• Tidak ada hasil yang ditemukan

Putusan Mahkamah Agung Nomor : 265/B/PK/PJK/2012

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Putusan Mahkamah Agung Nomor : 265/B/PK/PJK/2012"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PUTUSAN

Nomor 265/B/PK/PJK/2012

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG

memeriksa perkara Pajak dalam peninjauan kembali telah mengambil putusan sebagai berikut dalam perkara :

PT. ABC, berkedudukan di Jl. Raya Perjuangan No. XX, Gd. Astra Graha, Jakarta Barat, dalam hal ini diwakili oleh DEF, selaku Direktur.

Pemohon Peninjauan Kembali dahulu Pemohon Banding;

melawan

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI, beralamat di Jl. Ahmad Yani-By Pass, Jakarta Timur 13230.

Termohon Peninjauan Kembali dahulu Terbanding;

Mahkamah Agung tersebut ;

Membaca surat - surat yang bersangkutan ;

Menimbang, bahwa dari surat-surat yang bersangkutan ternyata Pemohon Peninjauan Kembali dahulu sebagai Pemohon Banding telah mengajukan permohonan peninjauan kembali terhadap putusan Pengadilan Pajak tanggal 12 April 2010 No.

Putusan 23066/PP/M.VI/19/2010 yang telah berkekuatan hukum tetap, dalam perkaranya melawan Termohon Peninjauan Kembali dahulu Terbanding dengan posita perkara sebagai berikut :

A. SEGI FORMAL

1. Pengajuan Banding :

Bahwa Surat Keputusan Terbanding Nomor : KEP-5128/KPU.01/2008 diterbitkan tanggal 10 Oktober 2008 disampaikan oleh Terbanding pada tanggal 10 Oktober 2008;

2. Bahwa mengenai ketentuan Pasal 36 ayat (4) Undang-Undang Nomor14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak;

B. SEGI MATERIAL

Bahwa yang menjadi pokok sengketa dalam perkara banding ini adalah mengenai Surat Keputusan Terbanding Nomor : KEP-5128/KPU.01/2008 diterbitkan tanggal 10 Oktober 2008 tentang Penetapan Keberatan Pemohon Banding terhadap Surat Pemberitahuan Kekurangan Pembayaran Bea Masuk, Cukai, Denda Administrasi dan Pajak Dalam Rangka Impor (SPKPBM) Nomor 022594/NOTUL/KPU-TP/BD.02/2008 tanggal 05 Agustus 2008 yang tidak Pemohon Banding setuju;

Bahwa dengan diterbitkannya SPKPBM tersebut Pemohon Banding merasa keberatan dengan alasan sebagai berikut :

a. Bahwa SPKPBM tersebut tidak benar-benar karena dilakukan berdasarkan perkiraan/asumsi tanpa memperhatikan bukti-bukti yang disampaikan olehPemohon Banding;

b. Bahwa Pemohon Banding keberatan atas Surat Keputusan Terbanding Nomor : KEP-5128/KPU.01/2008 diterbitkan tanggal 10 Oktober 2008, sebab tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya;

c. Bahwa harga yang ditetapkan oleh Terbanding tidak sesuai dengan harga transaksi yang Pemohon Banding beritahukan dalam PIB;

d. Bahwa import barang yang Pemohon Banding lakukan telah sesuai tertera pada invoice;

e. Bahwa Jenis Barang yang dilaporkan dalam PIB Nomor : 253124 adalah berupa Polyol Polyurethane 2025 SG, Negara asal Singapore;

f. Bahwa nilai harga CIF SGD 164,000.00;

(2)

g. Bahwa bukti-bukti yang Pemohon Banding sampaikan atas transaksi tersebut telah akurat dan benar sehingga tidak seharusnya menerbitkan SPKPBM Nomor : 022594/NOTUL/KPU-TP/BD.02/2008 tanggal 05 Agustus2008;

Menimbang, bahwa amar putusan Pengadilan Pajak tanggal 12 April 2010 No. Putusan 23066/PP/M.VI/19/2010 yang telah berkekuatan tetap tersebut adalah sebagai berikut :

