Aircraft fueling dan defueling pada pesawat DC 9
Lifi Ayu Mawadhah[1] dan Domi Kamsyah, S.T, M.T.[2]Batam Polytechnics
Mechanical Engineering Study Program Jl. Ahmad Yani, Batam Center, Batam 29461, Indonesia
E-mail: [email protected]
Abstrak
Fuel disimpan pada pesawat di dalam wing kiri dan kanan, center wing (di tengah fuselage) dan tank tambahan (Auxiliary tank). Aircraft fueling dapat didefinisikan sebagai pengisian bahan bakar pesawat terbang ke fuel tank untuk digunakan selama penerbangan. Selain dilakukan pengisian
(fueling), bahan bakar pesawat juga perlu melakukan defueling atau pengurasan atau pembuangan
bahan bakar. Sistem defueling terdiri dari masing-masing jalur pengisian fuel tank dan perpanjangan dari jalur engine fuel feed kanan yang terhubung ke Pressure fueling adapter di tempat pengisian fuel
(di leading edge wing kanan).
Sistem pengisian bahan bakar berpusat pada distribusi dan kontrol fuel melalui fueling adapter menuju ke tangki masing masing (wing kiri, wing kanan,dan center wing). Proses pengisian bahan bakar tersebut dapat dilakukan melalui beberapa metode, yaitu : pressurefueling dan gravityfueling.
defueling dapat dilakukan di ground dengan metode suction dilakukan melalui fuel truck, metode
pressure dilakukan dengan fuel booster pump yang ada pada fuel tank, ataupun dengan metode
kombinasi dari kedua metode tersebut. Magnetic dripless measuring sticks, Fuel quantity measuring
dripstick atau magnetic dripless fuel measuring stick, atau yang kini lebih dikenal sebagai measuring
stick atau drip stick yang berada di bawah main dan center tank, menyediakan indikasi mekanikal
untuk menentukan kuantitas fuel yang berada di tank dan digunakan jika tidak adanya daya listrik di
fuel control station ataupun fuel quantity gages tidak beroperasi.
Kata Kunci : Fuel, Tank, Fueling, Defueling, Dripstick Abstract
Fuel is stored on the plane inside the left and right wing, center wing (in center of fuselage) and additional tanks (Auxiliary tank). Aircraft fueling can be defined as refueling an aircraft to a fuel tank for use during a flight. In addition to filling (fueling), aircraft fuel also needs to defueling or draining or disposing of fuel. The defueling system consists of each fuel tank filling line and an extension of the right fuel feed engine path connected to a Pressure fueling adapter at the fuel fill (in leading edge right wing).
Fueling systems center on fuel distribution and control through fueling adapters to each tank (left wing, right wing, and center wing). The process of refueling can be done through several methods, namely: Pressure Fueling And Gravity fueling. Defueling can be done in ground with suction method is done by Fuel truck, pressure method is done with fuel booster pump in fuel tank, or by combination method from both methods. Magnetic dripless measuring sticks, Fuel quantity measuring dripstick or magnetic dripless fuel measuring stick, or now better known as a measuring stick or dripstick under the main and center tanks, provide a mechanical indication to determine the quantity of fuel in the tank and use if not the presence of electric power in the fuel control station or fuel quantity gages does not operate
1. Pendahuluan
Fuel disimpan pada pesawat di dalam
wing kiri, kanan dan center wing (di tengah
fuselage) dan tank tambahan (Auxiliary
tank). Aircraft fueling dapat didefinisikan sebagai pengisian bahan bakar pesawat terbang ke fuel tank untuk digunakan selama penerbangan. Selain dilakukan pengisian (fueling), bahan bakar pesawat juga perlu melakukan defueling atau pengurasan atau pembuangan bahan bakar. Sistem defueling terdiri dari masing-masing jalur pengisian fuel tank dan perpanjangan dari jalur engine fuel feed kanan yang terhubung ke Pressure fueling
adapter di tempat pengisian fuel (di
leading edge wing kanan).
