BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Deskripsi Penelitian
Data yang ditemukan pada penelitian ini berjumlah 20 sesuai dengan kriteria pada penelitian yang dapat dianalisis. Secara terperinci data yang diperoleh dengan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dan Student Teams Achievement Division (STAD) berjumlah 20 artikel.
Tabel.1
Pengelompokkan Artikel Kriteria Pengumpulan
Artikel
Pengelompokan Artikel Jumlah Artikel yang Diperoleh
Tahun Publikasi 2011 0
2012 0
2013 2
2014 1
2015 0
2016 2
2017 2
2018 7
2019 3
2020 3
4.1.1 Hasil Deskripsi Pemberian Kode Artikel
Berdasarkan artikel yang ditemukan dari tahun 2011-2020 dan akreditasinya, selanjutnya pemberian kode pada masing-masing artikel yang ditemukan. Berikut ini adalah pemberian kode pada masing-masing artikel yang ditemukan :
Tabel. 2
Data Artikel yang Sesuai dengan Kriteria Penelitian No. Kode
Data
Judul Penelitian Nama Peneliti Tahun
Penerbitan
Model Pembelajaran Numbered Heads
Together
Students Teams Achievement Division 1 N1 Pengaruh Model Numbered Head Together
(NHT) terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SD
1. Beatrix Nian Gupitararas 2. Wasitohadi
2020 √
2 N2 Pengaruh Numbered Head Together dengan Blok Pecahan terhadap Hasil Belajar Matematika dan Keaktifan Siswa Kelas IV
1. Fajar Cahyadi 2. Nuroh Difallah 3. M. Yusuf Setia
Wardana
2019 √
3 N3 Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT Berbantu Media Question Cards terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa
Kelas IV SDN 6 Bondalem
1. Kd Dian Prima Ridwanthi 2. I Gst. N. Japa 3. A. A Gede
Agung
2013 √
4 N4 Keefektifan Model NHT (Numbered Head Together) Berbantu Media Sapuan Terhadap
Hasil Belajar Matematika
1. Ardian Pahlevi 2. Aries Tika
Damayani 3. Kiswoyo
2019 √
5 N5 Perbandingan Hasil Belajar Siswa Berdasarkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) dan Tipe
1. Asrianil
2. Andi Tanra
2020 √
Jigsaw Tellu 3. Suherman 6 N6 Perbedaan Model Pembelajaran
Numbered Head Together (NHT) dan
Snowball Throwing Ditinjau dari Hasil Belajar Siswa Kelas 5 SD
1. Arindra Ikhwan Nur Huda 2. Mawardi 3. Suhandi Astuti
2018 √
7 N7 Membandingkan Antara Model Numbered Head Together (NHT) dan Teams Games
Tournament (TGT) pada Hasil Belajar Matematika
1. Destia
Nurahmawati 2. Afridha Sesrita 3. Novi Maryani
2020 √
8 N8 Keefektifan Media Mobil (Monopoli Bilangan) dalam Model Pembelajaran NHT terhadap
Hasil Belajar Matematika
1. Tri Endro Untoro
2. Sukamto
3. Mei Fita Asri Untari
2018 √
9 N9 Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa
Kelas V A SD Negeri 116 Pekanbaru
1. Nuraini 2. Hamizi 3. Erlisnawati
2016 √
10 N10 Penerapan Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) pada Siswa Kelas V SD
Negeri 75 Ujungpero Kecamatan Sabbangparu Kabupaten Wajo
1. Wahyudin 2017 √
11 S1 Keefektifan Model
Pembelajaran STAD dan CIRC ditinjau dari
1. Purnomo 2018 √
Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 4 SD 2. Wasitohadi 3. Theresia Sri
Rahayu 12 S2 Perbedaan Hasil Belajar Matematika
Menggunakan Model Student Team Achievment Division (STAD) dan Teams Game Tournament (TGT) Siswa Kelas 4 SD
1. Rima Yusi Christian 2. Mawardi 3. Suhandi Astuti
2018 √
13 S3 Efektivitas Penerapan Model STAD (Student Teams Achievement Division) teradap Hasil
Belajar Matematika Siswa Kelas 3 SD
1. Rahayu 2. Slameto
3. Elvira Hoesein Radia
2018 √
14 S4 Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan Pendekatan Realistik terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Matematika
1. Misnawati 2019 √
15 S5 Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan Model Pembelajaran
Langsung terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SD Negeri Percobaan Tahun Ajaran 2017/2018
1. Paujia Rosmini 2018 √
