• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK DARI TINDAK KEKERASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK DARI TINDAK KEKERASAN"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK DARI TINDAK KEKERASAN

PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN KANTOR

#StopKekerasanPerempuandanAnak

#JanganDiamSegeraLaporkan

#JakartaTanpaKekerasan

Disampaikan oleh :

Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta

(2)

FOKUS PERLINDUNGAN

PENCEGAHAN

Untuk Mencegah dan Mengurangi Risiko

menjadi Korban

PENANGANAN KORBAN (Respon)

Untuk Menyelamatkan, Menangani Dampak, Penegakan Hukum, dan

Pemberdayaan

(3)

TUJUAN PERLINDUNGAN

P

S

. 3 P

ERDA

N

O

. 8/2011

Tujuan perlindungan perempuan dan anak dari tindak kekerasan, untuk :

1. mencegah tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak termasuk perdagangan orang;

2. menghapus segala bentuk kekerasan dan eksploitasi terhadap perempuan dan anak;

3. melindungi, memberikan rasa aman bagi perempuan dan anak;

4. memberikan pelayanan kepada perempuan dan anak korban tindak kekerasan, pelapor, dan saksi; dan

5. memfasilitasi dan melakukan mediasi terhadap sengketa rumah tangga untuk mewujudkan keutuhan rumah tangga yang harmonis dan

sejahtera.

(4)

K OMITMEN N EGARA DALAM P ERLINDUNGAN P EREMPUAN

DAN A NAK DARI T INDAK K EKERASAN

Undang-undang:

1. UU No. 7 Tahun 1984 tentang Ratifikasi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan

2. UU 23 tahun 2004 tentang Penghapusan dalam Kekerasan Dalam Rumah Tangga

3. UU 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang 4. UU 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU 23 tahun 2002

tentang Perlindungan Anak

5. UU No 12 Tahun 2017 Ratifikasi Konvensi ASEAN Menentang Perdagangan Orang terutama Perempuan dan Anak

Keputusan Presiden

• Ratifikasi Konvensi Hak Anak

(5)

1.

No. 7 Th. 2012 : Pusat Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di RS

2.

No. 397 Th 2016: Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja UPT P2TP2A

3.

No. 64 Th 2019: Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang;

4.

No. 86 Th 2019: Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan Bagi Peserta Didik di Satuan Pendidikan dan Lingkungan Satuan Pendidikan;

5.

No. 44 Tahun 2019: Perubahan atas Pergub 48/2018 tentang Rumah Aman Bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan

6.

No. 5 Tahun 2020: Pencegahan Perkawinan Usia Anak

7.

No. 17 Th. 2020: Perubahan Kedua atas Pergub 68 Th 2018 tentang Percepatan Pelaksanaan KSD

Peraturan Gubernur Peraturan Daerah

• Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2011 tentang Perlindungan Perempuan & Anak dari Tindak Kekerasan;

• Peraturan Daerah No. 1 Tahun 2018 tentang RPJMD Provinsi DKI Jakarta Tahun 2017-2022;

(6)

Keputusan Gubernur

• No. 1107 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Kepgub No. 1042 Th 2018 tentang Daftar Kegiatan Strategis Daerah (KSD 13 : Perlindungan dan Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak)

• No. 1426 Tahun 2019 tentang Pembentukan Gugus Tugas Kota Layak Anak di Provinsi DKI Jakarta

• No. 826 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan Bagi Peserta Didik di Satuan Pendidikan dan Lingkungan Satuan Pendidikan

Instruksi Gubernur

• No. 36 Tahun 2020 tentang Penyuluhan Pencegahan Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

• No. 44 Tahun 2020 tentang Pelayanan Terpadu Pencegahan dan Penanganan Kasus

Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

(7)

KSD 13 : Perlindungan dan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

RENCANA AKSI PENANGGUNG JAWAB KRITERIA KEBERHASILAN

Renaksi 1 Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KtP/A) Melalui Satuan Pendidikan

