80
V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
5.1. Sejarah Singkat Pondok Pesantren Pertanian Darul Fallah
Pondok Pesantren Pertanian Darul Fallah merupakan sebuah yayasan yang terletak di Jalan Raya Bogor – Ciampea Km 12, Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, atau berjarak sekitar 2 km dari Kampus IPB Dramaga. Yayasan Pesantren Pertanian (YPP) Darul Fallah ini berdiri berdasarkan Akta Notaris J.L.L Wenas dengan nomor 12 di Bogor, pada tanggal 9 April 1960 oleh KH. Sholeh Iskandar (Alm) dan KH. Ghaffar Ismail (Alm). Perkampungan pesantren ini merupakan tanah wakaf dari R.H.O Djunaedi yang dibangun mulai bulan Juni 1960, dengan luas areal 26,6 Ha, memanjang dari tepi jalan raya, Kampung Kebun Eurih hingga Kampung Gunung Leutik.
Nama Darul Fallah secara harfiah dapat diartikan sebagai “Rumah Petani” atau ”Kampung Pertanian”, sehingga Pesantren Pertanian Darul Fallah ini menjadi lembaga Islam yang ditujukan untuk semua lapisan masyarakat agar dapat menambah pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pertanian dan kewirausahaan.
Saat ini Pesantren Darul Fallah menjalankan jenjang pendidikan dari Raudhatul Athfal (TK), Madrasah Diniyah (SD atau MI), Madrasah Tsanawiyah (SMP), hingga Madrasah Aliyah (SMA). Pendidikan formal pesantren dimulai pada tahun 1963, dipimpin oleh Ir. M. Saleh Widodo (Alm). Pada tahun 1968 ditetapkan pula Dr. Muhammad Natsir (Alm) sebagai Ketua Badan Penasehat Pengurus YPP Darul Fallah, yang selanjutnya tahun 1993-1999 digantikan KH. Hasan Basri (Alm). Tokoh yg pernah menjadi pengurus, yaitu KH. Ghaffar Ismail, Dr. M. Natsir, KH. Hasan Basri, Dr. KH. Didin Hafidhuddin MS, Dr. Anwar Haryono, Prof. Dr. AM. Saefuddin, Prof. Dr. Zuhal A. Qodir, dan Taufiq Ismail.
Ketua Yayasan yang pertama adalah KH. Sholeh Iskandar (1960-1992), Dr. Ir. H. A. Aziz Darwis, M.Sc (1992-2003) dan dari tahun 2003 sampai sekarang adalah Dr. Ir. H. Meika Syahbana Rusli, M.Sc. Untuk menyesuaikan Anggaran Dasar YPP. Darul Fallah dengan UU No. 16 Tahun 2001, sebagai Ketua Pembina adalah Dr. Ir. H. Abdul Aziz Darwis, M.Sc. Saat ini Pimpinan
81 Pesantren adalah KH. Abdul Hanan Abbas, Lc. Ketua Badan Penasehat adalah Prof. Dr. Ir. H. Zuhal Abdul Qodir, M.Sc. Sedangkan untuk Ketua Badan Pengawas saat ini adalah Prof. Dr. Ir. H. Bunasor Sanim, M.Sc.
5.2. Kondisi Lahan dan Wilayah Pesantren
Lahan dari Pondok Pesantren Pertanian Darul Fallah sebagian besar adalah berbukit, yakni dengan perbandingan 90 persen miring dan 10 persen datar. Sebagian besar dari lahan pesantren tersebut merupakan lahan kering, hanya sebagian kecil yakni sekitar 5 persen yang merupakan lahan sawah. Tanah lahan kering termasuk jenis latosol, dengan pH antara 5 – 7. Curah hujan rata-rata per tahun > 3.000 mm, 9 – 12 bulan basah serta 0 – 1 bulan kering.
Lahan Pesantren Darul Fallah terdiri dari dua blok, yaitu blok Lemah Duhur seluas ± 10 Ha dan blok Bukit Darul Fallah seluas ± 16,5 Ha. Sebagian besar dari lahan pesantren dibatasi secara alami oleh dua sungai besar (Cinangneng dan Ciampea) dan juga selokan-selokan.
Areal pendidikan yang terdiri dari gedung sekolah, asrama, masjid, koperasi, pemukiman guru, serta sarana pendidikan lainnya terletak di blok Lemah Duhur. Sedangkan blok Bukit Darul Fallah meliputi areal praktik dan usaha produktif seperti PT. DaFa Tekno Agro Mandiri (perbanyakan bibit tanaman atau kultur jaringan), kebun induk, peternakan terpadu yang terdiri dari kandang-kandang ternak sapi dan kambing perah, Unit Pengolahan Susu (pasteurisasi, yoghurt, dan es susu), dan pengolahan pupuk organik, serta terdapat unit perikanan (air tawar).
