KOMISI INFORMASI PROVINSI SULAWESI BARAT
PUTUSAN
Nomor : 016 /XI/KI-SB/PS-A/2018
1. IDENTITAS
[1.1] Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat yang menerima,memeriksa dan menjatuhkan putusan dalam Sengketa Informasi Publik dengan Nomor Registrasi : 009/REG-PSI/KI-SB/VI/2018 yang diajukan oleh :
Nama : Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan Keadilan (AMPERAK).
Alamat : Jl. H. Abdullah Umur No 11.b Kelurahan Sidodadi Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar Dalam persidangan di wakili oleh Arwin Haryanto Sebagai Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan Keadilan, Selanjutnya disebut sebagai Pemohon,
Terhadap
Nama : Kepala Desa Bumiayu Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar
Alamat : Desa Bumiayu Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar. Selanjutnya disebut sebagai Termohon.
[1.2] Telah membaca permohonan Pemohon;
Telah mendengar keterangan Pemohon;
Telah memeriksa surat-surat Pemohon;
Telah melakukan Pemeriksaan Setempat;
Telah mendengar keterangan Termohon;
Telah memeriksa surat-surat Termohon
2. DUDUK PERKARA A. Pendahuluan
[2.1] Informasi Publik pada tanggal 21 Juni 2018 yang diterima pada tanggal yang sama, dan terdaftar di Kepaniteraan Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat tanggal 25 Juni 2018 dengan registrasi sengketa Nomor : 009/REG- PSI/KI-SB/VI/2018.
Kronologi
[2.2] Bahwa Pemohon mengajukan permohonan informasi kepada Sekretaris Desa Bumiayu dan TPK Desa Bumiayu Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar melalui surat tertanggal 23 Maret 2018 yang diterima tanggal 2 April 2018 atas nama Ekawati, S.Pd. dan Eka Wahyuningsih. Adapun salianan informasi yang dimohon oleh Pemohon yaitu :
1. Laporan penyaluran RASKIN/RASTRA kemasyarakat pada bulan 1-12 tahun 2016 dan tahun 2017 serta laporan penyaluran RASTRA tahun 2018
2. Daftar nama peserta sertifikat PRONA tahun 2016/2017, jumlah pembayaran dan rincian penggunaan dana prona
3. RAB dan pengajuan penawaran pembelian Lampu Penerang Jalan Umum (LPJU) Tenaga Surya serta sumber dana pembelian tahun 2016 dan tahun 2017
4. Bukti dan cara pembayaran LPJU Tenaga Surya pada tahun 2016 dan 2017 [2.3] Bahwa permohonan permintaan informasi yang diajukan oleh Pemohon sebagaimana diuraikan pada paragraf [2.2], sampai batas waktu yang ditentukan yaitu 10 (sepuluh) hari kerja, tidak mendapat tanggapan atau jawaban dari Termohon.
[2.4] Bahwa pada tanggal 23 April 2018 sebagaimana yang terterah pada surat, Pemohon mengajukan keberatan atas tidak ditanggapinya permintaan informasi kepada Kepala Desa Bumiayu Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar selaku pimpinan bada publik, dan surat keberatan tersebut diterima oleh Ekawati, S.Pd. pada tanggal 23 April 2018.
[2.5] Bahwa hingga berakhirnya jangka waktu untuk memberikan tanggapan atau jawaban atas keberatan dari Pemohon sebagaimana dimaksud pada paragraf [2.4], Termohon juga tidak memberikan tanggapan atau jawaban.
[2.6] Bahwa atas dasar sebagaimana diuraikan pada paragraph [2.5], pada tanggal 21 Juni 2018 Pemohon mengajukan permohonan penyelesaian
sengketa informasi publik kepada Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat, diterima oleh Kepaniteraan pada tanggal yang sama dan selanjutnya diproses dan diberikan Nomor Registrasi : 009/REG-PSI/KI-SB/VI/2018.
[2.7] Bahwa pada tanggal 1 Agustus telah dilaksanakan Sidang di Kantor Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat dengan agenda Pemeriksaan Awal yang dihadiri oleh Pemohon dan tidak dihadiri oleh Termohon;
[2.8] Bahwa pada tanggal 15 Agustus 2018 kembali dilaksanakan Sidang diKantor Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat dengan agenda Pemeriksaan Awal, dihadiri oleh Pemohon dan tidak dihadiri oleh Termohon.
[2.9] Bahwa dalam Sidang Pemeriksaan Awal sebagaimana dimaksud pada paragraf [2.8], upaya mediasi tidak dapat ditempuh karena dari Pihak Termohon tidak menghadiri persidangan sebagaimana dijelaskan pada paragraf [2.7] dan paragraf [2.8].
[2.10] Bahwa pada tanggal 4 September 2018 dilaksanakan sidang pemeriksaan lanjutan yang dihadiri oleh Pemohon dan tidak dihadiri oleh Termohon
[2.11] Bahwa dalam sidang pemeriksaan lanjutan sebagaimana dimaksud pada paragraf [2.10], terdapat beberapa informasi yang tidak dapat diperoleh disebabkan karena ketidak hadiran Termohon. Dengan dasar tersebut majelis berkesimpulan akan mengadakan Pemeriksaan Setempat.
[2.12] Bahwa berdasarkan uraian paragraf [2.11], pada tanggal 19 September 2018 dilaksanakan pemeriksaan setempat di Kantor Desa Bumiayu Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar.
Alasan Permohonan Informasi atau Tujuan Penggunaan Informasi
[2.13] Bahwa alasan permohonan atau tujuan penggunaan informasi yang diajukan oleh Pemohon adalah untuk diketahui.
Alasan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi
[2.14] Bahwa alasan permohonan penyelesaian sengketa informasi atas perkara a quo adalah karena permintaan informasi diabaikan atau tidak ditanggapi oleh Termohon.
Petitum
[2.15] Bahwa Pemohon meminta kepada Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat agar memutus untuk membuka informasi yang dimohonkan oleh Pemohon.
B. Alat Bukti
Keterangan Pemohon
[2.16] Bahwa dalam sidang pemeriksaan awal pada tanggal 1 Agustus 2018, Pemohon telah menyampaikan keterangan-keterangan sebagai berikut :
1. membenarkan bahwa pada tanggal 2 April 2018 telah mengajukan surat permohonan informasi berupa :
a. Laporan penyaluran RASKIN/RASTRA kemasyarakat pada bulan 1-12 tahun 2016 dan tahun 2017 serta laporan penyaluran RASTRA tahun 2018
b. Daftar nama peserta sertifikat PRONA tahun 2016/2017, jumlah pembayaran dan rincian penggunaan dana prona
c. RAB dan pengajuan penawaran pembelian Lampu Penerang Jalan Umum (LPJU) Tenaga Surya serta sumber dana pembelian tahun 2016 dan tahun 2017
d. Bukti dan cara pembayaran LPJU Tenaga Surya pada tahun 2016 dan 2017
2. membenarkan bahwa pada tanggal 23 April telah mengajukan surat keberatan kepada Termohon karena permohonan informasi tidak ditanggapi.
