlatul Ulama di Surabaya dalam
melakukan penanaman semnagat anti korupsi dengan membangun
nilai-nilai anti korupsi. Mengingat Nahdlatul Ulama sebagai ormas yang
78 5.2 Saran
Sebagai upaya memberikan masukan dalam rangka mengoptimalkan peran
organisasi masyarakat Nahdlatul Ulama Kota Matar dalam melakukan pendidikan
anti korupsi, maka berdasarkan penelitian. Peneliti memberikan saran sebagai
berikut:
1. Dalam melakukan sosialisasi anti korupsi, ormas Nahdlatul Ulama Kota Mataram harus menggunakan media cetak dalam mengoptimalkan peranan media sebagai alat sosialisasi anti korupsi.
2. Untuk melakukan partisipasi anti korupsi ormas Nahdlatul Ulama harus bisa mengkampanyekan pendidikan anti korupsi dikalangan masyarakat, mengingat Nahdlatul ulama Kota Mataram memiliki berbagai unsure internal dan tidak menekankan pada 2 Lembaga badan otonom
3. Faktor yang mempengaruhi internal ormas Nahdlatul Ulama Kota mataram dalam program yang bersifat memerangi korupsi harus bisa lebih luas bukan hanya melakukan kajian-kajian yangmenghasilkan tulisa-tulisan di artikel. Namun harus mampu menciptakan program yang bersifat menciptakan regulasi dan kebijakan yang mampu mengikat internal ormas NU Kota Mataram untuk tidak melakukan mal-administrasi
4. Organisasi Nahdlatul Ulama dalam sebagai representasi masyarakat sipil dan jamabatan masyarakat dalam memberikan aspirasi bukan hanya sekedar memberikan tuntutan dan kritikan. Namun bisa terlibat dalam menyelesaikan kasus di tubuh pemerintah, serta mengkawal kasus tindak korupsi yang terjadi di pemerintahan.
5. Terlebih mendorong pemerintah untuk membuat regulasi dalam rangka pencegahan korupsi yang mengahruskan setiap warga, termasuk pejabat Negara, untuk memiiki identitas tunggal.
6. Mendorong pemerintah untuk melakukan legislasi kejahatan pidana korupsi.
79
Daftar Pustaka
Agus Wibowo, (2013). Dalam Buku Manajemen Pendidikan Karakter (Konsep dan Praktik Implementasi), Dikutip Pada tanggal 8, Mei 2019. Pukul 07.00 Am.
Alim, (et all 2016). Dalam Buku Jihad Nahdlatul Ulama Melawan Korupsi. Dikutip pada tanggal 8, Mei 2019. Pukul 07.00 Am.
Azra, (2004). Dalam Jurnal demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani. Dikutip pada tanggal 9, Me. Pukul 07.00 Am.
Diamond, Larry (2003). Dalam Buku Diamond, Developing Democracy: Towards Consolidation. Dikutip pada tanggal 9, Mei 2019. Pukul 08.00 Am.
Djarwanto (2000 : 34) Dalam Lexy J. Moloeng, Metodologi Penelitian, 2006. Djam’an dan Aan Komariah, Dalam Lexy J. Moloeng, Metodologi Penelitian, 2006
Egi Primayoga, (2018). Dalam Jurnal. Jurnal Peran ICW Memberantas Korupsi. Dikutip pada tanggal 9, Mei 2019. Pukul 08.00 Am.
Sukmadinata Nana Syaodih, Metodologi Penelitian pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005
Primayoga, Egi , (2018). Dalam Jurnal Studi Memahami strategi Pemberantasan Korupsi Di Indonesia. Dikutip pada tanggal 8 , Mei 2019. Pukul 06.00 Am.
Hartoto, (2014).Dalam Jurnal. Jurnal Pemikiran Pendidikan Anti Korupsi Dan Pemberantasan Korupsi. Dikutip pada tanggal 9, Mei 2019. Pukul 08.00 Am. Halili, Mouelis (2006). Dalam Buku. Masa Depan Civil Society Di Indonesia.
Dikutip pada tanggal 9, Mei 2019. Pukul 08.00 Am.
Ichsan Malik, (2004). Dalam Buku Lembaga Swadaya Masyarakat Menyuarakan Nurani Menggapai Kesetaraan. Dikutip pada tanggal 11, Mei 2019. Pukul 08.00 Am. Mansour Fakih, (2000). Dalam Buku . Analisis Gender & Transformasi Sosial.
Dikutip pada tanggal 10, Mei 2019. Pukul 07.00 Am.
Maksum, (2004). Dalam Jurnal. Jurnal Peran Organisasi Masyarakat dalam pendidikan Anti Korupsi. Dikutip pada tanggal 12, Mei 2019. Pukul 08.00 Am.
Majid Nurcholis, (2000). Dalam Jurnal. Jurnal Peran Organisasi Masyarakat Madani. Dikutip pada tanggal 12, Mei 2019. Pukul 08.00 Am
80
Mitsuo, (2001). Dalam Jurnal. Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi. Dikutip pada tanggal 10, Mei 2019. Pukul 07.00 Am.
