MENTERI PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN
NOMOR : 206/Kpts/TN.530/3/2003
TENTANG
PENGGOLONGAN JENIS-JENIS HAMA PENYAKIT HEWAN KARANTINA,
PENGGOLONGAN DAN KLASIFIKASI MEDIA PEMBAWA
MENTERI PERTANIAN,
Menimbang : a. bahwa untuk melakukan penolakan dan pencegahan masuk dan
tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina ke wilayah negara
Republik Indonesia dan antar area dalam wilayah negara Republik
Indonesia perlu ada penggolongan jenis-jenis hama penyakit
karantina dan penggolongan media pembawa;
b. bahwa sehubungan dengan hal-hal tersebut diatas dan untuk
menindaklanjuti Pasal 85 dan Pasal 77 Peraturan Pemerintah
Nomor 82 Tahun 2000 tentang Karantina Khewan, serta Pasal 5
Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2002 tentang Tarif Atas
Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada
Departemen Pertanian, dengan mengacu informasi dari Office
International des Epzooties (OIE/Badan Kesehatan Hewan Dunia)
dan didasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi (IPTEK), dipandang perlu menetapkan golongan jenis
Hama Penyakit Hewan Karantina, Golongan dan Klasifikasi Media
Pembawa;
Mengingat
: 1. Undang-undang Nomor 6 Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan
Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Tahun
1967 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2824);
2. Undang-undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan,
Ikan dan Tumbuhan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 56,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3482);
3. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan
(Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 3495);
4. Undang-undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara
Bukan Pajak (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 43, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3687);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1983 tentang Kesehatan
Masyarakat Veteriner (Lembaran Negara Tahun 1983 Nomor 28,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3253);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 1992 tentang Obat Hewan
(Lembaran Negara Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 3509);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1997 tentang Jenis dan
Penyetoran Penerimaan Negara Negara Bukan Pajak (Lembaran
Negara Tahun 1997 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 3694), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 52 Tahun 1998 (Lembaran Negara Tahun 1998
Nomor 85, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3760);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2000 tentang Karantina
Hewan (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 161, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4002);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2002 tentang Tarif Atas
Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada
Departemen Pertanian (Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 92,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4224);
10. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan,
Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja
Departemen;
11. Keputusan Presiden Nomor 109 Tahun 2001 tentang Unit
Organisasi dan Tugas Eselon I Departemen;
12. Keputusan Presiden Nomor 228/M tentang Pembentukan Kabinet
Gotong Royong;
13. Keputusan menteri Pertanian Nomor 422/Kpts/LB.720/6/1988 juncto
Keputusan Menteri Pertanian Nomor 471/Kpts/LB.720/8/2001
tentang Peraturan Karantina Hewan;
14. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 01/Kpts/OT.210/1/2001 juncto
Keputusan Menteri Pertanian Nomor 354.1/Kpts/OT.210/6/2001
tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian;
15. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 99/Kpts/OT.210/2/2001 juncto
Keputusan Menteri Pertanian Nomor 392/Kpts/OT.210/7/2001
tentang Kelengkapan Organisasi dan tata Kerja Departemen
Pertanian;
MEMUTUSKAN :
Menetapkan
:
KESATU
: Penggolongan
Jenis-jenis
Hama
Penyakit
Hewan
Karantina,
Penggolongan dan Klasifikasi Media Pembawa.
KEDUA
: Penggolongan
Jenis-jenis
Hama
Penyakit
Hewan
Karantina
sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU seperti tercantum pada
Lampiran I Keputusan ini.
KETIGA
: Penggolongan dan Klasifikasi Media Pembawa sebagaimana dimaksud
dalam diktum KESATU seperti tercantum pada Lampiran II Keputusan
ini.
KEEMPAT
: Penggolongan Jenis-jenis Hama Penyakit Hewan Karantina dan Jenis
Media Pembawa sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU akan
ditetapkan kembali dengan mengikuti perkembangan Ilmu Pengetahuan
dan Teknologi (IPTEK).
