37
BAB 4
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Prosedur Produksi Campuran Aspal dengan Bahan Bakar Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Pengganti Bahan Bakar Solar pada Dryer di Asphalt Mixing Plant
Produksi campuran aspal dengan bahan bakar cangkang kelapa sawit sebagai pengganti bahan bakar solar pada dryer pernah dilakukan di Asphalt Mixing Plant milik PT Jatisono Multikonstruksi, Ngawi, Jawa Timur. Data proses tersebut digunakan untuk pendekatan proses produksi campuran aspal dengan bahan bakar cangkang kelapa sawit sebagai pengganti bahan bakar solar pada dryer Asphalt Mixing Plant milik PT. Selo Manunggal Sejati, Madiun, Jawa Timur. Durasi waktu total produksi dalam satu hari ditentukan oleh pesanan yang dilakukan oleh customer. Kapasitas produksi alat AMP adalah 1000 kg per batch dengan waktu proses per batch adalah +- 2 menit.
4.1.1 Persiapan Alat dan Bahan Produksi 4.1.1.1 Alat Produksi
Adapun alat-alat yang digunakan dalam proses produksi meliputi : A) Mesin Asphalt Mixing Plant kapasitas 60 ton/jam
B) Ketel storing aspal C) Wheel loader D) Gasifier
4.1.1.2 Komposisi Bahan
Bahan-bahan yang digunakan pada proses produksi yaitu:
A) Agregat
Agregat yang digunakan ditambang dari Kecamatan Sambit Ponorogo, Jawa Timur dan dikirimkan ke basecamp PT. Selo Manunggal Sejati untuk selanjutnya dihancurkan dengan mesin stone crusher.
B) Filler
Filler yang digunakan adalah portland cement yang didapat dengan cara membeli(semen) dari PT Holcim.
C) Aspal
Aspal yang digunakan adalah aspal curah pertamina pen 60/70 yang dikirim menggunakan tanki khusus aspal oleh PT. Pertamina.
D) Cangkang Kelapa Sawit
Cangkang kelapa sawit yang digunakan berupa bagian keras yang terdapat pada buah kelapa sawit yang berfungsi melindungi isi atau kernel dari buah sawit tersebut. Cangkang sawit ini didapatkan dari Sampit, Kalimantan Tengah yang menjadi pusat pengumpulan limbah cangkang kelapa sawit.
Harga per kilogram adalah Rp. 950,00. Pembelian sawit ini menggunakan peti kemas dengan kapasitas 20.000 kg.
4.1.2 Proses Produksi Campuran Aspal dengan Bahan Bakar Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Pengganti Bahan Bakar Solar Pada Dryer Berikut adalah proses produksi campuran aspal dengan bahan bakar kelapa sawit sebagai pengganti bahan bakar solar pada dryer AMP :
Gambar 4.1 Diagram Proses Produksi Campuran Aspal dengan Bahan Bakar Cangkang Kelapa Sawit
Persiapan Loading Pemanasan
Agregat
Pengayakan Agregat
Proses di hot bin sesuai dengan proporsi job mix
formula
Mixing
Pendistribusian
1. Menyiapkan peralatan produksi campuran aspal; AMP, wheel loader pembawa agregat, ketel storing aspal, gasifier.
Gambar 4.2 Wheel Loader
Gambar 4.3 Ketel Storing Aspal
Gambar 4.4 Gasifier Biomass Cangkang Kelapa Sawit
2. Memasukkan cangkang kelapa sawit ke gasifier menggunakan alat berat wheel loader dengan kapasitas per muatan 1,5 m3. Suhu cangkang kelapa sawit adalah suhu udara dengan kondisi kering (proses pemindahan +- 2 menit)
3. Memasukkan agregat dari stock ke cold bin menggunakan alat berat wheel loader dengan kapasitas per muatan 1,5 m3, suhu agregat adalah suhu udara.
(proses pemindahan+- 2,5 menit).
4. Di dalam cold bin dibagi menjadi empat fraksi;
Fraksi I atau BIN I (Course Agregat/CA) adalah agregat berukuran 10 - 20 mm.
Fraksi II atau BIN II(Medium Agregat/MA) adalah agregat berukuran 5- 10 mm.
Fraksi III atau BIN III (Fine Agregat/FA) adalah agregat berukuran <5 mm.
Fraksi IV adalah filler yaitu semen dan pasir.
5. Memasukkan agregat dari cold bin menggunakan conveyor ke dalam dryer untuk dipanaskan hingga suhu 160 oC. (proses conveyor+- 2 menit)
6. Masuk ke tabung pengumpul debu (dust collector) untuk membuang debu-debu yang terbawa dari stock agregat menuju cold bin.
7. Menggunakan elevator, agregat selanjutnya masuk ke Hot Screen untuk diayak, suhu agregat 160 oC. (proses elevator+- 2 menit)
8. Setelah diayak, agregat masuk ke Hot Bin yang juga terbagi ke dalam empat fraksi, suhu agregat menurun menjadi 155 oC. (proses di hot bin+- 2 menit) 9. Menyiapkan filler yang diambil dari wadah khusus(silo).
10. Menyiapkan aspal pen 60/70 dari ketel storing yang telah dipanaskan dua hari sebelum dilaksanakan proses mixing di AMP. (dipanaskan sampai 130oC) 11. Agregat dari Hot Bin ditimbang per fraksi sesuai dengan proporsi desain
campuran AC. (proses timbangan +-1 menit)
12. Agregat yang telah ditimbang dimasukkan ke dalam mixer, setelah tercampur merata lalu disemprotkan aspal pen 60/70 cair dengan suhu 130 oC. (proses di moxer +-1,75 menit)
13. Menuangkan campuran aspal ke dump truck.
Gambar 4.5 Proses Penuangan Campuran Aspal Ke Dump Truck 14. Siap didistribusikan.
