• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERATURAN GUBERNUR GORONTALO NOMOR 38 TAHUN 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERATURAN GUBERNUR GORONTALO NOMOR 38 TAHUN 2014"

Copied!
381
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO

PERATURAN GUBERNUR GORONTALO

NOMOR 38 TAHUN 2014

TENTANG

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH

TAHUN 2015

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

PROVINSI GORONTALO

(2)

GUBERNUR GORONTALO

PERATURAN GUBERNUR GORONTALO

NOMOR 38 TAHUN 2014

TENTANG

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH TAHUN 2015

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

GUBERNUR GORONTALO,

Menimbang

: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 26 ayat 2

Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan

Pembangunan Daerah, dipandang perlu menetapkan Peraturan

Gubernur tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun

2015;

Mengingat

: 1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik

Indonesia Tahun 1945;

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan

Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003

Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor 4286);

3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem

Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

4. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana

Kerja Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

2004 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 4405);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 tentang

Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian

Negara/Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

2004 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 4406);

7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2008

Tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Dan

Evaluasi

Pelaksanaan

Rencana

Pembangunan

Daerah

(Lembaran Negara Republik Indoensia Nomor 21, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817)

8. Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2009 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2007 - 2025 Provinsi

Gorontalo;

9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun 2010 tentang

Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008.

10. Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2012 Tentang Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Gorontalo

Tahun 2012 -2017.

11. Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2013 Tentang Perubahan

Atas Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo Nomor 02 Tahun

(3)

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR GORONTALO TENTANG RENCANA KERJA

PEMERINTAH DAERAH TAHUN 2015.

Pasal 1

(1) Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo Tahun 2015,

yang selanjutnya disebut RKPD Tahun 2015, adalah dokumen

perencanaan pembangunan daerah untuk periode 1 (satu) tahun

yaitu tahun 2015 yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2015 dan

berakhir pada tanggal 31 Desember 2015.

(2) Sistematika RKPD Tahun 2015 terdiri dari pendahuluan, evaluasi

hasil pelaksanaan RKPD tahun lalu dan capaian kinerja

penyelenggaraan pemerintahan, kerangka ekonomi daerah dan

kebijakan keuangan daerah, prioritas dan sasaran pembangunan

2015, rencana program dan kegiatan prioritas daerah tahun 2015

dan penutup.

Pasal 2

(1) RKPD Tahun 2015 merupakan penjabaran dari RPJPD Provinsi

Gorontalo tahun 2007 - 2025 dan Perubahan Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Daerah tahun 2012-2017

sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun

2013.

(2) RKPD Tahun 2015 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi :

a. pedoman bagi Unit Kerja Perangkat Daerah Provinsi Gorontalo

dalam menyusun Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat

Daerah Tahun 2015;

b. acuan bagi Pemerintah Kabupaten/Kota dalam menyusun

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2015;

c. pedoman bagi Pemerintah Daerah dalam menyusun Rancangan

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun

2015.

Pasal 3

Dalam rangka penyusunan RAPBD Tahun 2015 :

(1) Pemerintah Daerah menggunakan RKPD Tahun 2015 sebagai

bahan pembahasan kebijakan umum anggaran serta prioritas dan

plafon anggaran sementara (KUA dan PPAS) di Dewan Perwakilan

Rakyat Daerah;

(2) Pemerintah Daerah menggunakan RKPD Tahun 2015 sebagai

bahan pembahasan RAPBD dengan Badan Anggaran Dewan

Perwakilan Rakyat Daerah.

(3) Satuan Kerja Perangkat Daerah menggunakan RKPD Tahun 2015

dalam melakukan pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran

Satuan Kerja Perangkat Daerah dengan Dewan Perwakilan Rakyat

Daerah.

Pasal 4

(1) Satuan Kerja Perangkat Daerah membuat laporan kinerja triwulan

dan tahunan atas pelaksanaan rencana kerja dan anggaran tahun

(4)

(2) Laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), disampaikan

kepada Biro Pengendalian, Pembangunan dan Ekonomi, Badan

Perencanaan Pembangunan Daerah dan Badan Keuangan Provinsi

Gorontalo paling lambat 14 (empat belas) hari setelah berakhirnya

triwulan yang bersangkutan.

(3) Laporan Kinerja menjadi masukan dan bahan pertimbangan bagi

analisis dan evaluasi pencapaian target pembangunan yang

termuat dalam RKPD Tahun 2015.

Pasal 5

(1) Memperhatikan sasaran pembangunan sebagaimana termuat

dalam RKPD tahun 2015, maka seluruh SKPD harus

mengalokasikan anggaran APBD ke dalam rincian program dan

kegiatan secara efektif dan efisien serta lebih menekankan pada

kinerja hasil yang inovatif.

(2) Karena keterbatasan pembiayaan melalui APBD tahun 2015,

dukungan pendanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan

menjadi bagian tidak terpisah dalam pencapaian sasaran sebagai

dimaksud pada ayat 1.

Pasal 6

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Badan Keuangan

Daerah menelaah kesesuaian antara Rencana Kerja dan Anggaran

Satuan Kerja Perangkat Daerah tahun 2015 hasil pembahasan

bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan Rencana Kerja

Pemerintah Daerah Tahun 2015.

Pasal 7

Apabila terdapat perbedaan antara hasil pembahasan RAPBD 2015

bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan RKPD Tahun 2015,

maka Pemerintah Daerah melakukan penyesuaian sekaligus revisi

RKPD Tahun 2015 berdasarkan hasil pembahasan dengan Dewan

Perwakilan Rakyat Daerah.

Pasal 8

Peraturan Gubernur ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Gorontalo

pada tanggal 5 Mei 2014

GUBERNUR GORONTALO,

RUSLI HABIBIE

Diundangkan di Gorontalo

pada tanggal 5 Mei 2014

SEKRETARIS DAERAH PROVINSI GORONTALO

Prof. DR. Ir. Hj. WINARNI MONOARFA, MS

PEMBINA UTAMA

NIP.

196211211985032001

(5)

DAFTAR ISI

PERATURAN GUBERNUR GORONTALO

BAB I

PENDAHULUAN

I.1

1.1. LATAR BELAKANG

I.1

1.2. LANDASAN HUKUM

I.3

1.3. HUBUNGAN ANTAR DOKUMEN

I.4

1.4. MAKSUD DAN TUJUAN

I.5

1.5. SISTIMATIKA

I.6

BAB II

EVALUASI CAPAIAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN

II.1

KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN

2.1. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

II.1

2.1.1 ASPEK GEOGRAFI DAN DEMOGRAFI

II.1

2.1.2 ASPEK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

II.3

2.1.3 ASPEK PELAYANAN UMUM

II.10

2.1.4 ASPEK DAYA SAING DAERAH

II.14

2.1.4.1 KEMAMPUAN EKONOMI DAERAH

II.14

2.1.4.2 INFRASTRUKTUR WILAYAH

II.24

2.1.4.3 INVESTASI

II.33

2.1.4.4 SUMBERDAYA MANUSIA

II.33

2.1.5 INDIKATOR KINERJA PENYELENGGARAAN

II.33

PEMERINTAH DAERAH

2.2 EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN

II. 35

SAMPAI TAHUN BERJALAN

2.3 MASALAH DAN TANTANGAN POKOK 2015

II.44

BAB III

KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN

III.1

KEUANGAN DAERAH

3.1. ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH

III.1

3.1.1 KONDISI EKONOMI MAKRO PROVINSI GORONTALO III.1

3.1.2 TANTANGAN DAN PROSPEK PEREKONOMIAN

III.9

DAERAH TAHUN 2015 DAN TAHUN 2016

3.2. ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

III.18

3.2.1 PROYEKSI KEUANGAN DAERAH DAN KERANGKA

III.20

PENDANAAN

3.3. ARAH KEBIJAKAN PEMBIAYAAN DAERAH

III.29

(6)

4.1. TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN

IV.3

4.2. PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH

IV.8

4.2.1. ISU STRATEGIS

IV.8

4.2.2. PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH

IV.11

4.2.3. SASARAN DAN ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN IV.21

BAB V

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH

V.1

TAHUN 2015

5.1 RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN

BAB VI

PENUTUP

VI.1

LAMPIRAN EVALUASI PROGRAM KEGIATAN SAMPAI TAHUN BERJALAN

LAMPIRAN PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH TAHUN 2015

(7)

