• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSEDUR PENGANGKATAN ANAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PROSEDUR PENGANGKATAN ANAK"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

PROSEDUR PENGANGKATAN ANAK

Prosedur

Pengangkatan Anak antar warga Negara Indonesia Melalui

Lembaga dapat dilihat dibawah ini :

1. Calon Orang Tua Angkat (COTA), untuk pertama kali harus datang ke :

a. Instansi Sosial Prov dan menyampaikan maksud untuk mengangkat anak. Setelah Instansi Sosial Prov mengkaji dan menelaah, sementara COTA diarahkan untuk konsultasi ke Panti/Yayasan yang diberi ijin atau ditunjuk oleh Gubenur untuk proses Pengangkatan Anak Domestik

b. Instansi Sosial Prov memberi persetujuan kepada COTA agar dapat memproses dengan melengkapi persyaratan/dokumen : Surat Permohonan, Surat Nikah, Surat Akta Kelahiran Suami Istri dll

2. Setelah konsultasi, COTA harus mengumpulkan berkas/dokumen yang dibutuhkan untuk proses pengangkatan anak kepada Instansi Sosial Prov).

3. Kepala Instansi Sosial Prov memberikan disposisi agar menindaklanjuti proses pengangkatan anak.

4. Setelah berkas/dokumen lengkap Instansi Sosial Prov bersama-sama Panti/Yayasan untuk melaksanakan Home Visit I.

5. Setelah diadakan kunjungan rumah pertama, maka Petugas dari Instansi Sosial Prov dan Panti/Yayasan membuat Laporan Sosial COTA dengan diketahui oleh pejabat Instansi Sosial.

6. Instansi Sosial Provinsi menerbitkan Surat Keputusan Ijin Asuhan

7. Setelah Ijin Pengasuhan diberikan oleh Instansi Sosial Provinsi, maka Panti/Yayasan akan melakukan Foster Care (Asuhan Anak) dan Penyerahan Anak.

8. Pengasuhan anak dilakukan oleh COTA lebih kurang 6 (enam) bulan, apabila COTA melalaikan kewajibannya maka Ijin Asuhan Sementara akan dicabut dan anak diserahkan kembali ke Panti/ Yayasan.

9. Setelah Calon Anak Angkat diasuh selama lebih kurang 6 (enam) bulan, Instansi Sosial Prov dan Panti/Yayasan melakukan kunjungan rumah kedua (home visit II)

10. Setelah kunjungan rumah ke 2 (dua), maka pihak Petugas Sosial membuat Laporan Perkembangan Anak selama diasuh oleh COTA.

11. Kemudian Instansi Sosial Provinsi mengadakan Sidang TIM PIPA.

12. Pada saat Sidang TIM PIPA Daerah, anggota TIM meneliti dan memeriksa berkas COTA maka anggota TIM memberikan tanggapan sesuai TUPOKSI masing-masing instansi.

13. Setelah dilaksanakan Sidang TIM PIPA, maka Kepala Instansi Sosial Provinsi mengeluarkan Surat Keputusan Tim Pertimbangan Perijinan Pengangkatan Anak dan Surat Rekomendasi Kepala Instansi Sosial Provinsi untuk menindak-lanjuti proses pengangkatan anak ke pengadilan, bagi COTA yang disetujui oleh TIM. Apabila persyaratan COTA dianggap TIM belum memenuhi persyaratan, maka proses pengangkatan anak ditunda. 14. Setelah Kepala Instansi Sosial Provinsi menerbitkan Surat Rekomendasi Pengangkatan,

maka COTA mengajukan proses pengangkatan anak ke Pengadilan untuk memperoleh penetapan sebagai anak angkat sah.

15. Setelah dikeluarkannya Penetapan Pengadilan, maka COTA harus datang ke Instansi Sosial Provinsi dan Panti/Yayasan untuk dilakukan pencatatan data.

16. COTA, akan melakukan pencatatan Surat Penetapan Pengangkatan Anak (Catatan Pinggir) di Dinas Kependudukan Catatan Sipil.