3. Membenarkan bahwa tanggal 21 Juni 2018 telah mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik melalui Kepaniteraan Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat. Disebabkan sampai dengan 30 (tiga puluh) hari kerja, Termohon sebagaimana dijelaskan pada angka 2 (dua) diatas, tidak memberikan jawaban atau tanggapan.
[2.17] Memperjelas permohonan informasi sebagaimana yang teruarai pada paragraf [2.16] angka 1, huruf a bahwa informasi yang dimohonkan oleh Pemoho berupa daftar realisasi penyaluran beras Raskin/Rastra yang memuat : Nama, Alamat, Jumlah dan Harga beras tahun 2016, 2017, dan 2018
[2.18] Bahwa menurut Pemohon informasi yang dimohonkan merupakan informasi yang sifatnya terbuka, dan alasan atau tujuan Pemohon meminta informasi kepada Termohon untuk memaksimal partisipasi lembaga dalam melaksanakan fungsi kontrol.
Surat-Surat Pemohon
[2.19] Bahwa Pemohon telah mengajukan surat tertulis, sebagai berikut :
Surat P-1 Fotokopi surat permohonan informasi bertanggal 23 Maret 2018 yang ditujukan kepada Sekretaris Desa Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, surat diterima pada tanggal 2 April 2018 oleh Ekawati, S.Pd.
Surat P-2 Fotokopi surat permohonan informasi bertanggal 23 Maret 2018 yang ditujukan kepada TPK Desa Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, surat diterima pada tanggal 2 April 2018 oleh Eka Wahyuningsih.
Surat P-3 Fotokopi surat keberatan bertanggal 23April 2018 yang ditujukan kepada Kepala Desa Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar,
Surat P-4 Fotokopi Akta Pendirian Lembaga Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan Keadilan (AMPERAK) Nomor : 04 tanggal 7 Juni 2016, dibuat oleh Notaris Nurrahmah Tahanuddin, SH, MH, disertai dengan pengesahan pendirian badan hukum pada tanggal 28 November 2016.
Surat P-5 Fotokopi pengesahan pendirian Badan Hukum Perkumpulan Lembaga Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan Keadilan yang diterbitkan oleh Menteri Hukum dan HAM RI tanggal 28 November 2016.
Surat P-6 Fotokopi Surat Keterangan Terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Nomor :00-3300/498-1/X/2016.
Surat P-7 Fotokopi Kartu Tanda Anggota LSM Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan Keadilan (AMPERAK).
Keterangan Termohon
[2.20] Bahwa pada pemeriksaan setempat pada tanggal 19 september 2018 dikantor Desa Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Termohon memberikan keterangan yang termuat dalam berita acara pemeriksaan setempat sebagai berikut :
1. Informasi data penyaluran dan penerima Raskin/Rastra tahun 2016, 2017 dan 2018 dikuasai oleh Pemerintah Desa Bumiayu
2. Daftar nama peserta sertifikat PRONA tahun 2016, jumlah pembayaran dan rincian penggunaa dana Prona dikuasai Termohon
3. Terkait Program sertifikat PRONA tahun 2017 tidak diadakan di Desa Bumiayu sehingga informasi tidak dikuasai Termohon
4. Alasan Termohon tidak memberikan informasi terkait data penyaluran dan penerima Raskin/Rastra tahun 2016, 2017, dan 2018 kepada Pemohon karena Termohon harus terlebih dahulu berkoordinasi ke Dinas Sosial Kabupaten Polewali Mandar sebelum memberikan data tersebut.
5. Terkait dengan pengadaan LPJU tenaga Surya dalam proses penyidikan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.
Surat-Surat Termohon
[2.21] Menimbang bahwa Termohon tidak mengajukan surat-surat sebagai alat bukti.
3. KESIMPULAN PARA PIHAK
[3.1] bahwa Pemohon dan Termohon tidak mengajukan kesimpulan
4. PERTIMBANGAN HUKUM
[4.1] Menimbang bahwa maksud dan tujuan permohonan sesungguhnya adalah mengenai Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik, sebagaimana diatur pasal 35 ayat (1) huruf c, Undang-undang No.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, selanjutnya disebut UU KIP, juncto pasal 5 huruf b Pasal 13 dan Pasal 36 ayat (1) dan (2) Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik, selanjutnya disebut Perki No 1 Tahun 2013 tentang PPSIP;
[4.2] Menimbang bahwa sebelum memasuki pokok permohonan, berdasarkan pasal 36 ayat (1) Perki No 1 Tahun 2013 tentang PPSIP, Majelis Komisioner terlebih dahulu akan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
1. Kewenangan Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat untuk memeriksa dan menjatuhkan putusan terhadap permohonan a quo ;
2. Kedudukan hukum atau legal standing Pemohon sebagai yang mengajukan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik ;
3. Kedudukan hukum atau legal standing Termohon sebagai Badan Publik dalam sengketa informasi publik ;
4. Batas waktu pengajuan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik.
Bahwa terhadap keempat hal tersebut, Majelis Komisioner memberikan pendapat sebagai berikut :
A. Kewenangan Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat
[4.3] Menimbang bahwa Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat memiliki dua kewenangan yaitu Kewenangan Absolut dan Kewenangan Relatif.
Kewenangan Absolut
[4.4] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 4 UU KIP yang menyatakan : Komisi Informasi adalah lembaga mandiri yang berfungsi menjalankan Undang-Undang ini dan peraturan pelaksanaannya, menetapkan petunjuk teknis standar layanan informasi publik dan menyelesaikan sengketa informasi publik melalui mediasi dan/atau ajudikasi nonlitigasi.
[4.5] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 5 UU KIP, juncto Pasal 1 angka 3 Perki No 1 Tahun 2013 tentang PPSIP menyatakan : Sengketa Informasi Publik adalah sengketa yang terjadi antara badan publik dan pengguna informasi publik yang berkaitan dengan hak memperoleh dan menggunakan informasi berdasarkan perundang-undangan.
[4.6] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan-ketentuan : Pasal 26 ayat (1) UU KIP
Komisi Informasi bertugas menerima, memeriksa, dan memutus permohonan penyelesaian Sengketa Informasi Publik melalui Mediasi dan/atau Ajudikasi nonlitigasi yang diajukan oleh setiap Pemohon Informasi Publik berdasarkan alasan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.