Dinas Pendidikan Meningkatnya pemahaman guru, komite sekolah, siswa dan keluarga siswa terhadap pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak

Renaksi 2 Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KtP/A) Kolaborasi dengan dengan Organisasi Perempuan/ Kemasyarakatan/

Keagamaan, BUMD, dan Forum Anak, Forum Genre dan perguruan tinggi

Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk

1. Meningkatnya pemahaman individu/anggota organisasi perempuan/kemsyarakatan/keagamaan, BUMD, Forum Anak, Forum Genre dan Perguruan Tinggi yang

berkolaborasi dalam sosialisasi terhadap pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak;

2. Terselenggaranya kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak secara Kolaboratif

Renaksi 3 Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Bagi Aparatus Sipil Negara

Badan Kepegawaian Daerah Meningkatnya pemahaman penyelenggara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak

Renaksi 4 Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Bagi Tokoh Masyarakat

Biro Pemerintahan Meningkatnya pemahaman para tokoh masyarakat (unsur RW/RT/LMK) terhadap pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak;

Renaksi 5 Fasiltasi Data, Informasi dan Laporan Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Pos SAPA) pada Moda Transportasi

Dinas Perhubungan Tersedianya data, informasi dan laporan pelayanan

pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak pada Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Pos SAPA) pada Moda Transportasi

(8)

RENCANA AKSI PENANGGUNG JAWAB KRITERIA KEBERHASILAN Renaksi 6 Fasilitasi Data, Informasi dan Laporan

Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Pos SAPA) di Perguruan Tinggi dan jalur masyarakat (RPTRA)

Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk

Tersedianya data, informasi dan laporan pelayanan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak pada Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Pos SAPA) di Perguruan Tinggi dan jalur masyarakat (RPTRA) Renaksi 7 Pendampingan Penjangkauan Korban

Kekerasan Perempuan dan Anak

Satuan Polisi Pamong Praja Terselenggaranya proses pedampingan dan keamanan sewaktu penjangkauan terhadap korban kekerasan Renaksi 8 Pemantapan Pelayanan KIE

Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Kekerasan di Rumah Susun/Apartemen

Dinas Perumahan Rakyat & Kawasan Permukiman

Terselenggaranya sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Rumah Susun dan Apartemen

Renaksi 9 Fasilitasi Data, Informasi dan Laporan TPPO di lokasi kawasan wisata dan hiburan dibawah Koordinasi

Disparekraf

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tersedianya Data, Informasi dan Laporan TPPO di lokasi kawasan wisata dan hiburan dibawah Koordinasi

Disparekraf Renaksi 10 Penanganan Korban Kekerasan

Perempuan dan Anak

Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk

Tindak lanjut aduan masyarakat terhadap pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak

Renaksi 11 Digitalisasi Monitoring dan Evaluasi Penanganan Korban Tindak

Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk

Tersedianya sistem monitoring dan evaluasi penanganan korban tindak kekerasan terhadap Perempuan dan Anak secara digital

(9)

RENCANA AKSI PENANGGUNG JAWAB KRITERIA KEBERHASILAN Renaksi 12 Layanan Pengaduan 112 dan Aplikasi

Jakarta Aman Terkait Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (UPT.

PUSDATIN JAKARTA SIAGA 112)

Terjalinnya koordinasi secara intensif antara Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak dengan

Kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah terhadap aduan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak

Renaksi 13 Penyelenggaraan Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Bagi Korban Kekerasan Perempuan dan Anak di 32 RSUD/RSKD dan Layanan KTPA di 44 Puskesmas Kecamatan

Dinas Kesehatan Terselenggaranya Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) bagi korban Kekerasan Perempuan dan Anak di 32 RSUD/RSKD dan

Layanan KTPA di 44 Puskesmas Kecamatan

Renaksi 14 Layanan Rumah Aman Untuk Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

Dinas Sosial Terlayaninya korban kekerasan terhadap perempuan dan anak berdasarkan KTP dan TKP di DKI Jakarta

