• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Tata Kelola Perusahaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengertian Tata Kelola Perusahaan"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN A.

A. LaLatatar Br Belelakakanangg Ser

Serangangkaikaian an krikrisis sis yanyang g melamelanda nda sissistem tem keukeuangangan an intinternaernasiosional nal selselama ama bebbeberaperapaa dekade terakhir ini, telah menuntut terbentuknya suatu perubahan rancangan sistem yang dekade terakhir ini, telah menuntut terbentuknya suatu perubahan rancangan sistem yang  baru.

 baru. Berbagai Berbagai pendekatan pendekatan dalam dalam diskusi diskusi dan dan forum-forum forum-forum internasional internasional telah telah menemukanmenemukan sua

suatu tu titititik k keskesimpimpulanulan; ; bahbahwa wa karkaraktakteriserisitik itik utautama ma dardari i perperancancangangan an syssystem tem yanyang g barbaruu ters

tersebuebut t adaadalah lah penpengemgembanbangangan corpocorporate rate governgovernanceance yanyang g diddidukuukung ng oleoleh h regregulaulasi si dandan  pengawasan dengan prinsip kehati-hatian (Chapra dan

 pengawasan dengan prinsip kehati-hatian (Chapra dan Ahmed, !!Ahmed, !!"#."#. Se

Semumua a sisistestem m kekeuauangngan an haharurus s memenenerimrima a kekenynyataataan an babahwhwa a pempemiliilik k dadana na selselalualu mempunyai tu$uan atas dananya tersebut; para nasabah tidak akan menyimpan dananya di mempunyai tu$uan atas dananya tersebut; para nasabah tidak akan menyimpan dananya di  bank,

 bank, $ika $ika tidak tidak ada ada $aminan $aminan keamanan keamanan dana dana yang yang disimpan, disimpan, pendapatanpendapatan returnreturn  yang  yang komp

kompetitif, etitif, pelaypelayanan anan yang yang memuamemuaskan, skan, dan dan kemudkemudahan-kahan-kemudaemudahan han dalam dalam meng-ameng-akseskses in

infoformrmasi asi yayang ng beberkrkaiaitan tan dedengngan an dadana na sisimpmpanananan. . %i %i sisisi si lalainin, , babank nk $u$uga ga titidadak k akakanan menyalurkan dana kepada masyarakat tanpa adanya $aminan pengembalian dengan tingkat menyalurkan dana kepada masyarakat tanpa adanya $aminan pengembalian dengan tingkat return

return yang kompetiyang kompetitif. &ntuk tif. &ntuk memastimemastikan terpenuhinykan terpenuhinya a semua tu$uan tersebut, serta semua tu$uan tersebut, serta untuk untuk  men

mencipciptaktakan an kesekesehathatan an dan dan stabstabiliilitas tas syssystem tem keukeuangangan, an, perperhathatian ian terterhadhadap ap penpeningingkatkatanan corporate governance

corporate governance merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi. merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi. 'akto

'aktor r lain yang lain yang dibutdibutuhkan untuk men$aga kestabilan sistem keuangan, yaitu denganuhkan untuk men$aga kestabilan sistem keuangan, yaitu dengan mengin$eksikan aplikasi disiplin yang melekat dalam sistem keuangan untuk memastikan mengin$eksikan aplikasi disiplin yang melekat dalam sistem keuangan untuk memastikan  bahwa

 bahwa ekspansi ekspansi kredit kredit yang yang dilakukan dilakukan tidak tidak menyimpang menyimpang dari dari kondisi kondisi riil riil perekonomian.perekonomian. redit untuk tu$uan yang tidak produktif dan spekulatif $uga harus diminimalisir. Sistem redit untuk tu$uan yang tidak produktif dan spekulatif $uga harus diminimalisir. Sistem keuangan )slam lebih mengedepankan penerapan akad penyertaan modal (

keuangan )slam lebih mengedepankan penerapan akad penyertaan modal ( mudharabahmudharabah atau atau musyarakah

musyarakah# atau # atau modemodel l pembipembiayaan berbasisayaan berbasis profit and loss  profit and loss sharing sharing  daripada sistem utang. daripada sistem utang. Sistem utang dalam sistem keuangan )slam diaplikasikan dalam model pembiayaan berbasis Sistem utang dalam sistem keuangan )slam diaplikasikan dalam model pembiayaan berbasis  $ual bel

 $ual beli (i (murabahah, ijarah, salammurabahah, ijarah, salam, dan, dan istishnaistishna# untuk pengadaan barang dan $asa, dimana# untuk pengadaan barang dan $asa, dimana dalam model-model pembiayaan tersebut pemilik modal $uga harus ikut menanggung risiko dalam model-model pembiayaan tersebut pemilik modal $uga harus ikut menanggung risiko sebagai imbalan atas keuntungan yang didapatkan.

sebagai imbalan atas keuntungan yang didapatkan.

