• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA PEMERINTAH (LAKIP) 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA PEMERINTAH (LAKIP) 2014"

Copied!
243
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| i

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA

PEMERINTAH (LAKIP) 2014

Penyusun:

Ir. Tukul Rameyo Adi, MT Dr. Armen Zulham Retno Widihastuti, M.Kesos Retno Erlina Rahmawati, S.Si

Titin Hasanah, A.Md Andhika Rakhmanda, S.Pi Tengku Ardiansyah, A.Md

Rizki Herdiansyah

 Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBPSEKP) Gedung Balitbang KP I Lantai 3-4

Jl. Pasir Putih I Ancol Timur Jakarta

PHONE +6221 64711583 • FAX +6221 64700929

Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Badan Penelitian Kelautan dan Perikanan

Kementrian Kelautan dan Perikanan

2015

(2)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| ii

K

ATA

P

ENGANTAR

uji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas izin dan rahmat-Nya penyusunan ”Laporan Akuntabilitas Kinerja Balai Besar

Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBPSEKP) Tahun 2014” dapat diselesaikan dengan baik. Laporan ini merupakan wujud transparansi dan akuntabilitas Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam melaksanakan berbagai kewajiban pembangunannya, serta sebagai bentuk pertanggungjawaban BBPSEKP dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dalam kaitannya dengan terselenggaranya pemerintah yang baik.

Laporan Akuntabilitas Kinerja BBPSEKP Tahun 2014 ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang berbagai capaian kinerja yang telah dicapai, baik makro maupun mikro serta langkah-langkah pelaksanaan kebijakan dan program penelitian sosial ekonomi kelautan dan perikanan. Sangat disadari bahwa laporan ini belum secara sempurna menyajikan prinsip transparansi dan akuntabilitas seperti yang diharapkan, namun setidaknya masyarakat dan berbagai pihak yang berkepentingan dapat memperoleh gambaran tentang hasil – hasil penelitian sosial ekonomi kelautan dan perikanan.

Berkat dukungan dan kerja keras dari seluruh jajaran, program dan kegiatan penelitian sosial ekonomi kelautan dan perikanan dapat mencapai kemajuan yang cukup besar. Hal ini menjadi modal dasar untuk lebih memperbanyak kegiatan-kegiatan penelitian secara inovatif di masa yang akan datang, sehingga sumber daya yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus disampaikan kepada semua pihak atas tenaga dan pikirannya sehingga laporan ini dapat disusun dan diterbitkan.

(3)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| iii

D

AFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ... iv

DAFTAR GAMBAR ... vii

BAB 1. PENDAHULUAN... 1

1.1. Latar Belakang... 1

1.2. Tugas, Fungsi BBPSEKP dan Struktur Organisasi ... 2

1.3. Keragaan SDM BBPSEKP ... 7

1.4. Sistematika LAKIP ... 10

BAB 2. PERENCANAAN KINERJA ... 11

2.1. Rencana Strategis Balitbang KP 2010 - 2014 ... 11

2.2. Sasaran Strategis (SS) dan Rencana Kerja BBPSEKP TA 2014 ... 14

2.3. Penetapan Kinerja BBPSEKP TA 2014/ Perjanjian Kerja ... 22

BAB 3. AKUNTABILITAS KINERJA ... 26

3.1. Capaian IKU BBPSEKP ... 27

3.2. Hasil Pengukuran BBPSEKP ... 31

3.3. Evaluasi dan Analisis Kinerja ... 33

3.4. Akuntabilitas Keuangan TA 2014 ... 84

3.5. Capaian Kinerja Lainnya ... 85

BAB 4. PENUTUP ... 87

4.1. Kesimpulan... 87

4.2. Dukungan BBPSEKP Pada Kebijakan Litbang KP Tahun 2015-2019 ... 90

4.3. Saran dan Rekomendasi ... 91 LAMPIRAN

(4)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| iv

D

AFTAR TABEL

Halaman Tabel 2.1 Rencana Kinerja Program dan Kegiatan BBPSEKP Tahun

2010-2014... 13

Tabel 2.2 Target dan Indikator Kinerja TA 2013 – 2014 dalam Renstra BBPSEKP ... 15

Tabel 2.3 Rencana Kerja Tahunan BBPSEKP TA 2014... 17

Tabel 2.4 Target dan Indikator Kinerja TA 2013 -2014 dalam Renstra BBPSEKP (Revisi 2) ... 19

Tabel 2.5 Rencana Kerja Tahunan BBPSEKP TA 2014... 21

Tabel 2.6 Penetapan Kinerja BBPSEKP TA 2014 ... 23

Tabel 3.1 Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) BBPSEKP Tahun 2014 27 Tabel 3.2 Tingkat validasi Indikator Kinjerja Utama (IKU)... 31

Tabel 3.3 Nilai Indeks Capaian NPSS ... 32

Tabel 3.4 Klasifikasi dan Status NPSS ... 32

Tabel 3.5 Nilai toleransi perhitungan capaian kinerja ... 33

Tabel 3.6 Capaian Nilai Tukar Nelayan (NTN)... 34

Tabel 3.7 Perbandingan Data NTN Tahun 2014 Terhadap Realisasi Tahun 2012-2013... 35

Tabel 3.8 Capain Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi)... 38

Tabel 3.9 Capaian Rata-Rata Pendapatan Pengolah dan Pemasar... 42

Tabel 3.10 Capaian Rata-Rata Pendapatan Petambak Garam... 44

Tabel 3.11 Perkembangan Pendapatan Rumah Tangga per Bulan Usaha Tambak Garam di Kabupaten Sumenep Pada Status Pemilik Lahan, 2013 dan 2014 ... 46

Tabel 3.12 Perkembangan Pendapatan Rumah Tangga Per Bulan Usaha Tambak Garam di Kabupaten Sumenep Pada Status Penyewa Lahan, 2013 dan 2014 ... 47

Tabel 3.13 Perkembangan Pendapatan Rumah Tangga Petambak Garam di Kabupaten Sumenep Berdasarkan Kepemilikan Lahan, 2013 dan 2014 ... 48

(5)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| v

Tabel 3.14 Perkembangan Pendapatan Rumah Tangga Petambak Garam di Kabupaten Sumenep Berdasarkan Status Dalam Keluarga Pada Status Pemilik Lahan Tambak, 2013 dan 2014 ... 49 Tabel 3.15 Perkembangan Pendapatan Rumah Tangga Petambak Garam

di Kabupaten Sumenep Berdasarkan Status Dalam Keluarga Pada Status Penyewa Lahan Tambak, 2013 dan 2014... 50 Tabel 3.16 Capaian Pertumbuhan PDB Perikanan ... 51 Tabel 3.17 Hasil Simulasi Skenario Penurunan Pajak Konsumen

Komoditas Perikanan terhadap Peubah Makroekonomi (dalam %) ... 51 Tabel 3.18 Capaian Jumlah Jejaring dan Kemitraan BPPSEKP ... 53 Tabel 3.19 Rincian capaian jumlah jejaring dan kemitraan Litbang KP .... 53 Tabel 3.20 Capaian Jumlah Hasil Penelitian Sosial Ekonomi KP yang

diadopsi oleh Masyarakat KP ... 53 Tabel 3.21 Capaian Jumlah Pengguna Hasil Penelitian Sosial Ekonomi KP 54 Tabel 3.22 Rincian Capaian Jumlah PenggunaHasil Penelitian Sosial

EKonomi KP TA 2014 ... 54 Tabel 3.23 Capaian Prosentase Jumlah Usulan Rekomendasi Kebijakan

BBPSEKP yang Dijadikan Bahan Kebijakan Terhadap Total Kajian yang Dihasilkan BBPSEKP... 58 Tabel 3.24 Jumlah Rekomendasi Kebijakan Sosek KP ... 59 Tabel 3.25 Capaian Persepsi Masyarakat KP terhadap kebijakan yang

diterbitkan KKP (dalam skala likert 1-5)... 60 Tabel 3.26 Capaian Jumlah data dan informasi ilmiah KP ... 64 Tabel 3.27 Daftar Data dan Informasi BBPSEKP TA. 2014 ... 64 Tabel 3.28 Capaian jumlah karya tulis ilmiah yang dihasilkan BBPSEKP .. 65 Tabel 3.29 Capaian jumlah publikasi hasil penelitian sosial ekonomi KP .. 66 Tabel 3.30 Capaian frekuensi pertemuan ilmiah sosial ekonomi KP ... 66 Tabel 3.31 Capaian jumlah model penerapan kelembagaan yang inovatif 68 Tabel 3.32 Daftar model kelembagaan yang inovatif ... 68 Tabel 3.33 Capaian proporsi penelitian sosial ekonomi KP mendukung

program strategis KKP dibandingkan pengembangan produk prospektif lainnya ... 69 Tabel 3.34 Daftar kegiatan yang mendukung program prioritas KP ... 69

(6)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| vi

Tabel 3.35 Capaian indeks kesenjangan kompetensi Eselon II dan III di

lingkung BBPSEKP ... 71

Tabel 3.36 Capaian jumlah profesor riset di lingkup BBPSEKP ... 72

Tabel 3.37 Capaian jumlah peneliti S3 di BBPSEKP ... 73

Tabel 3.38 Capaian prosentase jumlah pegawai fungsional peneliti Sosial Ekonomi KP dibandingkan dengan total pegawai BBPSEKP ... 73