16 S6 Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Pembelajaran Kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) pada Materi Bangun Ruang Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
1. Joko Ermanto 2016 √
17 S7 Penggunaan Metode Student Teams Achievement Division (STAD) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika di Kelas VI SDN 101 Hutasiantar
1. Fakhruddin 2017 √
18 S8 Pengaruh Kooperatif Tipe STAD terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 36
Pontianak Selatan
1. Fitrina
2. K. Y. Margiati 3. Mastar Asran
2013 √
19 S9 Pengaruh Tipe STAD terhadap Hasil Belajar pada Materi Bilangan Romawi di Sekolah
Dasar
1. Dedi Natalis 2. Margiati 3. Siti Djuzairoh
2014 √
20 S10 Perbandingan Keefektifan Model Think Pair Share dan Student Team Achievement Divisions pada Pembelajaran Matematika SD Negeri di Kabupaten Soppeng
1. Andi 2. Kaharuddin 3. Irma Magrifah
2018 √
Tabel.3
Tabel peningkatan Hasil belajar Peserta didik Model Numbered Heads Together
Dalam Persen (%)
Berdasarkan data pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa model pembelajaran
Numbered Head Together dapat meningkatkan Hasil Belajar matematika pada peserta didik sekolah dasar. Presentase rata-rata pada hasil belajar matematika dengan model pembelajaran Numbered Head Together dari skor terendah 13,88% dan skor tertinggi 75,33% dengan rata-rata sebesar 20,49%. Presentase rata-rata peningkatan hasil belajar matematika sebelum dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together 51,28%. Presentase rata-rata peningkatan hasil belajar matematika sesudah menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together sebesar 71,77%. Presentase rata-rata sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together mengalami peningkatan 20,49%.
No. Kode Data Skor Pretest Skor Posttest Peningkatan
1. N1 75,33 84,52 9,19
2. N2 58,26 78,04 19,78
3. N3 19,75 35,75 16
4. N4 59,82 80,00 20,18
5. N5 13,88 20,12 6,24
6. N6 41,975 79,600 37,625
7. N7 54,48 89,31 34,83
8. N8 61,6 80,4 18,8
9. N9 60,26 90,00 29,74
10. N10 67,50 80,00 12.5
Rata-rata 51,28 71,77 20,49
Tabel. 4
Tabel peningkatan Hasil belajar Peserta didik Model Student Teams Achievement Division
Dalam Persen (%)
Berdasarkan data pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa model pembelajaran Student Teams Achievement Division dalam peningkatan Hasil Belajar matematika pada peserta didik sekolah dasar. Presentase rata-rata pada hasil belajar matematika dengan model pembelajaran Student Teams Achievement Division dari skor terendah 17,39% dan skor tertinggi 73,13% dengan rata-rata sebesar 24,58%.
Presentase rata-rata peningkatan hasil belajar matematika sebelum dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division 55,39%.
Presentase rata-rata peningkatan hasil belajar matematika sesudah menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division sebesar 80,00%.
No. Kode Data Skor Pretest Skor Posttest Peningkatan
1. S1 62,59 76,03 13,44
2. S2 50,10 80,00 29,9
3. S3 73,13 81,57 8,44
4. S4 59,80 79,80 20
5. S5 68,23 79,65 11,42
6. S6 72,53 79,69 7,16
7. S7 48,33 87,14 38,41
8. S8 52 80,5 28,5
9. S9 49,80 79,60 29,8
10. S10 17,39 76,08 58,69
Rata-rata 55,39 80,00 24,58
Presentase rata-rata sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division mengalami peningkatan 24,58%.
4.1.2 Hasil Deskripsi Komparasi
Tabel. 5
Komparasi hasil belajar model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division
Berdasarkan hasil data komparasi dengan rata-rata pada tabel diatas, rata-rata skor pre-test antara model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division memiliki selisih 4,11%. Sedangkan rata-rata skor post-test antara model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division 8,23%. Berikut ini, diagram komparasi data antara model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division yang disajikan dalam bentuk diagram gambar.