5.3. Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) Darul Fallah
5.3.1. Sejarah Singkat Koppontren Darul Fallah
Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) Darul Fallah berdiri sejak satu periode tahun ajaran setelah yayasan berdiri atau pada tahun ke tiga setelah yayasan berdiri (1963). Awal pendirian koperasi ini merupakan hasil ide dari para santri saat itu. Pada awal pendiriannya, koperasi hanya sebagai sarana dalam memenuhi kebutuhan para santri, yang kemudian berkembang lebih besar untuk
82 memenuhi kebutuhan warga pesantren dan masyarakat sekitar. Pada awal terbentuknya koperasi ini, kepengurusan sepenuhnya dipegang oleh para santri. Namun mulai akhir tahun 1980-an, Ustadz atau staf pengajar Pondok Pesantren mulai terlibat dalam kepengurusan Koppontren.
Eksistensi Koppontren Darul Fallah selama ini memiliki peran antara lain sebagai berikut:
1) Menjadi duta PP. Darul Fallah dalam forum regional maupun nasional, baik dalam kaitan bidang perkoperasian maupun pengembangan masyarakat, sehingga nama besar PP. Darul Fallah dikenal masyarakat luas.
2) Membuka kontak dengan pihak lain dalam konteks pengembangan usaha. 3) Peningkatan SDM serta kerjasama lain yang bersinergis.
4) Membantu dan memfasilitasi pemberdayaan ekonomi dan warga dan masyarakat lingkar pesantren, melalui unit simpan pinjam (USP) syari’ah. 5) Sebagai media pendidikan bagi santri PP. Darul Fallah, khususnya tingkat
Madrasah Aliyah, dalam bidang peternakan, warung, dan USP syari’ah.
5.3.2. Visi dan Misi Koppontren Darul Fallah
Visi dari Koppontren Darul Fallah adalah ”Menjadi Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) unggulan yang dapat dibanggakan di tingkat regional dan nasional serta terbukti mampu mendukung penyelenggaraan pendidikan di Pesantren Pertanian Darul Fallah dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya”.
Sedangkan misi yang dilakukan oleh Koppontren Darul Fallah dalam rangka mencapai visi tersebut adalah sebagai berikut:
1) Melakukan usaha-usaha ekonomi (termasuk jasa) yang bernilai tambah tinggi. 2) Memproduktifkan aset Yayasan PP. Darul Fallah.
3) Mengutamakan kebutuhan anggotan dan masyarakat.
4) Mengoptimalkan jaringan usaha koperasi dan pesantren (LM3).
5.3.3. Struktur Organisasi dan Keanggotaan Koppontren Darul Fallah Koppontren secara struktur, berada di bawah Yayasan PP. Darul Fallah, namun memiliki kepengurusan sendiri yang berbeda dengan kepengurusan
83 Yayasan. Struktur organisasi Koppontren Darul Fallah dapat dilihat pada Gambar 12 di bawah ini.
Gambar 12. Struktur Organisasi Koppontren Darul Fallah
Berdasarkan Surat Penetapan Pengurus Koppontren Darul Fallah No.09/A/Koppontren-DF/IV/2007, dalam Rapat Formatur pada tanggal 28 April 2007, kepengurusan Koppontren terdiri atas Pembina, 4 orang Pengawas, 3 orang Pengurus, dan 3 orang Manajer Unit. Secara lengkap nama pengurus Darul Fallah saat ini adalah sebagai berikut:
1) Pembina
Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bogor
2) Pengawas
a) Dr. Ir. H. Meika Syahbana Rusli, M.Sc b) KH. Abdul Hanan Abbas, Lc
c) Bunzamin Wibisono
d) Maman Suparman, S.Ag, M.Pdl 3) Pengurus
a) Ketua : Emir Farisi, S.Kom Pembina Pengawas Pengurus Manajer Unit Waserda Manajer Unit USP Syariah Manajer Unit Peternakan
84 b) Sekretaris : Muslih Hardiansyah, S.Pdl
c) Bendahara : Robinson Al-Hadad, S.Pdl 4) Manajer Unit
a) Unit Warung Serba Ada : Ny. Dida Djamilah b) USP Syariah : Chalid, SS
c) Unit Peternakan : Rudy Yana, S.Pt
Jumlah karyawan pada kantor pengurus adalah 3 orang, pada Unit Waserda berjumlah 4 orang, USP Syariah berjumlah 4 orang, dan Unit Peternakan berjumlah 11 orang (5 tenaga kerja borongan). Sedangkan untuk anggota inti Koppontren Darul Fallah sesuai dengan AD/ART adalah terdiri dari:
1) Staf dan karyawan Pesantren Pertanian Darul Fallah 2) Pengurus Yayasan Pesantren Pertanian Darul Fallah 3) Para santri yang masih aktif belajar di Darul Fallah
4) Alumni santri PP Darul Fallah yang mengajukan keanggotaan kembali kepada pengurus Koppontren
5) Keluarga besar dan simpatisan PP Darul Fallah yang telah dan akan berdedikasi memajukan Koppontren Darul Fallah serta mengajukan diri menjadi anggota Koppontren Darul Fallah kepada pengurus Koppontren Saat ini, jumlah anggota Koppontren Darul Fallah hampir mencapai 400 orang, dengan jumlah santri sekitar 50 persen, warga dalam komplek pondok pesantren (staf, karyawan, dan guru) sekitar 40 persen, dan dari luar sekitar 10 persen.