Tabel 3.39 Capaian Service Level Agreement BBPSEKP ... 74

Tabel 3.40 Capaian jumlah rekomendasi aparat pengawas eksternal internal pemerintah (APIEP) yang ditindaklanjuti dibanding total rekomendasi lingkung BBPSEKP ... 76

Tabel 3.41 Rekapitulasi Temuan ITJEN KKP pada BBPSEKP ... 77

Tabel 3.42 Capaian Indeks kepuasan masyarakat terhadap Balitbang KP 78 Tabel 3.43 Capaian Nilai Inisiatif Anti Korupsi Balitbang KP ... 79

Tabel 3.44 Capaian Nilai Penerapan Reformasi Birokrasi BPSEKP ... 81

Tabel 3.45 Capaian Prosentase Penyerapan DIPA BBPSEKP ... 83

Tabel 3.46 Rincian capaian Prosentase Penyerapan DIPA BPSEKP ... 83

Tabel 3.47 Pagu dan Realisasi Anggaran BBPSEKP Tahun 2014 (per belanja) ... 84

Tabel 3.48 Pagu dan Realisasi Anggaran BBPSEKP Tahun 2014 (per sumber dana – dalam bulan) ... 84

(7)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| vii

D

AFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1.1 Struktur Organisasi BBPSEKP ... 6

Gambar 1.2 Jumlah PNS BBPSEKP menurut Golongan ... 7

Gambar 1.3 Jumlah PNS menurut jabatan struktural dan fungsional ... 7

Gambar 1.4 Jumlah PNS menurut jenjang pendidikan ... 8

Gambar 1.5 Jumlah pegawai berdasarkan usia ... 8

Gambar 1.6 Jumlah pegawai berdasarkan jabatan fungsional dan non fungsional ... 9

Gambar 2.1 Peta Strategi BBPSEKP Tahun 2014 ... 14

Gambar 3.1 Peta Strategi Hasil Pengukuran BBPSEKP TA. 2014... 26

Gambar 3.2 Indeks yang diterima (IT), Indeks yang dibayar (IB) dan Indeks Tukar Perikanan (ITP) Nelayan Pelagis Besar Tuna di Kelurahan Bat Lubang Kota Bitung, 2013 dan 2014 ... 36

Gambar 3.3 Indeks yang diterima (IT), Indeks yang dibayar (IB) dan Indeks Nilai Tukar Nelayan (NTN) Nelayan Pelagis Besar di Sendang Biru Kabupaten Malang, 2014 ... 37

Gambar 3.4 Indeks yang diterima (IT), Indeks yang dibayar (IB) dan Indeks Nilai Tukar Perikanan (NTPi) pada Nelayan di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Bulan Januari 2013-April 2014 ... 38

Gambar 3.5 Indeks yang diterima (IT), Indeks yang dibayar (IB) dan Indeks Tukar Perikanan (ITP) pembudidaya rumput laut di Desa Batununggul Nusa Penida Klungkung Tahun 2013 -2014 40

Gambar 3.6 Pergerakan Indeks Nilai Tukar Pembudidaya (NTP) KJA Cianjur selama bulan Januari 2012 – Agustus 2014 ... 41

Gambar 3.7 Rata – rata unit pengolahan dan pemasaran ikan sebelum dan sesudah penerimaan Program PUMP P2HP di lokasi penelitian ... 43

Gambar 3.8 Proporsi Sumber Pendapatan Rumah Tangga Petambak Garam di Desa Pinggir Papas, Kabupaten Sumenep Tahun 2013-2014 ... 45

Gambar 3.9 Penilaian Pelaksanaan PMPRB Balitbang KP ... 82

Gambar 3.10 Diagram Penilaian PMPRB online BBPSEKP ... 82

(8)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 1

I

. P

ENDAHULUAN

1.1.

LATAR BELAKANG

Sesuai peraturan penerapan akuntabilitas yang mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Balitbang KP diwajibkan untuk: 1. Melaksanakan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai wujud

pertanggungjawaban instansi pemerintah dalam mencapai misi dan tujuan organisasi.

2. Menyampaikan Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LAKIP) pada setiap akhir tahun kepada Menteri Kelautan dan Perikanan melalui Sekretariat Jenderal KKP.

Atas dasar hal-hal di atas, Balitbang KP sebagai Instansi Pemerintah dan Penyelenggara Negara telah menetapkan target kinerja tahun 2014 yang mencakup target seluruh satker lingkup Balitbang KP. Salah satu satker terkait adalah Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBPSEKP) dan dilanjutkan dengan melakukan monitoring dan pengukuran kinerja yang telah dicapai, kemudian dituangkan ke dalam susunan LAKIP BBPSEKP tahun 2014 sebagai wujud akuntabilitas dari mandat yang diemban.

Dasar hukum penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBPSEKP) tahun 2014, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

1. Ketetapan MPR Nomor XI/MPR/1998 tentang penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme.

2. Peraturan Pemerintah Nomor: 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.

3. Peraturan Presiden Nomor: 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

4. Inpres terkait AKIP

5. Peraturan Menteri Negara PAN dan RB Nomor: 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas laporan kinerja Instansi Pemerintah.

(9)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 2 1.2. TUGAS, FUNGSI BBPSEKP DAN STRUKTUR ORGANISASI

Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBPSEKP) merupakan struktur organisasi dibawah dan berganggung jawab kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Sesuai PER 28/MEN/2011 tanggal 26 September 2011, Tentang Organisasi dan Tata Kerja BBPSEKP, maka diamanatkan untuk menjalankan tugas dan fungsi.

a. TUGAS DAN FUNGSI

Sesuai PER 28/MEN/2011 tanggal 26 September 2011, Tentang Organisasi dan Tata Kerja BBPSEKP, maka BBPSEKP memiliki tugas melaksanakan penelitian strategis sosial ekonomi kelautan dan perikanan meliputi sosial ekonomi pengelolaan sumber daya, pengembangan usaha dan perdagangan internasional, sosial budaya, pengembangan usaha dan perdagangan internasional, dinamika pembangunan dan implementasi kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan. Dalam melaksanakan tugas tersebut, BBPSEKP menjalankan fungsi :

a. Perencanaan dan perumusan bahan kebijakan teknis dan penyerasian program serta kegiatan penelitian strategis sosial ekonomi kelautan dan perikanan;

b. Pembinaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi program serta kegiatan penelitian strategis sosial ekonomi kelautan dan perikanan; c. Pelayanan jasa dan kerjasama penelitian strategis sosial ekonomi

kelautan dan perikanan;

d. Pelaksanaan diseminasi, komunikasi, dokumentasi dan hasil penelitian;

e. Pembinaan dan pengembangan sumber daya penelitian dan: f. Pelaksanaan urusan keuangan, rumah tangga dan tata usaha.

Merujuk pada Organisasi dan Tata kerja BBPSEKP maka susunan organisasi BBPSEKP secara rinci meliputi :

a. Bagian Tata Usaha mempunyai tugas dalam melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga;

b.Bidang Tata Operasional bertugas dalam melaksanakan penyusunan rencana program dan anggaran, pengumpulan data, pemantauan dan evaluasi, serta laporan;

c. Bidang Pelayanan Teknis yang bertugas dalam melaksanakan penyiapan kerjasama, pelayanan teknis, jasa, informasi, komunikasi, diseminasi, publikasi hasil penelitian sosial ekonomi kelautan dan perikanan, serta pengelolaan perpustakaan;

(10)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 3

d.Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan penelitian sosial ekonomi kelautan dan perikanan meliputi pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya, pengembangan sistem usaha sosial budaya, kelembagaan, pengembangan model kawasan ekonomi di bidang perikanan tangkap, perikanan budidaya, pengolahan dan pemasaran produk, serta sumber daya laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil serta kegiatan lain yang sesuai dengan keahlian dan kebutuhan serta tugas masing-masing jabatan fungsional berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Sebagai unit kerja yang mendukung KKP dalam mempercepat pembangunan sektor kelautan dan perikanan, maka peran BBPSEKP sebagai unit kerja tersebut mempunyai faktor kekuatan dan kelemahan. Faktor-faktor yang menentukan kekuatan BBPSEKP adalah :

1. Dibentuk berdasarkan Kepmen No. 28 tahun 2011. Dengan Kepmen tersebut memungkinkan BBPSEKP berperan luas memberi kontribusi dalam pembangunan kelautan dan perikanan. Struktur organisasi BBPSEKP dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 28./ tahun 2011, sehingga dengan struktur tersebut BBPSEKP mempunyai kemampuan untuk merespon permasalahan pembangunan kelautan dan perikanan dari sisi sosial ekonomi kelautan dan perikanan yang mencakup aspek pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya, sosial ekonomi dan kelembagaan, pengembangan usaha dan agribisnis perikanan, dinamika perubahan iklim, energi dan kebutuhan pangan serta konflik pemanfaatan sumberdaya.

2. Mempunyai beberapa peneliti yang memiliki kompetensi dan kapabilitas yang handal. Sebagai suatu unit kerja yang lahir pada akhir tahun 2005, maka keberadaan tenaga peneliti dengan kualifikasi master dan doktor memegang peranan penting dalam melaksanakan, menganalisa dan merumuskan rekomendasi kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan. Rekomendasi tersebut menjadi bagian dalam rumusan kebijakan pembagunan kelautan dan perikanan yang dapat bersifat usulan, koreksi dan advokasi dari kebijakan yang telah dan sedang dirumuskan.