Renaksi 15 Monev KSD 13: Perlindungan dan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Biro Kesejahteraan Sosial Tersedia data monev pelaksanaan KSD 13

Renaksi 16 Penyampaian Informasi keberhasilan dan Layanan Program KSD 13 kepada publik

Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk

Tersampaikannya informasi terkait keberhasilan dan layanan program KSD 13 kepada publik

Renaksi 17 Center ofExcellence in Family Hapiness Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk

Tersedianya rancangan Pembentukan CoE in Family Happines

(10)

DATA dan FAKTA

• P

ELECEHAN TIDAK HANYA TERJADI DI

I

NDONESIA

,

TAPI JUGA DI SEMUA NEGARA DISELURUH DUNIA

,

DI SEMUA TINGKATAN ORGANISASI

,

KEPADA PEREMPUAN DAN LAKI

-

LAKI

.

• S

URVEI DI

22

NEGARA PADA TAHUN

2010

YANG DILAKUKAN

R

EUTERS DAN

I

PSOS

G

LOBAL

A

DVISORY MENGUNGKAPKAN BAHWA

1

DARI

10

PEKERJA MERASA MENGALAMI PELECEHAN SEKSUAL

.

• D

ARI SEJUMLAH PENELITIAN LAIN

,

TINGKAT PELECEHAN SEKSUAL DI NEGARA

-

NEGARA

A

SIA

P

ASIFIK MENCAPAI

30—40 %

DARI MASALAH KETENAGAKERJAAN

.

P

EKERJA PEREMPUAN KHUSUSNYA RENTAN TERHADAP PELECEHAN

,

KHUSUSNYA PELECEHAN SEKSUAL

. B

AHKAN

,

PEREMPUAN

9

KALI LEBIH RENTAN MENINGGALKAN PEKERJAANNYA AKIBAT PELECEHAN SEKSUAL

(G

LOBAL

B

ETTER

W

ORK

D

ATA

).

P

EKERJA MIGRAN MEMPUNYAI RESIKO YANG LEBIH RENTAN KARENA LEBIH TERISOLIR

.

(11)

Mengapa Penting Memahami Pelecehan

• P ELECEHAN SERING KALI DISEBABKAN OLEH

KETIMPANGAN KEKUASAAN

, DIMANA

SESEORANG MENYALAHGUNAKAN KEKUASAAN YANG MEREKA MILIKI . K ORBAN DAPAT

MENGALAMI KESULITAN MEMBELA DIRI DAN MENDERITA DAMPAK YANG SANGAT BERAT

.

• P ELECEHAN DAPAT TERJADI DI SITUASI KERJA ATAU HUBUNGAN KERJA SEPERTI APAPUN , TERMASUK DALAM PERJALANAN KE TEMPAT KERJA , DALAM KEGIATAN PELATIHAN ATAU MAKAN SIANG PERUSAHAAN , MELALUI TELEPON ATAU SMS, WA

• P ELECEHAN DAPAT DILAKUKAN OLEH SIAPA SAJA : SUPERVISOR , MANAJER ,

REKAN KERJA , KLIEN , MITRA BISNIS , ATAU KONTRAKTOR

(12)

Ketimpangan Kekuasaan

❖ P ELECEHAN SERINGKALI TERKAIT DENGAN KETIMPANGAN KEKUASAAN DIMANA SESEORANG MENYALAHGUNAKAN KEKUASAAN MEREKA . A KIBATNYA , KORBAN

SERINGKALI MENGALAMI KESULITAN MEMBELA DIRI .

❖ D ISKRIMINASI DAN PELECEHAN , TERMASUK PELECEHAN SEKSUAL , ADALAH KASUS YANG

SANGAT SERIUS

KETIKA MELIBATKAN PENYALAHGUNAAN KEKUASAAN DIMANA SESEORANG MEMANFAATKAN PENGARUH DENGAN TIDAK SEPANTASNYA KEPADA ORANG LAIN .