BAB II BAB II PEMBAHASAN PEMBAHASAN 1 1

(2)

A. Pengertian Tata kelola perusahaan (Corporate Governance)

%alam ketentuan *asal + angka  *eraturan Bank )ndonesia o. "/*B)!! tentang  pelaksanaan Good Coroporate Governance Bagi Bank &mum, disitu di$elaskan bahwa 0C0 adalah tata kelola bank yang menerapkan prinsip-prinsip keterbukaan (transparence#, akuntabilitias (accountability), pertanggung $awaban (responsibility#, independensi (independency#, kewa$aran ( fairness#.+

Corporate Governance merupakan proses dan struktur yang digunakan untuk  mengarahkan dan mengelola bisnis serta urusan-urusan perusahaan, dalam rangka meningkatkan kemakmuran bisnis dan akuntabilitas perusahaan, dengan tu$uan utama mewu$udkan nilai pemegang saham dalam $angka pan$ang, dengan tetap memperhatikan kepentingan  stakeholders yang lain. ( Malaysian Finance Committee on Corporate Governance, 'ebruary +111 dalam Chapra dan Ahmed, !!"#.

Ada beberapa pengertian Good Corporate Governance (0C0# yang dapat di$elaskan sebagai berikut2

a. Good Corporate Governance (world bank) adalah kumpulan hukum peraturan dan kaidah-kaidah yang wa$ib dipenuhi yang dapat mendorong kiner$a sumber-sumber   perusahaan beker$a secara efisien, menghasilkan nilai ekonomi $angka pan$ang yang  berkesinambungan bagi para pemegang saham maupun masyarakat sekitar secara

keseluruhan.

 b. Good Corporate Governance (GCG)  pada industri dideskripsikan sebagai suatu hubungan antara dewan komisaris, dewan direktur eksekutif, pemangku kepentingan (stakeholder) dan pemegang saham.3

c. Good Corporate Governance (GCG) adalah tata kelola yang baik ( good corporate  governance# merupakan struktur yang oleh  stakeholder ,  pemegang saham, komisaris dan mana$er menyusun tu$uan perusahaan dan sarana untuk mencapai tu$uan  perusahaan dan sarana untuk mencapai tu$uan tersebut dan mengawasi kiner$a.

d. Good Corporate Governance adalah suatu tata kelola lembaga atau perusahaan yang menerapkan prinsip-prinsip transparancy (keterbukaan#, accountability (akuntabilitas#, 1 Amir 4achmud dan 5ukmana, BA S6A5)A7, ( 8akarta2 95:A00A, !+!#, 7al. .

2 7essel ogi S <angkilisan, Mengelola redit !erbasis Good Corporate Governance, (6ogyakarta2 *enerbit Balairung = Co. !!3#, 7al.3.

3'erry  )droes, dan Sugiarto, Manajemen "isiko #erbankan dalam onteks esepakatan !aseldan #eraturan  !ank $ndonesia, ( 6ogyakarta2 0raha )lmu, !!#, 7al.3>.

(3)

responsibility (pertanggung$awaban#, independency (independens#, dan  fairness (keadilan#.

B. PrinsipPrinsip !oo" #orporate !o$ernan%e &. 'eterukaan (Transparen%)

a# Bank harus mengungkapkan informasi secara tepat waktu, memadai, $elas, akurat dan dapat diperbandingkan serta mudah diakses oleh stakeholders sesuai dengan haknya.

 b# )nformasi yang harus diungkapkan meliputi tapi tidak terbatas pada hal-hal yang  bertalian dengan ?isi, misi, sasaran usaha dan strategi perusahaan, kondisi keuangan, susunan dan kompensasi pengurus, pemegang saham pengendalian, cross shareholding, pe$abat eksekutif, pengelolaan risiko (risk management#, sistem  pengawasan dan pengendalian intern, status kepatuhan, sistem dan pelaksanaan

0C0 serta ke$adian penting yang dapat mempengaruhi kondisi bank.

c# *rinsip keterbukaan yang dianut oleh bank tidak mengurangi kewa$iban untuk  memenuhi ketentuan rahasia bank sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, rahasia $abatan, dan hak-hak pribadi.

d# ebi$akan bank harus tertulis dan dikomunikasikan kepada pihak yang  berkepentingan (stakeholders# dan yang berhak memperoleh informasi tentang

kebi$akan tersebut.

%i dalam mengungkapkan keterangan-keterangan dan informasi-informasi yang ada harus benar dan sesuai dengan realita serta tidak ada kebohongan dan kecurangan, karena data-data tersebut merupakan kesaksian, sebagaimana firman Allah S@< sebagai berikut2

"#

 Artinya : “ %an orang&orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang&orang) yang mengerjakan perbuatan&perbuatan yang  tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya'

*. Akuntailitas (A%%ountailit)

a# Bank harus menetapkan tanggung $awab yang $elas dari masing-masing organ organisasi yang selaras dengan ?isi, misi, sasaran usaha dan strategi perusahaan.

 b# Bank harus meyakini bahwa semua organ organisasi bank mempunyai kompetensi sesuai dengan tanggung $awabnya dan memahami perannya dalam pelaksanaan 0C0. c# Bank harus memastikan terdapatnya check and balance system dalam pengelolaan

 bank.