Pengukuran Rata-Rata Skor (mean) Selisih Pre-test Post-test
NHT 51,28 71,77 20,49
STAD 55,39 80,00 24,61
Gambar. 2
Diagram Komparasi Data Menggunakan Model Pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division
Berdasarkan diagram data diatas , dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan dari skor pre-test ke post-test pada model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division.
4.2 Hasil Analisis Data
Hasil analisis data dilakukan untuk mengetahui tingkat efektivitas model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division terhadap hasil belajar peserta didik sekolah dasar. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji prasyarat yang dilakukan dengan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji linearitas. Uji prasyarat digunakan sebelum melakukan uji Ancova. Uji Ancova digunakan untuk mengetahui perbedaaan pengaruh model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik.
4.2.1 Uji Prasyarat
Uji prasyarat yang dilakukan sebelum melakukan uji Ancova terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas, dan uji linearitas berdistribusi normal, homogen, dan linear.
Berikut ini adalah hasil pengujian : 4.2.1.1 Uji Normalitas
Uji nomalitas dilakukan untuk mengetahui persebaran data pada kedua model pembelajaran yang didistribusi normal atau tidak. Peelitian ini menggunakan uji normalitas dengan teknik Shapiro-Wilk berbantuan aplikasi SPSS 20.00 for Windows.
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90
NHT STAD
Pre-test Post-test
Berikut ini tabel pengujian normalitas hasil belajar pada skor pre-test dan post-test model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division.
Tabel. 6
Uji Normalitas Model Pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division
Tests of Normality
Kelas Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statisti
c
Df Sig. Statisti c
Df Sig.
Hasil Belajar Matematika
Pretest
STAD ,233 10 ,132 ,868 10 ,095
Posttest
STAD ,318 10 ,005 ,852 10 ,062
Pretest
NHT ,263 10 ,048 ,860 10 ,076
Posttest
NHT ,203 10 ,200* ,902 10 ,228
*. This is a lower bound of the true significance.
a. Lilliefors Significance Correction
Berdasarkan tabel di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa dari uji normalitas hasil belajar matematika pada skor pre-test dan post-test dari kedua model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division dapat diartikan bahwa jika diperoleh nilai signifikasi < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal dan jika nilai signifikasi > 0,05 maka data berdistribusi normal.
1. Tingkat signifikasi skor pre-test model pembelajaran Numbered Heads Together adalah 0,076 > 0,05 artinya nilai berdistribusi normal.
2. Tingkat signifikasi skor post-test model pembelajaran Numbered Heads Together adalah 0,228 > 0,05 artinya nilai berdistribusi normal.
3. Tingkat signifikasi skor pre-test model pembelajaran Student Teams Achievement Division adalah 0,095 > 0,05 artinya berdistribusi normal.
4. Tingkat signifikasi skor post-test model pembelajaran Student Teams Achievement Division adalah 0,062 > 0,05 artinya nilai berdistribusi normal.
4.2.1.2 Uji Homogenitas
Uji homogenitas digunakan untuk memahami apakah sampel skor artikel yang telah dikumpulkan dari model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division memiliki varian yang sama. Dalam hal ini dapat dikatakan data homogen jika nilai signifikasi > 0,05 dan data tidak homogen jika nilai signifikasi < 0,05.
Berikut ini adalah hasil uji homogenitas skor pre-test dan post-test menggunakan aplikasi SPSS 20.00 Windows.
Tabel. 7
Uji Homogenitas Skor Pretest Model Pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division
Test of Homogeneity of Variance Levene Statistic
df1 df2 Sig.
Hasil Belajar Matematika
Based on Mean ,588 1 18 ,453
Based on Median ,081 1 18 ,779
Based on Median
and with adjusted df ,081 1 15,432 ,779 Based on trimmed
mean ,475 1 18 ,499
Pada tabel di atas memperlihatkan hasil uji homogenitas menggunakan metode Levene’s Test. Interpretasi dilakukan dengan memilih salah satu statistik, yaitu statistik yang dilakukan dengan cara mencari rata-rata (Based in Mean). Berdasarkan data pada tabel di atas menunjukkan bahwa hasil uji homogenitas pretest memperoleh signifikasi 0,453 > 0,05 yang dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division memiliki variasi yang sama atau homogen.