Muhlizi, (2014). Dalam Jurnal Studi Membangkitkan Budaya Nusantara Yang Anti korupsi. Dikutip pada tanggal 8, Mei 2019. Pukul 06.00 Am.
Ridwan (2008 : 69) , Dalam Moelong, Metodelogi Penelitian Kualitatif, 2005).
Salahudin, (2018). Dalam Jurnal Bimbingan dan Konseling. Dikutip PadaTanggal 11, Mei 2019. Pukul 09.00 Am
Salamon, (2000). Dalam Jurnal. Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Dikutip pada tanggal 11, Mei 2019. Pukul 09.00 Am.
Sarwono, (2015). Dalam Jurnal Studi Peran Pemuda dalam Pembangunan Masyarakat Pedesaan. Dikutip Pada Tanggal 8, Mei 2019. Pukul 07.00 Am.
Soehardono (2000). Dalam Jurnal Studi Pemuda Dan Perubahan Sosial Dikutip Pada Tanggal 9, Mei 2019. Pukul 07.00 Am.
Suharismi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta : Rineka Cipta, 2006
Sugiyono, 2013. Dalam Ahmad Tanzeh, Metodologi Penelitian Praktis. Yogyakarta : Teras, 2011
PENELITIAN TERDAHULU :
Priyowido, G. 2017. “Model Komunikasi Dan Kebijakan Kesadaran Anti Korupsi Melalui Pendekatan Character Building Berbasis Literasi Media”. Jurnal Pendidikan Anti Korupsi Dan kesadaran Anti Korupsi, Volume 1, No.1. Reayana, A. 2014. “Peranan Masyarakat Sipil Dalam Pemberantasan Korupsi”.
Jurnal Masyarakat Dalam Anti Korupsi, Volume. 3, No.1.
Rossida, S.L. 2016. “Pendidikan Anti Korupsi: Studi Kasus Pada SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara” Jurnal Wacana Pendidikan Anti Korupsi, Volume 2, No.1.
Fauziyah, F. 2015. “Nilai-nilai Pendidikan Anti Korupsi Dalam Al- Qur’an: Kejujuran, Tanggung JAwab Dan Kesederhanaan”. Jurnal Pendidikan Anti Korupsi Berbasis Al-qura’an, Volume 1, No.1.
81
UU N0.31 Tahun 1999 Jo UU No. 20 Tahun 2001
UU No. 20 Tahun 2003
Lampiran 1
82
Ket: Gambar: Ketua PCNU Mataram Ket: Santri Yayasan NU Kota Mataram
Ket Gambar:Katib PCNU Kota Mataram Ket Gambar: Lakpasdam NU Kota Mataram
Ket Gambar : A’Wan PCNU Kota Mataram Ket Gambar : Biro Hubungan K.A.W LAKPASDAM
Ket Gambar : Rais Syuriyah Dan Ketua Yayasan
Lampiran 2 Data Hasil Observasi
PEDOMAN OBSERVASI
Observasi atau pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini, yakni
Melakukan pengamatan tentang gambaran umum di kegitan Pendidikan Anti
Korupsi meliputi:
1. Mengamati lokasi dan tempat penelitian
83
3. FOTO HASIL OBSERVASI
4. 5. 6. 7. 8. PEDOMAN WAWANCARA
Pedoman wawancara untuk Organisasi Masyarakat Nahdlatul Ulama
Kota Mataram
Sejauh mana peran masyarakat sipil Nahdlatul Ulama Kota Mataram
terlibat dalam pendidikan anti korupsi dan faktor apa saja yang mempengaruhi
dalam melaksnakan pendidikan anti korupsi?
1. Bagaimana Peran Nahdlatul Ulama Kota Mataram dalam melaksanakan
84
2. Bagaimana aspek peran Organisasi Nahdlatul Ulama Kota Mataram dalam
melaksanakan pendidikan Anti korupsi?
3. Bagaiamana Metode yang dilakukan organisasi Nahdlatul Ulama dalam
melaksanakan pendidikan anti korupsi?
4. Bagaimana Organisasi Nahdlatul Ulama Kota Mataram Mensosialisasikan
pendidikan anti korupsi?
5. Bagaimana Organisasi Nahdlatul Ulama Kota Mataram melaksanakan
Partisipasi anti korupsi dan Media sebagai alat sosialisasi anti korupsi?
6. Bagaimana Organisasi Nahdlatul Ulama Kota Mataram melakukan
advokasi anti korupsi?
7. Bagaiman Organisasi Nahdlatul Ulama Kota Mataram menjalakan
advokasi pencegahan anti korupsi?
8. Apa saja faktor yang mempengaruhi Organisasi Nahdlatul Ulama Kota
Mataram dalam melaksanakan pendidikan anti korupsi
9. Apa saja faktor internal organisasi Nahdlatul Ulama Kota Mataram dalam
melaksanakan pendidikan anti korupsi?
10. Apa saja faktor eksternal organisasi Nahdlatul Ulama Kota Mataram