• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mengoperasikan Mesin Produksi Dengan Kendali Elektromekanik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Mengoperasikan Mesin Produksi Dengan Kendali Elektromekanik"

Copied!
193
0
0

Teks penuh

(1)

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

BIDANG KEAHLIAN TEKNIK LISTRIK

PROGRAM KEAHLIAN PEMANFAATAN ENERGI LISTRIK

MENGOPERASIKAN MESIN

PRODUKSI DENGAN KENDALI

ELEKTROMEKANIK

KODE MODUL

M.PTL.OPS.004(1).A

Milik Negara

(2)

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

BIDANG KEAHLIAN TEKNIK LISTRIK

PROGRAM KEAHLIAN PEMANFAATAN ENERGI LISTRIK

MENGOPERASIKAN MESIN

PRODUKSI DENGAN KENDALI

ELEKTROMEKANIK

Tim Penulis: 1.Ngatimin, S.Pd 2.Drs. Suharto 3.Drs. Heru Oktavianus Fasilitator: Wiono, S.Pd KODE MODUL M.PTL.OPS.004(1).A Milik Negara Tidak Diperdagangkan

(3)

KATA PENGANTAR

Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karuniaNya, sehingga kami dapat menyusun bahan ajar modul interaktif dan modul manual. Adapun modul manual terdiri atas bidang-bidang dan program-program keahlian kejuruan yang berkembang di dunia kerja baik instansi maupun perusahaan. Tahun Anggaran 2005 telah dibuat sebanyak 300 modul manual terdiri atas 9 (sembilan) bidang keahlian dan 32 (tiga puluh dua) program keahlian yaitu: Bisnis dan Manajemen (Administrasi Perkantoran dan Akuntansi),

Pertanian (Agroindustri pangan dan nonpangan, Budidaya Tanaman, Budidaya Ternak Ruminansia, Pengendalian Mutu), Seni Rupa dan Kriya (Kriya Kayu, Kriya Keramik, Kriya Kulit, Kriya Logam Kriya Tekstil), Tata Busan, Teknik Bangunan (Gambar Bangunan, Teknik Konstruksi Baja dan Alumunium, Teknik Konstruksi Batu Beton, Tekni Industri Kayu), Teknik Elektronika (Teknik Audio Vidio, Teknik Elektronika Industri), Teknik Listrik (Pemanfaatan Energi Listrik, Teknik Distribusi, Teknik Pembangkit Ketenagalistrik-kan), Teknik Mesin

(Mekanik Otomotif, Pengecoran Logam, Teknik Bodi Otomotif, Teknik Gambar Mesin, Teknik Pembentukan, Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri, Teknik Pemesinan), Teknologi Informasi dan Komunikasi (Multimedia, Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Komputer dan Jaringan), dan program Normatif Bahasa Indonesia.

Modul ini disusun mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Edisi 2004 dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi (Competency Based Training/CBT). Diharapkan modul-modul ini digunakan sebagai sumber belajar pokok peserta pendidikan dan pelatihan (Diklat) Kejuruan khususnya SMK dalam mencapai standar kompetensi kerja yang diharapkan dunia kerja.

Penyusunan modul dilakukan oleh para tenaga ahli kejuruan dibidangnya terdiri atas para Guru SMK, para Widyaiswara Pusat Pengembangan Penataran Guru

(4)

unsure dunia usaha dan industri (DU/DI), dan berbagai sumber referensi yang digunakan baik dari dalam dan luar negri. Modul dilakukan melalui beberapa tahap pengerjaan termasuk validasi dan uji coba kepada para peserta Diklat/Siswa di beberapa SMK.

Sesuai perkembangan paradigma yang selalu terjadi, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah beserta para penulis dan unsure terlibat, menerima masukan-masukan

konstruktif dari berbagai pihak khususnya para praktisi dunia usaha dan industri, para akademis, dan para psikologis untuk dihasilkannya Sumber Daya Manusia (SDM) tingkat menengah yang handal. Pada kesempatan baik ini kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada berbagai pihak terutama tim penyusun modul, para nara sumber dan fasilitator, serta para editor atas dedikasi dan pengorbanan waktu, tenaga, dan pemikiran untuk dihasilkannya modul ini.

Semoga modul ini bermanfaat bagi kita semua, khususnya peserta Diklat SMK atau praktisi yang sedang mengembangkan bahan ajar modul SMK.

Jakarta, Desember 2005

a.n. Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan

Dasar dan Menengah

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan

Dr. Joko Sutrisno, MM NIP 131415680

(5)

DAFTAR ISI

 Kata Pengantar ……… i

 Daftar isi ………. iii

 Peta kedudukan modul ……….. vi

 Mekanisme pemelajaran ……… vii

 Glossary ……… viii

BAB. I PENDAHULUAN .………. 1

A. Deskripsi ……… 1

B. Prasyarat ……….. 2

C. Petunjuk penggunaan modul ………..… 2

D. Tujuan akhir ………. 4

E. Kompetensi ……….. 6

F. Cek kemampuan ……… 10

BAB. II PEMELAJARAN .……… 13

A. Rencana belajar Siswa 1……… 13

B. Kegiatan belajar ……… 15

Kegiatan belajar 1. Macam-macam Titik Kontak dan Saklar Manual ………… 15

a. Tujuan kegiatan pemelajaran ………..… 15

b. Materi Pembelajaran……… 15

c. Rangkuman ……… 47

d. Evaluasi……….. 49

(6)

C. Rencana Belajar Siswa 2 ... 53

Kegiatan belajar 2..... 56

a. Tujuan kegiatan pemelajaran ………..….. 56

b. Materi Pembelajaran ……… 56

c. Rangkuman ……… . 77

d. Evaluasi………..……….. 78

e. Kunci Jawaban …….

.

..………... 79

f. Kriteria Penilaian Praktik ………. 81

D. Rencana Belajar Siswa 3 ... 84

Kegiatan belajar 3. Rangkaian Mula Jalan Reverse-Forward Dan Pengereman……… 87

a. Tujuan kegiatan pemelajaran ………..….. 87

b. Materi Pembelajaran ……… 87

c. Rangkuman ……….. 116

d. Evaluasi ……….……….. 117

e. Kunci Jawaban ..……….... 119

f. Kriteria Penilaian Praktik ……… 124

E. Rencana Belajar Siswa 4 ... 127

Kegiatan Belajar 4. Rangkaian Kontrol Kecepatan Motor Listrik Dahlander .... 129

a. Tujuan kegiatan pemelajaran ………..….. 129

b. Materi Pembelajaran ……… 129

c. Rangkuman ……….. 150

d. Evaluasi ……….……….. 151

(7)

BAB. III EVALUASI ………..….. 156

A. Soal Test Evaluasi ……….. 156

B. Kunci Jawaban……… 159

BAB. IV PENUTUP ………... 162

UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT ... 163

DAFTAR PUSTAKA ………. 164

KRITERIA PENILAIAN PRAKTIK ... 165

(8)

PETA KEDUDUKAN MODUL

Peta ini (shadow dan font merah) menunjukan tahapan atau tata urutan kompetensi yang harus dilalui peserta diklat dalam menyelesaikan modul.

Kedudukan Modul ini

(Mengoperasikan mesin Produksi dengan Kendali Elektromekanik)

Untuk mempelajari modul ini peserta Diklat terlebih dahulu harus menyelesaikan Kompetensi awal yaitu; Kompetensi PTL.KON.001, PTL.KON.002, PTL.KON.007, PTL.KON.008.

Setelah menyelesaikan modul ini peserta Diklat dapat melanjutkan kompetensi PTL.OPS.005, PTL.OPS.006 (Bagi yang belum). Dapat pula melanjutkan kompetensi PTL.HAR.007 dan PTL.HAR.012

PTL.KON.002 PTL.KON.001 PTL.KON.007 PTL.KON.008 PTL.OPS.006 PTL.OPS.005 TAMATANSMK P PTTLL..OOPPSS..000044 PTL.HAR.007 PTL.HAR.012 Pengendali Mesin Listrik

(9)

Mengoperasikan Mesin Produksi Dengan Kendali Elektromekanik

_________________________________________________________

MEKANISME PEMELAJARAN

Untuk mencapai penguasaan modul ini dilakukan melalui alur mekanisme pemelajaran sebagai berikut:

Y T Y T START Lihat Petunjuk Penggunaan Modul Lihat Kedudukan Modul Nilai ≥ 7 Modul berikutnya/Uji Kompetensi Kegiatan Belajar 1 Kegiatan Belajar n Kerjakan Evaluasi Nilai ≥ 7 Kerjakan Cek Kemampuan

(10)

GLOSSARY

No. Istilah Keterangan

1. Bimetal Logam paduan yang terbuat dari 2 unsur berbeda 2. Dahlander

Istilah motor listrik tiga fasa yang kecepatan putarannya dapat diubah (cepat/lambat atau tinggi/rendah)

3. Forward Arah putaran maju suatu motor listrik

4. Fuse Pemutus arus

5. Inching/Jogging Istilah yang digunakan untuk menjalankan motor listrik pada operasi sesaat

6. Indikator gangguan Lampu tanda

7. Kendali Elektromekanik Pengendalian semi otomatis berdasarkan pada mekanik elektrik 8. Koil Kumparan kawat pada kontaktor/relay

9. Kontak Titik tempat persambungan arus listrik

10. Kontaktor magnet Saklar kemagnetankontak yang bekerja berdasarkan 11. Motor listrik Mesin yang merubah energi listrik menjadi mekanik 12. Mula jalan Awalan gerak sebuah motor listrik

13. NO Normally open (kondisi kontak terbuka saat normal) 14. NC Normally close (kondisi kontak tertutup saat normal) 15. Pengereman Proses memberhentikan putaran suatu motor listrik

baik secara elektris maupun secara mekanis 16. Push button Tombol yang bekerja dengan penekanan 17. Relay Saklar yang beroperasi dengan magnet listrik