Fueling system atau Sistem pengisian
bahan bakar berpusat pada distribusi dan kontrol fuel melalui fueling adapter menuju ke tangki masing masing (wing kiri, wing
kanan,dan center wing). Proses pengisian bahan bakar tersebut dapat dilakukan melalui beberapa metode, yaitu : pressure fueling dan gravity fueling
Defueling dapat dilakukan di ground
dengan metode suction dilakukan melalui
Fuel truck, metode pressure dilakukan
dengan fuel booster pump yang ada pada
fuel tank, ataupun dengan metode
kombinasi dari kedua metode tersebut.
Fuel measurement, Kuantitas fuel bisa
diketahui dengan menggunakan beberaapa komponen berikut : fuel quantity
indicating instrument dan magnetic
dripless measuring sticks
Pesawat harus mengisi bahan bakar di darat dan bahan bakar yang di gunakan harus cukup. Jumlah bahan bakar yang perlu dibawa pesawat berbeda tergantung jenis pesawat, mesin, muatan, jarak, maupun aturan terbang yang diikuti oleh operator pesawat tersebut. Adapun pembahasan kebutuhan bahan bakar yang diatur oleh CASR (Civil Aviation Safety
Regulations) di Indonesia part 91, 135, dan
121
Adapun tujuan penelitian ini untuk memenuhi persyaratan kurikulum Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Batam, Untuk memberitahu bagaimana proses
fueling dan defueling, Untuk
mengaplikasikan teori yang telah diperoleh selama menimba ilmu di bangku kuliah.
Di PT. GMF Aeroasia, Tbk. terdapat berbagai pesawat dengan berbagai sistem kompleks didalamnya yang memerlukan perawatan secara berkala sesuai prosedur di
maintenance manual untuk masing-masing
komponen maupun tipe pesawat. Dalam laporan ini penulis akan membahas tentang mekanisme pengisian bahan bakar dengan
metode pressure fueling, defueling pesawat
dengan metode suction, dan cara pembacaan measuring drip stick di pesawat DC-9
2. Metodologi Penelitian
Adapun metode pengambilan data Sistematika penulisan laporan ini dilakukan dengan cara :
1. Metode Wawancara, Metode ini di dilaksanakan melalui tanya jawab secara langsung melalaui narasumber atau instruktur yang menangani dan menguasai bidangnya masing - masing untuk mencari data - data yang diperlukan tentang mekanisme aircraft fueling defueling.
2. Study literatur / pustaka metode
pengumpulan data ini dilakukan dengan cara mempelajari AMM (Aircraft
Maintenance Manual) DC - 9 ATA chapter
28 – fuel, chapter 12 – servicing, yang ada
di ruang kerja Perawatan di Hangar 2 serta dokumen - dokumen lain yang disediakan
di Learning Service Center (Unit TW)
PT.GMF AeroAsia, Tbk Dan berdasarkan CASR (Civil Aviation Safety Regulations) di Indonesia part 91, 135, dan 121
3. Metode observasi Melakukan pengamatan dan inspeksi langsung terhadap fueling valve, defueling valve, vent tank, sump
drain, dan lain sebagainya yang merupakan
bagian dari fueling system pada pesawat DC - 9.
Adapun Flowchart process yang di gunakan dapat di lihat pada gambar di bawah ini :
3. Analisa Data dan Pembahsan
Dalam melakukan operasi fueling dan
defueling ini mengacu pada paduan
perawatan pesawat pesawat (Aircraft
Maintenance manual). Pada bab ini
membahas langkah - langkah melakukan
pressure fueling, suction defueling, dan
pembacaan kuantitas fuel menggunakan
measuring dripless stick disertai tujuan
langkah tersebut dilakukan.