4.2 Estimasi Harga Pokok Produksi Campuran Aspal dengan Bahan Bakar Cangkang Kelapa Sawit sebagai Pengganti Bahan Bakar Solar pada Dryer
4.2.1 Rincian Biaya
Rincian biaya pada proses produksi campuran aspal dengan bahan bakar cangkang kelapa sawit merupakan rincian seluruh biaya yang diperlukan, baik dalam persiapan alat dan bahan, proses operasional hingga proses pengemasan menjadi campuran aspal yang siap didistribusikan. Biaya-biaya yang diperlukan dalam proses produksi yaitu :
A) Biaya Pemakaian Bahan Baku
Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi adalah Agregat, Filler, Aspal Curah Pertamina 60/70, dan cangkang kelapa sawit .
Tabel 4.1 Harga Bahan Baku pada Proses Produksi Campuran Aspal
No Bahan Baku Harga
1
Agregat:
BIN I (Course Agregat) Rp. 218.200,00/m3 BIN II (Medium Agregat) Rp. 203.200,00/m3 BIN III (Fine Agregat) Rp. 138.200,00/m3
BIN IV (Filler) RP. 168.200,00/m3
2 Filler:
Semen Rp. 1.100,00/kg
3 Aspal Curah 60/70 Rp. 7.700,00/kg
4 Cangkang kelapa sawit Rp. 950,00/kg
5 Solar(Genset, pemanas ketel, Loader) Rp. 10.500,00/kg Sumber: Lampiran B
Proporsi campuran aspal yang digunakan didapat dari PT. Selo Manunggal Sejati yang telah memproduksi AC- WC dengan bahan bakar cangkang kelapa sawit pada Proyek Biting Ponorogo bulan September 2017.
Proses konversi harga agregat diperoleh dari data pengujian berat jenis agregat di lab yaitu;
• berat jenis CA(Course Agregat) /BIN I = 1,2 ton/m3,
• berat jenis MA(Medium Agregat)/BIN II = 1,2 ton/m3
• berat jenis FA (Fine Agregat) /BIN III = 1,2 ton/m3
• berat jenis filler semen/BIN IV = 3150 kg/m3
• berat jenis aspal = 1031 kg/m3
Harga aspal di dalam tabel sudah termasuk dalam ongkos kirim.
Tabel 4.2 Proporsi 1000 kg Campuran Hot Bin AC-WC dengan Bahan Bakar Cangkang Kelapa Sawit
No Hot Bin % Material Berat Material (kg)
Berat Kumulatif (kg) 1
2 3 4 5 6 7
Hot Bin I Hot Bin II Hot Bin III Hot Bin IV Filler Aspal Cangkang Kelapa Sawit
18,76 45,02 28,14
- 1,88
6,2 -
187,6 450,2 281,4 - 18,8 62 35
187,6 637,8 919,2 919,2 938 1000 1035 Sumber: Lampiran C
Pada campuran ini, bahan bakar cangkang kelapa sawit yang digunakan adalah sebagai bahan bakar pengganti pada dryer. Penggunaan bahan bakar solar untuk bahan bakar genset, pemanas ketel, pemanas dryer, dan loader yaitu sebanyak 4,4 liter per batch
Tabel 4.3 Biaya Pemakaian Bahan Baku pada Produksi 1000 kg (1 batch AMP) AC-WC Bahan Bakar Cangkang Kelapa Sawit
No Bahan Baku Harga/1000 kg
1
Agregat:
BIN I Rp 34.111,93
BIN II Rp 76.233,87
BIN III Rp 32.407,90
BIN IV 0
2 Filler:
Semen Rp 20.680,00
3 Aspal Curah 60/70 Rp 477.400,00 4 Cangkang kelapa sawit Rp 33.250,00 5 Solar(Genset, pemanas ketel,
Loader) Rp 46.200,00
6 Total Rp 720.283,70
B) Biaya Pemakaian Tenaga Kerja Langsung
Biaya tenaga kerja langsung meliputi gaji pokok, tunjangan, wearpack, pengobatan dan perawatan dan lain-lain. Jumlah pekerja untuk produksi campuran aspal standar di AMP per batch adalah 9 orang dengan rincian: 1 operator AMP, 1 asisten operator AMP, 2 operator aspal, 4 tenaga bantu di cold bin, dan 1 operator wheel loader. Sedangkan jumlah pekerja AC dengan bahan bakar cangkang kelapa sawit per batch adalah 10 orang dengan rincian: 9 pekerja ditambah 1 pekerja sebagai operator gasifier cangkang kelapa sawit.
Biaya tenaga kerja langsung ditampilkan pada tabel 4.4.