KELIMA
: Keputusan mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 31 Maret 2003
MENTERI PERTANIAN,
ttd
PROF.DR.IR. BUNGARAN SARAGIH, M.Ec
Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth. :
1. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;
2. Menteri Keuangan;
3. Menteri Luar Negeri;
4. Menteri dalam Negeri;
5. Menteri Kesehatan;
6. Menteri Kehutanan;
7. Menteri Kelautan dan Perikanan;
8. Menteri Agama;
9. Menteri Pertahanan;
10. Menteri Negara Lingkungan Hidup;
11. Panglima tentara Nasional Indonesia;
12. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia;
LAMPIRAN I KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR :
206/Kpts/TN.530/3/2003 TANGGAL : 31 Maret 2003
TENTANG : Penetapan Penggolongan Jenis-jenis Hama Penyakit Hewan Karantina
serta
Penggolongan dan Pengklasifikasian Media Pembawa
PENGGOLONGAN JENIS-JENIS HAMA PENYAKIT HEWAN KARANTINA
No Nama / Jenis Type Hewan yang peka Masa tunas / Cara Standar Pengujian Minimum masa Masa uji Keterangan
Penyakit OIE inkubasi Penularan Karantina Sebelum inkubasi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
GOLONGAN I :
1 Penyakit Mulut dan Kuku A Sapi,Kerbau,Domba, Max. 21 hari - kontak langsung, CFT,SNT,VNT, 14 hari 30 hari Penyakit eksotik Foot and Mouth Disease Kambing,Babi, Unta, - kontak tidak langsung VIA,ELISA,
Aphtae Epizooticae Ruminansia liar Uji Biologik
2 Sampar Sapi,Rinderpest A Sapi,Kerbau, Kambing, Max. 21 hari - kontak langsung, CFT,SNT,AGPT, 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
Domba,Babi, Hewan liar - kontak tidak langsung Uji Biologik
3 Lumpy Skin Disease A Sapi,Kerbau max. 5 minggu - Vektor (serangga) Isolasi virus, Uji Histopatologik, 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
Dermatosis Nocularis Uji Mikroskopik.
4 Penyakit dada menular sapi A Sapi max. 6 minggu Kontak langsung CFT,ELISA,Uji aglutinasi 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
Contagius Bovine Pleuro- dan presipitasi,Uji mikroskopik
pneumonia Uji histopatologik
5 Rift Valley Fever A Ruminansia Beberapa jam - - kontak langsung SNT,FAT,CFT,AGPT, 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
2 hari - vektor (nyamuk) ELISA,Isolasi virus,Uji Biologik Zoonosis
Uji histopatologik
6 African Horse Sickness A Kuda, Keledai max. 40 hari - vektor (Colicoides) HI,CFT,SNT,FAT,AGPT, 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
7 Penyakit lidah biru A Domba,Kambing max. 21 hari - vektor (Colicoides) CFT,SNT,FAT,AGPT 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
Blue Tongue,Sore Mouth,
Muzzle,Ovine Catria fever
8 Cacar kambing dan domb A Domba dan kambing max. 21 hari - kontak langsung FAT,SNT,Uji mikroskopik, 14 hari 30 hari Penyakit eksotik Sheep and Goat Pox - kontak tidak langsung Uji biologik,Uji histopatologik
Variola Ovina
9 Sampar babi dan dada me A Babi 2 - 7 hari - kontak langsung SNT,CFT,FAT,HA,AGPT,Uji 14 hari 30 hari
Sumatera, Kalimantan, Classical Swine Fever - kontak tidak langsung mikroskopik,Uji histopatologik Jawa.
