1120
Efektivitas Pembelajaran Daring (Studi Kasus Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X IPS SMA Nurul Yaqin Tahun 2020/2021)
Sania Latifah, Supardi
Universitas Panca Sakti Bekasi e-mail: [email protected]
ABSTRAK
Penyebaran Covid-19 juga semakin meluas hingga ke berbagai negara di seluruh dunia salah satunya diindonesia. Indonesia pun tidak luput dari serangan Covid-19 ini Penularannya yang sangat cepat melalui kontak antar manusia satu ke manusia lainnya yang sangat sulit diprediksi. Hal ini dikarenakan kegiatan sosial yang tidak bisa dihindari hingga dapat menyebabkan tersebarnya Covid-19 terbesar dimana- mana. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian Kualitatif Fenomenologi yang didalamnya mendeskripsikan serta memperjelas fenomena-fenomena yang berkaitan dengan Keefektifan Pembelajaran Daring (Studi Kasus Hasil Belajar Matapelajaran Ekonomi Kelas X IPS SMA Nurul yaqin). Hasil penelitian dari perbandingan nilai rata-rata pada semester ganjil dan semester genap diperoleh data bahwa dengan pembelajaran daring nilai rata-rata siswa disetiap kelas mengalami peningkatan. Namun jika lebih diperhatikan lagi, pada nilai semester genap ada beberapa siswa yang justru memperoleh nilai dibawah standar KKM sementara pada semester ganjil nilai yang didapat melebihi KKM. Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang telah dilaksanakan di SMA Nurul yaqin. Pada proses pembelajaran matapelajaran ekonomi ini,dapat diketahui guru dan siswa sepakat untuk menggunakan aplikasi whatsaap sebagai media pembelajaran daring untuk membantu proses pembelajaran ekonomi. Adapun beberapa manfaat dari aplikasi whatsaap yaitu dapat bertukar informasi dalam bentuk pesan teks, gambar, suara, lokasi, video, hingga file dalam format pdf, doc, dan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dari pengumpulan data yang menjadi fokus dalam penelitian ini yaitu mengenai keefektifan pembelajaran daring mata pelajaran ekonomi kelas X IPS SMA Nurul Yaqin tahun 2020/2021 yang telah diuraikan pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa jika dilihat dari berbagai masalah yang dihadapi maka dapat dikatakan bahwa pembelajaran daring tersebut masih kurang efektif dan masih harus terus ditingkatkan dan diperhatikan lagi baik itu dari guru maupun dari siswa.
Kata Kunci : pembelajaran Daring, SMA Nurul Yaqin
PENDAHULUAN
Di tahun 2020 lalu dunia dilanda dengan adanya pandemi Covid-19.Virus ini berasal dari Wuhan yang merupakan salah satu kota di China. Covid-19 ini merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh jenis corona virus yang baru ditemukan.
Penyebaran Covid-19 juga semakin meluas hingga ke berbagai negara di seluruh
dunia salah satunya diindonesia. Indonesia pun tidak luput dari serangan Covid-19 ini
Penularannya yang sangat cepat melalui kontak antar manusia satu ke manusia lainnya
Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Agustus 2021 eISSN 2657- 0998
1121
yang sangat sulit diprediksi. Hal ini dikarenakan kegiatan sosial yang tidak bisa dihindari hingga dapat menyebabkan tersebarnya Covid-19 terbesar dimana-mana.
Untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 ini, pemerintah menerapkan kebijakan yang berupa social distancing atau pembatasan sosial berskala besar. Dengan mengurangi aktivitas di luar rumah serta membatasi interaksi antar sesama dan saling menjaga jarak saat berada di tempat umum. Konsekuensinya itu semua aktivitas yang melibatkan suatu perkumpulan orang banyak terpaksa harus dihentikan. Kondisi ini juga mengharuskan masyarakat agar tetap berada di rumah baik itu untuk belajar, bekerja, sampai beribadah pun di rumah. Dalam hal ini juga termasuk aktivitas pendidikan di lingkungan sekolah.
Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dapat mendefinisikan kata
“pembelajaran” berasal dari kata “ajar” yang artinya “petunjuk” yang diberikan kepada orang supaya diketahui atau diturut, sedangkan “pembelajaran” berarti proses, cara perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Ada beberapa pengertian pembelajaran menurut para ahli, sebagai berikut:
Menurut Winkel (Nurochim, 2013: 18) pembelajaran adalah seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa, dengan memperhitungkan kejadian-kejadian ekstrem yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami seorang siswa. Menurut Rusman (2014: 134) pembelajaran pada hakikatnya merupakan suatu proses interaksi antara guru dan siswa, baik interaksi secara langsung seperti kegiatan tatap muka langsung maupun interaksi secara tidak langung seperti menggunakan berbagai media pembelajaran
Sedangkan menurut sudjana Pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap upaya yang sistematik dan sengaja untuk menciptakan agar terjadi kegiatan interaksi edukatif antara dua pihak yaitu antara peserta didik “warga belajar” dan pendidik “sumber belajar”
yang melakukan kegiatan membelajarkan.