Menolak permohonan banding Pemohon Banding terhadap Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor : KEP- 5128/KPU.01/2008 tanggal 10 Oktober 2008 tentang Penetapan atas Keberatan PT. ABC terhadap Surat Pemberitahuan Kekurangan Pembayaran Bea Masuk, Cukai, Denda Administrasi dan Pajak Dalam Rangka Impor (SPKPBM) Nomor : S- 022594/NOTUL/KPU.TP/BD.02/2008 tanggal 05 Agustus 2008, atas nama : PT. ABC, NPWP : 0X.0XX.XXX.X-0XX.000, alamat Jl. Raya Perjuangan No. XX, Gd. Astra Graha Jakarta Barat, sehingga nilai pabean atas importasi 800 Drums = 183.120 Kg Polyol Polyurethane 2025SG (Polyurethane Chemical) negara asal Singapore ditetapkan sesuai dengan Keputusan

Terbanding Nomor : KEP-5128/KPU.01/ 2008 tanggal 10 Oktober 2008 dengan penetapan nilai pabean sebesar CIF SGD 396,480.00;

Menimbang, bahwa sesudah putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap yaitu putusan Pengadilan Pajak tanggal 12 April 2010 No. Put-23066/PP/M.VI/19/2010 diberitahukan kepada Pemohon Peninjauan Kembali dahulu Pemohon Banding pada tanggal 7 Mei 2010, kemudian terhadapnya oleh Pemohon Peninjauan Kembali dahulu Pemohon Banding diajukan permohonan peninjauan kembali secara tertulis di Kepaniteraan Pengadilan Pajak pada tanggal 19 Juli 2010, sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Peninjauan Kembali No. TMAPK-015/SP.51/X/2010 dengan disertai alasan-alasannya yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Pajak tersebut pada tanggal 19 Juli 2010;

Menimbang, bahwa tentang permohonan peninjauan kembali a quo beserta alasan-alasannya ternyata didalam berkas perkara tidak ditemukan adanya akta pemberitahuan permohonan peninjauan kembali dan penyerahan memori peninjauan kembali kepada pihak lawan yang seharusnya dilakukan oleh Pengadilan Pajak, akan tetapi karena permohonan peninjauan kembali dan penyerahan memori penyerahan kembali, diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan dalam undang- undang, maka oleh karena itu permohonan peninjauan kembali tersebut secara formal dapat diterima;

ALASAN PENINJAUAN KEMBALI

Menimbang, bahwa Pemohon Peninjauan Kembali telah mengajukan alasan-alasan peninjauan kembali yang pada pokoknya berbunyi sebagai berikut :

A. Pasal 48 Undang-Undang No. 14 Tahun 2002, Tentang Pengadilan Pajak (UU Pengadilan Pajak) dengan tegas menyatakan :

(1) Majelis/Hakim Tunggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47 sudah mulai bersidang dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak tanggal diterima Surat Banding.

(2) Dalam hal gugatan Majelis/Hakim Tunggal sudah memulai sidang dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan sejak tanggal diterima Surat Gugatan. Surat Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai No : KEP-5128/KPU.01/2008 diterbitkan tanggal 10 Oktober 2008 sedangkan Surat Banding Pemohon Peninjauan Kembali No. : 010/ARI/Banding/2008 tanggal 19 November 2008, diterima Sekretariat Pengadilan Pajak pada hari Kamis tanggal 20 November 2008. sedangkan Surat Banding baru disidang pada tanggal 9 November 2009 seharusnya Surat Banding mulai bersidang tanggal 19 Mei 2009, dengan demikian tidak memenuhi ketentuan Pasal 48 ayat (1) Undang-Undang Pengadilan Pajak olehsebab itu batal demi hukum.

(3)

B. Pasal 81 Undang-Undang No. 14 Tahun 2002, Tentang Pengadilan Pajak dengan tegas menyatakan:

(1) Putusan pemeriksaan dengan acara biasa atas Banding diambil dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak Surat Banding diterima.

(2) Putusan Pemeriksaan dengan acara biasa atas gugatan diambil dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak gugatan diterima.

