• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA. Ardianto, Elvinaro, Lukiati Komala, Siti Karlinah Komunikasi Massa:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA. Ardianto, Elvinaro, Lukiati Komala, Siti Karlinah Komunikasi Massa:"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Ardianto, Elvinaro, Lukiati Komala, Siti Karlinah. 2010.

Komunikasi Massa:

Suatu Pengantar Edisi Revisi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Badan Pengawasan dan Pembangunan, Strategi Pemberantasan Korupsi Nasional,

1999.

Bungin, Burhan. 2008. Konstruksi Sosial Media Massa. Jakarta: Kencana Prenada

Media Group.

Cahya S, Inung. 2012. Menulis Berita di Media Massa. Yogyakarta: PT. Citra Aji

Parama.

Eriyanto. 2002.

Analisis Framing Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media.

Yogyakarta: LKIS.

Eriyanto. 2005.

Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Cetakan

Keempat. Yogyakarta: LKIS.

Fleur, Marvin De and Sandra Ball-Rokeach. 1989. Theories of Mass

Communications. New York, London: Logman.

McQuail, Denis. 1994. Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Erlangga.

Nazir, Moh. 2009. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Nurudin. 2007. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: Rajawali Pers.

Rakhmat, Jalaluddin. 1998.

Penelitian Komunikasi. Bandung: Remaja

Rosdakarya.

Riswandi. 2009.

Ilmu Komunikasi: Pengertian dan Proses Komunikasi Massa.

Edisi Pertama, Cetakan Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu.

(2)

Sendjaja, Sasa Djuarsa. 2003.

Pengantar Ilmu Komunikasi. Pusat Penerbitan

Univ. Terbuka.

Severin, Werner J. dan James W. Tankard, Jr. 2009. Teori Komunikasi: Sejarah,

Metode, dan Terapan di dalam Media Massa. Edisi Kelima. Jakarta:

Kencana.

Severin, Werner J. dan James W. Tankard, Jr. 2005. Teori Komunikasi: Sejarah,

Metode, dan Terapan di dalam Media Massa. Edisi Kelima, Terjemahan.

Jakarta, Prenada Media.

Soehoet, Hoeta A.M. 2003.

Media Komunikasi. Jakarta: Yayasan Kampus

Tercinta IISIP.

Soewartojo, Juniadi. Pola Kegiatan dan Penindakannya serta Peran Pengawasan

dalam Penanggulangannya.

Soyomukti, Nurani. 2010. Pengantar Ilmu Komunikasi. Ar-Ruzz Media.

Sugiyono. 2010.

Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta

Sumaridia, A.S. Haris. 2005.

Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature.

Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Wazis, Kun. 2012.

Media Massa dan Konstruksi Realitas. Yogyakarta: Aditya

Media Publishing.

(3)
(4)

KPK: Tunggu Episode Kasus Hambalang Selanjutnya

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad menegaskan bahwa pengusutan kasus

dugaan korupsi Hambalang belum berhenti. KPK masih menelusuri dugaan keterlibatan pihak

lain, termasuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang disebut ikut menerima uang Hambalang

dalam surat dakwaan terdakwa kasus Hambalang Deddy Kusdinar.

“Seperti tadi saya katakan kalau kasus Hambalang belum berhenti, masih kita kembangkan,

bersabar menunggu episode berikutnya,” kata Abraham di Jakarta, Sabtu (16/11/2013).

Menurut Abraham, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan ada oknum lain

yang bertanggung jawab. KPK tidak serta-merta menetapkan orang sebagai tersangka meskipun

nama orang itu disebut dalam surat dakwaan atau disebut saksi telah menerima aliran dana

Hambalang.

“Orang menyebutkan nama, kita enggak terikat orang itu harus jadi tersangka, tapi tergantung

bukti-bukti,” ujarnya.