DAFTAR TABEL DAN GAMBAR

1. GAMBAR 1.1 KETERKAITAN PERENCANAAN NASIONAL,

I.5

DAERAH DAN SKPD

2. GAMBAR 2.1 PETA PROVINSI GORONTALO

II.1

3. TABEL 2.1 LUAS WILAYAH PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA

II.2

4. TABEL 2.2 JUMLAH PENDUDUK GORONTALO 2009 - 2012

II.2

5. TABEL 2.3 KONDISI DEMOGRAFI PROVINSI GORONTALO

II.3

6. TABEL 2.4 INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) PROVINSI

II.4

GORONTALO TAHUN 2011 - 2012

7. TABEL 2.5 PENDUDUK USIA 15 TAHUN KEATAS MENURUT

II.5

KEGIATAN

8. TABEL 2.6 PENDUDUK USIA 15 TAHUN KEATAS YANG BEKERJA

II.5

MENURUT LAPANGAN PEKERJAAN UTAMA

9. TABEL 2.7 PENDUDUK USIA 15 TAHUN KE ATAS YANG BEKERJA

II.6

MENURUT STATUS PEKERJAAN UTAMA 2012 - 2013

10. TABEL 2.8 PENDUDUK YANG BEKERJA MENURUT JUMLAH

II.6

JAM PER MINGGU 2012 - 2013

11. TABEL 2.9 PENDUDUK YANG BEKERJA MENURUT PENDIDIKAN

II.7

TERTINGGI YANG DITAMATKAN 2012 - 2013

12. TABEL 2.10 TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA MENURUT

II.7

PENDIDIKAN

13. TABEL 2.11 NILAI PDRB DAN LAJU PERTUMBUHAN MENURUT

II.9

LAPANGAN USAHA TAHUN 2012 - 2013

14. TABEL 2.12 PERKEMBANGAN PRODUKSI PERIKANAN PROVINSI

II.18

GORONTALO 2007 - 2013

15. TABEL 2.13 HUBUNGAN TARGET DAN REALISASI PRODUKSI

II.19

PERIKANAN PROVINSI GORONTALO 2007 - 2013

16. TABEL 2.14. INDIKATOR KINERJA PENYELENGGARAN PEMERINTAH

II.34

DAERAH

17. TABEL 2.15 EVALUASI CAPAIAN MISI SATU RPJMD TAHUN 2013

II.35

18. TABEL 2.16 EVALUASI CAPAIAN MISI DUA RPJMD TAHUN 2013

II.37

19. TABEL 2.17 EVALUASI CAPAIAN MISI TIGA RPJMD TAHUN 2013

II.39

20. TABEL 2.18 EVALUASI CAPAIAN MISI EMPAT RPJMD TAHUN 2013

II.42

21. TABEL 2.19 EVALUASI CAPAIAN MISI LIMA RPJMD TAHUN 2013

II.43

22. TABEL 3.1. NILAI PDRB DAN LAJU PERTUMBUHAN MENURUT

III.1

LAPANGAN USAHA TAHUN 2012 DAN 2013

23. GRAFIK 1 LAJU DAN SUMBER PERTUMBUHAN PDRB TAHUN 2013

III.2

ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000 (PERSEN)

(8)

24. TABEL 3.2 NILAI PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA ATAS DASAR

III.3

HARGA BERLAKU DAN HARGA KONSTAN 2000 (MILYAR RUPIAH)

25.

TABEL 3.3. LAJU PERTUMBUHAN PDRB TRIWULAN MENURUT

III.3

LAPANGAN USAHA

26. TABEL 3.4 STRUKTUR PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA

III.4

TAHUN 2012 DAN 2013 (PERSEN)

27. TABEL 3.5 PDRB PERKAPITA PROVINSI GORONTALO

III.5

28. TABEL 3.6 PENDUDUK USIA 15 TAHUN KEATAS MENURUT

III.6

KEGIATAN

29. TABEL 3.7 PENDUDUK USIA 15 TAHUN YANG BEKERJA MENURUT

III.7

LAPANGAN PEKERJAAN UTAMA

30. TABEL 3.8 PENDUDUK USIA 15 TAHUN YANG BEKERJA MENURUT

III.7

PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN

31. TABEL 3.9 JUMLAH DAN PERSENTASE PENDUDUK MISKIN

III.8

32. TABEL 3.10 PERSENTASE PENDUDUK MISKIN TAHUN 2012 - 2013

III.8

33. TABEL 3.11 PERKIRAAN INDIKATOR EKONOMI MAKRO GORONTALO III.9

TAHUN 2014

34. TABEL 3.12 PROYEKSI INDIKATOR EKONOMI MAKRO GORONTALO

III.15

TAHUN 2015 - 2016

35. TABEL 3.13 REALISASI PENDAPATAN DAERAH PROVINSI GORONTALO III.20

TAHUN 2010 S/D 2013

36. TABEL 3.14 TARGET DAN REALISASSI PENDAPATAN DAERAH

III.21

TAHUN ANGGARAN 2013

37. TABEL 3.15 PERKEMBANGAN BELANJA DAERAH TAHUN 2009-2013 III.22

38. TABEL 3.16 TARGET DAN REALISASI BELANJA TAHUN 2013

III.23

39. TABEL 3.17 KAPASITAS RIIL KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH

III.25

UNTUK MENDANAI PEMBANGUNAN TAHUN 2015-2016

40. TABEL 3.18 PROYEKSI BELANJA DAN PENGELUARAN PEMBIAYAAN

III.25

YANG WAJIB DAN MENGIKAT SERTA PRIORITAS UTAMA

41. TABEL 3.19 RENCANA PENGGUNAAN KAPASITAS RIIL KEMAMPUAN III.26

KEUANGAN DAERAH PROVINSI GORONTALO, 2015-2016

42.

TABEL 3.20 REALISASI DAN PROYEKSI/TARGET PEMBIAYAAN

III.30

DAERAH TAHUN ANGGARAN 2012-2015

43.

TABEL 4.1 HUBUNGAN VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

IV.4

PROVINSI GORONTALO TAHUN 2012 - 2017

44.

TABEL 4.2 PROGRAM PRIORITAS PROVINSI TAHUN 2015

IV.11

(9)

GORONTALO TAHUN 2015

46. TABEL 4.4 PROGRAM PRIORITAS PROVINSI GORONTALO

IV.20

DALAM MENDUKUNG PENCAPAIAN MDGs

47. TABEL 4.5 SASARAN STRATEGIS PEMBANGUNAN DAERAH

IV.27

48. TABEL 5.1 RENCANA PROGRAM PRIORITAS DAERAH

(10)

I-1

B

AB

I

P

ENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembangunan daerah merupakan bagian integral dalam pembangunan nasional yang merupakan upaya semua komponen dalam NKRI yang dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan bernegara sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan berdasarkan Pancasila, yang pencapaiannya dilaksanakan secara bertahap yaitu jangka panjang, jangka menengah dan tahunan.

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 telah mengamanatkan adanya penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP); Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM); dan Rencana Pembangunan Tahunan atau Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Amanat undang-undang tersebut dijabarkan ke dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, tata cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, yang kemudian diatur secara lebih eksplisit Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, yang didalamnya mengatur tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah yang meliputi RPJPD, RPJMD, Renstra SKPD, RKPD, dan Renja SKPD.

Melalui Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Gorontalo telah menetapkan Visi "Gorontalo Maju dan Mandiri" yang mengusung 3 (tiga) misi utama, yaitu Mewujudkan Ketahanan Ekonomi Gorontalo yang Handal, Mewujudkan Sumberdaya Manusia Gorontalo yang Handal, dan Mewujudkan Pemerintahan Daerah Gorontalo yang Amanah.

RPJPD tersebut dibagi kedalam empat tahapan rencana jangka menengah daerah yang

masing-masing dituangkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang berjangka tahunan. Saat ini pelaksanaan pembangunan mengikuti arah yang telah digariskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2012-2017, yang merupakan penjabaran visi tahun 2017 yaitu Terwujudnya Percepatan Pembangunan Berbagai Bidang Serta Peningkatan Ekonomi Masyarakat Yang Berkeadilan Di Provinsi Gorontalo”.

Kebijakan pembangunan yang telah dituangkan dalam RKPD tahun 2015 disusun berdasarkan arahan visioner, perubahan lingkungan strategis serta arahan Gubernur Gorontalo yang disampaikan dalam berbagai kesempatan. Disamping memuat prioritas

(11)

I-2

pembangunan yang digariskan dalam RPJMD 2012-2017, RKPD 2015 juga memuat prakarsa-prakarsa dalam menjawab isu strategis daerah maupun nasional.