Berkaitan dengan adanya virus wabah Covid-19 pada awal tahun 2020 lalu, pemerintah kemudian mengeluarkan himbauan untuk melakukan kegiatan pembelajaran dari rumah. Hal ini dilakukan demi memutus rantai penyebaran virus dan menjaga sebuah keamanan serta keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik. Akibat dari kebijakan tersebut membuat sektor pendidikan seperti sekolah maupun perguruan tinggi menghentikan proses pembelajaran secara tatap muka langsung. Sebagai gantinya, proses pembelajaran pun dilakukan dari rumah masing-masing seorang siswa secara daring dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan media internet yang dimiliki.
Dengan adanya Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era Industri
4.0 banyak yang mempengaruhi berbagai bidang kehidupan, salah satunya yaitu: bidang
pendidikan. Dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sudah membawa
perubahan yang sangat cukup besar bagi kemajuan dunia pendidikan terlebih khususnya
pada proses pengajaran dan pembelajaran. Perkembangan teknologi informasi ini juga
memiliki posisi yang sangat penting dalam dunia pembelajaran modern yang sudah
mengubah cara seorang guru dalam mengajar dan cara seorang siswa belajar.
1122
Berkembangnya suatu teknologi yang bertujuan untuk menjadikan suatu pembelajaran agar terlihat lebih unik juga menarik. Agar pada saat proses pembelajaran seorang siswa tidak merasa jenuh ataupun bosan dan tetap menikmati saat pembelajaran berlangsung. Selain itu juga dapat meningkatkan daya tarik sendiri untuk seorang siswa agar berfikir lebih dengan penuh kreatif dan logis. Dalam hal ini seorang guru dalam mengajar dituntut untuk melakukan metode pembelajaran yang dapat menunjang suasana kondusif dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dalam proses kegiatan belajar dan mengajar tersebut.
Perkembangan teknologi didalam pembelajaran itu dimulai dengan dimanfaatkannya oleh beberapa sekolah di Indonesia dalam penyelenggaraan program pendidikannya. Program tersebut juga dikenal sebagai program pembelajaran dengan sistem daring atau disebut juga dengan sistem e-learning. Pembelajaran yang secara daring atau online learning merupakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang menggunakan perangkat komputer atau gadget. Dimana seorang guru dan siswa berkomunikasi secara interaktif dan memanfaatkan media komunikasi-informasi. Pembelajaran ini juga sangatlah bergantung dengan koneksi jaringan internet yang menghubungkan antar perangkat seorang guru dengan seorang siswa kapan pun dan dimanapun, juga bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.
Seperti di salah satu SMA NURUL YAQIN dengan adanya wabah COVID-19 ini,sebuah virus yang melanda dunia pada akhir tahun 2019 lalu hingga saat ini. Adanya virus dapat memberikan dampak yang sangat luar biasa pada hampir semua bidang, termasuk bidang pendidikan. Untuk menyikapi dampak wabah tersebut bagi pendidikan, mulai tanggal 16 Maret 2020 lalu Pemerintah meminta untuk menutup semua sekolah. Dan salah satu tindakan lainnya yang dilakukan pemerintah yaitu menerbitkannya surat edaran No. 4 Tahun 2020 pada tanggal 24 Maret 2020 yang berisi tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran corona virus disease (COVID- 19) tersebut.
Dengan adanya peraturan baru itu maka seorang siswa dan seorang guru tidak diperbolehkan untuk belajar secara tatap muka langsung dan mulai diganti dengan belajar dari rumah. Hal ini tentu saja diperlukan adanya penguasaan ilmu teknologi bagi semua seorang guru dan seorang siswa agar pembelajaran jarak jauh (PJJ) tetap berjalan dengan efektif walaupun ditengah-tengah masa pandemic seperti sekarang ini.
Secara etimologi kata “efektif” berasal dari kata Latin yaitu effectivus, yang artinya kreatif, produktif, ataupun efektif. Dan ini muncul dalam bahasa Inggris pertengahan antara 1300 dan 1400 M. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) di definiskan efektivitas adalah sesuatu yang memiliki pengaruh atau akibat yang ditimbulkan, manjur, membawa hasil dan merupakan keberhasilan dari suatu usaha atau tindakan. Menurut Kusumah (2020: 10-11) efektif merupakan sebuah ukuran untuk mengatakan bahwa sebuah tujuan atau target yang diinginkan telah tercapai. Sementara lanjutnya, efektivitas pembelajaran adalah ukuran keberhasilan dari suatu proses interaksi antar siswa maupun antara siswa dan guru dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
Sehingga sudah beberapa bulan ini seorang guru harus lebih interaktif dan juga
harus lebih kreatif untuk menyampaikan pembelajaran agar para siswa tidak ketinggalan
dalam pembelajaran. Salah satunya pembelajaran ekonomi kelas X yang di ampuh
Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Agustus 2021 eISSN 2657- 0998
1123
langsung oleh Bapak Ridwan kamil S.E., dimana proses belajar seorang siswa tetap akan dilaksanakan melalui aplikasi-aplikasi seperti: whatsapp Pemilihan fitur online ini dikarenakan dianggap paling mudah diakses dan dalam pelaksanaannya juga tidak terlalu rumit. Dimana seorang siswa akan diberikan beberapa tugas berupa foto yang akan dikirim melalui aplikasi whatsapp dan untuk ulangan harian.
Sedangkan untuk memantau siswa-siswi agar tetap belajar seorang guru akan meminta siswa untuk mengirimkan sebuah foto pada saat belajar di rumah dan melaporkannya kepada guru yang bersangkutan.
Menurut wawancara berita ada banyak hal yang menjadi hambatan dalam pembelajaran daring, seperti: jaringan internet yang sering tersendat, akses internet yang mahal dan lain-lainnya. Jika dilihat dari cara proses pembelajaran daring ini, kemungkinan besar ada beberapa kendala dan sebabnya yang akan dihadapi oleh seorang siswa dan seorang guru. Seperti yang kita ketahui wilayah kalenkacing sedikit kesulitan mengenai jaringan sinyal yang dimiliki dan kemungkinan ada juga beberapa siswa yang kurang mampu sehingga tidak memiliki android untuk menunjang aplikasi belajar tersebut. Belum lagi siswa harus mengeluarkan dana untuk membeli paket data seluler. Tidak cuma itu, perubahan cuaca juga sangat berpengaruh pada wilayah ini yang dapat menyebabkan sulit sinyal sehingga jaringan internet sangatlah terganggu. Belum lagi dimasa pandemi seperti sekarang ini perekonomian merosot sehingga ada beberapa siswa yang harus membantu orang tuanya yang bekerja contohnya seperti dibidang pertanian dan kuli bangunan yang artinya pada wilayah tersebut pembelajaran daring ini tidak lah mudah untuk dijalani. Hal ini dapat berdampak Pada seorang siswa dalam belajar yang akan mempengaruhi hasil belajar siswa tersebut.
Menurut Gagne (dalam Dahar, 2011: 2) belajar ialah suatu proses yang dimana suatu organisasi berubah tingkahlakunya yang disebabkan adanya pengalaman. Sementara menurut Abdillah (dalam Aunurrahman, 2013: 35) belajar didefinisikan sebagai suatu usaha sadar yang dilakukan oleh individu dalam perubahan tingkah laku baik melalui latihan dan pengalaman yang menyangkut aspek-aspek kognitif, afektif dan psikomotorik untuk memperoleh tujuan tertentu.
Menurut Furdyartanto (dalam Baharuddin & Wahyuni, 2006: 15) belajar dapat diartikan sebagai kegiatan untuk memperoleh kepandaian yang belum dimiliki sebelumnya sehingga dengan kegiatan belajar itu manusia menjadi tahu, mengerti, memahami, memiliki tentang sesuatu dan dapat melaksanakan.
Menurut Thobroni (2015:15) belajar adalah aktivitas manusia yang sangat vital dan secara terus-menerus akan dilakukan selama manusia tersebut masih hidup. Manusia tidak mampu hidup sebagai manusia jika ia tidak dididik atau diajar oleh menusia lainnya.
Sementara menurut Hamalik (dalam Husamah, Pantiwati, Restian & Sumarsono 2018: 4)
belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman (learnig is
defined as the modification or strengthening og behavior trough experiencing). Hal ini
berarti, belajar adalah suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan.