Penjelasan Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Pengadilan Pajak menyebutkan:

Penghitungan jangka waktu 12 (dua belas) bulan dalam pengambilan putusan dapat diberikan contoh sebagai berikut:

Banding diterima tanggal 5 April 2002, putusan harus diambil selambat-lambatnya 4 April 2003. Ayat (2) Cukup jelas :

Banding Pemohon Peninjauan Kembali No. : 010/ARI/Banding/2008 tanggal 19 November 2008, diterima Sekretariat Pengadilan Pajak pada hari Kamis tanggal 20 November 2008. sedangkan Surat Banding baru diputus pada tanggal 12 April 2010 seharusnya putusan harus diambil pada tanggal 19 November 2009 dengan demikian tidak memenuhi ketentuan Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Pengadilan Pajak oleh sebab itu batal demi hukum;

C. Bahwa yang menjadi pokok sengketa dalam Peninjauan Kembali ini adalah penetapan nilai pabean atas PIB No : 253124 tanggal 29 Juli 2008 atas importasi Polyol Polyurethane 2025SG Negara asal Singapore dengan total nilai pabean sebesar CIF SGD 164.000,00 yang ditetapkan nilai pabeannya oleh Termohon Peninjauan Kembali semula Terbanding sebesar CIF SGD 395.480.00, sehingga Pemohon Peninjauan Kembali diharuskan membayar kekurangan pembayaran berupa denda dan pajak dalam rangka impor sebesar Rp1.071.621.538,00;

Menurut Termohon Peninjauan Kembali :

Harga yang diberitahukan tidak wajar. Sebagai tindak lanjut pengajuan keberatan telah dilakukan penelitian terhadap ketentuan nilai transaksi dasar penetapan SPKPBM dan data pendukung lainnya;

Bahwa berdasarkan dokumen pemberitahuan impor, jenis barang adalah Polyol Polyrethane 2025 SG, namun berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Fisik barang kedapatan jenis barang 2025 SG Polyether polyol merk : LUPRANOL;

Bahwa telah dilakukan penelitian mendalam dengan melaksanakan audit kepaeanan dan berdasarkan Nota Dinas Kepala Bidang Audit Nomor: ND-907/KPU.01/BD.10/2008 tanggal 16 September 2008 disampaikan bahwa sesuai Laporan Hasil Audit No : LHA-638/KPU.01/BD.10/BH/2008 tanggal 16 September 2008 disimpulkan tim audit tidak dapat diyakini kebenarannya;

Bahwa berdasarkan kesimpulan di atas, harga yang diberitahukan tidak dapat diyakini kebenarannya dan penetapan nilai pabean menggunakan metode II sampai dengan Metode VI sesuai hirarki penggunaanya;

Bahwa berdasarkan uraian tersebut di atas, disimpulkan bahwa nilai pabean dalam PIB Nomor 253124 tanggal 29 Juli 2008 ditetapkan menggunakan Metode VI yaitu sebesar CIF SGD 396.480,00;

Menurut Pemohon Peninjauan Kembali:

Bahwa SPKPBM tersebut tidak benar karena dilakukan berdasarkan perkiraan/asumsi tanpa memperhatikan bukti-bukti yang disampaikan oleh Pemohon Peninjauan Kembali semula Pemohon Banding;

Pemohon Peninjauan Kembali keberatan atas Surat Keputusan Termohon Peninjauan Kembali semula Terbanding No : KEP- 5128/KPU.01/2008 diterbitkan tanggal 10 Oktober 2008, sebab tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya;

Jenis Barang : Polyol polyurethane 2025SG

Negara Asal : Singapore

Nilai Pabean : CIF SGD 164,000.00

Pemohon Peninjauan Kembali berpendirian sama sebagaimana dilaporkan dalam PIB jenis barang Polyol Polyurethane dengan nilai pabean CIF SGD 164.000.00;

Menurut Majelis:

Bahwa berdasarkan pemeriksaan atas berkas banding, diperoleh petunjuk Pemohon Peninjauan Kembali sesuai dengan PIB No : 25124 tanggal 29 Juli yang diberitahukan pada Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok telah

melakukan importasi 800 Drums = 183.120 Kg Polyol Polyurethane 2025 SG (Polyurethane Chemical) dengan negara asal Singapore dengan nilai total pabean yang diberitahukan Sebesar CIF SGD 164.000,00 yang ditetapkan nilai pabeannya oleh