Tabel. 8
Uji Homogenitas Skor Posttest Model Pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division
Test of Homogeneity of Variance Levene Statistic
df1 df2 Sig.
Hasil Belajar Matematika
Based on Mean 3,214 1 18 ,090
Based on Median 3,132 1 18 ,094
Based on Median and with adjusted df
3,132 1 12,631 ,101 Based on trimmed
mean 3,136 1 18 ,094
Pada tabel di atas memperlihatkan hasil uji homogenitas menggunakan metode Levene’s Test. Interpretasi dilakukan dengan memilih salah satu statistik, yaitu statistik yang dilakukan dengan cara mencari rata-rata (Based in Mean). Berdasarkan data pada tabel di atas menunjukkan bahwa hasil uji homogenitas pretest memperoleh signifikasi 0,090 > 0,05 yang dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division memiliki variasi yang sama atau homogen.
4.2.1.3 Uji Linearitas
Uji Linearitas digunakan untuk memahami apakah variabel bebas menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division terhadap variabel terikat dengan menggunakan hasil belajar matematika mempunyai hubungan linear atau tidak secara signifikan. Penelitian ini menggunakan uji linearitas berbantu aplikasi SPSS 20.00 For Windows. Berikut ini adalah hasil pengujian linearitas skor pretest dan posttest pada model pembelajaran Numbered Heads Together.
Tabel. 9
Uji Linearitas Skor Pretest dan Posttest Model Pembelajaran Numbered Heads Together
ANOVA Table Sum of Squares
df Mean Square
F Sig.
Posttest * Pretest
Between Groups
(Combined) 5032,19
4 8 629,024 13,65
1 ,206 Linearity 4111,21
0 1 4111,21 0
89,21
9 ,067 Deviation
from Linearity
920,985 7 131,569 2,855 ,427
Within Groups 46,080 1 46,080
Total 5078,27
4 9
Berdasarkan tabel di atas menyimpulkan bahwa dari uji linearitas skor pretest dan posttest model pembelajaran Numbered Heads Together dilihat dari salah satu statistik, yaitu pada statistik yang dilakukan dengan Deviation from Linearity. Berdasarkan tabel di atas ditunjukkan hasil uji linearitas pretest dan posttest memperoleh signifikasi 0,427 > 0,05 yang dapat disimpulkan bahwa skor pretest dan posttest model pembelajaran Numbered Heads Together memiliki hubungan linear.
Tabel. 10
Uji Linearitas Skor Pretest dan Posttest Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division
ANOVA Table Sum of Squares
df Mean Square
F Sig.
Posttest * Pretest
Between Groups
(Combined) 56,814 8 7,102 ,250 ,920 Linearity 4,031 1 4,031 ,142 ,771 Deviation
from Linearity
52,784 7 7,541 ,265 ,907
Within Groups 28,426 1 28,426
Total 85,240 9
Berdasarkan tabel di atas menyimpulkan bahwa dari uji linearitas skor pretest dan posttest model pembelajaran Student Teams Achievement Division dilihat dari salah satu statistik, yaitu pada statistik yang dilakukan dengan Deviation from Linearity. Berdasarkan tabel di atas ditunjukkan hasil uji linearitas pretest dan posttest memperoleh signifikasi 0,907
> 0,05 yang dapat disimpulkan bahwa skor pretest dan posttest model pembelajaran Student Teams Achievement Division memiliki hubungan linear.
4.2.2 Uji Ancova
Berdasarkan hasil uji prasyarat ( uji normalitas, uji homogenitas, dan uji linear ) yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa data berdistribusi normal, homogen, dan linear. Berikutnya melakukan uji prasyarat dengan melakukan analisis uji Ancova dengan berbantuan aplikasi SPSS 20.00 for Windows. Uji Ancova dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division terhadap hasil belajar matematika pada peserta didik sekolah dasar. Berikut ini adalah tabel hasil analisis uji Ancova.
Tabel. 11
Hasil Analisis Data menggunakan Uji Anova Descriptive Statistics
Dependent Variable: Posttest Model
Pembelajaran
Mean Std.
Deviation
N
STAD 80,0060 3,07752 10
NHT 85,2740 4,05510 10
Total 82,6400 4,42477 20
Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji Anova yang telah dilakukan pada model pembelajaran Numbered Heads Together dengan jumlah artikel 10 dengan rata-rata 85,2740. Sedangkan pada model pembelajaran Student Teams Achievement Division dengan jumlah artikel 10 mempunyai rata-rata 80,0060.