Safety precaution
Sebelum memulai proses
fueling, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan sebagai berikut:
Pesawat harus diparkir pada permukaan yang level
Pesawat tidak boleh dipindahkan dalam kondisi apapun bila fuel
tidak seimbang.
Pesawat tidak dalam keadaan memuat penumpang maupun kargo saat proses fueling
dilakukan.
Harus tersedia alat pemadam kebakaran. Selain kondisi pesawat, teknisi yang melakukan
fueling perlu memperhatikan
caution dan warning yang tertera di prosedur kerja yang terdapat di
AMM (Aircraft Maintenance
Manual) chapter 12 Servicing.
Peralatan yang diperlukan Dalam
proses fueling dan defueling,
diperlukan alat-alat berikut:
Sump drain tool
Fueling nozzle
Common screwdriver (obeng minus)
1. Pressure fueling.
Tekanan fuel akan mengalir melalui adaptor pengisian bahan bakar, diarahkan ke katup pengisi bahan bakar yang dioperasikan secara independen, yang dapat dioperasikan dengan elektrik atau manual untuk mengendalikan aliran bahan bakar menuju ke penyimpanan fuel pada masing-masing tank.
Adapun cara fueling menggunkan pressure
fueling ketika adanya daya listrik
WARNING :
JANGAN MENGOPERASIKAN RADIO, RADAR, ATAU PERLENGKAPAN ELEKTRIK / ELEKTRONIK PADA PESAWAT KECUALI YANG TELAH TERSPESIFIKASI. RADAR DAN PERALATAN YANG BERFREKUENSI TINGGI SELAMA OPERASI FUELING
SANGAT BERBAHAYA. PASTIKAN FUEL
SUPPLY UNIT TERKONEKSI KE GROUND
DAN KABEL KE KONEKTOR GROUNDING
PESAWAT TERHUBUNG DENGAN BENAR.
CAUTION :
PASTIKAN SUMBER FUEL MEMILIKI SPESIFIKAI YANG DITENTUKAN DARI PABRIK PEMBUAT ENGINE (LIHAT SYSTEM REPLENISH CHART, GENERAL
SERVICING, UNTUK SPESIFIKASI FUEL
YANG DIPERBOLEHKAN). PERIKSA MAIN
GEAR INBOARD DOOR TELAH TERTUTUP
SEBELUM PROSES FUELING PESAWAT. JIKA TERJADI KEHILANGAN DAYA LISTRIK DI GROUND REFUELING STATION
(LAMPU BIRU PADAM), HENTIKAN
FUELING OTOMATIS SECEPATNYA. DAN
LANJUTKAN FUELING DENGAN MODE MANUAL. DAN MAGNETIC DRIPLESS
STICK UNTUK MENGAWASI SAAT
MEMUAT FUE, CENTER, TANK DAN MAIN TANK KANAN HARUS DIISI SECARA TERPISAH, UNTUK MENCEGAH KERUSAKAN / KELAINAN TEKANAN DARI SISTEM VENTILASI UNTUK DUA TANGKI YANG BERSAMAAN.
KAPASITAS MAKSIMAL YANG BISA DIISI ADALAH: 9841 LBS. UNTUK MASING – MASING MAIN TANK (WING KIRI, WING
KANAN) DAN 6440 LBS. UNTUK CENTER TANK
(1) Buka fuel control panel access door, untuk mendapat akses ke fuel control panel (lihat gambar 1).
(2) Lepaskan penutup pressure fueling adapter.
(3) Hubungkan fueling nozzle grounding ke
aircraft grounding receptacle (penghubung
grounding pesawat) (lihat gambar 2.). Hal
ini dilakukan untuk menyamakan tegangan statik antara pesawat dengan fuel source
agar tidak terjadi arus listrik yang dapat membahayakan proses fueling.
(4) Hubungkan Couple fueling nozzle ke
pressure fueling adapter pesawat.