Tabel 4.4 Biaya Tenaga Kerja Langsung pada Produksi 1000 kg (1 batch AMP) AC-WC Bahan Bakar Cangkang Kelapa Sawit
No Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya (Rp)
1 Gaji Pokok Rp. 252,60,00
2 Pengobatan dan Perawatan Rp. 77,12 3 Alat Pelindung Diri Rp. 9,58
Perhitungan komponen biaya tenaga kerja langsung produksi 1000 kg (1 batch AMP) AC-WC bahan bakar cangkang kelapa sawit ditampilkan pada tabel berikut ini
Tabel 4.5 Tabulasi Perhitungan Komponen Biaya Tenaga Kerja Langsung Produksi 1000 kg (1 batch AMP) AC-WC Bahan Bakar Cangkang Kelapa Sawit
No Komponen Satuan Keterangan Perhitungan
(Rp)
a b c d e
1 Gaji Pokok (UMR) Rupiah 1.801.406,09 252,60
2 Hari kerja Hari/bulan 26,00 2.526,01
3 Jam kerja jam/hari 8,00
4 Menit kerja Menit/jam 60,00
5 Menit kerja Menit/bulan 12.480,00 6 Waktu Produksi Menit/batch 1,75
Sumber : Data analisis primer Penjelasan tabulasi di atas:
1) = UMR Kota Madiun tahun 2019. Sumber: Lampiran D (5.d) = Menit kerja = 2.d x 3.d x 4.d = 12000 menit
(1.e) = Biaya Gaji Pokok per Pekerja
𝐺𝑎𝑗𝑖 𝑃𝑜𝑘𝑜𝑘 26 𝐻𝑎𝑟𝑖
𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝐵𝑒𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 = 𝑥 𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 1.801.406,09
12.480 = 𝑥 1,75
= Rp. 252,60
(2.e) = Biaya Gaji Pokok per Batch = 252,60 x 10 pekerja
= Rp. 2.526,01
2) = Biaya P3K. Sumber: Lampiran E (9.e) = Biaya P3K diasumsikan untuk 25 hari
𝑃𝑒𝑛𝑔𝑜𝑏𝑎𝑡𝑎𝑛 26 𝐻𝑎𝑟𝑖
𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝐵𝑒𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 = 𝑥 𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖
No Komponen Satuan Keterangan Perhitungan
(Rp)
a b c d e
7
8 Pengobatan dan perawatan (P3K)
9 Harga untuk 25 hari Rupiah 550.000,00 77,12 10 Menit kerja Menit/bulan 12.480,00 11 Waktu Produksi(Menit) Menit/batch 1,75
12
13 Alat Pelindung Diri
14 Wearpack Rupiah 200.000,00 9,58
15 Helm Rupiah 30.000,00
16 Sepatu Safety Rupiah 180.000,00
17 Masa Pakai Bulan 6,00
18 Menit Kerja Menit/bulan 12.480,00 19 Waktu Produksi Menit/batch 1,75
550.000, − 12.480 = 𝑥
1,75
= Rp. 77,12
3) = Biaya Wearpack. Sumber: Lampiran F 4) = Biaya Helm Proyek. Sumber: Lampiran F 5) = Biaya Sepatu Safety. Sumber: Lampiran F (14.e) = Biaya Alat Pelindung Diri
𝑀𝑎𝑠𝑎 𝑃𝑎𝑘𝑎𝑖 26 𝐻𝑎𝑟𝑖
𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝐵𝑒𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 = 𝑥 𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖
200.000+300.000+180.000 6
12.480 = 𝑥
1,75
= Rp. 9,58
C) Biaya Tidak Langsung
Biaya lain-lain merupakan biaya produksi selain bahan baku dan tenaga kerja langsung yang dikonsumsi pada proses produksi AC-WC di AMP seperti biaya operasional alat-alat, biaya pemeliharaan, biaya transportasi, dan lain – lain.
Tabel 4.6 Biaya Lain-Lain dalam Produksi 1000 kg (1 batch AMP) AC-WC Bahan Bakar Cangkang Kelapa Sawit
No Biaya Lain – Lain Biaya (Rp)
1 Biaya Pakai AMP Rp. 138.250,00
2 Biaya Pakai Wheel Loader Rp. 10.412,50 3 Biaya Gasifier Biomass Rp. 4.809,95 4 Biaya Penyusutan Alat Rp. 1.996,95 5 Biaya Pemeliharaan Alat Rp. 1.996,95 6 Biaya Transportasi Rp. 36.458,33
Perhitungan komponen biaya lain-lain dalam produksi AC-WC Bahan bakar cangkang kelapa sawit skala produksi industri rumah tangga akan ditampilkan pada tabel 4.7
Tabel 4.7 Tabulasi Perhitungan Komponen Biaya Lain-Lain dalam Produksi 1000 kg (1 batch AMP) AC-WC Bahan Bakar Cangkang Kelapa Sawit
No Komponen Satuan Keterangan Perhitungan
a b c d e
1 Biaya AMP
2 Biaya per jam pakai
AMP Rp
4.740.000,00
138.250,00 3 Waktu Kerja Menit
60,00
4 Waktu Produksi Menit
1,75
5
6 Biaya Wheel Loader
7 Biaya per jam Wheel
loader Rupiah
357.000,00
10.412,50 8 Waktu Kerja Menit
60,00
9 Waktu Produksi Menit
1,75
10
11 Biaya Gasifier
12 Biaya Gasifier per
jam
164.912,50
4.809,95 13 Waktu Kerja
60,00
14 Waktu Produksi
1,75
15
Biaya Penyusutan Alat Kep. Menkeu 138/KMK.03/2002
16 Harga AMP baru Rupiah
2.523.834.000,00 17 Penyusutan
5%/tahun
0,05
126.191.700,00
10.515.975,00 18 Menit Kerja Menit
12.480,00 19 Waktu Produksi Menit
1,75
1.474,60
20
21 Harga gasifier baru Rupiah
87.808.391,25 22 Penyusutan
5%/tahun
0,05
4.390.419,56
365.868,30
No Komponen Satuan Keterangan Perhitungan
a b c d e
23 Menit Kerja Menit 12.480,00
24 Waktu Produksi Menit
1,75
51,30
25
26 Harga Wheel Loader
baru Rupiah
322.489.900,00 27 Wheel Loader %
0,13
28 Penyusutan
12.5%/taun Bulan 12,00
40.311.237,50 29 Menit Kerja Menit
12.480,00
3.359.269,79 30 Waktu Produksi Menit
1,75
471,05
31
32 Sub total
1.996,95 33
Biaya pemeliharaan Alat sama dengan biaya penyusutan
Rupiah
1.996,95
34
35 Biaya Transportasi
36 Biaya perjam DT Rupiah/jam 125.000,00
36.458,33 37 Waktu kerja Menit/jam
60,00
38 Waktu Produksi Menit/