3

(4)

d# Bank harus memiliki ukuran kiner$a dari semua $a$aran bank berdasarkan ukuran-ukuran yang disepakati konsisten dengan nilai perusahaan (corporate ?alues#, sasaran usaha dan strategi bank serta memiliki rewards and punishment system.

+. Tanggung ,a-a (esponsiilit)

a# &ntuk men$aga kelangsungan usahanya, bank harus berpegang pada prinsip kehati-hatian (prudential banking practices# dan men$amin dilaksanakannya ketentuan yang berlaku.

 b# Bank harus bertindak sebagai good corporate citien (perusahaan yang baik# termasuk peduli terhadap lingkungan dan melaksanakan tanggung $awab sosial. /. In"epen"ensi (In"epen"en%)

a# Bank harus menghindari ter$adinya dominasi yang tidak wa$ar oleh stakeholder  manapun dan tidak terpengaruh oleh kepentingan sepihak serta bebas dari benturan kepentingan (conflict of interest#.

 b# Bank dalam mengambil keputusan harus obyektif dan bebas dari segala tekanan dari pihak manapun.

0. 'e-a1aran (2airness)

a# Bank harus senantiasa memperhatikan kepentingan seluruh stakeholders berdasarkan aas kesetaraan dan kewa$aran (eual treatment#.

 b# Bank harus memberikan kesempatan kepada seluruh stakeholders untuk memberikan masukan dan menyampaikan pendapat bagi kepentingan bank serta mempunyai akses terhadap informasi sesuai dengan prinsip keterbukaan.

C. !o$ernan%e Stru%ture &. Pe3egang Saha3

%ari sudut hukum, pemegang saham bank mempunyai hak dan kewa$iban yang sama dengan pemegang saham perusahaan di sektor lain. amun demikian dalam rangka melindungi kepentingan deposan, penabung, pemegang giro dan kreditur lain sebagai  penyedia dana terbesar dalam bank serta sesuai dengan ketentuan dalam &ndang-undang

*erbankan, terdapat beberapa kekhususan yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan oleh  pemegang saham bank yaitu 2

a# *emegang saham pengendali bank harus memenuhi syarat dan lulus fit and proper  test dari toritas *engawas Bank sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 b# *emegang saham bank mempunyai hak untuk memperoleh perlakuan yang sama sehingga dapat 2

+# 4emberikan suara dan memperoleh di?iden sesuai dengan  porsi kepemilikannya.

# 4emperoleh data dan informasi yang diperlukan secara akurat dan tepat waktu.

(5)

c# *emegang saham bank hendaknya menggunakan haknya untuk memilih anggota %ewan omisaris dan %ireksi yang berintegritas tinggi dan mampu mengelola serta mengendalikan bank secara sehat.

d# *emegang saham pengendali harus dapat memenuhi kebutuhan modal bank sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

e# *emegang saham bank yang tidak mampu memenuhi kebutuhan permodalan bank  harus bersedia untuk melepaskan hak dan atau sahamnya kepada pihak yang mempunyai kemampuan dan atau menyetu$ui banknya untuk digabungkan atau dileburkan dengan bank lain.

f# *emegang Saham bank hendaknya melaksanakan 0C0 sesuai dengan wewenang dan tanggung $awabnya.

g# *emegang saham bank dilarang memanfaatkan bank untuk kepentingan pribadi, keluarga, perusahaan atau kelompok usahanya dengan semangat dan cara yang  bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan kewa$aran di bidang  perbankan.

h# *emegang saham dilarang mencampuri kegiatan operasional bank yang merupakan tanggung $awab %ireksi.

*. De-an 'o3isaris "an Direksi

7ubungan ker$a %ewan omisaris dan %ireksi 7ubungan ker$a %ewan omisaris dan %ireksi adalah hubungan check and balances dengan tu$uan akhir untuk kema$uan dan kesehatan bank. leh karena itu maka %ewan omisaris dan %ireksi sesuai dengan fungsinya masingmasing mempunyai tanggung $awab untuk men$aga kelangsungan usaha bank dalam $angka pan$ang yang tercermin pada 2

 <erpeliharanya kesehatan bank sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan kriteria yang ditetapkan oleh toritas *engawas Bank.

 <erlaksananya dengan baik pengendalian internal (internal control# dan mana$emen risiko.

 <ercapainya imbal hasil (return# yang wa$ar bagi pemegang saham.

 <erlindunginya kepentingan stakeholders secara wa$ar.

 <erpenuhinya pelaksanaan 0C0.

 <erlaksananya suksesi kepemimpinan dan kontinuitas mana$emen di semua lini organisasi.

&ntuk dapat memenuhi tanggung $awab tersebut dan melaksanakan check and  balances sesuai dengan ketentuan perudang-undangan yang berlaku, maka %ewan

omisaris dan %ireksi bank perlu bersamasama menyepakati hal-hal tersebut dibawah ini.

