PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 1 TANAH MASA
Desa BawoOfuloa,Kecamatan Tanah Masa, Kabupaten Nias Selatan
e-mail; [email protected]
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Satuan Pendidikan : SMA NEGERI 1 TANAH MASA Mata Pelajaran : SENI BUDAYA (SENI RUPA ) Kelas/Semester : X /Ganjil
Materi Pokok : Karya seni rupa tiga dimensi berdasarkan, jenis, tema, dan nilai estetis
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit
A. KOMPETENSI INTI
KI-3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI-4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan
B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
Kompetensi Dasar INDIKATOR 3.2 . Menganalisis karya seni rupa 3
Dimensi berdasarkan, jenis, tema, teknik, bahan dan
nilai estetisnya
3.2.1. Menganalisis jenis, tema, nilai estetis dalam berkarya seni rupa 3 dimensi 3.2.2. Menganalisis teknik dan bahan dalam berkarya seni rupa 3 dimensi
4.2 . Mencipta karya seni rupa tiga dimensi dengan melihat model
benda mati, benda hidup foto atau gambar
4.2.1.Mencipta karya seni rupa tiga Dimensi
4.2.2.Mengkomunikasikan konsep hasil eksplorasi karya tiga dimensi
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat :
1. Peserta didik dapat menganalisis jenis, tema dan nilai estetis dalam berkarya seni rupa 3 dimensi dengan baik dan benar
2. Peserta didik dapat menganalisis teknik dan bahan berkarya 3 dimensi dengan baik dan benar 3. Peserta didik dapat mencipta karya seni rupa 3 dimensi dengan baik dan menarik
4. Peserta didik dapat mengkomunikasikan lewat presentasi konsep hasil karya 3 dimensi yang telah dibuat dengan baik dan benar
D. MATERI PEMBELAJARAN
Berkarya Seni Rupa 3 Dimensi
( Terlampir Lampiran 1. Bahan Ajar) E. METODE PEMBELAJARANModel : PjBL / Behaviouristik
Strategi : Problem Experiential learning
Metode : Tanya Jawab, Demonstrasi, Diskusi,Ekperimen
F. MEDIA ,ALAT DAN BAHANMedia : infocus, laptop, LKPD
Alat :
Bahan :
G. SUMBER BELAJAR
- Buku seni budaya Kurikulum 2013 untuk kelas X - Youtube
H. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 Pendahuluan
Orientasi , melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa untuk memulai pembelajaran
Menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan
Menyanyikan lagu wajib Nasional
Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
Apersepsi, Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya,
Motivasi, Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari.Apabila materi tema projek ini dikerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik
diharapkan dapat menjelaskan tentang materi yang dipelajari
Pemberian Acuan, Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu. Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung Pembagian kelompok belajar, Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
Guru merumuskan secara seksama suatu rencana pengalaman belajar yang bersifat terbuka (open minded) yang memiliki hasil-hasil tertentu.
Guru menyampaikan apersepsi tentang konsep karya 3 dimensi
Kegiatan Inti
KEGIATAN LITERASI
Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan berbagai jenis karya 3 dimensi
Concrete Experience (CE) Feeling (perasaan)
CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)
Guru memberikan kesempatan untuk menganalisis sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan berkaitan dengan karya 3 dimensi, mulai dari jenis dan bentuk karya 3 dimensi, teknik dan bahan berkarya 3 dimensi
Reflection Observation(RO) Wathcing (mengamati)
COLLABORATION (KERJASAMA)
Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengevaluasi, mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai karya 3 dimensi berdasarkan jenis, tema, teknik berkarya dan bahan berkarya 3 dimensi. Dalam kelompok yang sudah dibentuk, masing-masing menganalisis di LKPD dengan pemahanan kelompok , untuk dipresentasikan didepan kelompok yang lain
Abstract Conceptualization (AC) Thinking (berpikir)
COMMUNICATION (BERKOMUNIKASI)
Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi karya 3 dimensi berdasarkan jenis, tema, teknik berkarya dan bahan berkarya 3 dimensi ,kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok yang lain termasuk memberi kritik dan saran
Penutup
Guru bersama peserta didik merefleksikan pengalaman belajar tentang konsep karya 3 dimensi
Guru menginformasikan proyek pembuatan karya 3 dimensi dengan konsep yang sama dalam bahan dan teknik yang sama. Bahan dari bahan kardus bekas yang sangat gampang di temukan di sekitar lingkungan siswa dan dengan teknik merakit yang dapat dijangkau siswa dalam
memadaikan fasilitas dilingkungan siswa.