Pasal 38 ayat (1) UU KIP
Komisi Informasi Pusat dan Komisi Informasi provinsi dan/atau Komisi Informasi kabupaten/kota harus mulai mengupayakan penyelesaian Sengketa Informasi Publik melalui Mediasi dan/atau Ajudikasi nonlitigasi paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah menerima permohonan penyelesaian Sengketa Informasi Publik.
[4.7] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 5 Perki No 1 Tahun 2013 tentang PPSIP menyatakan : Penyelesaian Sengketa Informasi Publik melalui Komisi Informasi dapat ditempuh apabila :
a. pemohon tidak puas terhadap tanggapan atas keberatan yang diberikan oleh atasan PPID; atau
b. pemohon tidak mendapatkan tanggapan atas keberatan yang telah diajukan kepada atasan PPID dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kerja sejak keberatan diterima oleh atasan PPID.
[4.8] Menimbang bahwa berdasarkan keterangan Pemohon dalam persidangan yang telah menempuh mekanisme untuk memperoleh informasi dan mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik sebagai berikut :
a. pemohon telah mengajukan permohonan informasi publik sebagaimana telah diuraikan dalam duduk perkara;
b. pemohon telah menempuh upaya keberatan kepada Termohon sebagaimana telah diuraikan dalam duduk perkara;
c. pemohon tidak mendapat tanggapan atau jawaban dari Termohon sebagaimana diuraikan dalam duduk perkara; dan
d. pemohon telah mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik kepada Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat sebagaimana telah diuraikan dalam duduk perkara.
[4.9] Menimbang bahwa berdasarkan uraian paragraf [3.4] sampai dengan paragraf [3.8], Majelis Komisioner berpendapat bahwa sengketa a quo berada dalam kompetensi absolut Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat dan oleh sebab itu memiliki kewenangan untuk menyelesaikan sengketa a quo.
Kewenangan Relatif
[4.10] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 27 ayat (3) UU KIP menyatakan : Kewenangan Komisi Informasi provinsi meliputi kewenangan penyelesaian sengketa yang menyangkut Badan Publik tingkat provinsi yang bersangkutan.
[4.11] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 6 ayat (4) Perki No 1 Tahun 2013 tentang PPSIP menyatakan : Dalam hal Komisi Informasi Kabupaten/Kota belum terbentuk, kewenangan menyelesaikan Sengketa Informasi Publik yang menyangkut Badan Publik tingkat kabupaten/kota dilaksanakan oleh Komisi Informasi Provinsi.
[4.12] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 3 UU KIP yang menyatakan : Badan Publik adalah lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, dan badan lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara, yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, atau organisasi nonpemerintah sepanjang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, sumbangan masyarakat, dan/atau luar negeri.
[4.13] Menimbang bahwa pada bagian penjelasan Pasal 6 ayat(3) Perki No 1 Tahun 2013 tentang PPSIP menyatakan: Yang dimaksud dengan Badan Publik kabupaten/kota adalah Badan Publik yang lingkup kerjanya mencakup kabupaten/kota setempat atau lembaga tingkat kabupaten/kota dari suatu lembaga yang hierarkis. Contoh: Pemerintah Kabupaten/Kota, DPRD kabupaten/kota, Pengadilan tingkat pertama, Komando Distrik Militer, BUMD tingkat kabupaten/kota, Partai Politik tingkat kabupaten/kota, organisasi non pemerintah tingkat kabupaten/kota, RSUD tingkat kabupaten/kota, atau lembaga tingkat kabupaten/kota lainnya.
[4.14] Menimbang bahwa berdasarkan Undang-Undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa , dinyatakan bahwa :
Pasal 1
Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pasal 5
Desa berkedudukan di wilayah Kabupaten/Kota.
Pasal 23
Pemerintahan Desa diselenggarakan oleh Pemerintah Desa.
Pasal 25
Pemerintah Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 adalah Kepala Desa atau yang disebut dengan nama lain dan yang dibantu oleh perangkat Desa atau yang disebut dengan nama lain.
Pasal 26 ayat 1
Kepala Desa bertugas menyelenggarakan Pemerintahan Desa, melaksanakan Pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa.
Pasal 27
Dalam melaksanakan tugas, kewenangan, hak, dan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26, Kepala Desa wajib Menyampaikan laporan penyelenggaraan Pemerintahan Desa setiap akhir tahun anggaran kepada Bupati/Walikota;
Pasal 72
(1) Pendapatan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 ayat (2) bersumber dari:
a. pendapatan asli Desa terdiri atas hasil usaha, hasil aset, swadaya dan partisipasi, gotong royong, dan lain-lain pendapatan asli Desa;
b. alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;
c. bagian dari hasil pajak daerah dan retribusi daerah Kabupaten/Kota;
d. alokasi dana Desa yang merupakan bagian dari dana perimbangan yang diterima Kabupaten/Kota;
e. bantuan keuangan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota;
f. hibah dan sumbangan yang tidak mengikat dari pihak ketiga; dan g. lain-lain pendapatan Desa yang sah.
[4.15] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah No 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, :
Pasal 48 huruf a
Dalam melaksanakan tugas, kewenangan, hak dan kewajibannya, kepala Desa wajib menyampaikan laporan penyelenggaraan Pemerintah Desa setiap akhir tahun anggaran kepada bupati/walikota.
Pasal 96
(1) Pemerintah daerah kabupaten/kota mengalokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten/kota ADD setiap tahun anggaran.
(2) ADD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit 10% (sepuluh perseratus) dari dana perimbangan yang diterima kabupaten/kota dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah setelah dikurangi dana alokasi khusus.
(3) Pengalokasian ADD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mempertimbangkan:
a. kebutuhan penghasilan tetap kepala Desa dan perangkat Desa; dan b. jumlah penduduk Desa, angka kemiskinan Desa, luas wilayah Desa, dan
tingkat kesulitan geografis Desa.
[4.16] Menimbang bahwa berdasarkan uraian paragraph [4.10] sampai dengan paragrap [4.15], Majelis berpendapat bahwa Pemerintah Desa memiliki tugas dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan yang berkedudukan di desa dan merupakan bagian dari kabupaten sehingga Pemerintah Desa adalah bagian dari badan Publik pada tingkat kabupaten.
[4.17] Menimbang bahwa berdasarkan uraian pada paragraf [4.16], Majelis berpendapat Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat memiliki kewenangan relatif untuk menerima, memeriksa dan memutus sengketa a quo.
