jenderal
di-kpk-kan istri
adik obama
wawancara
suap seks
di negeri kita
geger
Ustad
triliUn
punya 9 istri,
tipu ratusan ribu investor
66
r
paksi heroik
hansip
MeMutar ipad:
Untuk melihat majalah dalam tampilan horizontal atau vertikal
artikel:
Geser keatas dan kebawah untuk membaca artikel
Gunakan icon berikut
sebagai petunjuk membaca majalah ini
Share FB Back
Table of Contents Home
Pindah halaman lewat scroll
Kumpulan edisi yang sudah dan belum didownload Menampilkan majalah yang sedang dibaca
Favorite Table of Contents
majalah detik
Info Close Go to Website Putar Map Audio Galeri Image Video 3600 View 360 rubrik:Geser kekiri dan kekanan untuk melihat rubrik
Pemimpin Redaksi: Arifin Asydhad Wakil Pemimpin Redaksi: Iin Yumiyanti Redaksi:
Deden Gunawan, M Rizal, Irwan Nugroho, Ken Yunita, Mulat Esti Utami, Silvia Galikano, Bahtiar Rifai, Evi Tresnawati, Monique Shintami, Isfari Hikmat, Rahmayoga Wedar, Aryo Bhawono Tim Foto: Dikhy Sasra, Ari Saputra, Haris Suyono, Agus Purnomo Product Management: Rohalina Gunara, Sena Achari, Eko Tri Hatmono Creative Designer:
Mahmud Yunus, Kiagus Aulianshah, Galih Gerryaldy, Desy Purwaningrum Kontak Iklan:
Arnie Yuliartiningsih, Email: [email protected] Telp: 021-79177000, Fax: 021-79187769
---Direktur Utama: Budiono Darsono Direktur: Nur Wahyuni Sulistiowati, Andry S. Huzain, Warnedy Kritik dan
Cover: Kiagus Aulianshah NasioNal
Posisi Wamen Jadi Bancakan
Hukum
Jenderal Polisi di-kPk-kan istri
Jalan tengah MK memasukkan wamen dalam kabinet memuaskan pemohon uji materi jabatan wamen maupun pemerintah. Namun posisi itu kini rentan jadi ‘bancakan politik’.
Di tengah ketertutupan Polri terhadap rekening gendut pejabatnya, muncul laporan harta tak wajar oleh seorang istri jenderal polisi.
alBum
Bhayangkara utama bagi Pramono Edi
iNtErNasioNal
Demi Berlanjutnya revolusi
PEoPlE
Jennifer lawrence, iko uwais
gaya HiDuP
terhipnotis Dansa di mal
iNtErviEW
maya soetoro:
Jakarta sangat Berarti Bagi obama
WkWkWk
Panjat tower agar tak Cerai
sENi DaN HiBuraN
konser NkotB-BsB
EkoNomi
membatasi Dominasi di Bank
olaHraga
menanti rekor Baru Piala Eropa
lENsa
air mata venus
Edisi 28 11 - 17 juni 2012
Fokus
rp 6 triliun menguap di langit Biru
Jaya Komara, lewat Koperasi Langit Biru, sukses menghimpun dana Rp 6 triliun. Kini ia kabur. Ratusan ribu nasabah mengamuk karena uangnya amblas.
aksi heroik
hansip
Album
Ribut Waidi
Meninggal
Ribut Waidi, mantan striker tim nasional In donesia yang sempat menjadi andalan PSIS Semarang meninggal dunia. Pria yang per nah mengantarkan Indonesia menjadi ju ara SEA Games tahun 1987 itu mengembus kan napas terakhir pada Minggu, 3 Juni lalu.
Sebelumnya Ribut sempat mengeluh kan rasa sakit yang dideritanya. Keluarga dan para tetangga segera membawa nya ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak dapat diselamatkan. Ia meninggal karena serangan jantung.
(Monique)
Ketua MPR taufiq Kiemas Sakit
AlbumKePala staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Pramono Edi Wibowo mendapat anugerah penghargaan Bintang Bhayangkara Utama dari Polri. Ia dinilai telah memberikan dukungan, baik dalam kegiatan pembinaan maupun operasional Polri.
Pemberian penghargaan ini berdasarkan keputusan presiden No. 39/TK/2012 tertanggal 7 Mei 2012. Penghar gaan diserahkan langsung oleh Kapolri Timur Pradopo di gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta pada Selasa 5 Juni lalu.
Penghargaan tanda Bintang Bhayangkara Utama di berikan bagi perwira tinggi di lingkungan Polri ataupun institusi di luar Polri. (Monique)
Bintang Bhayangkara
Utama Bagi Pramono Edi
detikfoto
Ketua Majelis Permusya waratan Rakyat (MPR) Taufiq Kiemas kembali jatuh sakit. Menurut Puan Maharani, putri Taufiq, saat ditemui dalam pembukaan Bulan Bung Karno, Taufiq dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta karena serangan
jantung.
Megawati Soekarnoputri yang seharusnya membuka acara Bulan Bung Karno di Hotel Kempinski, Jakarta, pada Rabu 6 Juni, batal hadir karena Taufiq mendadak sakit. Ini bukan pertama kalinya Taufiq harus dirawat
di rumah sakit. Sebelumnya, ia pernah dirawat di Rumah Sakit Harapan Kita karena demam berdarah, sehingga tidak dapat menghadiri pe ringatan Pidato Bung Karno, di Gedung MPR pada akhir Desember 2011.
geger koperasi langit biru
Fokus
Menguap di Langit Biru
Jaya Komara, lewat Koperasi langit Biru, suKses
menghimpun dana rp 6 triliun. Kini ia KaBur. ratusan
riBu nasaBah mengamuK Karena uangnya amBlas.
r
p
6 triLiun
reporter: isfari hikmat, Bahtiar rifai, m. rizal, monique shintami, evi tresnawati.
geger koperasi langit biru
Fokus
p
uLuhan orang masih bergerombol di depankantor Koperasi Langit Biru (KLB) di Perum Bukit Cikasungka, blok ADF 13, nomor 2,3,4,5, Desa Cikasungka, Solear, Tangerang. Wajah mereka terlihat masam.
Mereka membuat kelompok-kelompok kecil, saling berbincang tentang nasib yang mereka alami. Sesekali mereka melihat bangunan koperasi yang sudah rusak diamuk massa.
Mereka adalah para nasabah KLB yang datang dari sejumlah daerah. Mereka sengaja datang ke desa yang berjarak 43 kilometer dari kota Tangerang itu untuk mencari kepastian soal nasib uang investasi mereka di KLB. Aktivitas mereka terus mendapat pengawas-an dari sejumlah polisi ypengawas-ang berjaga di lokasi.
Sejak sepekan lalu memang banyak nasabah yang marah karena KLB sudah dua bulan tidak memberi bonus investasi seperti biasanya. Apalagi pemilik ko-perasi, Jaya Komara menghilang. Mereka tak hanya meresahkan bonus tapi juga uang investasi yang tidak jelas juntrungannya.
Joko Yanto, seorang investor kepada majalah detik
mengaku, sudah investasi sebesar Rp 30 juta, bahkan kalau digabung dengan sanak saudara yang ikut ber-investasi nilainya mencapai Rp 160 juta. Uang itu di-investasikan sejak Februari 2012.
Nasabah menanamkan uangnya di KLB karena tergiur bonus besar. Data KLB yang diterima majalah detik, seorang anggota koperasi yang memilih paket 100 kilogram daging, yang dipatok Rp 14 juta, setiap bulan menerima bonus senilai Rp 1,7 juta tunai dan daging 10 kg. Bayangkan, betapa besar keuntung-annya.
Tidak cuma itu, selain mendapat ID card, begitu mendaftar jadi anggota juga mendapat sembako senilai Rp 2 juta.
Nasabah
menanamkan
uang di KLB
karena tergiur
bonus besar.
Dengan Rp
14 juta dapat
bonus Rp 1,7
juta per bulan,
“
geger koperasi langit biru
Fokus
l l l
Awalnya Komara hanya usaha kecil-kecilan. Ia hanya membuat arisan daging. Nah, lewat arisan daging, Komara berusaha mengumpulkan uang untuk dibelikan sapi. Pembelian dilakukan setidaknya 3 bulan sebelum lebaran, jadi ketika sudah dekat lebaran ada selisih harga yang tinggi. Selisih harga inilah yang jadi keuntungan, lantas keuntungan itu dibagi ke peserta arisan. Besar kecilnya tergantung uang yang disimpan peserta. Menariknya, pemberian bonus itu dibagikan sebelum lebaran.
Adapun modal awal masih bisa diputar dengan membeli sapi atau sembako untuk dijual di hari lebaran. Cara ini membuat keuntungan bisa diraih secara rutin setiap bulannya.
Cerita sukses arisan Komara rupanya menyebar ke mana-mana. Alhasil banyak warga desa dan bahkan luar desa yang tertarik ikut bergabung.
Untuk jadi anggota pun tidak sulit dan berbelit. Cukup menyerahkan fotokopi KTP, KK, foto diri, dan klasifikasi paket. Ada varian paket investasi yang ditawarkan kepada nasabah. Paling murah paket 5
Kuitansi bukti setoran investor isfARi/deTikfoTo
geger koperasi langit biru
Fokus
kilogram, yang investasi awalnya Rp 550 ribu. Uang itu sebagai investasi berikut biaya administrasi, serta pembuatan id card.
Dengan investasi Rp 550 ribu itu nasabah mendapat bonus per bulan Rp 30 ribu. Sedangkan paket paling besar adalah Rp 14 juta. Dengan investasi sebesar itu nasabah akan menikmati bonus per bulan yang besar-nya Rp 1,7 juta selama 9 bulan. Pada bulan kesepuluh ia dapat bonus Rp 12 juta.
