• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA. Anderson H, Plum TV Gestation length and birth weight in cattle and buffaloes. J Dairy Sci 48:1224.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA. Anderson H, Plum TV Gestation length and birth weight in cattle and buffaloes. J Dairy Sci 48:1224."

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

41

DAFTAR PUSTAKA

Anderson H, Plum TV. 1965. Gestation length and birth weight in cattle and buffaloes. J Dairy Sci 48:1224.

Anonimus. 2003. Statistik sapi potong di Indonesia. Indonesian International Animal Science Research and Development.

Aryogi. 2005. Kemungkinan Timbulnya Interaksi Genetik dan Ketinggian Lokasi Terhadap Performan Sapi Potong Silangan Peranakan Ongole di Jawa Timur. Tesis S-2. Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Aryogi, Sumadi dan W. Hardjosubroto. 2005. Performans Sapi Silangan Peranakan Ongole di Dataran Rendah (Studi Kasus di Kecamatan Kota Anyar Kabupaten Probolinggo Jawa Timur). Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2005.

BPS. 2014. Badan Pusat Statistik Provinsi D.I. Yogyakarta. http://yogyakarta.bps.go.id/index.php?r=site/page&view=tantam.tab el.5-4-1 diakses pada tanggal 15 April 2014 pukul 12.00.

Baliarti, E. 1986. Performance Pra Sapih Anak Sapi Hasil Inseminasi Buatan di Kabupaten Gunung Kidul. Tesis Pasca Sarjana. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Basuki, P. 1991. Performan Sapi Peranakan Ongole dan Kerbau Lumpur Sebagai Ternak Kerja Pada Pemeliharaan Secara Tradisional. Laporan Penelitian. Fakultas Peternakan. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Basuki, P., N. Ngadiyono, dan G. Murtidjo. 1998. Dasar Ilmu Potong dan Kerja. Laboratorium Ternak Potong dan Kerja. Fakultas Peternakan UGM, Yogyakarta.

Berry DP, Cromie AR. 2007. Artificial Insemination Increases The Probability of A Male Calf in Dairy and Beef Cattle. Theriogenology 67; 2 (346-352).

Bestari, J., A.R. Seregar, Y. Sani dan P. Situmorang. 1999. Produktivitas Empat Bangsa Pedet Sapi Potong Hasil IB di Kabupaten Agam Sumatra Barat. Pros. Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner. Bogor, 18-19 Oktober 1999. Puslitbang Peternakan. Bogor. Hlm. 181-190.

(2)

42

Black, J. L., 1983. Growth and Development of Lamb. In : Sheep Production. W Heresign ed. Proceeding of 35th Easte School in Agricultural Science. University of Nottingham, Butterworth, London.

Blakely, J and H.D. Bade.1992. Ilmu Peternakan. Edisi ke empat. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Bunter, K. L. and D. J. Johnston. Genetic parameters for calf mortality and correlated cow and calf traits in tropically adapted beef breeds managed in extensive Australian production systems. Animal Production Science 54(1) 50-59 http://dx.doi.org/10.1071/AN12422. Chapman, C.K. and D. Zobell. 2004. Applying Principles of Crossbreeding.

Extension Utahstate University, May, 2004. pp. 1 – 4.

Deptan. 2008. Pedoman Teknis Pecepatan Pencapaian Swasembada

Daging Sapi (P2SDS). Available at:

http://www.docstoc.com/docs/20489806/DEPARTEMEN-PERTANIAN-2008. Diakses pada tanggal 20 Agustus 2013.

Djagra, I.B., I.G.N.R. Haryana, I.G.M. Putra, I.B. Mantra dan A.A. Oka. 2002. Ukuran Standar Tubuh Sapi Bali Bibit. Laporan Hasil Penelitian. Kerjasama Bappeda Propinsi Bali dengan Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar.

Edey, T.N. 1983. Tropical Sheep and Goat Production. Australian Universities International Development Program (AUIDP) on Behalf of the Australian Vice-Chancellors, Sydney.

Einstiana, Salamena JF, Inounu I. 1999. Keragaman dan Hubungan Phylogenic antar Domba Lokal di Indonesia Melalui Pendekatan Analisis Morfologi. J. Ilmu Ternak dan Veteriner 12: 42-54.

Firman, A. 2007. Manajemen Agribisnis Sapi Perah: Suatu Telaah Pustaka.

http://pustaka.unpad.ac.id/wpcontent/uploads/2009/03/manajemen_ agribisnis_sapi_perah.pdf.

Hafez, E.S.E. 1993. Reproduction in Farm Animals. 6th Ed. Lea and Febiger, Philadelpia.

Hardjosubroto, W. 1994. Aplikasi Pemuliaan Ternak di Lapangan. Gramedia. Jakarta.