Sehingga terdapat perbedaan anatara model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division ditinjau dari hasil belajar matematika.
Model pembelajaran Numbered Heads Together hasilnya lebih tinggi dibandingan dengan model pembelajaran Student Teams Achievement Division.
4.2.3 Uji Hipotesis
Berdasarkan hasil uji Ancova kemudian dilakukan uji hipotesis. Uji hipotesis dilakukan untuk menentukan apakah hipotesis diterima atau ditolak. Berikut ini hipotesis penelitian ini :
Ho : tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division ditinjau dari peningkatan hasil belajar matematika peserta didik sekolah dasar.
Ha : terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division ditinjau dari peningkatan hasil belajar matematika peserta didik sekolah dasar.
Kriteria pengambilan keputusan adalah :
1. Menggunakan koefisien Sig. dengsn ketentuan :
a. Jika nilai Sig. Hitung (probabilitas) < 0,05 maka Ho ditolak.
b. Jika nilai Sig. hitung (probabilitas) > 0,05 maka Ho diterima.
2. Menggunakan koefisien thitung dengan ketentuan : a. Jika koefisien f hitung > f tabel maka Ho ditolak.
b. Jika koefisien f hitung < f tabel maka Ho diterima.
Berdasarkan hasil perhitungan hipotesis dengan menggunakan uji Ancova menggunakan Univariate yang menunjukkan bahwa nilai sigifikasinya sebesar 0,004 yang berarti kecil dari 0,05 (0,004 < 0,05). Dari uji Ancova menunjukkan F hitung > F tabel yaitu 10,704 > 3,38 dan signifikasinya 0,004 <0,05 yang menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang
signifikan dalam penggunaan model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division ditinjau dari hasil belajar matematika peseta didik sekolah dasar.
4.2.4 Effect Size
Effect Size (besaran efek) digunakan untuk menunjukkan perbedaan terstandar antara skor dari model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division. Effect Size merupakan satuan standar yang digunakan untuk membandingkan antara beberapa skala yang berbeda dan dapat dibandingkan antar beberapa penelitian dengan besaran sampel yang berbeda-beda. Effect Size yang dapat digunakan dalam penelitian ini adalah Cohen’s d, dapat diartikan sebagai semakin besar nilainya maka semakin besar perbedaan antara model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division. Berikut ini interpretasi Effect Size sebagai berikut :
Tabel. 12
Interpretasi Effect Size
Berikut ini adalah hasil analisis Effect Size yang dilakukan untuk melibatkan perbedaan pengaruh model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division.
Effect Size Interpretasi 0 < d < 0,2 Kecil
0,2 < d ≤ 0,5 Sedang
0,5 < d ≤ 0,8 Besar
d > 0,8 Sangat Besar
Tabel. 13
Hasil Uji Effect Size menggunakan Uji Ancova
Tests of Between-Subjects Effects Dependent Variable: Posttest
Source Type III Sum
of Squares
df Mean
Square
F Sig. Partial Eta Squared
Corrected Model 138,759a 1 138,759 10,709 ,004 ,373
Intercept 136587,392 1 136587,392 10541,217 ,000 ,998
Model_Pembelajara
n 138,759 1 138,759 10,709 ,004 ,373
Error 233,234 18 12,957
Total 136959,385 20
Corrected Total 371,993 19 a. R Squared = ,373 (Adjusted R Squared = ,338)
Berdasarkan dari tabel di atas melakukan uji Effect Size menggunakan uji Ancova pada model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division terdapat hasil yang tertera pada kolom Corrected Model yang diketahui Partial Eta Squared sebesar 0,373 dengan Sig. sebesar 0,004. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division memberikan pengaruh tergolong sedang terhadap hasil belajar matematika.
4.3 Pembahasan
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah tedapat peningkatan hasil belajar matematika diantara model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division. Penelitian ini termasuk penelitian meta analisis.
Pada tahap awal yang dilakukan dalam penelitian ini adalah merumuskan masalah dan mengumpulkan data penelitian melalui internet atau pencarian jurnal elektronik.