Itu untuk hitungan paket besar biasa. Sementara untuk paket bantuan kredit sepeda motor (BKSM), per bulan diberi Rp 1 juta, sementara Rp 700 ribu untuk cicilan motor selama 9 bulan. Setelah 9 bulan, masih mendapat bonus Rp 12 juta, jika ambil motor uang itu untuk pembayaran BPKB. Jadi dalam waktu kurang lebih 10 bulan motor sudah lunas.
Saking banyaknya orang yang mau ikut, Komara lantas punya ide membentuk PT Transindo Jaya Komara (TJK). PT ini diaktanotariskan oleh H. Feby Rubein Hidayat, S.H., No. AHU.0006152. AH.01.09. Uang yang terkumpul dari arisan itu kemudian dipakai PT TJK untuk membuat peternakan, penggemukan, pemotongan, maupun pendistribusian daging sapi. Tercatat dengan usaha itu, TJK mampu membentuk 62 supplier daging sapi di seantero Banten.
Rupanya usaha ini kembali menuai sukses. Dalam tempo satu tahun omzetnya bertambah drastis. Kemudian Komara dan beberapa pengurus membentuk koperasi yang dinamai Langit Biru pada Januari 2011.
Akta pendirian KLB tertulis tanggal 9 April 2011, di hadapan notaris Winda Witara, S.H., dan berdasarkan
Tap untuk melihat video penjarahan kantor KLB
geger koperasi langit biru
Fokus
Surat Kementerian Koperasi dan UKM No. 81/BH/XI/ KUKM/VII/2011, ditetapkan susunan pengurus, Jaya Komara (Ketua), Patriot A Yani (Wakil Ketua), Asrori (Sekretaris), Atjep Karmita (Bendahara).
Anak usaha yang berada di bawah KLB pun cukup banyak, yakni CV Tritunggal Jaya Nur Alip yang bergerak di bidang distributor daging dan perdagangan umum. PT Transindo Jaya Komara bergerak di bidang angkutan umum, darat, laut, udara. Safwa Tirta Jaya AMDK yang memproduksi air minum dalam kemasan. Indo Komara Jaya Sembako bergerak di kebutuhan barang pokok. AIP 21 (Argo Indah Permata) (Smart key Alarm). Reximax Kopi Herbal serta Para Leasing.
Lantaran KLB dianggap sangat menjanjikan, semakin banyak saja orang yang ingin berinvestasi di KLB. Bayangkan, dalam setahun jumlahnya bisa mencapai 120 ribu orang. Bahkan menurut Kepala Dinas Koperasi Provinsi Banten, Muhammad Basri, jumlah anggota Langit Biru mencapai 300 ribu. “Saya pernah tanya mereka punya anggota berapa? Katanya 300 ribu,” cerita Basri.
Pembukuan milik KLB.
geger koperasi langit biru
Fokus
Dengan anggota mencapai ratusan ribu, sudah tentu uang yang mangkal di KLB pun sangat banyak. “Total investasi yang dihimpun KLB ini mencapai Rp 6 triliun. Ini berdasarkan keterangan manajer keuangan KLB, Zulkifli,” ujar Kasat Reskrim Polres Tangerang, Komisaris Shinto Silitonga.
l l l
Hasil penelitian awal Dinas Koperasi Banten, KLB merupakan koperasi serbausaha dengan anggota 50 orang. Simpanan pokok dan wajib jumlahnya Rp 100 juta. Jadi dia buat koperasi dengan 50 anggota, deng-an total simpdeng-andeng-an pokok Rp 96 juta, simpdeng-andeng-an wajib Rp 9.600.000, simpanan sukarela Rp 5.020.000, modal-modal ini kemudian untuk koperasinya. “Karena pada waktu itu wawarungan (usaha kecil-kecilan) engges bae (ya sudah) kita kasih izin,” kata Basri kepada ma-jalah detik.
Namun waktu diteliti, KLB ternyata digunakan untuk investasi, sedangkan yang menandatangani juga ada direktur. KLB juga ternyata berada di bawah bendera PT TJK, yang direkturnya Jaya Komara. Padahal dalam Peraturan Pemerintah (PP) 33 tentang Pemodalan Koperasi, dan dalam Keputusan Menteri (Kepmen) juga diwajibkan menggelar rapat berturut-turut selama 2 tahun. “Ini belum 2 tahun, dan Rapat Anggota Pengurus (RAP) juga belum. Makanya kita desak untuk RAP. Itu bulan Maret lalu,” terang Basri.
Basri sempat dua kali menegur Komara. Bahkan mengancam akan membubarkan koperasi itu jika tetap bergerak di bidang investasi. Belum jadi dibubarkan, KLB sudah dirundung rusuh. Bonus mulai seret sejak April 2012. Buntutnya, pada 25 Mei 2012, ribuan orang mendatangi kantor KLB. Para nasabah itu protes karena sudah dua kali bonus ditunda pencairannya. Ketika ditagih, manajemen KLB hanya menyuguhi nasabah dengan ceramah. Nasabah pun mengamuk.
Total
investasi yang
dihimpun KLB
ini mencapai
Rp 6 triliun.
“
“
geger koperasi langit biru
Fokus
p
ereMpuan itu hanyamon-dar-mandir di kantor Koperasi Langit Biru. Wajahnya cemas. Ia tidak sabar lagi menunggu pen-cairan bonus. Sampai akhirnya ia hanya gigit jari.
Perempuan itu berna-ma Yati. Ia telah menge-ramkan uang sebesar Rp 10 juta ke KLB. Buat orang berduit, jumlah investasi itu mungkin tidak besar-besar amat. Namun buatnya, uang itu sungguh berarti. Apa-lagi, uang itu didapatnya dari mengutang di bank.
Yati sengaja meng-ambil kredit di bank
un-tuk bisa ikut koperasi yang dibenun-tuk Jaya Komara itu. Harapan nya, tentu untung besar. Memang, selama tu-juh bulan, Yati menikmati untung itu.
Setiap bulan, Yati memperoleh bonus Rp 500 ribu plus sejumlah barang kebutuhan pokok seperti
be-ras dan minyak goreng. Namun kini semua mandek, padahal, Yati masih memiliki tanggungan utang di bank dan cicilan motor.
“Jadi sekarang saya bingung mau
bayar pakai apa, kalau tidak dibayar, motor saya akan ditarik,” keluh Yati saat berbincang dengan majalah detik di kantor KLB di Perum Bukit Cikasungka, Blok ADF 13, Tange-rang, Banten.
Yati tidak sendiri. Ada ribuan
inves-ada yang ngamuk
Bahkan Sampai gila
reporter: isfari hikmat
geger koperasi langit biru
Fokus
tor lain bernasib sama dengan Yati, bahkan mereka merupakan pena-nam modal yang lebih banyak. Joko Yanto misalnya, uang Rp 30 juta yang diinvestasikan kini tak jelas juntrungannya.
Apesnya, Joko telah mengajak sa-nak saudaranya untuk ikut menanam uang di KLB. Kalau dihitung-hitung, jumlah investasinya sekitar Rp 160 juta. “Tapi baru tiga kali dapat bonus, sudah kolaps,” keluh anggota polisi yang tidak mau menyebut pangkat dan kesatuannya itu.
Yati dan Joko mungkin masih diberi kekuatan untuk menghadapi masalah ini. Sejumlah investor kelas kakap, kabarnya sampai stres. Joko bercerita, seorang rekannya, Ardi-ansyah, telah menghabiskan dana pensiunnya sebesar Rp 350 juta. “Sekarang dia stres,” kata Joko.
Muhammad Toha, salah satu in-vestor KLB juga bercerita, banyak investor yang tidak hanya stres tapi juga jadi gila. Mereka tidak mampu menerima kenyataan uangnya, hasil menjual tanah, rumah dan mengga-daikan SK sudah raib.
Sebagian investor mungkin stres bahkan gila karena uang ratusan juta rupiah hilang bak ditelan bumi. Namun sebagian besar justru ma-rah. Mereka terus menuntut sang
ustad segera membagikan bonus dan mengembalikan investasi me-reka.
Puncak kemarahan terjadi Sabtu 2 Juni. Ribuan investor dari berbagai daerah berkumpul di kantor KLB menanti bonus bulanan yang telah lama dinanti. Sebelumnya, janji bo-nus ini telah ditunda berkali-kali.
Jarum jam terus bergerak. Tapi
ustad Komar yang ditunggu-tunggu tidak datang. Para investor pun me-radang. Mereka kalap dan menjarah apa saja aset yang ada mulai kom-puter, AC, kursi-kursi kantor, hingga mobil. Kantor yang kosong juga ikut dirusak. (Ken/yog)
Joko bercerita,
seorang rekannya,
Ardiansyah, telah
menghabiskan
dana pensiunnya
sebesar Rp 350
juta. “Sekarang dia
stres,” kata Joko.
“
geger koperasi langit biru
Fokus
Reporter: Bahtiar Rifai, Isfari Hikmat, M. Rizal, Monique Shintami, Evi Tresnawati.
detikFoto
Mandi Uang
di RUMah Ustad
Jaya KoMaRa dulunya ‘cuMa’ pEnJual KERupuK. SETElaH SuKSES, uang
TRIlIunan Ia SIMpan dI RuMaH dEngan KlaIM dIJaga MalaIKaT. ISTRInya
ada 9 oRang. SEoRang ISTRI dInIKaHI dEngan MaHaR Rp 2 MIlIaR.