5.3.4. Unit-Unit Usaha Koppontren Darul Fallah
Unit-unit usaha yang saat ini aktif dan produktif di bawah pengawasan Koppontren adalah Unit Warung Serba Ada (Waserda), Unit Simpan Pinjam (USP) Syariah, dan Unit Peternakan (Dafa Farm). Pengurus Koppontren tidak mengangkat manajer umum, sehingga kegiatan unit-unit usaha tersebut langsung berada di bawah pengawasan pengurus secara kolektif. Hal ini dilakukan karena sulitnya mencari tenaga manajer umum yang profesional dan menguasai tiga bidang tersebut sekaligus. Selain itu, tingkat kemampuan pengurus maupun unit-unit usaha belum memiliki dana yang memadai untuk menggaji seorang manajer umum. Oleh karena itu, guna mengatasi hal tersebut, selain tugas direktif,
pengurus juga berperan melaksanakan tugas manajerial umum bagi ketiga unit
usaha yang ada.
Adanya unit
perekonomian Yayasan PP. Darul Fallah dalam mendukung kegiatan pendidikan di Pondok Pesantren. Namun, tidak semua profit yang diperoleh masing
unit usaha tersebut diserahkan kepada Yayasan. Profit sebagian besar digunakan
untuk kelangsungan usaha masing
kerugian dan yang lain mendapatkan keuntungan, maka unit usaha yang mendapatkan profit tidak berkewajiban untuk memberikan subsidi. Profit unit usaha yang berlebih digunakan untuk meningkatkan kiner
memberikan tambahan insentif kepada tenaga kerja.
5.4. Unit Peternakan (Dafa Farm) Koppontren Darul Fallah
Pelaksanaan kegiatan usaha peternakan sudah dimulai sejak pertama kali kegiatan pendidikan dilaksanakan, yakni pada tahun 1963. P
peternakan yang dilakukan adalah budidaya kambing perah, sapi perah, dan ayam potong. Unit Peternakan merupakan salah satu unit usaha mandiri yang dilakukan oleh yayasan yang berada di bawah Koppontren untuk peningkatan kemandirian
pondok pesantren. Unit Peternakan Pesantren Pertanian Darul Fallah dikenal dengan sebutan Dafa Farm. Saat
Yana, S.Pt. Berikut di bawah ini dalam Gambar 1 unit bisnis dalam Unit Peternakan
Gambar 13. Struktur Unit Bisnis Unit Peternakan Koppontren Darul Fallah
Berdasarkan Gambar 1
Koppontren Darul Fallah terdiri dari tiga unit bisnis, diantaranya adalah unit
Unit Budidaya Sapi Perah
pengurus juga berperan melaksanakan tugas manajerial umum bagi ketiga unit
Adanya unit-unit usaha tersebut dimaksudkan untuk
perekonomian Yayasan PP. Darul Fallah dalam mendukung kegiatan pendidikan di Pondok Pesantren. Namun, tidak semua profit yang diperoleh masing
unit usaha tersebut diserahkan kepada Yayasan. Profit sebagian besar digunakan n usaha masing-masing. Jika ada unit usaha yang mengalami kerugian dan yang lain mendapatkan keuntungan, maka unit usaha yang mendapatkan profit tidak berkewajiban untuk memberikan subsidi. Profit unit usaha yang berlebih digunakan untuk meningkatkan kinerja SDM, misalnya memberikan tambahan insentif kepada tenaga kerja.
5.4. Unit Peternakan (Dafa Farm) Koppontren Darul Fallah
Pelaksanaan kegiatan usaha peternakan sudah dimulai sejak pertama kali kegiatan pendidikan dilaksanakan, yakni pada tahun 1963. Pada awalnya usaha peternakan yang dilakukan adalah budidaya kambing perah, sapi perah, dan ayam potong. Unit Peternakan merupakan salah satu unit usaha mandiri yang dilakukan oleh yayasan yang berada di bawah Koppontren untuk peningkatan kemandirian pesantren. Unit Peternakan Pesantren Pertanian Darul Fallah dikenal dengan sebutan Dafa Farm. Saat ini, manajer dari Unit Peternakan adalah Rudy Yana, S.Pt. Berikut di bawah ini dalam Gambar 13 disajikan mengenai struktur unit bisnis dalam Unit Peternakan Koppontren Darul Fallah.