(4)

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok dan dikuatkan dengan Keputusan Termohon Peninjauan Kembali No : KEP-5128/KPU.01/2008 tanggal 10 Oktober 2008 menjadi sebesar CIF SGD 396.480.00;

Bahwa dalam bagian menimbang, huruf c, f, dan g Keputusan Termohon Peninjauan Kembali Nomor KEP-5128/KPU.01/2008 tanggal 10 Oktober 2008 disebutkan:

“huruf e"

Bahwa berdasarkan dokumen pemberitahuan impor jenis barang adalah Polyol Polyurethane 2025SG namun berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Fisik Barang kedapan jenis barang adalah 2025SG Polyurethane 2025SG namun berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Fisik Barang kedapatan jenis barang adalah 2025SG Polyol mark: LUPRANOL;

“huruf f"

Bahwa telah dilakukan penelitian mendalam dengan melaksanakan audit kepabeanan dan berdasarkan Nota Dinas Kepala Bidang Audit Nomor: ND-097/KPU.01/BD.10/2008 tanggal 16 September 2008 disampaikan bahwa sesuai Laporan Hasil Audit No : LHA-638/KPU.01/ BD.10/BH/2008 tanggal 16 September 2008 disimpulkan tim audit tidak dapat meyakini atas kebenaran nilai pabean sebagai harga transaksi sehingga tidak dapat meyakini kebenaran nilai pabean sebagai harga transaksi sebagai Metode I tidak dapat diterapkan;

“huruf G"

Bahwa memperhatikan uraian penelitian tersebut di atas, maka harga yang di beritahukan dalam PIB No : 253124 tanggal 29 Juli 2008 tidak dapat diyakini kebenarannya dan Metode I tidak diterima. Selanjutnya nilai pabean ditetapkan Berdasarkan Metode II s.d VI sesuai hirarki penggunaannya;

Bahwa dari hasil penelitian Majelis atas data yang ada dalam berkas banding diperoleh petunjuk bahwa penetapan nilai pabean yang dilakukan oleh Pejabat Pemeriksa Dokumen pada Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok adalah berdasarkan Pasal 16 ayat (2) Undang-Undang No. 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan yang telah diubah dengan Undang- Undang No.17 Tahun 2006 yang menyatakan:

“Pejabat Bea dan Cukai dapat menetapkan nilai pabean impor untuk penghitungan bea masuk sebelum penyerahan pemberitahuan pabean atau dalam waktu 30 (tiga puluh ) hari sejak tanggal pemberitahuan;

Pada hal. Hal 10-16 dst...

Berdasarkan pemeriksaan Majelis atas Purchase Order No : 142102395/I tanggal 9 Juli 2008 diperoleh bahwa Pemohon Peninjauan Kembali memesan barang berupa 800 Drums = 183.120 Kg Polyol Polyurethane 2025SG (Polyurethane Chemical) kepada Bank GHI Pte.Ltd yang beralamat di Temasok Boulevard # 35-01 Sunter Tower One, Singapore 038987;

Penjelasan:

Penjelasan tentang jenis barang 2025SG Polyether Polyol merk LUPRANOL, bersama ini akan kami jelaskan hal-hal sebagai berikut: Polyurethane bisa dsingkat PU, adalah senyawa polimer yang terdiri dari rantai unit organic bergabung dengan (carbamate) link, Polyurethane terbentuk melalui langkah pertumbuhan polimerisasi dengan beraksi sebuah monomer yang mengandung setidaknya dua kelompok fungsional isosianat dengan monomer lain mengandung setidaknya dua hidroksil (alcohol) kelompok-kelompok di hadapan katalis;

Perintis polimer polyurethane dilakukan oleh Otto Bayer dan rekan-rekan kerjanya pada tahun 1937 di Laboratorium IG Farben di Leverkusen, Jerman. Mereka mengakui bahwa menggunakan prinsip polyaddition untuk memproduksi Polyurenthane dari diisocyanates cair dan polyether cair atau polyester diol;

Produksi komersial busa polyurethane fleksibel mulai tahun 1954, berdasarkan toluena diisocyanate dan polyester polyols.