Guru dan siswa berdoa bersama
Pertemuan 2 Pendahuluan
Orientasi , melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa untuk memulai pembelajaran
Menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan
Menyanyikan lagu wajib Nasional
Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
Apersepsi, Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya,
Pemberian Acuan, Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu. Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung Pembagian kelompok belajar, Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
Guru menyampaikan ulang apersepsi tentang konsep karya 3 dimensi
Kegiatan Inti
KEGIATAN LITERASI
Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan berbagai jenis karya 3 dimensi yang telah jadi dan siswa diberi 1 tayangan video tutorial membuat karya 3 dimensi dari bahan kardus bekas dengan teknik merakit
Concrete Experience (CE) Feeling (perasaan)
CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)
Guru memberikan kesempatan untuk menganalisis sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan berkaitan dengan karya 3 dimensi, mulai dari jenis dan bentuk karya 3 dimensi, teknik dan bahan berkarya 3 dimensi
Reflection Observation(RO) Wathcing (mengamati)
COLLABORATION (KERJASAMA)
Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mendesain karya yang ingin dicipta , mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai karya 3 dimensi berdasarkan jenis, tema, teknik berkarya dan bahan berkarya 3 dimensi.
Abstract Conceptualization (AC) Thinking (berpikir)
COMMUNICATION (BERKOMUNIKASI)
Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi desain karya 3 dimensi berdasarkan jenis, tema, teknik berkarya dan bahan berkarya 3 dimensi ,kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok yang lain termasuk memberi kritik dan saran
Penutup
Guru bersama peserta didik merefleksikan pengalaman belajar tentang konsep karya 3 dimensi
Guru menginformasikan proyek pembuatan karya 3 dimensi dengan konsep yang sama dalam bahan dan teknik yang sama. Bahan dari bahan kardus bekas yang sangat gampang di temukan di sekitar lingkungan siswa dan dengan teknik merakit yang dapat dijangkau siswa dalam
memadaikan fasilitas dilingkungan siswa.
Guru dan siswa berdoa bersama
Pertemuan 3 Pendahuluan
Orientasi , melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa untuk memulai pembelajaran
Menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan
Menyanyikan lagu wajib Nasional
Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
Apersepsi, Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya,
Pemberian Acuan, Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu. Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung Pembagian kelompok belajar, Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
Guru menyampaikan ulang apersepsi tentang konsep karya 3 dimensi
Kegiatan Inti
KEGIATAN LITERASI
Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan berbagai jenis karya 3 dimensi yang telah jadi dan siswa diberi 1 tayangan video tutorial membuat karya 3 dimensi dari bahan kardus bekas dengan teknik merakit
Concrete Experience (CE) Feeling (perasaan)
CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)
Guru memberikan kesempatan untuk menganalisis sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan berkaitan dengan karya 3 dimensi, mulai dari jenis dan bentuk karya 3 dimensi, teknik dan bahan berkarya 3 dimensi
Reflection Observation(RO) Wathcing (mengamati)
COLLABORATION (KERJASAMA)
Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mulai mencipta karya yang didesain dari hasil diskusi
Abstract Conceptualization (AC) Thinking (berpikir)
CREATIFITY (KREATIFITAS)
Peserta didik mulai mencipta sebuah karya 3 dimensi sesuai desain , teknik, bahan yang di rencanakan dalam diskusi kelompok
COMMUNICATION (BERKOMUNIKASI)
Peserta didik mempresentasikan hasil karya karya 3 dimensi yang dicipta
berdasarkan jenis, tema, teknik berkarya dan bahan berkarya 3 dimensi ,kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok yang lain termasuk memberi kritik dan saran Penutup
Guru bersama peserta didik merefleksikan pengalaman belajar tentang konsep karya 3 dimensi
Guru menginformasikan proyek pembuatan karya 3 dimensi dengan konsep yang sama dalam bahan dan teknik yang sama. Bahan dari bahan kardus bekas yang sangat gampang di temukan di sekitar lingkungan siswa dan dengan teknik merakit yang dapat dijangkau siswa dalam
memadaikan fasilitas dilingkungan siswa.
Guru dan siswa berdoa bersama
I. Penilaian .
( terlampir di Lampiran 2)
1. Sikap : Observasi saat pembelajaran tentang rasa ingin tahu, tanggung jawab, komunikatif
2. Pengetahuan : Tes tertulis bentuk uraian 3. Keterampilan : Produk hasil karya miniatur
Mengetahui, Tanah Masa, September 2022 Kepala SMA Negeri 1 Tanah Masa Guru Mata Pelajaran
ALEKSANDER BUULOLO, ST. SUFRYIO SIMATUPANG, S.Pd.