RKPD tahun 2015 juga mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2015 yang merupakan dokumen perencanaan transisi yang menjadi jembatan antara RPJMN II dan RPJMN III (2015-2019). Penyusunan RKP 2015 tersebut mengacu kepada Rancangan Teknokratis RPJMN 2015 - 2019 yang disusun dengan mempertimbangkan (1) Hasil evaluasi RPJMN 2010 - 2014; (2) Beberapa isu strategis jangka menengah 2015-2019; dan (3) Tema yang telah digariskan dalam RPJPN 2005 - 2025, yaitu "Memantapkan Pembangunan Secara Menyeluruh Dengan Menekankan Pembangunan Daya Saing Kompetitif Perekonomian Berbasis Keunggulan SDA, SDM Yang Berkualitas, Serta Kemampuan Iptek Yang Terus Meningkat".

Disamping Visi RPJPD, RPJMD 2012 - 2017 serta arahan RKP 2015 tersebut diatas, penyusunan RKPD 2015 juga mempertimbangkan dinamika perubahan dilingkungan strategis baik ekternal maupun internal.

Di saat perekonomian nasional agak tersendat yang mana di tahun 2012 berada pada angka 6,2%, Perekonomian Provinsi Gorontalo tahun 2012 yang diukur dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan (ADHK) cukup baik hasilnya, yaitu meningkat sebesar 7,71 persen dibanding tahun 2011 yang sebesar 7,68 persen (y.o.y). Disamping itu ditahun 2012 Pemerintah daerah juga mampu menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran.

Perekonomian Gorontalo pada tahun 2013 mengalami pertumbuhan sebesar 7,76 persen, lebih cepat apabila dibandingkan tahun 2012 yang tumbuh sebesar 7,71 persen. Nilai PDRB ADHK pada tahun 2013 mencapai Rp3.647 milyar, sedangkan pada tahun 2012 sebesar Rp3.384 milyar. Bila dilihat berdasarkan harga berlaku, PDRB mengalami kenaikan dari Rp10.369 milyar pada tahun 2012 menjadi sebesar Rp11.752 milyar pada tahun 2013.

Selama tahun 2013, semua sektor ekonomi mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor perdagangan, hotel, dan restoran yang mencapai 11,12 persen, diikuti oleh sektor industri pengolahan 9,54 persen dan sektor bangunan serta sektor keuangan, real estate, dan jasa perusahaan masing-masing sebesar 9,24 persen dan 9,18 persen. Sedangkan sektor yang mengalami pertumbuhan terendah adalah sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh hanya sebesar 4,80 persen.

Pertumbuhan ekonomi sangat penting karena kalau ekonomi tumbuh, pengangguran berkurang, yang tadinya menganggur mendapatkan pekerjaan, yang bersangkutan akan mendapatkan penghasilan. Makin banyak yang mendapatkan penghasilan, atau makin banyak yang penghasilannya meningkat, kemiskinan pasti turun. Ditambah lagi, jika ekonomi dan dunia usaha tumbuh, negara dan pemerintah, atau negara dalam hal ini pemerintah, mendapatkan penerimaan yang lebih banyak, yang akan digunakan untuk

(12)

I-3

membiayai pembangunan. Stabilitas politik dan keamanan harus tetap terus dijaga agar momentum pembangunan dapat terus berkelanjutan.

Untuk tahun 2015 pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakatnya masih akan berkutat dengan tantangan untuk penyediaan dan peningkatan layanan publik terutama pada sektor pendidikan dan kesehatan. Perubahan iklim masih menjadi permasalahan yang harus mendapat perhatian dimana pertanian, perikanan dan kesehatan adalah sektor-sektor yang paling besar terkena dampak perubahan iklim. Tantangan lainnya adalah angka kemiskinan cukup tinggi, pengangguran serta kondisi infrastruktur yang belum memadai baik dalam hal ketersediaan maupun kualitasnya.

Arah kebijakan pembangunan Provinsi Gorontalo pada tahun 2015 diprioritaskan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat dengan menitikberatkan pada :

1. Penyediaan layanan dasar yang memadai dengan menggratiskan biaya kesehatan dan pendidikan;

2. Pengembangan sektor pertanian secara menyeluruh, UMKM, pariwisata, industri serta pemberdayaan masyarakat dalam berbagai sektor dalam menciptakan pemerataan ekonomi.

3. Menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan dan pemerataan pembangunan dengan mempertimbangkan sumberdaya alam yang tersedia dan lingkungan;

4. Menyelenggarakan reformasi birokrasi, berdasarkan prinsip Good governance dan clean governance;

5. Melaksanakan upaya percepatan pembangunan melalui pengembangan sektor riil, mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, listrik, irigasi (Waduk), dan air bersih serta membangun Rumah Sakit Provinsi;

6. Menciptakan harmonisasi pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota dan meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pembangunan dengan membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

1.2. Landasan Hukum

Landasan Hukum yang mendasari penyusunan RKPD ini adalah sebagai berikut :

1.

Undang - Undang No 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 164, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

2.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan

(13)

I-4

Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

3.

Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

4.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

5.

Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

6.

Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);

7.

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

8.

Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833);

9.

Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010 – 2014;

10.

Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo Nomor 4 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Gorontalo

11.

Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo Nomor 15 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo Nomor 02 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2012-2017.

12.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan

Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008.

1.3 Hubungan Antar Dokumen

Perencanaan pembangunan daerah merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional. Ruang lingkup perencanaan pembangunan daerah yang meliputi tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah, yang terdiri atas RPJPD, RPJMD, Renstra SKPD, RKPD, dan Renja

(14)

I-5

SKPD. Disamping itu, Perencanaan pembangunan daerah juga mengintegrasikan rencana tata ruang dengan rencana pembangunan daerah.

Gambar 1.1

Keterkaitan Perencanaan Nasional, Daerah dan SKPD

RKPD Tahun 2015 merupakan guidelines atas penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2015 yang nantinya akan disepakati bersama oleh Pemerintah Daerah dan DPRD. RKPD 2015 juga memuat capaian pembangunan, dengan demikian, fungsi RKPD Provinsi Gorontalo Tahun 2015 adalah untuk hal-hal sebagai berikut :

1. Menjadi acuan bagi seluruh pelaku pembangunan daerah, karena memuat seluruh kebijakan publik;

2. Menjabarkan rencana strategis ke dalam rencana operasional;

3. Menjamin konsistensi antara capaian tujuan perencanaan strategis jangka menengah dengan tujuan perencanaan dan penganggaran tahunan pembangunan daerah;

4. Menjadi pedoman penyusunan KUA, PPAS, dan APBD karena memuat arah kebijakan pembangunan daerah satu tahun;

5. Instrumen bagi pemerintah daerah untuk mengukur kinerja penyelenggaraan fungsi dan urusan wajib/pilihan pemerintah daerah;

6. Instrumen bagi pemerintah daerah untuk mengukur pencapaian target kinerja program pembangunan jangka menengah;

7. Menjadi acuan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Gorontalo untuk Tahun 2014.

1.4 Maksud dan Tujuan

Maksud dan Tujuan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Gorontalo Tahun 2015 adalah :

1. Untuk mewujudkan pencapaian Visi dan Misi Provinsi Gorontalo dalam RPJMD 2012 - 2017;

2. Mewujudkan sinergi, integrasi dan sinkronisasi pembangunan baik antar daerah, antar fungsi pemerintahan maupun antar tingkat pemerintahan;

RPJPN RTRW RPJPD RTRWD RPJM DAERAH RENSTRA SKPD RKP RKPD RPJM NASIONAL RENJA SKPD Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Dijabarkan Dijabarkan

Acuan Diperhatikan Acuan

(15)

I-6

3. Terwujudnya keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan dan penganggaran;

4. Sebagai dasar pelaksanaan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pembangunan;

5. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam perencanaan pembangunan.

1.5 Sistematika

Sistimatika Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Gorontalo Tahun 2015 disusun sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Penjelasan tentang latar belakang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2015.

1.2. Landasan Hukum

Menjelaskan dasar hukum yang digunakan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2015.

1.3. Hubungan Antar Dokumen

Menjelaskan tentang hubungan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2015 dengan dokumen‐dokumen perencanaan lainnya.

1.4. Maksud dan Tujuan

Menjelaskan tentang maksud dan tujuan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2015.

1.5. Sistematika

Memuat sistematika Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2015.

BAB II. EVALUASI PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH

2.1. Gambaran Umum Kondisi Daerah

Menjelaskan tentang kondisi terkini berdasarkan capaian target pembangunan tahun sebelumnya.

2.2. Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan RKPD sampai tahun berjalan dan Realisasi RPJMD

Menjelaskan hasil capaian program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2013 serta pencapaian indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2012-2017

(16)

I-7

Menjelaskan dan melakukan Identifikasi permasalahan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan tahun 2013.

BAB III. RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

3.1. Arah Kebijakan Ekonomi Daerah

Menjelaskan arah kebijakan pembangunan ekonomi nasional dan provinsi, proyeksi dan tantangan pembangunan ekonomi tahun 2015

3.2. Arah Kebijakan Keuangan Daerah

Mejelaskan arah kebijakan pendapatan, belanja dan pembiayaan tahun 2015 serta pendanaan pembangunan lainnya.