Hartati dan D.M. Dikman. 2007. Performans Pedet Sapi Peranakan Ongole (PO) Pada Kondisi Pakan Low External Input. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2007.

(3)

43

Hartati, Mariyono dan D.B. Wijono. 2005. Respons Pertumbuhan Sapi Peranakan Ongole dan Silangan pada Kondisi Pakan Berbasis Low

External Input. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan

Veteriner 2005.

Hasbullah, J.E. 2003. Kinerja Pertumbuhan dan Reproduksi sapi Persilangan Simmental dengan Peranakan Ongole dan Peranakan Ongole di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Tesis. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada.

Hastuti, I. 2007. Karakteristik Eksterior Sapi Betina Hasil Silangan Antara Simmental dan Limousin dengan PO di Kabupaten Bantul. Skripsi Sarjana Peternakan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Jainudeen MR, Hafez ESE. 2000. Gestation, prenatal physiology and parturition. Di dalam: Hafez ESE, Hafez B, editor. Reproduction in farm animals. : Ed ke 7. Lippincott . Williams & Wilkins.

Kamal, M. 1994. Bahan Pakan dan Ransum Ternak. Diktat Kuliah. Laboratorium Makanan Ternak. Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak. Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Keane MG, Drennan MJ. 2000. Comparison Of Growth And Carcas Composition Of Heifers In Three Production Systems And Steers And Effects Of Implantation With Anabolic Agents. Irish J Agric Res;29:1–13.

Koch, R. M. 1972. The Role of Maternal Effects in Animal Breeding: VI. Maternal Effects in Beef Cattle. J ANIM SCI December 1972 vol. 35 no. 6 1316-1323.

Lasley, J.F. 1981. Beef Cattle Production. Hall. Inc, Englewood Cliff. New Jersey.

Martawidjaja, M., B. Setiadi dan D. 2001. Yulistiani. Pengaruh Energi Ransum Terhadap Penampilan Kambing Kacang Induk Bunting Hasil Perkawinan dengan Jantan Boer. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2001.

Mcdonald, P., R.A. Edward and J.F.D. Greenhalgh. 1988. Animal nutrition. 4th Ed. Longman Scientific & Tehnical, New York: 321-370.

Meyer, K. 1992. Variance components due to direct and maternal effects for growth traits of Australian beef cattle. J. Livestock Production Science. Volume 31, Issues 3–4, June 1992, Pages 179–204

(4)

44

Mulyaningsih, T. 2006. Penampilan Domba Ekor Tipis (Ovis Aries) jantan yang digemukan dengan beberapa imbangan konsentrat dan rumput gajah (Pennisetum purpureum). Skripsi Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat.

Murtidjo, B.A. 1990. Beternak Sapi Potong. Kanisius. Yogyakarta.

Muzani, A., W.R. Sasongko, dan S. Panjaitan. 2004. Dampak Penerapan Paket Manajemen Terpadu Terhadap Bobot Lahir dan Pertambahan Bobot Badan Harian Prasapih Ternak Sapi Bali. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat.

Ngadiyono, N. 2007. Beternak Sapi. Citra Aji Prama. Yogyakarta.

Ozluturk, A., Yanar, M., Tuzemen, N., Kopuzlu, S. 2005. Calving and Preweaning Growth Performance Traits of Calves Sired by Charolais, Simmental and Eastern Anatolian Red Bulls. Turk J Vet Anim Sci.

Panjaitan, T.S, W. Arief, A. Sauki, A. Muzani, I. Basuki dan A.S. Wahid. 1999. Pengaruh Pemberian Tambahan Pakan pada Induk Bunting dan Setelah Melahirkan Terhadap Pertumbuhan Anak, Birahi Kembali dan Keberhasilan IB pada Usaha Peternakan Sapi Potong di Pulau Lombok. Pros. Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner. Puslitbang Peternakan, Bogor.

Panjono. 2012. Bangsa-Bangsa Sapi. PT Citra Aji Parama. Yogyakarta. Prasojo, G., Arifiantini, I., Mohamad, K. 2010. Korelasi Antara Lama

Kebuntingan, Bobot Lahir dan Jenis Kelamin Pedet Hasil Inseminasi Buatan pada Sapi Bali. Jurnal Veteriner Maret 2010 vol. 11 No. 1 : 41-45.