U
stad Komar sudah ketangkap, Bang?” Takhanya sekali Buhori (42) bertanya seperti itu saat ditemui majalah detik, Kamis 7 Juni 2012, pekan lalu. Rasa penasaran sekaligus geram jelas melekat di wajah warga Sangiang Jaya, Periuk, Kotamadya Tangerang, Banten, itu yang menjadi nasabah Koperasi Langit Biru (KLB).
geger koperasi langit biru
Fokus
125 ribu (versi lain 300 ribu) anggota KLB, yang kini resah memikirkan na-sib uang mereka. Sejak pembayaran bonus KLB macet pada April 2012 lalu, Jaya Komara, pimpinan koperasi itu, tak terlihat lagi batang hidungnya.
Komara diduga kabur. Jejaknya sulit diendus. Polisi hingga kini masih mem-burunya. Kabareskrim Mabes Polri Komjen Sutarman mengatakan lelaki berusia 40-an tahun itu dimasukkan dalam daftar pencarian orang. “Status-nya DPO,” kata Sutarman.
Seorang pengurus KLB, Sobur, mengaku melakukan kontak terakhir dengan Komara dua pekan sebelum rumah bosnya itu digeruduk massa pada 2 Juni 2012. Di samping itu, bersama pengurus KLB lainnya, ia juga sempat mengunjungi Komara di Citra Maja, Cikupa, Tangerang, untuk membicarakan rencana pencairan bonus KLB pada Sabtu itu.
“Ternyata hanya sopirnya yang menemui. Pak Ustad enggan menemui kita,” kata Sobur kepada majalah detik.
Komara sebetulnya hendak menemui investor yang ingin mencairkan bonus. Tapi mereka tak sabar lagi dan mulai anarki, hingga akhirnya Komara memilih menghindar. “Saya tidak tahu pasti di mana posisi Pak Ustad sekarang,” aku Sobur.
Komara tak hanya buron. Uang triliunan rupiah yang dijaring dari ratusan ribu investor itu raib entah ke mana. Sebagian menuding uang itu dibawa kabur oleh Komara. Tapi, apapun yang terjadi, Menteri Ko-perasi dan UKM Syarief Hasan menyatakan Komara telah melakukan penipuan besar-besaran terhadap masyarakat. Komara menghimpun investasi dengan kedok koperasi.
Investor KLB sedang rapat. isFari/detikFoto
geger koperasi langit biru
Fokus
“KLB itu harus ditutup dan harus mempertanggung-jawabkan keuangan masyarakat,” ucap Syarief.
l l l
Komara adalah lelaki asal Garut, Jawa Barat (Jabar). Namun, tak ada yang tahu persis bagaimana riwayat hidupnya. Berdasarkan penyelidikan sementara po-lisi, Komara awalnya seorang penjual kerupuk di atas kereta api. Lalu, ia beralih profesi menjadi pengelola daging sapi.
Ilmu itu didapatnya ketika mondok di sebuah pesan-tren di Palembang, Sumatera Selatan. Di sana, se-lama 16 tahun, Komara disebut-sebut berguru pada seorang habib. Pengalaman mengelola daging itu kemudian ditularkan ke warga di Perum Bukit Cika-sungka, Kecamatan Solear. Komara menghuni rumah di Blok A, D, dan F No. 4 dan 5 di kampung itu, yang juga menjadi markas KLB.
“Pak Ustad datang ke sini tahun 2008,” kata salah satu menantu Komara, Muhammad Salam alias Ucok (26), kepada majalah detik.
Semula, Komara menggelar arisan daging yang beranggotakan keluarga terdekat. Namun, karena banyak yang tertarik, maka dibentuklah perusahaan bernama PT Transindo Jaya Komara (TJK). TJK itulah yang menjadi embrio KLB, yang berdiri secara resmi tahun 2011.
Pada awal berdiri, Komara menunjuk keluarga sen-diri sebagai pengurus. Tanpa menunggu lama, kope-rasi itu segera kebanjiran investor. Komara menjanji-kan keuntungan yang berlipat-lipat dari setiap paket investasi yang ditawarkan.
Namun, ketertarikan investor terhadap KLB juga sedikit banyak dipengaruhi oleh statusnya sebagai se-orang ustad. Para investor itu percaya sang ustad tak akan menipu. “Siapa sangka kan kalau seorang ustad
Komara (berpeci) istimewa
geger koperasi langit biru
Fokus
mau menipu?” kata seorang PNS di Tangerang, yang menjadi investor KLB, kepada majalah detik.
Komara ternyata juga pandai meyakinkan calon ‘korbannya’. Ia menjamin uang yang diinvestasikan di KLB aman. Dari jaminan itu, seorang investor tak hanya ikut menanam modal, tapi juga menyebarkan informasi kepada orang lain sehingga downline-nya melimpah ruah.
“Dia itu pintar. Kalau dilihat itu mukanya, nggak ada lah itu bohong-bohongnya,” kata Kepala Dinas Koperasi Provinsi Banten, Muhammad Basri, kepada
majalah detik.
Seluruh uang yang keluar masuk KLB diatur lang-sung oleh Komara, meski pengurus KLB makin ber-tambah banyak. Dalam menjalankan koperasi, Ko-mara tak menyimpan uang investasi KLB itu di bank. Alasannya, bank mengandung riba dan karenanya haram.
Jadi, semua transaksi yang dilakukan berbentuk tunai atau cash. Setiap investor yang hendak menyerahkan modalnya juga datang langsung ke rumah Komara. Uang yang berjumlah triliunan itu disimpan di sebuah gedung yang berada di kompleks rumahnya.
“Saya sering melihat para nasabah setor ke ustad, bahkan seorang polisi di Serang investasi Rp 100 juta,” ungkap Buhori.
Tak bisa dibayangkan, pemandangan segunung uang yang disimpan Komara di gedung C itu. Seorang investor KLB yang pernah masuk ke gedung itu me-ngatakan, ia melihat tumpukan uang yang dimasukkan dalam kardus-kardus besar.
“Di sana banyak uang yang berceceran di lantai, itu sudah dianggap biasa,” kata sang sumber kepada
majalah detik.
Seorang investor KLB mengaku pernah ditunjuk-kan sehelai foto oleh seorang tangan ditunjuk-kanan Komara
Dia itu pintar.
Kalau dilihat
itu mukanya,
nggak ada lah
itu
bohong-bohongnya.
“
geger koperasi langit biru
Fokus
bernama Prasetyo. Foto itu begitu mencengangkan. Dengan bangganya, Prasetyo berfoto dengan pose sedang mandi uang. Sayang Prasetyo belum bisa diklarifikasi. Dihubungi via telepon dan dikirimi pesan pendek, ia tidak merespons.
Basri mengaku kaget bukan kepalang ketika staf ke-uangan KLB mengungkapkan uang-uang itu disimpan di rumah Komara. Ia pun bertanya jumlah aparat ke-amanan yang disewa untuk menjaga uang sebanyak itu. “Kan gila itu,” ucap Basri yang mengaku telah menegur Komara supaya menghentikan hobi money game itu.
Mengenai pengamanan koperasi, didapat pula be-berapa cerita yang menarik. Disebut-sebut, Komara memang membayar sejumlah aparat untuk menjaga kantor KLB. Aparat itu juga sering diminta stand by
saat pembagian bonus.
Lalu, Komara juga terkadang menyewa jawara un-tuk tenaga pengamanan. Yang paling menggelikan, Komara mengaku tak membutuhkan bantuan peng-amanan, sebab uang koperasi dijaga oleh seribu ma-laikat. Cerita ini menyebar ke telinga banyak investor.
“Ketika ke Bapepam, Pak Ustad juga mengatakan hal itu,” tutur seorang yang mengetahui pertemuan Komara dengan Bapepam-LK.
Kekayaan Komara, yang diduga berasal dari uang koperasi, dan juga dari sejumlah subbisnis KLB, kini tak terkira lagi. Selain rumah dan pekarangan (total 2 hektar) yang menjadi markas KLB, Komara mempu-nyai rumah di sejumlah tempat. Ia juga memiliki aset berupa tanah yang jumlahnya berjibun.
Komara dikabarkan juga punya banyak istri, yang juga dipakainya untuk melebarkan jaringan KLB. Namun, mengenai jumlah istri Komara itu, isunya simpang siur. Ada yang menyebut istri Komara empat, tapi ada juga yang bilang sembilan. “Istrinya
sembil-Rumah Komara detikFoto
geger koperasi langit biru
Fokus
an,” kata Buhori.
Sepengetahuan Ucok, mertuanya punya tujuh istri. Istri pertama tinggal bersama Komara di Cikasungka, istri kedua di Perum Guru, ketiga di Cikuya, keempat di Citra Maja, kelima di Citeras, keenam di Solear, dan ketujuh di Garut. Ucok sendiri meminang putri Komara dari istri yang pertama.
Menurut Ucok, setiap mempersunting istri baru, Komara selalu membelikan si wanita rumah atau mobil mewah. Tapi istri yang terakhir minta uang se-bagai syarat nikah. “Yang ketujuh diberi Rp 2 miliar,” ungkapnya. Basri menambahkan, bila perempuan yang akan dikawini sudah bersuami, Komara minta mereka bercerai dulu. Polisi memeriksa 17 orang dan akan memeriksa para istri Komara. (Wan/yog)
Menantu:
Ustad Jaya
Komara Banyak
Menolong Orang
Reporter: Isfari Hikmat
d
i mana Jaya komara kini ber-ada? Seperti apa keseharian-nya? Berikut wawancara Isfari Hikmat dari majalah detik dengan Mohammad Salam alias Ucok, me-nantu Jaya Komara:Seberapa jauh anda mengenal Ustad Jaya Komara?
Masih ada hubungan saudara. Tapi menantu ini kan pendatang untuk keluarganya Pak Ustad. Saudara jauh lah, karena istri saya juga tidak
Komara
selalu
membelikan
wanita
pujaannya
rumah
atau mobil
mewah.
“
“
geger koperasi langit biru
Fokus
terlalu dekat dengan beliau. Baru dengan kejadian ini, baru kelihatan siapa-siapa saudaranya.
Pandangan Anda tentang Ustad Jaya Komara seperti apa?
Sebenarnya saya tidak terlalu tahu masalah Pak Ustad. Saya juga baru tahu setelah mendengar cerita-ce-rita dari warga sekitar. Seperti yang sudah diceritakan orang-orang. Dia itu benar-benar sudah menolong banyak orang.
Menolong seperti apa?
Dengan adanya investasi ini, Pak Ustad benar-benar menolong ba-nyak orang. Lingkungan di sini yang tadinya sepi sekarang jadi berkem-bang kayak gini. Pemuda di sini ba-nyak yang tidak ada pekerjaannya, mereka kini jadi dapat pemasukan dengan adanya perusahaan ini. Me-reka yang tadinya tidak ada kerjaan, bisa bantu-bantu kalau ada pemba-gian bonus.
Sekarang dia dituduh membawa kabur dana investor. Bagaimana tanggapan Anda?
Orangnya baik kok, tidak punya niat untuk membawa kabur uang investor, apalagi keberadaan beliau juga sangat menolong warga sini. Tidak seperti anggapan orang di ma-na-mana saat ini. Dia sudah benar-benar membantu banyak keluarga
di sini. Mereka yang tadinya makan daging hanya setahun sekali, kini jadi tiap bulan.
Karyawan kantor hari itu tetap masuk kerja?
Bagaimana mau kerja karena tidak ada titik terangnya. Kalau masuk kerja bisa jadi bulan-bulanan inves-tor yang tidak mau tahu. Ternyata di rumah sudah ada yang nyamperin
sampai tiga mobil, tidak tahu itu investor dari mana. Nanyanya juga sudah logat-logat tidak enak, sudah sangat kasar. Habis dari mobil, gantian rombongan motor datang. Untung kita diamankan Koramil.
Bisa diceritakan saat ribuan in-vestor mengamuk?
Pas tanggal 1 Juni saya di sini. Dari Jumat malam ternyata sudah penuh (investor), ada yang menginap di sini. Paginya kita diam saja. Mere-ka pada masuk semua. Kami hanya menunggu kabar di luar. Kalau kita ikut masuk koperasi juga, bisa mati konyol. Kita akhirnya menunggu sampai jam 6 sore. Kita membagikan kuitansi di sini, tapi tidak ada kabar
Siapa yang menghadapi investor saat itu?
Orang segitu banyaknya. Mereka yang bertitel pun tidak akan berani meredam orang seperti itu.
geger koperasi langit biru
Fokus
LiKa-LiKU Langit BiRU
9 JULI 2009
Jaya Komara mendi-rikan PT Transindo Jaya Komara (TJK). Dengan usaha investasi dan pengelolaan daging sapi
dengan 62 supplier
pe-ternakan, penggemukan, pemotongan dan pendis-tribusian daging sapi.
ApRIL 2011
PT TJK mengajukan
pendirian koperasi dengan nama Koperasi
Serba Usaha (KSU) Langit Biru. Jaya Komara jadi ketua dengan anggota 64 orang. Simpanan pokok Rp 1,1 juta dan simpanan wajib Rp 500 ribu.
JULI 2011
Meski ditetapkan seba-gai koperasi, proses in-vestasi yang dulu dilaku-kan PT TJK ternyata terus dilakukan. Ini menyalahi aturan, apalagi koperasi belum melakukan RAT dan tidak melaksanakan ketentuan koperasi.
28 OKtOBeR 2011
Dinas Koperasi Provinsi Banten memberi teguran. Koperasi harus mengikuti aturan Kementerian Kope-rasi, seperti aktivitas usa-ha, bukti transaksi antara koperasi dengan yang lain, dan hal-hal notarial yang menunjukkan kekoperasi-an. Teguran tak digubris.
FeBRUARI 2012
Mendapat teguran lagi dari Dinas Koperasi
Provinsi Banten. Koperasi Langit Biru diminta menghentikan investasi.
KLB lalu menghentikan
proses pendaftaran investasi. Pembagian bonus investor mulai terhambat. ApRIL 2012 Direktur utama se ka ligus pendiri Ko perasi Langit Bi ru mulai tidak mengurusi koperasi. MeI 2012 Jaya Komara tidak lagi mun-cul di lingkungan kantor Koperasi Langit Biru.
31 MeI 2012
Investor dari ber-bagai daerah menye-rang kantor Koperasi Langit Biru dan men-jarah barang-barang serta aset kantor.
geger koperasi langit biru
Fokus
Seribu ModuS
inveStaSi bohong
Beragam modus digunakan perusahaan investasi Bohong
untuk menjaring nasaBah. iming-iming Bunga tinggi, memBuat
masyarakat lupa ada risiko. korBannya Beragam, ada anggota dpr.
reporter: monique shintami, m. rizal
(Rachman haRyanto/detikFoto)
b
uhori menatap nanar kantor Multi LevelMarketing Gradasi Anak Negeri (MLM GAN) di kawasan Taman Cibodas, kota Tangerang yang masih dipasangi garis polisi. Laki-laki berumur 42 tahun ini mengaku baru sebulan menjadi nasabah MLM GAN. Tapi ia langsung kena sial.
Ia mengambil paket 16 hari dengan jumlah uang
geger koperasi langit biru
Fokus
minggu Buhori berhak menda-pat pembagian keuntungan Rp 500.000. Namun baru empat kali menerima bonus, pembayar-an mulai seret, hingga akhirnya terhenti sama sekali.
Ternyata selain di GAN, sejak delapan bulan lalu, Buhori juga menjadi nasabah Koperasi La-ngit Biru (KLB) yang belakang-an juga mengalami gagal bayar. Namun uang sebesar Rp 15 juta yang ditanam Buhori di koperasi binaan Haji Komar itu, sudah hampir balik 100 persen. Jadi ia tak terlalu khawatir.
Sebelumnya Buhori juga pernah jadi korban saat ikut MLM Spee dylink, sejenis investasi menggunakan mata uang Euro yang berkantor di Pancoran, Jakarta Selatan. Investasi ini juga bermasalah, sehingga uang puluhan juta rupiah yang ditanam Buhori tak jelas rimbanya.
Buhori mengaku berani menanamkan uangnya di KLB dan MLM GAN, karena menurutnya keduanya berbeda dengan MLM Speedylink. “Kalau di KLB itu investasinya banyak, bisa minyak goreng, tambang emas atau daging sapi. Saya masuknya bertahap. Setiap setor Rp 1,5 juta maka setiap bulan saya dapat keuntungan Rp 300.000,” ujarnya. Tetapi setelah MLM GAN dan KLB mandek, Buhori pun kapok.
Buhori mungkin tak sendiri. Tak terhitung jumlah warga yang berniat membiakkan uangnya, justru me-nuai rugi. Ada yang disebabkan ketidaktahuan mereka, tetapi tidak sedikit akibat keserakahan atau keinginan untuk menjadi kaya dalam waktu singkat.
Ini tergambar dari banyaknya kasus yang dita-ngani Satgas Waspada Investasi, seperti Balicon Life
Koperasi Langit Biru (KLB) detikFoto
geger koperasi langit biru
Fokus
Insurance, perusahaan asuransi tanpa izin di Bali, Koperasi Karangasem Membangun, yang melibatkan ribuan warga setempat, Fatrial Member yang berope-rasi di Cilacap dan Palembang, serta Cahaya Forex di Yogyakarta.
Ketua Satgas, Sarjito memaparkan banyak peru-sahaan investasi yang berbungkus koperasi atau pe-rusahaan multi level marketing. Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan juga mengakui koperasi sering disalahgunakan.
“Kenapa dia buat koperasi? Karena memang mudah untuk mengibuli masyarakat. Dengan koperasi, masyarakat bisa terbius,” ujar Syarief sambil menambahkan pihaknya sulit melakukan pengawasan. Pasalnya wewenang untuk mengeluarkan izin dan mengawasi usaha koperasi, di tangan pemerintah daerah.
Sementara PT Finansial Bisnis Informasi (PT FBI) mengungkap, 22 kasus investasi bohong dalam kurun 1997-2009, menggunakan beragam modus. Selain bisnis MLM dan koperasi simpan pinjam, modus lain-nya adalah perdagangan umum, usaha agrobisnis, arisan berantai, bank ilegal hingga pembagian harta peninggalan kerajaan nusantara. Namun pada intinya, mereka sama-sama menawarkan imbal balik tinggi dengan cara mudah.
Perusahaan investasi yang bermasalah biasanya tidak jelas izinnya. Produk yang ditawarkan juga tidak jelas. “Kalau ditanya, mereka jawab bisnis ini, deng-an iming-iming imbal balik besar. Padahal kenyatadeng-an mereka gali lubang tutup lubang,” ujar Sarjito.
Masyarakat juga sering terjebak pada praktik money game yang berkedok MLM. Padahal ada perbedaan mendasar antarkeduanya. MLM adalah sistem dis-tribusi barang yang besaran bonusnya tergantung omzet penjualan yang didistribusikan melalui
jaring-Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan.
geger koperasi langit biru
Fokus
annya, sehingga meski telah memiliki banyak bawah-an, tanpa omzet, bonus tidak akan diperoleh.
Sementara dalam permainan uang, bonus didapat dari perekrutan downline, sehingga orang yang berga-bung lebih awal akan lebih diuntungkan. Sedangkan nasabah yang bergabung belakangan potensial me-rugi, karena mereka akan kesulitan mengembangkan
downline.