B. Kedudukan Hukum / Legal Standing Pemohon
[4.17] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan-ketentuan : Pasal 1 angka 12 UU KIP
Pemohon Informasi Publik adalah warga negara dan/atau badan hukum Indonesia yang mengajukan permintaan informasi publik sebagaimana diatur dalam Undang- Undang ini.
Pasal 1 angka 7 Perki No. 1 Tahun 2013 tentang PPSIP
Pemohon penyelesaian sengketa informasi publik yang selanjutnya disebut Pemohon adalah Pemohon atau pengguna informasi publik yang mengajukan Permohonan kepada Komisi Informasi.
Pasal 11 ayat (1) huruf a Perki No. 1 Tahun 2013 tentang PPSIP
Pemohon wajib menyertakan dokumen kelengkapan Permohonan sebagai berikut:
a. identitas Pemohon yang sah, yaitu:
1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk, Paspor atau identitas lain yang sah yang dapat membuktikan Pemohon adalah warga negara Indonesia; atau
2. Anggaran dasar yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan telah tercatat di Berita Negara Republik Indonesia dalam hal Pemohon adalah Badan Hukum.
3. Surat kuasa dan fotokopi Kartu Tanda Penduduk pemberi kuasa dalam hal Pemohon mewakili kelompok orang.
b. permohonan informasi kepada Badan Publik, yaitu:
1. Surat permohonan, formulir permohonan, tanda terima atau tanda pemberian/pengajuan permohonan informasi; dan/atau
2. Surat pemberitahuan tertulis dari Badan Publik atas permohonan informasi.
c. keberatan kepada Badan Publik, yaitu:
1. Surat tanggapan tertulis atas keberatan Pemohon oleh atasan PPID; atau
2. Surat pengajuan keberatan disertai tanda pemberian/pengajuan, tanda pengiriman atau tanda terima; dan
3. Dokumen lainnya, bila dipandang perlu.
[4.18] Menimbang bahwa Pemohon dalam pengajuan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik yang telah didaftarkan pada Kepaniteraan Komisi Informasi provinsi Sulawesi Barat telah melampirkan dokumen sebagai berikut : a. fotokopi Akta Pendirian Lembaga Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan
Keadilan,Nomor : 04 tanggal 7 Juni 2016, yang dibuat oleh Notaris Nurrahmah Tahanuddin, SH, MH.Vide Bukti [P-3];
b. fotokopi pengesahan pendirian Badan Hukum Perkumpulan Lembaga Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan Keadilan yang diterbitkan oleh Menteri Hukum dan HAM RI tanggal 28 November 2016.Vide Bukti [P-4];
c. fotokopi surat keterangan terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Nomor : 00-33-00/498-1/X/2016. Vide Bukti [P-5]; dan
d. fotokopi KTA LSM Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan Keadilanatas nama Arwin Haryanto. Vide Bukti [P-6].
[4.19] Menimbang bahwa dalam persidangan telah didengarkan pula keterangan Pemohon yang pada pokoknya menerangkan jika Pemohon mewakili Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan Keadilan dalam mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik a quo.
[4.20] Menimbang bahwa Pemohon merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat sebagaimana keterangan dipersidangan didukung dengan bukti [P-3],[P-4], [P-5] dan [P.6], sehingga syarat-syarat formil Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi harus tunduk pada ketentuan Pasal 11 ayat (1) huruf a angka 2 Perki No. 1 tahun 2013 tentang PPSIP.
[4.21] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan pada Pasal 11 ayat (1) huruf a angka 2 Perki No. 1 tahun 2013 tentang PPSIP telah menegaskan Pemohon wajib menyertakan dokumen kelengkapan Permohonan berupa identitas Pemohon yang sah yaitu : Anggaran dasar yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia dan telah tercatat di Berita Negara Republik Indonesia dalam hal Pemohon adalah Badan Hukum.
[4.22] Menimbang, bahwa bukti [P-3] berupa fotokopi Akta Pendirian Lembaga Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan Keadilan (AMPERAK) Nomor : 04 tanggal 7 Juni 2016, yang dibuat oleh Notaris Nurrahmah Tahanuddin, SH, MH, di dalamnya termuat Anggaran Dasar lembaga yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sehingga syarat formil dokumen kelengkapan Pemohon sebagaimana ketentuan Pasal 11 ayat (1) huruf a angka 2 Perki No. 1 Tahun 2013 tentang PPSIP telah terpenuhi.
[4.23] Menimbang bahwa berdasarkan uraian paragraf [4.18] sampai dengan paragraf [4.22], Majelis Komisioner berpendapat bahwa Pemohon memenuhi syarat kududukan hukum atau legal standing sebagai Pemohon penyelesaian sengketa informasi publik dalam sengketa a quo.
C. Kedudukan Hukum / Legal Standing Termohon
[4.24] Menimbang bahwa kedudukan hukum Termohon dalam sengketa a quo telah diuraikan dan dipertimbangkan pada bagian kewenangan Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat paragraf [4.3] sampai dengan [4.6], maka pertimbangan tersebut juga berlaku secara mutatis mutandis dalam menguraikan dan mempertimbangkan kedudukan hukum Termohon.
[4.25] Menimbang berdasarkan paragraf [4.25], Majelis Komisioner berpendapat bahwa Termohon memenuhi syarat kedudukan hukum atau legal standing sebagai Termohon penyelesaian sengketa informasi publik dalam sengketa a quo.
D. Batas Waktu Pengajuan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi
[4.26] Menimbang bahwa berdasarkan fakta hukum yang tidak terbantahkan dalam persidangan, dimana Pemohon telah menempuh mekanisme permohonan informasi, keberatan dan pengajuan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik, sebagaimana telah diuraikan pada paragraf [2.2] sampai paragraf [2.6] mengenai kronologi proses penyelesaian sengketa informasi.
[4.27] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan-ketentuan : Pasal 22 ayat (7) UU KIP
Paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sejak diterimanya permintaan, Badan Publik yang bersangkutan wajib menyampaikan pemberitahuan tertulis yang berisikan : a. informasi yang diminta berada di bawah penguasaannya ataupun tidak;
b. badan Publik wajib memberitahukan Badan Publik yang menguasai informasi yang diminta apabila informasi yang diminta tidak berada di bawah penguasaannya dan Badan Publik yang menerima permintaan mengetahui keberadaan informasi yang diminta;
c. badan Publik wajib memberitahukan Badan Publik yang menguasai informasi yang diminta apabila informasi yang diminta tidak berada di bawah penguasaannya dan Badan Publik yang menerima permintaan mengetahui keberadaan informasi yang diminta;
d. penerimaan atau penolakan permintaan dengan alasan yang tercantum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17
e. dalam hal permintaan diterima seluruhnya atau sebagian dicantumkan materiinformasi yang akan diberikan;
f. dalam hal suatu dokumen mengandung materi yang dikecualikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17, maka informasi yang dikecualikan tersebut dapat dihitamkan dengan disertai alasan dan materinya;
g. alat penyampaian dan format informasi yang akan diberikan; dan/atau h. biaya serta cara pembayaran untuk memperoleh informasi yang diminta.