batch
1,75
39 Waktu Produksi (DT Penuh)
Menit/10 batch
17,50
Penjelasan tabulasi di atas:
1) = Biaya per jam pakai AMP. Sumber: Lampiran B (2.e) = Biaya AMP
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑃𝑎𝑘𝑎𝑖 𝐴𝑀𝑃
𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑒𝑚𝑎𝑘𝑎𝑖𝑎𝑛= 𝑥 𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 4.740.000
60 = 𝑥
1,75
= Rp. 138.250,00
2) = Biaya per jam pakai Wheel Loader. Sumber: Lampiran B (7.e) = Biaya Wheel Loader
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑃𝑎𝑘𝑎𝑖 𝑊ℎ𝑒𝑒𝑙 𝐿𝑜𝑎𝑑𝑒𝑟
𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑒𝑚𝑎𝑘𝑎𝑖𝑎𝑛 = 𝑥 𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 357.000
60 = 𝑥 1,75
= Rp. 10.412,50
12) = Biaya per jam pakai Gasifier. Sumber: Lampiran A (12.e) = Biaya Gasifier
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑃𝑎𝑘𝑎𝑖 𝐺𝑎𝑠𝑖𝑓𝑖𝑒𝑟
𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑒𝑚𝑎𝑘𝑎𝑖𝑎𝑛 = 𝑥 𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 164.912,50
60 = 𝑥
1,75
= Rp. 4.809,95
15) = Keputusan Menkeu No 138/KMK.03/2002. Sumber: Lampiran G 16) = Harga mesin AMP baru. Sumber: Lampiran G
(17.d) = Biaya penyusutan AMP per tahun
= 17.c x 16.d
= Rp. 126.191.700,00
(17.e) = Biaya penyusutan AMP per bulan
= 17.d/12
= Rp. 10.515.975,00
(19.e) = Biaya penyusutan AMP per produksi
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑝𝑒𝑟 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛
𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑝𝑒𝑟 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛= 𝑥 𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 10.515.975
12.480 = 𝑥 1,75
= Rp. 1.474,60
21) = Harga mesin Gasifier baru. Sumber: Lampiran G (22.d) = Biaya penyusutan Gasifier per tahun
= 22.c x 21.d
= Rp. 4.390.419,56
(22.e) = Biaya penyusutan Gasifier per bulan
= 22.d/12
= Rp. 365.868,30
(24.e) = Biaya penyusutan Gasifier per produksi
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑝𝑒𝑟 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛
𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑝𝑒𝑟 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛= 𝑥 𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖
365.868,30
12.480 = 𝑥 1,75
= Rp. 51,30
26) = Harga mesin Wheel Loader baru. Sumber: Lampiran G (28.e) = Biaya penyusutan Wheel Loader per tahun
= 26.d x 27.d
= Rp. 40.311.237,50,00
(29.e) = Biaya penyusutan Wheel Loader per bulan
= 28.e/28.d
= Rp. 3.359.269,79
(30.e) = Biaya penyusutan Wheel Loader per produksi
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑝𝑒𝑟 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛
𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑝𝑒𝑟 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛= 𝑥 𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 3.359.269,79
12.480 = 𝑥 1,75
= Rp. 471,05
(32.e) = Total penyusutan alat = 19.e + 24.e + 32.e = Rp. 1.945,65
(33.e) = Biaya pemeliharaan alat = Biaya penyusutan alat
= Rp. 1.945,65
36) = Biaya per jam pakai Dump Truck. Sumber: Lampiran B (36.e) = Biaya Dump Truck
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑃𝑎𝑘𝑎𝑖 𝐷𝑢𝑚𝑝 𝑇𝑟𝑢𝑐𝑘
𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑒𝑚𝑎𝑘𝑎𝑖𝑎𝑛 = 𝑥 𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 125.000
60 = 𝑥 17,5
= Rp. 36.458,33
4.2.2 Analisis Biaya
Harga Pokok Produksi AC-WC dengan bahan bakar cangkang kelapa sawit dihitung dengan Sistem Activity-Based Costing yang didapatkan dari perhitungan biaya – biaya pada subbab 4.2.1.
A) Prosedur Perhitungan Tahap Pertama
Pada perhitungan tahap pertama dalam menentukan harga pokok produksi AC-WC dengan bahan bakar cangkang kelapa sawit yaitu menelusuri biaya dari sumber daya ke aktivitas yang mengkonsumsinya. Tahap pertama terdiri dari :
1) Mengidentifikasi dan menggolongkan aktivitas Tabel 4.8 Rincian Penggolongan Aktivitas
Level Aktivitas Komponen Biaya Overhead Jumlah (Rp) Aktivitas Level Unit Biaya Tenaga Kerja
Langsung
2.612,72
Biaya Mesin dan Alat 153.472,45 Biaya Penyusutan Alat dan
Mesin
1.996,95
Aktivitas Level Batch Biaya Pemeliharaan Alat dan Mesin
1.996,95
Aktivitas Level Produk Biaya Transportasi 36.548,33 2) Menghubungkan berbagai biaya dengan berbagai aktivitas
3) Menentukan Cost Driver yang tepat untuk masing-masing aktivitas Tabel 4.9 Daftar Cost Driver pada Proses Produksi AC-WC dengan Bahan Bakar Cangkang Kelapa Sawit.
No Cost Driver Jumlah
1 Jumlah Unit 1 unit
2 Jumlah Kapasitas AMP 1000 Kg
3 Jumlah Kapasitas Gasifier Biomass 100 kg 4 Jumlah Kapasitas Wheel Loader 0,875 m3
5 Jam Inspeksi 1,75 Menit
4) Penentuan kelompok-kelompok biaya yang homogen.
Tabel 4.10 Kelompok Biaya Homogen pada Produksi AC-WC dengan Bahan Bakar Cangkang Kelapa Sawit.