Struktur Unit Bisnis Unit Peternakan Koppontren Darul Fallah Berdasarkan Gambar 13 di atas dapat diketahui bahwa Unit Peternakan Koppontren Darul Fallah terdiri dari tiga unit bisnis, diantaranya adalah unit
Unit Peternakan Koppontren Darul Fallah
Unit Budidaya Kambing Perah
Unit Pengolahan
85
pengurus juga berperan melaksanakan tugas manajerial umum bagi ketiga unit
unit usaha tersebut dimaksudkan untuk membantu
perekonomian Yayasan PP. Darul Fallah dalam mendukung kegiatan pendidikan di Pondok Pesantren. Namun, tidak semua profit yang diperoleh masing-masing
unit usaha tersebut diserahkan kepada Yayasan. Profit sebagian besar digunakan masing. Jika ada unit usaha yang mengalami kerugian dan yang lain mendapatkan keuntungan, maka unit usaha yang mendapatkan profit tidak berkewajiban untuk memberikan subsidi. Profit unit ja SDM, misalnya
Pelaksanaan kegiatan usaha peternakan sudah dimulai sejak pertama kali ada awalnya usaha peternakan yang dilakukan adalah budidaya kambing perah, sapi perah, dan ayam potong. Unit Peternakan merupakan salah satu unit usaha mandiri yang dilakukan oleh yayasan yang berada di bawah Koppontren untuk peningkatan kemandirian pesantren. Unit Peternakan Pesantren Pertanian Darul Fallah dikenal ini, manajer dari Unit Peternakan adalah Rudy disajikan mengenai struktur
Struktur Unit Bisnis Unit Peternakan Koppontren Darul Fallah di atas dapat diketahui bahwa Unit Peternakan Koppontren Darul Fallah terdiri dari tiga unit bisnis, diantaranya adalah unit
Unit Pengolahan
86 budidaya peternakan sapi perah, unit budidaya peternakan kambing perah, dan pembuatan pakan, Unit Pengolahan Susu (UPS).
Program atau kegiatan yang dilakukan antara lain pengembangan jumlah dan kuantitas ternak, diversifikasi usaha, pengelolaan produksi spesifik dari hulu sampai hilir dan mendirikan pusat pelatihan bisnis peternakan. Pengelolaan produksi spesifik diwujudkan dengan adanya Unit Pengolahan Susu, yakni unit yang memproduksi yoghurt, susu pasteurisasi, dan es susu.
5.4.1. Visi dan Misi Unit Peternakan
Latar belakang dari unit-unit usaha di bawah Unit Peternakan tersebut adalah untuk menopang keberlangsungan proses pendidikan di Darul Fallah serta untuk membentuk pribadi yang mampu berwirausaha. Visi dari Unit Peternakan sebagaimana yang dipaparkan oleh Manajer Unit Peternakan adalah ”Menjadi unit usaha yang mampu beperan sebagai sumber pembiayaan Pondok Pesantren Pertanian Darul Fallah dan menjadi usaha yang berkembang agar dapat menjadi tempat pembelajaran bagi para santri dan masyarakat”.
Sedangkan untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan, Unit Peternakan memiliki misi sebagai berikut:
1) Mengembangkan kuantitas dan kualitas hasil ternak serta usaha pengolahan susu sehingga menghasilkan nilai tambah produk.
2) Membangun jaringan pemasaran yang kuat.
3) Mengembangkan teknologi dan inovasi agar dapat menciptakan produk yang inovatif, serta dapat menciptakan produk yang bermanfaat dan menyehatkan.
5.4.2. Sumber Daya yang Dimiliki Unit Peternakan
Sumber daya yang terdapat di Unit Peternakan diantaranya adalah kandang (sapi perah dan kambing perah) seluas 3000 m2, lapangan rumput dengan luas lebih dari 3 Ha, dan juga Unit Pengolahan Susu. Sedangkan rincian tentang jumlah sapi perah dan juga kambing perah yang dimiliki Unit Peternakan disajikan pada Tabel 16 di bawah ini.
87 Tabel 16. Jumlah Sapi Perah dan Kambing Perah Unit Peternakan Darul Fallah
Tahun 2010
Keterangan Sapi Perah (Ekor) Kambing Perah (Ekor)
Jantan - 2
Induk betina 12 32
Anakan betina 4 3
Jumlah 16 37
Sapi perah yang dibudidayakan oleh Unit Peternakan adalah sapi jenis Fries Holstain (Belanda). Produksi susu yang dapat diperoleh dari pemerahan sapi dapat mencapai 80 liter per harinya. Sedangkan dari kambing perah dapat mencapai 10 liter per harinya. Biasanya pemerahan susu dilakukan setelah waktu subuh atau sekitar pukul 05.00 tiap harinya.
5.4.3. Produk DaFa
Produk DaFa merupakan sebutan khusus untuk produk-produk yang dihasilkan oleh Unit Peternakan Koppontren Darul Fallah. Produk DaFa meliputi susu segar yang dihasilkan sapi perah dan kambing perah, serta produk dari Unit Pengolahan Susu seperti yoghurt, susu pasteurisasi, dan es susu.
