• Tidak ada hasil yang ditemukan

OLEH: TRI WAHYUNI ISMOYOWATI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "OLEH: TRI WAHYUNI ISMOYOWATI"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

OLEH: TRI WAHYUNI ISMOYOWATI

(2)

WHO → Tahun 2013 meningkat 50%

Amerika → Meningkat 20-25%/ th → 66% Hemodialisa USRDS Annual Data Report (2015),

Riskesda, 2013

Tahun 2015; 929 pasien, Tahun

2016: 1105

Bulan Desember 2016

: 112 pasien

Fallon (2006), Cukor (2007)

Harwood et al (2008), Faker (2009)

dalam Slametiningsih (2012) RS Sint Carolus

Peran Perawat : fasilitator dalam meningkatkan Adaptasi

Teori Adaptasi

Angka mortalitas meningkat

Indonesia → Peringkat 10 Penyakit tidak menular

Wawancara : dari 5 pasien → 3 cemas, 2 pasrah dgn Kondisi,

Gangguan Psikososial Gagal Ginjal Kronis

Kecemasan & Self Efficacy

Acceptence and Commitment Therapy

Hayes (2005), Montgomery (2011), Widuri (2012), Bahar (2015), Saedy

(2015), Moazzezi (2015).

Proses Adaptasi

(3)

 →

Definisi→ terapi dengan strategi penerimaan dan kesadaran dalam menghadapi perubahan perilaku pada

masalah psikososial.

Prinsip ACT (Hayes, 2006) 1. Acceptace

2. Cognitive defusion 3. Being Present

4. Self as a contex 5. Values

6. Commited Action

Prosedur ACT:

1. Bahar (2015) → 8 Sesi (Pengenalan, Menilai masalah, kontrol hal negatif.

Memisahkan nilai buruk, Membangun kepercayaan, Nilai & evaluasi, solusi, kesimpulan.

2. Hayes (2005) dalam Widuri (2012) → Identifikasi masalah, identifikasi nilai, berlatih menerima kejadian,

Komitmen.

Indikasi terapi ACT :

1. Gangguan psikososial

(ketidakberdayaan, cemas, depresi (Freeman, 2004).

2. Gangguan pola kebiasaanm psikotik, cemas, deprsi (Hayes, 2010).

(4)
(5)

Populasi pasien GGK yang menjalani Hemodialisa RS

Sint Carolus.

Sampel frame kriteria inklusi

Sampel 99 responden

Kelompok Intervensi I ACT 75 responden

Kelompok kontrol : 24 responden

Bersedia menjadi responden, usia 18 – 65 tahun, Mampu membaca dan menulis, diagnosa medis GGK yang menjalani Hemodialisa 2/3 x/minggu, kooperatif, Tidak menjalani transplantasi ginjal Tidak mendapatkan terapi antidepresan

Menjalani terapi HDlebih dari 6 bulan

(6)

membina hubungan saling percaya, penjelasan

Sesi 1:

prosedur dan tujuan terapi, identifikasi data pasien, Pre test, identifikasi kondisi saat ini

sesuai dengan 6 prinsip ACT

Sesi 2:

Fokus dan hadir penuh saat terapi, terapi ikhlas, mengurangi penolakan terhadap

pikiran atau pengalaman yanag tidak menyenangkan

Sesi 3 :

1. Menetapkan nilai menggunakan diagram “Wheel of Live

2. Memilih salah satu perilaku yang dilakukan akibat dari pikiran dan perasaan yang timbul terkait kejadian tidak menyenangkan

3. Mengatasi perilaku yang kurang baik yang sedang dipilih

4. Berkomitmen dan bertanggung jawab terhadap nilai

Post Test

Evaluasi atau post test dilakukan empat minggu dari selesainya sesi

3

(7)

Distribusi Frekuensi Usia

Penelitian Arora (2012) → penderita GGK diderita mulai usia 22 tahun

Giatno, 2010 → GGK 60% adalah usia dewasa dan lansia

Penelitian Lebov et al., (2015)

Penelitian Amoako, Laryea, Bedu-Addo, Andoh, & Awuku (2014) →rata-rata pasien yang didiagnosa GGK adalah pada usia 40-49 tahun.

Chudek et al., (2014) → usia lanjut → penurunan GFR sampai dengan < 60 ml/min/1,73 m2

Black and Hawks (2014) → Prevalensi GGK ↑ lanjut usia → Peny degeneratif: diabetes melitus, hipertensi

Smeltzer dan Bare (2012) → hilangnya elastisitas jaringan ikat & ↓ relaksasi otot polos pembuluh darah

0 10 20 30 40 50 60 70

Dewasa (26-45 th) Lansia (> 45 th) 34%

66% 0

5 10 15 20 25 30 35 40 45

Usia 30-39 th Usia 40-70 th 32%

42%

(8)

Hasil penelitian ini

Penelitian Aorora (2012)→ sebagian besar penderita GGK : laki-laki

Faktor yg mempengaruhi :

merokok, alkohol dan minuman suplemen

Smeltzer & Bare (2012)

→ ↑laki-laki : a.