(5) Hidupkan sakelar daya di fueling conttrol
panel; pastikan lampu indikasi daya di atas
sakelar menyala biru.
CATATAN: Jika daya listrik eksternal tidak tersedia untuk menyuplai pesawat, daya dari baterai pesawat akan secara otomatis menyuplai ke sirkuit ground
refueling saat sakelar power fueling control
unit dihidupkan. Daya baterai tidak boleh
digunakan jika daya listrik eksternal tersedia
Gambar 1. Fuel control panel
Gambar 2. Grounding Receptacle
(6) Tahan sementara sakelar test fuel quantity repeater indicator (gage) di posisi ‘test’ untuk menguji indikator, jarum penunjuk akan bergerak menuju nol, dan saat sakelar dilepas, jarum penunjuk akan kembali ke kuantitas aslinya. Langkah ini dilakukan untuk menguji circuit wiring pada fuel
control panel dan fuel quantity indicator
bekerja dengan baik.
(7) Tentukan jumlah fuel yang akan dimuat ke tangki. Proses refueling tidak selalu memuat fuel hingga penuh ke tangki. Total
fuel yang dimuat di tangki dihitung berdasarkan efisiensi fuel terhadap jarak terbang.
(8) Atur fuel fill valve control switch untuk
main tank kanan dan kiri ke posisi auto fill
: jika pengisian center tank diperlukan, Atur fuel fill valve control switch untuk
center tank ke posisi auto fill.
CATATAN: Tangki fuel bisa diisi secara individual, jika diperlukan, dengan mengatur fuel fill valve control switch
untuk tangki yang diinginkan ke posisi
auto fill atau dengan mengatur tuas fuel fill
valve manual kontrol tangki yang
diinginkan ke posisi open jika fuel fill valve
control switch tidak bisa dioperasikan
(9) Periksa posisi dari tuas fuel fill valve
manual kontrol; tuas fuel fill valve manual kontrol yang diaktifkan harus berada di posisi open. (lihat gambar 1.). Saat fuel fill valve control switch di posisi auto, tuas
fuel fill valve manual control akan berada di posisi open untuk sementara sampai tangki fuel penuh, kemudian secara otomatis akan pindah ke posisi closed. CATATAN: Jika satu atau lebih fuel fill valve tidak bisa beroperasi secara elektrik, (tidak berpindah ke posisi ‘open’)
(10) Buka fueling nozzle Valve secara perlahan; hal ini akan memulai proses masuknya fuel
ke tangki. Pada langkah ini, periksa apakah ada udara yang keluar melalui vent tank, jika udara tidak keluar, segera hentikan pengisian dan buka overwing fill adapter
yang berada di permukaan atas wing dekat
leading edge.
(11) Awasi indikator kuantitas fuel ( atau
magnetic fuel measuring Sticks jika
indikator kuantitas fuel tidak beroperasi) untuk mencegah pengisian fuel yang berlebih. Fuel yang berlebih akan terbuang keluar melalui vent tank.
(12) Jika tangki tengah atau utama telah terisi hingga mendekati kapasitas maksimum, atur fill valve control switch tank tersebut ke posisi ‘closed’ jika muatan fuel masing-masing tangki yang diinginkan telah tercapai.
CATATAN: Waktu yang diperlukan untuk
fill valve menutup secara elektrik adalah
sekitar dua hingga tiga detik.
(13) Jika tangki akan di muat maximum kapasitas, selesaikan pengisian bahan bakar hingga fill valve tank yang akan di muat menutup secara otomatis.
CATATAN: Kapasitas maksimal yang bisa diisi adalah:
a. 9841 lbs. untuk masing-masing main tank b. 6440 lbs. untuk center tank.
(14)Pastikan semua fill valve control switches
berada di posisi ‘closed’ setelah pengisian fuel selesai.