Berdasarkan hasil penelusuran oleh peneliti mendapatkan 20 artikel yang relevan.
Presentase rata – rata peningkatan hasil belajar matematika dengan model Numbered Heads Together dari skor terendah 13,88 % dan skor tertinggi sebesar 75,33 % dengan rata – rata sebesar 51,28 %. Presentase rata – rata hasil belajar matematika sebelum menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together adalah 20,49 %.
Presentase rata – rata hasil belajar matematika sesudah menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together sebesar 71, 77%.
Dalam persen rata – rata peningkatan hasil belajar matematika dengan model Student Teams Achievement Division dari skor terendah 17,39 % dan skor tertinggi sebesar 73,13
% dengan rata – rata sebesar 51,28 %. Presentase rata – rata hasil belajar matematika sebelum menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division adalah
24,58 %. Presentase rata – rata hasil belajar matematika sesudah menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together sebesar 80,00%.
Uji prasyarat model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Divison memiliki hasil normal, homogen, dan linear. Uji homogenitas menunjukkan bahwa data memiliki hasil homogen dilihat dari data pretest dari model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Divison menunjukkan Sig. 0,453> 0,05 sedangkan data posttest dari model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Divison menunjukkan Sig.
0,09 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Divison berdistribusi homogeny. Uji normalitas menggunakan teknik Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa nilai signifikasi
>0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Divison berdistribusi normal. Uji lineritas pretest dan posttest menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together memperoleh signifikasi sebesar 0,206 > 0,05 yang dapat disimpulkan bahwa pretest dan posttest menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together memiliki hubungan yang linear. Uji lineritas pretest dan posttest menggunakan model pembelajaran Student Teams Divison memperoleh signifikasi sebesar 0,920 > 0,05 yang dapat disimpulkan bahwa pretest dan posttest menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division memiliki hubungan yang linear.
Uji Anova pada model pembelajaran Numbered Heads Together rata – rata 10 artikel yang didapat 85,2740. Sedangkan Uji Anova pada model pembelajaran Student Teams Achievement Division pada 10 artikel yang didapat 80,0060. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division dengan hasil yang lebih tinggi adalah Numbered Heads Together.
Uji Hipotesis pada kedua model pembelajaran yaitu Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division dengan menggunakan uji Ancova Univariate menyimpulkan bahwa nilai signifikansinya 0,004 < 0,05. Pada uji Ancova menunjukkan Fhitung > Ftabel dan signifikasinya 0,004<0,05 yang menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam penggunaan model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division dalam hasil belajar matematika.
Uji Effect Size menggunakan Uji Ancova pada model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division terdapat hasil signifikan pada kolom Corrected Model yang diketahui Partial Eta Squared sebesar 0,373 dengan Sig. sebesar 0,004. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division memberikan peningkatan tergolong sedang terhadap hasil belajar matematika.
Penelitian yang digunakan dengan memakai model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division ditinjau dari hasil belajar matematika. Kedua model pembelajaran tersebut menggunakan metode yang hampir sama dengan mengajarkan berkerja bersama kelompok. Hal ini berpengaruh terhadap kemampuan kerja sama berkelompok.
Model pembelajaran Numbered Heads Together memberikan model pembelajaran yang perlakuan terhadap peserta didik untuk dapat diatur dengan cara pemberian nomor disetiap kelompok dan mengerjakan tugas secara bersama didalam kelompok. Setelah bertugas didalam kelompok kemudian masing-masing peserta didik akan mepresentasikan jawabannya.
Model pembelajaran Student Teams Achievement Division tidak jauh berbeda dari model pembelajaran Numbered Heads Together dalam model ini guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menyajika informasi pembelajaran. Setelah itu peserta didik diberikan kesempatan untuk berkelompok berdiskusi dan bekerja sama dalam kelompok setelah bekerja peserta didik diminta untuk memberi evaluasi dalam kelompok.
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu referensi guru untuk menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together dan Student Teams Achievement Division terhadap hasil belajar mata pelajaran matematika agar peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok guna menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru secara bersama-sama. Kedua model pembelajaran tersebut memiliki pengaruh walaupun keduanya memiliki perbedaan aspek. Pengaruh dari kedua model pembelajaran dibuktikan dengan adanya pretest dan posttest setelah diberikan perlakuan dari kedua model pembelajaran tersebut.