 Disi, misi dan corporate ?alues.

(6)

 Sasaran &saha, strategi, rencana $angka pan$ang maupun rencana ker$a dan anggaran tahunan.

 ebi$akan dalam memenuhi ketentuan perundang-undangan, anggaran dasar dan  prudential banking practices termasuk komitmen untuk menghindari segala bentuk   benturan kepentingan (conflict of interest#.

 ebi$akan dan metode penilaian kiner$a perusahaan, unit-unit dalam organisasi  bank dan personalianya.

 Struktur organisasi ditingkat eksekutif yang mampu mendukung tercapainya sasaran usaha perusahaan.

*ara anggota %ewan omisaris dan %ireksi berhak memperoleh paket remunerasi sesuai dengan kondisi pasar yang berlaku. Bentuk dan $umlah paket remunerasi diungkapkan secara transparan dalam laporan tahunan. Bagi bank yang sahammya telah tercatat di bursa dan bankbank yang besar, proses penetapan $umlah paket remunerasi oleh 5&*S dilakukan melalui 5emuneration Committee.

a. De-an 'o3isaris

Secara hukum %ewan omisaris bertugas melakukan pengawasan dan memberikan nasehat kepada %ireksi. %ewan omisaris dalam melaksanakan tugasnya harus mampu mengawasi dipenuhinya kepentingan semua stakeholders  berdasarkan aas kesetaraan. Bagi bank sebagai lembaga intermediasi dan lembaga

kepercayaan yang Ehighly regulatedF, pengaturan mengenai %ewan omisaris hendaknya memenuhi pula hal-hal sebagai berikut 2

+# Anggota %ewan omisaris dipilih dan diberhentikan oleh 5&*S melalui  proses yang transparan. Bagi bank yang sahamnya telah tercatat di bursa dan  bank-bank yang besar, proses pemilihan dan pemberhentian anggota %ewan

omisaris dilakukan oleh 5&*S melalui omination Committee.

# Anggota %ewan omisaris wa$ib memenuhi syarat kompetensi dan integritas serta lulus fit and proper test dari toritas *engawas Bank.

3# %ewan omisaris diketuai oleh *residen omisaris yang bertanggung $awab terhadap terlaksannya tugas %ewan omisaris secara efektif dan efisien serta terpeliharanya efektifitas komunikasi antara %ewan omisaris dengan %ireksi, auditor eksternal dan toritas *engawas Bank.

/# %ewan omisaris berkewa$iban melakukan tindak lan$ut dari hasil  pengawasan dan rekomendasi yang diberikan terutama dalam hal ter$adi  penyimpangan dari ketentuan perundang-undangan, anggaran dasar, dan  prudential banking practices.

># %ewan omisaris wa$ib memiliki <ata <ertib er$a yang mengikat dan ditaati oleh semua anggotanya.

(7)

# Bank harus mempunyai omisaris )ndependen sesuai dengan ketentuan yang  berlaku.

# Bagi bank yang sahamnya telah tercatat di bursa dan bank-bank yang besar, diharuskan memiliki Audit Committee, omination Committee, 5emuneration Committee dan 5isk *olicy Committee. Bagi bank-bank lain disesuaikan dengan kebutuhan.

"# . Anggota %ewan omisaris bank dilarang memanfaatkan bank untuk  kepentingan pribadi, keluarga, perusahaan atau kelompok usahanya dengan semangat dan cara yang bertentangan dengan peraturan perundangundangan dan kewa$aran di bidang perbankan.

1# %alam hal anggota %ewan omisaris memperoleh fasilitas di luar  remunerasi, maka hal tersebut harus diungkapkan (disclose# dalam laporan tahunan.

+!# Anggota %ewan omisaris harus mengungkapkan kepada bank, kepemilikan sahamnya, baik saham bank maupun perusahaan lain.

++# Anggota %ewan omisaris secara hukum bertanggung $awab sesuai dengan ketentuan &ndang-undang *erseroan <erbatas atau undangundang yang  berlaku bagi pendirian bank bersangkutan, &ndang-undang *erbankan dan

Anggaran %asar Bank.  b. Direksi

Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, %ireksi bertanggung  $awab penuh atas kepengurusan perusahaan serta mewakili perusahaan baik di dalam maupun di luar pengadilan. Cara pengangkatan, hak dan kewa$iban serta hal-hal lain yang bertalian dengan %ireksi harus tunduk pada anggaran dasar   perusahaan. amun demikian pengaturan tentang %ireksi suatu bank sebagai

lembaga intermediasi dan lembaga kepercayaan yang Ehighly regulatedF perlu memperhatikan pula hal-hal tersebut di bawah ini 2

+# Anggota %ireksi dipilih dan diberhentikan oleh 5&*S melalui proses yang transparan. Bagi bank yang sahamnya telah tercatat di bursa dan bank-bank  yang besar, proses pencalonan, pemilihan dan pemberhentian anggota %ireksi dilakukan melalui omination Committee.