Kelompok Biaya Homogen
Aktivitas BOP Cost Driver Level Aktivitas
Pool 1 Aktivitas Mesin dan Alat Jumlah Unit Level Unit Aktivitas Penyusutan
Mesin dan Alat
Jumlah Unit Level Unit
Pool 2 Aktivitas Tenaga Kerja Langsung
Jam Inspeksi
Level Unit
Pool 3 Aktivitas Pemeliharaan Jam Inspeksi
Level Batch
Pool 3 Aktivitas Transportasi Unit Produk Level Produk
Penentuan tarif kelompok (Pool Rate)
Tabel 4.11 Pool Rate Aktivitas Level Unit Produksi AC-WC dengan Bahan Bakar Cangkang Kelapa Sawit
Cast Pool Elemen BOP Jumlah (Rp)
Cast Pool 1 Biaya Mesin dan Alat 153.472,45 Biaya Penyusutan
Mesin dan Alat
1.996,95
Jumlah Biaya
Jumlah Unit Produksi Pool Rate 1
155.469,40 1000 Kg Rp. 155,47 Sumber: Data Primer yang telah diolah
Cast Pool Elemen BOP Jumlah (Rp)
Cast Pool 2 Biaya Tenaga Kerja Langsung
2.612,72
Jumlah Biaya
Jumlah Jam Inspeksi Pool Rate 2
2.612,72 0.029 Jam Rp. 90.093,79 Sumber : Sumber : Data Prim
Cast Pool Elemen BOP Jumlah (Rp) Cast Pool 3 Biaya Pemeliharaan 1.996,95
Jumlah Biaya
Jumlah Jam Inspeksi Pool Rate 3
1.996,95 0.029 Jam Rp. 68.860,38 Sumber : Sumber : Data Primer yang telah diolah.
Cast Pool Elemen BOP Jumlah (Rp)
Cast Pool 4 Biaya Transportasi 36.458,33 Jumlah Biaya
Jumlah Unit Produksi Pool Rate 4
36.458,33 1000 Kg Rp. 36,46 B) Prosedur Perhitungan Tahap Kedua
Tabel 4.12 Pembebanan BOP dengan Activity Based Costing System pada proses Produksi AC-WC dengan Bahan Bakar Cangkang Kelapa Sawit
Level Aktivitas
Cost Driver Proses Pembebanan Jumlah (Rp)
Unit Unit Produk 155,47 x 1000 155.469,40 Jam Inspeksi 90.093,7931 x 0.029 2.612,72
Total Aktivitas Level Unit 158.082,12
Batch Jam Inspeksi 68.860,38 x 0.029 1.996,95
Total Aktivitas Level Batch 1.995,95
Produk Unit Produk 36,46 x 1000 36.458,33
Total Aktivitas Level Produk 36.458,33
Total BOP 196.537,40
Berdasarkan pembebanan Biaya Overhead yang telah dilakukan, maka perhitungan Harga Pokok Produksi per unit dengan menggunakan Activity- Based Costing System pada produksi AC-WC dengan bahan bakar cangkang kelapa sawit dapat disajikan pada tabel 4.13
Tabel 4.13 Harga Pokok Produksi per unit produksi AC-WC dengan Bahan Bakar Cangkang Kelapa Sawit (1000 Kg)
No Keterangan Jumlah (Rp) Persentase
Biaya
1 Biaya Bahan Baku 720.283,70 78,56%
2 Biaya Overhead Produksi 196.537,40 21,44%
Harga Pokok Produksi 916.821,10 100%
4.3 Estimasi Harga Pokok Produksi Campuran Aspal dengan Bahan Bakar Solar
4.3.1 Rincian Biaya
Rincian biaya pada proses produksi campuran aspal dengan bahan bakar Solar merupakan rincian seluruh biaya yang diperlukan, baik dalam persiapan alat dan bahan, proses operasional hingga proses pengemasan menjadi campuran aspal yang siap didistribusikan. Biaya-biaya yang diperlukan dalam proses produksi yaitu :
D) Biaya Pemakaian Bahan Baku
Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi adalah Agregat, Filler, Aspal Curah Pertamina 60/70, dan Solar .
Tabel 4.14 Harga Bahan Baku pada Proses Produksi Campuran Aspal dengan Bahan Bakar Solar
No Bahan Baku Harga
1 Agregat:
BIN I BIN II BIN III BIN IV
Rp. 218.200,00/m3 Rp. 203.200,00/m3 Rp. 138.200,00/m3 RP. 168.200,00/m3 2 Filler:
Semen Rp. 1.100,00/kg
3 Aspal Curah 60/70 Rp. 7.700,00/kg
4 Solar Rp. 10.500,00/lt
Sumber: Lampiran B
Proporsi campuran aspal yang digunakan adalah proporsi AC- WC dengan pada Proyek Biting Ponorogo bulan September 2017.
Proses konversi harga agregat diperoleh dari data pengujian berat jenis agregat di lab yaitu ;
• berat jenis CA/BIN I = 1,2 ton/m3,
• berat jenis MA/BIN II = 1,2 ton/m3
• berat jenis FA/BIN III = 1,2 ton/m3
• berat jenis filler semen/BIN IV = 3150 kg/m3
• berat jenis aspal = 1031 kg/m3
Harga aspal di dalam tabel sudah termasuk dalam ongkos kirim.
Tabel 4.15 Proporsi Campuran Hot Bin AC-WC dengan Bahan Bakar Solar No Hot Bin % Material Berat Material
(kg)
Berat Kumulatif (kg) 1
2 3 4 5 6 7
Hot Bin I Hot Bin II Hot Bin III Hot Bin IV Filler Aspal Total
18,76 45,02 28,14
- 1,88
6,2 100
187,6 450,2 281,4 - 18,8 62 1000
187,6 637,8 919,2 919,2 938 1000 1000 Sumber: Lampiran C
Pada campuran ini, bahan bakar yang digunakan adalah solar.