1124
Atas dasar pemikiran inilah yang menggugah perhatian penulis untuk melakukan penelitian yang berjudul “Efektivitas Pembelajaran Daring (Studi Kasus Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X IPS SMA NURUL YAQIN Tahun 2020/2021)”
METODE
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 03 mei 2021 sampai dengan tanggal 07 juli 2021 di SMA Nurul yaqin. Subjek dalam penelitian ini yaitu guru mata pelajaran ekonomi kelas X IPS dan beberapa siswa kelas X IPS yang telah melaksanakan proses pembelajaran menggunakan media daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian Kualitatif Fenomenologi yang didalamnya mendeskripsikan serta memperjelas fenomena-fenomena yang berkaitan dengan Keefektifan Pembelajaran Daring (Studi Kasus Hasil Belajar Matapelajaran Ekonomi Kelas X IPS SMA Nurul yaqin). Prosedur pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, serta dokumentasi. Menurut Satori dan Komariah (2011: 164) penelitian kualitatif dinyatakan absah apabila memenuhi derajat credibility, transferability, dependability, confirmability.
HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil
Hasil Observasi
Dari beberapa pertanyaan diatas yang telah diajukan oleh peneliti kepada guru dan peserta didik, maka dapat di simpulkan bahwa : pada saat ini, jalan yang terbaik agar proses pembelajaran tetap dapat dilakukan yaitu dengan memanfaatkan media online walaupun itu tidak terlepas dari banyaknya kendala yang harus dilalui seperti jaringan/signal yang masih kurang memadai dibeberapa wilayah, dan dana yang harus dikeluarkan peserta didik juga guru baik itu berupa paket data maupun pulsa dan usaha para guru dan pemerintah untuk menemukan solusi terbaik dalam permasalahan ini.
Hasil Aplikasi WA
Dari hasil wawancara mengenai penggunaan chat personal dapat diketahui bahwa siswa dan guru dapat berkomunikasi secara langsung melalui chat pribadi (japri) yang digunakan untuk mengumpulkan tugas mau pun dapat bertanya langsung jika ada materi yang kurang dipahami oleh siswa. Hal ini juga terlihat pada gambar dibawah ini dimana seorang siswa sedang menyerahkan tugas ekonomi yang diberikan oleh guru dengan memanfaatkan komunikasi secara personal dengan guru berupa file pdf dan video hafalan.
Hasil Belajar
Hasil pembelajaran siswa dengan pembelajaran daring ditampilkan dalam Tabel 1.
Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Agustus 2021 eISSN 2657- 0998
1125
Tabel 1. Nilai Rapot Siswa Kelas X IPS Mata Pelajaran Ekonomi setelah diadakannya
Pembelajaran Daring
.No. Kelas Jumlah Siswa
Nilai Rata-Rata
KKM Pengetahuan Keterampilan
1. IPS 1 34 70 78,3 79,3
2. IPS 2 33 70 78,9 76,4
3. IPS 3 32 70 78 77
Sumber: guru mata pelajaran ekonomi SMA Nurul yaqin
Dari data hasil belajar siswa kelas X IPS pada semester genap ditemukan bahwa nilai rata-rata siswa mengalami kenaikan dimana kelas X IPS 1 pada semester ganjil memperoleh nilai rata-rata pengetahuan sebesar 74,6 dan nilai keterampilan sebesar 81 sementara pada semester genap nilai rata-rata pengetahuan siswa sebesar 78,3 dan nilai keterampilan turun diangka 79,3.
Selanjutnya kelas X IPS 2 diketahui pada semester ganjil memperoleh nilai rata- rata pengetahuan sebesar 67,5 dan nilai keterampilan sebesar 73,5 sementara pada semester genap diperoleh peningkatan nilai rata-rata pengetahuan sebesar 78,9 dan nilai keterampilan 76,4. Kemudian pada kelas X IPS 3 pada semester ganjil diketahui memperoleh nilai rata-rata pengetahuan sebesar 72,8 dan nilai keterampilan 77,9 sementara pada semester genap nilai rata-rata pengetahuan siswa meningkat menjadi 78 untuk nilai pengetahuan dan nilai keterampilan turun menjadi 77.
Dari perbandingan nilai rata-rata pada semester ganjil dan semester genap diperoleh data bahwa dengan pembelajaran daring nilai rata-rata siswa disetiap kelas mengalami peningkatan. Namun jika lebih diperhatikan lagi, pada nilai semester genap ada beberapa siswa yang justru memperoleh nilai dibawah standar KKM sementara pada semester ganjil nilai yang didapat melebihi KKM. Hal ini berarti ada ketidak seimbangan nilai perolehan siswa mengingat permasalahan yang dihadapai siswa dan guru dimana ada beberapa wilayah yang sulit terjangkau jaringan, PLN yang terkadang mati dan jaringan terganggu, kuota yang harus terpenuhi, handphone siswa yang terkadang error saat mengakses google dan whatsapp. Pembelajaran daring memang menuntut siswa untuk lebih aktif dalam memperoleh informasi karena jika tidak, maka siswa akan tertinggal update tugas baru dari guru. Tidak hanya siswa, guru juga dituntut untuk dapat lebih kreatif dalam mengelola media pembelajaran daring dan dapat lebih memperhatikan setiap siswa serta dapat mempermudah siswa dalam hal mengumpulkan tugas.