❖ D ISKRIMINASI ADALAH PERLAKUAN TIDAK ADIL ATAU PEMBEDAAN DENGAN SENGAJA BERDASARKAN LATAR BELAKANG RAS , JENIS KELAMIN , GENDER , AGAMA ,

KEBANGSAAN , ETNIS , DISABILITAS , USIA , LATAR BELAKANG SOSIAL , STATUS , DAN

SEBAGAINYA . D ISKRIMINASI DAPAT BERUPA PERISTIWA TUNGGAL YANG DIALAMI SATU ORANG ATAU SATU KELOMPOK , YANG MEMILIKI SITUASI SERUPA , ATAU YANG

TERJADI KARENA PELECEHAN ATAU PENYALAHGUNAAN KEKUASAAN

(13)

Pelecehan seksual adalah segala tindakan seksual yang tidak diinginkan, permintaan untuk melakukan perbuatan seksual, tindakan lisan atau fisik atau isyarat yang bersifat seksual, atau perilaku lain apapun yang bersifat seksual, yang membuat seseorang merasa tersinggung, dipermalukan dan/atau terintimidasi dimana reaksi seperti itu adalah masuk akal dalam situasi dan kondisi yang ada, dan tindakan tersebut mengganggu kerja, dijadikan persyaratan kerja atau menciptakan lingkungan kerja yang mengintimidasi, bermusuhan atau tidak sopan.

Pelecehan Seksual

Sumber : Pedoman Pencegahan Pelecehan di Tempat Kerja yang diterbitkan oleh Kemenakertrans, 2011

(14)

Bentuk-Bentuk Pelecehan Seksual

❖ Pelecehan fisik termasuk sentuhan yang tidak diinginkan mengarah ke perbuatan seksual seperti mencium, menepuk, mencubit, melirik atau menatap penuh nafsu.

❖ Pelecehan lisan termasuk ucapan verbal/ komentar yang tidak diinginkan tentang kehidupan pribadi atau bagian tubuh atau penampilan seseorang, lelucon dan komentar bernada seksual

❖ Pelecehan isyarat termasuk bahasa tubuh dan atau gerakan tubuh bernada seksual, kerlingan yang dilakukan berulang-ulang, isyarat dengan jari, dan menjilat bibir

❖ Pelecehan tertulis atau gambar termasuk menampilkan bahan pornografi , gambar,

screensaver atau poster seksual, atau pelecehan lewat email dan moda komunikasi elektronik lainnya

❖ Pelecehan psikologis/emosional terdiri atas permintaan-permintaan dan ajakan-ajakan yang

terusmenerus dan tidak diinginkan, ajakan kencan yang tidak diharapkan, penghinaan atau

celaan yang bersifat seksual.

(15)

J ENIS PELECEHAN DAN KEKERASAN YANG KHAS DI TEMPAT KERJA

➢ Quid pro quo secara literal artinya

“ini untuk itu”.

➢ Satu pihak memaksa pihak lain menerima tawaran hubungan seksual atau hubungan kerja intim sebagai imbalan atas perekrutan, promosi atau kenaikan gaji dalam kekuasaan pihak pertama dan mengancam untuk menurunkan, memotong gaji, atau bahkan pihak kedua jika menolak

➢ Tindakan atau perilaku yang bermuatan seksual yang menciptakan lingkungan kerja yang mengintimidasi, bermusuhan atau menyinggung perasaan pekerja.

Sehingga mempengaruhi kemampuan mereka untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik.

➢ Garis antara pelecehan "quid pro quo"

dan “lingkungan yang kasar“ tidak selalu jelas dan dua bentuk pelecehan mungkin terjadi bersamaan

Quid Pro Quo

Hostile Environment atau Lingkungan yang

tidak ramah

(16)

V ICTIM B LAMING

(17)

BAGAIMANA DAMPAK PELECEHAN SEKSUAL D I LINGKUNGAN KANTOR?

1.