NIP.19690605 201410 1 001 NIP. 19900325 201903 1 009
Lampiran 1. Materi Pembelajaran
Seni rupa tiga dimensi adalah karya seni yang memiliki sisi panjang, lebar, tinggi (volume) agar bisa dinikmati dari segala arah. Jadi, karya seni rupa tiga dimensi adalah karya seni yang memiliki ruang.
Seperti halnya karya dua dimensi, seni rupa tiga dimensi juga mengandung unsur garis, bentuk, bidang, warna. Unsur-unsur tersebut disusun sedemikian rupa
sehingga membentuk objek tertentu. Meski begitu, hasil karya seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi sangat berbeda. Hal itu karena karya dua dimensi hanya
mempunyai dua sisi, yakni panjang dan lebar.
1. Seni Patung
Seni patung merupakan karya seni rupa yang diciptakan dari bahan bervolume seperti batu, tanah liat, semen/gypsum, kemudian dapat dipahat atau dicetak untuk membentuk karya yang diinginkan.
2. Seni Kriya
Kriya merupakan seni kerajinan tangan yang kebanyakan dibuat sebagai alat terapan yang membantu kehidupan sehari-hari. Misalnya poci dan cangkir untuk alat rumah tangga, furnitur seperti meja dan kursi, hingga ke wayang golek untuk seni
pertunjukan.
3. Arsitektur
Arsitektur adalah seni membuat bangunan sebagai sarana maupun prasarana
kehidupan manusia dari segala aspek, baik tempat istirahat dan berlindung maupun untuk beraktivitas.
4. Seni Instalasi
Karya yang memanfaatkan ruang dan tidak membedakan seni berdasarkan
dimensinya, artinya seni instalasi dapat terdiri dari beberapa patung, objek non seni, lukisan, dan lain sebagainya, yang membutuhkan pemasangan atau penyusuna untuk menjadi kesatuan yang utuh.
Estetika adalah seni keindahan.
Nilai estetis pada sebuah karya seni rupa dapat bersifat obyektif dan subyektif.
Nilai estetis obyektif memandang keindahan karya seni rupa berada pada wujud karya seni itu sendiri artinya keindahan tampak kasat mata. Keindahan sebuah karya seni rupa tersusun dari komposisi baik, perpaduan warna yang cocok, penempatan obyek yang membentuk kesatuan dan sebagainya.
Tidak demikian halnya dengan nilai estetis yang bersifat subyektif, keindahan tidak hanya pada unsur-unsur fisik yang diserap oleh mata secara visual, tetapi ditentukan oleh selera penikmatnya atau orang yang melihatnya. Sebagai contoh saat melihat sebuah karya seni lukis atau seni patung abstrak, dapat menemukan nilai estetis dari penataan unsur rupa pada karya itu. Merasa tertarikpada apa yang ditampilkan dalam karya itu dan merasa senang untuk terus melihatnya bahkan ingin
memilikinya meskipun tidak tahu obyek apa yang ditunjukkan olehkarya itu. Teman mungkin tidak tertarik pada karya itu dan lebih tertarik pada karya lainnya.
Perbedaan inilah yang menunjukkan bahwa nilai estetis sebuah karya senirupa dapat bersifat subyektif
1. Teknik Aplikasi
Teknik aplikasi adalah teknik karya hias yang dimanfaatkan dalam seni menjahit.
Karena itu, untuk menggunakan teknik ini caranya dengan menyusun beberapa potong kain yang sudah dibentuk lalu menyatukannya dengan dijahit.
2. Teknik Merakit
Teknik merakit dilakukan dengan cara menyambung potongan-potongan bahan tertentu untuk menjadi sebuah karya seni yang utuh.
Merakit ini bisa juga diterapkan pada beberapa barang yang lebih rumit, seperti miniatur kapal, pesawat, dan lain sebagainya.
4. Teknik Pahat
Teknik pahat merupakan teknik yang digunakan dengan membuang atau
menyisihkan bahan-bahan yang tidak digunakan, hingga membentuk sesuatu yang diinginkan.
Cara ini biasa digunakan untuk beberapa karya seni seperti patung, miniatur, atau ukiran.
5. Teknik Cor
Teknik cor diaplikasikan dengan cara menuang zat cair tertenttu pada sebuah alat cetak khusus.
Bahan cair ini nanti akan mengeras seperti karet, semen, logam, dan lain sebagainya.