(15) Jika satu atau lebih fill valve gagal menutup secara elektrik, saat fill valve control switches berada di ‘closed’, atau
saat tangki telah penuh, lakukan prosedur dibawah ini:
a. Atur fill valve control switch yang diinginakan ke posisi ‘closed’.
b. Atur tuas fill valve manual control
yang diinginakan ke posisi ‘closed’.
(16) Atur sakelar daya fueling contral panel ke posisi ‘off ‘.
(17) Atur manual fill switch (jika digunakan), ke posisi ‘auto’.
(18)Tutup fueling nozzle valve, kemudian (19) Lepaskan fueling nozzle grounding plug. (20) Pasang kembali penutup adapter dan
penutup kunci. lalu tutup access door. (21) Lepaskan Fueling unit/airplane grounding
cable.
(22)Tekan valve stem di fuel line shroud drain
valve, yang terletak di belakang main gear
wheelwell kanan, untuk memeriksa adanya
fuel. Adanya fuel yang keluar mengindikasikan jalur yang bocor atau koneksi yang longgar.
(23) Keluarkan air dari fuel tank sump dengan menekan sump drain valve dengan sump drain tool.
CATATAN: Berdasarkan durasi dari Turn
Around time (waktu perawatan) pesawat,
pengurasan sump drain lebih efektif dilakukan lebih dahulu sebelum proses
refueling. Periksa adanya kebocoran di
semua sump drain valves; tidak ada kebocoran yang diperbolehkan.
2. Suction Defueling.
Defueling dengan metode suction
dilakukan secara umum untuk mengeluarkan jumlah minimum fuel dari tangki saat mengatur muatan fuel. Metode ini dilakukan dengan menggunakan fuel truck pump untuk menghisap fuel dari tangki melalui fill lines
dan valves. Fuel yang dapat dikurangi
dengan metode ini hanya sebagian saja. Adapun cara defueling menggunkan
metode suction
WARNING: JANGAN MENGOPERASIKAN RADIO, RADAR, ATAU PERLENGKAPAN ELEKTRIK/ELEKTRONIK PADA PESAWAT KECUALI YANG TELAH TERSPESIFIKASI. RADAR DAN PERALATAN BERFREKUENSI TINGGI SELAMA OPERASI FUELING SANGAT BERBAHAYA. PASTIKAN FUEL
SUPPLY UNIT TERKONEKSI KE
GROUND DAN KABEL KE KONEKTOR
GROUNDING PESAWAT TERHUBUNG
DENGAN BENAR.
(1) Hubungkan kabel konektor fueling unit/airplane grounding.
(2) Buka fueling control panel access door
(lihat gambar 3.) untuk mendapat akses ke
fueling adapter.
(3) Lepaskan penutup pressure fueling adapter.
(4) Hubungkan konektor defueling hose
grounding plug ke stop kontak grounding
pesawat.
(5) Hubungkan defueling nozzle ke
pressure-fueling adapter pesawat. Buka defueling
valve.
(6) Atur sakelar daya fueling control panel ke posisi ‘on’; pastikan lampu indikator daya
menyala biru.
CATATAN: Jika daya listrik eksternal tidak tersedia untuk menyuplai pesawat, daya dari baterai pesawat akan secara otomatis menyuplai ke sirkuit ground
refueling saat sakelar power fueling control
unit dihidupkan. Daya baterai tidak boleh digunakan jika daya listrik eksternal tersedia.
(7) Tahan sakelar test fuel quantity repeater indicator (gage) sementara di posisi ‘test’
untuk menguji indikator, jarum penunjuk akan bergerak menuju nol, dan saat akelar dilepas, jarum penunjuk akan kembali ke kuantitas aslinya.
(8) Tentukan muatan fuel yang akan dimuat (9) Atur sakelar fuel fill valve control switches
tangki yang diinginkan ke posisi ‘auto fill’
(lihat gambar 3.).