Pembesaran prostat

terjadinya

obstruksi dan infeksi

→ penurunan

fungsi ginjal.

b.

Batu renal

pengendapan zat pembentuk batu

Penelitian Amoako et al (2014)

F

aktor yg mempengaruhi : hipertensi dan merokok Amoako et al (2014)

Sibinger dan Neugarten (2014)→↑laki- laki, karena wanita memiliki hormon estrogen : antiokesidan yg melindungi kegiatan hemodinamik glomerolus

0 10 20 30 40 50 60 70

Perempuan Laki-laki

32,2%

67,7%

0 10 20 30 40 50 60 70

Laki-laki perempuan

64,5%

35,5%

(9)

 Hasil penelitian ini

 Yuliaw (2009)→ penderita GGK yang memiliki

pendidikan lebih tinggi → mengontrol diri → mudah memahami tentang anjuran atau edukasi dari petugas kesehatan

Anees et al., (2014) →

pendidikan yang tinggi → mengidentifikasi stresor

0 5 10 15 20 25 30 35 40 45

Rendah (SD,SMP) Menengah (SMA) Tinggi (Doploma,S1,S2) 10,1%

44,4% 45,4%

(10)

 Hasil penelitian ini

Amoako et al., (2014)→ sepertiga pasien yang didiagnosa GGK

harus berhenti bekerja

implikasi yang cukup mengkhawatirkan bagi

kesejahteraan sosial ekonomi individu dan keluarga.

Black and Hawks (2014) →

 penurunan produksi sel darah merah → lemas, kelelahan dan intoleransi terhadap aktivitas

→ penurunan aktivitas dan produktifitas

 Secara Psikologis :

hemodialisa seumur hidup → stres → penurunan kekuatan ,kurang mengontrol penyakit dan pengobatan → Perasaan ini menjadi beban keluarga

0 10 20 30 40 50 60

Tidak Bekerja Bekerja

56,6%

43,4%

(11)

 Pre Test Post Test

0 5 10 15 20 25 30 35

Normal Ansietas Ringan

Ansietas Sedang

Ansietas Berat 32,4% 35,1%

29,7%

2,7%

0 10 20 30 40 50 60 70 80

Normal Ansietas Ringan

Ansietas Sedang

Ansietas Berat 77%

20,3%

2,7% 0

(12)

Hmwe, Subramanian, Tan, & Chong (2015)→ 52%pasien yang menjalani

Hemodialisa menunjukan

kecemasan→perlunya intervensi untuk mengatasi masalah psikologi

Hmwe et al., (2015)→ACT signifikan berpengaruh terhadap penurunan

kecemasan dengan p value=

0,001→mempengaruhi neurotransmitter dan fungsi

hormon

Klang, Bjorvey, Bergkud, Sundsest &

Clyne (2009)→pasien GGK yang mendapatkan intervensi ACT → motivasi yang lebih baik, mampu melakukan aktivitas dan memiliki tingkat kecemasan yang lebih ringan responden untuk terlibat aktif

→ hasil mekanisme adaptif

ACT→meningkatkan aspek psikologi →dampak positif

→mempengaruhi neurotransmiter

→ perubahan sistem limbik→Asam Gamma-Aminobutirat→respon

relaksasi

(13)

 Pre Test Post Test

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

Self-Efficacy rendah Self-Efficacy tinggi 87,8%

12,2%

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

Self-Efficacy rendah Self-Efficacy tinggi 19%

81%

(14)

setelah intervensi → mayoritas responden sebanyak 67 orang (67,7%)

memiliki Self-Efficacy yang tinggi

Penelitian Kott (2008)→ Self- Efficacy yang tinggi → mendorong

proses kontrol diri untuk mempertahankan perilaku yang

dibutuhkan dalam mengelola perawatan diri pada pasien GGK

Conner & Norman (2005) dalam (Akin, 2009)→ peningkatan tingkat Self-Efficacy

memiliki pengaruh yang positif pada perilaku kesehatan, mengontrol gejala, kepatuhan terhadap pengobatan, gejala

fisik dan psikologi dan kualitas hidup teori adaptasi Roy → Pasien GGK akan

melewati fase beradaptasi berdampak terhadap penurunan aktifitas, istirahat,

perubahan perilaku →ACT merupakan terapi yang membantu pasien

beradaptasi secara fisiologis dan psikososial

self-efficacy berhubungan dengan kepatuhan terhadap pengobatan,

perilaku sehat, dan penurunan masalah psikologis (Rawlins,

William & Beck, 2013).