# Anggota %ireksi harus memenuhi syarat kompetensi dan integritas serta lulus fit and proper test dari toritas *engawas Bank.

3# %ireksi diketuai oleh *residen %irektur yang bertanggung $awab terhadap  pelaksanaan fungsi kepengurusan bank secara efektif dan efisien. *residen %irektur $uga berkewa$iban untuk membuat %ireksi sebagai lembaga kolegial

(8)

yang mampu beker$a secara transparan dan masing-masing anggota dapat  berperan sebagai anggotan tim maupun dalam fungsinya masing-masing sesuai dengan bidang tugas yang disepakati. *residen %irektur harus independen terhadap pemegang saham pengendali.

/# %ireksi berhak dan berkewa$iban untuk 2

a# 4elaksanakan ketentuan yang tercantum dalam anggaran dasar bank.G  b# 4engimplementasikan ?isi, misi, strategi, sasaran usaha serta rencana

 $angka pan$ang dan $angka pendek tersebut.

c# 4en$alankan prinsip perbankan yang sehat, termasuk namun tidak  terbatas pada mana$emen risiko dan sistem pengendalian internal (internal control system#.

># %ireksi harus memiliki <ata <ertib er$a yang mengikat dan ditaati oleh semua anggotanya. %alam <ata <ertib perlu diatur mekanisme pengambilan keputusan dan hak anggota bila mempunyai pendapat yang berbeda, termasuk  haknya untuk menyampaikan pendapat kepada %ewan omisaris dan toritas *engawas Bank.

# %ireksi bank yang sahamnya tercatat di bursa dan bank-bank yang besar harus membentuk komite-komite yang diperlukan dalam rangka pengendalian risiko, sumber daya manusia dan lain-lain seperti 5isk and Capital Committee dan *ersonnel Committee. Bagi bank-bank lain disesuaikan dengan kebutuhan. # %ireksi Bank wa$ib memenuhi ketentuan tentang %irektur epatuhan atau

ketentuan lain yang serupa yang dikeluarkan oleh toritas *engawas Bank. "# Anggota %ireksi bank dilarang memanfaatkan bank untuk kepentingan pribadi,

keluarga, perusahaan atau kelompok perusahaannya dengan semangat dan cara yang bertentangan dengan peraturan perundangundangan dan kewa$aran di  bidang perbankan.

1# %alam hal anggota %ireksi memperoleh fasilitas dari bank di luar remunerasi, maka hal tersebut harus diungkapkan (disclose# dalam laporan tahunan.

+!# Anggota %ireksi harus mengungkapkan kepada bank, kepemilikan sahamnya,  baik saham bank maupun saham perusahaan lain.

++# Anggota %ireksi secara hukum bertanggung $awab sesuai dengan ketentuan &ndang-undang *erseroan <erbatas atau undang-undang yang berlaku bagi  pendirian bank yang bersangkutan, &ndang-undang *erbankan dan Anggaran

%asar Bank. 3. Au"itor "an 'o3ite Au"it

Auditor dan omite Audit bagi sebuah bank merupakan organ penting dalam rangka memastikan terlaksananya prinsip check and balances. leh karena itu, di

(9)

samping aturan-aturan umum yang berlaku, bagi Auditor dan omite Audit uatu bank   perlu diberlakukan hal-hal sebagai berikut 2

a. Au"itor Internal

Bank harus membentuk Satuan er$a Audit )ntern yang bertanggung $awab atas pelaksanaan audit internal. Sebagai auditor internal suatu bank, unit organisasi tersebut harus mampu melaksanakan tugasnya secara independen dan mampu memberikan saran perbaikan kepada unit yang di audit. &ntuk itu maka 2

+# epala Satuan er$a Audit )ntern diangkat oleh %ireksi dengan persetu$uan %ewan omisaris dan dilaporkan kepada toritas *engawas Bank.

# apala Satuan er$a Audit )ntern bertanggung $awab kepada *residen %irektur  namun mempunyai hubungan fungsional dengan %ewan omisaris atau omite Audit.

3# Auditor internal harus melakukan penilaian terhadap kecukupan dan efekti?itas sistem pengendalian internal bank, melakukan re?iew terhadap cara  pengamanan asset bank, menilai kehematan dan efisiensi penggunaan sumber 

daya serta menilai efekti?itas kegiatan operasi, program yang di$alankan dan  pelaksanaan 0C0.