18. Reset Operasi untuk mengembalikan pada keadaan semula 19. Reverse Arah putaran mundur suatu motor listrik

(11)

No. Istilah Keterangan

21. S O P Standard pelaksanaan operasi yang ditetapkan)Operational Prosedure (petunjuk 22. TDR Time delay relay = Rele penunda waktu

23. Tegangan jaring Jala-jala sumber listrik yang digunakan sebagai tegangan sumber 24. Timer Alat yang bekerja menggunakan batas waktu

25. Tombol tekan Off Tombol tekan yang biasanya digunakan menonaktifkan (menghentikan) suatu aliran listrik 26. Tombol tekan ON Tombol tekan yang biasanya digunakan mengaktifkan (mengoperasikan) suatu aliran listrik 27. TOR Thermal Overload Relay = relay yang bekerja berdasarkan suhu akibat arus listrik yang berlebihan 28. U, V, W Terminal kumparan pada motor listrik 3 fasauntuk penyambungan ujung-ujung

29. Y (Star/Bintang)

Sistem penghubungan kumparan motor listrik 3 fasa berbentuk bintang, yang akan menentukan tegangan kerja motor listrik tersebut

30. ∆ (Delta/Segitiga)

Sistem penghubungan kumparan motor listrik 3 fasa berbentuk segitiga, yang akan menentukan tegangan kerja motor listrik tersebut

31. Y Rangkap (Double Star/Bintang) Kedua pasang kumparan motor dahlander secara hubungan bintang 32. ∆ Rangkap ( Double

Delta/Segitiga)

Kedua pasang kumparan motor dahlander secara hubungan segitiga

(12)

BAB. I

PENDAHULUAN

A. Deskripsi

Pengalaman belajar yang diharapkan dari modul ini adalah penguasaan keterampilan yang sangat diperlukan untuk menunjang pemenuhan kompetensi seseorang dalam hal mengoperasikan mesin produksi dengan kendali elektromekanik. Dengan ruang lingkup pembelajaran tentang pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang berkaitan dengan jenis pengasutan motor listrik sebagai penggerak mesin produksi. Memahami SOP, mengidentifikasi komponen dan memahami fungsi komponen pengoperasian mesin produksi dengan kendali elektromekanik. Memahami diagram kerja dan sistem kelistrikan, memahami urutan operasi serta memahami kebijakan dan prosedur K3 pengoperasian mesin produksi dengan kendali elektromekanik. Pada modul ini dibahas tentang jenis-jenis peralatan yang digunakan dalam Rangkaian Pengendali Dasar dan peralatan yang digunakannya, antara lain pembahasan tentang saklar, kontaktor magnet, thermal overload relay (TOR), dan time delay relay. Empat kelompok keterampilan yang akan diberikan dalam modul ini adalah tentang: Pertama Saklar manual dan kontaktor magnet; Kedua Rangkaian sederhana menggunakan kontaktor dan rele penunda waktu (Time delay relay); Ketiga Rangkaian mula jalan-reverse

-Forward dan Pengereman; dan kelompok keempat adalah Rangkaian kontrol kecepatan motor listrik dahlander.

Strategi pembelajaran yang disarankan pada modul ini adalah berlatih melalui suatu kegiatan praktik, sehingga dalam pembelajarannya diharapkan ada perlengkapan yang menunjang.

Dengan modul ini, sangat memungkinkan bagi Siswa yang lebih cepat untuk maju pada kompetensi berikutnya sesuai dengan kecepatan masing-masing.

(13)

B. Prasyarat

Kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul ini adalah pengetahuan tentang simbol listrik dan dasar-dasar listrik/elektronika. Untuk menyelesaikan modul ini peserta Diklat harus terlebih dahulu menyelesaikan kompetensi dasar sebagai berikut:

1. PTL. KON. 002 Menyiapkan bahan kebutuhan kerja 2. PTL. KON. 001 Melaksanakan persiapan pekerjaan awal 3. PTL. KON. 007 Memasang sistem perpipaan dan saluran

4. PTL. KON. 008 Memasang dan menyambung sistem pengawatan

C. Petunjuk Penggunaan Modul

Petunjuk bagi Siswa:

Untuk dapat dinyatakan lulus, Anda harus: (a) Menjawab semua pertanyaan dengan benar (b) Mengerjakan seluruh tugas-tugas yang diberikan (c) Melaksanakan tugas praktek dengan benar

(d) Mengisi lembaran kerja yang diberikan tiap kegiatan belajar Langkah yang harus ditempuh:

(a) Menyiapkan bukti penguasaan kemampuan awal yang dipersyaratkan (b) Melaksanakan test kemampuan awal yang dipersyaratkan

(c) Mempelajari isi modul ini dengan seksama

(d) Menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan, antara lain sbb; 1. Buku modul M.PTL. OPS. 004 (1) A

2. Menggunakan pakaian kerja

3. Membaca Manual Book pengoperasian mesin produksi 4. Alat ukur dan pemeriksaan bahan elektromekanik 5. Lembaran kerja

(14)

Aktifitas yang harus dilakukan Siswa adalah:

1. Membaca dan mempelajari bahan referensi sebagai penunjang materi yang akan diberikan

2. Menyelesaikan semua tugas yang diberikan

3. Meminta Guru/Pelatih/Instruktur untuk merespon kegiatan Saudara 4. Menyelesaikan tes formatif tiap kegiatan pembelajaran

5. Menyelesaikan tugas-tugas praktik

6. Dalam mengerjakan latihan, cobalah sendiri terlebih dahulu sebelum melihat kunci jawaban

7. Kunci jawaban untuk masing-masing jawaban terdapat pada akhir kegiatan tersebut.

Perlengkapan yang harus disiapkan oleh Guru:

1. Memberi penjelasan yang relavan dengan pembelajaran modul 2. Memberi bantuan pada Siswa yang mengalami hambatan belajar 3. Memeriksa tugas-tugas Siswa

4. Menyediakan laboratorium yang diperlengkapi komponen praktik yang dituntut dalam modul

.

Aktifitas yang harus dilakukan Guru adalah:

1. Membantu Siswa dalam merencanakan Diklat yang akan ditempuh 2. Membimbing Siswa peserta Diklat dalam kegiatan pelatihan

3. Membantu Siswa dalam memahami konsep dan praktik

4. Mengorganisasikan seluruh kegiatan pendidikan dan pelatihan 5. Mempersiapkan prosesi dan perangkat penilaian

6. Melaksanakan penilaian hasil pelatihan

(15)

D. Tujuan Akhir

1. Kinerja yang diharapkan: 1.1. Mempersiapkan operasi

 Personil yang berwenang dikoordinasi untuk meyakinkan bahwa pelaksanaan persiapan terkoordinasi secara efektif dengan pihak lain yang terkait

 Tombol dan indikator yang berkaitan dengan operasi dipersiapkan sesuai SOP

 Petunjuk operasi dilaksanakan sesuai deskripsi /urutan kerja pada SOP

1.2. Melaksanakan operasi

 Personil yang berwenang dikoordinasi untuk meyakinkan bahwa pelaksanaan persiapan terkoordinasi secara efektif dengan pihak lain yang terkait

 Tombol dan indikator yang berkaitan dengan operasi sesuai SOP

 Operasi dilaksanakan sesuai dengan petunjuk deskripsi/urutan kerja pada SOP

1.3. Mengamati dan menangani masalah operasi

 Gangguan yang berkaitan dengan penyimpangan operasi diidentifikasi, dengan memperhatikan toleransi yang sesuai instruksi manual

 Penyimpanan yang teridentifikasi penyebabnya ditentukan alternatif penanggulangannya

 Alternatif penyelesaian masalah dikonsultasikan dengan pihak terkait di tempat kerja

 Pemecahan masalah gangguan dilaksanakan sampai dengan gangguan diselesaikan

(16)

 Format laporan disimpan/diarsipkan sesuai prosedur yang ditetapkan

2. Kriteria Keberhasilan

Setelah menyelesaikan modul ini, Anda harus mampu:

1. Membuat rangkaian kontrol magnetik sederhana pada aplikasi mesin-mesin Listrik

2. Mengidentifikasikan peralatan operasi mesin listrik yang digunakan 3. Menjelaskan jenis-jenis kontak pada operasi mesin listrik

4. Menerapkan kontaktor magnet sebagai kendali mesin listrik

5. Menerapkan Thermal Overload Relay (TOR) untuk mengendalikan operasi mesin-mesin listrik

6. Memahami prinsip penyambungan motor listrik 1 fasa dan 3 fasa

7. Membuat rangkaian kontrol motor listrik menggunakan kontaktor untuk tujuan mula jalan, reverse-forward dan pengereman

8. Merangkai gambar rangkaian kontrol motor listrik dahlander lilitan tunggal dan lilitan terpisah menggunakan kontaktor

9. Melacak gangguan pada kontrol motor listrik dahlander lilitan tunggal maupun lilitan terpisah

(17)

E. Kompetensi

KOMPETENSI : Mengoperasikan mesin produksi dengan kendali elektro mekanik KODE : PTL.OPS.004(1).A

DURASI PEMELAJARAN : 100 Jam @ 45 menit

A B C D E F G

LEVEL KOMPETENSI KUNCI

1 1 1 1 1 1 1

KONDISI KINERJA

Dalam melaksanakan kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya: Kebijakan yang berlaku diperusahan harus dipatuhi

Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan harus disediakan

Dalam melakukan pekerjaan ini harus diperhatikan SOP yang berlaku ditempat kerja serta peraturan keselamatan kerja yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi

MATERI POKOK PEMELAJARAN SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR

SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN

1. Mempersiapkan

operasi  Peralatan yang berkaitan dengan pengoperasian diidentifikasi masing-masing fungsinya sesuai SOP  Diagram kerja dan sistem kelistrikan dipahami berdasarkan standar praktis  Tombol dan indikator operasi  Meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang berkaitan dengan jenis pengasutan motor listrik sebagai penggerak mesin produksi  Mengikuti standar K3 dalam pengoperasian pengoperasian mesin produksi dengan kendali elektro mekanik  Mengkoordinasikan persiapan pengoperasian mesin produksi dengan kendali elektro mekanik kepada pihak lain yang berwenang  Memhami SOP pengoperasian mesin produksi dengan kendali elektro mekanik  Mengidentifikasi komponen pengoperasian mesin produksi dengan kendali elektro mekanik  Memahami fungsi komponen pengoperasin mesin produksi

 Mengisi check list persiapan pengoperasian mesin produksi dengan kendali elektro mekanik

(18)

MATERI POKOK PEMELAJARAN SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR

SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN

urutan operasi  Kebijakan dan prosedur K3 dipahami diagram kerja dan sistem kelistrikan  Memahami urutan operasi mesin produksi dengan kendali elektro mekanik  Memahami kebijakan dan prosedur K3 pengoperasian mesin produksi dengan kendali elektro mekanik 2. Melaksanakan

operasi  Personil yang berwenang di-koordinasi untuk meyakinkan bahwa pelaksanaan persiapan terkoordinasi secara efektif dengan pihak lain yang terkait  Tombol dan indikator yang berkaitan dengan  Meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang berkaitan dengan jenis pengasutan motor listrik sebagai penggerak mesin produksi  Melakukan koordinasi persiapan pengoperasian dengan pihak lain yang berwenang  Melakukan start Up pengoperasian mesin produksi dengan kendali elektro mekanik  Mengoperasikan mesin produksi dengan kendali elektro mekanik  Melakukan shut down mesin produksi dengan kendali elektro  Menyiapkan tombol dan indikator pengoperasian mesin produksi dengan kendali elekto mekanik  Mengoperasikan mesin produksi dengan kednali elektro mekanik

(19)

MATERI POKOK PEMELAJARAN SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR

SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN

sesuai SOP  Operasi dilaksanakan sesuai deskripsi /urutan kerja pada SOP 3. Mengamati dan menangani masalah operasi  Gangguan yang berkaitan dengan penyimpangan operasi diidentifikasi, dengan memperhatikan toleransi yang sesuai instruksi manual  Penyimpanan yang teridentifikasi penyebabnya ditentukan alternatif penanggulangan-nya  Alternatif penyelesaian masalah dikonsultasikan  Meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang berkaitan dengan jenis pengasutan motor listrik sebagai penggerak mesin produksi  Mengkonsultasikan alternatif pemecahan masalah gangguan pada pihak terkait

 Menganalisa gangguan pada pengoperasikan mesin produksi dengan kendali elektro mekanik  Memahami cara mengatasi gangguan pada pengoperasian mesin produksi dengan kendali elektro mekanik  Mengatasi gangguan pada pengoperasian mesin produksi dengan kendali elektro mekanik

(20)

MATERI POKOK PEMELAJARAN SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR

SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN

 Pemecahan masalah gangguan dilaksanakan sampai dengan gangguan diselesaikan 4. Membuat laporan

pengoperasian  Laporan dibuat sesuai dengan format dan prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan  Format laporan disimpan/diarsip-kan sesuai prosedur yang ditetapkan  Meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang berkaitan dengan jenis pengasutan motor listrik sebagai penggerak mesin produksi

(21)

F. Cek Kemampuan

Gunakan tabel berikut ini untuk mengukur apakah calon peserta diklat telah memahami masalah pengontrolan motor-motor listrik dengan menggunakan kontaktor magnetik dalam pengoperasiannya? hal ini diperlukan sebagai pengetahuan pendukung untuk dapat memproleh kompetensi utama dalam pengoperasian mesin produksi dengan kendali elektromekanik pada modul ini.

Kemampuan* Ya Tidak No. Indikator Kinerja dan Kriteria keberhasilan

7 8 9 < 7

A

1. Instruksi kerja dipahamiMenentukan Persyaratan Kerja 2. Gambar kerja dibuat dengan benar 3. Peralatan keselamatan kerja dipahami 4. Tanda keselamatan kerja dipahami 5. Bahan yang akan digunakan dipahami 6. Rencana dan langkah kerja dibuat

7. Mesin-mesin listrik yang digunakan ditentukan B

1. Mempersiapkan pengoperasian mesin listrik Peralatan yang akan digunakan ditentukan 2. Peralatan yang diperlukan dipilih

3. Peralatan yang dipilih diperiksa

4. Peralatan pengaman yang akan digunakan ditentukan

5. Peralatan keselamatan kerja diperiksa 6. Peralatan keselamatan kerja digunakan

C

1. Melaksanakan pengoperasian mesin listrikRangkaian, Tombol dan Indikator operasi sesuai SOP

2. Petunjuk operasi dilaksanakan sesuai deskripsi /urutan kerja pada SOP

(22)

Kemampuan* Ya Tidak No. Indikator Kinerja dan Kriteria keberhasilan

7 8 9 < 7

3. Melakukan koordinasi pada yang berwenang dengan pihak lain yang terkait

D

1. Mengamati dan menangani masalah operasiPenyimpanan yang teridentifikasi penyebabnya ditentu-kan alternatif penanggulangannya 2. Gangguan dan penyimpangan operasi

diidentifikasi

3. Penyelesaian masalah dikonsultasikan dengan pihak terkait

4. Pemecahan masalah gangguan diselesaikan E

1. Membuat laporan pengoperasian mesin listrikLaporan dibuat sesuai dengan format dan prosedur

2. Format laporan disimpan/diarsipkan sesuai prosedur

NB: * Berikan tanda √ pada kolom YA sesuai dengan score perolehan kompetensi apabila item tersebut dinilai lebih dari 70.

* Berikan tanda √ pada kolom TIDAK pada setiap item apabila perolehan score kompetensi antara 0 s.d 70.

Untuk menggunakan Cek kemampuan ini guru diklat dapat melakukan dengan memberikan test kepada calon peserta diklat yang akan mendapatkan kompetensi ”Mengoperasikan Mesin Produksi Dengan Kendali Elektromekanik” dengan cara calon peserta diklat untuk mengerjakan soal test evaluasi yang terdapat pada setiap kegiatan belajar dan bagian evaluasi akhir pada modul ini dengan mengikuti atau tanpa mengikuti kegiatan belajar.

Format penilaian evaluasi kegiatan teori dan praktek dapat menggunakan format yang tersedia dalam modul ini. Apabila calon peserta diklat dapat

(23)

mengerjakan seluruh soal evaluasi tersebut dengan hasil setiap kegiatan belajar di atas 70 %, maka dinyatakan telah kompeten.

(24)

BAB. II

PEMBELAJARAN

A. Rencana Belajar Siswa 1

Kompetensi : Mengoperasikan mesin produksi dengan kendali elektromekanik

KODE : PTL.OPS.004(1).A Sub Kompetensi:

1. Mempersiapkan pengoperasian mesin produksi dengan kendali elektromekanik

2. Melaksanakan pengoperasian mesin produksi dengan kendali elektromekanik

3. Mengamati dan menangani masalah operasi mesin produksi dengan kendali elektromekanik

4. Membuat laporan pengoperasian mesin produksi dengan kendali elektromekanik

Penyajian modul ini dibagi dalam 4 Kegiatan Belajar yaitu:

Kegiatan Belajar 1 : Macam Macam Titik Kontak dan Saklar Manual Kegiatan Belajar 2 : Rangkaian Sederhana Menggunakan Kontaktor

Dan Rele Penunda Waktu TDR

Kegiatan Belajar 3 : Rangkaian Mula Jalan Reverse-Forward Dan Pengereman

Kegiatan Belajar 4 : Rangkaian Kontrol Kecepatan Motor listrik Dahlander

(25)

No. Kegiatan Belajar Tanggal Waktu Tempat Perubahan Paraf Guru 1. Macam Macam

Titik Kontak dan Saklar Manual A Titik Kontak B Saklar Manual C Perlengkapan Pengendali Mesin Listrik

D Motor Listrik Arus Bolak balik E Lembar Kerja Rangkaian Kendali Motor Listrik dengan Magnetik Kontaktor F Evaluasi Balajar 1

(26)

B. Kegiatan Belajar

Kegiatan Belajar 1. Macam Macam Titik Kontak dan Saklar Manual a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran

Setelah menyelesaikan bagian modul ini diharapkan Anda mampu: 1. Menyebutkan macam-macam saklar push button

2. Mengidentifikasikan peralatan pengendali mesin listrik yang digunakan 3. Menjelaskan jenis-jenis kontak pada pengendali arus listrik

4. Menjelaskan penggunaan kontaktor magnet sebagai saklar kendali 5. Menjelaskan cara menggunakan thermal overload relay (TOR) 6. Menjelaskan cara menggunakan time delay relay

7. Memahami prinsip penyambungan motor listrik 1 fasa dan 3 fasa

b. Materi Pembelajaran a. Titik Kontak

1. Titik Kontak Jenis a (Normally Open/NO)

Titik kontak ini sebelum bekerja dalam keadaan terbuka dan bila bekerja maka titik kontak akan menutup sehingga mengalirkan arus listrik. Titik kontak semacam ini banyak dipakai pada Push Botton untuk tombol start karena hanya akan menghubungkan kontak selama tombol ditekan.