BAB IV. PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN TAHUN 2015

4.1 Tujuan dan Sasaran Pembangunan

Menjelaskan tujuan dan sasaran pembangunan tahun 2015. 4.2 Prioritas Pembangunan Daerah

Mengemukakan tentang prioritas pembangunan untuk tahun 2015, isu strategis, serta prioritas program pembangunan daerah.

BAB V. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH

Menjelaskan rincian program dan kegiatan prioritas RKPD Tahun 2015, SKPD pelaksana, indikator capaian masing‐masing program dan kegiatan serta pagu indikatifnya.

BAB VI. PENUTUP

(17)

II-1

BAB II

EVALUASI

HASIL

PELAKSANAAN

RKPD

TAHUN

LALU

DAN

CAPAIAN

KINERJA

PENYELENGGARAAN

PEMERINTAHAN

2.1. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

2.1.1 Aspek Geografi dan Demografi

Provinsi Gorontalo merupakan daerah/provinsi pemekaran dari Sulawesi Utara yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 38 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Gorontalo dimana pada awal terbentuknya Provinsi Gorontalo baru memiliki 2 kabupaten dan 1 kota, yaitu Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo dan Kota Gorontalo. Seiring dengan perkembangan daerah dan berdasarkan aspirasi masyarakat, maka di Provinsi Gorontalo kemudian terbentuk 2 kabupaten baru yakni Kabupaten Pohuwato dan Kabupaten Bone Bolango berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2003. Akhirnya pada tahun 2007 berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2007 disahkan pembentukan satu kabupaten lagi yaitu Kabupaten Gorontalo Utara. Dengan demikian hingga saat ini Provinsi Gorontalo terdiri dari 5 kabupaten dan 1 kota. Wilayah Gorontalo terletak di antara 0°19’ – 1°15’ Lintang Utara dan 121°23’ - 123°43’ Bujur Timur. Dari posisi tersebut wilayah ini berbatasan langsung dengan dua Provinsi yaitu Provinsi Sulawesi Tengah di sebelah Barat dan Provinsi Sulawesi Utara di sebelah Timur. Sedangkan di sebelah Utara berhadapan langsung dengan Laut Sulawesi dan di sebelah Selatan dibatasi oleh Teluk Tomini. Peta Provinsi Gorontalo dapat dilihat pada Gambar 2.1

Gambar 2.1 Peta Provinsi Gorontalo

Sumber : RTRW Provinsi Gorontalo 2010-2030.

Luas wilayah Provinsi Gorontalo 12.215,44 km2, jika dibandingkan dengan Wilayah

(18)

II-2

memiliki 6 (enam) wilayah pemerintahan yakni 5 (lima) Kabupaten dan 1 (satu) Kota yang terdiri dari Kota Gorontalo dengan luas wilayah 66,25 km2, Kabupaten

Gorontalo dengan luas wilayah 2.207,58 km2, Kabupaten Boalemo dengan luas

wilayah 2.517,36 km2, Kabupaten Pohuwato dengan luas wilayah 4.244,31 km2,

Kabupaten Bone Bolango dengan luas wilayah 1.889,04 km2 dan Kabupaten

Gorontalo Utara dengan luas wilayah 1.676,15 km2. Dari keenam wilayah ini

Kabupaten Pohuwato memiliki luas wilayah terbesar diikuti oleh Kab. Boalemo, sedangkan Kota Gorontalo memiliki luas wilayah terkecil sebesar 0,54% dari total luas wilayah Gorontalo. Didalam pengembangan wilayah sampai dengan tahun 2017 direncanakan Provinsi Gorontalo akan memiliki 8 Kabupaten dan 2 kota.

Tabel 2.1

Luas Wilayah Provinsi Gorontalo dan Kabupaten/Kota

No. Wilayah Luas Wilayah (Km2) Persentase (%) Sumber Data 01 Kabupaten Gorontalo 2.207,58 18,07 UU No. 29 Thn 1959, UU No. 50 Thn 1999 , UU No. 6 Thn 2003 dan UU No. 11 Thn 2007 02 Kabupaten Boalemo 2.517,36 20,61 UU No. 50 Thn 1999 dan UU No. 6 Thn 2003 03 Kabupaten Pohuwato 4.244,31 34,75 UU No. 6 Thn 2003 04 Kabupaten Bone Bolango 1.889,04 15,46 UU No. 6 Thn 2003 05 Kabupaten Gorontalo Utara 1.676,15 13,72 UU No. 11 Thn 2007 06 Kota Gorontalo 66,25 0,54 UU No. 29 Thn 1959 dan

UU No. 22 Thn 1999

Provinsi Gorontalo 12.215,44 100 UU No. 38 Thn 2000

Sumber : Bappeda Provinsi Gorontalo, (Hasil Olahan), Dirjen PUM Kemendagri

Jumlah Penduduk Provinsi Gorontalo tahun 2012 adalah sebanyak 1.084.192 jiwa. Dari tabel dibawah dapat dilihat bahwa Kabupaten Gorontalo merupakan kabupaten yang jumlah penduduknya lebih banyak. Untuk tahun 2012 penduduk Kabupaten Gorontalo sebesar 33.95 persen dari jumlah keseluruhan penduduk Provinsi, sedangkan Kabupaten Gorontalo Utara merupakan wilayah yang terendah jumlah penduduknya dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Gorontalo.

(19)

II-3

Tabel. 2.2

Jumlah Penduduk Provinsi Gorontalo, 2009-2012

No Nama Kabupaten/Kota Tahun 2009 2010 2011 2012 01 Kab. Gorontalo 340.730 355.988 363.763 368.053 02 Kab. Boalemo 128.540 129.253 132.076 136.269 03 Kab. Pohuwato 116.203 128.748 131.560 135.338 04 Kab. Bone Bolango 131.781 141.915 145.015 147.692 05 Kab. Gorontalo Utara 96.489 104.133 106.407 108.079 06 Kota Gorontalo 170.209 180.127 184.062 188.761

Provinsi Gorontalo 983.952 1.040.164 1.062.883 1.084.192

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo

Dan jika dibandingkan dengan luas wilayah yang ada, maka Kota Gorontalo yang hanya punya wilayah seluas 66,25 Km2 memiliki penduduk yang cukup besar, hal

ini menunjukkan bahwa Kota Gorontalo adalah wilayah terpadat penduduknya di Provinsi Gorontalo. Kepadatan penduduk Kota Gorontalo rata-rata yaitu 188.761/66,25 atau sama dengan 2.849 jiwa/Km2. Untuk rata-rata kepadatan

penduduk Provinsi Gorontalo yaitu 87 jiwa/km2. Laju pertumbuhan penduduk

mencapai 2,09%. Kepadatan penduduk tahun 2012 sebesar 87 jiwa/km2

sedangkan sex ratio sebesar 100,37 yang berarti dalam setiap 100 penduduk perempuan terdapat 100,37 penduduk laki-laki.

Tabel 2.3

Kondisi Demografi Provinsi Gorontalo 2010-2012

Indikator Satuan 2010 2011 2012

Jumlah Penduduk Jiwa 1.040.164 1.062.883 1.084.192 - Laki - Laki Jiwa 521.914 534.027 543.086

- Perempuan Jiwa 518.250 528.856 541.106

Laju Pertumbuhan Penduduk Jiwa 2,28 2,18 2,09

Kepadatan Penduduk Jiwa 84 85 87

Sex Ratio Jiwa 100,71 100,98 100,37

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo.

2.1.2. Aspek Kesejahteraan Masyarakat

a. Kondisi Umum Kesejahteraan Masyarakat

Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Gorontalo sebagai indikator pencapaian pembangunan telah mengalami peningkatan dari tahun ketahun. Pada Tahun 2012 mencapai point 71,31 lebih tinggi dari tahun 2011 yang berada pada point 70,82. Peningkatan IPM tersebut merupakan dampak dari meningkatnya komponen-komponen pembentuk IPM yakni angka melek huruf, angka harapan hidup, rata - rata lama sekolah dan rata - rata pengeluaran perkapita.

(20)

II-4

Sekalipun trend IPM menunjukkan peningkatan periode 2011-2012 sebagaimana tergambarkan pada tabel 2.4 dibawah ini, namun nilai IPM Provinsi Gorontalo masih jauh dari nilai IPM maksimum yaitu 100 dan nilai IPM Nasional tahun 2012 yaitu sebesar 73,29. Sedangkan dibandingkan dengan provinsi yang lain, IPM Provinsi Gorontalo berada pada posisi bawah dengan peringkat 24 pada tahun 2012.