Untuk hasil produksi susu sapi, tidak semuanya diolah menjadi yoghurt, susu pasteurisasi, ataupun es susu, namun dijual kepada pelanggan susu murni yaitu konsumen rumah tangga yang membutuhkan susu segar di sekitar Bogor, biasanya jumlah susu murni yang dijual mencapai enam puluh liter per hari. Susu tersebut tidak untuk diolah pihak lain, tetapi untuk dikonsumsi secara langsung. Harga jual susu murni yang ditetapkan oleh pihak Unit Peternakan berkisar pada harga Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per liternya.
Penjualan susu ini dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan lebih besar. Sebagai pelayanan untuk konsumennya, Unit Peternakan selalu mengantarkan langsung ke tempat konsumen. Selain itu, terkadang Unit Peternakan juga memperoleh pesanan dari Fakultas Peternakan (Fapet) IPB dan juga konsumen lainnya. Fapet IPB biasanya memesan sebanyak empat puluh liter susu sapi segar kepada Unit Peternakan.
88 Sedangkan untuk susu kambing murni, berbeda dengan susu sapi, karena susu kambing yang dihasilkan dijual dengan positioning sebagai minuman kesehatan dan obat yang mampu menyembuhkan beberapa penyakit. Biasanya sebagian besar konsumen yang membutuhkan susu kambing akan datang langsung ke Unit Pengolahan Susu untuk membelinya. Harga susu kambing yang ditetapkan oleh Unit Pengolahan Susu kepada konsumen langsung yang membeli adalah Rp 8.000 per botol ukuran 180 ml. Selain itu, susu kambing juga disuplai ke Serambi Botani (Botani Square Bogor) dengan harga jual sebesar Rp 7.000 per botol ukuran 180 ml.
5.5. Unit Pengolahan Susu (UPS)
Unit Pengolahan Susu merupakan salah satu unit usaha di bawah Unit Peternakan Koppontren Darul Fallah, yang dirintis mulai bulan Februari 2007. Pendirian UPS ini dibantu oleh Lembaga Mandiri yang Mengakar pada Masyarakat (LM3), yakni sebuah program Departemen Pertanian tahun 2007. UPS memiliki kegiatan utama dalam mengolah susu yang dihasilkan dari sapi perah maupun kambing perah, menjadi produk yang bernilai tambah ekonomis seperti yoghurt, susu pasteurisasi, dan es susu. UPS juga pernah memproduksi kefir, yakni produk olahan susu kambing yang mempunyai khasiat kesehatan. Namun, sekarang tidak lagi diproduksi karena terkendala dalam sertifikasi halal dari MUI provinsi Jawa Barat. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan alkohol dalam kefir.
Saat ini produk olahan yang lebih banyak diproduksi adalah yoghurt dan es susu, karena jumlah permintaannya tinggi. Susu pasteurisasi diproduksi hanya jika mendapatkan pesanan saja. Namun yang menjadi produk andalan dari Unit Pengolahan Susu adalah yoghurt. Produk-produk tersebut saat ini telah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI Provinsi Jawa Barat dengan nomor MUI 01041028021107 yang berlaku sampai dengan tanggal 8 November 2011.
5.5.1. Visi, Misi, dan Tujuan UPS
Unit Pengolahan Susu Koppontren Darul Fallah tidak memiliki visi dan misi sendiri. Namun, bisa dikatakan visi dan misi UPS mengacu pada visi dan
89 misi Unit Peternakan. Hal ini dikarenakan UPS merupakan salah satu unit bisnis di bawah Unit Peternakan. Berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada manajer Unit Peternakan, UPS memiliki tujuan jangka panjang yakni memproduksi berbagai produk olahan susu dengan cakupan wilayah pemasaran nasional.
5.5.2. Sumber Daya yang Dimiliki UPS
Unit Pengolahan Susu (UPS) termasuk unit bisnis yang tergolong ke dalam industri kecil jika dilihat dari jumlah tenaga kerja tetapnya, karena jumlah tenaga kerja yang ada di UPS hanya berjumlah tiga orang. Namun jika dilihat dari kapasitas produksi yoghurt, kapasitasnya cukup besar, yakni dapat mencapai 3.000 – 6.000 stick per harinya, atau sekitar 100 – 200 liter yoghurt, yang berarti membutuhkan bahan baku susu segar (termasuk plain yoghurt) sebanyak 50 – 100 liter per hari.