(a) Kontak Belum Bekerja (b) Kontak Bekerja setelah (terbuka) ditekan (tertutup)

2. Titik Kontak Jenis b (Normally Close/NC)

Kontak ini dalam keadaan tertutup atau terhubung sehingga mengalirkan arus listrik. Apabila kontak ini ditekan atau bekerja,

(27)

maka titik kontak akan terbuka sehingga arus akan terputus/terhenti. Titik kontak ini banyak dipakai dalam Push Botton untuk tombol stop

karena kontaknya akan membuka, jika tombol ditekan

(a) Kontak Belum Bekerja (b) Kontak Bekerja Setelah (tertutup) ditekan (terbuka)

3. Titik Kontak Jenis c (NO dan NC)

Titik kontak ini bekerja dengan prinsip kedua kontak diatas. Kontak ini memiliki tiga buah titik kontak. Apabila kontak belum bekerja maka salah satu kontak akan terhubung dengan kontak lain sedangkan kontak yang lain akan terbuka. Kontak ini memiliki tiga buah titik kontak.

Kontak NC Kontak NC

Kontak NO Kontak NO

(a) Kontak Belum Bekerja (b) Kontak Bekerja

b. Saklar Manual

Saklar manual ialah saklar yang berfungsi menghubung dan memutuskan arus listrik yang dilakukan secara langsung oleh orang yang mengoperasikannya. Dengan kata lain pengoperasian saklar ini langsung oleh manusia tidak menggunakan alat bantu. Sehingga dapat juga disebut saklar mekanis. Pada saat saklar memutus dan menghubung, pada kontak saklar akan terjadi percikan bunga api terutama pada beban yang besar dan tegangan yang tinggi. Karena itu gerakan memutus dan menghubung saklar harus dilakukan secara cepat

(28)

sehingga percikan bunga api yang terjadi kecil. Dengan saklar ini motor listrik dapat dihubungkan langsung dengan jala-jala (direct on line), atau dapat pula saklar ini digunakan sebagai starter (alat asut) pada motor-motor listrik 3 fasa daya kecil.

1. Saklar SPST (Single Pole Single Throw Switch)

Saklar SPST adalah saklar yang terdiri dari satu kutub dengan satu

arah, Fungsinya untuk

memutus dan menghubung

saja. Saklar jenis SPST ini hanya digunakan pada motor listrik dengan daya kurang dari 1 PK.

2. Sakelar SPDT (Single Pole Double Throw Switch)

Saklar SPDT adalah saklar yang

terdiri dari satu kutub dengan dua arah

hubungan. Saklar ini dapat bekerja

sebagai penukar. Pemutusan dan penghubungan hanya bagian kutub positif atau fasanya saja.

3. Saklar DPST (Double Pole Single Throw Switch) Saklar DPST adalah saklar yang terdiri dari dua kutub dengan satu arah. Jadi hanya dapat memutus dan menghubung saja.

4. Saklar DPDT (Double Pole Double Throw Switch)

Saklar DPDT adalah saklar yang terdiri dari dua kutub dengan dua arah. Sakelar jenis ini dapat bekerja sebagai penukar. Pada instalasi

motor listrik dapat digunakan

sebagai pembalik putaran

motor listrik arus searah dan motor listrik satu fasa. Juga dapat digunakan sebagai pelayanan dua sumber tegangan pada satu motor listrik.

(29)

5. Saklar TPST (Three Pole Single Throw Switch) Saklar TPST adalah sakelar dengan satu arah pelayanan. Digunakan untuk melayani motor listrik 3 fasa atau sistem 3 fasa lainnya.

6. Saklar TPDT (Three Pole Double Throw Switch)

Saklar TPDT adalah saklar dengan tiga kutub yang dapat bekerja ke dua arah. Saklar ini digunakan pada instalasi motor listrik 3 fasa atau sistem 3 fasa lainnya. Juga dapat digunakan sebagai pembalik putaran motor listrik 3 fasa, layanan motor listrik 3 fasa dari dua sumber dan juga sebagai starter bintang segitiga yang sangat sederhana.

7. Drum Switch

Saklar Drum Switch adalah saklar yang mempunyai bentuk seperti drum dengan posisi handle (tangkai) penggerak memutus dan menghubung berada di ujungnya. Drum switch digunakan pada motor-motor listrik kecil sebagai penghubung motor listrik dengan jala-jala (sumber tegangan). Jenis saklar ini banyak dipakai pada industri dan perbengkelan. Drum switch biasanya dipasang pada dinding mesinnya. Pada bagian bawah sakelar terdapat lubang untuk pemasangan pipa.

(30)

8. Cam switch (saklar putar cam)

Saklar ini adalah salah satu jenis dari sakelar manual.

Cam switch banyak digunakan

dalam rangkaian utama pada rangkaian kontrol. Misalnya untuk hubungan bintang segitiga, membalik putaran motor listrik 1 fasa atau motor listrik 3 fasa.

Alat ini terdiri dari beberapa kontak, arah pemutaran dan sakelar akan mengubah kontak-kontak menutup atau membuka dan beroperasi dalam satu putaran.

9. Push Button

Push Button merupakan suatu jenis saklar yang banyak dipergunakan dalam rangkaian pengendali dan pengaturan. Saklar ini bekerja dengan prinsip titik kontak NC atau NO saja, kontak ini memiliki 2 buah terminal baut sebagai kontak sambungan. Sedangkan yang memiliki kontak NC dan NO kontaknya memiliki 4 buah terminal

baut. Push button akan bekerja bila ada tekanan pada tombol dan saklar ini akan memutus atau menghubung sesuai dengan jenisnya. Bila tekanan dilepas maka kontak

(31)

akan kembali ke posisi semula karena ada tekanan pegas.

Push Button pada umumnya memiliki konstruksi yang terdiri dari kontak bergerak dan kontak tetap. Dari konstruksinya, maka push button dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu:

Tipe Normally Open (NO)

Tombol ini disebut juga dengan tombol start karena kontak akan menutup bila ditekan dan kembali terbuka bila dilepaskan. Bila tombol ditekan maka kontak bergerak akan menyentuh kontak tetap sehingga arus listrik akan mengalir.

Tipe Normally Close (NC)

Tombol ini disebut juga dengan tombol stop karena kontak akan membuka bila ditekan dan kembali tertutup bila dilepaskan. Kontak bergerak akan lepas dari kontak tetap sehingga arus listrik akan terputus.

(32)

Tipe NC dan NO

Tipe ini kontak memiliki 4 buah terminal baut, sehingga bila tombol tidak ditekan maka sepasang kontak akan NC dan kontak lain akan NO, bila tombol ditekan maka kontak tertutup akan membuka dan kontak yang membuka akan tertutup.

Pada gambar disamping, posisi push button pada kondisi normal (belum ditekan) maka lampu 1 (hijau) yang akan hidup (on) dan lampu 2 (merah) akan mati (off)

Setelah ditekan, posisi push button akan berubah, sehingga lampu 1 (hijau) akan mati (off) sedangkan lampu 2 (merah) akan hidup (on) lihat gambar disamping.

(33)

c. Perlengkapan Pengendali Mesin Listrik

1. Saklar Elektro Mekanik (KONTAKTOR MAGNET)

Motor-motor listrik yang mempunyai daya besar harus dapat dioperasikan dengan momen kontak yang cepat agar tidak menimbulkan loncatan bunga api pada alat penghubungnya. Selain itu, dalam pengoperasian yang dapat dilengkapi dengan beberapa alat otomatis dan alat penghubung yang paling mudah adalah dengan menggunakan sakelar magnet yang biasa dikenal dengan kontaktor magnet. Kontaktor magnet yaitu suatu alat penghubung listrik yang bekerja atas dasar magnet yang dapat menghubungkan antara sumber arus dengan muatan. Bila inti koil pada kontaktor diberikan arus, maka koil akan menjadi magnet dan menarik kontak sehingga kontaknya menjadi terhubung dan dapat mengalirkan arus listrik.

Kontaktor magnet atau saklar magnet merupakan saklar yang bekerja berdasarkan prinsip kemagnetan. Artinya sakelar ini bekerja jika ada gaya kemagnetan pada penarik kontaknya. Magnet berfungsi sebagai penarik dan dan sebagai pelepas kontak-kontaknya dengan bantuan pegas pendorong. Sebuah kontaktor harus mampu mengalirkan dan memutuskan arus dalam keadaan kerja normal. Arus kerja normal ialah arus yang mengalir selama pemutusan tidak terjadi. Sebuah kontaktor dapat memiliki koil yang bekerja pada tengangan DC atau AC. Pada tengangan AC, tegangan minimal adalah 85% tegangan kerja, apabila kurang maka kontaktor akan bergetar.

Ukuran dari kontaktor ditentukan oleh batas kemampuan arusnya. Biasanya pada kontaktor terdapat beberapa kontak, yaitu kontak normal membuka (Normally Open = NO) dan kontak normal

(34)

menutup (Normally Close = NC). Kontak NO berarti saat kontaktor magnet belum bekerja kedudukannya membuka dan bila kontaktor bekerja kontak itu menutup/menghubung. Sedangkan kontak NC berarti saat kontaktor belum bekerja kedudukan kontaknya menutup dan bila kontaktor bekerja kontak itu membuka. Jadi fungsi kerja kontak NO dan NC berlawanan. Kontak NO dan NC bekerja membuka sesaat lebih cepat sebelum kontak NO menutup.

Pada gambar diatas, kontak 3 dan 4 adalah NC sedangkan kontak 1 dan 2 adalah NO. Apabila tidak ada arus maka kontak akan tetap diam. Tetapi apabila arus dialirkan dengan menutup switch maka kontak 3 dan 4 akan menjai NO sedangkan kontak 1 dan 2 menjadi NC.