17. COTA harus bersedia untuk melaporkan perkembangan anak setiap tahun sampai anak berusia 18 (delapan belas) tahun atau dilaksanakan monitoring dan evaluasi oleh Instansi Sosial setempat.

(2)

PERSYARATAN (BERKAS/DOKUMEN) YANG HARUS DIPENUHI

OLEH COTA ANTAR WNI

1. Permohonan ijin Pengangkatan Anak kepada instansi sosial setempat 2. Surat Keterangan sehat COTA dari Rumah Sakit Pemerintah

3. Surat Keterangan Kesehatan Jiwa COTA dari Dokter Spesialis Jiwa dari Rumah Sakit Pemerintah

4. Surat keterangan tentang fungsi organ reproduksi COTA dari dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Pemerintah

5. Copy akta kelahiran COTA;

6. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) setempat; 7. copy surat nikah/akta perkawinan COTA;

8. kartu keluarga dan KTP COTA; 9. copy akta kelahiran CAA;

10. keterangan penghasilan dari tempat bekerja COTA

11. surat pernyataan persetujuan CAA di atas kertas bermaterai cukup bagi anak yang telah mampu menyampaikan pendapatnya dan/atau hasil laporan Pekerja Sosial

12. surat pernyataan motivasi COTA di kertas bermaterai cukup yang menyatakan bahwa pengangkatan anak demi kepentingan terbaik bagi anak dan perlindungan anak;

13. surat pernyataan COTA akan memperlakukan anak angkat dan anak kandung tanpa diskriminasi sesuai dengan hak-hak dan kebutuhan anak di atas kertas bermaterai cukup 14. surat pernyataan bahwa COTA akan memberitahukan kepada anak angkatnya mengenai

asal usulnya dan orang tua kandungnya dengan memperhatikan kesiapan anak

15. Surat Pernyataan COTA bahwa COTA tidak berhak menjadi Wali Nikah bagi anak angkat perempuan dan memberi kuasa kepada wali hakim

16. Surat Pernyataan COTA bahwa COTA untuk memberikan Hibah sebagian hartanya bagi anak angkatnya.

17. Surat Pernyataan persetujuan adopsi dari Pihak keluarga COTA

18. Laporan Sosial Calon Anak Angkat yang dibuat oleh pekerja sosial Instansi Sosial setempat dan pekerja sosial Panti/Yayasan.

19. Surat Berita Acara/Penyerahan dan Kuasa dari Pihak Ibu Kandung kepada Instansi sosial setempat.

20. Surat Berita Acara/Penyerahan dan Kuasa dari Pihak Instansi sosial setempat kepada Panti/ Yayasan

21. Laporan Calon Orang Tua Angkat yang dibuat oleh pekerja sosial Instansi Sosial setempat dan pekerja sosial Panti/Yayasan.

22. Surat Ijin Pengasuhan Anak dari Instansi Sosial Provinsi

23. Surat Perjanjian Pengasuhan Anak antara Panti/ Yayasan dengan COTA 24. Surat Penyerahan Anak dari Panti/Yayasan kepada COTA

25. Laporan Perkembangan Anak yang dibuat oleh pekerja sosial Instansi Sosial setempat dan pekerja sosial Panti/Yayasan.

26. Akta Kelahiran Calon Anak Angkat

(3)

PENGANGKATAN ANAK SECARA PRIVAT ADOPTION

Pengangkatan anak secara privat, dilakukan antara calon orangtua angkat langsung dengan orangtua kandung/wali/kerabat di pengadilan, dengan melampirkan persyaratan pengangkatan anak dan rekomendasi dari instansi sosial provinsi. Oleh sebab itu COTA harus membuat permohonan kepada Kepala Dinas/Instansi Sosial Kabupaten/Kota setempat agar memperoleh rekomendasi pengangkatan anak, dan pekerja sosial Dinas/Instansi Sosial Kab./Kota harus melakukan kunjungan rumah ke COTA untuk memperoleh gambaran apakah COTA layak memperoleh rekomendasi dimaksud dari Dinas Sosial Provinsi.