Selain kekuatan yang disebutkan diatas, maka BBPSKEP juga memiliki kelemahan yang menjadi permasalahan dalam pelaksanaan tugas. Kelemahan tersebut adalah :

(11)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 4

1. Kurang terintegrasinya sistem perencanaan dan pengawasan program. Perencanaan program dalam BBPSEKP perlu diintegrasikan dengan perencanaan dari eselon I lingkup KKP lainnya, karena informasi dan data yang dihasilkan oleh BBPSEKP merupakan bahan pertimbangan untuk menyusun rekomendasi kebijakan dari eselon 1 lingkup KKP. Integrasi tersebut dimaksudkan juga untuk menjaga konsistensi kegiatan BBPSEKP agar searah dengan berbagai program yang ada di lingkup KKP. Selanjutnya program yang dilaksanakan tersebut memerlukan pengawalan agar dilaksanakan sesuai dengan standar operasional ilmiah yang bisa dipertanggung jawabkan. Dan pertanggung jawaban akhirnya harus disampaikan pada kegiatan diseminasi hasil penelitian pada setiap akhir tahun.

2. Lemahnya kemampuan mendiseminasi hasil penelitian. Diseminasi merupakan corong utama untuk menyampaikan hasil kegiatan BBPSEKP kepada stakeholder. Oleh sebab itu diperlukan penjabaran yang tepat tentang model diseminasi menurut sasaran dari hasil riset BBPSEKP. Tidak terarahnya program diseminasi menyebabkan hasil penelitian sulit sampai ke stakeholder.

Disamping faktor internal, faktor eksternal yang mempengaruhi kinerja BBPSEKP adalah terdiri dari faktor peluang dan ancaman, Peluang yang dapat dimanfaatkan BBPSEKP adalah :

1. Tingginya kebutuhan informasi sosial ekonomi untuk pembangunan kelautan dan perikananan. Pembangunan kelautan dan perikanan disadari memerlukan suatu teknologi, namun teknologi tersebut dalam banyak hal ternyata tidak dapat mengembangkan sektor tersebut dengan tepat. Informasi tersebut mencakup aspek penerapan suatu teknologi, dampak dari suatu penerapan teknologi dan kebijakan terhadap perkembangan ekonomi, kelestarian sumberdaya, keberlanjutan usaha, pencemaran lingkungan dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, informasi sosial ekonomi menjadi faktor penting dalam pembangunan kelautan dan perikanan.

2. Adanya komitmen pemerintah dalam kesepakatan Internasional dan regional yang menuntut informasi sosial ekonomi kelautan dan perikanan. Terdapat berbagai komitmen internasional yang harus direalisasikan oleh pemerintah terkait dengan kelautan dan perikanan, seperti: kesepakatan perubahan iklim (climate change), IUCN, hukum laut internasional (UNCLOS), keanggotaan Indonesia dalam organisasi

(12)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 5

dunia tentang pengelolaan sumberdaya perikanan (tuna dan lain-lain), konvensi internasional tentang buruh yang terkait dengan nelayan, internasional dan regional fishing right, coral triangle initiative, Komitmen dan konvensi tersebut masih memerlukan informasi sosial ekonomi lanjutan untuk menyikapinya dan menindaklanjutinya

3. Berkembangnya krisis global memerlukan informasi yang tepat untuk menyikapinya. Krisis global yang mencakup krisis pangan, energi, serta keuangan merupakan aspek yang berbeda satu dengan lainnya tetapi sangat mempengaruhi kinerja sektor kelautan dan perikanan. Dengan demikian krisis tersebut perlu diantisipasi oleh BBPSEKP dengan berbagai rekomendasi kebijakan. Kondisi ini merupakan peluang kepada BBPSEKP untuk berkontribusi dalam pembangunan kelautan dan perikanan. Dampak dari liberalisasi yang menjadi bagian dari ekonomi Indonesia ini, mempunyai pengaruh positif dan negatif terhadap sektor kelautan dan perikanan. Pertanyaannya adalah bagaimana komoditas perikanan dapat mensubtitusi produk pangan strategis, energi konvensional serta bagaimana mengatasi masalah transaksi ekspor atau membangun diversivikasi ekspor hasil perikanan akibat krisis keuangan global.

Sementara itu ancaman yang dihadapi BBPSEKP antara lain mencakup:

1. Kurang konsisten kebijakan dalam pembangunan kelautan dan perikanan. Konsistensi kebijakan merupakan suatu indikator penting dalam menilai keberhasillan pembangunan kelautan dan perikanan. Tidak konsistennya kebijakan tersebut menempatkan posisi BBPSEKP yang sangat sulit untuk menghasilkan kebijakan yang mendukung pembangunan Kelautan dan perikanan. Konsistensi ini mencakup dua hal yaitu: konsistensi dalam mendukung program BBPSEKP dan konsistensi dalam program pembangunan kelautan dan perikanan secara umum. Program pembangunan kelautan dan perikanan saat ini umumnya hanya bersifat pragmatis. Dengan kebijakan yang pragmatis ini maka BBPSEKP sulit melaksanakan tupoksinya terutama untuk jangka menengah dan jangka panjang.

2. Terdapat satker diluar Balitbang KP yang masih melakukan riset sosial ekonomi kelautan dan perikanan melalui pihak ketiga. Aspek sosial ekonomi kelautan dan perikanan sangat luas dan sangat terkait dengan kebijakan pembangunan. Oleh sebab itu, satker-satker lingkup KKP dapat saja melakukan kegiatan penelitian tersebut dengan berbagai kepentingan walaupun tidak sesuai dengan tupoksinya. Kegiatan kegiatan penelitian tersebut merupakan kegiatan riset yang pragmatis

(13)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 6

untuk mendapat jawaban permasalahan jangka pendek. Sehingga rekomendasi yang dihasilkan sifatnya sangat sementara dan tidak konperhensif. Kondisi seperti ini menyebabkan BBPSEKP dan Balitbang KP sangat sulit untuk menempatkan posisi untuk menjalankan kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan.

b. STRUKTUR ORGANISASI BBPSEKP

Gambar 1.1 Struktur Organisasi BBPSEKP

KEPALA BAGIAN TU

PIETER AMALO, MM

KEPALA BBPSEKP

Ir. TUKUL RAMEYO ADI, MT

Kasubbag Keuangan dan Umum Nadia Hanum, SE Retno Widihastuti, M.Kesos

Kasie Monev dan Pelaporan Kasubbag Kepegawaian Purwanto, BA Retno E. Rahmawati, S.Si Kasie Program dan Anggaran Kasie Publikasi dan Dokumentasi Heny Lestari, SE

YAYAN HIKMAYANI, M.Si

KABID PELAYANANTEKNIS KEPALA BIDANG TO

Dr. ARMEN ZULHAM Kasie Kerjasama dan Pelayanan Riset Tenny Apriliani, M.Si Penanggung Jawab Laboratorium Data Pengelola Perpustakaan

Prof (ris), Dr. Sonny K, M.Sc

Keti Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan

Prof (ris). Dr.Ir. Zahri Nasution, M.Si

Kelti Sosial dan Kelembagaan

Dr. Tajerin

Kelti Sistem Usaha Pemasaran dan Perdaganan (SUPP)

(14)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 7 1.3. Keragaan SDM BBPSEKP (Kekuatan SDM)

Dukungan sumber daya manusia pada program/kegiatan penelitian dan perekayasaan sosial ekonomi kelautan dan perikananterlihat pada grafik 1.2 berikut :

Gambar 1.2 Jumlah PNS BBPSEKP menurut Golongan

Sesuai dengan gambar1.2, maka jumlah golongan II dan III dari tahun 2012 sampai dengan 2014 mengalami penurunan. Sedangkan pada jumlah pegawai dengan golongan IV dari tahun 2012 sampai dengan 2014 mengalami kenaikan. Pada tahun 2012 sampai dengan 2014 penurunan jumlah golongan II dan III disebabkan karena adanya pegawai pada golongan tersebut mengalami purna bakti serta terdapat pegawai yang mendapat hukuman disiplin sejumlah dua orang. Sedangkan jumlah pegawai golongan IV disebabkan oleh kenaikan pangkat baik itu jabatan fungsional maupun jabatan struktural. Pada tahun 2014 golongan IV sebanyak 13 orang, golongan III sebanyak 49 orang, dan golongan II sebanyak 7 (tujuh) orang.

Gambar 1.3 Jumlah PNS menurut jabatanstruktural dan fungsional

II III IV

(15)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 8

Sesuai dengan gambar 1.3, pegawai BBPSEKP pada tahun 2014terdiri dari pegawai dengan jabatan fungsionalsejumlah 44 orang, pejabat eselon II sejumlah satu orang, pejabat eslon III sejumlah tiga orang, pejabat eselon IV sejumlah enam orang, dan pelaksana sejumlah 18 orang. Dari jumlah fungsional tersebut terdapat pegawai yang menjabat rangkap jabatan., yaitu pada pejabat eselon II sejumlah satu orang, pejabat eselon III sejumlah dua orang, dan pejabat eselon IV sejumlah satu orang.