Contoh kontaktor Magnet

Fungsi dari kontak-kontak dibuat untuk kontak utama dan kontak bantu. Kontak utama tendiri dari kontak NO dan kontak bantu terdiri dan kontak NO dan NC. Konstruksi dari kontak utama berbeda dengan kontak bantu, yang kontak utamanya mempunyai luas permukaan

(35)

yang luas dan tebal. Kontak bantu luas permukaannya kecil dan tipis. Kotaktor pada umumnya memiliki kontak utama untuk aliran 3 fasa. Dan juga memiliki beberapa kontak bantu untuk berbagai keperluan. Kontak utama digunakan untuk mengalirkan arus utama, yaitu arus yang diperlukan untuk beban, misalnya motor listrik, pesawat pemanas dan sebagainya. Sedangkan kontak bantu digunakan untuk mengalirkan arus bantu yaitu arus yang diperlukan untuk kumparan magnet, alat bantu rangkaian, lampu lampu indikator, dan lain-lain. Notasi dan penomoran kontak-kontak kontaktor sebagai berikut:

Notasi Kontak Huruf Angka Jenis Kontak Penggunaan Utama L1 L2 L3 R S T U V W 1 3 5 2 4 6 NO NO Ke Jala-jala Ke Motor 13 14 NO Pengunci 19 20 31 32 NO Fungsi Lain Dsb Bantu -21 22 41 42 dsb NC Pengaman dan Fungsi lain Kumparan Magnet

(COIL) Notasi Huruf

a - b A1 - A2

Dewasa ini kontaktor magnet lebih banyak digunakan di bidang industri dan laboratonium. Hal ini karena kontaktor mudah

(36)

dikendalikan dari jarak jauh. Selain itu, dengan perlengkapan elektronik dapat mengamankan rangkaian listrik.

Keuntungan menggunakan kontaktor ialah: a. Pelayanannya mudah

b. Momen kontak cepat Sedangkan Kerugiannya: a. Mahal harganya,

b. Perawatannya cukup sukar,

c. Jika saklar putus sedangkan kontaktor dalam keadaan bekerja, maka kontaktor akan lepas dengan sendirinya. Kontaktor tidak akan bekerja lagi walaupun sakelar induk telah disambung kembali sebelum tombol start ditekan lagi.

Tidak seperti sakelar mekanis, dalam merakit dan menggunaan kontaktor harus dipahami rangkaian pengendali (control) dan rangkaian utama. Rangkaian pengendali ialah rangkaian yang hanya menggambarkan bekerjanya kontaktor dengan kontak-kontak bantunya. Sedangkan rangkaian utama ialah rangkaian yang khusus memberikan hubungan beban dengan sumber tegangan (jaIa-jala) 1 fasa atau 3 fasa. Bila kedua rangkaian itu dipadu akan menjadi rangkaian pengawatan (circuit diagram).

(37)
(38)

konstruksi umum sebuah kontaktor dapat dilihat pada gambar diatas. Kontaktor memiliki kontak diam dan kontak - kontak yang bergerak apabila koil mendapat arus dari sumber. Kontaktor akan bekerja selama koil mendapat arus. Apabila arus terputus maka kontaktor akan kembali ke posisi semula.

2. THERMAL OVERLOAD RELAY (TOR)

Dalam instalasi motor listrik, dibutuhkan pengaman terhadap bebab lebih dengan tujuan untuk menjaga dan melindungi motor listrik dari kerusakan yang fatal akibat gangguan beban lebih. Thermal Overload Relay (TOR) adalah salah satu pengaman motor listrik dari arus yang berlebihan. Bila Arus yang melewati motor listrik terlalu besar maka akan merusak beban, oleh sebab itu TOR akan memutuskan rangkaian apabila ada arus listrik yang melebihi batas beban.

Relay ini dihubungkan dengan kontaktor pada kontak utama 2, 4, 6 sebelum ke beban (motor listrik). Gunanya untuk mengamankan motor listrik atau memberi perlindungan kepada motor listrik dari kerusakan akibat beban lebih. Beberapa penyebab terjadinya beban lebih antara lain:

1) Terlalu besarnya beban mekanik dari motor listrik

2) Arus start yang tertalu besar atau motor listrik berhenti secara mendadak

3) Terjadinya hubung singkat

4) Terbukanya salah satu fasa dari motor listrik 3 fasa.

Arus yang terlalu besar yang timbul pada beban motor listrik akan mengalir pada belitan motor listrik yang dapat menyebabkan kerusakan dan terbakarnya belitan motor listrik. Untuk menghindari hal itu dipasang termal beban lebih pada alat pengontrol. Prinsip

(39)

kerja termal beban lebih berdasarkan panas (temperatur) yang ditimbulkan oleh arus yang mengalir melalui elemen-elemen pemanas bimetal. Dan sifatnya pelengkungan bimetal akibat panas yang ditimbulkan, bimetal akan menggerakkan kontak-kontak mekanis pemutus rangkaian listrik (Kontak 95-96 membuka)

TOR bekerja berdasarkan prinsip pemuaian dan benda bimetal. Apabila benda terkena arus yang tinggi, maka benda akan memuai sehingga akan melengkung dan memutuskan arus.

Bimetal

Terkena Panas

Arus yang berlebihan akan menimbulkan panas, sehingga dapat membengkokkan benda bimetal.

98 96 95 97 98 95 96

(40)

1 3 5 2 4 6 95 96 97 98

A1

A2

Diagram Penyambungan TOR pada Kontaktor Magnet

Untuk mengatur besarnya arus maksimum yang dapat melewati TOR, dapat diatur dengan memutar penentu arus dengan menggunakan obeng sampai didapat harga yang diinginkan.

Berikut beberapa contoh penggunaan kontaktor dalam berbagai rangkaian:

(41)

1. RANGKAIAN OFF MEMATIKAN DENGAN PUSH BUTTON Informasi

Rangkaian ini merupakan Rangkaian pengunci yang berarti walaupun tombol dilepas kontaktor akan bekerja. Pada saat sumber tegangan dinaikkan maka lampu tanda stop menyala (motor listrik dalam keadaan tidak bekerja), jika tombol start ditekan, maka motor listrik akan bekerja dan lampu start menyala walaupun dilepas motor listrik akan tetap bekerja.

Fungsi Kerja

1. Apabila tombol S tidak ditekan, maka kontak NO terhubung dan lampu H menyala. Sedangkan koil K kontaktor tidak bekerja (koil tidak mendapat sumber tegangan).

2. Jika tombol S ditekan, maka koil kontaktor akan bekerja dan menarik kontak kontaknya, sehingga kontak NC membuka dan lampu H mati.

3. Lampu H ini akan mati tergantung lamanya kita menekan tombol S.

4. Jika tombol S dilepas lampu H akan menyala kembali. 2. RANGKAIAN ON OFF DENGAN PENGUNCI INTERLOCK

Informasi

Rangkaian ini merupakan gabungan dari Rangkaian ON OFF yang dibantu dengan pengunci. yang artinya ketika tombol ditekan dan lampu tanda ON menyala maka walaupun tombol ON dilepas

(42)

motor listrik akan tetap bekerja. Mematikannya yaitu dengan menekan tombol stop dan walaupun dilepas motor listrik tidak bekerja karena dihubungkan dengan pengunci.

Fungsi Kerja

Apabila NO di tekan, maka arus akan mengalir pada koil sehingga menyebabkan lampun ON menyala.

Namun perbedaan disini apabila tombol dilepas lampu tidak akan mati, karena terjadi penguncian yaitu tombol NO dihubung paralel dengan kontak NC.

TIME DELAY RELAY

Relay timer atau relay penunda batas waktu banyak digunakan dalam instalasi motor listrik terutama instalasi yang membutuhkan pengaturan waktu secara otomatis. Peralatan kontrol ini dapat dikombinasikan dengan peralatan kontrol lain, contohnya dengan MC

(Magnetic Contactor), Thermal Over Load Relay, dan lain-lain.

Fungsi dari peralatan kontrol ini adalah sebagai pengatur waktu bagi

peralatan yang dikendalikannya. Timer ini dimaksudkan untuk mangatur waktu hidup atau mati dari kontaktor atau untuk merubah sistem

4

3~

1 3 5

6 2

(43)

bintang ke segitiga dalam delay waktu tertentu.

Timer dapat dibedakan dari cara kerjanya yaitu timer yang bekerja menggunakan induksi Magnet dan menggunakan rangkaian elektronik. Timer yang bekerja dengan prinsip induksi motor listrik akan bekerja bila motor listrik mendapat tegangan AC sehingga memutar gigi mekanis dan menarik serta menutup kontak secara mekanis dalam jangka waktu tertentu.

Sedangkan relay yang menggunakan prinsip elektronik, terdiri dari rangkaian R dan C yang dihubungkan seri atau paralel. Bila tegangan sinyal telah mengisi penuh kapasitor, maka relay akan terhubung. Lamanya waktu tunda diatur berdasarkan besarnya pengisisan kapasitor.

Bagian input timer biasanya dinyatakan sebagai kumparan dan bagian outputnya sebagai kontak NO atau NC.

Kumparan Timer Kontak langsung Kontak timer

Kumparan pada timer akan bekerja selama mendapat sumber arus. Apabila telah mencapai batas waktu yang diinginkan maka secara otomatis timer akan mengunci dan membuat kontak NO menjadi NC dan NC menjadi NO.

(44)

Kaki-kaki Timer Soket Timer Pada umumnya timer

memiliki 8 buah kaki yang 2 diantaranya merupakan kaki koil sebagai contoh pada gambar yaitu kaki 2 dan 7,

sedangkan kaki yang lain akan berpasangan NO dan NC, kaki 1 akan NC dengan kaki 4 dan NO dengan kaki 3. Sedangkan kaki 8 akan NC dengan kaki 5 dan NO dengan kaki 6. Kaki kaki tersebut akan berbeda tergantung dari jenis relay timernya.

d. MOTOR LISTRIK ARUS BOLAK BALIK

Konstruksi dasar sebuah motor listrik terdiri dari dua bagian pokok yaitu bagian yang tetap (stator) dan bagian yang bergerak/beputar (rotor).

Bagian stator pada motor listrik terdiri dari pasangan kutub magnet, yakni kutub Utara dan kutub Selatan. Pada umumnya kutub magnet pada sebuah motor listrik adalah kutub magnet buatan yang dibuat berdasarkan prinsip kerja elektromagnetik.

4 3 2 1 8 7 6 5 INPUT 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8

(45)

Untuk keperluan tersebut pada stator motor listrik terdapat kumparan untuk mengalirnya arus listrik kemagnetan. Oleh karena itu kumparan tersebut disebut kumparan kemagnetan (magnetic winding). Arus listrik yang mengalir pada kumparan kemagnetan akan membentuk fluks magnetik utama. Kumparan kemagnetan disini disebut juga kumparan stator karena terletak pada stator motor listrik. Bagian rotor pada motor listrik terdiri dari kumparan yang dialiri oleh arus listrik dari luar dan oleh karena itu disebut kumparan tegangan (voltage winding). Arus listrik yang mengalir pada kumparan tegangan akan membentuk arah fluks magnetik bantu. Kumparan tegangan disini disebut juga kumparan rotor karena terletak pada rotor motor listrik. Kumparan rotor pada motor listrik arus bolak balik memperoleh tegangan atau arus listrik berdasarkan jumlah fasa tenaga listrik yang digunakan. Oleh karena itu motor listrik arus bolak balik dikenal 2 jenis motor listrik yakni motor listrik satu fasa dan motor listrik tiga fasa.

1. Motor Listrik AC 1 fasa

Pada motor listrik AC 1 fasa, rotornya terletak dalam medan magnetik yang berubah-ubah (bergerak) sehingga pada rotor terbentuk tegangan induksi. Tegangan induksi menimbulkan arus listrik pada batang-batang rotor. Arus induksi pada rotor menimbulkan medan magnetik terbentuk disekitar rotor R. Karena

adanya fenomena interaksi antara medan magnetik utama M yang

berputar dan medan magnetik terbentuk disekitar rotor R maka

rotor akan berputar.

Pada saat kondisi pengasutan (starting), interaksi kedua medan magnetik (magnetik utama M yang berputar dan medan magnetik R

terbentuk disekitar rotor) belum mampu menyebabkan berputarnya rotor. Untuk itu, diperlukan medan magnetik bantu Aux yang fasanya

(46)

berbeda fasa dengan medan magnetik M. Secara teoritis, diharapkan

kedua medan magnetik tersebut berbeda fasa 90°.

Untuk menghasilkan medan magnetik yang berbeda fasa tentunya diperlukan dua arus listrik bolak balik yang berbeda fasa. Oleh karena itu, kumparan stator terdiri dari dua bagian yang masing-masing disebut kumparan stator utama ZM dan kumparan stator

bantu ZAux. Pada masing-masing kumparan mengalir kuat arus listrik

utama IM dan kuat arus listrik bantu IAux. Masing-masing arus akan

membentuk medan magnetik.

Listrik arus bolak balik yang dipasok pada motor listrik adalah listrik arus bolak balik berfasa satu sedangkan pada kumparan stator diharapkan terbentuk dua listrik arus bolak balik yang berbeda fasa 90°. Untuk memenuhi kondisi ini, secara praktis dapat dilakukan dengan dua cara, yakni menggunakan kapasitor dan menggunakan rangkaian fasa belah (split phase).

1. Motor listrik Kapasitor

Motor listrik kapasitor (capacitor motor) adalah motor listrik satu fasa yang menggunakan kapasitor sebagai penggeser fasa arus listrik bantu IAux .

Kapasitor C dipasang pada rangkaian kumparan bantu dan dipasang secara seri dengan kumparan bantu ZAux.

Besar impedansi kumparan bantu ZAux

sama besar dengan impedansi kumparan utama ZM.

2. Motor listrik Fasa Belah

Motor listrik fasa Belah (split phase motor) adalah motor listrik satu fasa yang menggunakan kumparan Bantu

IM Z ZAu IAu IM Z M ZAu x IAu x C

(47)

ZAux sebagai penggeser fasa arus listrik bantu IAux. Besar

impedansi kumparan bantu ZAux

tidak sama besar dengan impedansi kumparan utama ZM.

2. Motor Listrik AC 3 fasa

Pada dasarnya, motor listrik tiga fasa memiliki 3 (tiga) kumparan stator yang terpisah satu dengan lainnya. Masing-masing kumparan stator terdiri atas satu ujung masuk dan satu ujung keluar. Oleh karena itu, secara keseluruhan pada sebuah motor listrik tiga fasa terdapat 6 (enam) ujung sisi kumparan stator. Perhatikan gambar berikut;

 Kumparan Z1 mempunyai ujung masuk U1 dan ujung keluar U2

 Kumparan Z2 mempunyai ujung masuk V1 dan ujung keluar V2

 Kumparan Z3 mempunyai ujung masuk W1 dan ujung keluar W2 Keenam ujung kumparan

dikeluarkan dari dalam motor listrik dan terletak pada kotak terminal (terminal box). Keenam ujung kumparan ditempatkan 2 (dua) baris yang setiap barisnya merupakan ujung kumparan sejenis dari ketiga kumparan. Penempatan 2 (dua) ujung kumparan tidak pada baris yang sama. Setiap ujung kumparan ditempatkan pada kotak terminal menggunakan mur-baut. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan

cara penghubungan ujung-ujung kumparan stator.

a) b) U2 V2 W2 W1 U1 V1 Z1 Z2 Z3 W2 U2 V2 U1 V1 W1 L1 L2 L3 N

(48)

Sehubungan dengan keperluan tertentu, ujung-ujung kumparan stator tersebut dapat dihubungkan dengan sumber tenaga listrik tiga fasa dalam bentuk pola tertentu, yakni sambungan kumparan stator dalam bentuk hubungan segitiga (-delta) ataupun hubungan bintang (Y-star).

1. Hubungan Segitiga

Hubungan segitiga terbentuk bila dilakukan penyatuan masing-masing ujung kumparan stator berbeda jenis dari 2 (dua) buah kumparan stator yang berlainan sedangkan masing-masing titik simpul dihubungkan dengan masing-masing fasa dari sumber tenaga listrik tiga fasa. Karakteristik tegangan dan kuat arus listrik pada hubungan segitiga adalah: Besar tegangan terbentuk pada kumparan = besar tegangan sumber

 UZ1 = U1

Besar kuat arus pada kumparan = besar kuat arus sumber/ 3  3 1 1 I IZ

Keterangan gambar di atas

 U1 disatukan dengan W2 dan dihubungkan dengan fasa L1

 V1 disatukan dengan U2 dan dihubungkan dengan fasa L2

 W1 disatukan dengan V2 dan dihubungkan dengan fasa L3

a) b) W1 =V U1 Z3 IZ1 Z1 Z UZ I1 U1 V1 =U L1 L2 L3 W U2 V2 U1 V1 W L L L3 N

(49)

2. Hubungan Bintang

Karakteristik tegangan dan kuat arus listrik pada hubungan bintang:  3 1 1 U UZ

Kuat arus pada kumparan = Kuat arus sumber  IZ1 I1

Hubungan bintang terbentuk bila dilakukan penyatuan masing-masing ujung kumparan stator sejenis dari ketiga kumparan stator sedangkan ketiga ujung lainnya dihubungkan dengan masing-masing fasa dari sumber tenaga listrik tiga fasa.

Keterangan gambar hubungan bintang di samping berikut;

 U2, V2 dan W2 saling disatukan dan menjadi titik netral N  U1 dihubungkan dengan fasa L1  V1 dihubungkan dengan fasa L2  W1 dihubungkan dengan fasa L3

Penggunaan hubungan segitiga ataupun hubungan bintang

pada sebuah motor listrik dilaksanakan antara lain karena:

- Besar tegangan sumber tersedia

a) b) L3 N L2 U1 V1 IZ1 U2 = V2 = W2 L1 Z3 Z1 Z2 UZ I1 U1 W1 W U V U V W L L L N 3 sumber tegangan besar kumparan pada terbentuk tegangan Besar

(50)

- Atau sistem pengasutan (starting)

Hal utama yang perlu menjadi perhatian pada penggunaan jenis hubungan yang dilakukan adalah memperhatikan batas pemberian tegangan pada kumparan stator. Pemberian tegangan pada kumparan stator tidak boleh melebihi batas ukur tegangan yang telah ditentukan.

Apabila sumber tegangan tersedia sama besar sedangkan jenis hubungan kumparan stator berbeda, maka:

Besar daya listrik aktif pada hubungan segitiga = 3 x Besar daya listrik aktif pada hubungan bintang

 P segitiga = 3 x P bintang

Dalam praktik dilapangan penyambungan motor listrik terhadap sumber tegangan harus memperhatikan besarnya tegangan kumparan motor listrik yang digunakan dan tegangan jaring yang akan mensuplainya. Untuk itu perhatikan beberapa kemungkinan agar dapat menghubungkan kumparan motor listrik pada tegangan jaring dalam tabel berikut ini:

No. Teg.Pada terminal

motor Tegangan Jaring hubunganCara

1. 380V/660V atau 380V ∆ 380V/220V atau 3 x 380V Delta (∆) 2. 220V/380V atau 380V Y 380V/220V atau 3 x 380V Bintang (Y) 3. 220V/380V atau 380V Y 220V/127V atau 3 x 220V Delta (∆) 4. 127V/220V atau 220V Y 220V/127V atau 3 x 220V Bintang (Y) Untuk menghindari terjadinya guncangan tegangan yang akan mengganggu jaringan pada instalasi penerangan yang ada, maka macam pengasutan motor listrik tiga fasa haruslah memperhatikan ketentuan dalam PUIL ayat 520 G4: Instansi yang berwenang dapat menetapkan peraturan yang mengharuskan

(51)

dilakukannya pembatasan arus asut sampai harga tertentu, bagi motor listrik dengan daya nominal tertentu.