Tabel 2.4

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Gorontalo Tahun 2011-2012

Provinsi/ Kab/Kota

Angka

Harapan Hidup Angka Melek Huruf

Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM (tahun) (persen) (tahun) (ribu rupiah PPP)

2011 2012 2011 2012 2011 2012 2011 2012 2011 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (12) Provinsi Gorontalo 67.11 67.41 96.10 96.16 7.45 7.49 626.77 630.01 70.82 71.31 Boalemo 68.30 68.57 95.72 95.77 6.57 6.57 606.20 608.40 69.16 69.49 Gorontalo 69.09 69.55 94.96 95.00 6.89 6.89 618.65 621.59 70.63 71.12 Pohuwato 67.88 68.09 97.07 97.08 6.67 6.72 619.97 623.20 70.36 70.76 Bone Bolango 68.90 69.25 97.44 97.47 7.85 7.85 624.35 627.37 72.22 72.65 Gorontalo Utara 67.01 67.37 94.38 94.89 6.50 6.50 622.75 626.08 69.37 69.94 Kota Gorontalo 66.98 67.16 99.45 99.47 10.09 10.28 629.71 633.00 73.67 74.17 Sumber : BPS Provinsi Gorontalo

Dari Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Gorontalo terlihat bahwa IPM tertinggi adalah kota Gorontalo dengan nilai IPM sebesar 74.17, disusul kabupaten Bone Bolango dengan nilai IPM sebesar 72.65, kemudian Kabupaten Gorontalo dengan nilai IPM sebesar 71.12, kabupaten Pohuwato dengan nilai IPM sebesar 70.76, kabupaten Gorontalo Utara dengan nilai IPM sebesar 69.94, sedangkan kabupaten Boalemo menjadi kabupaten yang paling rendah capaian IPM-nya yaitu sebesar 69.49 point.

Dari sisi capaian ketenagakerjaan, berdasarkan data BPS Provinsi Gorontalo jumlah angkatan kerja pada Agustus 2013 mencapai 468.380 orang, berkurang 12.002 orang dari keadaan Februari Tahun 2013 sebesar 480.382 orang, atau bertambah 2.307 orang dari keadaan Agustus 2012 sebesar 466.073 orang. Penurunan ini disebabkan proporsi penduduk usia kerja yang masuk ke pasar kerja pada Agustus 2013 mengalami penurunan. Namun dilihat dilihat dari sisi penyerapan tenaga kerja peningkatan TPAK ini belum cukup diimbangi penyerapan tenaga kerja. Pada Agustus 2013 jumlah penduduk yang bekerja sebesar 449.104 orang, berkurang 10.585 orang dari keadaan Februari 2013 sebesar 459.689 orang, namun bertambah 3.375 orang dari keadaan Agustus 2012 yang sebesar 445.729 orang. Sedangkan jumlah pengangguran pada Agustus 2013 sebesar 19.276 orang,

(21)

II-5

berkurang 1.417 orang dari keadaan Februari 2013 yang sebesar 20.693 orang, atau berkurang 1.068 orang dari keadaan Agustus 2012 sebesar 20.344 orang. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Gorontalo pada Agustus 2013 mencapai 4,12 persen (dari angkatan kerja), mengalami penurunan dibandingkan TPT Februari 2013 sebesar 4,31 persen atau TPT Agustus 2012 sebesar 4,36 persen. Sementara jumlah penduduk berumur 15 tahun keatas pada Agustus 2013 mencapai 755.495 orang meningkat sebesar 6.864 orang dari keadaan Februari 2013 sebesar 746.698, uraian jelas mengenai pengangguran di Provinsi Gorontalo digambarkan dalam tabel 2.5 dibawah ini.

Tabel 2.5

Penduduk usia 15 tahun keatas menurut Jenis kegiatan

Kegiatan Utama 2012 2013

Februari Agustus Februari Agustus

Bekerja 448.489 445.729 459.689 449.104

Pengangguran 22.639 20.334 20.693 19.276

Angkatan Kerja 471.128 466.073 480.382 468.380

Sekolah 73.060 24.391 73.199 71.153

Mengurus Rmah Tangga 160.867 186.623 165.787 177.437

Lainnya 26.966 61.798 27.330 38.525

Bukan Angkatan Kerja 260.893 272.812 266.316 287.115 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja 64,36 63,08 64,33 62,00 Tingkat Pengangguran Terbuka 4,81 4,36 4,31 4,12 Total Penduduk Berumur 15 Tahun

ke atas 732.021 738.885 746.698 755.495

Sumber: BPS Provinsi Gorontalo

Jika dilihat dari lapangan usaha, maka sebagian besar penduduk Gorontalo bekerja di sektor pertanian. Pada bulan Agustus 2013, tercatat penduduk 15 tahun keatas yang bekerja di sektor pertanian sebanyak 36,66 persen atau 164.637 jiwa dari total penduduk yang bekerja. Sedangkan 63,34 persen lainnya terdistribusi ke sektor industri 7,61 persen atau 34.173 jiwa, di sektor perdagangan 17,02 persen atau sebesar 76.416 jiwa, sektor jasa kemasyarakatan 19,97 persen 89.671 jiwa dan sektor lainnya 18,75 persen atau 84.207 jiwa. Uraian jelas mengenai penduduk berumur 15 tahun ke atas yang bekerja menurut lapangan pekerjaan utama di Provinsi Gorontalo digambarkan dalam tabel 2.6 dibawah ini.

Tabel. 2.6

Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama

Kegiatan Utama Februari 2012 Agustus 2012 Februari 2013 Agustus 2013 Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen Pertanian 163.806 36,52 168.496 37,80 161.467 35,13 164.637 36,66 Industri 37.619 8,39 37.986 8,52 24.092 5,24 34.173 7,61 Perdagangan 61.079 13,62 67.142 15,06 80.068 17,42 76.416 17,02 Jasa Kemasyarakatan 91.741 20,46 84.390 18,93 105.067 22,86 89.671 19,97 Lainnya 94.244 21,01 87.715 19,68 88.995 19,36 84.207 18,75 Total 448.489 100,00 445.729 100,00 459.689 100.00 449.104 100,00 Sumber: BPS Provinsi Gorontalo

(22)

II-6

Secara sederhana kegiatan formal dan informal dari penduduk yang bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan status pekerjaan. Dari tujuh kategori status pekerjaan utama, pekerja formal mencakup kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan, sisanya termasuk pekerja informal, Berdasarkan identifikasi ini, maka pada Agustus 2013 tercatat 160.203 orang (35,68 persen) pekerja di Gorontalo bekerja pada kegiatan formal dan 288.901 orang (64,32 persen) bekerja pada kegiatan informal.

Dari orang yang bekerja pada Agustus 2013, status pekerjaan utama yang terbanyak adalah buruh/karyawan, yaitu 145.117 orang (32,33 persen), diikuti berusaha sendiri sejumlah 118.494 orang (26,38 persen), dan berusaha dibantu buruh tidak tetap sebanyak 72.239 orang (16,09 persen), sedangkan yang terkecil adalah berusaha dibantu buruh tetap sebesar 15.026 orang (3,35 persen).

Tabel 2.7

Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja menurut Status Pekerjaan Utama 2012-2013

Status Pekerjaan Utama Februari 2012 Agustus 2012 Februari 2013 Agustus 2013 Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen Berusaha Sendiri 109.108 24,33 100.47 22,54 107.903 23,47 118.494 26,38 Berusaha dibantu buruh

tdk tetap/Buruh tdk dibayar

71.679 15,98 68.747 15,42 81.123 17,65 72.239 16,09

Berusaha dibantu buruh tetap

16.021 3,57 22.927 5,14 20.571 4,47 15.026 3,35

Buruh/Karyawan/Pegawai 142.832 31,85 140.416 31,50 152.899 33,26 145.177 32,33 Pekerja bebas 54.197 12,08 50.349 11,30 42.414 9,23 41.824 9,31 Pekerja keluarga tidak

dibayar

54.652 12,19 62.816 14,09 54.779 11,92 56.344 12,55

Total 448.489 100,00 445.729 100,00 459.689 100,00 449.104 100,00 Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo

Sementara itu pada Agustus 2013, pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam perminggu sebesar 9.088 orang, bertambah 1.805 orang dari keadaan Februari 2013 sebesar 7.283 orang, atau bertambah 1.367 orang dari keadaan Agustus 2012 sebesar 7.721 orang. Sementara itu penduduk yang dianggap sebagai pekerja penuh waktu (full time worker), yaitu pekerja pada kelompok 35 jam keatas jumlahnya 300.919 orang, berkurang 30.209 orang dari keadaan Februari 2013 sebesar 331.128 orang, atau bertambah 5.559 orang dari keadaan Agustus 2012 sebesar 295.360 orang.

