LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020
Teks penuh
(2) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. [Date]. 2.
(3) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. KATA PENGANTAR. Puji syukur kami panjatkan kehadirat Alloh SWT, atas berkat dan rahmat-Nya Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Gorontalo dapat menyelesaikan Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2020. Laporan ini merupakan pertanggung jawaban Kepala LPMP Gorontalo, atas pelaksanaan tugas dan fungsinya menopang tugas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam menyelenggarakan program pengembangan SDM Pendidikan dan Kebudayaan, serta melakukan Penjaminan Mutu Pendidikan, sebagaimana diatur dalam Permendikbud no. 26 tahun 2020 tentang Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. Laporan ini menyajikan target dan capaian kinerja LPMP Gorontalo tahun 2020, yang meliputi kinerja atas kegiatan yang terkait dengan kegiatan penjaminan mutu pendidikan, pengembangan model dan kemitraan penjaminan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah di provinsi berdasarkan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: 1) Pemetaan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah, 2) Supervisi satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam penjaminan mutu pendidikan, 3) Fasilitasi peningkatan mutu pendidikan terhadap satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam menjamin mutu pendidikan, 4) Pengembangan model penjaminan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah secara nasional, 5) Pengembangan dan Pelaksanaan kemitraan di bidang penjaminan mutu pendidikan secara nasional, 6) Pengembangan dan pengelolaan sistem informasi mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah, 7) Pelaksanaan urusan administrasi LPMP. Ketujuh kegiatan tersebut merupakan penjabaran dari tujuan strategis LPMP Gorontalo dan telah melaksanakan berbagai programnya guna merealisasikan target penjaminan mutu pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Kerja LPMP Gorontalo tahun 2019, serta Rencana Strategis LPMP Gorontalo tahun 2020 – 2024. Untuk masing-masing program dan kegiatan telah ditetapkan indikator kinerja, sehingga evaluasi terhadap capaian kinerja menjadi jelas, terukur, dan akuntabel.. [Date]. 3.
(4) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. Target hasil secara umum program LPMP Gorontalo tahun anggaran 2019 berhasil dicapai dengan baik, bahkan beberapa indikator kinerja target dapat tercapai secara signifikan. Sejalan dengan itu, penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik juga telah menunjukkan kinerja yang cukup signifikan melalui implementasi penguatan sistem manajemen mutu dan prosedur perencanaan, koordinasi, pengelolaan anggaran, pengelolaan barang milik negara (BMN), kepegawaian, kerumahtanggaan serta pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Dalam upaya percepatan pencapaian target beberapa program telah menempuh berbagai langkah terobosan berdasarkan amanat Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-undang Nomor 14 tahun 2015 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru dan Permendiknas Nomor 3 tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan yang terbukti cukup efektif dalam mendorong kinerja seluruh jajaran LPMP Gorontalo berperan secara aktif. LPMP Gorontalo menyadari bahwa tantangan pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan di tingkat provinsi masih cukup banyak dan memerlukan kerja keras pada tahun–tahun mendatang. Diharapkan, dukungan semua pihak dalam menjawab tantangan yang masih harus ditangani sebagaimana ditargetkan, yang pada saatnya akan dapat terselesaikan dengan baik. Laporan ini diharapkan dapat memberikan gambaran objektif tentang kinerja LPMP Gorontalo selama tahun 2020. Laporan Kinerja ini diharapkan juga dapat menjadi acauan yang berkesinambungan dalam merencanakan dan melaksanakan peningkatan penjaminan mutu pendidikan serta peningkatan mutu PTK pada tahun mendatang. Akhirnya kepada semua pihak yang telah terlibat dalam proses penyusunan laporan ini, kami sampaikan terimakasih. Gorontalo, 15 Januari 2021 Kepala LPMP Gorontalo Amin. N. Nusi,M.Pd. [Date]. 4.
(5) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. DAFTAR ISI Kata Pengantar ..................................................................................................................... i Daftar Isi ............................................................................................................................. iii Ikhtisar Eksekutif .............................................................................................................. iv. BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................. 10 A.. Gambaran Umum ..................................................................................................... 10. B.. Dasar Hukum ............................................................................................................ 12. C.. Tugas dan Fungsi ...................................................................................................... 12. D.. Struktur Organisasi ................................................................................................... 13. E.. Mekanisme Kerja ...................................................................................................... 13. F.. Permasalahan............................................................................................................. 14. BAB II PERENCANAAN KINERJA ............................................................................. 19 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ....................................................................... ...29 A.. Capaian Kinerja Organisasi ................................................................................... ...29. B.. Realisasi Anggaran…………………………………………………………………72. BAB IV PENUTUP ....................................................................................................... …74. [Date]. 5.
(6) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. IKHTISAR EKSEKUTIF LPMP Gorontalo sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjabarkan berbagai kegiatan dan program penjaminan mutu pendidikan di tingkat provinsi. Laporan kinerja ini disusun dalam rangka pemenuhan kewajiban yang diamanatkan Menpan RB Nomor 12 tahun 2015 tentang Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan Kinerja LPMP Gorontalo merupakan laporan kinerja tahun pertama atas pelaksanaan Rencana Strategis LPMP Gorontalo tahun 2020 – 2024. Laporan ini memberikan informasi tingkat pencapaian indikator kinerja sebagaimana tertuang dalam perjanjian antara kinerja Kepala LPMP Gorontalo dengan Dirjen Paud, Dikdas dan Dikmen.. A. 1.. Kinerja Program.. Persentase Satuan Pendidikan (jenjang SD, SMP, SMA, dan SLB) yang memiliki indeks capaian Sekolah minimal 75.. IKK ini pencapaiannya di dukung oleh output Satuan Pendidikan yang telah dipetakan mutu pendidikannya (5630.001), output Satuan Pendidikan yang telah disupervisi dalam pencapaian SNP (5630.002), output Satuan Pendidikan yang telah Difasilitasi Berdasarkan 8 SNP (5630.003) dan output Satuan Pendidikan yang Terverifikasi Mutu Pendidikannya (5630.004). Pada tahun 2020 perhitungan untuk pencapaian kinerja IKK ini masih menggunakan indeks mutu. Baseline data berasal dari nilai kinerja sekolah yang dihasilkan dari laman penjaminan mutu pendidikan tahun 2019 menggunakan ambang batas 6,59 yang disetarakan dengan indeks capaian sekolah sebesar 75. Dari target tahun 2020 sebesar 26,5 %, Provinsi Gorontalo berhasil melebihi target dengan capaian 36,78 % dengan kesesuaian target sebesar 138,79 %. Dari hasil capaian ini pula diperoleh efisiensi anggaran sebesar 10,28 % Kode IKK 1. 2.. Target 2020 26,5 %. Capaian 2020 36,78. Kesesuaian target 138,79 %. Persentase kesenjangan hasil AKM dan Survey Karakter antara sekolah dengan kinerja terbaik dan kinerja terburuk.. IKK ini pencapaiannya di dukung oleh output Satuan Pendidikan yang telah disupervisi dalam pencapaian SNP (5630.002) .. [Date]. 6.
(7) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. Ketercapaian indikator ini menggunakan data raport mutu. Provinsi Gorontalo dari 1.230 sekolah yang berhasil memperoleh raport mutu sebanyak 1230 sekolah dengan rincian 1.178 sekoalh yang memenuhi ambang batas bawah dan 52 sekolah yang memenuhi ambang batas atas sehingga diperoleh kesenjangan sebesar 4,2 % hal ini berarti kesenjangan dari kinerja terbaik dan kinerja terburuk dari seluruh satuan pendidikan di Provinsi Gorontalo mencapai target tidak melebihi 5% ambang batas dengan kesesuaian target sebesar 84 % Kode IKK 2 3.. Target 2020 5%. Capaian 2020 4,2 %. Kesesuaian target 84 %. Persentase kab/kota yang data pokok pendidikan dasar dan menengah akurat, terbarukan dan berkelanjutan.. IKK ini pencapainnya didukung oleh output Layanan Sarana dan Prasarana Internal (5630.951), output Layanan Dukungan Manajemen Satker (5630.970), output Layanan Dukungan Manajemen Satker dan output Layanan Perkantoran. Data yang diambil adalah per tanggal 19 Oktober 2020 dengan hasil sebanyak 1.342 atau 97,18 % sekolah mengirim data ke PMP dari total 1.381 jumlah sekolah di Provinsi Gorontalo. Hasil ini menunjukkan ketercapaian IKK 3 sebanyak 97,18 % dengan kesesuain target dengan Renstra sebesar 102,29 % Kode IKK 3. Target 2020 95 %. Capaian 2020 97,18%. Kesesuaian target 102,29 %. B. Kinerja Anggaran.. [Date]. 7.
(8) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. KINERJA PELAKSANAAN ANGGARAN TAHUN 2020 Realisasi Anggaran per Kegiatan - Output. Tahun 2020 LPMP Gorontalo menyelesaikan semua target program dengan serapan anggaran sebesar 97,60 % dan hasil EKA (SMART) sebesar 98,7serta hasil IKPA (OM-SPAN) sebesar 98,21 sehingga secara keseluruhan penilaian Kinerja Pelaksanaan Anggaran LPMP Gorontalo tahun 2020 adalah sebesar 98,5 (sumber: Aplikasi SIMPROKA-KEMENDIKBUD). [Date]. 8.
(9) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. C. Hambatan Scorecard belum dilaksanakan pada tahun 2020, sementara telah memiliki target pada IKK LPMP Gorontalo. AKM (literasi,numerasi), survey karakter dan lingkungan kondudif belum dilaksanakan pada tahun 2020 sementara telah dimasukkan kedalam target pada IKK LPMP Provinsi Gorontalo serta adanya restrukturisasi organisasi pada unit pelaksana penilaian. AKM maupun survey karakter belum dilaksanakan pada tahun 2020 serta metode penilaian yang masih perlu persamaan persepsi dan petunjuk teknis dari kemendikbud. Penyesuaian akun pada mata anggaran sehubungan dengan adanya pandemic Covid-19 menyebabkan terjadinya revisi berulangkali pada DIPA LPMP Provinsi Gorontalo. D. Rekomendasi.. Diperlukan sinergi ditingkat eselon dalam memetakan target yang akan dicantumkan pada IKK tingkat UPT mengingat garda terdepan Kemendikbud adalah UPT di daerah. Mengantisipasi berbagai situasi yang akan terjadi sehingga bias menghindari revisi berulangkali anggaran LPMP yang berakibat buruk pada penilaian kinerja Lembaga. Memaksimalkan sinergitas dengan semua stakeholder Pendidikan di Provinsi Gorontalo dalam menunjang pemenuhan target dan tusi Lembaga.. [Date]. 9.
(10) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. BAB I PENDAHULUAN. A.. GAMBARAN UMUM. Lahirnya Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Gorontalo tidak lepas dari adanya gerakan reformasi yang terjadi sekitar tahun 1998. Dampak perubahan tersebut adalah adanya perubahan pada tatanan system pemerintahan di Republik Indonesia baik di tingkat pusat maupun daerah, termasuk lahirnya daerah-daerah provinsi baru dan kabupaten kota baru. Provinsi Gorontalo lahir berdasarkan UU Nomor 38 tahun 2000 tentang pembentukan provinsi Gorontalo, pemekaran dari provinsi Sulawesi Utara. Sebagai provinsi baru maka sangat membutuhkan dukungan sarana prasarana untuk memenuhi berbagai layanan kepada masyarakat di seluruh wilayah provinsi Gorontalo, termasuk layanan di bidang pendidikan. Dalam rangka memudahkan layanan pendidikan tersebut maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, merintis pembangunan Balai Penataran Guru (BPG) Gorontalo tahun 2002. Selanjutnya pada tahun 2003, menteri Pendidikan Nasional Malik Fajar menerbitkan Surat Keputusan, nomor 087/O/2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) termasuk 4 LPMP baru yaitu provinsi Bangka Belitung, Banten, Maluku Utara, dan Gorontalo. Dengan terbitnya Permendiknas tersebut, maka Balai penataran Guru (BPG) berubah nama menjadi Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). Operasional LPMP Gorontalo dimulai tanggal 8 Februari 2004 dengan dukungan 44 orang CPNS rekrutmen tahun 2003 akhir. Berdasarkan Permendiknas nomor 7 tahun 2007, LPMP direvitalisasi menjadi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (sebelumnya Penjamin) sampai dengan sekarang. Sebagai unit pelaksana teknis (UPT) pusat di daerah LPMP mengalami beberapa kali perubahan pimpinan di tingkat pusat, yang pertama di bawah Ditjen Dikdasmen Depdikbud, kedua di bawah Ditjen PMPTK Kemdiknas, ketiga di bawah Badan PSDMPK Kemdikbud, dan terakhir di bawah Ditjen Dikdasmen Kemdikbud.. [Date]. 10.
(11) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. Setelah mengalami berbagai perubahan nomenklatur, hingga akhirnya terbit Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 14 Tahun 2015 Tentang Organisasi dan Tata Kelola Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Gorontalo, yang merupakan Unit Pelayanan Teknis di bawah Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah. Saat ini LPMP Gorontalo dipimpin oleh Drs. Amin Nusi,M.Pd LPMP Gorontalo memiliki ketersediaan sumber daya manusia sejumlah 65 orang PNS dan 11 orang tenaga honorer. Dari 65 PNS terdapat tenaga fungsional sejumlah 14 orang, pejabat struktural 2 orang, dan fungsional umum 49 orang. Kualifikasi pendidikan PNS dapat dirinci sebagai berikut: pendidikan S-3 (7), S-2 (48), S-1 (47), D3 (7), SLTA (12), SMP (3), dan SD (1) orang. Sumber daya manusia di LPMP Gorontalo merupakan kekuatan utama lembaga dalam menjalankan tugas dan fungsi penjaminan mutu di Provinsi Gorontalo dan menjadi role model bagi LPMP lain dalam hal inovasi program penjaminan mutu pendidikan.. Gambar 1. Jumlah PNS dan PPNPM di LPMP Gorontalo. [Date]. 11.
(12) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. B. DASAR HUKUM. Gambar 2. Dasar hukum pelaksanaan tugas dan fungsi LPMP Gorontalo. C. TUGAS DAN FUNGSI SERTA STRUKTUR ORGANISASI. EMPAT TUGAS POKOK LPMP DALAM PMP MENGAWAL KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR DALAM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PERMENDIKBUD NOMOR 27 TAHUN 2018. L. EMBAGA. Pengembangan & Pengolahan Sistem informasi Mutu DikDasMen. P. ENJAMINAN. Pemetaan Mutu Pendidkan Dasar dan Menengah. M. MUTU. Supervisi Mutu Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dalam Pencapaian Standar nasional Pendidikan. P. ENDIDIKAN. Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah dan pelaksanaan Kerjasama di bidang Penjaminan Mutu Pendidikan. Gambar 3. Tugas dan fungsi LPMP. [Date]. 12.
(13) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020 BAGAN ORGANISASI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, DAN LPMP MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN. Permendikbud 14/2015 KEPALA KEPALA SUB BAGIAN UMUM. SEKSI SISTEM INFORMASI. SEKSI PEMETAAN MUTU & SUPERVISI. DITJEN PAUD DIKDAS DAN DIKMEN. SEKSI PASILITASI PENING MUTU PENDIDIKAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL. Permendikbud 26/2020 Per Agustus 2020. KEPALA. Permendikbud 09/2020. KEPALA SUB BAGIAN TATA USAHA UNIT PELAKSANA TEKNIS LPMP DAN PP/BP PAUD DAN DIKMAS. KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL (Widyaiswara & PTP). KEDUDUKAN Pasal 42 ayat 1. Permendikbud 26 thn 2020. LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN. Gambar 4. Bagan Organisasi. TUGAS Pasal 43. FUNGSI Pasal 44. Merupakan. unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Melaksanakan penjaminan mutu, pengembangan model dan kemitraan penjaminan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah di provinsi berdasarkan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. a. Pemetaan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah b. Pelaksanaan supervisi satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam penjaminan mutu pendidikan c. Pelaksanaan fasilitasi peningkatan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam penjaminan mutu pendidikan nasional d. Pengembangan model penjaminan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah secara nasional e. Pengembangan dan pelaksanaan kemitraan di bidang penjaminan mutu pendidikan secara nasional f. Pengembangan dan pengelolaan sistem informasi mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah g. Pelaksanaan urusan administrasi.. Gambar 5. Kedudukan, Tugas dan Fungsi LPMP sesuai Permendikbud No. 26 Tahun 2020. [Date]. 13.
(14) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. PROSES BISNIS LPMP GORONTALO. PEMANGKU KEPENTINGAN. 01. 02. 03. DITJEND PAUD, DIKDAS DAN DIKMEN. UNIT UTAMA KEMDIKBUD (SETJEN,DITJEND GTKL ,DLL). BADAN AKREDITASI NASIONAL SEKOLAH/ MADRASAH ( BAN – SM). 04. 05. 06. DINAS PENDIDIKAAN PROV/KAB/KOTA. BAPPPEDA PROV KAB/KOTA. UNSUR LEGISLATIF DPRD KAB/KOTA PROV. Gambar 6. Proses Bisnis LPMP Gorontalo. D. ISU-ISU STRATEGIS /PERMASALAHAN UTAMA A. Isu Strategis yang Berkembang 1. Hasil Pembelajaran Sampai saat ini hasil pembelajaran tingkat pendidikan dasar dan menengah di Provinsi Gorontalo masih belum menggembirakan. Hasil yang dicapai oleh peserta didik Provinsi Gorontalo dalam keikutsertaan pada lomba atau olympiade Sains dan Matematika sudah menunjukkan kemajuan, namun ada banyak ruang untuk pengembangan. 2. Paradigma Pembelajaran Abad 21 Terkait dengan Perubahan Paradigma Pembelajaran, BNSP merumuskan 16 prinsip pembelajaran yang. harus dipenuhi dalam proses pendidikan abad ke-21, yaitu:. (1) dari berpusat pada guru menuju berpusat pada peserta didik, 24 Op-cit, hal. 6. (2) dari satu arah menuju interaktif, (3) dari isolasi menuju lingkungan jejaring, (4) dari pasif menuju aktif-menyelidiki, (5) dari maya/abstrak menuju konteks dunia nyata, (6) dari pribadi menuju pembelajaran berbasis tim, (7) dari luas menuju perilaku khas memberdayakan kaidah keterikatan, (8) dari stimulasi rasa tunggal menuju stimulasi ke sehala penjuru, (9) dari alat tunggal menuju alat multimedia, (10) dari hubungan satu arah bergeser menuju kooperatif, (11) dari produksi massa menuju kebutuhan pelanggan, (12). [Date]. 14.
(15) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. dari usaha sadar tunggal menuju jamak,(13) dari satu ilmu dan teknologi bergeser menuju pengetahuan disiplin jamak, (14) dari kontrol terpusat menuju otonomi dan kepercayaan, (15) dari pemikiran faktual menuju kritis, dan (16) dari penyampaian pengetahuan menuju pertukaran pengetahuan. 3. Penguatan Pendidikan Karakter Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan kebijakan pendidikan yang tujuan utamanya adalah untuk mengimplementasikan Nawacita Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla dalam sistem pendidikan nasional. Kebijakan PPK ini terintegrasi dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yaitu perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak menjadi lebih baik. Nilai- nilai utama PPK adalah religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, integritas. Nilai-nilai ini ingin ditanamkan dan dipraktikkan melalui sistem pendidikan nasional agar diketahui, dipahami, dan diterapkan di seluruh sendi kehidupan di sekolah dan di masyarakat. PPK lahir karena kesadaran akan tantangan ke depan yang semakin kompleks dan tidak pasti, namun sekaligus melihat ada banyak harapan bagi masa depan bangsa. Hal ini menuntut lembaga pendidikan untuk mempersiapkan peserta didik secara keilmuan dan kepribadian, berupa individu-individu yang kokoh dalam nilai-nilai moral, spiritual dan keilmuan. Memahami latar belakang, urgensi, dan konsep dasar PPK menjadi sangat penting bagi kepala sekolah agar dapat menerapkannya sesuai dengan konteks pendidikan di daerah masing-masing 4.. Pengintegrasian Literasi dalam Pembelajaran. Literasi merupakan bagian tidak terpisahkan dari dunia pendidikan. Literasi menjadi sarana siswa dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang didapatkannya di bangku sekolah. Literasi juga terkait dengan kehidupan siswa, baik di rumah maupun di lingkungan sekitarnya untuk menumbuhkan budi pekerti mulia. Literasi pada awalnya dimaknai 'keberaksaraan' dan selanjutnya dimaknai 'melek' atau 'keterpahaman'. Pada langkah awal, “melek baca dan tulis" ditekankan karena kedua keterampilan berbahasa ini merupakan dasar bagi pengembangan melek dalam berbagai hal. Pemahaman literasi pada akhirnya tidak hanya merambah pada masalah baca tulis saja. Menurut Word Economic Forum (2016), peserta didik memerlukan 16 keterampilan agar mampu bertahan di abad XXI, yakni literasi dasar (bagaimana peserta didik menerapkan keterampilan berliterasi untuk kehidupan sehari-hari), kompetensi (bagaimana peserta didikmenyikapi tantangan yang kompleks), dan karakter (bagaimana. peserta [Date]. 15.
(16) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. didikmenyikapi perubahan lingkungan mereka). Berikut adalah penggambaran hal itu (Word Economic Forum, 2016). Menurut Cope dan Kalantzis (2000), pedagogi multiliterasi yang dikembangkan oleh New London Group merupakan pandangan yang melihat semakin berkembangnya dimensi literasi yang multibahasa dan multimodal. Dengan demikian, sekolah dan masyarakat perlu mengembangkan praktik dan keterampilan menggunakanberagam cara untuk menyatakan dan memahami ide-ide dan informasi dengan menggunakan bentukbentuk teks konvensional maupun bentuk-bentuk teks inovatif, simbol, dan multimedia (Abidin, 2015). Beragam teks yang digunakan dalam satu konteks ini disebut teks multimodal (multimodaltext). Adapun pembelajaran yang bersifat multiliterasi-menggunakan strategi literasi dalam pembelajaran dengan memadukan keterampilan abad ke-21 (keterampilan berpikir tingkat tinggi)--diharapkan dapat menjadi bekal kecakapan hidup sepanjang hayat. 5.. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Perkembangan dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah memberikan dampak yang sangat signifikan ke semua aspek kehidupan manusia. Perkembangan ini memiliki dampak semakin terbuka dan tersebarnya informasi dan pengetahuan dari dan ke seluruh dunia menembus batas, jarak, tempat, ruang dan waktu. Pengaruhnya pun meluas keberbagai kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Boleh dikatakan bahwa pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini merupakan faktor penentu kecepatan dan keberhasilan penguasaan ilmu dan teknologi oleh umat manusia. Dunia pendidikan dewasa ini hidup dalam dunia media, di mana kegiatan pembelajaran telah bergerak menuju dikuranginya sistem penyampaian bahan pembelajaran secara konvensional yang lebih mengedepankan metode ceramah, dan diganti dengan sistem penyampaian bahan pembelajaran modern yang lebih mengedepankan peran pembelajar dan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Dalam hal ini dunia pendidikan termasuk yang paling diuntungkan dengan kemajuan Teknologi, Informasi dan Teknologi (TIK) ini, karena memperoleh manfaat yang luar biasa. Mulai dari eksplorasi materi-materi pelajaran yang berkualitas seperti literatur, jurnal dan buku, membangun forum-forum diskusi ilmiah, sampai konsultasi/ diskusi [Date]. 16.
(17) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. dengan para pakar di dunia, semua ini dapat dimudahkan dan dilakukan tanpa mengalami batas karena manusia dapat melakukannya sendiri. Sistem pembelajaran berbasis TIK ini merupakan revolusi kelima dalam sistem pembelajaran. Dalam hal ini, peran LPMP Gorontalo dalam proses transformasi menuju perubahan paradigm pembelajaran Abad 21 yang mencakup Penguatan Pendidikan Karakter, pengintegrasian literasi dalam pembelajaran, dan pengembangan pembelajaran berbasis TIK terintegrasi dengan tugas dan fungsi LPMP Gorontalo dalam memberikan layanan penjaminan mutu pendidikan. Penerapan sistem penjaminan mutu pendidikan diharapkan dapat menjamin implementasi pendidikan karakter, literasi, dan TIK memberikan dampak signifikan dalam pemenuhan standar nasional pendidikan khususnya standar kompetensi lulusan, agar kompetensi yang dihasilkan dari proses pembelajaran membentuk insan cerdas yang kompetitif dan komprehensif dalam aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa berbagai keterbatasan masih menjadi kendala dalam implementasi paradigm pembelajaran Abad 21, baik yang terkait dengan aspek-aspek akademik maupun manajemen pendidikan. Untuk itu percepatan peningkatan capaian 8 SNP di semua jenjang pendidikan harus menjadi prioritas pembangunan pendidikan di propinsi Gorontalo.. B. Permasalahan Utama a.. Komitmen pemerintah daerah dalam membentuk Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah (TPMPD) belum optimal.. Dari hasil laporan Monitoring dan Evaluasi TPMPD Tahun 2019 terdapat 37% TPMPD yang sudah pernah melakukan sosialisasi tentang keberadaan, peran dan fungsi TPMPD kepada pihak terkait (Sekolah, DUDI, Pers, dan lainnya). TPMPD yang belum pernah melakukan sosialisasi tentang keberadaan, peran dan fungsi TPMPD kepada pihak terkait (Sekolah, DUDI, Pers, dan lainnya) memiliki berbagai alasan diantaranya: belum terbentuknya TPMPD, terbentur Anggaran. Selain hal tersebut masih terdapat 25% TPMPD yang menyatakan bahwa terdapat factor penghambat internal (dinaspendidikan dan sekolah) saat melaksanakan pengembangan sekolah SPMI dan pemenuhan SNP. Terdapat beberapa alasan diantaranya: 1. Frekuensi koordinasi yang kurang, 2. Padatnya kegiatan di Dinas Pendidikan ; Manajemen waktu, tugas pekerjaan yang banyak,. [Date]. 17.
(18) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. pergantian pejabat, banyaknya program yang saling tumpang tindih dalam waktu yang bersamaan. Masalah tendik misalnya: Sekolah tidak bisa memutuskan untuk pengangkatan guru honor, harus ada SK dari Gubernur atau Wali Kota; SDM di satuan pendidikan masih cukup rendah intake nya. b.. Peran serta pemerintah daerah yang belum optimal. Pelaksanaan penjaminan mutu pendidikans ebagai kewajiban yang melekat pada satuan pendidikan sesuai amanat peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 seyogyanya mendapatkan dukungan yang memadai dari pemerintah daerahs ebagai bagian dari system penjaminan mutu.pendidikan dasar dan menengah. Tindaklanjut hasil penerapan system penjaminan mutu pendidikan internal belum dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah dalam menyusun program dan kebijakan perbaikan dan peningkatan mutu yang dapat mendorong satuan pendidikan memenuhi maupun melampaui standard nasional pendidikan.. [Date]. 18.
(19) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. BAB II PERENCANAAN KINERJA. A. RENCANA STRATEGIS 1. Visi “Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendukung Visi dan Misi Presiden untuk mewujudkan Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global”. 2. Misi Untuk itu, misi Kemendikbud dalam melaksanakan Nawacita kedua tersebut adalah sebagai berikut: 1.. Mewujudkan pendidikan yang relevan dan berkualitas tinggi, merata dan berkelanjutan, didukung oleh infrastruktur dan teknologi.. 2.. Mewujudkan pelestarian dan pemajuan kebudayaan serta pengembangan bahasa dan sastra.. 3.. Mengoptimalkan peran serta seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung transformasi dan reformasi pengelolaan pendidikan dan kebudayaan.. Sebagai Unit Pelaksana Teknis dari Kementerian dan disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi maka LPMP Gorontalo mengemban amanat mendukung misi Kemendikbud yang pertama dan ketiga dari ketiga misi kementerian diatas. Pelaksanaan misi dan pencapaian visi memerlukan penerapan tata nilai yang sesuai dan mendukung. Tata nilai merupakan dasar sekaligus arah bagi sikap dan perilaku seluruh pegawai Kemendikbud dalam menjalankan tugas membangun pendidikan dan kebudayaan. [Date]. 19.
(20) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. 3. Tata Nilai Tata nilai yang diutamakan pada Renstra LPMP Gorontalo 2020-2024 ini adalah sebagai berikut: 1.. Integritas Pada nilai integritas terkandung makna keselarasan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Sesuai dengan nilai integritas, pegawai Kemendikbud diharapkan konsisten dan teguh dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan, terutama dalam hal kejujuran dan kebenaran dalam tindakan dan mengemban kepercayaan. Adapun indikator yang mencerminkan nilai integritas adalah: a. Konsisten dan teguh dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dalam tindakan; b. Jujur dalam segala tindakan; c. Menghindari benturan kepentingan; d. Berpikiran positif, arif, dan bijaksana dalam melaksanakan tugas dan fungsi; e. Mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku; f. Tidak melakukan tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme; g. Tidak melanggar sumpah dan janji pegawai/jabatan; h. Tidak melakukan perbuatan rekayasa atau manipulasi; dan i. Tidak menerima pemberian (gratifikasi) dalam bentuk apapun di luar ketentuan.. 2.. Kreatif dan Inovatif Nilai kreatif dan inovatif bermakna memiliki daya cipta, kemampuan untuk menciptakan hal baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya. Hal baru tersebut dapat berupa gagasan, metode, atau alat. Indikator dari nilai kreatif dan inovatif adalah: a. Memiliki pola pikir, cara pandang, dan pendekatan yang variatif terhadap setiap permasalahan, serta mampu menghasilkan karya baru: b. Selalu melakukan penyempurnaan dan perbaikan berkala dan berkelanjutan: [Date]. 20.
(21) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. c. Bersikap terbuka dalam menerima ide-ide baru yang konstruktif; d. Berani mengambil terobosan dan solusi dalam memecahkan masalah; e.. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam bekerja secara efektif dan efisien;. f.. Tidak merasa cepat puas dengan hasil yang dicapai;. g.. Tidak bersikap tertutup terhadap ide-ide pengembangan; dan. h.. Tidak monoton;. 3. Inisiatif Inisiatif adalah kemampuan bertindak melebihi yang dibutuhkan atau yang dituntut dari pekerjaan. Pegawai Kemendikbud sewajarnya melakukan sesuatu tanpa menunggu perintah lebih dahulu dengan tujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil pekerjaan, dan menciptakan peluang baru. atau menghindari timbulnya masalah.. Indikator dari nilai inisiatif adalah: a.. Responsif melayani kebutuhan pemangku kepentingan;. b.. Bersikap proaktif terhadap kebutuhan organisasi;. c.. Memiliki dorongan untuk mengidentifikasi masalah atau peluang dan mampu mengambil tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah;. d.. Tidak hanya mengerjakan tugas yang diminta oleh atasan; dan Tidak sekedar mencari suara terbanyak, berlindung dari kegagalan, berargumentasi bahwa apa yang Anda lakukan telah disetujui oleh semua anggota tim.. 4. Pembelajar Pada nilai pembelajar terkandung ikhtiar untuk selalu berusaha mengembangkan kompetensi dan profesionalisme. Pegawai Kemendikbud harus berkeinginan dan berusaha untuk selalu menambah dan memperluas wawasan, pengetahuan, dan pengalaman, serta mampu mengambil hikmah dan pelajaran atas setiap kejadian. Indikator yang menunjukkan nilai pembelajar adalah: a. Berkeinginan dan berusaha untuk selalu menambah dan memperluas wawasan, [Date]. 21.
(22) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. pengetahuan, dan pengalaman; b. Mengambil hikmah dari setiap kesalahan dan menjadikannya pelajaran; c. Berbagi pengetahuan/pengalaman dengan rekan kerja; d. Memanfaatkan waktu dengan baik; e. Suka mempelajari hal yang baru; dan f. Rajin belajar/bertanya/berdiskusi.. 5. Menjunjung Meritokrasi Nilai menjunjung meritokrasi berarti menjunjung tinggi keadilan dalam pemberian penghargaan bagi karyawan yang kompeten. pegawai Kemendikbud perlu memiliki pandangan yang memberi peluang kepada orang untuk maju berdasarkan kelayakan dan kecakapannya. Indikator yang mencerminkan nilai ini adalah: a.. Berkompetisi secara profesional;. b.. Memberikan. kesempatan. yang. setara. dalam. mengembangkan. kompetensi pegawai; c.. Memberikan penghargaan dan hukuman secara proporsional sesuai kinerja;. d.. Tidak sewenang-wenang;. e.. Tidak mementingkan diri sendiri;. f.. Menduduki jabatan sesuai dengan kompetensinya; dan. g.. Mendapatkan promosi bukan karena kedekatan/primordialisme.. 6. Terlibat Aktif Nilai terlibat aktif bermakna senantiasa berpartisipasi dalam setiap kegiatan. Pegawai Kemendikbud semestinya suka berusaha mencapai tujuan bersama serta memberikan dorongan, agar pihak lain tergerak untuk menghasilkan karya terbaiknya. Nilai terlibat aktif terlihat dari indikator: a.. Terlibat langsung dalam setiap kegiatan untuk mendukung visi dan misi kementerian;. b.. Memberikan dukungan kepada rekan kerja;. c.. Peduli dengan aktivitas lingkungan sekitar (tidak apatis); dan [Date]. 22.
(23) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. Tidak bersifat pasif, sekedar menunggu perintah.. d.. 7. Tanpa Pamrih Nilai tanpa pamrih memiliki arti bekerja dengan tulus ikhlas dan penuh dedikasi. Pegawai Kemendikbud, yang memiliki nilai tanpa pamrih, tidak memiliki maksud yang tersembunyi untuk memenuhi keinginan dan memperoleh keuntungan pribadi. Sebaliknya pegawai Kemendikbud memberikan inspirasi, dorongan, dan semangat bagi pihak lain untuk suka berusaha menghasilkan karya terbaiknya sesuai dengan tujuan bersama. Indikator nilai tanpa pamrih adalah: a.. Penuh komitmen dalam melaksanakan pekerjaan;. b.. Rela membantu pekerjaan rekan kerja lainnya;. C. .Menunjukkan. perilaku 4S (senyum, sapa, sopan, dan santun);. d.. Tidak melakukan pekerjaan dengan terpaksa; dan. e.. Tidak berburuk sangka kepada rekan kerja.. Peningkatan internalisasi ketujuh nilai di atas diantara pegawai Kemendikbud semakin dirasakan urgensinya untuk memastikan pembangunan pendidikan dan kebudayaan sesuai dengan visi Pendidikan dan Kebudayaan 2020-2024 didukung oleh kinerja Kemendikbud yang prima.. 4.. TUJUAN DAN INDIKATOR KINERJA TUJUAN Perumusan tujuan Kemendikbud ditujukan untuk menggambarkan ukuran- ukuran terlaksananya misi dan tercapainya visi. Kemendikbud menetapkan lima tujuan sebagaimana berikut: 1.. Perluasan akses pendidikan bermutu bagi peserta didik yang berkeadilan dan inklusif. 2.. Penguatan mutu dan relevansi pendidikan yang berpusat pada perkembangan peserta didik. 3.. Pengembangan potensi peserta didik yang berkarakter. 4.. Pelestarian dan pemajuan budaya, bahasa dan sastra serta pengarus-utamaannya dalam pendidikan. 5.. Penguatan sistem tata kelola pendidikan dan kebudayaan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.. [Date]. 23.
(24) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. Perumusan tujuan dari Kemdikbud diatas menjadi dasar perumusan tujuan dari unit eselon satu Direktorat Jenderal Paud, Dikdas dan Dikmen yaitu: 1.. Perluasan akses pendidikan anak usia dini, Pendidikan dasar dan menengah bagi peserta didik yang berkeadilan dan inklusif. 2.. Peningkatan Mutu Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah yang berkualitas dan merata. 3.. Penguatan mutu dan relevansi pendidikan dasar dan menengah yang berpusat pada daya saing dan berkarakter. 4.. Penguatan sistem tata kelola pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan dasar dan menengah yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi LPMP Gorontalo dan selaras dengan sasaran program dari Direktorat Jenderal Paud, Dikdas dan Dikmen maka LPMP Gorontalo merumuskan tujuan sebagai berikut : 1. Meningkatnya Mutu satuan pendidikan jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah 2. Terwujudnya tata kelola Kemendikbud yang berkualitas Untuk mengukur tercapainya tujuan, LPMP Gorontalo merumuskan indikator kinerja tujuan yang memuat target tujuan pada akhir periode renstra. Indikator kinerja tujuan yang dirumuskan LPMP Gorontalo berasal dari indikator kinerja program yang disesuaikan dengan tupoksi.lembaga. Indikator Kinerja Tujuan LPMP Gorontalo adalah sebagai berikut: 1.. Persentase Satuan Pendidikan jenjang SD, SMP, SMA, dan SLB di Provinsi Gorontalo dengan nilai scorecard minimum 75 (kategori tinggi) sebesar 26,5 %. 2.. Predikat Akuntabilitas Kinerja Lembaga A. 3.. Kategori capaian kinerja anggaran atas pelaksanaan RKAKL Sangat Bai. B. PERJANJIAN KINERJA 1. Pagu Awal. [Date]. 24.
(25) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. [Date]. 25.
(26) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. 2. Pagu Revisi I [Date]. 26.
(27) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. [Date]. 27.
(28) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. [Date]. 28.
(29) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. BAB III AKUNTABILITAS KINERJA. Sesuai. dengan penetapan kinerja yang telah ditetapkan pada tahun 2020, LPMP Gorontalo. berkewajiban untuk mencapai target-target tersebutsebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja lembaga. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan maupun kegagalan lembaga dalam upaya pencapaian sasaran strategisnya dan sebagai bahan evaluasi akuntabilitas kinerja, maka diperlukan suatu gambaran tentang capaian-capaian kinerja tersebut. Di bawah ini diuraikan hasil capaian kinerja LPMP Gorontalo sebagai implementasi kebijakan yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab menujuakuntabilitas kegiatan dan keuangan lembaga. A. CAPAIAN KINERJA IKK 1.1 Persentase Satuan Pendidikan (jenjang SD, SMP, SMA, dan SLB) yang memiliki Kinerja Sekolah (indeks mutu) minimal 75. Kode Target 2020 Capaian 2020 Kesesuaian target IKK 1 26,5 % 36,78 138,79 % IKK ini pencapaiannya di dukung oleh output Satuan Pendidikan yang telah dipetakan mutu pendidikannya (5630.001), output Satuan Pendidikan yang telah disupervisi dalam pencapaian SNP (5630.002), output Satuan Pendidikan yang telah Difasilitasi Berdasarkan 8 SNP (5630.003) dan output Satuan Pendidikan yang Terverifikasi Mutu Pendidikannya (5630.004). Definsi operasional Renstra untuk kinerja sekolah minimal 75 setara dengan nilai 6,59 di SNP , untuk provinsi Gorontalo, sekolah yang memiliki Kinerja Sekolah (indeks mutu ) minimal 75 terdapat sebanyak 478 sekolah sehingga realisasi sebesar 35,62 % melebihi target Renstra Tahun 2020. Pada tahun 2020 perhitungan untuk pencapaian kinerja IKK ini masih menggunakan indeks mutu. Baseline data berasal dari nilai kinerja sekolah yang dihasilkan dari laman penjaminan mutu pendidikan tahun 2019 menggunakan ambang batas 6,59 yang disetarakan dengan indeks capaian sekolah sebesar 75. Dari target tahun 2020 sebesar 26,5 %, Provinsi Gorontalo berhasil melebihi target dengan capaian 36,78 % dengan kesesuaian target sebesar 138,79 %. Dari hasil capaian ini pula diperoleh efisiensi anggaran sebesar 10,28 [Date]. 29.
(30) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. 1.1.1. Peta Mutu Pendidikan Provinsi Gorontalo. DATA SATUAN PENDIDIKAN SASARAN PMP NO. KAB/KOTA. JENJANG SD. SMP. SMA. SMK. TOTAL. 109. 22. 9. 9. 149. 133. 41. 9. 6. 189. 2. KOTA GORONTALO BONBOL. 3. KABGOR. 283. 127. 20. 13. 443. 4. GORUT. 135. 46. 11. 6. 198. 5. BOALEMO. 133. 57. 11. 10. 211. 6. POHUWATO. 127. 44. 8. 12. 191. TOTAL. 920. 337. 68. 56. 1.381. 1. 500 450 400 350 300 250 200 150 100 50 0. SD SMP SMA SMK JLH. DELAPAN NASIONAL PENDIDIKAN ( 8 SNP): DELAPANSTANDAR STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN ( 8 SNP): 1. Standar Kompetensi Lulusan 2. Standar Isi 3. Standar Proses 4. Standar Penilaian 5. Standar Sarana Prasarana 6. Standar Pendidikan & Tenaga Kependidikan 7. Standar Pengelolaan 8. Standar Pembiayaan (UU 20/2003, PP 19/2005 jo 32/2013, Permendikbud 28/26) (UU 20/2003, PP 19/2005 jo 32/2013, Permendikbud 28/26). Gambar 7. Data Satuan Pendidikan Sasaran PMP Berdasarkan data PMP tahun 2019 tanggal 19 Oktober 2020 (hasil cut off data per tanggal 30 September 2020), maka gambaran progres hasil penginputan data PMP di Provinsi Gorontalo dapat di lihat dalam Grafik di bawah ini :. PENGIRIMAN DATA PMP THN 2019. 0. 0.1. 0.2. 0.3. 0.4. 0.6. 0.7. 0.8. 0.9. 1. PROV. D.I. YOGYAKARTA PROV. SULAWESI SELATAN PROV. KALIMANTAN SELATAN PROV. ACEH. 97,18%. PROV. GORONTALO. 93,05%. PROV. LAMPUNG. PER TANGGAL 19 OKTOBER 2020. 0.5. PROV. SUMATERA SELATAN PROV. BALI PROV. D.K.I. JAKARTA PROV. JAWA TENGAH PROV. SUMATERA BARAT PROV. NUSA TENGGARA BARAT. 1,342 ATAU 97,18 % SEKOLAH MENGIRIM DATA PMP DARI TOTAL SEKOLAH SEBANYAK 1.381 SEKOLAH. PROV. SULAWESI BARAT PROV. BENGKULU PROV. SULAWESI TENGAH PROV. KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PROV. RIAU PROV. JAWA BARAT PROV. KEPULAUAN RIAU PROV. SULAWESI UTARA PROV. KALIMANTAN TIMUR PROV. KALIMANTAN TENGAH PROV. SUMATERA UTARA PROV. SULAWESI TENGGARA PROV. JAWA TIMUR PROV. BANTEN. 1,285 DARI 1,342 SEKOLAH ATAU 93,05 % YANG TEROLAH RAPOR PMP TAHUN 2019. PROV. KALIMANTAN UTARA PROV. MALUKU UTARA PROV. MALUKU PROV. JAMBI PROV. KALIMANTAN BARAT PROV. NUSA TENGGARA TIMUR PROV. PAPUA BARAT PROV. PAPUA LUAR NEGERI. Total Kirim Total Terolah. Grafik 1. Progres Data PMP Provinsi Gorontalo. [Date]. 30.
(31) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020 Tabel 1. Prosentase Data PMP Terolah Provinsi Gorontalo. No. Wilayah. Total. Rapor Mutu. Persentase. Sekolah. Terolah. Sisa. Terolah. Sisa. 1. Kab. Gorontalo. 443. 432. 11. 97,52%. 2,48%. 2. Kota Gorontalo. 149. 145. 4. 97,32%. 2,68%. 3. Kab. Bonbol. 189. 177. 12. 93,65%. 6,35%. 4. Kab. Boalemo. 211. 189. 22. 89,57%. 10,43%. 5. Kab. Gorut. 198. 173. 25. 87,37%. 12,63%. 6. Kab. Pohuwato. 191. 169. 22. 88,48%. 11,52%. 1381. 1285. 96. 93,05%. 6,95%. Total Sumber : Olahan data PMP tahun 2019. Dari tabel dan grafik di atas dapat di uraikan bahwa terdapat 1.341 sekolah atau sebanyak 97,10 % dari total seluruh sekolah yaitu 1.381 sekolah di Provinsi Gorontalo telah mengirimkan data PMP 2019, dengan jumlah data terolah sebesar 93,05% atau sebanyak 1.285 sekolah. Dari data tersebut, sekolah yang belum mengirimkan data PMP tahun 2019 adalah sebanyak 2,82% atau 39 sekolah sedangkan data yang tidak terolah adalah sebanyak 6,95% atau 96 sekolah. Penyebab serta rekomendasi yang dapat diberikan akibat tidak terolahnya data PMP sekolah dapat diuraikan dalam beberapa faktor dibawah ini, diantaranya : 1. Nilai PTK dan Sarpras masih banyak yang nol Rekomendasi yang di berikan : a. Memastikan data PTK sarpras pada Dapodik telah terisi dengan baik b. Standar PTK/Sarpras yang masih nol, dimana statusnya masih di proses oleh server, dapat ditunggu sambil melakukan sync 1x seminggu untuk mengecek apakah data PTK sudah masuk ke EDS atau belum c. Mengecek apakah terdapat Patch baru yang akan dirilis 2. Kendala dalam unduh prefill EDS Rekomendasi yang diberikan : a. Gunakan akun yang sama dengan akun Dapodik terbaru b. “Prefill Nasional” atau prefill lama sudah tidak dapat digunakan lagi c. Gunakan prefill terbaru dari web : pmp.kemdikbud.go.id/unduhan, menu prefill EDS 3. Sinkronisasi gagal terkoneksi dengan database PMP1001 Rekomendasi yang diberikan : [Date]. 31.
(32) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. a. Terdapat eror di database atau di aplikasi b. Selalu melakukan backup database c. Matikan service PMPDB dan PMPWebsrvr d. Jangan terburu-buru menginstal ulang e. Hubungi admin LPMP Pusat untuk berjaga-jaga f. ASAD EDS (Acuan Solusi Ampuh Dalam EDS) 4. Sekolah tidak aktif Rekomendasi yang dapat di berikan : a. Melakukan permohonan pengajuan penonaktifan sekolah di manajemen Dapodik di LPMP atau Dinas Pendidikan b. Tunggu 1x24 jam agar daftar sekolah terupdate c. Cek sekolah di Progres Data (Pengiriman dan Hitung Raport Mutu) 1.1.2. Capaian Mutu 8 SNP Seluruh Jenjang Provinsi Gorontalo Tahun 2016-2019. Standar Kompetensi Lulusan 6,96 7,00 6,34 6,00 6,92 6,95 Standar Pembiayaan Standar Isi 5,00 5,71 5,73 5,86 4,00 4,97 5,43 5,27 3,00 4,60 3,81 2,00 6,96 6,88 1,00 5,88 6,51 Standar Proses 4,96 Standar Pengelolaan 0,00 6,18 5,46 4,24. 2016 2017 2018 2019. Sarpras. 3,97 3,85 3,37 4,69 5,76 3,68 3,83 3,94 4,98 6,09. 6,96 Standar Penilaian. 5,67 Standar PTK. Grafik 2. Capaian mutu 8 SNP seluruh Jenjang Provinsi Gorontalo. Grafik radar menunjukkan bahwa terjadi peningkatan capaian mutu 8 SNP sejak tahun 2016 s.d 2019. Peningkatan mutu tertinggi dari nilai 8 standar tahun 2019 adalah standar penilaian dengan rata-rata capaian mutu 6,97 sedangkan capaian nilai terendah adalah standar sarana dan. [Date]. 32.
(33) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. prasarana dengan rata-rata capaian mutu 4, 98. Secara keseluruhan peningkatan nilai rata-rata capaian mutu 8 standar tahun 2016 s.d 2019, terlihat pada grafik berikut :. Rata-rata Capaian SNP Seluruh Jenjang Prov. Gorontalo Tahun 2016-2019 6,53. 7,00 6,00. 5,20. 5,00. 5,49. 4,00. 4,32. 3,00 2,00 1,00 0,00. 1. 2 2016. 3 2017. 2018. 4 2019. Grafik 3. Rata-rata capaian 8 SNP seluruh jenjang Provinsi Gorontalo. 1.. Capaian Mutu 8 SNP Jenjang SD Provinsi Gorontalo Tahun 2016-2019. Grafik 4. Capaian mutu 8 SNP jenjang SD Provinsi Gorontalo. Grafik radar menunjukkan bahwa terjadi peningkatan capaian mutu 8 SNP jenjang SD sejak tahun 2016 s.d 2019. Peningkatan mutu tertinggi dari nilai 8 standar tahun 2019 adalah standar komptetensi lulusan dengan rata-rata capaian mutu 6,98 sedangkan capaian nilai terendah adalah [Date]. 33.
(34) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. standar sarana dan prasarana dengan rata-rata capaian mutu 4, 82. Secara keseluruhan peningkatan nilai rata-rata capaian mutu 8 standar jenjang SD tahun 2016 s.d 2019, terlihat pada grafik berikut : Rata-rata Capaian SNP Seluruh Jenjang SD Prov. Gorontalo Tahun 2016-2019 7,00 6,00 5,00. 5,34. 4,52. 6,53. 5,51. 4,00 3,00 2,00 1,00 0,00. 1. 2 2016. 3 2017. 2018. 4 2019. Grafik 5. Rata-rata capaian SNP seluruh jenjang SD Provinsi Gorontalo. 2.. Capaian Mutu 8 SNP Jenjang SMP Provinsi Gorontalo Tahun 2016-2019. 3.. Grafik 6. Capaian mutu 8 SNP jenjang SMP Provinsi Gorontalo. Grafik menunjukkan adanya peningkatan capaian mutu 8 SNP jenjang SMP sejak tahun 2016 s.d 2019. Peningkatan mutu tertinggi dari nilai 8 standar adalah standar komptetensi lulusan dengan rata-rata capaian mutu 6,99 sedangkan capaian nilai terendah adalah standar sarana dan. [Date]. 34.
(35) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. prasarana dengan rata-rata capaian mutu 4,94. Secara keseluruhan peningkatan nilai rata-rata capaian mutu 8 standar jenjang SMP tahun 2016 s.d 2019, terlihat pada grafik berikut :. Rata-rata Capaian SNP Seluruh Jenjang SMP Prov. Gorontalo Tahun 2016-2019 8,00 6,00. 5,42. 5,21. 4,29. 6,50. 4,00 2,00 0,00. 1. 2 2016. 3 2017. 2018. 4 2019. Grafik 7. Rata-rata capaian SNP seluruh jenjang SMP Provinsi Gorontalo. 4.. Capaian Mutu 8 SNP Jenjang SMA Provinsi Gorontalo Tahun 2016-2019. Grafik 8. Capaian mutu 8 SNP jenjang SMA Provinsi Gorontalo. Grafik menunjukkan adanya peningkatan capaian mutu 8 SNP jenjang SMA sejak tahun 2016 s.d 2019. Peningkatan mutu tertinggi dari nilai 8 standar adalah standar kompetensi lulusan dengan rata-rata capaian mutu 6,99 sedangkan capaian nilai terendah adalah standar sarana dan [Date]. 35.
(36) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. prasarana dengan rata-rata capaian mutu 5,14. Secara keseluruhan peningkatan nilai rata-rata capaian mutu 8 standar jenjang SMA tahun 2016 s.d 2019, terlihat pada grafik berikut :. Rata-rata Capaian SNP Seluruh Jenjang SMA Prov. Gorontalo Tahun 2016-2019 7,00 6,00 5,00 4,00 3,00 2,00 1,00 0,00. 5,62. 5,25. 4,40. 1. 2 2016. 3 2017. 2018. 6,60. 4 2019. Grafik 9. Rata-rata capaian SNP seluruh jenjang SMA Provinsi Gorontalo. 5.. Capaian Mutu 8 SNP Jenjang SMK Provinsi Gorontalo Tahun 2016-2019. Grafik 10. Capaian mutu 8 SNP jenjang SMK Provinsi Gorontalo. Grafik menunjukkan adanya peningkatan capaian mutu 8 SNP jenjang SMK sejak tahun 2016 s.d 2019. Peningkatan mutu tertinggi dari nilai 8 standar adalah standar penilaian dengan ratarata capaian mutu 6,90 sedangkan capaian nilai terendah adalah standar sarana dan prasarana dengan rata-rata capaian mutu 5,00. Secara keseluruhan peningkatan nilai rata-rata capaian mutu 8 standar jenjang SMK tahun 2016 s.d 2019, terlihat pada grafik berikut :. [Date]. 36.
(37) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. Rata-rata Capaian SNP Seluruh Jenjang SMK Prov. Gorontalo Tahun 2016-2019 7,00 6,00. 5,42. 4,99. 5,00. 6,49. 4,08. 4,00 3,00 2,00 1,00 0,00. 1. 2 2016. 3 2017. 2018. 4 2019. Grafik 11. Rata-rata capaian SNP seluruh jenjang SMK Provinsi Gorontalo. 6.. Capaian Mutu Per Kategori Seluruh Jenjang Provinsi Gorontalo. 1400 1238 1200. 1079. 1002 1000 800 600. 685 482. 400. 313 202. 200 25 1 1 0. Menuju SNP 1. 78. 125 42. 112. 6 1. 2. Menuju SNP 2. Menuju SNP 3. 2016. 2017. 2018. 0 0 0 Menuju SNP 4. SNP. 2019. [Date]. 37.
(38) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020 Grafik 12. Capaian kategori seluruh jenjang Provinsi Gorontalo. Perkembangan status kategori capaian seluruh jenjang sekolah selama 4 (empat) tahun 2016,2017,2018 dan 2019 menunjukkan bahwa : 1.. Peningkatan jumlah sekolah yang berkategori menuju SNP 4 paling banyak terjadi pada tahun 2018 sebanyak 1238 sekolah.. 2.. Sekolah berkategori SNP 1 terbanyak pada tahun 2016 dan mengalami penurunan pada tahun 2017, tahun 2018 dan tahun 2019. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat sejumlah sekolah pada tahun 2016 mengalami kenaikan kategori menuju SNP 2, 3, 4 dan SNP.. 3.. Sampai dengan tahun 2018 belum satupun sekolah yang mencapai kategori SNP, namun terjadi peningkatan capaian mutu per kategori di tahun 2019 yaitu sebanyak 202 sekolah atau 14,63% sekolah telah mencapai SNP.. 7.. Capaian Mutu Per Kategori Jenjang SD Provinsi Gorontalo 900. 857. 800 707. 700. 739. 600 512 500 400 300. 295 195. 200. 118 100 15 0. 40 0. 1. Menuju SNP 1. 80. 69 18. 5. Menuju SNP 2 Tahun 2016. 2. 0. Menuju SNP 3. Tahun 2017. Tahun 2018. 0 Menuju SNP 4. 0. 0. SNP. Tahun 2019. Grafik 13. Capaian kategori jenjang SD Provinsi Gorontalo. [Date]. 38.
(39) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. Perkembangan status kategori capaian jenjang SD di Provinsi Gorontalo sekolah selama 4 (empat) tahun 2016,2017,2018 dan 2019 menunjukkan bahwa : 1.. Peningkatan jumlah sekolah yang berkategori menuju SNP 4 paling banyak terjadi pada tahun 2018 sebanyak 857 sekolah.. 2.. Sekolah berkategori SNP 1 terbanyak pada tahun 2016 dan mengalami penurunan pada tahun 2017, tahun 2018 dan tahun 2019. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat sejumlah sekolah pada tahun 2016 mengalami kenaikan kategori menuju SNP 2, 3, 4 dan SNP.. 3.. Sampai dengan tahun 2018 belum satupun sekolah yang mencapai kategori SNP, namun terjadi peningkatan capaian mutu per kategori di tahun 2019 yaitu sebanyak 118 sekolah telah mencapai SNP.. 8. Capaian Mutu Per Kategori Jenjang SMP Provinsi Gorontalo. Grafik 14. Capaian kategori jenjang SMP Provinsi Gorontalo. [Date]. 39.
(40) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. Perkembangan status kategori capaian jenjang SMP di Provinsi Gorontalo sekolah selama 4 (empat) tahun 2016,2017,2018 dan 2019 menunjukkan bahwa : 1. Peningkatan jumlah sekolah yang berkategori menuju SNP 4 paling banyak terjadi pada tahun 2018 sebanyak 281 sekolah. 2. Sekolah berkategori SNP 1 terbanyak pada tahun 2016 dan mengalami penurunan pada tahun 2017, tahun 2018 dan tahun 2019. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat sejumlah sekolah pada tahun 2016 mengalami kenaikan kategori menuju SNP 2, 3, 4 dan SNP. 3. Sampai dengan tahun 2018 belum satupun sekolah yang mencapai kategori SNP, namun terjadi peningkatan capaian mutu per kategori di tahun 2019 yaitu sebanyak 53 sekolah telah mencapai SNP. 9.. Capaian Mutu Per Kategori Jenjang SMA Provinsi Gorontalo. Grafik 15. Capaian kategori jenjang SMA Provinsi Gorontalo. Perkembangan status kategori capaian jenjang SMA di Provinsi Gorontalo sekolah selama 4 (empat) tahun 2016,2017,2018 dan 2019 menunjukkan bahwa : 1. Peningkatan jumlah sekolah yang berkategori menuju SNP 4 paling banyak terjadi pada tahun 2018 sebanyak 55 sekolah. 2. Sekolah berkategori SNP 1 terbanyak pada tahun 2016 dan mengalami penurunan pada tahun 2017, tahun 2018 dan tahun 2019. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat sejumlah sekolah pada tahun 2016 mengalami kenaikan kategori menuju SNP 2, 3, 4 dan SNP.. [Date]. 40.
(41) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. 3. Sampai dengan tahun 2018 belum satupun sekolah yang mencapai kategori SNP, namun terjadi peningkatan capaian mutu per kategori di tahun 2019 yaitu sebanyak 20 sekolah telah mencapai SNP.. 10. Capaian Mutu Per Kategori Jenjang SMK Provinsi Gorontalo. Grafik 16. Capaian kategori jenjang SMK Provinsi Gorontalo. Perkembangan status kategori capaian jenjang SMK di Provinsi Gorontalo sekolah selama 4 (empat) tahun 2016,2017,2018 dan 2019 menunjukkan bahwa : 1.. Peningkatan jumlah sekolah yang berkategori menuju SNP 4 paling banyak terjadi pada tahun 2018 sebanyak 45 sekolah.. 2.. Sekolah berkategori SNP 1 terbanyak pada tahun 2016 dan mengalami penurunan pada tahun 2017, tahun 2018 dan tahun 2019. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat sejumlah sekolah pada tahun 2016 mengalami kenaikan kategori menuju SNP 2, 3, 4 dan SNP. [Date]. 41.
(42) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. 3.. Sampai dengan tahun 2018 belum satupun sekolah yang mencapai kategori SNP, namun terjadi peningkatan capaian mutu per kategori di tahun 2019 yaitu sebanyak 11 sekolah telah mencapai SNP.. 11. Sebaran Kategori Capaian Rapor Mutu Tahun 2019 Capaian rapor mutu tahun 2019 berdasarkan sebaran kategori capaian mutu terdapat 202 sekolah atau 14,63% sekolah telah mencapai SNP. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan capaian mutu per kategori tahun 2019 jika dibandingkan dengan capaian kategori tahun 2016 s.d 2018 dimana belum ada satupun sekolah yang mencapai nilai SNP. Hasil capaian perkategori tahun 2019 ini terlihat pada tabel berikut :. Tabel 2 : Capaian kategori rapor mutu tahun 2019 CAPAIAN KATEGORI. SD. SMP. SMA. SMK. SNP. 118. 53. 20. 11. Menuju SNP 4. 739. 269. 37. 34. Menuju SNP 3. 2. 0. 0. 0. Menuju SNP 2. 0. 0. 0. 1. Menuju SNP 1. 1. 0. 0. 0. TOTAL. 860. 322. 57. 46. Sumber : Olahan data PMP tahun 2019. A. PETA MUTU BERDASARKAN DATA AUDIT MUTU TAHUN 2020 Selain melakukan pemetaan SNP melalui PMP, tahun 2020 LPMP Gorontalo juga melakukan pemetaan. dengan menggunakan instrumen Audit Mutu sebagai antisipasi. keterlambatan keluarnya data PMP tahun 2019. Data Audit Mutu terkirim dan terolah sebanyak 1.381 sekolah atau sebanyak 100%. 1.. Capaian SNP seluruh jenjang Provinsi Gorontalo berdasarkan data Audit Mutu tahun 2020. [Date]. 42.
(43) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. Berdasarkan Data Audit Mutu terhadap keterlaksanaan 8 SNP diseluruh jenjang Provinsi Gorontalo menunjukkan bahwa capaian mutu di Provinsi Gorontalo berada pada level 4 dengan mutu berkisar pada 76% s.d 99%. Capaian terendah pada standar sarana dan prasarana dengan capaian mutu 92% dan capaian tertinggi pada standar pengelolaan 98%. 98% 97% 97% sebesar 98%, seperti terlihat grafik di bawah ini : 97% 97% pada 96%. 95%. 95%. 94% 92%. 92%. KET PREDIKAT : LEVEL 1 : 0-25% LEVEL 2 : 26%-50% LEVEL 3 : 51%-75%. 90% 88%. SKL. ISI. PROSES. PENILAIAN. PTK. SARPRAS. PENGELOLAAN. PEMBIAYAAN. Grafik 17. Capaian SNP seluruh jenjang Provinsi Gorontalo berdasarkan data audit mutu. 2.. Capaian SNP Jenjang SD Provinsi Gorontalo berdasarkan data Audit Mutu tahun 2020 100%. 98% 97%. 95%. 95%. 97%. 98% 99%. 96% 89%. 90% 85% 80%. SKL. ISI. PROSES. PENILAIAN. PTK. SARPRAS. KET PREDIKAT : LEVEL 1 : 0-25% LEVEL 2 : 26%-50% LEVEL 3 : 51%-75% LEVEL 4 : 76%-99% MEMENUHI SNP : 100%. PENGELOLAAN. PEMBIAYAAN. Grafik 18. Capaian SNP jenjang jenjang SD Provinsi Gorontalo berdasarkan data audit mutu. Grafik di atas menggambarkan bahwa Rata-rata capaian SNP jenjang SD se Provinsi Gorontalo berdasarkan data audit mutu berada pada level 4 yaitu berada pada kisaran capaian nilai 76% s.d 99%. Capaian terendah pada standar sarana dan prasarana sebesar 89% dan capaian tertinggi standar pembiayaan sebesar 99%.. [Date]. 43.
(44) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. Sedangkan capaian per kategori berdasarkan data sandingan antara data PMP dan data Audit Mutu, terlihat seperti grafik dibawah ini : Capaian Per Kategori Jenjang SD ( Berdasarkan Data Audit Mutu). 600. Capaian Per Kategori Jenjang SD ( Berdasarkan Data PMP). 559. 400. 336. 300. 0. 600 400. 200 100. 739. 800. 500. 0. 4. 0 CAPAIAN LEVEL 1. CAPAIAN LEVEL 2. CAPAIAN LEVEL 3. 118. 200. 21. CAPAIAN LEVEL 4. SNP. 1. 0. 2. Menuju Menuju Menuju Menuju SNP 1 SNP 2 SNP 3 SNP 4. SNP. Grafik 19 dan 20 . Sandingan capaian kategori jenjang SD Provinsi Gorontalo berdasarkan data audit mutu dan data PMP. Grafik menunjukkan bahwa : 1.. Rata-rata capaian SNP jenjang SD se Provinsi Gorontalo berdasarkan data audit mutu berada pada level 4 yaitu berada pada kisaran capaian nilai 76% s.d 99%. Capaian terendah pada standar sarana dan prasarana sebesar 89% dan capaian tertinggi standar pembiayaan sebesar 99%.. 2.. Ada perbedaan jumlah capaian per kategori data Audit mutu dan data PMP. Jumah sekolah telah SNP berdasarkan data PMP lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah sekolah yang telah mencapai SNP berdasarkan data audit mutu yaitu sebanyak 336 sekolah.. 3.. Data audit mutu menunjukkan bahwa sebanyak 25 sekolah atau 2,72% sekolah jenjang SD masih berada pada level 2 dan level 3, sedangkan data PMP menunjukkan bahwa 3 sekolah atau 0,33% masih berada pada level 1 dan level 3.. 3.. Capaian SNP Jenjang SMP Provinsi Gorontalo berdasarkan data Audit Mutu tahun 2020. 4.. [Date]. 44.
(45) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. 100%. 99%. 98%. 98%. 98%. 99%. 98%. 96%. KET PREDIKAT : LEVEL 1 : 0-25% LEVEL 2 : 26%-50% LEVEL 3 : 51%-75% LEVEL 4 : 76%-99% MEMENUHI SNP : 100%. 94%. 94% 92%. 99,8%. 90%. 90% 88% 86% 84%. SKL. ISI. PROSES. PENILAIAN. PTK. SARPRAS. PENGELOLAAN. PEMBIAYAAN. Grafik 21. Capaian SNP jenjang SMP Provinsi Gorontalo berdasarkan data audit mutu. Grafik di atas menggambarkan bahwa Rata-rata capaian SNP jenjang SMP se Provinsi Gorontalo berdasarkan data audit mutu berada pada level 4 yaitu berada pada kisaran capaian nilai 76% s.d 99%. Capaian terendah pada standar sarana dan prasarana sebesar 90% dan capaian tertinggi standar pembiayaan sebesar 99,8%. 250. 201. 200. 131. 150 100 50 0. 0 CAPAIAN LEVEL 1. 5. 0 CAPAIAN LEVEL 2. CAPAIAN LEVEL 3. CAPAIAN LEVEL 4. SNP. Grafik 22 dan 23 . Sandingan capaian kategori jenjang SMP Provinsi Gorontalo berdasarkan data audit mutu dan data PMP. Grafik menunjukkan bahwa : [Date]. 45.
(46) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. 1.. Rata-rata capaian SNP jenjang SMP se Provinsi Gorontalo berdasarkan data audit mutu berada pada level 4 yaitu berada pada kisaran capaian nilai 76% s.d 99%. Capaian terendah pada standar sarana dan prasarana sebesar 90% dan capaian tertinggi standar pembiayaan sebesar 99,8%.. 2.. Ada perbedaan jumlah capaian per kategori data Audit mutu dan data PMP. Jumlah sekolah telah SNP berdasarkan data PMP lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah sekolah yang telah mencapai SNP berdasarkan data audit mutu yaitu sebanyak 131 sekolah.. 3.. Data audit mutu menunjukkan bahwa sebanyak 5 sekolah atau 1,48% sekolah jenjang SMP masih berada pada level 3, sedangkan data PMP menunjukkan tidak ada sekolah yang berada di level 1 s.d 3 tetapi sudah berada di level 4 sebanyak 264sekolah.. 5.. Capaian SNP Jenjang SMA Prov. Gorontalo berdasarkan data Audit Mutu tahun 2020. 98% 96%. 96%. 95%. 96%. 97%. 96% 93%. 94% 91%. 92%. 96%. KET PREDIKAT : LEVEL 1 : 0-25% LEVEL 2 : 26%-50% LEVEL 3 : 51%-75% LEVEL 4 : 76%-99% MEMENUHI SNP : 100%. 90% 88%. SKL. ISI. PROSES. PENILAIAN. PTK. SARPRAS. PENGELOLAAN. PEMBIAYAAN. Grafik 24. Capaian SNP jenjang SMA Provinsi Gorontalo berdasarkan data audit mutu. Grafik di atas menggambarkan bahwa Rata-rata capaian SNP jenjang SMA se Provinsi Gorontalo berdasarkan data audit mutu berada pada level 4 yaitu berada pada kisaran capaian nilai 76% s.d 99%. Capaian terendah pada standar PTK sebesar 91% dan capaian tertinggi standar penilaian sebesar 97%.. [Date]. 46.