UPS sebagai unit bisnis yang mempunyai kapasitas produksi cukup besar, sangat didukung oleh sarana dan prasarana yang cukup memadai, yakni mulai dari bangunan, peralatan dan mesin untuk proses produksi hingga sepeda motor dan mobil untuk distribusi produk. Bangunan dari UPS terdiri dari ruangan proses produksi yang berukuran 4 x 4 meter serta ruangan terbuka berukuran 3 x 6 meter untuk proses pengemasan (packaging). Namun hal ini masih menjadi kendala untuk UPS, karena agar produk-produk UPS memperoleh sertifikasi BPOM, maka ruangan untuk proses produksi, pengemasan, dan penyimpanan harus terpisah. Daftar inventaris aset berupa mesin maupun peralatan lainnya beserta nilai asetnya dapat dilihat pada Lampiran 3.
Freezer yang dimiliki UPS sebagian dipinjamkan kepada para agen untuk penyimpanan stok yoghurt ataupun produk lain. Saat ini freezer yang dipinjamkan UPS kepada agen sebanyak 10 unit dan 2 unit akan siap untuk dipinjamkan ke agen. Sedangkan di UPS sendiri terdapat 2 unit freezer. Inventarisasi aset berupa mesin dan peralatan lainnya tersebut di atas telah mengalami penambahan dari awal berdirinya. Berdasarkan Tanda Daftar Industri (TDI) Disperindagkop Kabupaten Bogor yang tercatat pada tahun 2008, nilai investasi awal UPS (kecuali tanah) adalah sebesar Rp 53.500.000. Investasi tersebut terdiri dari 2 unit freezer,
90 2 unit showcase, 1 unit inkubator, 1 unit alat pengaduk, 1 unit oven, dan 2 unit kompor gas. Pada awal pendirian UPS, modal awal (investasi) diperoleh dari bantuan Lembaga Mandiri yang Mengakar pada Masyarakat (LM3).
5.5.3. Sumber Daya Manusia (SDM) pada UPS
Jumlah SDM yang ada di UPS adalah sebanyak 8 orang, yang terdiri dari tenaga kerja tetap sebanyak 3 orang dan tenaga kerja lepas sebanyak 5 orang. Tenaga kerja tetap memiliki fungsi di bagian produksi yakni sebagai pengolah produk serta juga melakukan pengawasan (controlling) terhadap tenaga kerja lepas pada saat melakukan pengemasan (packaging) produk. Namun, salah satu tenaga kerja tetap memiliki tugas sebagai pengantar produk yakni yang melakukan pengambilan bahan baku susu ke tempat produksi (UPS) serta mengantarkan produk maupun pesanan lainnya ke agen-agen.
Tenaga kerja tetap UPS diantaranya adalah Kepala Produksi UPS yaitu Nurul Rachmawati, dengan dibantu sebagai asisten oleh Eki Dwiwahyuni. Sedangkan yang bertugas sebagai pengantar produk adalah Alhamra. Tenaga kerja lepas semuanya adalah wanita, yang berasal dari warga sekitar UPS Koppontren Darul Fallah. Sedangkan untuk bagian pemasaran dikelola langsung oleh manajer Unit Peternakan, yakni Rudy Yana, S.Pt.
Hari kerja UPS adalah hari Senin sampai dengan Sabtu dan libur hanya pada hari Minggu saja. Hari libur nasional kecuali Idul Fitri tetap merupakan hari kerja. Jam kerja dimulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 16.00 WIB. Namun, untuk tenaga kerja lepas bekerja hanya jika ada produksi saja dan jam kerjanya tidak menentu, biasanya hanya bekerja dari pukul 08.00 WIB hingga pengemasan semua produk selesai. Gaji tenaga kerja tetap dibayarkan setiap akhir bulan, sedangkan upah untuk tenaga kerja lepas dibayarkan setiap akhir minggu, dengan sistem pembayaran Rp 20 untuk setiap pengemasan satu stick produk yoghurt ataupun es susu.
5.6. Gambaran Umum DaFa Yoghurt
Yoghurt merupakan produk utama yang diproduksi oleh UPS. Produk yoghurt ini dipasarkan dengan merek (brand) DaFa yoghurt. Saat ini UPS
91 memproduksi yoghurt dalam bentuk stick seperti es lilin yang kemudian dibekukan agar umur simpannya lebih lama. Jika tidak dibekukan, umur simpan yoghurt hanya satu minggu. Namun jika dibekukan umur simpannya mencapai satu bulan. Selain itu, saat ini UPS sedang dalam tahap perintisan untuk memproduksi drink yoghurt dan juga frozen yoghurt.
Bahan baku yoghurt yang diproduksi berasal dari susu sapi dan susu kambing. Namun yang lebih banyak diproduksi saat ini adalah dari susu sapi. Produksi yoghurt dari susu kambing hanya dilakukan jika susu kambing murni yang disuplai ke Serambi Botani (Botani Square Bogor) akan menjelang tanggal kadaluarsa, biasanya produk susu kambing akan ditarik dua hari sebelum tanggal kadaluarsa. Karena belum masuk tanggal kadaluarsa, susu kambing tersebut masih layak untuk dikonsumsi. Susu kambing yang ditarik dari Serambi Botani kemudian akan diolah menjadi yoghurt dan bisa dikirimkan kembali ke Serambi Botani. Sehingga secara ekonomis UPS tidak mengalami kerugian, karena bisa tetap menjual produknya. Selain itu, UPS akan memperoduksi yoghurt dari susu kambing jika menndapatkan pesanan.