Hog Cholera,Pestis Suum
10 African Swine Fever, A Babi max. 6 minggu - kontak langsung AGPT,RIA,IIF,CFT,SNT,Uji 14 hari 30 hari Penyakit eksotik Pestis Suum Africanum - kontak tidak langsung mikroskopik,Uji histopatologik
1
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
11 Teschen Disease Enzooti Babi max. 40 hari - kontak langsung CPT,SNT 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
Porcine Encephalomye kontak tidak langsung
12 Swine Vesicular Disease A Babi max. 28 hari - kontak langsung CFT,SNT,VNT,ELISA 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
kontak tidak langsung
13 Sampar Unggas, Fowl Pla A Unggas max. 21 hari - kontak langsung Uji aglutinasi 14 hari 15 hari Penyakit eksotik
Highly Pathogenic Avian I - kontak tidak langsung
14 Radang Mulut Berlepuh, A Ruminansia,babi,kuda max. 21 hari - kontak langsung CFT,SNT 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
Vesicular Stomatitis,Sore - kontak tidak langsung
15 Peste des Petits Ruminant A Ruminansia kecil, domba, max. 21 hari - kontak langsung Penyakit eksotik
Kambing. - kontak tidak langsung
16 Avian Influenza Unggas max. 21 hari - kontak langsung Elisa, SNT
- kontak tidak langsung
17 Ingus Jahat,Glanders, Mal B Kuda max. 21 hari - kontak langsung CFT,Uji Malleinasi,Uji Strauss, 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
Rots,Drous,Farcy - kontak tidak langsung Uji mikroskopik
18 Venezuelan Equine Ence B Kuda max. 6 bulan Vektor (serangga) Isolasi dan Identifikasi virus 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
myelitis zoonosis
19 Equine Infectious Anaemi B Kuda 7 - 21 hari , bis - kontak langsung Cogins Immunodiffusion test 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
sampai 90 hari - Vektor
20 Scrapie, Traberkrankheit B Kambing,Domba 1 - 5 tahun Kontak tidak langsung Elisa, Immunobloting 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
21 Transmissible gastroentrit B Babi beberapa jam - kontak tidaj langsung CPT,FAT,Isolasi virus 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
Swine beberapa hari
22 Avian Encephalomyelitis Unggas max. 21 hari - kontak langsung FAT,SNT,AGPT 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
Epidemic Tremor - kontak tidak langsung
23 Japanese Encephalitis B Babi, kuda 7 hari Vektor (nyamuk) HI,CFT,SNT,IFAT,ELISA,Isolasi 14 hari 30 hari Jawa,Bali, Sumatera
Agerit,Uji Histopatologi zoonosis
24 Leishmaniosis,Kallaazar B Anjing,Kucing 3 minggu vektor CFT,SNT,Uji formal,Uji mikros - 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
beberapa bulan kopik,Uji bakteriologik
25 Nipah virus Babi 7 hari - kontak langsung Elisa, SNT 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
- kontak tidak langsung Zoonosis
- vektor
2
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
26 Bovine Spongiform Encep B Sapi 1 - 5 tahun - kontak tidak langsung Elisa, Immunoblotting 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
pathy, Mad Cow, Sapi Gil
27 Porcine Reproductive and B Babi 7 hari - kontak langsung Elisa, SNT 14 hari 30 hari Sumatera, Sulawesi
piratory Syndrome (PRRS - kontak tidak langsung
28 Hendra virus babi - kontak langsung Elisa, SNT 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
- kontak tidak langsung Zoonosis
29 Marburg Primata 7 hari - kontak langsung Elisa, SNT 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
- kontak tidak
langsung Zoonosis
30 Ebola Primata 7 hari - kontak langsung Elisa, SNT 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
- kontak tidak
langsung Zoonosis
31 Duck Virus Enteritis B Itik 7 hari - kontak langsung Elisa, SNT 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
- kontak tidak
langsung
32 Duck Virus Hepatitis itik 7 hari - kontak langsung Elisa, SNT 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