Bahan dalam pembuatan karya seni rupa 3 dimensi terbagi menjadi 3 kelompok. Apa saja itu ? Berikut bahan bahannya
1. Bahan lunak : Kertas, karton, styrofoam.
2. Bahan liat : Tanah liat, gips, lilin, plastisin.
3. Bahan keras : Kayu, batu, logam.
Lampiran 2. PENILAIAN
1.1 Kisi-kisi Penulisan Soal No. Kompetensi
Dasar
IPK Materi Level
Kognitif
Indikator soal Bent uk soal
No.
Soal 1. 3.2
.Menganalisis karya seni rupa 3 dimensi berdasarkan, ,teknik,jenis, dan nilai estetisnya
Menganalisis unsure unsure karya seni rupa 3 dimensi
Pengertian seni rupa 3 dimensi dan Unsur karya seni rupa 3 dimensi
C3 Disajikan menjelaskan pengertian dan unsur karya seni rupa 3 dimensi
Pilihan Ganda
2,4,5,8
2. Menganalisi
teknik berkarya seni rupa 3 dimensi
Teknik berkarya seni rupa 3 dimensi
C3 Disajikan
pertanyaan yang dapat
menjelalaskan terknik berkarya seni rupa 3 dimensi
Pilihan Ganda
1,3,7
3. Menganalisis
bahan, alat dan prinsip karya seni rupa 3 dimensi
Menjelaskan bahan, alat dan prinsip karya seni rupa 3 dimensi
C3 Disajikan
pertanyaan yang dapat
menjelaskan bahan, alat, dan prinsip berkarya seni rupa 3 dimensi
6,9,10
1.2. Intrumen (Soal) Penilaian Pengetahuan Kerjakan Soal-soal berikut ini,
1. Teknik dalam membuat sebuah karya dengan cara menyambung beberapa potongan bahan merupakan
….
a.Teknik cor b.Teknik cetak c.Teknik merakit d.Teknik las e.Teknik kolase
2. Karya seni rupa tiga dimensi mengandung pengertian sebagai karya seni dengan karakteristik sebagai berikut :
a.berbentuk tipis dengan bahan yang kaku b.berbentuk bulat dengan bahan yang lentur c.bisa dinikmati dari berbagai arah
d.bisa dinikmati dari satu arah e.bersifat elastis dan mudah diubah
3..Teknik pembuatan karya seni rupa dengan menambah dan mengurangi bahan yang ada adalah teknik….
a.Ukir b.Mozaik c.Pahat d.Butsir e.Anyam
4.Unsur rupa yang menunjukkan kualitas taktis dari suatu permukaan benda merupakan unsur … a.Ruang
b.Tekstur c.Garis d.Bidang e.Bentuk
5..Penyusunan unsur seni rupa yang tidak ditepatkan secara sama, akan tetapi tetap memperlihatkan kesan keseimbangan artinya …
a.Asimetris b.Keselarasan c.Proporsi d.Anatomi e.Simetris
6. Perantara yang biasa dipakai untuk menyebut berbagai hal yang berhubungan dengan bahan yang dipakai dalam karya seni merupakan …
a.Teknik b.Unsur c.Medium d.Alat e.Bahan
7..Teknik pembuatan karya seni rupa tiga dimensi yang merupakan teknik dengan tindih-menindih, silang-menyilang, lipat-melipat, bolak-balik dan lungsen dengan pola yang sudah ditentukan adalah teknik…
a.Mozaik b.Pahat c.Ukir d.Batik e.Anyam
8..Karya seni rupa murni, yaitu karya seni yang lebih mementingkan a.keindahah dan fungsi pakainya seimbang
b.teknik pembuatannya
c.keindahan dibandingkan fungsi pakainya d.keindahan dibandingkan nilai komersilnya e.fungsi pakai dibandingkan keindahan.