/# Auditor internal melaporkan hasil audit dan peker$aan lainnya kepada *residen %irektur dengan tembusan kepada %ewan omisaris dan atau omite Audit. ># Secara berkala dilakukan penilaian (assessment# oleh pihak ahli yang

independen tentang kompetensi dan sistem audit internal yang hasilnya harus ditindaklan$uti oleh bank.

 b. Au"itor Eksternal

Auditor eksternal merupakan suatu profesi yang mempunyai peranan penting dalam meningkatkan keandalan laporan keuangan bank dan informasi keuangan lainnya. :aporan keuangan dan informasi keuangan lainnya yang diaudit oleh auditor eksternal merupakan informasi yang akan men$adi dasar penilaian kondisi  bank oleh stakeholders. %alam hubungan dengan auditor eksternal, maka 2

+# Bank harus menun$uk antor Akuntan *ublik (A*# yang telah memperoleh iin dari %epartemen euangan dan terdaftar di toritas *engawas Bank  sebagai auditor eksternal untuk melakukan audit umum atas laporan keuangannya. Bank yang sahamnya telah tercatat di bursa dan bank-bank yang  besar, harus menun$uk A* yang terdaftar di Bapepam.

# Audit umum oleh A* dilakukan untuk memberikan pernyataan pendapat mengenai kewa$aran laporan keuangan bank sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di )ndonesia.

(10)

3# *enun$ukan A* dilakukan oleh 5apat &mum *emegang Saham Bank dengan  proses yang transparan atas rekomendasi dari omite Audit atau %ewan

omisaris.

/# %isamping penun$ukan untuk melakukan audit umum, secara berkala bank  harus menun$uk A* atau pihak ahli yang independen untuk melakukan  penilaian mengenai penerapan 0C0 yang dilakukan oleh bank.

c. 'o3ite Au"it

Bank harus memastikan bahwa fungsi omite Audit dapat dilaksanakan dengan baik. Bagi bank yang sahamnya telah tercatat di bursa dan bankbank yang  besar, harus memiliki omite Audit sedangkan untuk bank lain disesuaikan dengan

kebutuhan. 7al-hal yang memerlukan perhatian dalam hubungan dengan omite Audit adalah 2

+# omite Audit dibentuk oleh %ewan omisaris dan anggotanya terdiri dari omisaris serta pihak luar yang independen dan memiliki keahlian,  pengalaman dan kwalitas lain yang diperlukan.

# omite Audit bertugas sebagai fasilitator bagi %ewan omisaris untuk  memastikan bahwa 2

 Struktur pengendalian internal bank telah cukup untuk men$aga agar  mana$emen siap men$alankan praktek perbankan yang sehat sesuai dengan prinsip kehati-hatian.

 *elaksanaan audit baik internal maupun eksternal telah dilaksanakan sesuai dengan standar auditing yang berlaku.

 <indak lan$ut temuan hasil audit telah dilaksanakan oleh mana$emen dengan baik.

3# omite Audit harus men$alankan tugasnya berdasarkan tata tertib dan prosedur  operasional baku yang ditentukan bersama dengan %ewan omisaris.

/. #o3plian%e 455i%er

Sebagai sektor yang Fhighly regulatedF dan perlunya aturan-aturan internal yang cukup  banyak, kepastian dipenuhinya peraturan perundang-undangan dan aturan-aturan

internal (compliance aspects# men$adi sangat penting. %alam hubungan ini perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut 2

a# Bank harus memastikan bahwa semua akti?itas bank telah dilakukan dengan mematuhi peraturan perundang-undangan, per$an$ian dan komitmen dengan otoritas pengawas bank, serta peraturan internal yang berlaku.

 b# Bank harus mempunyai alat (unit atau orang# yang bertugas men$aga kepastian tersebut.

(11)

c# Bank wa$ib memenuhi ketentuan tentang %irektur epatuhan atauG ketentuan lain yang serupa yang dikeluarkan oleh toritas *engawas Bank.

>. Sekretaris Perusahaan

elancaran komunikasi antara bank dengan stakeholders merupakan faktor yang sangat penting dalam pelaksanaan 0C0. 'ungsi komunikasi adalah merupakan salah satu fungsi penting dari Sekretaris *erusahaan yangn penerapannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bank. %i bawah ini dikemukakan hal-hal penting yang perlu mendapat perhatian dalam kaitan dengan pelaksanaan fungsi Sekretaris *erusahaan.

a# Bank harus memastikan terlaksananya fungsi Sekretaris *erusahaan sebagai  penghubung antara bank dan stakeholders.

 b# Bank yang sahamnya telah tercatat di bursa atau bank-bank yang besar,nharus memiliki Sekretaris *erusahaan yang di$abat oleh salah satu %irektur atau pe$abat lain yang ditun$uk, sedangkan untuk bank-bank lain disesuaikan dengan kebutuhan.

c# Sekretaris *erusahaan atau pe$abat yang berfungsi sebagai Sekretaris *erusahaan harus mampu 2

+# 4emberikan pelayanan kepada stakeholders atas setiap informasi yang dibutuhkan berkaitan dengan kondisi bank dan untuk itu harus memiliki akses terhadap informasi berkaitan dengan bank yang rele?an.

# 4engingatkan %ireksi bank tentang tanggung $awabnya untuk  melaksanakan 0C0.

d# Sekretaris *erusahaan bertanggung $awab kepada %ireksi dan laporan  pelaksanaan tugasnya disampaikan pula kepada %ewan omisaris.