- kontak tidak langsung GOLONGAN II
1 Anjing gila B Canidae,Hewan berda - max. 6 bulan Kontak langsung FAT,CFT,ELISA,Isolasi virus, 14 hari 30 hari Terdapat di Indonesia
Jawa Timur, Jawa Tengah,
Maluku, Irian, NTB
2 Radang paha Sapi,Kerbau,Domba, max 48 jam - kontak langsung Uji mikroskopik,Gambaran 14 hari 30 hari Jawa Barat, Jawa Tengah Black Leg Kambing - kontak tidak langsung patologi anatomi Jawa Timur (di daerah ber-
Emphysematous Gangren kapur)
3 Radang limpa,Anthrax B Ruminansia,babi,kuda max. 20 hari - kontak langsung Uji ascoli,Uji biologik,Uji bakte- 14 hari 30 hari Hampir terdapat di
- kontak tidak langsung riologi,Uji mikroskopik seluruh Indonesia
4 Leukosis sapi, Enzootic B B Sapi, Kerbau, Domba 45 hari kontak tidak langsung Elisa, AGID, PCR 14 hari 30 hari P. Jawa, Sumatera
Leucosis, Cattle Leucaem
5 Ngorok,Septicaemia Epizo B Riminansia,babi,kuda 14 hari - kontak langsung IFAT,AGPT,Uji mikroskopik,Uji 14 hari 30 hari Terdapat hampir di Pasteurelosis,Haemorhagi - kontak tidak langsung biologik,Uji bakteriologi, Elisa seluruh Indonesia
ticaemia,Bartone
6 Trichomonosis B Sapi,kerbau 4 - 9 hari Kontak langsung Uji mikroskopik,Uji bakteriologi 14 hari 30 hari Jabar,Jatim
7 Pseudorabies,Aujeszky's B Babi,sapi,anjing,kuda, 3 - 10 hari Kontak langsung SNT,VNT,Uji mikroskopik,Uji 14 hari 30 hari DKI Jakarta, Disease Maditch Infectiou domba,satwa liar Biologik,Uji hipatologik Sumatera barat
Bulbar Paralsyais
3
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
8 Pseudotuberculosis, B Ruminansia,kuda,babi, Tidak tentu - kontak langsung FAT,Uji mikroskopik,Uji Bakte- 14 hari 30 hari Penyakit eksotik Caseous Lympadenitis hewan liar, burung - kontak tidak langsung riologi
Gall Sickness Biologik Sumatera bagian
Selatan
10 Theileriosis,East Coast Fever B Sapi,Kerbau 10 - 31 hari vektor 4 14 hari 30 hari Sering pada sapi
Turning Disease impor
11 Keluron menular,Brucello B Sapi,Kambing,Domba, 3 minggu - 6 bl - kontak langsung CFT,FAT,SAT,Uji Aglutinasi, 14 hari 30 hari Sumatera,Jawa, Bang's Disease Babi,Anjing - kontak tidak langsung RBT,MRT,Comb's Test Kaltim,Sulawesi,
NTB,NTT
12 Selakarang,Sacchiromyc B Kuda,Sapi,Domba, 2 minggu Kontak langsung FAT,Uji mikroskopik,Uji bakteri- 14 hari 30 hari Jakarta,Yogjakarta,
Pseudomalleus,Pseudogla Babi,Kambing oligik Sulut,Sulsel
Meloidosis Epizootic,Lmyp
African Farci
13 Echinococcosis,Hydatido B Ruminansia,Babi,anjing Kontak tidak langsung Ditemukan parasit,Gambaran 4 hari 30 hari Irian Jaya
(Multiple spesies) Patologi Anatomi, mikroskopis
14 Johne's Disease,Paratube B Ruminansia max. 2 tahun - kontak langsung CFT,Jhonin Test,Uji mikroskopik 14 hari 30 hari Sumatera Utara
- kontak tidak langsung 15 Baberasan,Barrasan,Mar B Babi,sapi Kontak tidak
langsung Uji mikroskopik,Gambaran pato- 14 hari 30 hari Sumatera Utara,DKI
Cysticercosis logi anatomi Jakarta,Jawa,Bali
16 Babesiosis,Piroplasmosis, B Ruminansia,Kuda, 1 - 12 bulan Vektor HA,HI,CFT,FAT,Uji mikroskopik 14 hari 30 hari Terdapat hampir di
globinuoria Anjing seluruh Indonesia
17 Tuberkulosis B Semua hewan bervariasi - kontak langsung Tuberkulosis test,Uji mikrosko - 14 hari 30 hari sejak uji Terdapat hampir di
- kontak tidak
langsung pik,Uji biologik,Uji bakteriologik ke dua seluruh Indonesia
Anjing kopik,Uji Biologik Indonesia kecuali di
Maluku dan Irja
19 Sipilis Kuda,Dourine Mala B Kuda 6 bulan Kontak langsung CFT,Uji mikroskopik,Uji Biologik 14 hari 30 hari Jawa,Sumatera
Du'coit
20 Leptospirosis,Neil's Disea B Ruminansia,Babi, 1-2 minggu Kontak tidak langsung CFT,Uji aglutinasi,Uji mikrosko- 14 hari 30 hari Sumatera,Jabar,
Red Water Disease Anjing pik,Uji biologi Jateng,Jatim
4
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