Stress, kekhawatiran, gangguan tidur, gangguan Stress Pasca Trauma

2.

Ketidakmampuan untuk bekerja, hilangnya harga diri dan rasa percaya diri.

3.

Produktivitas dan kinerja yang menurun.

4.

Timbulnya perasaan terkucil di tempat kerja.

5.

Gejala stress yang timbul secara fisik.

6.

Memburuknya hubungan personal.

7.

Depresi.

8.

Dll.

(18)

J IKA A NDA M ENYAKSIKAN T INDAKAN P ELECEHAN

● Bersikap peduli

● Usahakan untuk mendokumentasikan peristiwa.

● Catat secara rinci dan akurat, jika memungkinkan disertai keterangan waktu dan tempat yang spesifik.

● Beri informasi

● Dorong untuk memperoleh bantuan ke lembaga bantuan atau profesional

● Jika anda mengetahui ada orang lain yang menjadi korban dari pelaku yang sama, beritahu korban.

● Bisa melaporkan kepada yang berwenang

PEDULI

BERI INFORMASI

CARI BANTUAN

Dokumentasi

(19)

A PA YANG HARUS DILAKUKAN JIKA ANDA MENGALAMI PELECEHAN ?

● Saat mengalami peristiwa yang kurang nyaman, cari tahu dan pahami peristiwa tersebut (apa itu pelecehan dll)

● Bisa dilakukan dengan konfrontasi langsung ketika seseorang bertindak tidak pantas di depannya

● Sebisa mungkin kumpulkan bukti kekerasan (foto, rekaman suara atau video)

● Laporkan dan buat pengaduan. Mintalah dukungan kepada teman atau pihak yang bisa dipercaya

● Jangan takut, ada banyak orang yang peduli dan ada lembaga khusus yang bisa membantu, Carilah informasi ke lembaga bantuan atau profesional yang biasa menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

● Gunakan kebijakan yang berlaku di perusahaan mengenai sistem

pelecehan

(20)

PERAN PERUSAHAAN/KANTOR UNTUK MENCEGAH TINDAK PELECEHAN SEKSUAL

1. Melaksanakan strategi menangani pelecehan seksual

2. Menuliskan dan melaksanakan kebijakan kekerasan seksual

3. Memastikan kebijakan ini bisa diakses oleh semua pegawai dan didiskusikan serta dilaksanakan

4. Mengkaji kebijakan untuk memastikan kebijakan tersebut sesuai perkembangan (update)

5. Memberikan pelatihan dan informasi berkala mengenai kekerasan seksual kepada semua pegawai.

6. Memajang poster anti kekerasan seksual di papan pengumuman di area kerja umum dan mendistribusikan informasi yang relevan.

7. Ciptakan lingkungan kerja yang positif dengan menghilangkan material yang

mengandung pornografi baik tersirat maupun tersurat, seperti kalendar, poster dan

cetakan-cetakan lain di tempat kerja. Perusahaan/kantor harus mengembangkan

kebijakan yang melarang penggunaan yang tidak pantas atas teknologi komputer

seperti email, screen saver dan internet. Pemeriksaan tempat kerja juga harus

dilakukan secara berkala untuk memonitor lingkungan kerja dan kejadian pelecehan

seksual.

(21)

P ENANGANAN P ELECEHAN S EKSUAL DI

L INGKUNGAN K ANTOR

(22)

A PAKAH UPT P2TP2A ITU ?