Pasal 35 ayat (1) UU KIP
Setiap Pemohon Informasi Publik dapat mengajukan keberatan secara tertulis kepada atasan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi berdasarkan alasan berikut :
a. penolakan atas permintaan informasi berdasarkan alasan pengecualian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17;
b. tidak disediakannya informasi berkala sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9;
c. tidak ditanggapinya permintaan informasi;
d. permintaan informasi ditanggapi tidak sebagaimana yang diminta;
e. tidak dipenuhinya permintaan informasi;
f. pengenaan biaya yang tidak wajar; dan/atau
g. penyampaian informasi yang melebihi waktu yang diatur dalam Undang- Undang ini
Pasal 36 ayat (1) UU KIP
Keberatan diajukan oleh Pemohon Informasi Publik dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja setelah ditemukannya alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (1).
Pasal 36 ayat (2) UU KIP
Atasan pejabat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (1) memberikan tanggapan atas keberatan yang diajukan oleh Pemohon Informasi Publik dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sejak diterimanya keberatan secara tertulis.
Pasal 37 ayat (2) UU KIP
Upaya penyelesaian Sengketa Informasi Publik diajukan dalam waktu paling lambat 14(empat belas) hari kerja setelah diterimanya tanggapan tertulis dari atasan pejabat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (2).
Pasal 13 huruf a Perki No. 1 Tahun 2013 tentang PPSIP
Permohonan diajukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja sejak tanggapan tertulis atas keberatan dari atasan PPID diterima oleh Pemohon.
[4.28] Menimbang bahwa berdasarkan kronologi sebagaimana terurai pada paragraf [2.2] sampai dengan paragraf [2.6] dan sesuai dengan fakta dipersidangan, Pemohon mengajukan surat permintaan informasi kepada Termohon pada tanggal 23 Maret 2017, Vide bukti [P-1] dan Vide bukti [P-2], melalui Sekretaris Desa Bumiayu Ekawati dan TPK Bumiayu melalui Eka Wahyuningsih, surat diterima tanggal 2 April 2018.
[4.29] Menimbang bahwa berdasarkan kronologi sebagaimana terurai pada
Pemohon mengajukan surat keberatan kepada Termohon pada tanggal 23 April 2018, Vide bukti [P-3], surat diterima oleh Ekawati pada tanggal yang sama selaku Sekretaris Desa.
[4.30] Menimbang bahwa berdasarkan uraian pada paragraf [4.28] dan paragraf [4.29], terdapat tenggat waktu antara surat pengajuan permintaan informasi dengan surat pengajuan keberatan adalah 34 (tiga puluh empat) hari kerja dan jika mengacu pada Pasal 36 ayat (1) UU KIP yang menjelaskan bahwa keberatan diajukan oleh Pemohon Informasi Publik dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja setelah ditemukannya alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (1) yaitu diantaranya tidak ditanggapinya permintaan informasi sehingga tenggat waktu tersebut adalah tidak berkesesuaian.
[4.31] Menimbang bahwa berdasarkan uraian pada paragraf [4.30], Majelis Komisioner berpendapat bahwa jangka pengajuan surat keberatan oleh Pemohon ke Termohon selaku badan publik sebagaimana ditentukan dalam Pasal 36 ayat (1) UU KIP adalah tidak terpenuhi yaitu melebihi jangka waktu yang diatur oleh pasal dimaksud sehingga dinyatakan tidak memenuhi syarat.
[4.32] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 36 ayat (2) Perki No. 1 Tahun 2013 tentang PPSIP yaitu “Dalam hal permohonan tidak memenuhi salah satu ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Majelis Komisioner dapat menjatuhkan putusan sela untuk menerima ataupun menolak permohonan.”
[4.33] Menimbang bahwa berdasarkan uaraian paragraf [4.31] sampai dengan paragraf [4.32], Majelis berpendapat bahwa permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik yang diajukan Oleh Pemohon memenuhi jangka waktu yang ditentukan UU KIP tahun 2018.
E. Pokok Permohonan.
[4.34] Menimbang bahwa dari fakta hukum, baik dalil Pemohon serta bukti surat, Majelis menemukan fakta hukum yang diakui Pemohon, sebagai berikut:
1. Fakta hukum dan dalil permohonan Pemohon yang tidak dibantahkan oleh Termohon yang tidak menggunakan kesempatan di persidangan, karenanya fakta hukum tersebut menjadi hukum bagi pemohon dan Termohon sehingga hal tersebut tidak perlu di buktikan lagi yaitu:
a. Pemohon telah mengajukan Permohonan permintaan Infomasi publik sebagaimana diuraian pada paragraf [2.2]
b. Pemohon telah menempuh upaya keberatan kepada Termohon sebagaimana di uraiakan pada paragraf [2.3]
c. Pemohon tidak mendapat tanggapan atas keberatan dari termohon sebagaimana diuraikan pada paragraph [2.3]
2. Pemohon pengajuan permohonan permintaan informasi kepada Termohon terkait salinan informasi tentang:
a. RAB, dan Pengajuan Penawaran Pembelian LPJU Tenaga Surya serta sumber dana pembelian tahun 2016 dan Tahun 2017.
b. Bukti dan cara Pembayaran LPJU Tenaga Surya pada Tahun 2016 dan Tahun 2017.
F. Pendapat Majelis
[4.35] Menimbang bahwa berdasarkan uraian sebagaimana dimaksud pada paragraf [4.34], terhadap ketidakhadiran Termohon dalam persidangan setelah dipanggil secara patut oleh Majelis melalui Panitera.
[4.36] Menimbang bahwa berdasarkan uaraian paragraf [4.35] terkait ketidakhadiran Termohon dalam persidangan, Majelis berpendapat sengketa a quo dapat diperiksa dan diputus tanpa kehadiran Termohon sebagaimana ketentuan Pasal 31 Perki No. 1 Tahun 2013 yang menyatakan : Dalam hal Termohon/kuasanya tidak hadir dalam persidangan, Majelis Komisioner dapat memeriksa dan memutus sengketa tanpa kehadiran Termohon.