21 Trichinellosis,Trichidosis B Babi 10-14 hari Kontak tidak langsung IFAT,SAFA,ELISA,Uji mikrosko- 14 hari 30 hari Sumatera Utara,
pik,Uji sensifitas Sulawesi Utara,Irja
22 Listeriosis,Meningoencep Ruminansia,Babi,Kuda bervariasi bisa Kontak tidak langsung CFT,Uji Mikroskopik,Uji Biologik 14 hari 30 hari Terdapat di Indone -
Circling Disease Kucing,Kelinci,Unggas beberapa hari sia tetapi tidak ada
laporan
23 Vibriosis,Epizootic Aborti B Ruminansia 20 - 60 hari Kontak langsung Uji Mikroskopik,Uji Bakteriologik 14 hari 30 hari Terdapat di Indone -
Campylobacteriosis sia tetapi tidak ada
laporan
24 Actynomycosis Actynoba Semua ternak 2-3 minggu Kontak langsung FAT,Isolasi kuman,Uji Mikrosko- 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
pik
25 Lepra kerbau,Lepra Bulba Kerbau, Sapi 2 minggu Kontak langsung Uji Mikroskopik,Uji biologik 14 hari Penyakit eksotik
26 Kudis,Scabies dan mange Ruminansia,Kuda, max. 14 hari Kontak langsung Uji Mikroskopik 14 hari 30 hari Terdapat hampir di
Demodecosis Babi seluruh Indonesia
27 Penyakit Ingusan sapi,Pen B Sapi,Kerbau max. 60 hari Kontak langsung CFT,ELISA,Uji Aglutinasi dan 14 hari 30 hari Sumatera,Jawa,NTB
makan tanah,Coryza sapi, Presitipasi,Uji Mikroskopik,Uji NTT,Sulawesi
Gangrenoza Bovum,Malig Histopatologik
tarrhal Fever,Snot Ziekte
28 Kaskado,Stepnanofilariasi Sapi,Kambing 2 - 3 minggu Kontak langsung Ditemukan Parasit 14 hari 30 hari Sumatera Selatan,
Jawa, sulawesi Kalbar
29 Bali,Bali Ziekte Sapi Bali Kontak tidak langsung Luka Setangkap (klinis) 14 hari Bali,Lombok, Sulawesi
(pakan tumbuhan
tertentu)
30 Ingus tenang,Strangles In Kuda 4 - 8 hari Kontak langsung Uji bakteriologik 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
Adenitis Equorum
31 Bengoran,Dakangan,Orf, B Kambing,Domba 5 - 8 hari Kontak langsung AGPT,Isolasi virus 14 hari 30 hari Terdapat di Indone-
Ecthyum Soremouth,Cont sia sejak Th.1931
Pustular Dermatitis, Infecti
Dermatitis,Infectious para
32 Kurap,Ring Worm,Dermat Ruminansia,Kuda,Babi 1 minggu Kontak langsung Histopatologi, pemupukan 7 hari 30 hari Hampir terdapat di
phytosis Kucing,Anjing mikroskopis seluruh Indonesia
33 Erysipelas,Diamond Skin Babi max. 6 bulan - kontak langsung Uji Mikroskopik,Uji Biologik,Uji 14 hari 30 hari Jakarta,Jabar
- kontak tidak langsung Bakteriologik
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 34 Swine Dysentyri,Black Di Babi 1 - 2 hari - kontak langsung Uji Mikroskopik 14 hari
- kontak tidak langsung
35 Bovine Virus Diarrheae Sapi 7 hari - kontak langsung ELISA. SNT 14 hari 30 hari Hampir terdapat di
- kontak tidak langsung seluruh Indonesia
36 Infectious Laryngo Trach B Unggas 6 - 12 hari - kontak langsung CFT,FAT 14 hari 30 hari Penyakit eksotik
- kontak tidak langsung
37 Tetelo,New Castle Diseas A Unggas max. 21 hari - kontak langsung HA,HI,SNT,FAT 14 hari 15 hari Hampir terdapat di
- kontak tidak
langsung seluruh Indonesia
38 Infectious Bovine Rhinotr B Sapi, Kambing max. 21 hari - kontak langsung ELISA, SNT 14 hari 40 hari Hampir terdapat di Infectious Pustular Vulvo
- kontak tidak
langsung seluruh Indonesia
Infectious Bovine Necroti
tracheitis,Necrotic Rhinitis
Nose Disease,Bovine Coit
Exantherna
39 Jembrana Sapi Bali max. 45 hari - kontak langsung ELISA,Uji biologik 14 hari 30 hari P.Bali,Lampung,
- kontak tidak langsung Kalimantan Catatan :
1. Kontak Langsung - Kontak langsung dengan hewan sakit
- Vertikal transmisi (dari induk ke featus)
2. Kontak tidak langsung Penularan secara tidak langsung melalui
- Bahan asal Hewan
- Hasil bahan Asal Hewan
- Media pembawa ain
- Benda lain
- Alat angkut
3. Vektor - Nyamuk
- Lalat penghisap darah
MENTERI PERTANIAN,
LAMPIRAN II : KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 206/Kpts/TN.530/3/2003
TENTANG : PENETAPAN PENGKLASIFIKASIAN MEDIA PEMBAWA HAMA PENYAKIT HEWAN KARANTINA
.