Penemuan busa tersebut (awalnya disebut imitasi swiss keju oleh penemunya) adalah berikut dipakainya air dalam reaksi campuran bahan ini juga digunakan untuk menghasilkan busa kaku, permen karet, dan elastomer;

Secara komersil pertama kali ketersediaan polyether polyol, poli (tetramethyleneeter) glikol, diperkenalkan oleh DuPont pada tahun 1956 oleh proses polimerisasi.

Polyols polyether ini menawarkan keuntungan teknis dan komersil seperti biaya rendah, kemudahan penanganan, dan lebih

(5)

baik stabilitas hidrolitiknya; Pada Tahun 1960 lebih dari 45.000 ton busa polyurethane yang fleksibel diproduksi Rekasi kimia:

Polyurethane di kelas senyawa yang disebut reaksi polimer, yang mencakup epoxies, polester tak jenuh, dan phenolic. Sebuah hubungan reaksi uretaner dihasilkan oleh sebuah kelompok isosianat N=C=O dengan hidroksi (alkohol) grup-OH Polyurethane dihasilkan oleh reaksi polyaddition sebuah polyisocyanate dengan polyalcohol (polyol) dihadapan katalis dan aditif lainnya;

Secara komersial, komponen polyurethane terdiri cairan isoianat yang beraksi dengan cairan campuran polyols, katalis dan aditif lainnya.

Dua komponen ini disebut sebagai system polyurethane atau polyurethane A & B atau dapat juga disebut system saja;

Yang isosianat sering disebut di Amerika Utara sebagai A-side atau iso campuran aditif polyols sering disebut sebagai B-side atau sebagai poIy “poIyols"

"LUPRANOL" adalah salah satu nama untuk turunan polyether polyol yang diproduksi oleh BASF keterangan tambahan ada di leater tambahan;

Polyols di kimia polimer

Molekul yang mengandung dua kelompok hidroksil disebut diol, orang-orang dengan tiga kelompok hidroksil disebut triolset cetera. Dalam prakteknya, polyols dibedakan dari rantai pendek atau rendah rantai berat molekul glycol Extenders dan cross linker seperti ethylene glycol, 1, 4-butane diol, diethylene glikol gliserin, dan trimetylol propane. Polyols adalah polimer di kanan mereka sendiri. Mereka dibentuk oleh basis penambahannya dikatalisasi propilena oksida, etlen oksida ke hidroksil atau amina yang mengandung inisiator, atau oleh seorang polyesterification di-asam, seperti asam adipat. dengan glycoIs seperti etilen glycol atau dipropylene glikol.

Polyols diperluas dengan PO atau EO yang polether polyols. Polyols yang dibentuk oleh polyesterification adalah polyster polyols. Pilihan inisiator, extender, dan berat molekul polyols sangat mempengaruhi keadaan fisik, dan sifat fisik polimer polyurethane, karakteristik penting dari molekul polyols adalah tulang punggung struktur molekulnya, inisiator berat molekulnya, persentase dari kelompok hidroksil primer, fungsionaritas,dan viskositas;

Dalam kimia polimer, polyols adalah senyawa dengan beberapa kelompok fungsional hidroksil tersedia untuk reaksi organic, sebuah molekul dengan dua kelompok hidroksil adalah diol, satu dengan tiga adalah triol, satu dengan empat adalah tetrol dan seterusnya;

Kegunaan utama adalah sebagi polimer reaktan untuk membuat polimer lain, mereka dapat bereaksi dengan isocyanates untuk membuat system polyurethane, dan pengkonsumsian paling banyak adalah Polienther Polyols Monomerik Polyols seperti pentaeritriol, etilen glikol dan gliserin sering digunakan sebagai titik awal untuk polimer polyols.

Polyols alami seperti minyak jarak dan sukrosa juga dapat digunakan untuk membuat polimer sintetis polyols. Polimer rantai yang dibangun dari biasanya inisiator polyester polyether. Polyether polyols dibuat dengan bereaksi epoksida seperti etilen oksida atau propilen oksida dengan multifungsi inisiaor dalam kehadiran hexacyanocobaltate-t-butanol kompleks. Polyols polyether sekitar 90% digunakan sebagai bahan dasar ataupun campuran dari indrustri polimer yang digunakan polyols.