Bisnis agrobisnis antara lain digunakan PT Qurnia Subur Alam Raya (PT QSAR) yang meledak pada 2002. Perusahaan yang berkantor di Sukabumi, Jawa Barat ini menawarkan keuntungan 50-100 persen bagi in-vestor yang menanamkan uangnya di usaha agrobis-nis yang dikelolanya. Karena tergiur pada hasil tinggi, sekitar 6.800 investor harus kehilangan uang mereka. Iming-iming imbal balik yang tinggi, memang efektif menjaring minat masyarakat. Hasil besar dalam wak-tu singkat sering membuat ‘investor’ gelap mata dan lupa menghitung risiko. Bahkan mereka sering alpa mengecek apakah perusahaan investasi itu benar-benar memiliki usaha atau hanya memutar uang.
Awalnya pengelola investasi bohong memang lancar membayar bunga, sehingga nasabah percaya. Namun lama-kelamaan pembayaran seret, karena untuk membayar bonus yang dijanjikan, mereka harus gali lubang tutup lubang.
Kasus PT Wahana Bersama Globalindo (WBG) yang meledak pada 2006, misalnya. Perusahaan ini sa-ngat meyakinkan, sehingga sejumlah anggota dewan terbujuk untuk menginvestasikan uangnya. Selama hampir sepuluh tahun WBG membayar bunga sebesar 2,5 persen per bulan, sesuai janjinya.
Di saat yang sama, para downline-nya juga gencar menjaring nasabah baru, atau membujuk nasabah lama untuk memperbesar investasinya. Baru setelah pembayaran bunga bermasalah, pada 2006 nasabah
Hasil besar
dalam waktu
singkat sering
membuat
‘investor’
gelap mata
dan lupa
menghitung
risiko.
“
“
geger koperasi langit biru
Fokus
mulai resah dan berusaha menarik dananya. Awal 2007 tiba-tiba manajemen menghilang bersama dana nasabah.
Meski telah banyak memakan korban, investasi bohong tetap saja tumbuh. Hal ini disebabkan masih lemahnya pengawasan yang dilakukan pemerintah serta perizinan yang tumpang tindih. Aparat juga se-ring telat bertindak.
(ami/yog)
t
ingkat pengembalian(return) memang menjadi tujuan utama dalam berinvestasi. Namun, harus diingat, dalam berinvestasi juga ada risiko yang harus dihadapi. Bisa dikatakan investasi merupakan pilihan antara return dan risiko. Risiko yang muncul sebanding dengan
return yang diinginkan.
Seorang investor yang tak berani menghadapi risiko besar, jangan ber-harap return yang besar pula. Seba-liknya jika menginginkan return yang tinggi, juga harus siap menghadapi risiko tinggi, termasuk kehilangan uangnya.
“Sangat penting bagi investor un-tuk memilah-milah dan memeriksa secara mendetail investasi yang akan dilakukan, jangan hanya ber-fokus pada return yang dijanjikan. Lebih telitilah pada risiko yang me-nyertainya, dan selalu waspada akan kemungkinan risiko yang tidak dibe-ritahukan,” ujar pakar investasi dari PT Finance Bisnis Indonesia, Adler Manurung mengingatkan.
Terkait imbal balik ini, Kepala Biro pemeriksaan dan penyelidikan Bapepam LK Sarjito mengatakan, aturan yang ada tidak membenarkan perusahaan investasi menjanjikan imbal balik yang tetap. “Apalagi jika reporter: monique shintami
agar tak buntung
Menanam uang
geger koperasi langit biru
Fokus
angkanya tidak rasional. Bagaimana dia mengolah portofolio dengan keuntungan sedemikian besar?” ujarnya.
Angka yang rasional menurut Sarjito adalah yang tidak terlalu besar selisihnya dengan lazimnya sebuah bisnis keuangan. Ia mencontohkan, jika ada lembaga keuangan menjanjikan tingkat pengembalian 10 persen per bulan, sementara bunga yang dijamin LPS hanya 12 persen per tahun, itu patut dipertanyakan. “Jika dihitung kan jadi 120 persen per tahun. Jadi jangan lawan rasionalitas sendiri,” ujarnya.
Sayang, rasionalitas masyarakat sering tertutupi oleh kesuksesan sejenak yang diperlihatkan oleh orang sekitar. Ini tidak hanya berlaku di masyarakat awam, tetapi juga di kalangan pejabat dan kaum berduit lainnya.
Selain tingkat pengembalian yang rasional, masyarakat juga harus memperhatikan legalitas institusi pengelola modal. “Kalau perlu cek ke regulatornya, bisa lewat surat atau cek di website, SIUP-nya sesuai atau tidak dengan yang dilakukan?” tambahnya.
Seorang calon investor juga tidak boleh mengabaikan bidang usaha perusahaan investasi, tempat dia menanamkan uangnya. Pasalnya, banyak perusahaan investasi yang bermasalah berusaha di bidang yang tidak sesuai dengan izin yang dikantongi.
“Kalau dia mengelola dana nasabah, maka harus punya izin sebagai manajemen investasi. Kalau dia melakukan bisnis perbankan yang memberikan produk deposito, dia harus berbentuk bank,” pungkas Sarjito. Sedangkan instrumen yang dipilih, tinggal disesuaikan dengan tujuan investasi.
(ami/yog)
Ketua Satgas Waspada investasi, Sarjito detikFoto
lensa
Tap untuk melihat foto lebih besar
air mata
Venus
Warga menyaksikan 'Air Mata Venus' saat matahari tenggelam di Wina, Austria Rabu 6 Juni 2012. Fenomena yang ditandai dengan munculnya bayangan Venus di matahari ini akan terulang setiap 105 tahun. (REUTERS/LiSi NiESNER)
lensa
Tap untuk melihat foto lebih besar
air mata
Venus
Foto yang diambil NASA, dengan jelas menunjukkan bayangan planet Venus saat mulai menutupi matahari pada Selasa 5 Juni 2012. Fenomena langka ini terjadi Selasa dan Rabu saat Venus bergerak di antara bumi dan matahari. Fenomena ini diperkirakan akan terulang pada 2117. (REUTERS/NASA)
lensa
Tap untuk melihat foto lebih besar
air mata
Venus
Foto yang diambil NASA dengan menggunakan kamera satelit ruang angkasa. Tampak jelas posisi planet Venus yang tampak seperti noktah hitam menutupi matahari pada Selasa 5 Juni 2012. (PhoTo by SDo/ NASA ViA GeTTy imAGeS)
lensa
Tap untuk melihat foto lebih besar
air mata
Venus
Siswa sekolah menggunakan negatif film menyaksikan fenomena Air Mata Venus, di Manila, Philipina Rabu 6 Juni 2012. Selama dua hari Venus melintas di antara bumi dan matahari. (REUTERS/ERik DE CASTRo)
nasional
Reporter: Evi Tresnawati, Fajar Pratama
MK bERhasil MEMuasKan haTi PEMohon uji MaTERi
jabaTan waMEn MauPun PEMERinTah. jalan TEngah
MK MEMasuKKan waMEn dalaM KabinET. naMun
Posisi ini Kini REnTan jadi ‘bancaKan PoliTiK’.
Semua PuaS LaLu
Jadi Bancakan
ANTARA/PusPA PeRwiTAsARi nasional
nasional
R
aut muka Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengeras begitu duduk di ruang sidang Pleno Gedung MK, Jakarta Pusat. Se-belum membuka sidang, diraihnya mikrofon di hadapannya untuk berbicara. Ia siap mengawali persidangan dengan amarah.Delapan hakim konstitusi mengapitnya di deretan kursi majelis. Mereka telah duduk berjajar di kursi majelis, lengkap dengan toga berwarna hitam dan merah. Amarah Mahfud tumpah dalam intermeso se-belum sidang putusan atas uji materi UU No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara.
“Jangan membuat provokasi yang tidak-tidak. Jang-an coba-coba menekJang-an, kita ini tidak bisa ditekJang-an oleh penguasa, apalagi LSM,” tegasnya sambil memegang mikrofon.
Selasa 5 Juni 2012, sembilan hakim konstitusi akan menentukan nasib jabatan yang diduduki oleh 20 orang dalam pemerintahan SBY. Mahfud gerah atas per-nyataan pemohon uji materi, LSM Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GNPK). Me-reka menuding MK sengaja memperlambat putusan karena intervensi penguasa.
GNPK mengajukan uji materi ini pada 25 Oktober 2011. Mereka menggugat jabatan wakil menteri (wa-men) dalam pasal 10 UU Kementerian Negara sebagai jabatan inkonstitusional. Namun baru pada 5 Juni 2012 MK memberikan putusan.
Untungnya, amarah Mahfud bertahan pada interme-so saja. Ia menjelaskan lamanya proses persidangan merupakan kewenangan MK. Ia menganggap pernya-taan GNPK sebagai intervensi melalui pemberipernya-taan.
Uji materi UU Kementerian Negara memang permasalahan pelik. Presiden telah mengangkat 7 wamen di awal pembentukan kabinetnya. Jumlah wamen bertambah 13 ketika reshuffle kabinet dilakukan
Jangan
membuat
provokasi yang
tidak-tidak.
Jangan
coba-coba menekan,
kita ini tidak
bisa ditekan
oleh penguasa,
apalagi LSM.
“
nasional
pada Oktober 2011.
Direktur Litigasi Kementerian Hukum dan HAM Mualimin Abdi, selaku perwakilan pemerintah, tak dapat menyembunyikan ketegangannya ketika meng-ikuti sidang. Matanya tak lepas dari sembilan hakim konstitusi yang menggilir pembacaan keputusan se-tebal 83 halaman.
Ketegangan ini segera pecah ketika Mahfud mem-baca amar putusan di bagian akhir putusan MK. Maje-lis hakim konstitusi tidak menyatakan jabatan wamen
sebagai jabatan inkonstitusional. MK hanya membatalkan penje-lasan pasal 10 UU Kementerian Negara.
“Penjelasan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik In-donesia Nomor 4916) bertentang-an dengbertentang-an Undbertentang-ang-Undbertentang-ang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” ucap Mahfud membacakan amar putusan.