Tabel 2.8

Penduduk yang bekerja Menurut Jumlah Jam per Minggu 2012-2013

Jam Kerja Seluruh Pekerjaan Gorontalo

Agustus 2012 Februari 2013 Agustus 2013

Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen

1 – 7 7.721 1,73 7.283 1,58 9.088 2,02 8 – 14 22.602 5,07 20.216 4,40 21.918 4,88 15 – 24 52.961 11,88 44.379 9,65 58.233 12,97

(23)

II-7

25 – 34 67.085 15,05 56.683 12,33 58.946 13,13 35 + *) 295.360 66,26 331.128 72,03 300.919 67,00 Total 445.729 100,00 459.689 100,00 449.104 100,00 Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo

Pada Agustus 2013, pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap tinggi yaitu sekitar 274.202 orang (61,06 persen), sedangkan jumlah pekerja dengan pendidikan tinggi masih relatif kecil. Pekerja dengan pendidikan SMP-SMU hanya sebesar 131.674 orang (29,32 persen) dan pekerja dengan pendidikan Diploma-Universitas hanya sebesar 43.228 orang (9,63 persen).

Tabel 2.9

Penduduk yang bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2012-2013

Pendidikan Tertinggi yg Ditamatkan

Agustus 2012 Februari 2013 Agustus 2013

Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen

SD ke Bawah 280.369 62,90 279.505 60,80 274.202 61,06 SMP – SMU 129.077 28,96 134.049 29,16 131.674 29,32 Universitas 36.283 8,14 46.135 10,04 43.228 9,63

Total 445.729 100,00 459.689 100,00 449.104 100,00 Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo

Jumlah pengangguran pada Agustus 2013 mencapai 19.276 orang, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,12 persen. Jika dipilah menurut pendidikan, TPT untuk pendidikan SD ke bawah 1,44 persen, pendidikan menengah (SMP-SMU) 7,63 persen dan pendidikan Diploma-Universitas menempati posisi teratas, yaitu sebesar 9,19 persen.

Jika dibandingkan keadaan Agustus 2012, terkecuali TPT pendidikan SD kebawah yang mengalami penurunan, maka TPT untuk pendidikan menengah ke atas mengalami peningkatan.

Tabel 2.10

Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut Pendidikan

Pendidikan Tertinggi

yg Ditamatkan Agustus 2012 Februari 2013 Agustus 2013

SD ke Bawah 2,84 2,82 1,44

SMP – SMU 7,09 7,74 7,63

Universitas 5,92 2,81 9,19

Total 4,36 4,31 4,12

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo

Pendekatan yang dilakukan BPS dalam mengukur kemiskinan adalah kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar, artinya kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Kemiskinan di Gorontalo berdasarkan survei pada September 2013 persentase penduduk miskin di Provinsi

(24)

II-8

Gorontalo sebesar 18,01 persen. Angka ini naik dibandingkan persentase penduduk miskin Maret 2013 yaitu 17,51 persen. Berarti selama kurun waktu 6 (bulan) telah terjadi kenaikan sebesar 0,5 persen dan bila dibandingkan dengan angka persentase penduduk miskin pada september 2012 yang berada pada angka 17.22 persen terjadi kenaikan angka kemiskinan di Gorontalo sebesar 0,79 persen. Kondisi tersebut diakibatkan oleh naiknya harga kelompok bahan makanan sebagai dampak dari kenaikan BBM. Pencapaian dalam penurunan angka kemiskinan tersebut belum memenuhi target dalam RPJMD 2012 - 2017 untuk tahun 2013 yang diprediksi berada pada kisaran 17 - 16 persen.

Jumlah penduduk miskin hingga September 2013 di Provinsi Gorontalo sebanyak 200.970 jiwa sementara jumlah penduduk miskin Maret 2013 sebanyak 192.584 jiwa. Dengan demikian jumlah penduduk Miskin di Provinsi Gorontalo selama periode Maret 2013-September 2013 bertambah sebanyak 8.386 Jiwa. Hal tersebut disebabkan adanya kenaikan kebutuhan bahan makanan pokok yang ditunjukkan naiknya inflasi sebesar 5,84 persen.

Garis Kemiskinan sangat menentukan besar kecil penduduk miskin, karena penduduk miskin adalah mereka yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Garis Kemiskinan (GK) itu sendiri terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan yang disebut Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM). Garis Kemiskinan Provinsi Gorontalo pada Maret 2013 sebesar Rp. 221.457,- per kapita per bulan meningkat pada bulan September 2013 menjadi Rp. 233.942,- per kapita per bulan, ini berarti mengalami kenaikan sebesar Rp. 12.485,- per kapita per bulan, atau naik sebesar 5,64 persen.

b. Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi

Perekonomian Provinsi Gorontalo pada tahun 2013 mengalami pertumbuhan sebesar 7,76 persen, lebih cepat apabila dibandingkan tahun 2012 yang tumbuh sebesar 7,71 persen. Nilai PDRB ADHK pada tahun 2013 mencapai Rp. 3.647 milyar, sedangkan pada tahun 2012 sebesar Rp. 3.384 milyar. Bila dilihat berdasarkan harga berlaku, PDRB mengalami kenaikan dari Rp. 10.369 milyar pada tahun 2012 menjadi sebesar Rp. 11.752 milyar pada tahun 2013.

Selama tahun 2013, semua sektor ekonomi mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor perdagangan, hotel, dan restoran yang mencapai 11,12 persen, diikuti oleh sektor industri pengolahan 9,54 persen dan sektor bangunan serta sektor keuangan, real estate, dan jasa perusahaan masing-masing sebesar 9,24 persen dan 9,18 persen. Sedangkan sektor yang mengalami pertumbuhan terendah adalah sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh hanya sebesar 4,80 persen. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2.11.

(25)

II-9

Sisi lain yang menarik untuk dicermati adalah besarnya sumbangan masing-masing sektor dalam menciptakan laju pertumbuhan ekonomi selama tahun 2013 yang dinyatakan dalam sumber pertumbuhan. Sektor-sektor ekonomi yang nilai nominalnya besar memiliki kecenderungan menjadi penyumbang terbesar bagi pertumbuhan, walaupun pertumbuhan sektor bersangkutan relatif kecil. Sektor perdagangan, hotel, dan restoran, yang mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu 11,12 persen memberikan kontribusi sebesar 1,69 persen terhadap total pertumbuhan PDRB yang sebesar 7,76 persen. Sementara itu sektor pertanian, walaupun pertumbuhannya tidak sebesar pertumbuhan sektor perdagangan, hotel, dan restoran, namun memberikan kontribusi relatif besar yaitu 1,63 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.

Tabel 2.11

Nilai PDRB dan Laju Pertumbuhan Ekonomi Menurut Lapangan Usaha Tahun 2012 & 2013

LAPANGAN USAHA

Atas dasar harga berlaku (Milyar Rupiah)

Atas dasar harga Konstan 2000 (Milyar Rupiah) Laju Pertumbuhan (Persen) 2012 2013 2012 2013 2012 2013 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Pertanian 3.001,37 3.290,93 935,68 990,91 5,71 5,90 2. Pertambangan dan Penggalian 119,25 132,75 37,73 39,54 6,62 4,80 3. Industri Pengolahan 507,88 600,84 268,18 293,76 9,63 9,54 4. Listrik, Gas dan Air Bersih 55,83 62,79 19,48 21,05 8,13 8,10 5. Bangunan 731,41 833,54 311,51 340,28 9,38 9,24 6. Perdagangan, Hotel dan

Restoran

1.143,97 1.363,32 513,41 570,49 11,13 11,12 7. Pengangkutan dan

Komunikasi 937,03 1.072,51 367,90 399,95 8,69 8,71 8. Keuangan, Real Estat dan

Jasa Perusahaan 1.145,31 1.346,35 303,93 331,84 9,30 9,18 9. Jasa-jasa 2.726,75 3.049,17 626,00 658,73 5,22 5,23

PDRB 10.368,80 11.752,20 3.383,82 3.646,55 7,71 7,76

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo c. Kesejahteraan Sosial

Pembangunan Kesejahteraan Sosial dilakukan melalui pemberdayaan terhadap masyarakat miskin dan KAT, penanganan masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) serta perlindungan dan jaminan kesejahteraan sosial. Penanganan dilakukan melalui pembinaan, pelayanan, rehabilitasi, pemberdayaan, pemberian bantuan dan perlindungan sosial.