Industri Polyos polyether adalah terkonsentrasi, walaupun begitu jangkauannya kurang industri isoyanates yang cenderung memiliki proses manufaktur yang lebih cangih dan berbiaya modal yang jauh lebih besar.

Pertumbuhan terbesar pasar untuk polether polyols akan terus berada di Asia Timur (tidak termasuk Jepang, Republic Korea dan Taiwan), Tengah dan Eropa Timur, Afrika Timur, Afrika Tengah dan Amerika Tengah dan Selatan;

Poliether polyols dibentuk dari polimer siklik ether. Mereka biasanya diproduksi melalui proses polimerisasi oksida alkylene.

Mereka adalah polimer berat molekul tinggi yang memilik berbagai viskositas, Berbagai polyether polyols yang digunakan antara lain polyether glikol, polypropylene glycol dan polytetramethylehe glycol.Bahan ini umumnya digunakan ketika polyurethane yang diinginkan akan digunakan untuk membuat busa fleksibel termoset elastomer;

Polyols Polyeter dapat juga digunakan sebagai suatu komponen B dalam polyurethane. Mereka dapat diperoleh sebagai produk sampingan dari produk asam.

Terephthalic. Biasanya didasarkan pada asam karboksilat aromatic jenuh dan diol.

Turunan polester polyols dapat juga digunakan untuk busa polyurethane dan coating. Polyester polyols adalah komponen

(6)

bereaksi yang saat ini banyak digunakan untuk produksi polyurethane. Namun secara signifikan poleter polyols mempunyai biaya produksi yang jauh lebih rendah dan telah menggantikan polyester polyols;

Kegunaan:

Produk polyurethane ini memiliki banyak kegunaan lebih dari tiga perempat dari konsumsi global produk polyurethane dalam bentuk busa, dengan jenis fleksibel dan kaku yang kurang lebih sama dalam ukuran pasar. Biasanya selain busa, digunakan sebagai bahan-bahan campuran lainnya untuk : busa kain pelapis di belakang perkakas dan perabot rumah tangga dan mengisi dinding bagian dalam dari lemari pendingin/freezer, atau dibalik kertas, logam dan bahan permukaan lain dalam kasud isolasii termal panel di sector konstruksi Penggunaanya dalam aplikasi pakaian yang sedang berkembang misalnya dalam lapisan cangkir bra Penggunaanya dalam aplikasi pakaian yang sedang berkembang : misalnya dalam lapisan cangkir bra polyurethane juga digunakan untuk moldings yang menjadi kusen pintu, kolom, langkan, jendela header pediments,dll;

Polyurethane juga digunakan dalam industri konstruksi beton untuk menciptakan formaliners. Poliuretana langit-langit kubah dan bentuk-bentuk aneh lainnya akan lebih mudah untuk membuatnya dengan busa keras dibandingkan dengan kayu. PU biasanya juga digunakan sebagai isolator termal di banyak rumah tangga;

Polyurethane digunakan sebagai bahan lantai. Polyurethane selain digunakan untuk mengisi celah-celah sehingga udara dan air mencegah kebocoran dan biasanya digunakan dengan meletakan anorganik isolasi, seperti Rockwood atau keramik serat, untuk firestoping, Firestops dapat menghalangi asap.

PERTIMBANGAN HUKUM

Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan peninjauan kembali tersebut Mahkamah Agung berpendapat :

Bahwa alasan-alasan peninjauan kembali tersebut tidak dapat dibenarkan, karena pertimbangan hukum dan Putusan Pengadilan Pajak sudah tepat dan benar dan tidak bertentangan dengan undang-undang, yaitu oleh karena dokumendokumen impor dari Pemohon Banding/Pemohon Peninjauan Kembali tidak dapat dijadikan bukti pendukung importasi 2025SG Polyether Polyol merk LUPRANOL maka penetapan nilai Pabean oleh Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok

dikuatkan oleh Keputusan Termohon Peninjauan Kembali dengan penetapan nilai pabean sebesar CIF SGD 396,480.00, tetap dipertahankan.