5.6.1. Produksi DaFa Yoghurt
Kegiatan produksi yoghurt oleh UPS dilakukan hampir setiap hari, jika bahan baku susunya tersedia. Terkadang UPS juga melakukan produksi dalam jumlah yang lebih besar jika mendapatkan pesanan dari konsumen melalui agen distributor. Kegiatan produksi hanya dilakukan oleh dua orang, yakni Kepala Produksi dibantu oleh asistennya.
Kebutuhan susu rata-rata pada setiap kali produksi rutin, berkisar 50 sampai dengan 60 liter. Jika diukur, susu sebanyak 50 liter dapat menghasilkan yoghurt sebanyak 100 liter. Dalam hal ini susu ditambah dengan air gula sebanyak 50 liter. Tiap 1 liter yoghurt dapat dibuat minimal 30 stick, sehingga dalam jumlah minimal UPS dapat memproduksi 3.000 stick yoghurt setiap harinya. Berdasarkan perhitungan yang dibuat, Harga Pokok Produksi (HPP) yoghurt per pak (isi 20 stick) sebesar Rp 4.000. HPP ini hanya memperhitungkan biaya bahan baku sampai dengan pengemasan, belum memperhitungkan biaya listrik dan gaji
92 tenaga kerja tetap. Berikut pada Tabel 17 dipaparkan tentang daftar bahan baku yang dibutuhkan dalam proses pembuatan DaFa Yoghurt.
Tabel 17. Kebutuhan Rata-Rata Bahan Baku dan Perlengkapan DaFa Yoghurt Selama Satu Bulan
No. Nama Barang Jumlah Satuan Harga Satuan (Rp)
Total Biaya (Rp)
1. Susu 750 Liter 4.000 3.000.000
2. Bakteri starter 18,75 Liter 100.000 1.875.000
3. Gula 262,5 Kilogram 8.000 2.100.000
4. Perasa buah 10 Botol (60 ml) 4.000 40.000
5. Air galon 45 Galon 3.000 135.000
6. Plastik kemasan
(primer) 15 Kilogram 25.000 375.000
7. Plastik kemasan
(sekunder) 9 Kilogram 36.750 330.750
TOTAL 7.855.750
Sumber: Data Primer (2010)
Bahan baku susu segar diperoleh dari Unit Peternakan sendiri, yakni jika tidak semuanya susu segar dapat dijual, biasanya sebanyak dua puluh liter. Jika masih mengalami kekurangan bahan baku, biasanya UPS akan membeli susu segar dari peternak sapi di Cikampak dan juga Kunak, Leuwiliang. Namun yang menjadi prioritas UPS adalah membeli langsung dari Cikampak, karena selain kualitasnya lebih bagus, harganya juga lebih murah, yakni Rp 4.000 per liter. Sedangkan jika di Kunak, harganya Rp 4.500 per liter, namun akan diantar oleh produsennya.
Proses produksi yoghurt terbilang sangat mudah, karena tidak membutuhkan peralatan atau mesin teknologi tinggi. Selain itu, bahan-bahan yang dibutuhkan juga relatif mudah. Pada Gambar 14 disajikan gambar mengenai prosedur proses produksi yoghurt.
93 Gambar 14. Prosedur Proses Produksi DaFa Yoghurt
Pada Gambar 14 disebutkan tata cara atau prosedur dalam pembuatan yoghurt oleh UPS. Proses produksi yoghurt dimulai dari pemanasan susu hingga suhu mencapai 80oC, atau sekitar 10 menit. Hal ini dimaksudkan agar tekstur susu tidak pecah. Pemanasan susu dilakukan setiap pagi hari (± 08.30 WIB) menggunakan panci besar (biasanya tiap 20 liter) dan dimasak di atas kompor gas dengan bantuan alat pengukur suhu termometer. Setelah proses pemanasan, susu tersebut didinginkan hingga suhu mencapai 45oC. Untuk proses pendinginan biasanya dilakukan sampai dengan siang menjelang sore hari, atau sekitar pukul 14.30 WIB.
Setelah susu sudah mencapai suhu 45oC, susu ditambahkan starter bakteri sebanyak ± 2,5 persen dari volume susu, atau sekitar 250 ml untuk tiap 10 liter susu. Susu yang dicampur bakteri kemudian diinokulasi minimal selama 12 jam
Susu dimasak hingga ± 80o C, selama ± 10 menit
Susu dimasukkan ke dalam wadah kapasitas 20 liter
Susu didinginkan hingga ± 40o C
Starter bakteri dimasukkan (± 5 persen dari volume susu)
Inkubasi selama minimal 12 jam pada suhu kamar
Larutan gula dimasukkan dengan perbandingan 1 : 1
Aduk agar menyatu, kemudian disaring
Perasa buah ditambahkan dalam plain yoghurt
94 (pada suhu kamar). Proses inokulasi biasanya dilakukan mulai pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 08.00 WIB keesokan harinya. Dalam hal ini, starter bakteri yang digunakan oleh UPS adalah dibuat oleh Darul Fallah sendiri, tepatnya oleh PT DaFa Teknoagro Mandiri (kultur jaringan).
