• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengangkatan P2LP HHBK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengangkatan P2LP HHBK"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Persyaratan Umum :

1. Pegawai Kehutanan pada Dinas Kabupaten/Kota atau Provinsi Setempat 2. Memiliki sertifikat Pengawas Penguji Hasil Hutan

3. Berkualifikasi Pengawas Penguji Hasil Hutan dan memiliki Kartu Pengawas Penguji Hasil Hutan sesuai dengan komoditas hasil hutan yang masih berlaku dari Kepala Balai atas nama Direktur Jenderal. 4. Memiliki Dedikasi Tinggi, berkelakukan baik, jujur dan bertanggungjawab

5 Biaya : Gratis

9

-Jumlah (Hari) - - - -

-10. Kepala Dinas menandatangani Surat Keputusan

Pengangkatan P2LHP 1

11. Penyampaian SK Pengangkatan P2LP-HHBK kepada Dinas Kabupaten/Kota yang mengusulkan, Perusahaan tempat penugasan dan Petugas yang bersangkutan

1

7. Sekretariat menerima dan mengagendakan surat dan selanjutnya menyampaikan kepada Kepala Dinas

1

8. Kepala Dinas mendisposisi kepada Kepala Bidang PH untuk diteliti/ditelaah dan ditindaklanjuti

9. Kepala Bidang PH membuat konsep Surat Keputusan Kepala Dinas tentang Pengangkatan P2LP-HHBK yang memuat nama, nomor register dan wilayah penugasan

2

5. Kepala Dinas menerbitkan surat pemberitahuan rencana Pengangkatan P2LP-HHBK ke BPPHP Wilayah III

1

6. Kepala BPPHP membuat Pertimbangan teknis yang memuat daftar nama personil yang dapat diangkat sebagai P2LP-HHBK, dan disampaikan kepada Kepala Dinas Provinsi

PM

3. Kepala Dinas mendisposisi kepada Kepala Bidang PH untuk diteliti/ditelaah menyangkut persyaratan yang disampaikan

1

4. Kepala Bidang PH meneliti dan membuat konsep surat pemberitahuan rencana pengangkatan P2LP-HHBK kepada Kepala BPPHP Wilayah III berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Kabupaten/Kota

1

7. 8. 9.

1. Kepala Dinas yang membidangi kehutanan pada Kabupaten/Kota mengusulkan Pengangkatan P2LP-HHBK dilengkapi dengan persyaratan kepada Kepala Dinas Kehutanan Provinsi

2. Sekretariat menerima dan mengagendakan surat dan

selanjutnya menyampaikan kepada Kepala Dinas 1

Ket

No Urutan Prosedur Pemohon BPPHP

Unit Pelayanan

Tata Waktu (Hari)

PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT

DINAS KEHUTANAN

BAGAN ALUR STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

PENGANGKATAN PEJABAT PENGESAH LAPORAN PRODUKSI HASIL HUTAN BUKAN KAYU

Dasar

(2)

KELENGKAPAN PENGUSULAN :

Surat usulan pengangkatan P2LHP sekurang-kurangnya memuat nama, NIP, pangkat, jabatan, nomor register, wilayah kerja penugasan dilengkapi dengan persyaratan :

a. Fotocopy RKTUPHHK/BKTUPHHK yang telah disahkan atau keputusan pemberian izin dari pejabat yang berwenang

b. Fotocopy sertifikat Pengawas Penguji Hasil Hutan (PPHH)

c. Fotocopy Surat Keputusan dan Kartu Pengawas Penguji Hasil Hutan sesuai dengan komoditas hasil hutan yang masih berlaku dari Kepala Balai atas nama Direktur Jenderal.

(3)

-9.

Ket

Referensi

Dokumen terkait

bahwa dengan hasil Pengambilan Keputusan sebagaimana huruf d, sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Nomor :

bahwa dengan hasil Pengambilan Keputusan sebagaimana huruf c, sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Nomor :

Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku, seluruh ketentuan peraturan yang merupakan peraturan pelaksanaan dari Peraturan Daerah Kabupaten

Risiko investasi dapat diartikan sebagai kemungkinan terjadinya perbedaan antara actual return dan expected return, sehingga setiap investor dalam mengambil

bahwa dengan hasil Pengambilan Keputusan sebagaimana huruf c, sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Nomor :

(3) Bupati melaporkan hasil pelaksanaan pemungutan hasil hutan kepada Gubernur dengan tembusan kepada Direktur Jenderal Pengusahaan Hutan Produksi dan Kepala Dinas Kehutanan

Perundingan Linggarjati telah melibatkan campur tangan pihak ketiga, Aksi militer yang dilakukan Belanda dianggap suatu babak baru dalam masalah Indonesia, sehingga

Pada hari bersejarah ini, saya mengajak kita semua meneguhkan kembali salah satu sikap dan prinsip Masyarakat Adat Nusantara yakni “Mandiri” melalui Maklumat Tanjung Gusta, bahwa: