ANALISIS KETEPATAN SWAMEDIKASI PADA PENYAKIT MAAG DI MASYARAKAT KABUPATEN PACITAN Analisis Ketepatan Swamedikasi Pada Penyakit Maag Di Masyarakat Kabupaten Pacitan.
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya pengaruh tingkat pengetahuan tentang swamedikasi batuk terhadap tindakan swamedikasi batuk pada masyarakat di Kelurahan Grobogan
Kerasionalan penggunaan obat maag ditinjau dari tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien dan tepat dosis adalah 77,59% responden menggunakan swamedikasi obat maag sudah
Hal ini untuk mengetahui adanya peningkatan pengetahuan dan ketepatan caregiver dalam swamedikasi penanganan demam pada anak sebelum dan sesudah diberikan intervensi
Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan dengan kategori baik sebanyak 38,5%, kategori cukup sebanyak 23,96%,
Gambaran pengetahuan ibu tentang swamedikasi diare pada anak di lingkungan RW 012, kategori pengetahuan baik sebanyak 62 responden (61,38%).Alasan mayoritas ibu melakukan
Kemudian kriteria persepsi petani yang masuk dalam kategori rendah adalah kejelasan program sebesar 93,27%, ketepatan sasaran program sebesar 89,74%, pendampingan dan
Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Afif (2015) hubungan tingkat pengetahuan dengan ketepatan penggunaan obat analgetik pada swamedikasi nyeri
Berdasarkan dari 3 aspek sebagian besar data responden didapat memiliki pengetahuan yang baik sebesar 70,59% dengan kategori yang mengetahui swamedikasi, khasiat obat, serta logo dalam