PENETAPAN PENGKLASIFIKASIAN MEDIA PEMBAWA HAMA PENYAKIT HEWAN KARANTINA (HPHK)
No. Golongan Media Pembawa HPHK Keterangan
Klasifikasi Jenis-jenis
1 2 3 4 5
1. Hewan 1. Hewan ternak besar Sapi, Kerbau, Kuda Hewan bibit dan potong /kastrasi
2. Hewan ternak kecil Kambing, Domba, Babi Hewan bibit dan non bibit
3. Hewan ternak unggas 1) Unggas besar
Burung unta, Kalkun, Angsa
Unggas bibit dan non bibit
2) Unggas kecil Ayam, itik/bebek, belibis,
merpati, puyuh
Unggas bibit dan non bibit
3) Unggas umur sehari DOC,DOD. Final stock
4. Hewan Kesayangan
(pet animal)
1. 1. Kuda : Kuda poni, pacu,
tunggang
2. 2. Anjing : Anjng ras dan
anjing lokal
3. 3. Kucing : Kucing ras dan
kucing lokal
4. 4. Primata : Kera, Monyet,
Simpanse, Orang utan 5. 5. Unggas besar : Ayam
bekisar, Pelung, Angsa, Kalkun, Kasuari.
6. 6. Unggas kecil : Burung
beo, Kenari, Perkutut, Kakatua, Cucak rawa dan sejenisnya
7. 7. Reptil : Ular, Iguana,
Kura-kura, Biawak dan sejenisnya.
5. Hewan percobaan/ Laboratorium
1. 1. Primata : Kera, Monyet,
dan sejenisnya. 2. 2. Selain Primata :
Hamster, Kelinci, marmot, Tikus, Mencit
6. Hewan liar (wild animal)
1. 1. Mamalia besar : Gajah,
Bison, Jerapah, Harimau, Singa, Onta, Badak. 2. 2. Mamalia kecil : Kuskus,
Rusa, musang, Babi hutan, babi rusa, Anoa, Kambing hutan
3. 3. Unggas besar : Merak,
Kasuari , Pelikan
4. 4. Unggas kecil : kakatua,
Nuri, Beo, Pipit, Bondol
7. Reptil 1) 1)Reptilia besar
Buaya, Komodo dan sejenisnya.
2) Reptilia kecil
Tokek, Kadal, Ular, Biawak, Iguana dan sejenisnya.
1 2 3 4 5
8. Avertebrata Kumbang, Kalajengking, Lipan,
dan sejenisnya
9. Amphibia Katak/kodok, Kura-kura, dan
sejenisnya
10. Insekta Lebah, Jangkerik, Kupu-kupu, Semut, serangga lainnya.
11. Mamalia air/ Aquatic mammal
Kuda Nil, Lumba-lumba, Pesut, Anjing laut, singa laut, Ikan Paus, dan sejenisnya.
2. Bahan Asal Hewan (BAH)
1. BAH pangan 1. 1. Daging hewan sapi
(termasuk beef tail/ buntut, cingur, kikil dan kulit), kerbau, kuda, kambing, domba, babi, rusa.
2. 2. Daging unggas (termasuk
kulit dan ceker): Ayam, kalkun, burung unta, angsa,itik/bebek, merpati, belibis
3. 3. Susu : susu sapi, kerbau,
kambing, kuda.
4. 4. Telur konsumsi : telur ayam,
itik, puyuh, angsa, maleo, penyu.
5. 5. Madu/bahan yang diperoleh
dari hewan ternak lebah.
6. 6. Sarang burung wallet,
layang-layang : Sarang burung putih (Collocalia fuciphagus), Sarang burung hitam (Collo-calia maxima), Sarang burung rumput (collocalia esculenta).