Kalimat inilah yang mengubah raut dingin di wajah Mualimin jadi senyum. Putusan ini masih memberi keleluasaan kepada presiden untuk mengangkat wa-men. Presiden dapat mengangkat wamen dari luar pegawai negeri sipil (PNS). “Mantap!” ujar Mualimin.
Putusan ini menyesuaikan jabatan wamen sebagai kewenangan eksklusif presiden, yakni masuk ke da-lam kabinet. MK mencabut penjelasan mengenai per-syaratan wamen dari karier sehingga presiden hanya perlu mengeluarkan keputusan presiden (keppres) baru untuk memberikan kepastian hukum. Keppres saat ini masih menggolongkan wamen sebagai pejabat karier.
Ketua GNKP Adi Warman mengaku cukup puas
Ketua Gerakan Nasional
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GNPK) Adi Warman (kedua kanan) usai menerima salinan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang permohonan gugatan posisi Wakil Menteri di Jakarta. ANTARA/PusPA PeRwiTAsARi
nasional
dengan hasil ini. GNKP ingin kejelasan atas posisi wa-men dalam pemerintahan. Ia khawatir selama ini po-sisi wamen hanya untuk memberikan jabatan kepada orang dekat presiden. “Ini sudah baguslah, tergantung presiden nanti, kalau sekarang kan nggak jelas jenis kelaminnya,” jelasnya.
Risiko Politik
Putusan ini memiliki risiko politik. Masuknya jabatan wamen sebagai ba-gian kabinet berimbas pada sikap partai politik anggota koalisi. Mereka akan menganggap posisi ini sebagai jabatan yang layak diperebutkan.
‘Bancakan’ politik posisi wamen ini tidak bisa menjamin tersedianya ke-butuhan bantuan teknis ataupun pro-fesional bagi menteri. Presiden selaku pemegang hak prerogatif dapat menunjuk berdasar kedekatan politik, padahal jabatan ini ditujukan untuk membantu menteri dalam melaksanakan tugasnya. Risiko politik ini akan mengaburkan kebutuhan bantu-an kalbantu-angbantu-an karier birokrasi dbantu-an profesional.
“Wamen kan untuk mengimbangi menteri. Misalnya di satu kementerian, menteri dan wamen sama-sama dari parpol dan sama-sama oon (bodoh) bagaimana?” kritik Pengamat Hukum Tata Negara UGM, Zainal Ari-fin Mochtar.
Putusan ini juga jadi jawaban atas kekecewaan calon wamen yang gagal, Anggito Abimanyu. Ia jadi salah satu saksi sidang ini. SBY menjanjikannya jabat-an wamen untuk membjabat-antu Menkeu Sri Mulyjabat-ani pada Desember 2009. Tapi janji menguap sehari sebelum pelantikan. Alasannya syarat jabatan. Wamen setidak-nya harus menjabat sebagai PNS dengan golongan IA, sedangkan saat itu Anggito baru golongan IB. (aRY/Yog)
Wakil Menteri Keuangan Bayu Krisna Mukti mendapat ucapan selamat dari Presiden usai dilantik.
nasional
Reporter: Aryo Bhawono
SingApuRA dAn MAlAySiA MengAdili
pARA pejABAtnyA yAng didugA
MeneRiMA SuAp AtAu gRAtifikASi SekS.
pRAktek hARAM itu jugA teRjAdi di
indoneSiA. BeluM AdA AtuRAnnyA.
Kapan Suap SeKS
Jadi Haram JadaH
nasional
“Ada. Pokoknya di booking di room sendiri dan bisa di pegang, cium dan suruh ngisep. 1 jam 500. Kita milih.” “Bukan dari Jawa dan bukan dari Sasando.”
“Ada yang dari Sunda atau Manado”
T
iga pesan singkat itu terekam dalam telepon genggam milik Hakim Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta, Dwi Djanuwanto. Seorang pihak beperkara mengirimkannya pada tanggal 8 Januari 2008, ketika dirinya menjabat sebagai Hakim PN Kupang.Selasa 22 November 2011, salinan pesan ini sudah berada di hadapan tujuh anggota Majelis Kehormatan Hakim (MKH) di ruang Wiryono, Gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta Pusat. Ketua MKH Abbas Said membacakan pemecatan Djanu berdasar pesan sing-kat itu. Dwi dinyatakan melanggar kode etik dengan meminta suap pelayanan seksual dan tiket pesawat, ia dipecat selaku hakim.
“Hakim terlapor mengirim SMS permintaan penari striptis (penari bugil-red) kepada pengacara,” ungkap-nya di tengah enam anggota MKH.
Djanu merupakan salah satu catatan kasus suap seks yang melibatkan hakim selaku penyelenggara negara. Selain Djanu, MA juga melakukan pemecat-an terhadap Hakim Mahkamah Syariah Tapaktupemecat-an Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Dainuri terkait suap seks. Ia dilaporkan melakukan hubungan mesra dengan pihak beperkara dalam perkara perceraian.
Namun sayang, kasus ini hanya berhenti pada sank si pemecatan, padahal unsur pidana suap dalam kasus ini sudah terpenuhi. Suap seks di Indonesia masih lepas dari jeratan hukum pidana.
Penanganan suap seks ini berbeda dengan negara tetangga, Singapura, yang sudah menerapkan penjeratan terhadap pelaku suap seks. Rabu 6 Juni
Hakim
terlapor
mengirim
SMS
permintaan
penari striptis
(penari
bugil-red) kepada
pengacara.
“
“
nasional
2012, mantan Komando Pertahanan Sipil Singapura (SCDF), Peter Lim, diajukan ke pengadilan dengan dakwaan menerima suap seks.
Biro Investigasi Korupsi Singapura menangkap Peter pada Januari lalu. Ia diduga menerima gratifikasi seks dari rekanannya sebagai imbalan atas kontrak proyek teknologi informasi semasa menjabat sebagai komando (SCDF). Biro Investigasi Korupsi Malaysia mencatat, Peter menerima imbalan jasa seks dari 3 wanita yang menjadi rekanannya.
“Dia (Peter) didakwa melakukan korupsi dengan menerima gratifikasi seks dari 2 wanita yang merupakan rekanan dan seorang wanita yang diduga akan menjadi rekanan SCDF dalam 10 kesempatan berbeda, dengan rentang waktu antara Mei 2010 hingga November 2011,” ujar juru bicara Agensi Antikorupsi Singapura, seperti dilansir Reuters.
Malaysia juga menerapkan hukum serupa. Pada 8 Juni 2012, Media Malaysia, The Star, menyebutkan Ko-misi Antikorupsi Malaysia mengajukan empat orang ke pengadilan atas dugaan suap seks. Empat orang itu antara lain Mohd Amirul Erwan Mohd Roslan (35), Mohd Zambri Mohd Afandi (44), Shamsul Yusri Moha-mad (41), dan Rahizalkhiri Rahim (37).
Mereka diduga minta pengusaha Cayenne KTV Holliday menyediakan perempuan untuk layanan seks. Layanan ini diberikan untuk membantu pengusaha mendapat penghargaan dari negeri bagian Perak, yakni gelar ‘datuk seri’. Namun pengadilan membebaskan keempatnya dari dugaan ‘Operasi Datuk’ ini.
Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki menyebutkan lembaganya pernah berniat untuk menindaklanjuti pelanggaran etika suap seks kepada penegak hukum, polisi dan KPK. Namun langkah ini terhambat karena tidak ada aturan internal untuk melimpahkan
pelang-Peter Lim
Dwi Djanuwanto istimewa
nasional
garan etika hakim ke ranah pidana dan belum ada kerjasama antara KY maupun MA dengan kepolisian atau KPK.
Penjeratan gratifikasi seks di Indonesia masih jauh dari harapan. Wakil Ketua KPK mengungkapkan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pi-dana Korupsi tidak menjangkau pada eksploitasi sek-sual sebagai suap. Padahal ia mengakui seks menjadi salah satu alat suap bagi penyelenggara negara.
Suap seks biasa tersembunyi pada bonus rekanan pejabat seperti mengeksploitasi perempuan dengan memberikan full service perempuan bayaran, mem-berikan layanan karaoke plus plus, menanggung bia-ya clubbing dengan segala minuman haram dan gadis pendampingnya, memberikan paket spa dan massage
plus plus, serta memberikan paket liburan dengan menanggung seluruh biaya pesawat, hotel, mobil, sampai oleh-olehnya.
“Ada ketentuan gratifikasi yang sudah diatur di UU Antikorupsi. Yang diatur soal pemberian hadiah, belum secara eksplisit soal seks,” jelasnya.
KPK pernah melakukan tindakan tegas ketika penyidiknya, Kompol Brotoseno, memiliki hubungan asmara dengan salah satu pihak terkait kasus dugaan suap pembangunan Wisma Atlet yang kini menjadi tersangka, Angelina Sondakh. Padahal Brotoseno menjadi anggota tim penyidik kasus ini. Untungnya KPK mengantisipasi dengan melakukan mutasi.
KPK memahami rentannya asmara dijadikan alat suap. Antisipasi yang sama harusnya dapat diber-lakukan dalam menangani suap seks. “Gratifikasi harusnya diartikan secara luas, tidak saja berbentuk uang, tetapi juga pelayanan lainnya. Gratifikasi sangat beragam dari ‘sajadah sampai haram jadah’,” tandas Peneliti Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) Ja-mil Mubarok. (ARy/yog)
Ada ketentuan
gratifikasi
yang sudah
diatur di UU
Antikorupsi.
Yang
diatur soal
pemberian
hadiah,
belum secara
eksplisit soal
seks.