CATATAN: tangki fuel bisa dilakukan
defueling dengan metode suction, baik
secara terpisah ataupun sekaligus, dengan mengatur sakelar fuel fill valve control
switches tangki yang diinginkan ke posisi
‘open fill’.
(10)Periksa posisi tuas fuel fill valve manual
control; tuas fill valve control yang
digunakan harus berada di posisi ‘open’
kecuali tangki diisi hingga kapasitas maksimum (lihat gambar 3.).
CATATAN: Jika tangki fuel terisi penuh, sinyal listrik dari fuel fill control float
switches akan mencegah fuel fill valve
tangki terbuka.
(11)Jika satu atau lebih fill valve tidak terbuka, lakukan prosedur dibawah:
a. Atur semua sakelar fuel fill valve control switches ke posisi ‘closed’.
b. Atur manual fill switch ke posisi ‘manual’.
c. Atur tuas fuel fill valve manual control
yang digunakan ke posisi ‘open’.
(12)Mulai atau hidupkan fueling unit suction pump. Pada langkah ini periksa apakah udara disekitar vent tank terhisap ke vent tank. Jika udara tidak terhisap, segera hentikan suction dan buka overwing fill
adapter di permukaan atas wing. Hal ini
dapat merukan struktur wing karena terjadi penurunan tekanan tangki atau dapat menyebabkan fuel tidak akan keluar. (13)Awasi indikator kuantitas fuel yang
digunakan, atau magnetic dripless
fuel-measuring sticks.
CATATAN: forward auxilary tank tidak memiliki magnetic dripless stick, oleh karena itu indikasi kuantitas fuel tidak tersedia, kecuali daya listrik pesawat diaktifkan.
(14)Atur fuel fill valve control switches ke posisi closed, saat tangki telah dilakukan
defueling, hingga muatan yang diinginkan.
CATATAN: waktu yang diperlukan fuel fill valves untuk menutup secara elektrikal adalah dari 2 sampai 3 detik.
(15)Jika kontrol manual diperlukan untuk membuka fuel fill valves, lakukan prosedur berikut:
a. Atur tuas fuel fill valve manual control lever tangki yang digunakan ke posisi
closed, saat tangki yang di defueling
mencapai muatan fuel yang digunakan. b. Atur manual fill switch ke posisi auto. (16)Segera beri sinyal/tanda ke operator fueling unit untuk menghentikan suction pump
setelah semua fuel fill valves telah tertutup. (17)Atur panel power switch ke posisi ‘auto’
(18)Tutup defueling valve. Lepaskan nozzle. (19)Lepaskan konektor grounding plug
(20)Pasang kembali adapter cap. (21)Tutup fueling control access door.
(22) Lepaskan kabel grounding fueling unit/airplane.
Gambar 3. Defueling dengan metode suction- control station
Gambar 4. Skematik defuling dengan metode suction
3. Manual Fuel Measuring Drip Sticks.
Pengukuran Jumlah Fuel dengan
Measuring Drip Sticks.
Stick Pengukuran Magnetic Stick (Drip
stick), diperoleh dengan cara mekanikal
untuk mengetahui jumlah bahan bakarnya. Penggunaan stick ini kurang akurat dibandingkan dengan system fuel quantity probe.
Penggunaannya hanya dapat dilakukan sebagai pengganti untuk mengetahui jumlah bahan bakar atau memferikisai jumlah fuel yang ada di dalam tangki dan tidak sebagai pemeriksaan rutin pada pembacaan jumlah bahan bakar. Ada delapan stick pada main tank terdiri dari rumah penyangga flanged di dalam tank
pada bagian bawah skin wing.
stick pada center tank di pasang di dalam pintu access dimana pintu tersebut pada fairing antenna berada di sebelah kanan ruangan landing gear utama (MLG), tepatnya 10 inch di sebalah kanan dari sumbu pesawat. (gambar 5)
Gambar 5. Measuring dripstick
Stick diberikan nomor dimulai dari luar
stik (ujung wing) No.1 hingga No.4 di pangkal wing (root) dan No. 5 berada pada
center wing. Stick mengukur jumlah fuel
dalam inchi kemudian di rubah ke US.