Gambar 1.4 Jumlah PNS menurut jenjang pendidikan

Sesuai dengan gambar 1.4, maka pegawai BBPSEKP dari tahun 2010 sampai dengan 2014, menurut tingkat pendidikan dari SMP jumlahnya tetap,tingkat pendidikan SMA sampai D3, mengalami penurunan. Sedangkan dari tingkat pendidikan S1 sampai dengan S2 mengalami fluktuatif, dan tingkat pendidikan S3 mengalami keaikan. Pada tahun 2014, jumlah pegawai BBPSEKP menurut tingkat pendidikan mengalami penurunan dari jenjang SMA sampai dengan D3 hal ini karena pegawai pada tingkat pendidikan tersebut mengalami purna bakti, sedangkan kondisi fluktuatif pada jumlah pegawai dari tingkat pendidikan S1 sampai dengan S2 disebabkan oleh banyaknya pegawai yang mengikuti tugas belajar atau ijin belajar pada peneliti dan pegawai struktural. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dari pegawai tersebut.

Gambar 1.5 Jumlah pegawai berdasarkan usia

2010 2011 2012 2013 2014 2010 2011 2012 2013 2014

(16)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 9

Sesuai dengan gambar 1.5 maka pada tahun 2014 jumlah pegawai BBPSEKP menurut usia didominasi oleh pegawai yang relatif muda yaitu sejumlah berusia 26-35 tahun sebanyak35 orang, sedangkan jumlah pegawai yang pada usia lebih dari 56 tahun sebanyak dua orang. Hal ini memperlihatkan bahwa beberapa pegawai struktural maupun fungsional di lingkup BBPSEKP dalamdua tahun ke depan akan mengalami purna tugas.

Gambar 1.6 Jumlah pegawai berdasarkan jabatan fungsional dan non fungsional

Dari gambar 1.6, terlihat bahwa jumlah pegawai fungsional di BBPSEKP lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah pegawai non-fungsional. Dari tahun 2010 hingga tahun 2011 jumlah pegawai struktural lebih banyak dari pegawai fungsional. Sedangkan mulai tahun 2012-2014 jumlah pegawai fungsional lebih besar dari pada jumlah pegawai struktural. Diketahui bawah pada tahun 2014 jumlah pegawai fungsional sejumlah 44 orang dengan pegawai struktural sejumlah 25 orang. Sedangkan pada tahun 2013, pegawai fungsional sejumlah 42 orang dan pegawai struktural sejulah 29 orang. Hal tersebut dikarenakan adanya sejumlah pegawai yang awalnya masuk dalam calon peneliti telah memenuhi syarat dalam masuk jabatan fungsional peneliti dan non peneliti seperti pustakawan, pranata computer dan pejabat pengadaan barang dan jasa.

Fungsional Non Fungsional

(17)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 10 1.4. SISTEMATIKA LAKIP

LAKIP ini bertujuan untuk mengkomunikasikan pencapaian kinerja BBPSEKP pada tahun 2014, yaitu dengan melakukan analisis atas capaian kinerja (performance results) tahun 2014 terhadap rencana kinerja (performance plans) tahun 2014. Analisis tersebut memungkinkan teridentifikasikannya sejumlah celah kinerja (performance gap) sebagai umpan balik perbaikan kinerja di masa datang. Sejalan dengan hal tersebut, sistematika penyajian LAKIP adalah sebagai berikut:

Bab I – Pendahuluan, menyajikan latar belakang, tugas dan fungsi, dan struktur organisasi.

Bab II –Penetapan Kinerja, menyajikan rencana strategis tahun 2014 dan penetapan kinerja tahunan 2014.

Bab III – Capaian Kinerja, menyajikan analisis terhadap capaian kinerja dan keuangan pada tahun 2014.

Bab IV – Penutup, menyajikan simpulan terhadap pencapaian kinerja di tahun 2014.

(18)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 11

II

. P

ERENCANAAN KINERJA

2.1. RENCANA STRATEGIS BALITBANG KP 2010 - 2014

Rencana Strategis BBPSEKP 2010 - 2014 yang baru telah menerapkan/menggunakan manajemen kinerja dengan pendekatan Balanced Scorecard (BSC) yang berisi langkah-langkah stratejik jangka menengah yang akan memberi arah bagi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan IPTEK kelautan dan perikanan.. Pada periode pertengahan tahun 2013, sesuai dengan dinamika organisasi yang berkembang ada upaya perbaikan pengelolaan kinerja organisasi pada tingkat BBPSEKP, yaitu berupa penggunaan metode balanced scorecard (BSC).Penyusunan Renstra BBPSEKP, mengacu pada Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan dan Renstra Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2010 - 2014, yang telah ditetapkan oleh Kepala BBPSEKP, dengan SK Nomor PER.1/BBPSEKP/2014.

Sehubungan dengan hal tersebut, visi, misi, tujuan dan sasaran strategis program/kegiatan penelitian dan perekayasaan sosial ekonomi kelautan dan perikanantahun 2010 - 2014 mengalami perubahan dan penyesuaian. Secara ringkas subtansi Renstra BBPSEKP dapat diilustrasikan sebagai berikut:

a. Visi

Visi BBPSEKP adalah “Menjadi institusi terdepan untuk mewujudkan pencapaian target pembangunan kelautan dan perikanan melalui kegiatan penelitian social ekonomi kelautan dan perikanan.”

Dalam rangka mewujudkan visi tersebut BBPSEKP menetapkan misi yang akan dilakukan secara konsisten yaitu:

1. Melaksanakan penelitian social ekonomi kelautan dan perikanan yang komprehensif;

2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan mandiri di bidang sosial ekonomi kelautan dan perikanan;

3. Merancang dan membangun sarana dan prasarna penelitian sosial ekonomi kelautan dan perikanan dalam mendukung kegiatan penelitian;

(19)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 12 4. Meningkatkan citra institusi melalui alih teknologi kelautan

dan perikanan;

5. Memperkuat sistem monitoring dan evaluasi penelitian sosial ekonomi kelautan dan perikanan.

b. Tujuan

Sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan, maka BBPSEKP menetapkan tiga tujuan yang akan dicapai oleh BBPSEKP dalam jangka waktu sampai tahun 2014, yaitu:

1. Menghasilkan Ilmu Pengetahuan (IPTEK) dan rekomendasi bahan rumusan kebijakan kelautan dan perikanan.

Pencapaian tujuan ini ditandai dengan:

a. Meningkatnya mutu data dan informasi sosial ekonomi kelautan dan perikanan;

b. Meningkatnya kualitas output rekomendasi kebijakan sosial ekonomi kelautan dan perikanan dalam mendukung kebijakan KP 2. Menyiapkan dan meningkatkan kualitas dan kompetensi sumberdaya

penelitian yang handal dan mandiri di bidang sosial ekonomi kelautan dan perikanan. Pencapaian tujuan ini ditandai dengan :

a. Menyiapkan para peneliti yang mamp memegang peran penting dalam melaksanakan, menganalisa, dan merumuskan rekomendasi kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan. b. Terdapatnya kesempatan setiap tahun bagi para peneliti untuk

melanjutkan pendidikan lanjutan S2/S3 dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM baik yang diperoleh dari beasiswa maupun tugas belajar.

c. Terdapatnya kesempatan setiap tahun bagi para peneliti untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan terkait fungsional lanjutan. 3. Mewujudkan penyelenggaraan urusan tata usaha dan rumah tangga

kantor dengan azas goodgovernance, akuntabel, dan transparan. Pencapaian tujuan ini ditandai dengan :

a. Terwujudnya BBPSEKP sebagai UPT yang bebas dari korupsi; b.Terwujudnya BBPSEKP sebgai UPT yang selalu menindaklanjuti

rekomendasi terkait dengan aparat internal eksternal pemerintah. 4. Mewujudkan model percepatan alih teknologi;

Pencapaian tujuan ini ditandai dengan :

a. Dihasilkannya output model kelembagaan dan penerapan teknologi yang berkontribusi pada percepatan pembangunan kelautan dan perikanan melalui peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat KP;

(20)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 13

b. Meningkatnya peran Klinik Iptek Mina Bisnis sebagai lembaga bertujuan pemberdayaan masyarakat KP

5. Mewujudkan kinerja efektif, efisien dan sinkron dengan program yang ditetapkan. Pencapaian tujuan ini ditandai dengan :

a. Dihasilkannya output atau keluaran BBPSEKP berupa rekomendasi yang mencakup aspek pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya, pengembangan sistem usaha, sosial budaya, kelembagaan, pengembangan model kawasan ekonomi, serta sumberdaya laut, dan pulau-pulau kecil;

b. Program dan kegiatan BBPSEKP direncanakan sesuai dengan program yang telah ditetapkan;

c. Anggaran kegiatan BBPSEKP direncanakan sesuai dengan pertimbangan skala prioritas.

Penuangan dari Renstra BBPSEKP Tahun 2010-2014 diatas dituangkan kedalam rencana kinerja tahunan sesuai tabel 2.1 dibawah ini:

Tabel 2.1 Rencana Kinerja Program dan Kegiatan BBPSEKP Tahun 2010 - 2014

PROGRAM/

KEGIATAN SASARAN INDIKATOR

TARGET

2010 2011 2012 2013 2014

Program/kegia-tan penelitian dan perekayasaan sosial ekonomi kelautan dan perikanan Termanfaatk annya hasil penelitian sosial ekonomi KP 1 Jumlah pengguna hasil penelitian Sosial Ekonomi KP (Kelompok/Orang) - - 4 5 15 2 Jumlah hasil penelitian Sosial Ekonomi KP yang diadopsi oleh Masyarakat KP - - 4 4 1 3 Presentase jumlah usulan rekomendasi kebijakan BBPSEKP yang dijadikan bahan kebijakan terhadap total kajian yang dihasilkan

- - 85% 30% 33%

Dari target tersebut dapat diketahui bahwa target terkait IKU berbasis BSC ditentukan pada tahun 2012 (tidak diimplementasikan), karena target IKU berbasis BSC disusun mulai tahun 2013 dengan tetap mencantumkan target dan realisasi pada tahun 2012. Sedangkan pada tahun 2014 terdapat perubahan pada Tapja dimana salah satu target pada yaitu pada IKU jumlah pengguna hasil penelitian sosial ekonomi KP

(21)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 14

(kelompok/orang) telah direvisi menjadi 15 dari target sebelumnya yaitu 19. Hal tersebut dikarenakan adanya perubahan lokasi pada kegiatan KIMBis akibat adanya kebijakan penghematan anggaran. Perubahan target dari tahun 2012 ke 2013 cukup signifikan, hal tersbut adanya penentuan target ditentukan sama dengan target Balitbang KP.