P2TP2A adalah singkatan dari PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK

P2TP2A merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di bawah Dinas

Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan

Pengendalian Penduduk (DPPAPP) Provinsi DKI Jakarta yang menyediakan pelayanan bagi

perempuan dan anak korban kekerasan di DKI Jakarta yang meliputi :

Pelayanan Pengaduan, Layanan Hukum, Layanan Psikologis,

Layanan Pendampingan Korban , Layanan Rujukan (medis,

rumah aman /shelter, dll) SECARA GRATIS

(23)

Berdasarkan Wilayah Adminitrasi

Berdasarkan Klien Perempuan dan Anak

Berdasarkan Jenis Kekerasan

Berdasarkan Bentuk Kekerasan dalam KDRT

Data kasus yang ditangani P2TP2A DKI Jakarta

Tahun 2020

Jakarta Timur (272 kasus)

Jakarta Utara (212 kasus)

Jakarta Selatan (191 kasus)

Jakarta Pusat (86 kasus)

Kep. Seribu (2 kasus)

109 anak laki-laki

385 anak perempuan

453 orang perempuan

Total Klien P2TP2A DKI Jakata : 947 orang

1. KDRT : 386 kasus

2. Kekerasan Seksual : 311 kasus 3. Trafficing : 125 kasus

4. Kasus lainnya : 125 kasus

1. Fisik : 285 kasus 2. Psikis : 328 kasus 3. Seksual : 114 kasus 4. Penelantaran : 64 kasus

Jakarta Barat

(184 kasus)

(24)

DATA KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN

TAHUN 2020

(25)

T AHUN 2021 S/ D A PRIL 2021

No Kategori Kasus /TKP Jumlah

1 Apartemen 5

2 Depan Rumah Korban 1

3 Fasilitas Umum 131

4 Hotel 1

5 Rumah/Kediaman Pelaku 5

6 Kendaraan Pribadi 1

7 Kontarakan 7

8 Lainnya 4

9 Media Sosial 4

10 Mobil Terlapor 1

11 Rumah Klien/Korban 10

12 Rumah Tangga 204

13 Sekolah 3

14 Tempat Kerja 5

15 Tempat Terbuka (Gang Buntu) 1

16 Tempat Tinggal Pelapor 2

17 Tempat Tinggal Terlapor 15

18 Trasportasi Umum 2

19 Tidak Terisi 7

No

Pekerjaan Korban Tertulis Moka

Jumlah

1 Bekerja 40

2 Ibu Rumah Tangga 50

3 N/A 9

4 Pedagang/Tani/Nelayan 2

5 Pelajar 96

6 PNS/TNI/POLRI 1

7 Swasta/Buruh 20

8 Tidak Bekerja 191

9 Blank/Tidak Tertulis 0

No

Pekerjaan Pelaku Tertulis Moka

Jumlah

1 Bekerja 55

2 Ibu Rumah Tangga 6

3 N/A 21

4 Pedagang/Tani/Nelayan 4

5 Pelajar 10

6 PNS/TNI/POLRI 10

7 Swasta/Buruh 32

8 Tidak Bekerja 78

9 Blank/Tidak Tertulis 193

(26)

1.

Merasa malu, atau menilai kasus yang dialami sebagai aib,

2.

Takut dengan ancaman pelaku,

3.

Khawatir akan masa depan,

4.

Khawatir masalah ini diketahui oleh banyak orang,

5.

Tidak tahu bahwa yang dialami adalah kekerasan seksual,

6.

Takut atau tidak tahu bagaimana menjalani proses hukum,

7.

Khawatir akan mengeluarkan biaya dan tidak mengetahui kemana harus lapor.

8.

Dilarang keluarga besar

K ENAPA BANYAK KORBAN YANG TIDAK MELAPOR ?

(27)

P ADAHAL MELAPOR PENTING

K ARENA

(28)

1.

Memberikan efek jera kepada pelaku karena akan mendapatkan sanksi hukum dan sosial.

2.

Korban akan mendapat layanan pemulihan,

3.

Keluarga akan mendapat penguatan dan dukungan,

4.

Diberi informasi mengenai langkah-langkah yang tepat sesuai hukum yang berlaku,

5.

Menghindari dari permasalahan hukum yang mungkin dihadapi dari tindakan penyelesaian yang kurang tepat

6.

Dapat dirujuk untuk layanan kesehatan yang lebih tepat,

utamanya untuk kasus kekerasan seksual yang mungkin perlu penanganan khusus,

7.