Dalam surat dakwaan Deddy Kusdinar yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi

Jakarta beberapa waktu lalu, sejumlah pihak di sebut menerima aliran dana Hambalang. Mereka,

di antaranya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat asal Fraksi PDI-Perjuangan Olly

Dondokambey, dan anggota DPR asal fraksi Partai Demokrat, Mahyuddin.

Mahyuddin disebut menerima uag Rp 500 juta melalui mantan Sekretaris Kemenpora Wafid

Muharam saat kongres Partai Demokrat di Bandung 2010. Sementara itu, Olly disebut menerima

Rp 2,5 miliar.

Sejauh ini, Mahyuddin dan Olly masih berstatus sebagai saksi. Baru lima tersangka yang

ditetapkan KPK terkait proyek Hambalang, yakni mantan Menpora Andi Mallarangeng, mantan

Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Deddy, mantan petinggi PT Adhi Karya

Teuku Bagus Muhammad Noor, dan Direktur Utama PT Dutasari Citralaras Mahfud Suroso.

Seusai ditahan KPK, Jumat (15/11/2013), Teuku Bagus melalui kuasa hukumnya Hario Budi

Wibowo mengakui adanya aliran dana terkait proyek Hambalang untuk anggota DPR Olly

Dondokambey. Uang itu juga diberikan melalui Manajer Pemasaran PT Adhi Karya, Arif

Taufiqurrahman.

Sebelumnya, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin juga

menuding Olly uang Rp 7,5 miliar dan Rp 5 miliar dari proyek pengadaan sarana dan prasarana

olahraga Hambalang.

(5)

Nazaruddin juga menyebut Olly yang ketika itu menjadi pimpinan Badan Angggaran DPR

berperan dalam mengatur anggaran proyek Kementerian Pemuda dan Olahraga itu. Menurut dia,

Olly menerima uang dari Machfud Suroso (Direktur PT Dutasari Citralaras), pengusaha Paul

Nelwan, serta Mindo Rosalina Manulang (mantan anak buah Nazaruddin). Sementara itu, dalam

sejumlah kesempatan Olly dan Mahyuddin membantah telah menerima uang Hambalang.

Ini Alasan KPK Belum Tahan Anas Urbaningrum

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melengkapi berkas kasus dugaan penerimaan

hadiah terkait proyek Hambalang yang belum mencapai 50 persen. Hal ini menjadi alasan belum

ditahannya tersangka kasus tersebut, yaitu mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas

Urbaningrum (AU).

"Pemberkasannya belum melampaui 50 persen. Kalau pemberkasan sudah lampaui 50 persen,

KPK akan melakukan penahanan terhadap tersangka AU," kata Abraham di Jakarta, Minggu

(17/11/2013).

Abraham mengatakan, KPK memiliki batas masa waktu penahanan hingga kasus tersebut naik

ke tahap penuntutan. Abraham kembali meminta publik untuk bersabar. "Ini berhubungan

dengan batas waktu masa penahanan yang diberikan undang-undang, yaitu 120 hari. Kalau kita

cepat menahannya dan pemberkasan belum selesai, yang bersangkutan bisa bebas demi hukum.

Nah, kalau dia bebas demi hukum, KPK tidak bisa apa-apa lagi," katanya.

Seperti diberitakan, dalam kasus dugaan penerimaan hadiah terkait proyek Hambalang, KPK

menetapkan Anas sebagai tersangka. Anas diduga menerima pemberian hadiah atau janji terkait

proyek Hambalang saat dia masih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Hadiah tersebut

diduga berupa Toyota Harrier dan hadiah lainnya yang belum diungkapkan KPK.

Kemudian, KPK mendalami keterkaitan antara penyelenggaraan Kongres Partai Demokrat di

Bandung tahun 2010 dan gratifikasi yang diduga diterima Anas. Diduga, ada aliran dana BUMN

ke kongres tersebut. Aliran dana itu diduga mengalir untuk pemenangan Anas Urbaningrum

sebagai ketua umum.