2.2. SASARAN STRATEGIS (SS) DAN RENCANA KERJA BBPSEKP TA 2014

Peta strategi yang memetakan Sasaran Strategis (SS) ke dalam suatu kerangka hubungan sebab akibat menggambarkan keseluruhan perjalanan strategi BBPSEKP. Peta strategi memudahkan BBPSEKP untuk mengkomunikasikan keseluruhan strateginya kepada seluruh Pejabat/Pegawai dalam rangka pemahaman demi suksesnya pencapaian visi, misi, dan tujuan BBPSEKP. Peta strategi BBPSEKP tahun 2014 yang disepakati antara Kepala BBPSEKP dengan Kepala Balitbang KP hasil revisi pada bulan September 2014 ditunjukkan dalam Gambar 2.1 berikut:

Gambar 2.1 Peta Strategi BBPSEKP Tahun 2014

Peta strategi BBPSEKP memetakan setiap Sasaran Strategis (SS) yang disusun dalam rangka pencapaian tujuan organisasi sesuai visi dan misi yang diemban. Dengan menggunakan metodologi Balanced Scorecard (BSC), setiap Sasaran Strategis (SS) dikelompokan kedalam 4 (empat) perspektif, yaitu stakeholders perspective, customers perspective, internal process perspective, dan learning and growthperspective. Dari perpektif stakeholder, terdapat Sasaran Strategis (SS) yang disusun untuk melihat dampak dari

(22)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 15

program penelitian dan perekayasaan sosial ekonomi kelautan dan perikanandan stakeholder. Dari perspective customers terhadap KKP dan masyarakat kelautan dan perikanan, terdapat SS yang disusun untuk meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian sosek KP oleh masyarakat KP. Dari perspective internal process BBPSEKP, untuk mendukung pencapaian Sasaran Strategis (SS) pada dua layer stakeholders perspective dan customers perpective tersebut diperlukan adanya empat faktor penting berupa Tersedianya kebijakan kelautan dan perikanan yang implementatif, Tersedianya jumlah data dan informasi ilmiah sosial KP, Terselenggaranya modernisasi sistem produksi kelautan dan perikanan, pengolahan dan pemasaran produk kelautan dan perikanan yang optimal dan bermutu dan Terselenggaranya pengendalian penelitian sosial ekonomi KP.Sedangkan dari perspektif learning and growth, terdapat 4 (empat) faktor penting Tersedianya SDM BBPSEKP yang kompeten dan professional, Tersedianya informasi yang valid, handal dan mudah diakses, Terwujudnya good governance & clean governmentlingkup BBPSEKPdan Terkelolanya anggaran secara optimal lingkup BBPSEKP.

Adapun penjabaran dari sasaran strategis diatas dituangkan dalam indikator kinerja dan targetnya sesuai dengan tabel 2.2 dibawah ini:

Tabel 2.2 Target dan Indikator KinerjaTA 2013 – 2014 dalam Renstra BBPSEKP

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA 2013 TARGET 2014

STAKEHOLDER PERSPECTIVE

SS1 Meningkatnya kesejahteraan masyarakat KP

1 Nilai Tukar Nelayan 110 105

2 Nilai Tukar Pembudidaya

Ikan 104 102

3

Rata-rata Pendapatan Pengolah & Pemasar (KK/bulan) Rp. 1,8 juta Rp. 2,0 juta 4 Rata-rata Pendapatan Petambak Garam (KK/bulan) Rp. 1,8 juta Rp. 2,0 juta 5 Pertumbuhan PDB Perikanan 7,00% 7,25% COSTUMER PERSPECTIVE SS2 Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian sosial ekonomi

KP oleh masayarkat KP

6 Jumlah jejaring dan

kemitraan BBPSEKP 4 3

7

Jumlah hasil penelitian sosial ekonomi KP yang diadopsi oleh masyarakat KP

4 1

8

Jumlah Pengguna hasil penelitian sosial ekonomi KP (kelompok/orang)

5 19

INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE

9 Presentase jumlah usulan

(23)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 16 SS3

Tersedianya kebijakan KP yang implementatif

BBPSEKP yang dijadikan bahan kebijakan terhadap total kajian yang dihasilkan 10 Jumlah rekomendasi

kebijakan sosek KP 4 4

11

Persepsi masyarakat KP terhadap kebijakan yang diterbitkan KKP (dalam skala linkert 1-5)

4 3

SS4

Tersedianya data dan informasi ilmiah sosial

ekonomi KP

12 Jumlah data dan informasi

ilmiah sosial ekonomi KP 11 11

13 Jumlah Karya Tulis Ilmiah

yang dihasilkan BBPSEKP 25 25

14

Jumlah publikasi sosial ekonomi di lingkup Sosial Ekonomi KP di lingkup BBPSEKP

12 14

15

Frekuensi pertemuan ilmiah sosial ekonomi KP di lingkup BBPSEKP

4 4

SS5 Terselenggaranya modernisasi sistem produksi kelautan dan perikanan, pengolahan dan pemasaran produk kelautan dan perikanan

yang optimal dan bermutu

16

Jumlah model penerpaan kelembagaan KP yang inovatif*) 4 4 SS6 Terselenggaranya pengendalian penelitian sosial ekonomi KP 17

Proporsi penelitian sosial ekonomi KP mendukung program strategis KKP dibandingkan pengembangan produk prospektif lainnya 80% 70%

LEARN & GROWTH PERSPECTIVE

SS7 Tersedianya SDM BBPSEKP yang kompeten

dan professional

18

Prosentase indeks kesenjangan kompetensi esekon II dan III di lingkup BBPSEKP

60% 50%

19 Jumlah professor penelitian

di lingkup BBPSEKP 1 1

20 Jumlah peneliti S3 di

BBPSEKP 7 7

21

Presentase jumlah pegawai fungsional peneliti sosial ekonomi dibandingkan total pegawai di lingkup BBPSEKP

42,05% 57%

SS8

Tersedianya informasi yang valid, handal dan

mudah diakses

22 Service Level Agreement Balitbang KP 70% 75%

23

Persepsi user terhadap kemudahan akses (skala likert 1-5) 3 3 24 Presentase rekomendasi aparat pengawas 100% 75% SS9 Terwujudnya good governance & clean government lingkup

BBPSEKP

25 Nilai AKIP BBPSEKP NILAI AKIP A NILAI AKIP A 26 Nilai inisiatif anti korupsi

BBPSEKP 6,75 6,75

27 Nilai integritas BBPSEKP 8 7,75

(24)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 17

BBPSEKP SS10

Terkelolanya anggaran secara optimal lingkup

BBPSEKP

29 Persentase penyerapan DIPA BBPSEKP > 95% > 95%

Selanjutnya, target kinerja tersebut dituangkan dalam Rencana Kerja Tahunan sebagaimana table 2.3 berikut:

Tabel 2.3 Rencana Kerja Tahunan BBPSEKP TA 2014

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET 2014

STAKEHOLDER PERSPECTIVE

SS1 Meningkatnya kesejahteraan masyarakat KP

1 Nilai Tukar Nelayan 105

2 Nilai Tukar Pembudidaya

Ikan 102

3

Rata-rata Pendapatan Pengolah & Pemasar (KK/bulan)

Rp. 2,0 juta

4 Rata-rata Pendapatan

Petambak Garam (KK/bulan) Rp. 2,0 juta

5 Pertumbuhan PDB Perikanan 7,25%

COSTUMER PERSPECTIVE

SS2 Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian sosial ekonomi

KP oleh masayarkat KP

6 Jumlah jejaring dan

kemitraan BBPSEKP 3

7

Jumlah hasil penelitian sosial ekonomi KP yang diadopsi oleh masyarakat KP

1

8

Jumlah Pengguna hasil penelitian sosial ekonomi KP (kelompok/orang) 19 INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE SS3 Tersedianya kebijakan KP yang implementatif 9

Presentase jumlah usulan rekomendasi kebijakan BBPSEKP yang dijadikan bahan kebijakan terhadap total kajian yang dihasilkan

33%

10 Jumlah rekomendasi

kebijakan sosek KP 4

11

Persepsi masyarakat KP terhadap kebijakan yang diterbitkan KKP (dalam skala linkert 1-5)

3

SS4

Tersedianya data dan informasi ilmiah sosial

ekonomi KP

12 Jumlah data dan informasi

ilmiah sosial ekonomi KP 11

13 Jumlah Karya Tulis Ilmiah

yang dihasilkan BBPSEKP 25

14

Jumlah publikasi sosial ekonomi di lingkup Sosial Ekonomi KP di lingkup BBPSEKP

14

15

Frekuensi pertemuan ilmiah sosial ekonomi KP di lingkup BBPSEKP

4

(25)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 18 Terselenggaranya

modernisasi sistem produksi kelautan dan perikanan, pengolahan dan pemasaran produk kelautan dan perikanan

yang optimal dan bermutu kelembagaan KP yang inovatif*) SS6 Terselenggaranya pengendalian penelitian sosial ekonomi KP 17

Proporsi penelitian sosial ekonomi KP mendukung program strategis KKP dibandingkan pengembangan produk prospektif lainnya 70%

LEARN & GROWTH PERSPECTIVE

SS7 Tersedianya SDM BBPSEKP yang kompeten

dan professional

18

Prosentase indeks kesenjangan kompetensi esekon II dan III di lingkup BBPSEKP

50%

19 Jumlah professor penelitian

di lingkup BBPSEKP 1

20 Jumlah peneliti S3 di

BBPSEKP 7

21

Presentase jumlah pegawai fungsional peneliti sosial ekonomi dibandingkan total pegawai di lingkup BBPSEKP

57%

SS8

Tersedianya informasi yang valid, handal dan

mudah diakses

22 Service Level Agreement

Balitbang KP 75%

23

Persepsi user terhadap kemudahan akses (skala likert 1-5)

3

24

Presentase rekomendasi aparat pengawas eksterna internal pemeirntah (APIEP) yang ditindaklanjuti disbanding total rekomendasi lingkup BBPSEKP 75% SS9 Terwujudnya good governance & clean government lingkup

BBPSEKP

25 Nilai AKIP BBPSEKP NILAI AKIP A

26 Nilai inisiatif anti korupsi

BBPSEKP 6,75

27 Nilai integritas BBPSEKP 7,75

28 Nilai Penerapan RB BBPSEKP 80

SS10

Terkelolanya anggaran secara optimal lingkup

BBPSEKP

29 Persentase penyerapan DIPA

BBPSEKP > 95%

Dilihat dari tabel 2.2 dan 2.3 dapat diketahui bahwa jika dibandingkan dengan TAPJA revisi pada tahun 2014 telah terdapat beberapa perubahan target yang meliputi :

1. Jumlah pengguna hasil penelitian sosial ekonomi KP (kelompok/orang) dari target semula adalah 19 direvisi menjadi 15. Hal ini dikarenakan adanya pengurangan lokasi akibat kebijakan penghematan anggaran;

(26)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 19

2. Jumlah peneliti S3 di BBPSEKP dari target sebelumnya 7 direvisi menjadi 6. Hal tersebut disebabkan adanya satu orang peneliti S3 yang mendapat hukuman disiplin pegawai;

3. IKU Persepsi user terhadap kemudahan akses (skala likert 1-5) di drop dari IKU BBPSEKP;

4. IKU Presentase rekomendasi aparat pengawas eksterna internal pemeirntah (APIEP) yang ditindaklanjuti disbanding total rekomendasi lingkup BBPSEKP masuk dalam SS9 yaitu terwujudnya good govermance & clean government lingkup BBPSEKP dengan target sebelumnya 75% direvisi menajdi 100%.

5. IKU Nilai integritas BBPSEKP direvisi menjadi IKU indeks kepuasan masayarakat di BBPSEKP dengan target tahun 2014 adalah 7.

Revisi indikator pada Tapja tersebut telah dirubah sesuai dengan terbitan Tapja hasil revisi yang ditanda tangani oleh Kepala BBPSEKP dan Kepala Balitbang KP. Perubahan tersebut seperti tertera pada tabel 2.4 dan 2.5 dibawah ini:

Tabel 2.4 Target dan Indikator Kinerja TA 2013 – 2014 dalam Renstra BBPSEKP (Revisi 2)

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET

2013 2014 STAKEHOLDER PERSPECTIVE SS1 Meningkatnya kesejahteraan masyarakat KP

1 Nilai Tukar Nelayan 110 105

2 Nilai Tukar Pembudidaya

Ikan 104 102

3

Rata-rata Pendapatan Pengolah & Pemasar (KK/bulan)

Rp. 1,8 juta Rp. 2,0 juta

4 Rata-rata Pendapatan

Petambak Garam (KK/bulan) Rp. 1,8 juta Rp. 2,0 juta 5 Pertumbuhan PDB Perikanan 7,00% 7% COSTUMER PERSPECTIVE SS2 Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian sosial ekonomi

KP oleh masayarkat KP

6 Jumlah jejaring dan

kemitraan BBPSEKP 4 3

7

Jumlah hasil penelitian sosial ekonomi KP yang diadopsi oleh masyarakat KP

4 1

8

Jumlah Pengguna hasil penelitian sosial ekonomi KP (kelompok/orang) 5 15 INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE SS3 Tersedianya kebijakan KP yang implementatif 9

Presentase jumlah usulan rekomendasi kebijakan BBPSEKP yang dijadikan bahan kebijakan terhadap total kajian yang dihasilkan

30% 33%

10 Jumlah rekomendasi

(27)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 20

11

Persepsi masyarakat KP terhadap kebijakan yang diterbitkan KKP (dalam skala linkert 1-5)

4 3

SS4

Tersedianya data dan informasi ilmiah sosial

ekonomi KP

12 Jumlah data dan informasi

ilmiah sosial ekonomi KP 11 11

13 Jumlah Karya Tulis Ilmiah

yang dihasilkan BBPSEKP 25 25

14

Jumlah publikasi sosial ekonomi di lingkup Sosial Ekonomi KP di lingkup BBPSEKP

12 14

15

Frekuensi pertemuan ilmiah sosial ekonomi KP di lingkup BBPSEKP

4 4

SS5 Terselenggaranya modernisasi sistem produksi kelautan dan perikanan, pengolahan dan pemasaran produk kelautan dan perikanan

yang optimal dan bermutu

16

Jumlah model penerpaan kelembagaan KP yang inovatif*) 4 4 SS6 Terselenggaranya pengendalian penelitian sosial ekonomi KP 17

Proporsi penelitian sosial ekonomi KP mendukung program strategis KKP dibandingkan pengembangan produk prospektif lainnya 80% 50%

LEARN & GROWTH PERSPECTIVE

SS7 Tersedianya SDM BBPSEKP yang kompeten

dan profesional

18

Prosentase indeks kesenjangan kompetensi esekon II dan III di lingkup BBPSEKP

60% 50%

19 Jumlah professor penelitian

di lingkup BBPSEKP 1 1

20 Jumlah peneliti S3 di

BBPSEKP 7 6

21

Presentase jumlah pegawai fungsional peneliti sosial ekonomi dibandingkan total pegawai di lingkup BBPSEKP

42,05% 57%

SS8

Tersedianya informasi yang valid, handal dan

mudah diakses

22 Service Level Agreement

Balitbang KP 70% 75%

SS9 Terwujudnya good governance & clean government lingkup

BBPSEKP

23

Persentase Rekomendasi aparat pengawas eksternal internal pemerintah (APIEP) yang ditindaklanjuti

dibanding total rekomendasi lingkup Balitbang KP 75% 100% 24 Tingkat kuliatas akuntabilitas kinerja BBPSEKP

NILAI AKIP A NILAI AKIP A

25 Nilai inisiatif anti korupsi

BBPSEKP 6,75 7,75

26 Indeks kepuasan

(28)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 21 BBPSEKP 27 Nilai Penerapan RB BBPSEKP 75 80 SS10 Terkelolanya anggaran secara optimal lingkup

BBPSEKP

28 Persentase penyerapan

DIPA BBPSEKP > 95% > 95%

Dengan perubahan rencana kerja pada tahun 2014 sebagai berikut:

Tabel 2.5 Rencana Kerja Tahunan BBPSEKP TA 2014

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET 2014

STAKEHOLDER PERSPECTIVE

SS1 Meningkatnya kesejahteraan masyarakat KP

1 Nilai Tukar Nelayan 105

2 Nilai Tukar Pembudidaya

Ikan 102

3

Rata-rata Pendapatan Pengolah & Pemasar (KK/bulan)

Rp. 2,0 juta

4 Rata-rata Pendapatan

Petambak Garam (KK/bulan) Rp. 2,0 juta

5 Pertumbuhan PDB Perikanan 7%

COSTUMER PERSPECTIVE

SS2 Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian sosial ekonomi

KP oleh masayarkat KP

6 Jumlah jejaring dan

kemitraan BBPSEKP 3

7

Jumlah hasil penelitian sosial ekonomi KP yang diadopsi oleh masyarakat KP

1

8

Jumlah Pengguna hasil penelitian sosial ekonomi KP (kelompok/orang)

15

INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE

SS3

Tersedianya kebijakan KP yang implementatif

9

Presentase jumlah usulan rekomendasi kebijakan BBPSEKP yang dijadikan bahan kebijakan terhadap total kajian yang dihasilkan

33%

10 Jumlah rekomendasi

kebijakan sosek KP 4

11

Persepsi masyarakat KP terhadap kebijakan yang diterbitkan KKP (dalam skala linkert 1-5)

3

SS4

Tersedianya data dan informasi ilmiah sosial

ekonomi KP

12 Jumlah data dan informasi

ilmiah sosial ekonomi KP 11

13 Jumlah Karya Tulis Ilmiah

yang dihasilkan BBPSEKP 25

14

Jumlah publikasi sosial ekonomi di lingkup Sosial Ekonomi KP di lingkup BBPSEKP

14

15

Frekuensi pertemuan ilmiah sosial ekonomi KP di lingkup BBPSEKP

4

SS5

Terselenggaranya 16

Jumlah model penerpaan

(29)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 22 modernisasi sistem

produksi kelautan dan perikanan, pengolahan dan pemasaran produk kelautan dan perikanan

yang optimal dan bermutu inovatif*) SS6 Terselenggaranya pengendalian penelitian sosial ekonomi KP 17