Tabel 4.16 Pemakaian Solar pada Proses Produksi Campuran Aspal 200 Ton/hari
No Nama Volume
(liter)
Pemakaian
Satuan
Volume/hari (liter/hari)
Volume/ton (liter/ton)
a b c d e f g
1 Genset
CAT(AMP) 45 8 Jam 360 1,8
2 Genset
DEUTZ 60 1 Kali 60 0,3
3 Pemanas
Ketel 2 200 Ton 400 2
4 Pemanas
Dryer 10 200 Ton 2000 10
5 Loader 60 1 Kali 60 0,3
6 Total 2880 14,4
Sumber : Data Sekunder yang telah diolah Penjelasan tabulasi di atas:
1.f) = 1.c x 1.d = 45 x 8
= 360 liter/hari 1.g) = 1.f/200 = 360/200
= 1,8 liter/ton 2.f) = 2.c x 2.d = 45 x 8
= 60 liter/hari 2.g) = 2.f/200 = 360/200
= 0,3 liter/ton 3.f) = 3.c x 3.d = 45 x 8
= 400 liter/hari 3.g) = 3.f/200 = 360/200
= 2 liter/ton
4.f) = 4.c x 4.d = 45 x 8
= 2000 liter/hari 4.g) = 4.f/200 = 360/200
= 10 liter/ton
5.f) = 5.c x 5.d = 45 x 8
= 60 liter/hari 5.g) = 5.f/200 = 360/200
= 0,3 liter/ton
6.f) = 1.f + 2.f + 3.f + 4.f + 5.f = 360 + 60 + 400 + 2000 + 60
= 2880 liter / hari
6.g) = 1.g + 2.g + 3.g + 4.g + 5.g = 1,8 + 0,3 + 2 + 10 + 0,3
= 14,4 liter / ton
Tabel 4.17 Biaya Pemakaian Bahan Baku pada Produksi 1000 kg (1 batch AMP) AC-WC Bahan Bakar Solar
No Bahan Baku Harga/1000 kg
1 Agregat:
BIN I BIN II BIN III BIN IV
Rp. 34.111,93 Rp. 81.861,37 Rp. 47.650,40 Rp. -
No Bahan Baku Harga/1000 kg 2 Filler:
Semen Rp. 20.680,00
3 Aspal Curah 60/70 Rp. 477.400,00
4 Solar Rp. 151.200,00
5 Total Rp. 792.033,70
E) Biaya Pemakaian Tenaga Kerja Langsung
Biaya tenaga kerja langsung meliputi gaji pokok, tunjangan, wearpack, pengobatan dan perawatan dan lain-lain. Jumlah pekerja untuk produksi campuran aspal bahan bakar solar di AMP per batch adalah 9 orang dengan rincian: 1 operator AMP, 1 asisten operator AMP, 2 operator aspal, 4 tenaga bantu di Cold Bin, dan 1 operator wheel loader. Biaya tenaga kerja langsung ditampilkan pada tabel berikut ini
Tabel 4.18 Biaya Tenaga Kerja Langsung pada Produksi 1000 kg (1 batch AMP) AC-WC Bahan Bakar Solar
No Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya (Rp)
1 Gaji Pokok Rp. 252,60,00
2 Pengobatan dan Perawatan Rp. 77,12 3 Alat Pelindung Diri Rp. 9,58
Perhitungan komponen biaya tenaga kerja langsung produksi 1000 kg (1 batch AMP) AC-WC bahan bakar Solar ditampilkan pada tabel berikut ini
Tabel 4.19 Tabulasi Perhitungan Komponen Biaya Tenaga Kerja Langsung Produksi 1000 kg (1 batch AMP) AC-WC Bahan Bakar Solar
No Komponen Satuan Keterangan Perhitungan (Rp)
a b c d e
1 Gaji Pokok (UMR) Rupiah 1.801.406,09 252,60 2 Hari kerja Hari/bulan 26,00 2.526,01
3 Jam kerja Jam/hari 8,00
4 Menit kerja Menit/jam 60,00
Sumber : Data analisis primer
Penjelasan tabulasi di atas:
1) = UMR Kota Madiun tahun 2019. Sumber: Lampiran D (5.d) = Menit kerja = 2.d x 3.d x 4.d = 12000 menit
(1.e) = Biaya Gaji Pokok per Pekerja
𝐺𝑎𝑗𝑖 𝑃𝑜𝑘𝑜𝑘 26 𝐻𝑎𝑟𝑖
𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝐵𝑒𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 = 𝑥 𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 1.801.406,09
12.480 = 𝑥 1,75
= Rp. 252,60
(2.e) = Biaya Gaji Pokok per Batch = 252,60 x 10 pekerja
= Rp. 2.526,01
2) = Biaya P3K. Sumber: Lampiran E (9.e) = Biaya P3K diasumsikan untuk 25 hari
No Komponen Satuan Keterangan Perhitungan (Rp)
a b c d e
5 Menit kerja Menit/bulan 12.480,00 6 Waktu Produksi Menit/batch 1,75
7
8 Pengobatan dan perawatan (P3K)
9 Harga untuk 25 hari Rupiah 550.000,00 77,12 10 Menit kerja Menit/bulan 12.480,00 11 Waktu
Produksi(Menit)
Menit/batch 1,75
12
13 Alat Pelindung Diri
14 Wearpack Rupiah 200.000,00 9,58
15 Helm Rupiah 30.000,00
16 Sepatu Safety Rupiah 180.000,00
17 Masa Pakai Bulan 6,00
18 Menit Kerja Menit/bulan 12.480,00 19 Waktu Produksi Menit/batch 1,75
𝑃𝑒𝑛𝑔𝑜𝑏𝑎𝑡𝑎𝑛 26 𝐻𝑎𝑟𝑖
𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝐵𝑒𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 = 𝑥 𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖
550.000, − 12.480 = 𝑥
1,75
= Rp. 77,12
3) = Biaya Wearpack. Sumber: Lampiran F 4) = Biaya Helm Proyek. Sumber: Lampiran F 5) = Biaya Sepatu Safety. Sumber: Lampiran F (14.e) = Biaya Alat Pelindung Diri
𝑀𝑎𝑠𝑎 𝑃𝑎𝑘𝑎𝑖 26 𝐻𝑎𝑟𝑖
𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝐵𝑒𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 = 𝑥 𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖
(200.000 + 300.000 + 180.000)/6
12.480 = 𝑥
1,75
= Rp. 9,58
F) Biaya Tidak Langsung
Biaya lain-lain merupakan biaya produksi selain bahan baku dan tenaga kerja langsung yang dikonsumsi pada proses produksi AC-WC di AMP seperti biaya operasional alat-alat, biaya pemeliharaan, biaya transportasi, dan lain – lain.