Hasil inokulasi antara susu dan bakteri disebut dengan plain yoghurt. Jika plain yang dihasilkan terlihat menggumpal, biasanya diakibatkan oleh kualitas susu yang kurang bagus. Plain yoghurt tersebut kemudian ditambahkan larutan gula dan diaduk rata dengan perbandingan larutan gula dan plain sebesar 1 : 1, kemudian disaring. Biasanya untuk membuat larutan gula sebanyak 10 liter, membutuhkan gula sebanyak 3 kg. Setelah pencampuran dengan larutan gula, plain yoghurt dapat diolah lebih lanjut dengan diberi perasa buah sedikit. Rasa atau escents yang dipakai oleh UPS diantaranya anggur, strawberry, leci, pala, jeruk keprok, dan lain-lain. Selanjutnya yoghurt yang sudah siap kemudian dapat langsung dikemas. Setiap 20 stick yoghurt dikemas menjadi satu pak. Setiap pak minimal ada 4 rasa berbeda (warna-warni), hal ini termasuk satu taktik agar membuat konsumen tertarik untuk membeli.
5.6.2. Pemasaran DaFa Yoghurt
Selama ini, UPS sebagian besar memasarkan produk DaFa Yoghurt melalui agen distributor. Namun, dalam jumlah kecil juga menerima pesanan langsung dari konsumen dan juga melakukan penjualan langsung di UPS (konsumen datang). Daftar agen distributor DaFa Yoghurt dapat dilihat pada Lampiran 4. Distribusi produk DaFa sudah mencapai wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Di Bogor, wilayah pemasarannya mencapai sekitar kampus IPB Darmaga, Semplak, Taman Yasmin, Loji, Kota Bogor, dan Cimanggu.
Bagi seluruh agen distributor tersebut, menjual yoghurt merupakan pekerjaan sampingan. Hal ini menyebabkan, rendahnya kinerja atau semangat dari agen distributor tersebut untuk memasarkan DaFa Yoghurt. Dalam mencari agen distributor, Pihak UPS menawarkan kepada orang-orang, namun juga ada orang yang menawarkan diri untuk menjadi agen distributor.
95 Harga jual yoghurt dari UPS kepada agen distributor adalah Rp 7.000 per pak, isi 20 stick. Jika kepada konsumen langsung, yoghurt tersebut dijual dengan harga Rp 10.000 per pak atau Rp 500 per stick. Namun jika agen menitipkan yoghurt di kantor-kantor, harga jualnya dapat mencapai Rp 1.000 per stick. Biasanya agen memesan 50 – 100 pak setiap dua minggu.
Sistem agen yang dibuat oleh UPS adalah sistem konsinyasi, namun UPS tidak menerima adanya pengembalian produk, karena UPS memberikan bonus (extra product) kepada para agen distributor setiap pengiriman pesanan. Jumlah extra product yang diberikan kepada para agen adalah tiga persen dari jumlah pesanan yang diminta. Selain itu, pihak UPS yang mengantarkan pesanan tersebut kepada para agen. Selain itu, UPS juga mempunyai strategi dalam mencari agen distributor, yakni dengan memberikan penawaran fasilitas peminjaman freezer.
Jika dilihat dari segmentasinya, produk yoghurt stick ini dijual berdasarkan segmentasi umur yaitu mentargetkan kepada anak-anak dan remaja, serta berdasarkan segmentasi tingkat ekonomi dengan target kepada konsumen tingkat ekonomi menengah ke atas, karena konsumen tersebut diasumsikan memiliki pengetahuan lebih tentang yoghurt.
Sistem distribusi DaFa Yoghurt termasuk memiliki rantai yang pendek. Hal ini dikarenakan DaFa Yoghurt sebagian besar mengandalkan agen distributor dalam pemasarannya. Hal ini menjadikan UPS tidak perlu mengeluarkan biaya untuk distribusi ke konsumen. Namun kelemahannya adalah profit yang diterima UPS menjadi kecil. Berikut disajikan Gambar 15 mengenai sistem distribusi DaFa Yoghurt mulai dari pengadaan bahan baku sampai dengan konsumen akhir.
Gambar 15. Sistem Distribusi Bahan Baku dan DaFa Yoghurt Unit Peternakan Peternak Lain UPS Koppontren Darul Fallah Agen Distributor Konsumen Akhir Konsumen Akhir