“
“
kriminal
Bila Mahasiswa Tak
Kuat Menahan Nafsu
Beginilah akiBatnya kalau tak kuat menahan nafsu.
seorang mahasiswa di Pondok aren, Bintaro,
memerkosa dan memBunuh PemBantu. kini, ia harus
menanggung PerBuatannya di Penjara.
reporter: Bahtiar rifai
detikFOtO
Romlih dan Denish
R
uaNg penjara yang sedikit tak terawat itu kini menjadi hunian bagi Denish (20). Tak dirasa-kannya lagi ruang kuliah nyaman dan ber-AC. Di sel Polsek Pondok Aren, Bintaro, Jakarta Selatan, hari-hari Denish juga tak lagi diwarnai canda dan tawa teman-teman sekelasnya.kriminal
ma di Jakarta Selatan itu harus berbagi tempat dengan lima orang tahanan lainnya. Wajah pemuda berambut gondrong ini selalu tertunduk. Kaus kuning dan celana pendek membalut badannya yang cungkring.
Denish digelandang polisi pada Senin 4 Juni 2012 lalu dari rumahnya, Jl. Perkici V No. 17, Pondok Aren, setelah sempat buron. Dia menjadi tersangka kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Reina (20), seorang pembantu sebuah rumah di kompleks yang sama. Polisi juga menahan Romlih (45), satpam kompleks yang membantu aksi bejat mahasiswa semester 3 itu.
Kepada majalah detik, Denish tak mau mengakui perbuatannya itu. Alasannya, pada malam kejadian, Kamis 17 Mei 2012, ia sedang asyik berada di rumahnya sendiri. “Demi Allah saya nggak ngelakuin itu,” katanya dengan suara terbata-bata.
Namun, Denish tampaknya akan sulit berkelit. Sebab, Romlih yang juga ditahan di Polsek Pondok Aren mengakui semua perbuatan keduanya pada Kamis dinihari itu. Peristiwa bermula ketika Denish tiba-tiba muncul di belakang Romlih yang tengah berjaga di pos satpam kompleks.
Sekitar pukul 02.00 WIB itu, Denish mengaku sedang ingin melampiaskan nafsu berahi. Mendengar keinginan teman mengopinya itu, Romlih pun mengajak Denish untuk berkeliling kompleks dengan mengendarai sepeda motor.
Berdua mereka berhenti di depan rumah No. 1, Jl. Perkici VII RW 10 RT 5. Rumah itu adalah milik Paulus Pongki, majikan Reina. Pongki biasa bekerja pada malam hari, sehingga malam itu Reina hanya seorang diri di rumah.
“Di sini kalau lu mau melampiaskan nafsu,” kata
Polisi juga menahan
Romlih (45), satpam
kompleks yang
membantu aksi bejat
mahasiswa semester
3 itu.
“
kriminal
Romlih kepada Denish.
Tak kuat lagi menahan gairahnya, Denish pun meloncati pagar rumah. Kepada Reina, awalnya ia mengaku sekadar ingin bertamu. Namun, ia lalu merayu pembantu asal Wonosobo, Jawa Tengah itu untuk berhubungan badan. Keinginan itu langsung ditolak Reina. Denish memaksa. Karena akan diperkosa, Reina pun berteriak minta tolong.
Mendengar suara teriakan, Romlih, yang ‘bertugas’ menjaga situasi kemudian panik. Ia meloncat pagar dan masuk ke dalam rumah. Di dalam, ia mendapati Denish tengah berusaha memerkosa Reina. “Saya pukul muka bagian kirinya (Reina), terus saya gigit bagian belakang leher,” kata Romlih.
Karena Reina terus berontak, Romlih yang bertambah gelap mata itu kemudian merebut pisau yang digenggam Denish. Ditusukkannya pisau itu ke badan korban sebanyak satu kali. Lalu, dengan santai ia keluar dari rumah untuk kembali berjaga-jaga.
Di dalam, Denish melanjutkan menghabisi nyawa
Lokasi kejadian bahtiar/detikFOtO
kriminal
korban. Ditusukkannya pisau itu ke tubuh Reina sebanyak empat kali. Niatnya memerkosa dilupakan dan diganti dengan membunuh. Tubuh Reina bersimbah darah. Setelah memastikan pembantu itu tewas, Denish kabur bersama Romlih.
Mayat Reina ditemukan majikannya pada siang hari. Sepulang dari kerja itu, Pongki tak mendapati pembantunya membuatkan kopi. Diperiksanya bagian kamar samping rumah. Benar saja, di situ ia menemukan pembantunya sudah tak bernyawa. Ia pun kemudian melapor ke polisi.
Kapolsek Pondok Aren Kompol Parmono mengatakan, polisi langsung memeriksa para satpam kompleks keesokan harinya. Di antara beberapa satpam kompleks, satpam yang menghilang ternyata Romlih.
Dari keterangan satpam lain, Romlih mengaku sakit dan tidak bisa memenuhi panggilan polisi. “Besoknya setelah kejadian, Romlih menghilang, ia izin sakit ke komandan,” kata salah satu rekan Romlih, Melik (27), kepada majalah detik.
Dari kecurigaan itu, polisi lantas menangkap Romlih di rumahnya di Kampung Pondok Melimbing, Jurama-ngu Barat, Pondok Aren. Kesaksian Romlih kemudian digunakan untuk menyeret Denish sebagai tersangka lainnya.
“Dari keterangan keduanya, pisau yang digunakan untuk menghabisi nyawa Reina, milik Denish. Mahasis-wa yang juga tetangga korban itu rupanya membaMahasis-wa pisau dari rumahnya,” ungkap Parmono.
Menurut Parmono, di dekat TKP, polisi juga menemukan handphone BlackBerry yang sudah rusak. Diduga, handphone itu milik korban yang sengaja dibuang oleh kedua pelaku.
(wan/yog)
Niatnya memerkosa
dilupakan dan diganti
dengan membunuh.
kriminal kriminal KRRIIIIN GG!!! siaaapppp !!! tinuninu t...
vro
oom
mm!!!
doo
rr..
dor
r..d
orr
..
HAA
PPP
!!!
Sungguh heroik tindakan yang dilakukan Suripno (68), seorang hansip di Sawah Besar,Jakarta Pusat. Ia membekuk bandar narkoba. Ia sampai terkena tembakan di bagian ketiak-nya. Berikut kisah heroik hansip Suripno:
Reporter: Evi Tresnawati
Ilustrasi: kiagus
Sementara Suripno dirawat di RS, pelaku digelandang ke
kantor Polisi. Polisi menyita barang bukti berupa 11 gram sabu-sabu, sebutir ekstasi, sepucuk pistol merek Sig Sauer, serta 5 butir peluru. Ia mengaku membeli pistol itu dari Kampung Ambon seharga Rp 4 juta. (WAN/YOG)
Sumber: Kabid Humas Polda Metro Jaya,
Aksi Heroik Hansip
Tangkap Bandar Narkoba
Malam mulai beranjak larut. Seperti biasa, hansip Suripno sedang melakukan patroli keliling di Jl. Kartini IX, RW 02, Kelurahan
Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu, 3 Juni 2012, itu.
Hmm, firasat ane enggak bagus, nih.
Jangan-jangan
mau ada maling kantor polisi
selamat malam...
ingin lapor pak..
hmmm.... ada 3 pengedar narkoba (husein,
dedi, Edi) yang mendapat narkoba
dari bandar hen-dri.
Di waktu yang sama, di kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.
Ayo kita tangkap bandar itu!
ALL for one and one for all!!!
kaboorr!!!
eits tunggu dulu, hendri itu orangnya
yang mana ya? ooohh...iya
juga yaa....
eehhh....
heeiiii!!!! jangan lariii!!! berhenti dong!!! haahhh...ada apa tuh.... oooppss... pelan2, jangan sampai ketahuan...
Tim Subdit Narkoba Polda Metro Jaya yang dipimpin oleh Kompol Ivon segera bergerak menuju kos Hendri.
dan seketika, mereka tiba di rumah hendri, Jl. Kartini IX.
dan hendri pun berlari ke arah jalan raya...
suripno secara kebetulan melihat pengejaran hendri oleh polisi.
Hey, tunggu, jangan kabur kamu
Suripno berusaha mencegah Hendri sambil berlari mengejar sang bandar narkoba itu.
Dari dalam bajaj, Hendri mengeluarkan pistol dan menembak sebanyak tiga kali ke arah anggota polisi, tetapi meleset.
dan tiba-tiba....
Suripno pun menyergap kaki Hendri yang masih menjuntai di bajaj.
Apa lo, minggir sana, gua tembak lo!
kena kamu!!!
ooo, ooouww....
ampuun pakk....
doo
rr..
Peluru tajam hendri mengenai ketiak kanan Suripno. Suripno roboh berlumur darah. namun dengan sigap polisi melumpuhkan suripno.
Suripno langsung dilarikan ke Rumah Sakit Husada oleh warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut.
hukum
Di tengah ketertutupan polri terhaDap rekening genDut pejabatnya,
muncul laporan harta tak wajar oleh seorang istri jenDeral polisi.
DiDuga, kekayaan jenDeral itu bernilai ratusan miliar.
reporter: irwan nugroho
detikfoto
A
nitA Agnes Alexandra siap pasang badan. Apa pun kemungkinan buruk yang terjadi, ia akan menghadapinya. “Saat ini saya masih berjalan sendiri. Lawyer saya hanya Allah SWT,” ucap Agnes saat berbincang dengan majalah detik.
Saat Jenderal Polisi
di-KPK-kan istri
hukum
Yuskamnur, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pekan lalu. Jenderal yang kini menjabat sebagai Direktur Kejahatan Ekonomi, Deputi Bidang Ekonomi, Badan Intelijen Negara (BIN) itu dilaporkan atas dugaan kepemilikan harta tak wajar.