[4.37] Menimbang bahwa terhadap hal-hal yang menjadi pokok sengketa, Majelis akan memberi pertimbangan hukum terhadap hal-hal sebagai berikut :
Alasan dan Tujuan Pemohon meminta informasi
[4.38] Menimbang bahwa dalam persidangan tanggal 15 Agustus 2018, Pemohon menyampaikan keterangan terkait alasan permintaan informasi publik adalah untuk memaksimalkan fungsi kontrol sebagai masyarakat ;
[4.39] Menimbang, Pasal 4 ayat (1), (2), dan (3) UU KIP yang menyatakan : (1) Setiap Orang berhak memperoleh Informasi Publik sesuai dengan ketentuan
Undang- Undang ini.
(2) Setiap Orang berhak:
a. melihat dan mengetahui Informasi Publik;
b. menghadiri pertemuan publik yang terbuka untuk umum untuk memperoleh Informasi Publik;
c. mendapatkan salinan Informasi Publik melalui permohonan sesuai dengan Undang-Undang ini; dan/atau
d. menyebarluaskan Informasi Publik sesuai dengan peraturan perundang- undangan.
(3) Setiap Pemohon Informasi Publik berhak mengajukan permintaan Informasi Publik disertai alasan permintaan tersebut.
[4.40] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan pasal 1 ayat (2) UU KIP bahwa Informasi Publik adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola,dikirim, dan/atau diterima oleh suatu Badan Publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara dan/atau penyelenggara dan penyelenggaraan badan publik lainnya yang sesuai dengan UU KIP serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik.
Terhadap Informasi yang dimohonkan oleh Pemohon
[4.41] Menimbang bahwa Pemohon dalam mengajukan permintaan informasi diajukan kepada 2 (dua) pihak yaitu Sekretaris Desa dan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) yang sama-sama berlokasi di Desa Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.
[4.42] Menimbang bahwa berdasarkan surat permohonan informasi dan keterangan Pemohon pada sidang diperoleh fakta bahwa informasi yang diminta sebagaimana telah diuraikan pada paragraf [4.35] huruf a angka 1 yakni : Laporan penyaluran RASKIN/RASTRA kemasyarakat pada bulan 1-12 tahun 2016 dan tahun 2017 serta laporan penyaluran RASTRA tahun 2018 (Nama, Alamat, Jumlah dan Harga Beras Tahun 2016, 2017, dan 2018).
[4.43] Menimbang berdasarkan ketentuan-ketentuan : UU KIP, Pasal 7 ayat (1)
Badan Publik wajib menyediakan, memberikan dan/atau menerbitkan Informasi Publik yang berada di bawah kewenangannya kepada Pemohon Informasi Publik, selain informasi yang dikecualikan sesuai dengan ketentuan.
UU KIP, Pasal 11 ayat (1) huruf b
Setiap Badan Publik wajib menyediakan Informasi Publik setiap saat yang meliputi hasil keputusan Badan Publik dan pertimbangannya.
Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa,Pasal 19 huruf c
Kewenangan Desa meliputi kewenangan yang ditugaskan oleh Pemerintah, Pemerintah DaerahProvinsi, atau Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.”
Peraturan Presiden Nomor 15 tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan
Program percepatan penanggulangan kemiskinan terdiri dari Kelompok program bantuan sosial terpadu berbasis keluarga, bertujuan untuk melakukan pemenuhan hak dasar, pengurangan beban hidup, dan perbaikan kualitas hidup masyarakat miskin.
Perki No. 1 Tahun 2010 tentang SLIP, pasal 13 ayat (1) huruf b angka 6
Informasi tentang peraturan, keputusan dan/atau kebiijakan Badan Publik yang sekurang-kurangnya terdiri atas Peraturan, keputusan dan/atau kebijakan yang telah diterbitkan.
[4.44] Menimbang berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Pedoman Umum Subsidi Beras Bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah Tahun 2016 pada bagian Lampiran huruf b angka 17 menyebutkan
“Program Subsidi Beras Bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah adalah program subsidi pangan (beras) bagi masyarakat berpendapatan rendah.”
[4.45] Menimbang berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2016 tentang Pedoman Umum Subsidi Beras Bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah tahun 2016 pada Bab VII bagian Pengaduan dimana secara eksplisit disebutkan bahwa masyarakat dapat berperan serta dalam pengawasan pelaksanaan program subsidi beras.
[4.46] Menimbang berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Subsidi Beras Bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah Tahun 2016 pada bagian lampiran bab III angka 3 huruf e, terkait Pelaksana Distribusi Subsidi Beras Bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah di desa/kelurahan/pemerintahan setingkat menyebutkan “Kepala Desa/Lurah/Kepala pemerintahan setingkat bertanggung jawab atas pelaksanaan Program Subsidi Beras Bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah di wilayahnya, dan membentuk Pelaksana Distribusi Subsidi Beras Bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah di wilayahnya, sebagai berikut :
a. Pelaksana distribusi mempunyai fungsi “Pendistribusian dan penyerahan Subsidi Beras Bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah kepada RTS-PM yang terdapat dalam DPM-1 di Titik Bagi (TB).
b. Membuat Daftar Realisasi Penjualan Beras sesuai Model DPM-2 dan melaporkan ke Tim Koordinasi Subsidi Beras Bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah Kabupaten/Kota melalui Tim Koordinasi Subsidi Beras Bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah Kecamatan
[4.47] Menimbang bahwa Pembagian beras bersubsidi bagi masyarakat berpendapatan rendah dilakukan berdasarkan pada Daftar Penerima Manfaat (DPM -1) yang disusun oleh pelaksana distribusi, sebagaimana disebutkan pada ketentuan Lampiran Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Pedoman Umum Subsidi Beras Bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah Tahun 2016 huruf B angka 2 dan angka 3 pada ketentuan Umum dinyatakan :
2. DPM-1 adalah Model Daftar Penerima manfaat Subsidi Beras Bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah di desa/kelurahan yang menjadi dasar Penyaluran Subsidi Beras Bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah di desa/kelurahan. DPM-1 telah mengakomodir hasil perubahan RTS-PM melalui mekanisme Mudes/Muskel, jika diperlukan pemutakhiran.