(47) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. 35. 30. 30. 35. 37. 40 35. 25. 30. 20. 25. 20. 20. 15. 15. 10. 2. 5 0. 0. 10. 1. CAPAIAN CAPAIAN CAPAIAN CAPAIAN LEVEL 1 LEVEL 2 LEVEL 3 LEVEL 4. 5 0 SNP. 0. 0. 0. Menuju Menuju Menuju Menuju SNP 1 SNP 2 SNP 3 SNP 4. SNP. Grafik 25 dan 26 . Sandingan capaian kategori jenjang SMA Provinsi Gorontalo berdasarkan data audit mutu dan data PMP. Grafik menunjukkan bahwa : 1.. Rata-rata capaian SNP jenjang SMA se Provinsi Gorontalo berdasarkan data audit mutu berada pada level 4 yaitu berada pada kisaran capaian nilai 76% s.d 99%. Capaian terendah pada standar PTK sebesar 91% dan capaian tertinggi standar penilaian sebesar 97%.. 2.. Ada perbedaan jumlah capaian per kategori data Audit mutu dan data PMP. Jumah sekolah telah SNP berdasarkan data PMP lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah sekolah yang telah mencapai SNP berdasarkan data audit mutu yaitu sebanyak 35 sekolah.. 3.. Data audit mutu menunjukkan bahwa sebanyak 3 sekolah atau 4,41% sekolah jenjang SMA masih berada pada level 1 dan level 3, sedangkan data PMP menunjukkan tidak ada sekolah yang berada di level 1 s.d 3 tetapi sudah berada di level 4 sebanyak 35 sekolah dan SNP sebanyak 20 sekolah.. 6.. Capaian SNP Jenjang SMK Provinsi Gorontalo berdasarkan data Audit Mutu tahun 2020. [Date]. 47.
(48) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. 100% 99% 98% 97% 96% 95% 94% 93% 92% 91%. 99,6%. 99% 97%. 99%. 97%. 98%. 96% 94%. SKL. ISI. PROSES. PENILAIAN. PTK. SARPRAS. KET PREDIKAT : LEVEL 1 : 0-25% LEVEL 2 : 26%-50% LEVEL 3 : 51%-75% LEVEL 4 : 76%-99% MEMENUHI SNP : 100%. PENGELOLAAN. PEMBIAYAAN. Grafik 27. Capaian SNP jenjang SMK Provinsi Gorontalo berdasarkan data audit mutu. Grafik di atas menggambarkan bahwa Rata-rata capaian SNP jenjang SMK se Provinsi Gorontalo berdasarkan data audit mutu berada pada level 4 yaitu berada pada kisaran capaian nilai 76% s.d 99%. Capaian terendah pada standar sarpras sebesar 94% dan capaian tertinggi standar pembiayaan sebesar 99,6%.. 35. 31. 30. 24. 25 20 15 10 5 0. 0. 0. 1. Capaian Capaian Capaian Capaian Level 1 Level 2 Level 3 Level 4. SNP. Grafik 28 dan 29 . Sandingan capaian kategori jenjang SMK Provinsi Gorontalo berdasarkan data audit mutu dan data PMP. [Date]. 48.
(49) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. Grafik menunjukkan bahwa : 1.. Rata-rata capaian SNP jenjang SMK se Provinsi Gorontalo berdasarkan data audit mutu berada pada level 4 yaitu berada pada kisaran capaian nilai 76% s.d 99%. Capaian terendah pada standar sarana dan prasarana sebesar 94% dan capaian tertinggi standar pembiayaan sebesar 99,6%.. 2.. Ada perbedaan jumlah capaian per kategori data Audit mutu dan data PMP. Jumah sekolah telah SNP berdasarkan data PMP lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah sekolah yang telah mencapai SNP berdasarkan data audit mutu yaitu sebanyak 24 sekolah.. 3.. Data audit mutu menunjukkan bahwa 1 sekolah jenjang SMK masih berada pada level 3 dan data PMP menunjukkan terdapat 1 sekolah masih berada di level 2, Sebagian besar data audit mutu maupun data PMP sekolah sudah berada pada capaian level 4.. TREND CAPAIAN SNP Rata-rata Capaian SNP Jenjang SMA Per Kabupaten/Kota Provinsi Gorontalo Tahun 2016 2019 45.00 40.00 35.00 30.00 25.00 20.00 15.00 10.00 5.00 0.00. 6.25 5.00 4.76 4.66 4.77 5.59 4.92. 2016. Rata-rata Capaian SNP Jenjang SMP Per Kabupaten/Kota Provinsi Gorontalo Tahun 2016 - 2019 45.00 40.00 35.00 30.00 25.00 20.00 15.00 10.00 5.00 0.00. 5.45. 4.19. 5.26 5.02. 4.23 4.43 4.25 4.30 4.36. 5.20 5.09 5.37. 2016. 2017. 5.54 5.46 5.45 5.33 5.45 5.51. 2018. 6.59 6.58 6.53 6.39 6.57 6.61. 2019. 5.49 5.42 5.34 5.37 5.31. 6.55. 6.56 6.57. 6.56 6.57. 6.60. 6.60 6.60. 6.60. 5.60. 2017. 6.25. 6.55. 2018. 2019. Kota Gorontalo. Kab. Pohuwato. Kab. Bone Bolango. Kab. Boalemo. Kab. Gorontalo Utara. Kab. Gorontalo. Rata-rata Capaian SNP Jenjang SMK Per Kabupaten/Kota Provinsi Gorontalo Tahun 2016 - 2019 45.00 40.00 35.00 30.00 25.00 20.00 15.00 10.00 5.00 0.00. 3.73 4.47 4.16 3.74 4.34 4.07. 5.00 4.76 4.66 4.77 5.59 4.92. 5.49 5.42 5.34 5.37 5.31 5.60. 2016. 2017. 2018. 6.25 6.55 6.56 6.57 6.60 6.60. 2019. KOTA. BONBOL. KABGOR. Kota Gorontalo. Kab. Pohuwato. Kab. Bone Bolango. GORUT. BOALEMO. POHUWATO. Kab. Boalemo. Kab. Gorontalo Utara. Kab. Gorontalo. Grafik 30. Tren Capaian SNP Tahun 2016-2019. [Date]. 49.
(50) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. A. Kesimpulan. 1.. Pengiriman data PMP tahun 2019 cut off tanggal 30 September 2020, unduhan pertanggal 19 Oktober 2020, Provinsi Gorontalo berada pada peringkat 5 nasional dengan progres pengiriman data sebanyak 97,10% dengan progres data terolah sebanyak 93,05%. Dengan demikian masih ada 96 sekolah atau 6,95% sekolah di Provinsi Gorontalo yang tidak memilki rapor mutu tahun 2019.. 2.. Capaian mutu SNP seluruh jenjang di Provinsi Gorontalo mengalami peningkatan dari tahun 2016 s.d 2019. Hal ini ditunjukkan dengan adanya status capaian mutu yang telah mencapai SNP di tahun 2019 sebanyak 202 sekolah atau 14,63% dengan rincian : jenjang SD sebanyak 118 sekolah atau 12,83% dari 920 SD Provinsi Gorontalo, jenjang SMP sebanyak 53 sekolah atau 15,73% dari 337 SMP Provinsi Gorontalo, jenjang SMA sebanyak 20 sekolah atau 29,41% dari 68 SMA Provinsi Gorontalo dan jenjang SMK sebanyak 11 sekolah atau 19,64% dari 56 SMK Provinsi Gorontalo. Jumlah sekolah yang telah memilki rapor mutu sebanyak 1285 sekolah atau 93,05% dari 1381 sekolah di Provinsi Gorontalo.. 3.. Berdasarkan data rapor mutu tahun 2019, capaian mutu tertinggi atau SNP yaitu pada standar penilaian sebesar 6,97, standar proses dan standar kompetensi lulusan sebesar 6,96, standar pembiayaan sebesar 6,95, standar isi sebesar 6,92 serta standar pengelolaan sebesar 6,88. Sisanya standar PTK sebesar 5,67 berada pada kategori menuju SNP 4 dan standar sarana prasarana dengan capaian nilai sebesar 4,98 berada pada kategori menuju SNP 3.. 4.. Berdasarkan data audit mutu tahun 2020 belum ada standar yang mencapai SNP, pada umumnya masih berada pada capaian mutu level 4 dengan kisaran capaian mutu antara 76% s,d 99%, yaitu capaian terendah standar sarana dan prasarana sebesar 92% dan capaian mutu tertinggi pada standar pengelolaan sebesar 98%.. 5.. Respon pengisian. dan pengiriman instrumen PMP tahun 2019 sangat baik dengan. prosentase kontribusi kelengkapan rapor mutu sebesar 93,05%. Demikian juga dengan [Date]. 50.
(51) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. pengisian instrumen audit mutu sebagai data sandingan PMP dengan prosentase pengiriman 100%.. B.. Rekomendasi. 1.. Dinas Pendidikan perlu memastikan, mendorong dan mendampingi semua satuan pendidikan dalam pengisian dan pengiriman data PMP, sehingga semua satuan pendidikan memiliki rapor mutu sebagai gambaran capaian mutu SNP dengan mengoptimalkan peran dan fungsi Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah (TPMPD) yang telah dibentuk berdasarkan SK Bupati/Walikota atau SK Kepala Dinas Pendidikan masing-masing daerah dan mengoptimalkan peran dan fungsi Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS) yang telah dibentuk oleh Kepala Sekolah.. 2.. Dinas Pendidikan perlu memfasilitasi sekolah yang belum mencapai SNP, minimal 25% dari jumlah sekolah perjenjang di setiap Kabupaten/Kota per tahun. Berdasarkan progres capaian mutu SNP di Provinsi Gorontalo memperlihatkan kenaikan capaian mutu sebesar 14,63%dari tahun sebelumnya.. 3.. Perlu upaya intens untuk meningkatkan status ketegori dari 739 SD, 269 SMP, 37 SMA dan 34 SMK untuk dinaikkan statusnya menjadi menuju SNP serta meningkatkan status kategori 3 SD dan 1 SMK dinaikkan statusnya menuju SNP 4 dan atau SNP.. 4.. Perlu peningkatan rerata capaian SNP terhadap standar sarpras dan PTK yang masih berada pada kategori menuju SNP 3 dan menuju SNP 4 agar kedua standar tersebut dapat mencapai rerata 6 standar lainnya yang telah berada pada capaian mutu tertinggi atau SNP. 4.1 Standar Sarana dan Prasarana 4.1.1 Memastikan kapasitas daya tampung sekolah memadai dalam bentuk kesesuaian antara rasio luas lahan, kondisi lahan, rasio luas bangunan, kondisi bangunan, ketersediaan sarana dan prasarana sekolah dengan jumlah siswa melalui implementasi program zonasi sesuai dengan permendikbud 20 tahun 2019.. [Date]. 51.