7. 7. Jerohan untuk konsumsi :
hati, paru, ginjal, limpa, jantung, otak, sumsum, lidah, usus dan perut
Belum diolah lebih lanjut
Baik yang sudah diproses maupun yang belum diproses
3) BAH non pangan
/non pakan
1. 1. Kulit hewan besar dari
sapi dan kerbau
2. 2. Kulit hewan kecil dari
domba, kambing dan babi
3. 3. Kulit satwa/reptil besar dari
Berupa kulit men-tah dan setengah jadi (kulit digaram basah/kering wet/ dry salted, kulit diasam/wet pickled) idem idem
buaya, komodo
4. 4. Kulit satwa/reptil kecil dari
kadal, tokek, ular, biawak.
idem
LANJUTAN
LAMPIRAN II : KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 206/Kpts/TN.530/3/2003
TENTANG : PENETAPAN PENGKLASIFIKASIAN MEDIA PEMBAWA HAMA PENYAKIT HEWAN KARANTINA
.
PENETAPAN PENGKLASIFIKASIAN MEDIA PEMBAWA HAMA PENYAKIT HEWAN KARANTINA (HPHK)
No. Golongan Media Pembawa HPHK Keterangan
Klasifikasi Jenis-jenis
1
2
3
4
5
5. 1. Kulit unggas dari
burung unta
6. 2. telur bibit/tunas/ SPF.
7. 3. Bahan reproduksi : semen,ova,
embrio, sel hidup.
8. 4. BAH berupa tulang, kuku,
tanduk, bulu dan ikutannya yang belum diolah lebih lanjut termasuk gading, taring, bulu ekor, thallo.
9. 5. BAH berupa tepung tulang,
tepung darah, tepung daging, tepung bulu, tepung kulit telur idem
3. Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH)
1. HBAH pangan 1. 1. Hasil bahan asal daging
hewan berupa dendeng, bakso, sosis, abon, daging asap dan lain-lain.
2. 2. Hasil bahan asal daging
unggas berupa abon, nugget, patties dan lain-lain
3. 3. Hasil bahan asal susu yang
sudah diolah seperti keju, youghurt, mentega dan lain-lain
4. 4. Hasil bahan asal telur
seperti telur asin, tepung telur
5. 5. Hasil bahan asal hewan
untuk konsumsi seperti krupuk kulit, kikil, cingur.
6. 6. Hasil bahan asal hewan
ikutan berupa lemak, gelatine
2. HBAH non pangan 1. 1.Untuk industri berupa kulit jadi, gelatine, malam, kelenjar, jaringan.
2. Berupa tepung tulang, tepung darah, tepung daging, tepung bulu, tepung kulit telur
Kulit jadi seperti wet blue, crust dan finished leather.
4. Media
pembawa lain
1. Pakan hewan ternak Berupa Hewan, BAH, HBAH, ikan, tumbuhan yang dipakai sebagai pakan hewan ternak berupa pellet, konsentrat, hay, silase, cubes meal.
Pellet untuk pakan hewan ternak dalam kemasan besar/ curah (termasuk pakan burung)
2. Pakan hewan kesayangan
Berupa Hewan, BAH, HBAH, ikan, tumbuhan yang dipakai sebagai pakan hewan kesayang-an seperti cecak, ulat, cacing, kadal, tokek, kecoa, belalang, jangkrik, pet food.
Pet food dapat berupa tepung, butiran, pellet, pasta dan cairan dalam kemasan kecil plastik atau kaleng.
5. Benda lain 1) Bahan biologik Media pembawa selain hewan,
BAH, HBAH berupa vaksin, sera, hormon, obat hewan.
1 2 3 4 5
2) Bahan diagnostik Media pembawa selain hewan, BAH, HBAH berupa antigen, media pertumbuhan.
6. Alat angkut 1) Alat angkut 1. 1. Alat angkut udara : pesawat
udara
2. 2. Alat angkut perairan : kapal,
tongkang, perahu.
3. 3. Alat angkut darat : Truck,
kereta api.
2) Kemasan 1. 1. Peti kemas (container)
2. 2. Kotak hewan (box)
3. 3. Kandang hewan (pallet)
4. 4. Ruang pendingin (cold
storage)
Instalasi dan lokasi Karantina Hewan
Bangunan berikut peralatan dan lahan serta sarana pendukung yang diperlukan sebagai tempat untuk melakukan tindakan karantina
Bukan media pembawa
Dokumen Tindakan Karantina
Sertifikat kesehatan hewan, sertifikat sanitasi dan sertifikat pelepasan/pembebasan Bukan media pembawa MENTERI PERTANAN,
PROF.DR. IR. BUNGARAN SARAGIH, M.Ec