Eksistensi perempuan dalam perspektif Siti Musdah Mulia.
Teks penuh
Dokumen terkait
Representasi Sikap Nrimo Perempuan Jawa Dalam Film (Analisis Semiotika mengenai Representasi Sikap Nrimo Perempuan Jawa dalam Film Siti Karya Eddie
Menurut Musdah, sebagai inti ajaran Islam yang merupakan pegangan pokok.. dalam membimbing dan mengarahkan manusia agar bertindak benar,
Musdah Mulia menawarkan sepuluh reformasi keagamaan yang harus dilakukan oleh perempuan muslim, yakni: (1) menghayati Islam sebagai landasan reformasi, berikut prinsip
Syariat Islam juga tidak memberikan ketentuan praktis yang tegas dan “clear” terkait kepemimpinan perempuan karena masalah ini adalah salah satu kajian mu’āmalah
Penolakan yang diutarakan oleh Siti Musdah Mulia antara lain, pertama pada pasal 55 ayat 2, syarat harus dapat berlaku adil terhadap istri-istrinya tidak akan dapat terpenuhi oleh
Ketiga perbedaan konsep dan implementasi ekofeminisme antara Vandan dan Musdah Mulia, yang mana Vandana berawal dari adanya pengkritikkannya terhadap perkembangan
Karena disinyalir hukum keluarga (lebih tepatnya KHI) tidak mampu mengcover permasalahan ini, maka Musdah Mulia dan Tim Pokja merumuskan pembaharuan dalam bidang
Keberanian untuk kabur ini adalah eksistensi perempuan sehingga tidak mau menjadi liyan dalam arenanya seperti yang diungkapkan oleh Beauvoir 2011 bahwa perempuan harus berani memilih