Berikut tabel cara pengasutan berdasarkan daya nominal motor listrik:

No. Daya Nominal Motor listrik

Cara pengasutan 1. Kurang dari atau 1,5 @

2.25 kW

Hubung langsung pada jaringan

2. Sampai atau 4 @ 6 kW Dengan Bintang Segitiga

3. Sampai atau 8 @ 12 kW Bintang Segitiga dengan tahanan 4. Lebih dari atau 8 @ 12

kW

Dengan transformator asut,Tahanan asut

Cara pengasutan motor listrik tiga fasa dapat dibagi atas: a. Pengasutan Stator terdiri dari:

1. Secara Langsung

2. Dengan Sakelar Bintang Segitiga 3. Dengan Kumparan Hambat 4. Dengan Transformator b. Pengasutan Rotor terdiri dari:

1. Dengan Kumparan Hambat Rotor 2. Dengan Tahanan Rotor

(52)

e. Lembar Kerja Praktik

Rangkaian Pengendali Motor Listrik dengan menggunakan Magnetik Kontaktor.

Lembar Kerja 1. Rangkaian pengendali motor listrik di ON kan dari 1 tempat dan di OFF kan dari 4 tempat No. Nama Alat Ket No. Nama Bahan Ket

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Obeng set Tang set Tespen Multimeter Panel box Steker 1 dan 3 fasa Motor listrik 3 fasa 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. MCB 1 dan 3 fasa Pilot lamp

Push button NO/NC Kontaktor AC 220 Volt Kabel NYAF 1,5 mm Kabel NYM 3x2,5 mm Skun kabel 2,5 mm

Prosedur pelaksanaan Pekerjaan:

1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan 2. Pasang rangkaian sesuai dengan gambar kerja

3. Setelah selesai cek kembali rangkaian sebelum di uji ke sumber tegangan

4. Bila rangkaian benar, buat laporan hasil pada guru pembimbing 5. Uji rangkaian dengan sumber tegangan

6. Selesai pengujian kembalikan alat dan bahan. Petunjuk Keselamatan Kerja:

(53)

2. Hindari dari terhadap sengatan listrik

3. Gunakan baju dan perlengkapan praktik saat bekerja 4. Dilarang bekerja pada rangkaian yang bertegangan listrik

Kunci Jawaban: Fungsi Kerja:

Jika MCB dinaikkan maka lampu OFF akan menyala dan tetapi rangkaian tidak bekerja, jika S1 ditekan maka kontaktor akan bekerja dan lampu ON menyala motor pun akan bekerja. Apabila S01,

S02, atau S03 ditekan maka

lampu OFF akan menyala

tetapi motor tidak bekerja.Rangkaian ini merupakan gabungan 3 buah rangkaian ON OFF dan pengunci dengan mengembangkan rangkaian OFF untuk motor listrik yang sedang bekerja atau tidak bekerja.

Jika motor listrik dalam keadaan hidup maka lampu OFF akan mati dan lampu ON akan menyala begitupun sebaliknya.

1 3~ 2 3 4 5 6 S01 S02 S03

(54)

Lembar Kerja 2. Rangkaian Pengendalian motor listrik 3 Fasa secara bergantian

No. Nama Alat Ket No. Nama Bahan Ket

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Obeng set Tang set Tespen Multimeter Panel box Steker 1 dan 3 fasa Motor listrik 3 fasa 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. MCB 1 dan 3 fasa Pilot lamp

Push button NO/NC Kontaktor AC 220 Volt Kabel NYAF 1,5 mm Kabel NYM 3 x 2,5 mm Skun kabel 2,5 mm

Prosedur Pelaksanaan Pekerjaan:

1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan 2. Pasang rangkaian sesuai dengan gambar kerja

3. Setelah selesai cek kembali rangkaian sebelum di uji ke sumber tegangan

4. Bila rangkaian benar, laporkan pada guru pembimbing 5. Uji rangkaian dengan sumber tegangan

6. Selesai pengujian kembalikan alat dan bahan. Petunjuk Keselamatan Kerja:

1. Gunakan alat sesuai dengan fungsinya 2. Hindari dari terhadap sengatan listrik

3. Gunakan baju dan perlengkapan praktik saat bekerja 4. Dilarang bekerja pada rangkaian yang bertegangan listrik.

(55)

Kunci Jawaban Fungsi Kerja:

Jika MCB dinaikkan maka lampu H1 akan menyala tetapi rangkaian tidak bekerja, jika S1

ditekan maka kontaktor K1 akan bekerja. Lampu H1 mati lampu H3 nyala dan motor listrik 1 akan bekerja. Apabila S2, ditekan maka kontaktor K2 bekerja lampu H1, lampu H2 akan

menyala dan motor listrik 2 bekerja. Untuk mematikan rangkaian ini hanya dengan menekan tombol S01 (saklar OFF).

Rangkaian ini merupakan rangkaian yang menggunakan dua kontaktor, setiap kontaktor memiliki 3 buah rangkaian (ON OFF dan pengunci) dengan rangkaian OFF disatukan. Rangkaian ini digunakan untuk mengoperasikan dua buah motor listrik. Apabila motor listrik dalam keadaan bekerja maka lampu OFF (H1) akan mati dan lampu ON (H2 dan H3) akan menyala. Untuk mengoperasikan rangkaian tersebut diperlukan dua buah tombol yang memiliki dua fungsi (On dan Off) yang dipasang secara silang (tombol ON berada di kontaktor 1 dan tombol stop berada pada kontaktor K2 serta disilang dengan 1

tombol OFF yang kerjanya bersamaan.

M1 3~ S2 S1 S01 M1 3~ M1 3~

(56)

Lembar Kerja 3. Rangkaian pengendalian motor listrik beroperasi secara serempak

No. Nama Alat Ket No. Nama Bahan Ket

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Obeng set Tang set Tespen Multimeter Panel box

Steker 1 dan 3 fasa Motor listrik 3 fasa

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. MCB 1 dan 3 fasa Pilot lamp

Push button NO/NC Kontaktor AC 220 Volt Kabel NYAF 1,5 mm Kabel NYM 3 x 2,5 mm Skun kabel 2,5 mm Prosedur Pelaksanaan Pekerjaan:

1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan 2. Pasang rangkaian sesuai dengan gambar kerja

3. Setelah selesai cek kembali rangkaian sebelum di uji ke sumber tegangan

4. Bila rangkaian benar, laporkan pada guru pembimbing 5. Uji rangkaian dengan sumber tegangan

6. Selesai pengujian kembalikan alat dan bahan. Petunjuk Keselamatan Kerja:

1. Gunakan alat sesuai dengan fungsinya 2. Hindari dari terhadap sengatan listrik

3. Gunakan baju dan perlengkapan praktik saat bekerja 4. Dilarang bekerja pada rangkaian yang bertegangan listrik.

(57)

Kunci Jawaban Fungsi Kerja:

Pada saat MCB di ON kan, maka lampu standby H1 akan menyala. Apabila tombol S1 ditekan, maka arus listrik mengalir menyebabkan koil

K1 bekerja, sehingga motor listrik 1 akan bekerja. Bersamaan dengan itu kontak bantu K1 menutup sehingga lampu ON 1 (H3) akan menyala. Jika dilakukan penekanan Tombol S2 maka koil K2 akan bekerja

sehingga motor listrik 2 akan bekerja pula dan bersamaan dengan itu pula tersambungkannya kontak bantu K2 yang akan menyalakan lampu H2. Rangkaian ini dapat di OFF kan secara bersamaan.

M1 3~ S01 S1 S2 M1 3~

(58)

c. Rangkuman

Macam-macam titik kontak:

i. Titik Kontak Jenis a (Normally Open/NO) ii. Titik Kontak Jenis b (Normally Close/NC) iii. Titik Kontak Jenis c (NO dan NC)

Macam-macam Saklar Manual:

1. Saklar SPST (Single Pole Single Throw Switch) 2. Sakelar SPDT (Single Pole Double Throw Switch) 3. Saklar DPST (Double Pole Single Throw Switch) 4. Saklar DPDT (Double Pole Double Throw Switch) 5. Saklar TPST (Three Pole Single Throw Switch) 6. Saklar TPDT (Three Pole Double Throw Switch) 7. Drum Switch

8. Cam switch (saklar putar cam) 9. Push Button

Perlengkapan Pengendali Mesin Listrik:

1. Saklar Elektro Mekanik (Kontaktor Magnet) 2. Thermal Overload Relay (TOR)

3. Time Delay Relay (TDR) Motor Listrik Arus Bolak Balik A. Motor Listrik AC 1 fasa

1. Motor listrik Kapasitor 2. Motor listrik Phasa Belah

(59)

B. Motor Listrik AC 3 fasa

Cara penyambungan kumparan motor pada tegangan jaringan

No. Teg.Pada terminal

motor Tegangan Jaring hubunganCara

1. 380V/660V atau 380V ∆ 380V/220V atau 3 x 380V Delta (∆) 2. 220V/380V atau 380V Y 380V/220V atau 3 x 380V Bintang (Y) 3. 220V/380V atau 380V Y 220V/127V atau 3 x 220V Delta (∆) 4. 127V/220V atau 220V Y 220V/127V atau 3 x 220V Bintang (Y) Cara pengasutan motor listrik tiga fasa dapat dibagi atas:

a. Pengasutan Stator terdiri dari: 1. Secara Langsung

2. Dengan Sakelar Bintang Segitiga 3. Dengan Kumparan Hambat 4. Dengan Transformator b. Pengasutan Rotor terdiri dari:

1. Dengan Kumparan Hambat Rotor 2. Dengan Tahanan Rotor

Pengasutan berdasarkan besarnya daya motor listrik:

No. Daya Nominal Motor listrik

Cara pengasutan 1. Kurang dari atau 1,5 @ 2.25

kW

Hubung langsung pada jaringan

2. Sampai atau 4 @ 6 kW Dengan Bintang Segitiga

3. Sampai atau 8 @ 12 kW Bintang Segitiga dengan tahanan 4. Lebih dari atau 8 @ 12 kW Dengan transformator asut,Tahanan

(60)

d. Evaluasi

Soal Test Essay

Jawablah pertanyaan berikut dengan jawaban yang tepat, jelas dan singkat! 1. Sebutkan macam-macam titik kontak!

2. Jelaskan perbedaan antara kontak NC dan kontak NO! 3. Sebutkan 4 jenis saklar manual dan gambarkan simbolnya? 4. Sebutkan 3 macam titik kontak pada push button?

5. Apakah kegunaan dari push button?

6. Jelaskan keuntungan dan kerugian jika menggunakan kontaktor sebagai saklar pengendali!

7. Apakah fungsi dari pada Thermal Overload Relay? 8. Jelaskan prinsip dasar sehingga TOR bekerja?

9. Sebutkan 2 jenis timer relay berdasarkan prinsip kerjanya? 10.Gambarkan konstruksi timer relay?

11.Jelaskan konstruksi dasar motor listrik arus bolak balik!

12.Bagaimanakah formula untuk menentukan besar tegangan pada rangkaian yang sambungannya menerapkan hubungan bintang?

13.Bagaimanakah formula untuk menentukan besar tegangan pada rangkaian yang sambungannya menerapkan hubungan segitiga/delta? 14.Gambarkan rangkaian dan sambungan motor listrik yang menerapkan

(61)

e. Kunci Jawaban

1. Macam-macam titik kontak yaitu:

- Ttitik kontak jenis a (NO) - Titik kontak jenis b (NC) dan - Titik montak jenis c (NO dan NC)

2. Perbedaan NO dengan NC yaitu titik NO akan selalu terbuka dan akan menutup apabila sedang bekerja, sedangkan titik NC akan selalu menutup dan akan terbuka apabila sedang bekerja.

3. 4 jenis saklar manual dengan simbolnya:

- Saklar TPDT (Triple Pole Double Throw Switch)

- Sakelar SPDT (Single Pole Double Throw Switch)

- Saklar DPST (Double Pole Single Throw Switch)

- Saklar DPDT (Double Pole Double Throw Switch)

4. Macam-macam titik kontak pada push button yaitu

- Titik kontak (NO) - Titik kontak (NC)

- Titik kontak (NO dan NC)

Perbedaan NO dengan NC yaitu titik NO akan selalu terbuka dan akan menutup apabila sedang bekerja, sedangkan titik NC akan selalu menutup dan akan terbuka apabila sedang bekerja.

(62)

5. Kegunaan dari push button adalah sebagai saklar start atau stop pada instalasi motor listrik.

6. Keuntungan menggunakan kontaktor ialah: a. pelayanannya mudah

b. momen kontak cepat Sedangkan Kerugiannya: a. mahal harganya

b. perawatannya cukup sukar

c. jika saklar putus sedangkan kontaktor dalam keadaan bekerja, maka kontaktor akan lepas dengan sendirinya. Kontaktor tidak akan bekerja lagi walaupun sakelar induk telah disambung kembali sebelum tombol start ditekan lagi

7. Fungsi Thermal Overload Relay (TOR) adalah sebagai salah satu pengaman motor listrik dari arus yang beban yang berlebih.

8. TOR bekerja berdasarkan prinsip pemuaian dan benda bimetal. Apabila benda terkena arus yang tinggi, maka benda akan memuai sehingga akan melengkung dan memutuskan arus.

9. Timer dapat dibedakan dari cara kerjanya yaitu timer yang bekerja menggunakan induksi magnet dan bekerja menggunakan rangkaian elektronik. 10. 4 3 2 1 8 7 6 5 INPUT

(63)

11.Konstruksi dasar sebuah motor listrik terdiri dari dua bagian pokok yaitu bagian yang tetap (stator) dan bagian yang bergerak/beputar (rotor).

Bagian stator pada motor listrik terdiri dari pasangan kutub magnet, yakni kutub Utara dan kutub Selatan. Pada umumnya kutub magnet pada sebuah motor listrik adalah kutub magnet buatan yang dibuat berdasarkan prinsip kerja elektromagnetik.

12.Besar tegangan pada sistem bintang yaitu:

13.Besar arus pada sistem segitiga adalah

Besar kuat arus pada kumparan = besar kuat arus sumber / 3  3 1 1 I IZ

14.Sambungan dan Rangkaian sistem Bintang dan segitiga:

a) b) Sistem Segitiga Gambar : W1 =V2 U1 Z3 IZ1 Z1 Z2 I1 U1 =W2 V1 =U2 L1 L2 L3 W2 U2 V2 U1 V1 W1 L1 L2 L3 N a) b) Sistem Bintang L3 N L2 U1 V1 IZ1 U2 = V2 = W2 = N L1 Z3 Z1 Z2 UZ1 I1 U1 W1 W2 U2 V2 U1 V1 W1 L L L3 N 3 sumber tegangan besar kumparan pada terbentuk tegangan Besar

(64)

C. Rencana Belajar Siswa 2

Kompetensi : Mengoperasikan mesin produksi dengan kendali elektromekanik

KODE : PTL.OPS.004(1).A Sub Kompetensi :

1. Mempersiapkan pengoperasian mesin produksi dengan kendali lektromekanik

2. Melaksanakan pengoperasian mesin produksi dengan kendali elektromekanik

3. Mengamati dan menangani masalah operasi mesin produksi dengan kendali elektromekanik

4. Membuat laporan tentang pengoperasian mesin produksi dengan kendali elektromekanik

Untuk menyelesaikan kegiatan belajar 2 dari modul ini Anda terlebih dahulu telah memiliki pencapaian kompetensi hasil belajar pada kegiatan belajar 1 sebelumnya. Setelah menyelesaikan kegiatan belajar 2 dalam modul ini dengan hasil belajar yang telah dipersyaratkan pada bagian ini, Anda masih harus menyelesaikan 2 kegiatan belajar lagi. Hal ini dikarenakan penyajian modul ini dibagi dalam 4 Kegiatan Belajar yaitu: Kegiatan Belajar 1 : Macam Macam Titik Kontak dan Saklar Manual Kegiatan Belajar 2 : Rangkaian Sederhana Menggunakan Kontaktor

Dan Rele Penunda Waktu TDR

Kegiatan Belajar 3 : Rangkaian Mula Jalan Reverse-Forward Dan Pengereman

Kegiatan Belajar 4 : Rangkaian Kontrol Kecepatan Motor listrik Dahlander

(65)

No. Kegiatan Belajar Tanggal Waktu Tempat Perubahan Paraf Guru

1. Rangkaian Sederhana Menggunakan Kontaktor & Rele Penunda Waktu (TDR) LK 1 Rangkaian kontaktor menggunakan dua tombol tekan ON dan OF LK 2 Rangkaian pengendali motor listrik dengan menggunakan dua tombol tekan “ON” dan 2 tombol tekan “OFF” LK 3 Rangkaian pengendali motor listrik secara berurutan dengan pengoperasian manual LK 4 Rangkaian pengendali motor listrik dengan waktu tunda LK 5 Rangkaian pengendali motor listrik dengan waktu perlambatan LK 6 Rangkaian pengendali motor listrik dengan menerapkan operasi Inching/Jogging LK Rangkaian pengendalian

Gambar

Gambar Konstruksi Kontaktor Magnet
Diagram Kontak TOR
Diagram Penyambungan TOR pada Kontaktor Magnet
Gambar Rangkaian pengendalian motor listrik 3 fasa system Y- yang  dilengkapi dengan pengereman.
+5

Referensi

Dokumen terkait

Pulley dan sabuk yang terhubung antara motor listrik menuju speed reducer.. mengubah kecepatan putaran dengan rasio

Dalam mengontrol Motor 1 fasa digunakan rangkaian dimmer yang menggunakan komponen-kompnen utama yang terdiri dari Potensiometer DIAC dan TRIAC yang digunakan untuk

Prinsip kerja motor induksi yaitu apabila pada kumparan stator dipotong energi listrik tiga fasa maka akan timbul medan putar dengan kecepatan. Ns

Untuk membalik arah putaran motor star delta sebenarnya sama saja dengan membalik putaran motor induksi 3 fasa yang beroperasi dalam koneksi delta ataupun motor induksi 3 fasa

Pergerakan motor stepper sebagai aktuator barrier gate mempunyai dua arah putaran, putaran kearah forward untuk proses membuka dan putaran kearah reverse untuk

Perancangan dan Analisa Sistem Kendali Kecepatan Motor Arus Searah dengan Pengendali Proposional Integral Differensial. Perancangan Pengendali Proposional Integral

Tesis ini bertujuan untuk memperhatikan karakteristi kecepatan putaran motor induksi tiga Phasa sangkar tupai terhadap perubahan nilai resistansi di stator menggunakan pengendali

Pengendali kecepatan motor DC Berbasis phase locked loop, ini terdiri dari perancangan rangkaian frekuensi referensi menggunakan IC 4060, rangkain fasa detektor,low pass