Pada tahun 2013 penanganan Masyarakat Penyandang Masalah kesejahteraan Sosial (PMKS) diberikan pada 30 orang penyandang cacat yang mendapatkan pelayanan, perindungan sosial kepada 30 anak terlantar, pemberian pelayanan bagi 50 orang lansia, rehabilitasi sosial kepada 35 orang tuna sosial. Kemudian pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) dengan memberikan bantuan 4.120 KK keluarga fakir miskin untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandiriannya, pemberdayaan TKSK sebanyak 46 orang, pemberian bantuan operasional berupa sarana dan prasarana bagi keberdayaan 3 lembaga

(26)

II-10

kesejahteraan sosial. Dalam pelestarian kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial diberikan santunan bagi keluarga pahlawan/pejuang sebanyak 18 orang serta dalam meningkatkan layanan atas perlindungan dan jaminan kesejahteraan sosial telah diberikan bantuan sosial kepada 1.144 orang keuluarga miskin. Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) tahun 2013 melalui Tugas Pembantuan dengan program pemberdayaan sosial dilakukan pemberdayaan KAT untuk 135 KK dengan anggaran sebesar 4,177 Milyar.

Upaya penanggulangan kemiskinan juga terus dilakukan melalui kebijakan-kebijakan pembangunan yang dilakukan melalui upaya-upaya prefentif seperti program pendidikan gratis, kesehatan gratis, perlindungan sosial bagi PMKS, pengembangan KUKM, pembangunan infrastruktur dengan metode padat karya serta program-program lainnya. Kemudian upaya-upaya kuratif seperti pembangunan mahyani, penciptaan wirausaha baru, bantuan sosial, beasiswa miskin dan lain sebagainya.

d. Pemuda dan Olahraga

Dalam urusan Kepemudaan dan olahraga diupayakan melalui perwujudan masyarakat gemar berolahraga, kreatif dan inovatif dengan melakukan penataan dan menyempurnakan sistem pembinaan dan pengembangan pemberdayaan olahraga, membangun keserasian dan keharmonisasian program, mekanisme dan hasil pembangunan keolahragaan kabupaten/kota, serta memfasilitasi dan mengembangkan jaringan serta akses kemitraan disektor olahraga tingkat provinsi sampai kabupaten/kota. Prestasi olahraga dalam berbagai event sudah cukup baik, pada tahun 2012 melalui penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Gorontalo memperoleh 2 (dua) medali emas 1 (satu) medali perak dan 1 (satu) medali perunggu dan melalui penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar nasional (Popnas) di Jakarta tahun 2013, Provinsi Gorontalo berada pada peringkat 24 secara nasional dengan perolehan 1 (satu) emas, 1 (satu) perak dan 4 (empat) perunggu. Hasil tersebut cukup menggembirakan, untuk itu perlu terus dilakukan peningkatan kesadaran berolahraga di kalangan masyarakat luas, pembibitan olahraga dan peningkatan jumlah ruang publik untuk olahraga yang bisa dimanfaatkan oleh lembaga pendidikan dan masyarakat luas. Diharapkan dengan peningkatan ruang publik untuk olahraga, pembibitan olahraga dan pemasyarakatan olahraga akan memudahkan pencarian dan penemuan bibit unggul daerah di bidang olahraga dan bisa membudayakan olahraga di masyarakat.

2.1.3. Aspek Pelayanan Umum a. Pendidikan

Pencapaian sasaran urusan pendidikan, selain dilaksanakan melalui program pendidikan formal dilakukan juga melalui program pendidikan non formal beberapa

(27)

II-11

diantaranya adalah, Program PAUD, program pendidikan dasar, program pendidikan menengah, program pendidikan untuk kesetaraan, masyarakat, kursus dan kelembagaan dan program pendidikan khusus serta pemberian beasiswa bagi masyarakat miskin.

Disamping itu pemerintah Provinsi Gorontalo berupaya mempercepat keberhasilan program wajib belajar 9 tahun dan 12 tahun melalui program pendidikan untuk rakyat (PRODIRA). Pada tahun 2013 beberapa capaian cukup baik, namun ada juga beberapa indikator yang menurun capaiannya atas implikasi dari mulai membaiknya mekanisme pengumpulan data.

Pencapaian pembangunan di sektor pendidikan dapat dilihat dari indikator Angka Partisipasi Kasar (APK) pada tahun 2013 dimana SD/MI sebesar 114,29 persen,

SMP/MTs 97,06 persen, SMA/MA/SMK sebesar 85,18 persen. Pencapaian APK tersebut memenuhi target RPJMD (2012-2017) untuk tahun 2013, kondisi capaian tersebut lebih baik jika dibandingkan dengan capaian APK tahun 2012 yang masing-masing capaiannya untuk SD/MI sebesar 111,04 persen, SMP/MTs 96,96 persen, dan SMA/MA/SMK sebesar 74,09 persen.

Sedangkan Angka Partisipasi Murni pada tahun 2013 untuk SD/MI sebesar 98,65 persen, SMP/ MTs sebesar 71,95 persen dan SMA/MA/SMK sebesar 64,75 persen. Pencapaian tersebut mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan capaian Angka Partisipasi Murni tahun 2012 yaitu untuk SD/MI sebesar 96,37 persen, SMP/ MTs sebesar 69,99 persen dan SMA/MA/SMK sebesar 55, 03 persen.

Sementara itu, melalui program peningkatan pendidikan non formal diperoleh capaian peningkatan angka melek huruf pada tahun 2013 menjadi 99,50 persen, capaian tersebut lebih baik dari tahun 2012 yang mencapai 90 persen. Dalam kebijakan penerapan pendidikan gratis atau lebih dikenal dengan Program Pendidikan untuk Rakyat (PRODIRA) di tahun 2013 telah mengakomodir siswa SMA/MA/SMK sederajat sebanyak 47.124 siswa yang memperoleh bantuan operasional sekolah, jumlah tersebut terdiri dari SMA Negeri dan Swasta sebanyak 26.893 siswa, untuk SMK Negeri dan Swasta sebanyak 18.287 siswa, untuk MA Negeri sebanyak 1.784 siswa dan untuk SMALB sebanyak 160 siswa. Disamping itu melalui program yang sama diberikan insentif untuk peningkatan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan PAUD sebanyak 446 orang, insentif untuk tenaga pendidik PKLK sebanyak 59 orang, insentif tenaga kependidikan PKLK sebanyak 9 orang, insentif guru daerah terpencil sebanyak 405 orang dan insentif untuk guru kontrak sebanyak 120 orang.

Capaian bidang perpustakaan dalam pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan, terus dilakukan melalui pengembangan gedung perpustakaan dan peningkatan layanan serta sarananya, peningkatan SDM Pustakawan dan Tenaga

(28)

II-12

Teknis Perpustakaan, juga terus dilakukan pembinaan dan pengembangan perpustakaan Kabupaten/Kota sampai dengan tingkat desa, peningkatan jumlah dan ragam bahan perpustakaan serta pengelolaan mobilisasi perpustakaan keliling hingga ke Kabupaten/Kota. Dari upaya - upaya tersebut pada tahun 2013 jumlah pengunjung mencapai 12.889 orang telah melebihi target yang tetapkan sebesar 4.000 orang, untuk jumlah buku ditahun 2013 sebanyak 4.136 Eksemplar dengan judul sebanyak 1.553 judul, sedangkan koleksi buku dan judul terbitan daerah sebanyak 30 judul. Pada tahun 2013 jumlah pustakawan berjumlah 2 orang dan tenaga teknis perpustakaan berjumlah 8 orang yang bertugas dalam pengolahan buku, pemegang klas bahan pustaka dan IT perpustakaan. Hal ini belum memenuhi target yang ditetapkan sebanyak 15 orang, karena masih kurangnya minat para PNS untuk menjadi pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan. Untuk meningkatkan minat tersebut, Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Gorontalo telah menganggarkan kegiatan peningkatan SDM khususnya pelatihan dan diklat pustakawan/tenaga teknis perpustakaan sehingga peningkatan kualitas pelayanan perpustakaan terhadap pemustaka (masyarakat) dapat dilaksanakan sebaik mungkin.

b. Kesehatan

Capaian kinerja urusan kesehatan Provinsi Gorontalo saat ini dapat ditunjukkan dengan indikator kinerja urusan kesehatan, yaitu Angka Usia Harapan Hidup (UHH) yang mengalami penurunan sebesar 1 tahun, yang semula 68 tahun pada Tahun 2012 menjadi 67 tahun pada Oktober Tahun 2013. Capaian untuk angka kematian Ibu (AKI) kurang menggembirakan yaitu, dari 243,3 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2012 menjadi 251,7 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2013. Angka ini belum mencapai target RPJMD Tahun 2013 yakni 200 per 100.000 kelahiran hidup, untuk itu diperlukan upaya keras untuk mencapai target RPJMD 2012-2017 di tahun 2014 yaitu 159,1 per 100.000 kelahiran hidup dan target MDGs pada tahun 2015 yakni sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan untuk capaian Angka Kematian Bayi (AKB) sangat menggembirakan yaitu terjadi penurunan bila dibandingkan dengan capaian 18,7 per 1000 kelahiran hidup tahun 2012, turun menjadi 13,46 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2013, hal ini sudah melampaui target RPJMD 2012-2017 di 2013 yaitu 17 per 1.000 kelahiran hidup, dan juga target MDGs sudah terlampaui yakni 23 per 1.000 kelahiran hidup tahun 2015. Untuk capaian Angka Kematian Balita (AKABA) pada tahun 2013 juga mengalami penurunan yakni 20,9 per 1.000 kelahiran hidup tahun 2012, turun menjadi 15,35 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2013, hal ini sudah melampaui target RPJMD 2012-2017 di 2013 yaitu 19,70 per 1.000 kelahiran hidup, dan juga target MDGs sudah terlampaui yakni 32 per 1.000 kelahiran hidup tahun 2015.