Tabel 4.20 Biaya Lain-Lain dalam Produksi 1000 kg (1 batch AMP) AC- WC Bahan Bakar Solar
No Biaya Lain – Lain Biaya (Rp)
1 Biaya Pakai AMP Rp. 138.250,00
2 Biaya Pakai Wheel Loader Rp. 10.412,50 3 Biaya Penyusutan Alat Rp. 1.996,95 4 Biaya Pemeliharaan Alat Rp. 1.996,95 5 Biaya Transportasi Rp. 36.458,33
Perhitungan komponen biaya lain-lain dalam produksi AC-WC Bahan bakar solar skala produksi industri rumah tangga akan ditampilkan pada tabel berikut ini
Tabel 4.21 Tabulasi Perhitungan Komponen Biaya Lain-Lain dalam Produksi 1000 kg (1 batch AMP) AC-WC Bahan Bakar Solar
No Komponen Satuan Keterangan Perhitungan
a b c d e
1 Biaya AMP
2 Biaya per jam pakai
AMP Rp
4.740.000,00
138.250,00 3 Waktu Kerja Menit
60,00
4 Waktu Produksi Menit
1,75
5
6 Biaya Wheel
Loader
7 Biaya per jam
Wheel loader Rupiah 357.000,00
10.412,50 8 Waktu Kerja Menit
60,00
9 Waktu Produksi Menit
1,75
10
11
Biaya Penyusutan Alat Kep. Menkeu 138/KMK.03/2002
12 Harga AMP baru Rupiah
2.523.834.000,00 13 Penyusutan
5%/tahun
0,05
126.191.700,00
10.515.975,00 14 Menit Kerja Menit
12.480,00 15 Waktu Produksi Menit
1,75
1.474,60
16
17 Harga Wheel
Loader baru Rupiah
322.489.900,00 18 Wheel Loader %
0,13
No Komponen Satuan Keterangan Perhitungan
a b c d e
19 Penyusutan
12.5%/taun Bulan 12,00
40.311.237,50 20 Menit Kerja Menit
12.480,00
3.359.269,79 21 Waktu Produksi Menit
1,75
471,05
22
23 Sub total
1.945,65 24
Biaya pemeliharaan Alat sama dengan biaya penyusutan
Rupiah
1.945,65
25
26 Biaya Transportasi
27 Biaya perjam DT Rupiah/jam 125.000,00
36.458,33 28 Waktu kerja Menit/jam
60,00
29 Waktu Produksi Menit/
batch
1,75
30 Waktu Produksi (DT Penuh)
Menit/10 batch
17,50
Penjelasan tabulasi di atas:
1) = Biaya per jam pakai AMP. Sumber: Lampiran B (2.e) = Biaya AMP
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑃𝑎𝑘𝑎𝑖 𝐴𝑀𝑃
𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑒𝑚𝑎𝑘𝑎𝑖𝑎𝑛= 𝑥 𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 4.740.000
60 = 𝑥
1,75
= Rp. 138.250,00
7) = Biaya per jam pakai Wheel Loader. Sumber: Lampiran B (7.e) = Biaya Wheel Loader
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑃𝑎𝑘𝑎𝑖 𝑊ℎ𝑒𝑒𝑙 𝐿𝑜𝑎𝑑𝑒𝑟
𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑒𝑚𝑎𝑘𝑎𝑖𝑎𝑛 = 𝑥 𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 357.000
60 = 𝑥 1,75
= Rp. 10.412,50
11) = Keputusan Menkeu No 138/KMK.03/2002. Sumber: Lampiran G 12) = Harga mesin AMP baru. Sumber: Lampiran G
(13.d) = Biaya penyusutan AMP per tahun
= 12.d x 13.c
= Rp. 126.191.700,00
(13.e) = Biaya penyusutan AMP per bulan
= 13.e/12
= Rp. 10.515.975,00
(15.e) = Biaya penyusutan AMP per produksi
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑝𝑒𝑟 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛
𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑝𝑒𝑟 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛= 𝑥 𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 10.515.975
12.480 = 𝑥 1,75
= Rp. 1.474,60
17) = Harga mesin Wheel Loader baru. Sumber: Lampiran G (19.e) = Biaya penyusutan Wheel Loader per tahun
= 17.d x 18.d
= Rp. 40.311.237,50,00
(20.e) = Biaya penyusutan Wheel Loader per bulan
= 19.e/19.d
= Rp. 3.359.269,79
(21.e) = Biaya penyusutan Wheel Loader per produksi
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑝𝑒𝑟 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛
𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑝𝑒𝑟 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛= 𝑥 𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 3.359.269,79
12.480 = 𝑥 1,75
= Rp. 471,05
(23.e) = Total penyusutan alat = 15.e + 22.e
= Rp. 1.945,65
(24.e) = Biaya pemeliharaan alat = Biaya penyusutan alat
= Rp. 1.945,65
27) = Biaya per jam pakai Dump Truck. Sumber: Lampiran B (27.e) = Biaya Dump Truck
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑃𝑎𝑘𝑎𝑖 𝐷𝑢𝑚𝑝 𝑇𝑟𝑢𝑐𝑘
𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑒𝑚𝑎𝑘𝑎𝑖𝑎𝑛 = 𝑥 𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 125.000
60 = 𝑥 17,5
= Rp. 36.458,33
4.3.2 Analisis Biaya
Harga Pokok Produksi AC-WC dengan bahan bakar solar dihitung dengan sistem Activity-Based Costing yang didapatkan dari perhitungan biaya – biaya pada subbab 4.2.1.
C) Prosedur Perhitungan Tahap Pertama
Pada perhitungan tahap pertama dalam menentukan harga pokok produksi AC-WC dengan bahan bakar solar yaitu menelusuri biaya dari sumber daya ke aktivitas yang mengkonsumsinya. Tahap pertama terdiri dari :
1) Mengidentifikasi dan menggolongkan aktivitas Tabel 4.22 Rincian Penggolongan Aktivitas
Level Aktivitas Komponen Biaya Overhead Jumlah (Rp) Aktivitas Level Unit Biaya Tenaga Kerja
Langsung
2.612,72
Biaya Mesin dan Alat 148.662,50 Biaya Penyusutan Alat dan
Mesin
1.945,65
Aktivitas Level Batch
Biaya Pemeliharaan Alat dan Mesin
1.945,65
Aktivitas Level Produk
Biaya Transportasi 36.548,33
2) Menghubungkan berbagai biaya dengan berbagai aktivitas
3) Menentukan Cost Driver yang tepat untuk masing-masing aktivitas
Tabel 4.23 Daftar Cost Driver pada Proses Produksi AC-WC dengan Bahan Bakar Solar.
