• Tidak ada hasil yang ditemukan

keputusan menteri perhubungan republik indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "keputusan menteri perhubungan republik indonesia"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM 82 TAHUN 2022

TENTANG

PERSETUJUAN PRINSIP PEMBANGUNAN PERKERETAAPIAN KHUSUS TRAM LOADMG STATION PT. BUKIT ASAM TBK

DI KAWASAN PERTAMBANGAN TANJUNG ENIM PRO VINSI SUMATERA SELATAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa berdasarkan Pasal 354 Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2017 dan Pasal 18 Peraturan Menteri Perhubungan PM 91 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian Khusus, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 21 Tahun 2021, telah diatur mengenai persetujuan prinsip pembangunan perkeretaapian khusus;

b. bahwa setelah dilakukan evaluasi dari aspek legalitas dan teknis, PT. Bukit Asam Tbk memenuhi persyaratan untuk mendapat persetujuan prinsip pembangunan perkeretaapian khusus;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Menteri Perhubungan tentang Persetujuan Prinsip Pembangunan Perkeretaapian

(2)

Mengingat

Khusus Train Loading Station PT. Bukit Asam Tbk Di Kawasan Pertambangan Tanjung Enim Provinsi Sumatera Selatan.

1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4722);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5048), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 29, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6022);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 176 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5086), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 176, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5086);

4. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 91 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian Khusus (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 910), sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 21 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 91 Tahun 2011 tentang

(3)

Penyelenggaraan Perkeretaapian Khusus (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 644);

5. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 67 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 873);

Memperhatikan : Surat Direktur Utama PT. Bukit Asam Tbk Nomor:

T/004.J/0500/HK.07.01/111/2022 tanggal 17 Maret 2022 perihal Permohonan Persetujuan Prinsip Pembangunan Perkeretaapian Khusus PT. Bukit Asam Tbk;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG

PERSETUJUAN PRINSIP PEMBANGUNAN

PERKERETAAPIAN KHUSUS TRAIN LOADING STATION PT. BUKIT ASAM TBK DI KAWASAN PERTAMBANGAN TANJUNG ENIM PROVINSI SUMATERA SELATAN.

PERTAMA : Memberikan persetujuan prinsip pembangunan perkeretaapian khusus Train Loading Station (TLS) PT. Bukit Asam Tbk di kawasan pertambangan Tanjung Enim Provinsi Sumatera Selatan, kepada:

a. Nama Perusahaan : PT. Bukit Asam Tbk.

b. Akta Pendirian : Akta tanggal 2 Maret 1981 Nomor 1 dibuat dihadapan Mohamad Ali Notaris di Jakarta yang telah

mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia sesuai degan Surat Penetapan tanggal 7 Juni 1982 Nomor Y.A.5/363/4 dan telah didaftarkan di dalam buku register yang berada di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Muara Enim Nomor

(4)

KEDUA

37/1982 pada tanggal 5 Juli 1982. Perubahan Anggaran Dasar terakhir sebagaimana dimuat dalam akta tanggal 3 Mei 2021 Nomor 3 dibuat di hadapan Jose Dima Satria, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di Jakarta yang telah mendapatkan penerimaan pemberitahuan perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan surat tanggal 4 Mei 2021 Nomor AHU- AH.01.03-0288816.

c. Alamat Perusahaan : Jalan Parigi No. 1 RT 001/ RW 004 Kelurahan Pasar Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan.

d. NPWP : 01.000.011.5-313.001.

e. Direktur Utama : ARSALISMAIL.

Pemegang persetujuan prinsip pembangunan perkeretaapian khusus sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA diwajibkan :

a. mentaati peraturan perundang-undangan dari instansi Pemerintah lainnya yang berkaitan dengan usaha pokoknya;

b. melaksanakan kegiatan perencanaan teknis yang meliputi pradesain, desain, konstruksi, dan pascakonstruksi;

(5)

KETIGA

KEEMPAT

REUMA

c. membuat analisa mengenai dampak lingkungan hidup atau Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (URL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL);

d. melaksanakan pengadaan tanah untuk pembangunan prasarana perkeretaapian khusus;

e. segera mengajukan izin pembangunan perkeretaapian khusus setelah melaksanakan kegiatan perencanaan teknis, dan membuat AMDAL, dan melaksanakan pengadaan tanah;

f. melaporkan kegiatan secara berkala setiap 6 (enam) bulan sekali kepada pemberi persetujuan prinsip terhadap pelaksanaan kegiatan perencanaan teknis, membuat AMDAL, dan melaksanakan pengadaan tanah; dan

g. menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang perkeretaapian;

Pemegang persetujuan prinsip pembangunan perkeretaapian khusus sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA dilarang diperdagangkan, dialihkan/dipindahtangankan kepada pihak lain dalam bentuk apapun.

Pemegang persetujuan prinsip pembangunan perkeretaapian khusus sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA dapat diberikan peringatan, pembekuan atau pencabutan persetujuan prinsip apabila Pemegang persetujuan prinsip tidak melaksanakan kewajibannya sebagaimana diatur dalam Diktum REDUA serta tidak mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian.

Direktur Jenderal Perkeretaapian melakukan pengendalian dan pengawasan terhadap persetujuan prinsip pembangunan perkeretaapian khusus sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA.

(6)

KEENAM : Persetujuan prinsip pembangunan perkeretaapian khusus sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA berlaku selama Badan Usaha Penyelenggara Perkeretaapian Khusus melaksanakan penyelenggaraan perkeretaapian khusus.

KETUJUH Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 17 Mei 2022

MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

ttd

BUDI KARYA SUMADI

SALINAN Keputusan Menteri ini disampaikan kepada : 1. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;

2. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi;

3. Menteri Keuangan;

4. Menteri Badan Usaha Milik Negara;

5. Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal, dan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan;

6. Gubernur Provinsi Sumatera Selatan.

Salinan sesuai dengan aslinya

Referensi

Dokumen terkait

bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam Pasal 4 ayat (2) Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 1 Tahun 2019 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan

perlu adanya regulasi baru di bidang perkeretaapian yaitu dalam Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian sebagai peraturan pelaksanaan

Penyelenggaraan prasarana perkeretaapian diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2009 Tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian. Agar

Menimbang : a. bahwa berdasarkan Pasal ... Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : PM ... Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan, untuk persetujuan

Ketentuan ayat 2 Pasal 3 diubah sehingga Pasal 3 berbunyi sebagai berikut: Pasal 3 1 Perawatan Prasarana Perkeretaapian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, harus dilaksanakan oleh

Ketentuan Pasal 14 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 14 Untuk mendapatkan sertifikat dan tanda pengenal kecakapan Awak Sarana Perkeretaapian dengan sistem pengoperasian

Pasal I Beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 93 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Angkutan Laut Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013

Peraturan Menteri Perhubungan Indonesia Nomor PM 2 Tahun 2019 tentang Komponen Biaya dan Pendapatan yang Diperhitungkan dalam Penyelenggaraan Angkutan Kewajiban Pelayanan Publik Bidang