(29)

II-13

Pencapaian cakupan prevalensi gizi kurang juga memberikan hasil yang positif capaiannya mengalami penurunan yakni dari 14,44 persen tahun 2012 menjadi 10,87 persen pada tahun 2013. Pencapaian target ini telah melampaui target MDGs yakni 15,5 persen tahun 2015.

Capaian lainnya yang terkait dengan target MDGs adalah Pengendalian HIV/AIDS, dimana jumlah penderita HIV/AIDS di Provinsi Gorontalo terus mengalami peningkatan dari tahun 2012 sebanyak 78 orang meningkat menjadi 122 orang pada tahun 2013.

Sementara itu, untuk melihat tingkat kelayakan hidup penduduk yang sehat, pada tahun 2013 di Provinsi Gorontalo hanya 59 persen rumah tangga yang memiliki akses berkelanjutan terhadap air bersih dan yang memiliki akses sanitasi layak seperti jamban sehat hanya 47 persen dan cakupan rumah yang memenuhi syarat kesehatan masih rendah yakni 60,4 persen. Hal ini perlu terus diupayakan peningkatan tingkat kelayakan hidup penduduk yang memenuhi kriteria sehat. Dan dalam upaya peningkatan kesehatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah provinsi melalui program Jamkesta telah membantu pelayanan kesehatan gratis bagi 280.884 jiwa warga miskin pada tahun 2013 dan untuk tahun 2014 dalam hal pemberian jaminan layanan kesehatan gratis bagi masyarakatnya, Pemerintah Provinsi telah menyesuaikan dengan ketentutan dalam Undang-Undang Nomor 24 tahun 2011 tentang BPJS.

Hingga tahun 2013 keadaan tenaga kesehatan di Provinsi Gorontalo terdiri dari dokter spesialis sebanyak 58 orang, dokter gigi sebanyak 43 orang, dokter umum sebanyak 256 orang, perawat sebanyak 1577 orang, bidan sebanyak 962 orang, apoteker sebanyak 61 orang, sanitarian sebayak 211 orang, tenaga gizi sejumlah 243 orang, fisiotherapi sejumlah 16 orang, sarjana kesehatan masyarakat berjumlah 485 orang dan tenaga farmasi berjumlah 94 Orang. Tenaga kesehatan tersebut belum tersebar merata di seluruh kabupaten/kota. Sarana pelayanan kesehatan di Provinsi Gorontalo tahun 2013 terdiri dari RSUD sebanyak 7, RS Swasta 3, Puskesmas 92, Puskesmas pembantu 243, Puskesmas keliling 86, Posyandu sebanyak 1233, Desa Siasa sebanyak 357 dan Poskesdes sebanyak 254. Kedepan terus diupayakan pembangunan Rumah Sakit Provinsi, yang semenjak tahun 2012 telah mulai beroperasi dengan klinik mata.

c. Lingkungan Hidup

Aspek yang menjadi ukuran keberhasilan pembangunan lingkungan hidup di Provinsi Gorontalo ditandai dengan capaian peningkatan indeks kualitas lingkungan hidup. Dimana menurut data yang dirilis oleh Kementerian Lingkungan Hidup bahwa indeks kualitas lingkungan hidup secara nasional Provinsi Gorontalo berada pada peringkat satu nasional dengan capaian 95,01 point di tahun 2013 meningkat

(30)

II-14

dibanding pada tahun 2012 hanya mencapai 76 point. Di samping itu tingkat ketaatan pemrakarsa terhadap pelaksanaan dokumen lingkungan juga mengalami peningkatan dari sebesar 40 persen di tahun 2012 meningkat menjadi 77 persen di tahun 2013. Pencapaian tersebut diperoleh dari meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup dan terus dilaksanakannya upaya pembinaan teknis dalam sistem manajemen kegiatan pengelolaan dan pengendalian dampak lingkungan hidup.

Isu - isu yang menjadi perhatian dalam bidang lingkungan hidup di provinsi Gorontalo adalah kerusakan Danau Limboto, penurunan kualitas air Danau Limboto, pencemaran air sungai, kerusakan mangrove dan terumbu karang, tingkat ketaataan pemrakarsa kegiatan dalam pengelolaan lingkungan hidup masih rendah.

Sementara itu, kualitas air di beberapa sungai di Provinsi Gorontalo kualitasnya rendah, dari hasil pemantauan kualitas air pada tahun 2013 menunjukkan beberapa parameter sudah melebihi nilai ambang batas yang dipersyaratkan. Gambaran Status Mutu air Sungai yaitu Sungai Bone : Cemar Ringan – Sedang, Sungai Biyonga : Cemar Ringan – Sedang, Sungai Paguyaman : cemar ringan – sedang Sungai Buladu : Cemar Sedang – Berat, Sungai Taluduyunu : Cemar Ringan – Cemar Sedang, Sungai Andagile Atinggola : Cemar Ringan – Sedang, dan Sungai Randangan Pohuwato : Cemar Ringan – Sedang. Sementara itu kondisi kualitas udara ambiet di Kab/Kota masih baik.

Dalam pengembangan bidang lingkungan hidup beberapa upaya telah dilakukan diantaranya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pengembangan data dan informasi lingkungan hidup dan peningkatan kinerja pemerintah Kabupaten dan kota dalam pengelolaan SDA dan lingkungan hidup, dari upaya tersebut mewujudkan kota Adipura 2012-2013 bagi Kota Limboto dan Kota Suwawa dan Kota Marisa.

2.1.4. Aspek Daya Saing Daerah 2.1.4.1. Kemampuan Ekonomi Daerah

Kemampuan ekonomi daerah dapat ditunjukkkan dengan peningkatan kinerja dalam pembangunan ekonomi lainnya, yaitu pembangunan sektoral yang difokuskan pada lingkup pertanian, perindustrian dan perdagangan, KUMKM dan pariwisata. Kemampuan ekonomi tersebut di dukung oleh beberapa sektor sebagai berikut :

a. Sektor Pertanian

Prioritas Pembangunan di bidang pertanian diarahkan pada peningkatan luas panen komoditi tanaman pangan dan hortikultura, peningkatan produktivitas dan produksi komoditi tanaman pangan dan hortikultura, peningkatan infrastruktur,

Gambar

Gambar 2.1 Peta Provinsi Gorontalo

Referensi

Dokumen terkait

Daerah serta dalam rangka tertib administrasi dan kepastian penataan pegawai pada Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Provinsi Gorontalo, perlu disusun Analisis Jabatan..

KEDUA : Kewajiban sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU dilaksanakan oleh seluruh pegawai ASN Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo yang secara bertahap dan dimulai

Bidang Penanaman Modal mempunyai tugas melakukan koordinasi dengan Kabupaten/Kota dan Lembaga lainnya secara terpadu untuk kegiatan promosi dan kerjasama penanaman modal,

Indikator ini dipilih untuk mengeva- luasi apakah capaian sasaran pembangunan pendidikan di Jawa Tengah sesuai dengan target yang telah ditentukan, khususnya pada

bahwa dalam rangka memenuhi amanat Peraturan Daerah Nomor 03 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 81 dan Pasal 124 serta penyesuaian Anggaran Pendapatan

Laporan ini menyajikan target dan capaian kinerja LPMP Gorontalo tahun 2020, yang meliputi kinerja atas kegiatan yang terkait dengan kegiatan penjaminan mutu pendidikan,

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Dinas Keuangan dan Aset Daerah menelaah kesesuaian antara Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah tahun 2015

Dalam hal Penerimaan Pajak Daerah melebihi target penerimaan yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Tengah dan jumlah Anggaran