No Cost Driver Jumlah
1 Jumlah Unit 1 unit
2 Jumlah Kapasitas AMP 1000 Kg 3 Jumlah Kapasitas Wheel Loader 0,875 m3
4 Jam Inspeksi 1,75 Menit
4) Penentuan kelompok-kelompok biaya yang homogen.
Tabel 4.24 Kelompok Biaya Homogen pada Produksi AC-WC dengan Bahan Bakar Solar.
Kelompok Biaya Homogen
Aktivitas BOP Cost Driver Level Aktivitas
Pool 1 Aktivitas Mesin dan Alat
Jumlah Unit Level Unit
Aktivitas Penyusutan Mesin dan Alat
Jumlah Unit Level Unit
Pool 2 Aktivitas Tenaga Kerja Langsung
Jam Inspeksi Level Unit
Pool 3 Aktivitas Pemeliharaan
Jam Inspeksi Level Batch
Pool 4 Aktivitas Transportasi
Unit Produk Level Produk
Penentuan tarif kelompok (Pool Rate)
Tabel 4.25 Pool Rate Aktivitas Level Unit Produksi AC-WC dengan Bahan Bakar Solar
Cast Pool Elemen BOP Jumlah (Rp)
Cast Pool 1 Biaya Mesin dan Alat 148.662,50 Biaya Penyusutan
Mesin dan Alat
1.945,65
Jumlah Biaya
Jumlah Unit Produksi Pool Rate 1
150.608,15 1000 Kg Rp. 155,61 Sumber: Data Primer yang telah diolah
Cast Pool Elemen BOP Jumlah (Rp)
Cast Pool 2 Biaya Tenaga Kerja Langsung
2.612,72
Jumlah Biaya
Jumlah Jam Inspeksi Pool Rate 2
2.612,72 0.029 Jam Rp. 90.093,79 Sumber : Sumber : Data Primer yang telah diolah
Cast Pool Elemen BOP Jumlah (Rp)
Cast Pool 3 Biaya Pemeliharaan 1.945,65
Jumlah Biaya
Jumlah Jam Inspeksi Pool Rate 3
1.945,65 0.029 Jam Rp. 67.091,29 Sumber : Sumber : Data Primer yang telah
Cast Pool Elemen BOP Jumlah (Rp)
Cast Pool 4 Biaya Transportasi 36.458,33 Jumlah Biaya
Jumlah Unit Produksi Pool Rate 4
36.458,33 1000 Kg Rp. 36,46
5) Prosedur Perhitungan Tahap Kedua
Tabel 4.26 Pembebanan BOP dengan Activity Based Costing System pada proses Produksi AC-WC dengan Bahan Bakar Solar
Level Aktivitas
Cost Driver Proses Pembebanan Jumlah (Rp)
Unit Unit Produk 150,608 x 1000 150.608,15 Jam Inspeksi 90.093,7931 x 0.029 2.612,72
Total Aktivitas Level Unit 153.220,86
Batch Jam Inspeksi 67.091,29 x 0.029 1.945,65
Total Aktivitas Level Batch 1.945,65
Level Aktivitas
Cost Driver Proses Pembebanan Jumlah (Rp)
Produk Unit Produk 36,46 x 1000 36.458,33
Total Aktivitas Level Produk 36.458,33
Total BOP 191.624,84
Berdasarkan pembebanan Biaya Overhead yang telah dilakukan, maka perhitungan Harga Pokok Produksi per unit dengan menggunakan Activity- Based Costing System pada produksi AC-WC dengan bahan bakar Solar dapat disajikan pada tabel 4.27
Tabel 4.27 Harga Pokok Produksi per unit produksi AC-WC dengan Bahan Bakar Solar (1000 Kg)
No Keterangan Jumlah (Rp) Persentase Biaya
1 Biaya Bahan Baku 792.033,70 80,52%
2 Biaya Overhead Produksi 196.537,40 19,48%
Harga Pokok Produksi 983.658,54 100%
4.4 Perbandingan Estimasi Harga Pokok Produksi AC-WC Menggunakan Bahan Bakar Cangkang Kelapa Sawit dengan Bahan Bakar Solar
Berdasarkan perhitungan estimasi harga pokok produksi AC-WC menggunakan bahan bakar cangkang kelapa sawit, perbandingan estimasi harga pokok produksi masing - masing produk aspal per Januari 2019 akan ditampilkan pada tabel 4.28 Tabel 4.28 Perbandingan Harga Pokok Produksi per unit produksi AC-WC Menggunakan Bahan Bakar Cangkang Kelapa Sawit dengan Bahan Bakar Solar pada Dryer Asphalt Mixing Plant (1000 Kg)
No Jenis Bahan Bakar Dryer pada Asphalt Mixing
Plant Harga Pokok Produksi
1 Cangkang Kelapa Sawit Rp. 916.821,10
2 Solar Rp. 983.658,54
Selisih Rp. 66.837,44
Penjelasan tabel 4.28 diatas adalah bahwa penggantian bahan bakar cangkang kelapa sawit dari bahan bakar solar pada dryer asphalt mixing plant dapat mempengaruhi besarnya harga pokok produksi yaitu Rp. 66.837,44 lebih murah disbanding harga pokok produksi bahan bakar solar pada umumnya. Hal ini dapat disimpulkan bahwasanya penggunaan bahan bakar cangkang kelapa sawit sebagai pengganti bahan bakar solar pada dryer AMP dapat menghemat 6,795 % dari harga produksi campuran aspal bahan bakar aspal.