Mendapat akses layanan pendampingan selama proses hukum,

8.

Mencegah keberulangan peristiwa terjadi pada korban atau

korban lainnya.

(29)

B AGAIMANA CARA MELAPOR KE UPT P2TP2A DKI J AKARTA ?

TELEPON 112

Jakarta Siaga 24 Jam (Bebas Pulsa)

DATANG LANGSUNG

ke Kantor P2TP2A DKI Jakarta (Senin s.d Jumat)

Pukul 08.00 – 16.00 / 16.30 WIB

HUBUNGI HOTLINE PENGADUAN 24 JAM

0813 176 176 22

(Whatsapp, Telepon, SMS)

DATANG LANGSUNG

ke 19 Pos Pengaduan (Senin s.d Jumat)

Pukul 08.00 – 16.00/16.30 WIB

(30)

B ENTUK PELAYANAN YANG BISA DIAKSES OLEH K ORBAN

DI P2TP2A DKI J AKARTA

1.

Pengukuran Awal

2.

Psikososial/ Psikoedukasi

3.

Pendampingan Psikologis

4.

Asesmen Risiko

5.

Saksi ahli di Kepolisian dan Pengadilan

6.

Pemeriksaan Psikologis

7.

Konseling Psikologis

LAYANAN PSIKOLOGIS

1.

Konsultasi Hukum

2.

Pendampingan Hukum di Kepolisian

3.

Pendampingan Hukum di Kejaksaan & Pengadilan

4.

Mediasi

5.

Kuasa Hukum Korban KDRT

6.

Penjangkauan URC

LAYANAN HUKUM

1. Penerimaan Pengaduan 2. Assesment

3. Visitasi ke Rumah, Sekolah, RS 4. Rujukan ke Rumah Aman/shelter 5. Rujukan ke layanan medis

6. Penjangkauan dan Pendampingan 7. Pemulangan dan Reintegrasi Sosial

LAYANAN

PENERIMAAN PENGADUAN DAN PENDAMPING KORBAN

(31)

Video infografis dapat dilihat pada laman Instagram Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta :

@dppappdki

Selama masa

pandemi COVID-19

kami tetap ada..

(32)

Click Like pada Halaman:

- DINAS PPAPP PROVINSI DKI JAKARTA

- CARIK JAKARTA Follow Akun:

- @dppappdki - @carik.jakarta

Follow Akun:

- @dppappdki

Terima Kasih Atas

Perhatiannya!

Subscribe:

DINAS PPAPP PROVINSI DKI

JAKARTA

Referensi

Dokumen terkait

Sehingga kemampuan berpikir kreatif siswa masih perlu ditingkatkan.Item-item soal yang digunakan sebagai dasar penentu kemampuan berpikir kreatif siswa adalah item

pelajaran yang lain dan suasana rumah yang kurang mendukung, yaitu kedua adiknya yang sering ramai bermain di rumah; 2) Perilaku yang ingin diubah yaitu sikap EJ yang

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di SMK Negeri 1 Pulau Rakyat, maka dapat diambil kesimpulan: Adanya pengaruh hasil belajar matematika siswa dengan model

Masyarakat Desa R Rejosari dan Desa P1 Mardiharjo melakukan berbagai usaha budidaya baik tanaman (hortikultura, perkebunan dan pangan) maupun ternak dan ikan

Saksi menaiki kendaraan omprengan Daihatsu Luxio di UKI dan benar terjadi kecelakaan terhadap kendaraan yang ditumpangi oleh saksi.Pada saat kejadian saksi tidak

28 Nama Seminar: Jurusan Biologi FMIPA UNNES Standar: Lokal, Tanggal: 14 Maret 2005 Peran: Peserta. 29 Nama Seminar: Biologi dan Akuakultur Berkelanjutan Standar:

Dari beberapa definisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa istihsan adalah salah satu upaya melalui pemikiran yang mendalam untuk menetapkan hukum pada suatu peristiwa baru