Priarso, Y. 2005. Berat Badan dan Ukuran Tubuh Anak Sapi Gennerasi I dan Generasi II Hasil Silangan Simmental dan Peranakan Ongole Sejak Lahir Sampai Umur Tiga Bulan. Skripsi Sarjana Peternakan. Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Pursa, A.A. 2012. Pertumbuhan Prasapih Pedet Silangan Simmental-Peranakan Ongole dan Simmental-Peranakan Ongole yang Dipelihara Peternak Kelompok Tani Rukun Kecamatan Kalibawang Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta. Skripsi Sarjana Peternakan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Putri, H.P. 2013. Penampilan Induk Sapi Simmental Peranakan Ongole dan Peranakan Ongole Periode Menyusui di Kelompok Ternak

(5)

45

Village Breeding Center. Skripsi Sarjana Peternakan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Rakhmanto, F. 2009. Pertambahan Ukuran Tubuh dan Bobot Badan Pedet Sapi FH Jantan Lepas Sapih yang Diberi Ransum Bersuplemen Biomineral Cairan Rumen. Skripsi Sarjana Peternakan, Insitut Pertanian Bogor, Jawa Barat.

Reed, K.C. 1985. Modification of the Sex Ratio In Biotechnology and recombinant DNA technology in the animal production industries. Univ of New England.

Rianto, E dan E. Purbowati. 2010. Panduan Lengkap Sapi Potong. Penebar Swadaya. Jakarta.

Rosahastuti, B. 2008. Korelasi Genetik Performans Produksi dan Statistik Vital pada Kambing Hasil Persilangan (F1) Pejantan Boer Murni dengan Kambing Lokal. Jurnal. Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya.

Santosa, U. 2003. Tatalaksana Pemeliharaan Ternak Sapi. Cetakan IV. Penebar Swadaya. Jakarta.

Santosa, U. 2010. Mengelola Peternakan Sapi Secara Profesional. Penebar Swadaya. Jakarta.

Sarwono, B. dan H.H. Arianto. 2001. Penggemukan Sapi Potong Secara Cepat. Penebar Swadaya. Jakarta.

Setiawati, I. 2007. Hubungan ukuran-kuran tubuh dengan bobot hidup sapi Persilangan F2 Simmental dengan Peranakan Ongole (PO) di Kota Padang Panjang. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Andalas, Padang.

Soeparno. 2005. Ilmu dan Teknologi Daging. Cetakan kelima. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Sugeng, Y.B. 1992. Sapi Potong, Cetakan pertama. Swadaya. Jakarta. Supiyono.1998. Ilmu Tilik Ternak. Fakultas Peternakan. Universitas Gajah

Mada. Yogyakarta.

Syafi’i, A.W. 2011. Pertumbuhan Prasapih Pedet Sapi Peranakan Ongole Dibandingkan Dengan Simmental-Peranakan Ongole. Skripsi Sarjana Peternakan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

(6)

46

Tillman, A.D., H. Hartadi, S. Reksohadiprojo, S. Prawirokusumo, dan S. Lebdosukojo, 1991. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Utomo, B., S. Prawirodigdo, Sarjana dan Sudjatmogo. 2006. Performans Pedet Sapi Perah dengan Perlakuan Induk Saat Masa Akhir Kebuntingan. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2006.

Warwick, E and J. E.Legates. 1979. Breeding and Improvement of Animal. 7th ed. Tata Mc Graw Hill Publishing Co., Ltd., New Delhi.

Wendri, I. 2010. Hubungan Ukuran-ukuran Tubuh Dengan Bobot Hidup Sapi Pesisir di Kabupaten Pesisir Selatan. Skripsi Sarjana Peternakan, Universitas Andalas, Padang.

Winters, L. M. 1961. Introduction to Breeding Farm Animal. Jhon Wiley and Sons inc, New York.

Referensi

Dokumen terkait

Pembakaran gas normal yang sebagian besar terdiri dari komponen metana mempunyai kondisi karakteristik pembakaran metana dengan autoignition (AIT) pada temperatur 999 O F, dan

Jurnal atau yang lebih sering dikenal jurnal umum adalah catatan akuntansi yang pertama kali dibuat yang gunanya untuk melakukan pencatatan seluruh

Fraksi ekstrak filtrat biakan dan massa miselium cendawan endofit CBR1D14 yang menunjukkan aktivitas penghambatan pada uji in vitro diuji secara in vivo pada buah

Kombinasi HPMC K4M – amilum kulit pisang agung dan konsentrasi natrium bikarbonat maupun interaksinya memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kekerasan, floating

Pengamatan pekan terakhir terdapat satu tambahan botol yang terkontaminasi sehingga total kontaminasi pada petiolus metode 1 sebanyak 5 botol dengan proporsi empat

Oleh karena itu dalam sebuah ruang pamer atau galeri sebaiknya terdapat juga ruang-ruang yang mengakomodasi kegiatan komunitas seni tersebut baik ruang untuk

Pengaruh Pengendalian Internal Persediaan dan Sistem Informasi Akuntansi terhadap Upaya Pencegahan Kecurangan (Fraud) dalam Pengelolaan Persediaan pada PT Mitra

Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data hasil validasi produk pengembangan oleh tiga orang dosen ahli pembelajaran fisika. Data tersebut dikumpulkan