Bahwa dengan demikian tidak terdapat putusan Pengadilan Pajak yang nyata-nyata tidak sesuai dengan ketentuan perundang- undangan sebagaimana diatur Pasal 91 huruf e Undang-Undang No. 14 Tahun 2002.

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas, maka permohonan peninjauan kembali yang diajukan oleh PT. ABC tersebut adalah tidak beralasan, sehingga harus ditolak ;

Menimbang, bahwa dengan ditolaknya permohonan peninjauan kembali, maka Pemohon Peninjauan Kembali dinyatakan sebagai pihak yang dikalahkan dan karenanya dihukum untuk membayar biaya perkara dalam peninjauan kembali ; Memperhatikan pasal-pasal dari Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan;

M E N G A D I L I :

Menolak permohonan peninjauan kembali dari Pemohon Peninjauan Kembali: PT. ABC tersebut ;

Menghukum Pemohon Peninjauan Kembali untuk membayar biaya perkara dalam peninjauan kembali ini sebesar Rp.

2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah) ;

Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Mahkamah Agung pada hari: Senin, tanggal 14 Januari 2013 oleh JKL, SH.MSc. Ketua Muda Pembinaan yang di tetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Majelis, Dr. MNO, SH.

(7)

M.Hum dan Dr. PQR, SH.MH.

Hakim-Hakim Agung sebagai Hakim-Hakim Anggota dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh Ketua Majelis beserta Hakim-Hakim Anggota tersebut dan dibantu oleh STU, SH.M.Hum. Panitera Pengganti dengan tidak dihadiri oleh para pihak ;

Anggota Majelis : ttd

Dr. MNO, SH. M.Hum ttd

Dr. PQR, SH.MH

Ketua Majelis : ttd JKL, SH.MSc

Panitera Pengganti : ttd

STU, SH.MHum

Biaya Peninjauan Kembali :

1. Meterai ...Rp. 6.000,- 2. Redaksi ...Rp. 5.000,- 3. Administrasi Peninjauan Kembali ...Rp. 2.489.000,- J u m l a h ...Rp. 2.500.000,-

Untuk Salinan Mahkamah Agung R.I

a.n. Panitera

Panitera Muda Tata Usaha Negara

VWX, SH.

NIP. XX0.000.XXX

Referensi

Dokumen terkait

2 Bahwa berkenaan dengan amar pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Pajak yang tertuang dalam Putusan Pengadilan Pajak Nomor Put.39906/ PP/M.XI/25/2012 tanggal 30 Agustus 2012,

Bahwa berdasarkan fakta yang ada dikaitkan dengan ketentuan yang berlaku sebagaimana disampaikan di atas, Pemohon Peninjauan Kembali (semula Terbanding) berpendapat bahwa

Bahwa berkenaan dengan amar pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Pajak yang tertuang dalam Putusan Pengadilan Pajak Nomor: Put.24384/PP/M.IV/16/2010 tanggal 30 Juni 2010 tersebut

Bahwa alasan-alasan permohonan Pemohon Peninjauan Kembali tidak dapat dibenarkan, karena pertimbangan hukum dan putusan Pengadilan Pajak yang menolak permohonan Banding Pemohon

dipertahankan oleh Majelis Hakim Pengadilan Pajak tidak dapat dibenarkan, karena setelah meneliti dan menguji kembali dalil-dalil yang diajukan dalam Memori Peninjauan Kembali

Menurut Majelis : bahwa yang menjadi pokok sengketa sesuai Surat Keputusan Nomor: KEP- 5712/KPU.01/2017 tanggal 29 Agustus 2017 adalah penetapan Terbanding atas nilai pabean

Menurut Terbanding: bahwa kesimpulan Terbanding, jenis barang yang diberitahukan sebagai 5 jenis Hot Rolled H Beam yang diberitahukan dengan PIB Nomor: 037851

Bahwa alasan-alasan permohonan Pemohon Peninjauan Kembali tidak dapat dibenarkan, karena putusan Pengadilan Pajak yang menyatakan mengabulkan sebagian Permohonan banding Pemohon