9. Media pembuatan karya seni rupa yang lazim digunakan untuk membuat karya seni rupa tiga dimensi adalah
a.Kayu b.Kertas c.Kain d.lilin e.Air
10. Bentuk patung yang menempel pada dinding adalah…
a.Relief b.Arca c.Ukir
d.Wayang golek e.Wayang Kulit
Kunci Jawaban 1.D
2.C 3.D 4.B 5.A 6.C 7.E 8.C 9.A 10.A
1.3 Rubrik (Pedoman Penskoran) :
Skor perolehan x 100 Skor Maksimum
2. PENILAIAN KETERAMPILAN
2.1 Kisi – kisi penilaian keterampilan
No. Materi IPK Indikator Soal Bentuk
Soal 1 4.2 Mencipta karya seni
rupa 3 dimensi yaitu miniatur dari bahan kardus bekas dan teknik merakit
4.2.1 Mencipta karya seni rupa 3 dimensi dengan bahan kardus bekas dengan teknik merakit
4.2.2.Mengkomunikasikan konsep hasil
eksplorasi karya tiga dimensi
Disajikan beberapa contoh karya seni rupa 3dimensi dari bahan kardus bekas dengan teknik merakit
praktek
2.2.Intrumen (Soal) Penilaian Keterampilan : Soal :
1. Buatlah karya seni rupa 3 dimensi dengan bahan kardus bekas dengan teknik merakit
Jawab
1. Proses pembuatan karya dari awal sampai selesai
Menyiapkan bahan dan alat pengerjaan karya
Membuat pola
Membentuk karya miniatur sesuai ide dan desain
Finishing, merapikan yang belum sempurna
2.2.Rubrik Penilaian Keterampilan (Produk):
PENILAIAN PRODUK
Mata Pelajaran : SENI BUDAYA Kelas / Semester : X / I
Materi Pokok : SENI RUPA 3 DIMENSI Nama siswa : ...
NO KRITERIA SKOR JUMLAH
1 2 3 I PERSIAPAN
Mempersiapkan Alat untuk berkarya seni rupa yang akan dibuat
II PELAKSANAAN
Proses membuat karya seni rupa 3 dimensi dengan bahan kardus bekas dengan teknik merakit
III HASIL
1.
Unsur- unsur (warna dan bentuk)2.
Teknik berkarya3.
Prinsip4.
FinishingKriteria penskoran 1. Tidak tepat 2. Kurang tepat 3. Tepat
Nilai
= x 100
2.1 Penilaian Observasi
Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian sikap
No Nama Siswa Aspek Perilaku yang Dinilai Jumlah
Skor Skor Sikap Kode Nilai
BS JJ TJ DS
1 Soenarto 75 75 50 75 275 68,75 C
2 ... ... ... ... ... ... ...
Keterangan :
• BS : Bekerja Sama
• JJ : Jujur
• TJ : Tanggun Jawab
• DS : Disiplin Catatan :
1. Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:
100 = Sangat Baik 75 = Baik 50 = Cukup 25 = Kurang
2. Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria = 100 x 4 = 400 3. Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 275 : 4 = 68,75
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K)
5. Format di atas dapat diubah sesuai dengan aspek perilaku yang ingin dinilai 2.2.Penilaian Diri
Seiring dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru kepada peserta didik, maka peserta didik diberikan kesempatan untuk menilai kemampuan dirinya sendiri. Namun agar penilaian tetap bersifat objektif, maka guru hendaknya menjelaskan terlebih dahulu tujuan dari penilaian diri ini, menentukan kompetensi yang akan dinilai, kemudian menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan, dan merumuskan format penilaiannya Jadi, singkatnya format penilaiannya disiapkan oleh guru terlebih dahulu. Berikut Contoh format penilaian :
No Pernyataan Ya Tidak Jumlah
Skor
Skor Sikap
Kode Nilai 1 Selama diskusi, saya ikut serta
mengusulkan ide/gagasan. 50
250 62,50 C 2 Ketika kami berdiskusi, setiap
anggota mendapatkan 50
kesempatan untuk berbicara.
3
Saya ikut serta dalam membuat kesimpulan hasil diskusi kelompok.
50
4 ... 100
Catatan :
1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 4 x 100 = 400
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (250 : 400) x 100 = 62,50 4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K)
5. Format di atas dapat juga digunakan untuk menilai kompetensi pengetahuan dan keterampilan
2.3.Penilaian Teman Sebaya (PROSES)
Penilaian ini dilakukan dengan meminta peserta didik untuk menilai temannya sendiri. Sama halnya dengan penilaian hendaknya guru telah menjelaskan maksud dan tujuan penilaian, membuat kriteria penilaian, dan juga menentukan format penilaiannya. Berikut Contoh format penilaian teman sebaya:
Nama yang diamati : ...
Pengamat : ...
No Pernyataan Ya Tidak Jumlah
Skor
Skor Sikap
Kode Nilai 1 Mau menerima pendapat teman. 100
450 90,00 SB 2 Memberikan solusi terhadap
permasalahan. 100
3 Memaksakan pendapat sendiri
kepada anggota kelompok. 100 4 Marah saat diberi kritik. 100
5 ... 50
Catatan :
1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50 untuk pernyataan yang positif, sedangkan untuk pernyataan yang negatif, Ya = 50 dan Tidak = 100
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 5 x 100 = 500
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (450 : 500) x 100 = 90,00
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K)