Proporsi penelitian sosial ekonomi KP mendukung program strategis KKP dibandingkan pengembangan produk prospektif lainnya 50%

LEARN & GROWTH PERSPECTIVE

SS7 Tersedianya SDM BBPSEKP yang kompeten

dan profesional

18

Prosentase indeks kesenjangan kompetensi esekon II dan III di lingkup BBPSEKP

50%

19 Jumlah professor penelitian

di lingkup BBPSEKP 1

20 Jumlah peneliti S3 di

BBPSEKP 6

21

Presentase jumlah pegawai fungsional peneliti sosial ekonomi dibandingkan total pegawai di lingkup BBPSEKP

57%

SS8

Tersedianya informasi yang valid, handal dan

mudah diakses

22 Service Level Agreement

Balitbang KP 75%

SS9 Terwujudnya good governance & clean government lingkup

BBPSEKP

23

Presentase rekomendasi aparat pengawas eksternal internal pemeirntah (APIEP) yang ditindaklanjuti disbanding total rekomendasi lingkup BBPSEKP

100%

24 Tingkat akuntabilitas kinerja

BBPSEKP NILAI AKIP A

25 Indeks kepuasan masyarakat

terhadap BBPSEKP 7,75

26 Nilai integritas BBPSEKP 6,75

27 Nilai Penerapan RB BBPSEKP 80

SS10

Terkelolanya anggaran secara optimal lingkup

BBPSEKP

28 Persentase penyerapan DIPA

BBPSEKP > 95%

2.3. PENETAPAN KINERJA BBPSEKP TA 2014/PERJANJIAN KERJA Pada tahun 2014, BBPSEKP telah menetapkan target kinerja yang akan dicapai dalam bentuk kontrak kinerja antara Kepala BBPSEKP dengan Kepala Balitbang KP. Pada Kontrak kinerja tersebut terdapat peta strategi (strategy map) dengan sepuluh sasaran strategis (SS) yang ingin dicapai. Untuk setiap SS yang disusun dan ditetapkan memiliki ukuran yang disebut sebagai Indikator Kinerja Utama (IKU). Keseluruhan IKU BBPSEKP pada

(30)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 23

tahun 2014 untuk semua SS berjumlah 28 IKU.Sebagai alat ukur pencapaian SS, target 28 IKU BBPSEKP yang ditetapkan adalah sebagai berikut:

Tabel 2.6 Penetapan Kinerja BBPSEKP TA 2014

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA TA. 2014

TARGET LAMA TARGET BARU

STAKEHOLDER PERSPECTIVE

SS1

Meningkatnya kesejahteraan masyarakat KP

1 Nilai Tukar Nelayan 112 105

2 Nilai Tukar Pembudidaya Ikan 105 102

3 Rata-rata Pendapatan Pengolah

& Pemasar (KK/bulan) Rp. 2,0 juta Rp. 2,0 juta 4 Rata-rata Pendapatan Petambak

Garam (KK/bulan) Rp. 2,0 juta Rp. 2,0 juta

5 Pertumbuhan PDB Perikanan 7,25% 7%

COSTUMER PERSPECTIVE

SS2

Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian sosial ekonomi KP oleh masayarkat

KP

6 Jumlah jejaring dan kemitraan

BBPSEKP 3 3

7

Jumlah hasil penelitian sosial ekonomi KP yang diadopsi oleh masyarakat KP

1 1

8

Jumlah Pengguna hasil penelitian sosial ekonomi KP (kelompok/orang)

19 15

INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE

SS3

Tersedianya kebijakan KP yang implementatif

9

Presentase jumlah usulan rekomendasi kebijakan BBPSEKP yang dijadikan bahan kebijakan terhadap total kajian yang dihasilkan

33% 33%

10 Jumlah rekomendasi kebijakan sosek KP 4 4

11

Persepsi masyarakat KP terhadap kebijakan yang diterbitkan KKP (dalam skala linkert 1-5)

3 3

SS4

Tersedianya data dan informasi ilmiah sosial

ekonomi KP

12 Jumlah data dan informasi

ilmiah sosial ekonomi KP 11 11

13 Jumlah Karya Tulis Ilmiah yang

dihasilkan BBPSEKP 25 25

14

Jumlah publikasi sosial ekonomi di lingkup Sosial Ekonomi KP di lingkup BBPSEKP

14 14

15

Frekuensi pertemuan ilmiah sosial ekonomi KP di lingkup BBPSEKP

4 4

SS5 Terselenggaranya modernisasi sistem produksi

kelautan dan perikanan, pengolahan dan pemasaran

produk kelautan dan perikanan yang optimal dan

bermutu

16 Jumlah model penerpaan

kelembagaan KP yang inovatif*) 4 4

SS6 Terselenggaranya pengendalian penelitian

sosial ekonomi KP

17

Proporsi penelitian sosial ekonomi KP mendukung program strategis KKP dibandingkan pengembangan

(31)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 24

produk prospektif lainnya

LEARN & GROWTH PERSPECTIVE

SS7

Tersedianya SDM BBPSEKP yang kompeten dan

profesional

18

Prosentase indeks kesenjangan kompetensi esekon II dan III di lingkup BBPSEKP

50% 50%

19 Jumlah professor penelitian di

lingkup BBPSEKP 1 1

20 Jumlah peneliti S3 di BBPSEKP 7 6

21

Presentase jumlah pegawai fungsional peneliti sosial ekonomi dibandingkan total pegawai di lingkup BBPSEKP

57% 57%

SS8

Tersedianya informasi yang valid, handal dan mudah

diakses

22 Service Level Agreement

Balitbang KP 75% 75%

SS9 Terwujudnya good governance & clean government lingkup

BBPSEKP

23

Persentase Rekomendasi aparat pengawas eksternal internal pemerintah (APIEP) yang ditindaklanjuti dibanding total rekomendasi lingkup Balitbang KP

75% 100%

24 Tingkat kuliatas akuntabilitas

kinerja BBPSEKP NILAI AKIP A NILAI AKIP A

25 Nilai inisiatif anti korupsi

BBPSEKP 7,75 7,75

26 Indeks kepuasan masyarakat RB

pada BBPSEKP - 6,75

27 Nilai Penerapan RB BBPSEKP 80 80

SS10

Terkelolanya anggaran secara optimal lingkup

BBPSEKP

28 Persentase penyerapan DIPA

BBPSEKP >95% > 95%

Indikator kinerja utama (IKU) BBPSEKP tersebut merupakan salah satu dukungan program penelitian dan perekayasaan sosial ekonomi kelautan dan perikanan tahun 2014 yang dianggarkan sebesar Rp. 20.478.783.000,- dan pada perkembangannya telah mengalami perubahan revisi menjadi Rp. 18.278.505.000 menjadi 18.494.819.000,- (termasuk tambahan hibah sejumlah Rp. 214.355.940).

Program Penelitian dan perekayasaan sosial ekonomi KP tahun 2014 dijabarkan ke dalam 12 kegiatan penelitian dan kegiatan penelitian aksi pada 14 lokasi meliputi:

A. Kegiatan Penelitian

1. Panel Kelautan dan Perikanan Nasional;

2. Kajian Aspek Sosial Ekonomi Perikanan Tuna dan Strategi Penetrasi Pasar Domestik dan Ekspor;

3. Evaluasi Dampak Program PNPM Mandiri Kelautan dan Perikanan;

4. Kajian Pengembangan Usaha Kelautan dan Perikanan pada Kawasan MP3EI dan Meningkatkan FUngsi KEK Bitung;

(32)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 25

5. Pemodelan Ekonomi Makro Pembangunan Kelautan dan Perikanan;

6. Kajian Inovasi Kebijakan Dalam Rangka Akselerasi Pembangunan Sektor Kelautan dan Perikanan; 7. Kesiapan Maluku Sebagai Lumbung Ikan Nasional;

8. Kajian Sosial Ekonomi Terhadap Rencana Pembangunan Giant Sea Wall;

9. Evaluasi Dampak Program Industrialisasi Perikanan Pada Kawasan Minapolitan Perikanan Budidaya;

10.Evaluasi Dampak Program Industrialisasi Perikanan pada Kawasan Minapolitan Perikanan Tangkap Laut;

11.Evaluasi Dampak Program Industrialisasi Perikanan pada Kawasan Minapolitan Perikanan Perairan Umum Daratan; 12.Evaluasi Dampak Program Industrialisasi Perikanan pada

KAwasan Minapolitan Pegaraman;

B. Program Rintisan Pengembangan Kelembagaan dan Perekonomian Kawasan Berbasis IPTEK pada lokasi :

1. Kabupaten Subang; 2. Kabupaten Indramayu; 3. Kabupaten Tegal; 4. Kabupaten Sukabumi; 5. Kota Banda Aceh;

6. Kabupaten Gunung Kidul; 7. Kabupaten Lamongan; 8. Kabupaten Wonogiri; 9. Kabupaten Brebes; 10.Kabupaten Pinrang;

11.Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah; 12.Kabupaten Pati;

13.Kabuapten Takalar; 14.Kabupaten Pacitan.