Dalam dakwaan Deddy Kusdinar, Anas disebut mendapat Rp 2,21 miliar dari PT Adhi Karya.

Uang itu kemudian disebut digunakan untuk keperluan Kongres Demokrat untuk pendukung

Anas.

(6)

sebagai saksi, di antaranya Sutan Bhatoegana, Ruhut Sitompul, Saan Mustopa, Ramadhan Pohan,

Max Sopacua, dan Marzuki Alie.

Hari Ini, KPK Periksa Istri Anas

Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (18/11/2013), menjadwalkan pemeriksaan Athiyyah

Laila, istri mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Athiyyah akan diperiksa sebagai saksi untuk perkara dugaan korupsi pengadaan sarana dan

prasarana proyek Hambalang yang menjerat Direktur Utama PT Dutasari Citralaras Machfud

Suroso.

"Jadwal pemeriksaan (Athiyyah), 18 November (2013)," kata Juru Bicara KPK Johan Budi,

Senin pagi. Menurut dia, tim penyidik KPK akan meminta klarifikasi dari Athiyyah terkait

barang-barang yang disita KPK saat menggeledah rumahnya beberapa waktu lalu.

KPK menggeledah rumah Athiyyah pada Selasa (12/11/2013). Dari penggeledahan itu, penyidik

menyita uang Rp 1 miliar, paspor milik Athiyyah, empat telepon genggam merek BlackBerry

dan satu telepon genggam lain, buku tahlil bergambar potret Anas, dan sejumlah dokumen terkait

proyek Hambalang.

Pemeriksaan terhadap Athiyyah dilakukan juga karena dia dianggap dapat memberikan informasi

terkait kasus yang menjerat Machfud. Sebelum 2009, Athiyyah tercatat sebagai komisaris pada

perusahaan Machfud. Sementara PT Dutasari Citralaras tersebut merupakan perusahaan

subkontraktor penggarapan proyek Hambalang.

PT Dutasari Citralaras mendapatkan pekerjaan mekanikal dan elektrikal berupa penyambungan

jaringan listrik di proyek Hambalang. Nilai pekerjaan itu mencapai Rp 328 miliar.

Sejauh ini, KPK sudah menetapkan lima tersangka terkait kasus Hambalang. Selain Machfud,

para tersangka itu adalah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, pejabat

Kemenpora Deddy Kusdinar, mantan petinggi PT Adhi Karya Teuku Bagus Muhammad Noor,

dan Machfud.

Anas juga menjadi tersangka terkait proyek Hambalang, tetapi dengan substansi perkara yang

berbeda dengan kelima tersangka itu. Anas ditetapkan tersangka untuk dugaan penerimaan

gratifikasi terkait proyek Hambalang dan proyek lainnya.

(7)

Adhyaksa Ragu Deddy Kusdinar Ubah Anggaran Hambalang Jadi Rp 2,5 T

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Adhyaksa Dault meragukan mantan Kepala

Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar sebagai orang yang

merencanakan perubahan anggaran proyek Hambalang menjadi Rp 2,5 triliun.

Selama menjadi bawahannya, Adhyaksa menilai Deddy adalah sosok yang tak akan bertindak

sesuatu tanpa disuruh oleh orang lain. "Terdakwa ini orangnya patuh. Setahu saya, lima tahun

menjabat, apa yang disuruh, dikerjain. Tidak mungkin dia bekerja tanpa ada yang suruh.

Anggran Rp 125 miliar jadi Rp 2,5 triliun itu bukan rencana dia. Saya yakin itu bukan dia," kata

Adhyaksa saat bersaksi dalam kasus dugaan korupsi Hambalang di Pengadilan Tindak Pidana

Korupsi, Jakarta, Selasa (19/11/2013).