(52) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. 4.1.2 Perlu pemenuhan aspek sarana dan prasarana pembelajaran yang lengkap dan layak pada sekolah dengan penyediaan ruang kelas, ruang perpustakaan, laboratorium, tempat bermain/lapangan sesuaistandar. 4.1.3 Perlu pemenuhan aspek sarana dan prasarana pendukung yang lengkap dan layak pada sekolah dengan penyediaan ruang pimpinan, ruang guru, ruang UKS,jamban, gudang, ruang sirkusi, kantin, tempat parkir dsb. 4.1.4 Perlu pemenuhan aspek sarana dan prasarana pendukung yang lengkap dan layak pada sekolah dengan penyediaan tempat ibadah sesuai standar dalam rangka mendukung pelaksanaan program PPK.. 4.2 Standar PTK 4.2.1 Untuk. pemenuhan. Kabupaten/Kota,. kompetensi dan. kepala. Provinsi. sekolah,. Gorontalo. Dinas. perlu. Pendidikan melaksanakan. pelatihan/penguatan kepala sekolah/calon kepala sekolah melalui kerja sama dengan Lembaga Pemberdayaan dan Pengembangan Kepala Sekolah, Kementerian Pendidikan dan KebudayaanRI. 4.2.2 Memfasilitasi kegiatan dalam rangka peningkatan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial guru. 4.2.3 Untuk pemenuhan ketersediaan tenaga administrasi sesuai ketentuan, dinas pendidikan perlu mengimplementasikan Permendiknas Nomor 24 tahun 2008 secara konsisten dan menyeluruh di Provinsi Gorontalo. 4.2.4 Untuk peningkatan kompetensi tenaga administrasi perlu adanya pelatihan secara berkala. 4.2.5 Untuk pemenuhan tenaga perpustakaan bagi sekolah yang memiliki sarana perpustakaan, dinas pendidikan perlu menyiapkan tenaga perpustakaan sesuai ketentuan Permendiknas Nomor 25 tahun 2008 di setiap sekolah yang belum memiliki tenaga perpustakaan. 4.2.6 Untuk peningkatan kompetensi tenaga perpustakaan perlu adanya pelatihan secara berkala. 4.2.7 Untuk pemenuhan tenaga laboran, dinas pendidikan perlu menyiapkan tenaga laboran yang berkualifikasi sesuai ketentuan Permendiknas nomor 26 tahun 2008.. [Date]. 52.
(53) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. 5. Perlu penguatan terhadap 6 (enam) standar lainnya yang telah mencapai SNP melalui program dan kegiatan : 5.1 Standar Kompetensi Lulusan 5.1.1 Memotivasi dan memfasilitasi pembentukan karakter yang mencerminkan sikap beriman melalui pembiasaan dan keteladanan dalam menghayati dan mengamalkan sesuai dengan ajaran agama yang dianut. Nilai-nilai sikap ini tercermin dalam berbagai kegiatan, misalnya : berdoa setiap memulai dan mengakhiri kegiatan, berperilaku sopan santun, berpakaian sopan sesuai aturan sekolah, melaksanakan kegiatan ibadah sesuai keyakinan masing-masing, pembiasaan antri pada saat menggunakan fasilitas sekolah dsb.. 5.1.2 Mendorong pengintegrasikan nilai-nilai sikap kedalam bentuk kegiatan pembelajaran. serta. memfasilitasi. berbagai. kegiatan. yang. dapat. menumbuhkembangkan perilaku siswa yang berkarakter, displin, sopan santun, jujur, peduli, percaya diri, bertanggungjawab, pembelajar sepanjang hayat, sehat jasmani dan rohani, yang tercermin dalam berbagai kegiatan sekolah, seperti : mematuhi tata tertib sekolah, menghormati guru maupun teman, melaksanakan tugas yang diberikan, penghijauan di lingkungan sekolah, berani berpendapat, anti vandalisme dsb.. 5.1.3 Mendorong peningkatan kompetensi dimensi pengetahuan dan ketrampilan siswa melalui program peningkatan kompetensi siswa yang dapat. dilakukan dalam berbagai. kegiatan, misalnya penyediaan. anggaran bimbangan belajar, pengembangan capaian KKM setiap semester,. penyediaan. fasilitas. penunjang. kegiatan. ekstrakulikuler yang memadai untuk pembinaan keagamaan, PMR, UKS, pramuka, seni, olahraga, sains dll. 5.2 Standar Isi 5.2.1 Memastikan perangkat pembelajaran telah sesuai dengan rumusan kompetensi lulusan yang dikembangkan sesuai dengan prosedur pengembangan kurikulum yang melibatkan pemangku kepentingan serta mengacu pada kerangka dasar. [Date]. 53.
(54) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. penyusunan kurikulum yang dituangkan dalam Permendikbud nomor 21 tahun 2016. 5.2.2 Memastikan penyediaan alokasi waktu telah sesuai dengan struktur kurikulum serta pengaturan beban belajar berdasarkan pendalaman materi. Kegiatan ini dapat dilakukan dalam bentuk Workshop pengembangan kurikulum yang melibatkan seluruh komponen sekolah dan stakeholder yang kegiatannya meliputi reviu kurikulum, penyusunan RPP, Silabus, kalender Pendidikan, penetapan KKM, ekstrakurikuler, alokasi waktu, beban belajar dsb. 5.2.3 Memastikan dan memfasilitasi penyelenggaraan aspek kurikulum pada muatan lokal dengan mengembangkan bahan ajar muatan lokal sesuai dengan potensi daerah masing-masing.. 5.3Standar Proses 5.3.1 Memastikan dan memfasilitasi setiap satuan pendidikan telah merencanakan proses pembelajaran sesuai ketentuan, proses pembelajaran dilaksanakan dengan tepat serta pengawasan dan penilaian otentik dalam proses pembelajaran. Perencanaan proses pembelajaran harus mengacu pada silabus yang dikembangkan yang mengarah pada pencapaian kompetensi yang disusun secara lengkap dan sistematis serta telah mendapatkan evaluasi dari pengawas dan kepala sekolah melalui kegiatan supervisi pengawas dan kepala sekolah. 5.3.2 Memastikan proses pembelajaran telah dilakukan dengan tepat melalui pembentukan rombongan belajar dengan jumlah siswa sesuai ketentuan, mengelola kelas sebelum/sesudah pembelajaran, serta penerapan strategi dan metode yang tepat dalam proses pembelajaran, pemanfaatan media pembelajaran dalam meningkatkan efesiensi dan efektifitas pembelajaran serta menggunakan aneka sumber belajar yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan KD setiap mata pelajaran. Kegiatan ini dapat dilakukan dalam bentuk Workshop Pengembangan Kompetensi Guru. dalam Penggunaan Media. Pembelajaran dan Pemanfaatan Berbagai sumber Belajar, IHT Metode dan Strategi Pembelajaran di Era New Normal, dsb.. [Date]. 54.
(55) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. 5.3.3 Memastikan. dan. memfasilitasi. pelaksanaan. penilaian. otentik. secara. komprehensif melalui kegiatan supervisi Pengawas dan Kepala Sekolah serta adanya tindak lanjut hasil pengawasan yang telah dilakukan.. 5.4 Standar Penilaian Memastikan agar penilaian yang dilakukan telah mencakup ranah sikap, pengetahuan dan ketrampilan, menggunakan teknik penilaian yang obyektif dan akuntabel, tindaklanjut hasil pelaporan penilaian serta penentuan kelulusan siswa berdasarkan pertimbangan yang sesuai, berdasarkan Permendikbud nomor 23 tahun 2016 tentang Standar penilaian Pendidikan. Bentuk kegiatan yang dapat dilakukan berupa peningkatan efektifitas penilaian, misalnya Workshop. Penyusunan. Instrumen Penilaian. dan. Pelaporan,. Supervisi Perangkat Penilaian dan Laporan Hasil Penilaian, dll. 5.5 Standar Pengelolaan 5.5.1. Penguatan terhadap sekolah untuk melakukan perencanaan pengelolaan dan melaksanakan program sekolah sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Permendikbud nomor 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan.. 5.5.2 Memastikan Kepala Sekolah berkinerja baik dalam melaksanakan tugas kepemimpinan serta memiliki sistem informasi manajemen sesuai ketentuan. Penguatan ini dapat dilakukan dalam bentuk peningkatan pengelolaan sumber daya, meningkatkan jiwa kepemimpinan dalam pengelolaan sekolah, melengkapi pedoman pedoman pengelolaan sekolah melalui program Peningkatan Efektifitas Pengelolaan Sekolah dalam bentuk kegiatan misalnya : Workshop manajemen pengelolaan sekolah, Pelatihan manajemen SDM, Pengadaan/peningkatan pedoman pengelolaan sekolah, dll. 5.6 Standar Pembiayaan Memfasilitasi sekolah dalam pengaturan beban operasional sekolah sesuai ketentuan dan melakukan pengelolaan dana sekolah yang berasal dari APBD/APBN/Yayasan/sumber lainnya. Kegiatan dapat dilakukan dalam bentuk Bimtek Penyusunan RKA/RKAS, Kebijakan subsidi silang bagi siswa [Date]. 55.
(56) LAPORAN KINERJA LPMP GORONTALO TAHUN 2020. tidak mampu, penyusunan laporan keuangan sekolah yang dapat diakses oleh pemangku kepentingan, dll. 6.. Memfasilitasi sekolah-sekolah yang sudah mencapai SNP melakukan pengimbasan praktekpraktek baik (best practices) berbasis Lesson Study kepada sekolah lainnya.. 7.. Memfasilitasi seluruh sekolah untuk melakukan penjaminan mutu melalui program Sistem Penjaminanan Mutu Internal (SPMI).. 8.. Mendorong dan memfasilitasi sekolah dalam penyusunan RKS/RKAS berdasarkan hasil analisis rapor mutu.. 9.. Intervensi terhadap pemenuhan SNP pada sekolah-sekolah yang belum SNP untuk memperkecil ketimpangan standar yang harus dipenuhi melalui perancangan road map (tahapan) implementasi SPMI dan pemenuhan SNP seluruh sekolah di Provinsi Gorontalo.. 10. Perlu monitoring Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota untuk memastikan sekolah melengkapi data isian raport mutu berdasarkan kondisi ril sekolahmelalui pendampingan pengawas bina satuan pendidikan.. 1.1.3 Peta mutu satuan pendidikan yang tersupervisi dalam mencapai SNP (002) Untuk tahun 2020, LPMP Gorontalo menargetkan sebanyak 280 satuan Pendidikan untuk semua jenjang tapi terlaksana sebanyak 1401 satuan Pendidikan sehingga melampaui target.. [Date]. 56.
Dokumen terkait
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah BPBD Kabupaten Gresik ini merupakan laporan capaian kinerja (performance results) selama tahun 2020, dengan kata lain Laporan
Dua hal ini tentunya menjadi salah satu pintu masuk yang strategis untuk mencoba mengangkat bambu sebagai material alternatif yang mampu masuk sebagai material
elektromagnetik, kondisi kesehatan dan interaksi antara frekuensi gelombang elektromagnetik dengan kondisi kesehatan terhadap nilai kadar gula darah tikus putih.selain itu
Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini, maka Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 21 Tahun 2000 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan Kota
Sedangkan menurut Prayudi Atmosudirjo (1998:107), kepribadian sekretaris yang baik yaitu ’’Bersikap Sumeah’’ (Simpatik, menyenangkan hati, menawan), pandai
Uji yang dilakukan dalam peneltian ini menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh mendukung hipotesis yaitu bahwa debt to equity ratio(DER) tidak memiliki kontribusi
Pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemampuan komunikasi matematik siswa kelas VII SMP Negeri di Sokaraja Kabupaten Banyumas menunjukan bahwa Analisis koefisien determinasi
Didalam penelitian ini tranduser piezoelektrik dengan luasan tertentu dijadikan sebagai media konversi energi yaitu gaya tekan air hujan yang jatuh menjadi energi