(33)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 26

III.

A

KUNTABILITAS KINERJA

Penerapan penggunaan Balanced Scorecard (BSC)dalam pengelolaan kinerja dimulai tahun 2013, meskipun dalam prakteknya belum sepenuhnya mengakomodir prinsip - prinsip BSC namun tetap memastikan target - target sasaran yang telah dicanangkan akan tercapai dan terwujud dengan nyata. Manfaat positif lainnya adalah dapat diketahui bukti nyata hasil capaian kinerja satker dan kinerja sampai dengan eselon IV. Dalam manajemen kinerja BBPSEKP yang baru terdapat 10 Sasaran Strategis (SS) dan 28 Indikator Kinerja Utama (IKU).

Visi dan misi BBPSEKP dilakukan melalui penetapan 10Sasaran Strategis (SS) yang diukur atas dasar penilaian indikator kinerja utama (IKU) yang merupakan kontrak kinerja BBPSEKP Tahun 2014. Sejalan dengan penerapan metode Balanced Scorecard sebagai alat manajemen kinerja, maka nilai pencapaian sasaran strategis (NPSS), nilai pencapaian inisiatif strategis (NPIS) dan nilai kinerja keseluruhan (NKK) tahun 2014 dari 10 Sasaran Strategis (SS) dan 28Indikator Kinerja Utama (IKU) memiliki kinerja yang baik (di atas target yang telah ditetapkan), ditandai dengan warna hijau dan 1 Indikator Kinerja Utama (IKU) memiliki kinerja yang kurang baik (di bawah target yang telah ditetapkan) sesuai dengan gambar 3.1 berikut:

(34)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 27 3.1. CAPAIAN IKU BBPSEKP

Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) BBPSEKP tahun 2014 pada stakeholders perspective, customer perspective, internal process perspective danlearn & growth perspective mengalami perubahan dan penyesuaian yang mengacu pada Balanced Scorecard (BSC). Berdasarkan penetapan target pada setiap indikator kinerja tersebut, pencapaian Sasaran Strategis (SS) dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) tahun 2014yang mengacu Balanced Scorecard (BSC) dapat dilihat pada tabel 3.1 sebagai berikut:

Tabel 3.1 Capaian IKU BBPSEKP Tahun 2014

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN T R % STAKEHOLDER PERSPECTIVE SS1. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat KP 1 Nilai Tukar Nelayan Indeks 105 104,63 99,65 2 Nilai Tukar Pembudida ya Ikan Nilai 102 101,55 99,56 3 Rata-rata Pendapata n Pengolah & Pemasar (KK/bulan) Rp. 2.000.000 2.560.170 106,67 4 Rata-rata Pendapata n Petambak Garam (KK/bulan) Rp. 2.000.000 3.972.661 165,53 5 Pertumbuh an PDB Perikanan % 7,00 6.48 92,57 CUSTOMER PERSPECTIVE SS2. Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian sosial ekonomi KP 6 Jumlah jejaring dan kemitraan BBPSEKP Buah 3 2 66,67 7 Jumlah hasil sosial ekonomi KP yang diadopsi oleh masyarakat Buah 1 0 100

(35)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 28 SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN T R % KP 8 Jumlah Pengguna hasil penelitian sosial ekonomi Litbang KP Kel. 15 15 100 INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE SS3. Meningkatnya pengelolaan SDKP secara berkelanjutan 9 Presentase jumlah usulan rekomenda si kebijakan BBPSEKP yang dijadikan bahan kebijakan terhadap total kajian yang dihasilkan % 33% 100% 303% 10 Jumlah rekomenda si kebijakan sosek KP Buah 4 6 150% 11 Persepsi masyarakat KP terhadap kebijakan yang diterbitkan KKP (dalam skala linkert 1-5) Skala 3 4 133% SS4. Tersedianya data dan informasi ilmiah sosial ekonomi KP 12 Jumlah data dan informasi ilmiah sosial ekonomi KP Paket 11 11 100%

(36)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 29 SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN T R % 13 Jumlah Karya Tulis Ilmiah yang dihasilkan BBPSEKP Buah 25 29 116% 14 Jumlah publikasi sosial ekonomi di lingkup Sosial Ekonomi KP di lingkup BBPSEKP Paket 14 4 28,57% 15 Frekuensi pertemuan ilmiah sosial ekonomi KP di lingkup BBPSEKP Kali 4 4 100 SS5. Terselenggaran ya modernisasi sistem produksi kelautan dan perikanan, pengolahan dan pemasaran produk kelautan dan perikanan yang optimal dan bermutu 16 Jumlah model penerapan kelembaga an KP yan inovatif*) Buah 4 4 100% SS6. Terselenggaran ya pengendalian Litbang KP 17 Prosentase hasil penelitian sosial ekonomi KP mendukun g program strategis % 50% 61,54% 100,00

(37)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 30 SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN T R % KKP

LEARNING & GROWTH PERSPECTIVE

SS7. Tersedianya SDM BBPSEKP yang kompeten dan professional 18 Indeks Kesenjanga n Kompetensi Eselon II dan III Lingkup BBPSEKP % 50% 43,33% 115,39 19 Jumlah Profesor Riset Orang 1 1 100,00 20 Jumlah peneliti S3 di BBPSEKP Orang 6 6 100,00 21 Prosentase jumlah pegawai fungsional peneliti BBPSEKP dibandingk an dengan total pegawai Balitbang % 57% 59% 104,00 SS8. Tersedianya informasi yang valid, handal dan mudah diakses 22 Service Level Agreement BBPSEKP % 75% 99,84% 133,12 SS9. Terwujudnya good governance & clean government lingkup BBPSEKP 23 Jumlah rekomendasi aparat pengawas eksternal internal pemerintah (APIEP) yang ditindaklanju ti dibanding total rekomendasi lingkup BBPSEKP % 100% 100% 100,00

(38)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TA. 2014 BBPSEKP| 31 SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN T R % 24 Tingkat kualitas akuntabilitas kinerja BBPSEKP Jumlah 77,98 78,63 107,86 25 Indeks kepuasan masyarakat terhadap BBPSEKP Nilai 6,75 7,75 - 26 Nilai Inisiatif anti korupsi BBPSEKP Nilai 7,75 8,08 104,26 27 Nilai Penerapan RB BBPSEKP Nilai 80 75,5 94,37 SS10. Terkelolanya anggaran secara optimal lingkup BBPSEKP 28 Persentase penyerapan DIPA BBPSEKP % >95% 92,78 97,66

*Sumber data primer yang diolah

3.2. HASIL PENGUKURAN BBPSEKP

Pengukuran kinerja BBPSEKP pada tahun 2014 menggunakan metode pengukuran yang mengadopsi metode konsultan BSC dari PT. Solusi Inovasi Dayaguna (Value Alignment Advisory) untuk pengukuran internal dan menggunakan metode pengukuran aplikasi "kinerjaku" KKP untuk pengukuran eksternal BBPSEKP. Pengukuran tersebut atas arahan yang disampaikan oleh Sekretariat Balitbang KP sebagai satker pembina BBPSEKP.

3.2.1. Nilai Pencapaian Sasaran Strategis (NPSS)

NPSS adalah nilai yang menunjukan konsolidasi dari seluruh IKU di dalam satu Sasaran Strategis (SS). Status capaian SS yang ditunjukan dengan warna merah/kuning/hijau (buruk/sedang/baik) ditentukan oleh NPSS. Untuk menghitung NPSS perlu diperhatikan bobot masing-masing IKU terhadap SS tersebut dengan indeks toleransi 10%. Sistem pembobotan yang digunakan didasarkan atas tingkat validitas IKU seperti Tabel 3.3 berikut :

Gambar

Gambar 1.3 Jumlah PNS menurut jabatanstruktural dan fungsional II
Gambar 1.4 Jumlah PNS menurut jenjang pendidikan
Gambar 1.6 Jumlah pegawai berdasarkan jabatan fungsional dan non fungsional  Dari  gambar  1.6,  terlihat  bahwa  jumlah  pegawai  fungsional  di  BBPSEKP lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah pegawai non-fungsional
Gambar 3.1  Peta Strategis Hasil Pengukuran BBPSEKP TA 2014
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sehubungan dengan sasaran tersebut di atas, KKP Kelas III Bengkulu menitikberatkan pada peningkatan persentase faktor resiko potensial PHEIC yang terdeteksi di

Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul

Dari tabel 4.5 dapat dilihat hasil pengamatan aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar pada siklus I yang menggunakan model permainan lacak kartu

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan persepsi mahasiswa akuntansi mengenai pemilihan karir sebagai akuntan, meskipun secara deskriptif mahasiswa

Kesebelas desa yang dikunjungi, hanya delapan desa ditemukan adanya tumbuhan pemakan serangga, Kedelapan desa tersebut terletak di bagian timur Pulau Natuna, Sedangkan

Bagian sebelumnya memperlihatkan daftar aktivitas perusahaan dan biaya yang terkait serta aktivitas yang bernilai tambah dan tidak bernilai tambah bagi perusahaan, untuk itu,

Belakangan, saya lihat software NTOP akan sangat menarik jika kita gunakan untuk memonitor aktiftas yang terjadi di jaringan kita karena sangat banyak sekali informasi yang dapat

E.3.2 Waktu retensi semua catatan dan laporan harus paling tidak lima (5) tahun. E.3.3 a) Fasilitas harus mencatat dan menyeimbangkan semua penerimaan TBS bersertifikasi RSPO