Namun, Adhyaksa mengaku tak tahu siapa pihak yang bergerak aktif untuk menaikkan anggaran

proyek Hambalang. "Mana saya tahu. Tapi di atas dia, kan masih ada langit," katanya.

Sebelumnya, menurut keterangan saksi Direktur Teknik dan Operasi PT Biro Insinyur Eksakta

(PT BIE), Sonny Anjangsono, anggaran proyek Hambalang telah mengalami empat kali

perubahan. Semula sebesar Rp 125 miliar, Rp 225 miliar, sekitar Rp 800 miliar, dan terakhir Rp

2,5 Triliun.

Sonny mengatakan, perubahan anggaran itu disampaikan oleh Sekretaris Menpora Wafid

Muharam. Wafid pernah memita Sonny membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) senilai Rp

2,5 triliun dengan rencana pembangunan yang akan dilaksanakan secara multiyears (tahun

jamak).

Dalam kasus Hambalang, KPK menetapkan tiga tersangka, yaitu mantan Kepala Biro Keuangan

dan Rumah Tangga Kemenpora, Deddy, mantan Menpora Andi Alfian Mallarangeng, dan

petinggi PT Adhi Karya Teuku Bagus Muhammad Noer.

Dalam pengembangannya, KPK menetapkan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas

Urbaningrum sebagai tersangka dugaan menerima pemberian hadiah atau janji terkait proyek

Hambalang. Sementara itu, dalam perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kasus ini

merugikan negara sebesar Rp 463,6 miliar.

(8)

Curriculum Vitae

Dendi Mohamad Yunus

Jl. Cikatomas 1/12 RT 05 RW 01, Rawabarat, Kebayoran Baru.

Home/Phone No

: 0856-91092007

Email Address

: [email protected]

Personal Data:

Place / Date of Birth : Jakarta / July 18

th

1989

Social Status

: Single

Education:

Mercu Buana University, Jakarta, Indonesia

Bachelor of Communication –Communication (Major), Broadcasting (Minor)

September 2009 – Present

Senior High School 28okt

(Sekolah Menegah Umum 28okt),

Jakarta, Indonesia

2005 – 2008

Other Experience:

-

Crew of “Tidar Cup 2” Event

-

Crew of “Tidar Gowes 2010” Event

-

Crew of “Tidar Gowes 2011” Event

Skills:

- Microsoft Office Word, Microsoft Office Excel, Microsoft Office

Powerpoint,Internet

Languages: - Indonesian (Fluent oral and written)

- English (Written)

Referensi

Dokumen terkait

Partai Demokrat mendukung Anas Urbaningrum tetapi ingin segera melepaskan diri dari kasus dugaan korupsi Hambalang yang berarti masalah tersebut menjadi

Secara denotatif, memperlihatkan konstruksi realitas berupa host yang berperan sebagai manusia purba; secara konotatif, memperlihatkan upaya untuk mengintervensi

Film Habibie Ainun Sebagai FilmTerlaris 2013, diakses pada tanggal 17 Maret 2013, daria.

Untuk memastikan materi siaran (Program,Promo,TVC) di playlist sesuai dengan grid schedule dan traffic log beberapa hal yang perlu dilakukan adalah :.. Crosscek House ID/Item

Pengaruh Terpaan Tayangan Berita Kasus Kekerasan Seksual pada Anak di Televisi Terhadap Tingkat Kecemasan Orang Tua di SD Al- Ulum.. Universitas Riau Jom

Partai Demokrat mendukung Anas Urbaningrum tetapi ingin segera melepaskan diri dari kasus dugaan korupsi Hambalang yang berarti masalah tersebut menjadi

Kemudian bu Imbok dan teman-teman Amek pun datang menghampirinya, lalu mereka langsung berpelukan sambil melompat dengan riang gembira karena perubahan yang

Analisis Teks Media: Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing... Metode Penelitian Kualitatif, Kualitatif dan R&D Qualitative and Quantitative