Gallons (6.7 pounds setiap US. Gallon).
Penggunaan Drip sticks.
Menentukan posisi pesawat dengan menggunakan alat leveling berada di area landing gear depan (NLG) (gambar 6). untuk stick No. 5 posisi WING UP dan
WING DOWN mengacu hanya ke wing kiri.
CATATAN :
Tidak diperkenankan pembacaan penunjukan bahan bakar dilakukan jika posisi pitch atau roll pesawat melebihi 3 derajat up atau down.
Gambar 6. Lokasi leveling
Diketahui posisi pesawat:
PITCH, Nose Up 1 derajat
ROLL Wing Up 2 derajat.
Untuk mengetahui jumlah bahan bakar (pada Stick No.2): Pada Aircraft
Maintenance Manual (AMM) Chapter 12
Servicing temukan chart posisi pesawat
Gambar 7. Table pembacaan Dripless stick
(1) Pada stick No.2, tekan dan putar dengan menggunakan Common Screwdriver (obeng minus) berlawanan arah jarum jam 1/4 putaran untuk membuka dan melepas (2) Tarik stick ke bawah hingga memanjang
dengan cepat untuk melepaskan float
magnit.
(3) Naikan stick perlahan-lahan hingga tangan merasakan stick terangkat mengenai float
magnit (lihat gambar 5).
(4) Pada stick No.2 akan tertera panjang 6 ¾ inch Dengan melihat chart (gambar.7), sehingga jumlah bahan bakar yang tersedia seharusnya 9230 pound atau 1377 gallons. (5) Kembalikan posisi stick ke kondisi semula
dengan cara, dorong stick ke atas.
(6) Tekan dan putar dengan menggunakan obeng minus 1/4 putaran (90 derajat) searah putaran jam untuk mengunci stick pada posisinya.
4. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas disini dapat ditarik kesimpulan secara garis besar dari penjabaran
(1) Sebelum melakukan perawatan pada pesawat, perhatikan safety precaution yang tertera didalam manual untuk mencegah terjadinya kerugian baik pada material, pesawat, maupun manusia.
(2) Pressure fueling dapat dilakukan di apron/
jauh dari sumber daya listrik eksternal dengan menggunakan daya baterai pesawat (3) Jika tidak ada daya listrik untuk fuel control
station tidak tersedia, pressure filling dapat dilakukan dengan menggerakan tuas fuel fill
valve manual control lever secara manual
dengan measuring dripless stick sebagai indikasi kuantitas fuel dalam tangki. (4) Menghubungkan fueling nozzle grounding
plug ke aircraft grounding receptacle untuk
menyamakan tegangan statik antara pesawat dengan fuel source agar tidak terjadi arus listrik yang dapat membahayakan proses
fueling dan defueling.
(5) Pembacaan measuring dripless stick pada posisi level pesawat lebih dari 3 derajat dapat mengurangi keakuratan nilai fuel yang dimuat ke dalam tangki.
(6) Forward auxiliary center tank tidak
dilengkapi dengan measuring dripless stick
sehingga proses fueling dan defuelingnya
tidak dapat dilakukan tanpa daya listrik dan
fuel quantity gages di fuel control panel
.
5. Daftar Pustaka
1. Airframe & Powerplant Mechanics Airframe Handbook, Vol. 2 Chapter 14.
2. Aircraft Fuel System. Diakses pada tanggal 22 Januari 2018 http://content.aviation- safety-bureau.com/allmembers/faa-h-8083- 31-amtairframe-vol-2/sections/chapter-14.php
3. Douglas Aircraft Co.Inc, DC-9 Aircraft Maintenance Manual.2010.