(15)

Mayoritas responden ikut berperan aktif dalam intervensi ACT, responden merupakan pasien yang telah menjalani terapi hemodialisa

lebih dari 6 bulan

ACT merupakan terapi yang menitikberatkan pada interaksi

dalam bentuk komunikasi, kepercayaan dan membuat komitmen bersama antara terapis

dengan pasien

Mayoritas responden memiliki koping individu yang baik sehingga Self-efficacy

meningkat setelah dilakukan ACT penderita dengan hemodialisis yang

mempunyai self-efficacy yang tinggi mampu untuk mengontrol perilaku perilaku sehat mereka, dan mampu

untuk mengembalikan kontrol perilaku sehat mereka setelah terjadinya kemunduran dalam

perilaku sehat mereka

(16)

Uji Hasil Uji Kesimpulan Kelayakan

Model Fit

penurunan nilai -2 Log Likelihood

model dengan variabel independen memberikan akurasi yang baik untuk memprediksi

perubahan tingkat kecemasan dan Self-efficacy Keseluruhan

Model

nilai Chi-Square = 0,977 dan 0, 651

Intervensi ACT memiliki model penelitian yang layak digunakan untuk memprediksi kecemasan dan Self-efficacy

Pseudo R-Square

Cox and Snell sebesar 0,25 dan 0,255

variabel independen memberikan kontribusi terhadap variabel kecemasan sebesar 25% dan self fficacy 25,5%

Parameters Estimates

a. Usia = 0,034, /0,200 b. Pekerjaan= 0,031/ 0,163 c. Jenis Kelamin= 0,162/ 0,659 d. Pendidikan = 0,924/ 0,732 e. Intervensi ACT = 0,000

Intervensi ACT, usia dan pekerjaan memberikan pengaruh perubahan kecemasan.

Intervensi ACT pengaruh perubahan Self- efficacy

Uji Paralel Lines

p=0,000 (<0,05) Variabel independen secara bersama-sama mempengaruhi tingkat kecemasan dan Self- efficacy

(17)

Nilai Odds Ratio variabel-variabel predictor terhadap penurunan Kecemasan

0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4

Kelompok

Intervensi/kontrol Usia Lanjut/Dewasa

Pendidikan

Tinggi/Rendah Bekerja/Tidak

Bekerja Perempuan/Laki-laki

3

4

0,3

2,9

2,4

(18)

Nilai Odds Ratio variabel-variabel predictor terhadap peningkatan Self-Efficacy

0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1.8

2 2 2,02 2 2

1

(19)

Praktek Keperawatan kontribusi bagi pengembangan

praktik keperawatan mandiri dalam memberikan terapi non

farmakologis

Pendidikan Keperawatan intervensi mandiri keperawatan

yaitu Acceptance and

Commitment Therapy (ACT) bagi pasien yang menggalami

gangguan psikososial

Bagi Penelitian Keperawatan penelitian lanjutan dengan variabel dependen gangguan psikososial lainnya antara lain pengaruh ACT terhadap tingkat

depresi, gangguan pola kebiasaan, nyeri

dan lain sebagainya

(20)

• mayoritas 66,7% usia lansia, 67,7% laki-laki, 45,4%

memiliki tingkat pendidikan tinggi, 56,6% tidak bekerja.

• hasil uji beda berpasangan dan independen

menunjukan ada perubahan kecemasan dan Self Efficacy dengan p=0.000.

• intervensi ACT pengaruh terhadap perubahan kecemasan sebesar 25% dan 25,5%, Self Efficacy

Kesimpulan

• Praktik Keperawatan : ACT secara statistic berpengaruh terhadap perubahan kecemasan dan Self-Efficacy

• Pendidikan Keperawatan : ACT dapat dimasukkan dalam mata ajaran terkait dengan terapi non farmakologis

• Penelitian Keperawatan : penelitian lanjutan untuk menyempurnakan dan memperdalam penelitian dengan memodifikasi variabel dependen dan confounding

Saran

(21)

Matur nuwun...

Referensi

Dokumen terkait

komunitas yaitu cerminan dan kesadaran kritis, membangun identitas komunitas, tindakan representasi dan politis, praktek yang berhubungan dengan budaya, asosiasi

Pada Simulasi numerik, akan dihitung jumlah iterasi, orde konvergensi secara komputasi dan nilai galat mutlak dari metode baru (MMC4) yang diberikan pada Persamaan (15), dan

Otot lurik, atau yang dikenal juga dengan nama otot rangka tak lain adalah jaringan yang menempel pada bagian rangka tubuh hewan atau manusia dimana

Tujuan dari penulisan ini adalah mengkaji tentang keterkaitan antara matematika dan budaya khususnya rumah adat Palembang yaitu rumah Limas dimana

Permasalahan yang terjadi yaitu stok asam semut yang banyak dan bahan baku lateks untuk produksi hanya sedikit menyebabkan menumpuknya bahan baku asam semut serta serta

3.1 Mengenal teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia

Tabel I.4 Data Jumlah Pegawai Bagian Lapangan yang Mengalami Kecelakaan Kerja Tahun 2014–2016 Pada PT.PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Bangka

Berdasarkan uraian tersebut maka peneliti mempunyai gagasan untuk mengadakan penelitian tentang adakah korelasi kecerdasan spiritual dengan motivasi belajar siswa pada