Persyaratan (berkas/dokumen) yang harus dipenuhi oleh COTA

1. Permohonan ijin Pengangkatan Anak kepada instansi sosial setempat 2. Surat Keterangan sehat COTA dari Rumah Sakit Pemerintah

3. Surat Keterangan Kesehatan Jiwa COTA dari Dokter Spesialis Jiwa dari Rumah Sakit Pemerintah

4. Surat keterangan tentang fungsi organ reproduksi COTA dari dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Pemerintah

5. copy akta kelahiran COTA;

6. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) setempat; 7. copy surat nikah/akta perkawinan COTA;

8. kartu keluarga dan KTP COTA; 9. copy akta kelahiran CAA;

10. keterangan penghasilan dari tempat bekerja COTA

11. surat pernyataan persetujuan CAA di atas kertas bermaterai cukup bagi anak yang telah mampu menyampaikan pendapatnya dan/atau hasil laporan Pekerja Sosial

12. surat pernyataan motivasi COTA di kertas bermaterai cukup yang menyatakan bahwa pengangkatan anak demi kepentingan terbaik bagi anak dan perlindungan anak;

13. surat pernyataan COTA akan memperlakukan anak angkat dan anak kandung tanpa diskriminasi sesuai dengan hak-hak dan kebutuhan anak di atas kertas bermaterai cukup 14. surat pernyataan bahwa COTA akan memberitahukan kepada anak angkatnya mengenai

asal usulnya dan orang tua kandungnya dengan memperhatikan kesiapan anak

15. Surat Pernyataan COTA bahwa COTA tidak berhak menjadi Wali Nikah bagi anak angkat perempuan dan memberi kuasa kepada wali hakim

16. Surat Pernyataan COTA bahwa COTA untuk memberikan Hibah sebagian hartanya bagi anak angkatnya.

17. Surat Pernyataan persetujuan adopsi dari Pihak keluarga COTA

18. Surat Berita Acara/Penyerahan dan Kuasa dari Pihak Ibu Kandung kepada COTA. 19. Laporan Calon Orang Tua Angkat yang dibuat oleh pekerja sosial Instansi Sosial

setempat dan pekerja sosial Panti/Yayasan. 28. Akta Kelahiran Calon Anak Angkat

29. Foto calon orang tua angkat dan calon anak angkat.

30. Rekomendasi proses pengangkatan anak dari Instansi Sosial Propinsi kepada pengadilan.

Referensi

Dokumen terkait

Agung Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1983 Tentang Penyempurnaan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 1979 Tentang Pengangkatan Anak tersebut diatas, dasar yuridis pengangkatan

Pengangkatan anak Warga Negara Asing harus dilakukan melalui suatu yayasan sosial yang memiliki izin dari departemen sosial bahwa yayasan tersebut telah diizinkan bergerak

Tabel 22 Daftar Penerimaan Uang Sidang Tim Majelis Pertimbangan Pegawai di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Untuk Sidang Tanggal 25 Juli 2016

menyerahkan surat rekomendasi dari Ketua Tim Pembina Jasa Konstruksi atau Pejabat yang ditunjuk Jasa Konstruksi (bila pemberian IUJK dilaksanakan oleh unit kerja/instansi pelaksana

Prosedur pengangkatan anak di Indonesia diatur dalam beberapa peraturan perundang-undangan, seperti dalam penjelasan berikut: (a) Dalam Kompilasi Hukum Islam

Mengenai hasil pengawasan dan penilaian kelayakan yang dilakukan oleh pekerja sosial terhadap calon orang tua angkat, Kepala Instansi akan membahas hasil penilaian dan

PEMBERIAN IZIN PENGANGKATAN ANAK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN ANAK DI PROVINSI JAWA TENGAH PENULISAN HUKUM Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi

Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2009 tentang Pengangkatan Anak dengan Akta Kelahiran.. Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2005 tentang Pengangkatan