. De-an Penga-as Sariah (DPS)

husus bagi bank yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, harus memiliki %ewan *engawas Syariah, yaitu badan independen yang bertugas melakukan pengarahan (directing#, pemberian konsultasi (consulting#, melakukan efaluasi (e?aluating#, dan pengawasan (super?ising# kegiatan bank syariah dalam rangka memastikan bahwa kegiatan usaha bank syariah tersebut mematuhi (compliance# terhadap prinsip syariah sebagaimana telah ditentukan oleh fatwa dan syariah islam. Bagi %*S berlaku hal-hal sebagai berikut 2

a# Anggota %*S adalah para ahli dibidang fiih muamalat. amun demikian anggota %*S dapat pula termasuk orang yang memiliki keahlian selain fiih muamalat tetapi tetap harus memiliki pengalaman dibidang perbankan dan atau lembaga keuangan syariah.

(12)

 b# egiatan pengarahan, konsultasi, e?aluasi, dan pengawasan kegiatan usaha bank  syariah oleh %*S dilaksanakan sekurang-sekuranya + (satu# kali dalam sebulan. c# egiatan pengarahan, e?aluasi, dan pengawasan kegiatan usaha bank syariah oleh

%*S sekurang-kurangnya mencakup transaksi-transaksi utama bank, alokasi bagi hasil antara bank dengan nasabah pemilik dana, sumber-sumber pendapatan bank  yang sesuai dengan prinsiip syariah termasuk pendapatan non syariah, serta sumber dan penggunaan dana Hakat, )nfak, Shadaah (H)S#.

d# 4anagemen bank syariah wa$ib memberikan kesempatan kepada %*S untuk  mengakses seluruh dokumen, data, dan informasi kegiatan usaha bank termasuk  informasi dari konsultan dan pegawai bank.

. Stakehol"ers Lainna.

Stakeholders lainnya yang penting dari bank adalah deposan, penabung dan  pemegang giro, debitur serta karyawan. Antara bank dengan stakeholders tersebut perlu di$alin hubungan bisnis sesuai dengan aas kesetaraan dan kewa$aran berdasarkan ketentuan yang berlaku bagi masing-masing pihak. %alam rangka pelaksanaan 0C0  perlu diperhatikan hal-hal tersebut di bawah ini 2

a# Bank men$amin dapat dilaksanakannya hak dan kewa$iban stakeholders sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 b# Stakeholders berhak memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhannya. c# Bank dan stakeholders beker$asama untuk kepentingan kedua belah pihak.

d# 7ak dan kewa$iban stakeholders terhadap bank dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi masing-masing pihak.

D. Man5aat !oo" #orporate !o$ernan%e

Adapun manfaat dalam pelaksanaan Good Corporate Governance (0C0# yang akan diperoleh adalah sebagai berikut2

+. 4eningkatkan kiner$a perusahaan melalui terciptanya prosespengambilan keputusan yang lebih baik, meningkatkan efisiensikepada takeholders.

. 4empermudah diperolehnya dana pembiayaan yang lebih murah yang pada akhirnya akan meningkatkan corporate value

3. 4engembalikan kepercayaan in?estor untuk menanamkan modalnya di )ndonesia.

/. *emegang saham akan merasa puas dengan kiner$a perusahaan sekaligus akan meningkatkan shareholders value dan de?iden.

E. #orporate !o$ernan%e Le3aga 'euangan Sariah

*enerapan Corporate Governance yang efektif sangat dibutuhkan dalam rangka mengembangkan system keuangan )slam, tu$uannya adalah untuk memenuhi kepentingan semua stakeholder  secara adil. <anpa adanya penerapan corporate governance yang efektif, :) akan sulit untuk bisa memperkuat posisi, memperluas $aringan dan menun$ukkan

(13)

kiner$anya dengan lebih efektif. ebutuhan :) akan corporate governance men$adi lebih serius lagi seiring dengan makin kompleksnya masalah yang dihadapi, di mana permasalahan ini akan mengikis kemampuan :) dalam menghadapai tantangan $angka pan$ang. %engan demikian, adalah suatu keharusan bagi :) untuk memakai semua ukuran yang dapat membantu meningkatkan perannya.

0ambar +

4ekanisme er$a %ewan *engawas Syariah

%ewan direksi harus mampu merumuskan strategi agar bisnis dapat ber$alan secar  efektif dan efisien se$alan dengan turbulensi kondisi internal dan eksternal. %engan demikian, anggota dewan direksi harus memiliki reputasi moral yang baik dan kompetensi teknis yang mendukung. %ewan direksi bertanggung$awab atas beberapa fungsi mana$emen tanpa harus terlibat secara langsung dalam operasional :). %ewan direksi harus memiliki agenda  pertemuan rutin dengan seluruh komponen perusahaan, serta memiliki fungsi control yang

efektif.

%ewan direksi memiliki fungsi utama dalam mana$emen, yakni menetapkan tu$uan strate$ik dan prinsip-prinsip yang akan di$adikan sebagai acuan :). ewa$iban dan tanggung  $awab otoritas pengambilan keputusan untuk masing-masing le?el mana$emen harus ditentukan berdasarkan wewenang dan tanggung $awab masing-masing anggota dewan direksi. %ewan direksi $uga memiliki kewa$iban untuk men$aga transparansi dalam men$alankan operasional perusahaan yang mengacu pada standar operasional :embaga euangan Syariah yang ditentukan oleh  !asel Committee on !anking upervision (BCBS#,  *ccounting and *uditing +rganiation for $slamic Financial $nstitutions (AA)')#, $slamic  Financial ervice !oard ()'SB#, ataupun atas otoritas pengawas.

%ewan direksi tidak akan mampu men$alankan tanggung $awabnya secara efektif tanpa didukung oleh system control internal yang bagus, prosedur akuntansi yang rele?an, audit

(14)

internal dan eksternal yang efektif, mana$emen risiko yang efisien, memiliki aturan cheks and  balances, serta adanya perangkat regulasi dan prosedur yang komprehensif. %ewan direksi tidak mungkin akan bisa melakukan semua tugas tersebut secara efektif, $ika mereka hanya mengedepankan  self interest  dan mengabaikan kepentingan para  stakeholder   yang meliputi  para pemegang saham, depositor, pegawai ataupun pihak lain yang berkepentingan. %engan demikian, kehadiran otoritas pengawas dan auditor eksternal adalah sebuah keniscayaan guna mendorong dan memastikan dewan direksi untuk men$alankan tugas-tugas sebagaimana yang telah dihapuskan.

0ambar 

4ekanisme er$a %ewan Syariah asional

BAB III 'ESIMPULAN A. 'esi3pulan

Corporate Governance telah memberikan harapan yang cukup besar bagi system keuangan kon?ensional dalam beberapa decade terakhir sebagai akibat adanya ketidakstabilan keuangan. Corporate Governance men$adi penting bagi system keuangan )slam, sehingga penting kiranya bagi dewan direksi dan senior mana$emen untuk lebih efektif  lagi dalam kiner$a dan tanggung $awabnya. Beberapa sarana pendukung corporate  governance yang terpenting adalah control internal, mana$emen risiko, transparansi,

akuntansi dan disklosur pembiayaan, pemurnian dan audit syariah, regulasi dan pengawasan yang prudent

(15)

 egara-negara dengan mayoritas penduduk muslim, sudah mulai menerapkan system keuangan )slam dalam :embaga-lembaga euangan yang berbasiskan pada syariah, oleh karenanya dihadapakan dengan se$umlah tantangan, dan tidak ada alasan untuk percaya  bahwa tantangan tersebut tidak dapat diselesaikan $ika ada ker$asama antara lembaga keuangan syariah, pihak regulator dan ulama. Beberapa consensus, bias dibangun di antara mereka, dengan saling bergandengan tangan untuk lebih memainkan peran dalam usaha  pengembangan lembaga keuangan syariah.

  'enomena lembaga keuangan )slam di )ndonesia menun$ukkan pertumbuhan yang cukup signifikan; dapat dilihat dari sector industry perbankan; dimana hampir semua bank- bank umum kon?ensional telah menyiapkan ekspansi bisnis di bidang perbankan syariah. Begitu pula dengan peran pemerintah yang terlihat sangat mendukung pertumbuhan lembaga keuangan syariah dengan membentuk badan-badan regulator pada unit-unit usaha syariah di )ndonesia.

Referensi

Dokumen terkait

Sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, Dewan Komisaris adalah organ perusahaan yang mewakili Pemegang Saham untuk melakukan fungsi pengawasan atas pelaksanaan kebijakan

Pemegang saham memiliki hak untuk mengajukan usulan agenda dalam setiap RUPS Tahunan yang akan dilakukan oleh Perusahaan; mengusulkan dan mengangkat anggota Dewan

sebagaimana dimaksud di atas akan berlaku terhitung sejak tanggal 18 November 2015 sampai dengan tanggal penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan untuk tahun buku

Yang dimaksud dengan gaji adalah hak anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, pegawai tetap, dan pegawai tidak tetap (meliputi honorer dan tenaga alih daya) yang diterima

Sehubungan dengan diterbitkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.4/POJK.0312015 tanggal 31 Maret 2015 perihal Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Perkreditan Rakyat

Dengan perubahan ini maka kekosongan posisi 1 (satu) anggota Dewan Komisaris telah dipenuhi sehingga komposisi anggota Dewan Komisaris Maybank Syariah telah memenuhi ketentuan

e. Dalam hal pelanggaran dilakukan oleh Anggota Dewan Komisaris, Anggota Direksi, Tim WBS, maka laporan pelanggaran tersebut diserahkan kepada lnternal Audit

Kebijakan penilaian sendiri (Self Assessment) untuk menilai kinerja Dewan Komisaris, diungkapkan melalui Laporan Tahunan Perusahaan Terbuka.. / The Self- Assessment Policy to