3. DPM-2 adalah Model Daftar PenjualanSubsidi Beras Bagi Masyarakat BerpendapatanRendah di desa/kelurahan.
[4.48] Menimbang bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana telah dijelaskan pada paragraph [4.43] sampai dengan paragraf [4.48] Majelis menyatakan bahwa informasi yang dimohonkan oleh Pemohon yang berkaitan dengan daftar realisasi penyaluran beras raskin/rastra yang memuat nama, alamat, jumlah dan harga beras adalah berkesesuaian dengan informasi yang terdapat pada Daftar Penerima Manfaat (DPM-2) yang memuat informasi tentang nama, alamat, jumlah dan harga beras yang di susun oleh pelaksana distribusi yang sahkan oleh Kepala Desa/Lurah yang merupakan keputusan/kebijakan pemerintah Desa terkait dengan penyaluran beras raskin/rastra.
[4.49] Menimbang bahwa berdasarkan penjelasan pada paragraf [4.59], Majelis berpendapat bahwa informasi yang dimohonkan oleh Pemohon merupakan informasi yang bersifat terbuka dan Termohon wajib menyediakannya setiap saat.
[4.50] Menimbang bahwa terhadap informasi yang dimohonkan Pemohon sebagaimana diuraikan pada paragraf [4.35] angka 2 yakni Daftar nama peserta sertifikat PRONA tahun 2016/2017, jumlah pembayaran dan rincian penggunaan dana prona, Majelis berpendapat sebagai berikut :
a. Bahwa berdasarkan fakta persidangan Pemerintah Desa Bumiayu Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar diperoleh fakta hukum berupa :
a. Bahwa daftar nama peserta sertifikat PRONA tahun 2016, jumlah pembayaran dan rincian penggunaan dana Prona dikuasai oleh Termohon
b. Bahwa Program sertifikat PRONA tahun 2017 tidak diadakan di Desa Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, dan informasinya tidak dikuasai oleh Termohon
[4.51] Menimbang berdasarkan ketentuan-ketentuan : UU KIP Pasal 1 ayat (2)
Informasi Publik adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh suatu badan publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara dan/atau penyelenggara dan penyelenggaraan badan publik lainnya yang sesuai dengan Undang-Undang ini serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik.
UU KIPPasal 7 ayat (1)
Badan Publik wajib menyediakan, memberikan dan/atau menerbitkan Informasi Publik yang berada di bawah kewenangannya kepada Pemohon Informasi Publik, selain informasi yang dikecualikan sesuai dengan ketentuan.
UU KIPPasal 9 ayat (2)
Informasi Publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi:
b. informasimengenaikegiatan dan kinerja BadanPublik terkait;
c. informasimengenailaporan keuangan; dan/atau
d. informasilain yang diatur dalamperaturan perundang-undangan.
[4.52] Menimbang bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana telah uraikan pada paragraf [4.51] sampai dengan paragraf [4.53], Majelis berpendapat informasi yang dimohonkan oleh Pemohon berupa daftar nama peserta sertifikat PRONA tahun 2016, jumlah pembayaran dan rincian penggunaan dana Prona, merupakan informasi mengenai kegiatan kinerja Badan Publik dan informasi mengenai laporan keuangan Badan Publik
[4.53] Menimbang bahwa berdasarkan uraian pada paragraf [4.54], Majelis berpendapat bahwa informasi yang dimohonkan oleh Pemohon merupakan informasi yang bersifat terbuka dan wajib disediakan setiap saat.
[4.54] Menimbang bahwa terhadap informasi yang dimohonkan Pemohon sebagaimana diuraikan pada paragraf [4.35] angka 3 dan 4 yakni : RAB dan pengajuan penawaran pembelian Lampu Penerang Jalan Umum (LPJU) Tenaga Surya serta sumber dana pembelian tahun 2016 dan tahun 2017 serta Bukti dan cara pembayaran LPJU Tenaga Surya pada tahun 2016 dan 2017, Majelis berpendapat sebagai berikut :
1. Bahwa berdasarkan fakta persidangan yang menjadi fakta hukum bahwa Pemerintah Desa Bumiayu Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar mengadakan program Pengadaan LPJU Tenaga Surya tahun 2016 yang dilaksanakan oleh Tim Pengelolah Kegiatan yang ditetapkan oleh Kepala Desa Bumiayu Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar. Olehnya itu berdasarkan ketentuan Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Nomor 13 Tahun 2013 Tentang Pedoman Tata Cara pengadaan Barang/Jasa di Desa Pasal 3 dinyatakan:Pengadaan Barang/Jasa di Desa yang pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, tidak termasuk
dalam ruang lingkup Pasal 2 Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
2. Bahwa berdasarkan ketentuan Lampiran yang tak terpisahkan dari Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Nomor 13 Tahun 2013 Tentang Pedoman Tata Cara pengadaan Barang/Jasa di Desa disebutkan pada Bab I huruf C angka 1 angka 8 disebutkan:
Tim Pengelola Kegiatan yang selanjutnya disingkat TPK adalah tim yang ditetapkan oleh Kepala Desa dengan Surat Keputusan, terdiri dari unsur Pemerintah Desa dan unsur lembaga kemasyarakatan desa untuk melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa.
3. Bahwa berdasarkan ketentuan Lampiran yang tak terpisahkan dari Peraturan Kepala lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Nomor 13 Tahun 2013 Tentang Pedoman Tata Cara pengadaan Barang/Jasa di Desa disebutkan pada Bab I huruf C angka 1 angka 8 disebutkan:
huruf B. Rencana Pelaksanaan.
TPK menyusun rencana pelaksanaan pengadaan meliputi:
1. Rencana Anggaran Biaya (RAB) berdasarkan data harga pasar setempat atau harga pasar terdekat dari desa tersebut.
2. Dalam penyusunan RAB dapat memperhitungkan ongkos kirim atau ongkos pengambilan atas barang/jasa yang akan diadakan.
3. Spesifikasi teknis barang/jasa (apabila diperlukan).
4. Khusus untuk pekerjaan konstruksi, disertai gambar rencana kerja (apabila diperlukan).
4. Bahwa berdasarkan fakta persidangan Pengadaan barang dan jasa yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Bumiayu Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar dilakukan oleh Penyedia Barang/Jasa.
5. Bahwa terkait rincian anggaran dan biaya, Dokumen pengajuan penawaran pengadaan barang/jasa, sumber dana Pengadaan barang/jasa, serta bukti dan cara pembayaran Pengadaaan Barang/jasa, merupakan dokumen yang harus terpenuhi dalam proses Pengadaan barang/Jasa di desa sebagaimana diatur dalam Pedoman Tata Cara Pengadaan Barang/Jasa pemerintah di desa sebagai Lampiran tak terpisahkan dari Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Nomor 13 Tahun 2013 Tentang Pedoman Tata Cara pengadaan Barang/Jasa di Desa disebutkan pada Bab III huruf C angka 1 point b disebutkan :
1. Pengadaan Barang/Jasa meliputi:
b. Pengadaan Barang/Jasa dengan nilai di atas Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah):
1) TPK membeli barang/jasa kepada 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa.