Mantan model itu mengungkapkan, kekayaan suaminya sangat fantastis. Jumlahnya mencapai ratusan miliar. Harta itu terdiri dari rumah, tanah, apartemen, saham di sebuah sekuritas ternama, deposito, dan lain-lain. “Apa bisa polisi membeli apartemen Rp 2,5 miliar lebih?” katanya.
Menurut Agnes, kekayaan suaminya itu antara lain diperoleh dari penanganan illegal logging di Riau. Tahun 2002 itu, Yuskamnur masih menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Air dan Udara Polda Riau. Ia mengaku mempunyai segudang bukti-bukti yang kuat, dan semuanya diserahkan ke komisi antikorupsi.
“Semuanya ada 17 berkas. Itu adalah file yang asli, dan tidak bisa dipungkiri,” kata Agnes.
lll
Mudah ditebak, laporan itu dilatarbelakangi oleh konflik yang terjadi dalam rumah tangga Agnes-Yuskamnur. Agnes mengakui sudah pisah ranjang dengan Yuskamnur pada 2004 silam.
Keretakan rumah tangganya terjadi sejak awal menikah pada tahun 1997. Sebagai perempuan yang masih berusia 18 tahun saat itu, Agnes mengaku membutuhkan sosok kebapakan untuk menuntun hidupnya. Apalagi, tahun 1997 itu, ia berstatus sebagai mualaf.
Maka, ia pun tak menolak ketika dijodohkan dengan Yuskamnur oleh seorang temannya, yang usianya selisih 22 tahun lebih tua. “Kami pacaran 3 bulan, terus langsung menikah,” kisah Agnes.
Yuskamnur menikahi Agnes melalui upacara perni-kahan prajurit (pedang pora) di Perguruan Tinggi Ilmu
istimewa
hukum
Kepolisian (PTIK). Namun, prahara langsung mendera pasangan baru itu. Pertama kali, pertengkaran terjadi setelah Agnes menge-tahui Yuskamnur telah mempunyai anak dengan seorang wanita di Medan.
Tak hanya dengan satu wanita itu saja. Menurut Agnes, perselingkuhan Yuskamnur dengan wanita lainnya terus membuat terpu-ruknya hubungan itu. Perselisihan kerap kali dibumbui dengan penganiayaan. Suatu kali, Yuskamnur sempat meletuskan pistolnya di hadapan Agnes.
Tak tahan dengan perlakuan itu, Agnes menggugat cerai suaminya. Itu terjadi sebe-lum tahun 2000. Menurut pengacara Agnes saat itu, Tumbu Saraswati, seluruh rekening tabungan keluarga Yuskamnur dia mintakan blokir saat itu.
Namun, gugatan cerai Agnes dicabut kembali lantaran keduanya rujuk. Yuskamnur memohon-mohon kepada Agnes dengan iming-iming sebuah mobil mewah. Blokir rekening pun dibuka kembali.
Pascarujuk itu, Tumbu tak tahu lagi kisruh rumah tangga Agnes. Tapi, ketika jadi anggota DPR Fraksi TNI/ Polri, ia ditelepon Agnes yang mengabarkan dirinya diborgol di bandara Soekarno-Hatta karena dituding telah menculik anak.
“Di sebelah saya ada Pak Udju (Udju Juhaeri). Dia perintahkan Propam jemput Agnes di bandara, setelah itu ditaruh di DPR,” kata Tumbu yang kini menjadi salah satu komisioner Komnas HAM.
Agnes mengatakan, di tahun 2004 itulah ia kabur tanpa kembali lagi ke pelukan Yuskamnur. Ia membawa dua anaknya yang terakhir, Y dan SN. Pada tahun itu pula, ia sempat mengadukan KDRT Yuskamnur ke Polda Metro Jaya, tetapi kasusnya dipeti-eskan.
Setelah 9 tahun berpisah, Agnes mendengar kedua
istimewa
hukum
anaknya yang lain, yaitu A (14) dan BA (12), juga di-aniaya. Maka, ia pun tergerak untuk membawa kedua
anaknya itu. Ia juga melaporkan kasus KDRT itu ke Mabes Polri, sebelum ke KPK. Dua pucuk pistol Yus-kamnur diserahkan ke Propam.
Menurut Agnes, nasib kedua anaknya itulah yang membuatnya berani melaporkan Yuskamnur ke Ma-bes Polri dan KPK. Sampai saat ini, Agnes mengaku masih istri Yuskamnur yang sah. Sebab, belum ada hitam di atas putih kalau dirinya telah bercerai.
“Kalau Kadiv Humas Polri (Irjen Saud Usman) bi-lang saya sudah cerai, tunjukkan buktinya,” kata dia.
Yuskamnur membantah keras menganiaya anak-anaknya. Ia mengaku tegas dalam mendidik anak, tapi tetap dilandasi kasih sayang. Menurut pria asal Makassar, Sulawesi Selatan, ini, ia juga tidak mela-kukan korupsi sebagaimana dilaporkan istrinya ke KPK. “Tidak ada, ya. Tidak ada,” kata dia singkat.
Terlepas dari konflik rumah tangga, aktivis Indone-sia Corruption Watch (ICW) Danang Widoyoko menilai, laporan harta tak wajar Yuskamnur pantas untuk ditindaklanjuti KPK. Laporan itu jadi momentum un-tuk membersihkan institusi Polri. Apalagi, sebelum-nya kasus rekening gendut sengaja didiamkan Polri. “Penegak hukum lain, KPK atau Kejaksaan, jangan sungkan-sungkan tangani ini,” katanya.
KPK akan menindaklanjuti laporan Agnes atas Yuskamnur itu. Yuskamnur tercatat pernah menyerahkan LHKPN ke KPK pada 27 Januari 2012. Sampai saat ini, LHKPN itu masih diproses oleh Direktorat LHKPN KPK.
Mabes Polri tak mau ikut campur mengenai laporan Agnes ke KPK. “Itu urusan KPK,” kata Saud.
(wan/yog)
Laporan harta
tak wajar
Yuskamnur
pantas untuk
ditindaklanjuti
KPK. Laporan
itu jadi
momentum
untuk
membersihkan
institusi polri.
“
“
olahraga
Juara bertahan Spanyol diunggulkan untuk
mengulang SukSeS di piala eropa. Sandungan
akan datang dari Sang runner up, Jerman. tim
oranye, belanda Juga berambiSi mengakhiri
paceklik. Juaranya?
Menanti RekoR
BaRu Piala eRoPa
reporter: esti utami
Foto: ukraine2012.gov olahraga
olahraga
P
eluit telah ditiup. Dalam tiga pekan kedepan, mata dunia akan tertuju ke Polandia dan Ukraina. Sejenak dunia melupakan krisis ekonomi untuk menyaksikan 16 tim terbaik berlaga di salah satu turnamen sepakbola terbaik sejagat.
Pada pertandingan pembuka, tuan rumah Polandia menahan seri 1-1 juara Eropa 2004 Yunani di hadapan publiknya yang memadati National Stadium Warsawa. Dalam perhelatan kali ini Polandia tidak terlalu diunggulkan. Polandia saat ini berada di peringkat 65 FIFA, atau yang paling buncit dari 16 kontestan.
Sebagai tuan rumah, Polandia telah membelanjakan US$1,3 miliar demi menyiapkan empat stadion yang digunakan untuk gelaran empat tahunan ini. Namun Polandia gagal membangun tim yang kuat, guna menjawab impian rakyat Polandia. Meski demikian pelatih Franciszek Smuda, tetap optimistis tim asuhannya yang tergabung bersama Rusia, Yunani dan Republik Ceko di Grup A bakal melenggang ke delapan besar.
“Kami tidak memiliki bintang. Tapi kami dapat meraih sesuatu sebagai tim,” ujar Smuda.
Mendekati putaran final, penampilan Polandia memang membaik. Mereka tak terkalahkan dalam
enam pertandingan persahabatan. Harapan Smuda tertumpu pada tiga pemain yang merumput di
Borussia Dortmund, Robert Lewandowski, Lukasz Piszczek dan Jakub Blaszczykowski.
Jejak Ukraina yang juga menjadi tuan rumah, sedikit lebih baik. Negara
pecahan Uni Soviet ini berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia 2006. Sang pelatih Oleg Blokhin, tercatat sebagai pemain terbaik Eropa 1975. Ukraina juga memiliki Andriy Shevchenko,
Andriy Shevchenko reuters
olahraga
pemain terbaik Eropa 2001. Shevchenko bermimpi di akhir kariernya bisa mengantarkan negerinya ke empat besar. Tapi untuk itu, berarti Ukraina harus mampu melewati adangan Inggris dan Prancis di Grup D.
Lalu siapa yang layak membawa pulang Piala Eropa? Juara bertahan Spanyol masih menjadi unggulan utama. Dua tahun lalu tim asuhan Vicente Del Bosque ini berhasil mengawinkan gelar juara dunia dan juara Eropa, dan kini berambisi mencetak rekor baru, memenangi Piala Eropa dua kali berturut-turut. “Tentu kami diunggulkan, setelah kami berhasil mengawinkan Piala Eropa dengan Piala Dunia. Kami tidak tergoyahkan,” ujar Del Bosque kepada kantor berita Reuters.
Del Bosque diperkirakan tetap mempertahankan anggota tim intinya, dan hanya membuat sedikit perubahan pada tim yang begitu solid, dalam empat tahun. Ia juga tidak akan membuat banyak perubahan pada gaya permainan. Tetap pada pola 4-2-4,
dengan mengutamakan penguasaan bola guna mendikte permainan, pertahanan
solid yang sesekali dikombinasikan dengan serangan mematikan.
“Kami memiliki tim yang relatif stabil dalam
empat tahun terakhir. Tim yang tidak perlu banyak perubahan. Kami memiliki kualitas, pola yang tepat, juga
semangat untuk
Juara Eropa 2008 Spanyol kembali diunggulkan. reuters