2) pembelian sebagaimana dimaksud pada angka 1), dilakukan TPK dengan cara meminta penawaran secara tertulis dari Penyedia Barang/Jasa dengan dilampiri daftar barang/jasa (rincian barang/jasa atau ruang lingkup pekerjaan, volume, dan satuan).
3) Penyedia Barang/Jasa menyampaikan penawaran tertulis yang berisi daftar barang/jasa (rincian barang/jasa atau ruang lingkup pekerjaan, volume, dan satuan) dan harga.
4) TPK melakukan negosiasi (tawar-menawar) dengan PenyediaBarang/Jasa untuk memperoleh harga yang lebih murah.
5) Penyedia Barang/Jasa memberikan bukti transaksi berupa nota, faktur pembelian, atau kuitansi untuk dan atas nama TPK.
6. Bahwa berdasarkan pertimbangan pada angka 1,2,3,4,dan 5 Majelis berkesimpulan bahwa informasi yang dimohonkan Pemohon sebagaimana di uraikan pada paragraf [4.35] angka 3 dan 4 adalah informasi yang terangkum dalam dokumen kerja sama dengan pihak ketiga sebagai penyedia Barang/Jasa yang merupakan syarat yang harus terpenuhi dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa di desa.
7. Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 11 ayat (1) huruf c UU KIP juncto Pasal 13 ayat (1) huruf e Perki No. 1 Tahun 2010 mengatur:
(1) Setiap Badan Publik wajib menyediakan Informasi Publik setiap saat yang sekurang-kurangnya terdiri dari:
e. Surat-surat perjanjian dengan pihak ketiga berikut dokumen pendukungnya.
8. Berdasarkan uraian angka 6 dan 7 di atas, Majelis berkesimpulan bahwa informasi yang dimohonkan Pemohon sebagaimana di uraikan pada paragraf[4.35] angka 3 dan 4 merupakan jenis informasi yang sifatnya terbuka dan wajib tersedia setiap saat dan disediakan oleh Termohon.
[4.55] Menimbang bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan setempat yang dilakukan oleh Majelis Komisioner sebagaimana di uraikan pada paragraf [2.12] dan paragraf [2.21] terungkap fakta bahwa Proses pengadaan LPJU Tenaga Surya yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Bumiayu kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar sedang dalam proses Penyidikan kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Makassar.
[4.56] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 17 huruf a angka 1 UU KIP dinyatakan bahwa:
Setiap badan Publik wajib membuka akses bagi setiap Pemohon Informasi Publik untuk mendapatkan Informasi Publik, kecuali:Huruf a. Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon Informasi Publik dapat menghambat proses penegakan hukum, yaitu informasi yang dapat:Angka 1.
Menghambat proses penyelidikan dan penyidikan suatu tindak pidana.
[4.57] Menimbang bahwa meskipun Majelis telah menyatakan bahwa informasi yang dimohonkan pemohon merupakan jenis informasi yang terbuka dan wajib disediakan dan tersedia setiap saat sebagaimana pada paragraf [4.44] angka 8, namun berdasarkan fakta yang terungkap dari hasil pemeriksaan setempat serta mempertimbangkan Pasal 17 huruf a angka 1 UU KIP maka Majelis berkesimpulan bahwa dengan menutup informasi yang dimohonkan Pemohon dapat melindungi kepentingan publik yang lebih besar dalam proses penegakan hukum sehingga Majelis berpendapat bahwa informasi yang dimohonkan Pemohon adalah informasi yang dikecualikan maka sepatutnyalah untuk tidak diberikan kepada Pemohon.
5. KESIMPULAN
[5.1] Berdasarkan seluruh uraian, pertimbangan dan fakta hukum yang telah dijelaskan, Majelis Komisioner berkesimpulan :
1. Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat berwenang untuk menerima, memeriksa dan memutus permohonan a quo.
2. Pemohon memiliki kedudukan hukum atau legal standing untuk mengajukan permohonan dalam sengketa a quo.
3. Termohon memiliki kedudukan hukum atau legal standing sebagai Termohon dalam sengketa a quo.
4. Batas waktu pengajuan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi memenuhi jangka waktu sebagaimana ditentukan pada Pasal 36 ayat (1) UU KIP.
5. Sebahagian informasi yang dimohonkan oleh Pemohon merupakan informasi yang bersifat terbuka.
6. AMAR PUTUSAN
[6.1] Mengabulkan permohonan Pemohon untuk sebahagian..
[6.2] Menyatakan bahwa Permohonan Pemohon menyangkut informasi tentang :
a. Daftar realisasi penyaluran Beras Miskin (RASKIN) atau Beras Sejahtera (RASTRA) yang memuat nama, alamat, jumlah, dan harga beras merupakan informasi yang bersifat terbuka
b. Daftar nama peserta sertifikat PRONA tahun 2016, jumlah pembayaran dan rincian penggunaan dana Prona merupakan informasi yang bersifat terbuka sepanjang informasi tersebut dikuasai oleh Termohon.
c. RAB dan pengajuan penawaran pembelian Lampu Penerang Jalan Umum (LPJU) Tenaga Surya serta sumber dana pembelian tahun 2016 dan tahun 2017 dan Bukti serta cara pembayaran LPJU Tenaga Surya pada tahun 2016 dan 2017 merupakan informasi yang dikecualikan.
Demikian diputuskan dalam Rapat Permusyawaratan Majelis Komisioner oleh Andry Pramono selaku Ketua merangkap Anggota, Andi Fachriady Kusno dan Andi Ishaq Abdullah, masing-masing sebagai anggota, pada hari Senin, tanggal19 November 2018 dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari ini, Kamis tanggal 22 November 2018 oleh Majelis Komisioner yang nama-namanya tersebut di atas, dengan di dampingi oleh Hj. Rosdiana B sebagai Panitera Pengganti serta tidak dihadiri oleh Pemohon dan Termohon.
KETUA MAJELIS
(ANDRY PRAMONO)
ANGGOTA MAJELIS
(ANDI FACHRIADY KUSNO)
ANGGOTA MAJELIS
(ANDI ISHAQ ABDULLAH)
PANITERA PENGGANTI
( HJ. ROSDIANA B )
Untuk salinan Putusan ini sah dan sesuai dengan aslinya, diumumkan kepada masyarakat berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan ketentuan pasal 59 ayat (4) dan ayat (5) Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 tahun 2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik.
Dikeluarkan di Mamuju
Pada Tanggal : 26 November 2018 PANITERA
DARMAWATI JUSUF