Pembahasan
Pembelajaran daring merupakan pendidikan formal yang diselenggarakan oleh
sekolah yang siswa dan guru berada dilokasi yang berbeda sehingga memerlukan sistem
komunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya yang
dibutuhkan didalamnya. Pembelajaran ini dapat diakukan dimana saja dan kapan saja
tegantung pada ketersediaan alat pendukung yang digunakan (Meidawati, dkk dalam
Pohan, 2020: 2).
1126
Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang telah dilaksanakan di SMA Nurul yaqin. Pada proses pembelajaran matapelajaran ekonomi ini,dapat diketahui guru dan siswa sepakat untuk menggunakan aplikasi whatsaap sebagai media pembelajaran daring untuk membantu proses pembelajaran ekonomi. Adapun beberapa manfaat dari aplikasi whatsaap yaitu dapat bertukar informasi dalam bentuk pesan teks, gambar, suara, lokasi, video, hingga file dalam format pdf, doc, dan lainnya.
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan peneliti pada 8 juni dan 14 juni lalu, diketahui bahwa dikarenakan adanya pandemi COVID- 19 dan intruksi dari dinas pendidikan maka pembelajaran tatap muka yang biasanya dilakukan pada proses pembelajaran untuk sementara waktu diganti menjadi pembelajaran daring yang mulai diberlakukan pada bulan Maret 2020. Dengan diberlakukannya pembelajaran daring ini tentu guru mengkhawatirkan masalah-masalah yang mungkin akan terjadi pada proses pembelajaran yang akan dilakukan mengingat sebelumnya para siswa telah terbiasa dengan pembelajaran tatap muka dan guru juga masih belum terbiasa. Hal ini pun harus ditanggapi serius dengan guru dan pihak sekolah dengan memberikan kebebasan para guru untuk menggunakan media daring apa saja yang telah disepakati oleh guru dan siswa agar proses pembelajaran dapat dilakukan semudah dan senyaman mungkin untuk siswa dan guru tersebut.
Dari wawancara yang sudah di laksanakan mengenai media daring, guru dan siswa sepakat untuk menggunakan media aplikasi whatsapp dimana aplikasi whatsapp digunakan untuk berkomunikasi dengan siswa baik itu melalui group kelas maupun secara pribadi.
Penggunaan aplikasi ini dalam pembelajaran yaitu, siswa akan diberikan tugas melalui perintah langsung dari guru yang biasanya melalui group whatsapp yang telah ditentukan sebelumnya, baik itu berupa tulisan, voice note, video pembelajaran maupun dalam bentuk gambar dan siswa akan menjawab pertanyaan guru dengan cara mengirimkan jawaban sesuai perintah yang telah di berikan oleh guru. Seperti pengumpulan tugas berupa gambar, file pdf, maupun rekaman video Aplikasi ini pun merupakan aplikasi yang paling umum digunakan oleh masyarakat dan mudah untuk diakses sehingga siswa tentunya sudah tidak asing dengan aplikasi tersebut. Aplikasi whatsapp juga sekaligus untuk meng- absensi siswa/siswi.
Namun fitur ini juga digunakan oleh siswa dan guru mempunyai dan sedikit mengalami kendala untuk awal-awal penggunaan dan siswa terkendala dengan kuota yang terbatas, signal yang kadang terganggu belum lagi ada lokasi beberapa siswa yang masih kurang terjangkau jaringan hingga handphone yang terkadang error karena kapasitas penyimpanan yang telah memenuhi maksimum penggunaan.
Adapun mengenai kendala yang dihadapi guru dan siswa seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa ada beberapa masalah yang terjadi pada pembelajaran ekonomi secara daring tersebut. Peserta didik yang bersekolah di SMA Nurul yaqin ini terbagi atas tiga lokasi yang berbeda yaitu terdapat dari wilayah Kali baru poncol, kedung ringin dan Kalen kacing. Jika mengenai jaringan maka wilayah Kali baru poncol menjadi wilayah yang bisa dikatakan cukup sulit terjangkau jaringan.
Tidak hanya mengenai jaringan, siswa dan guru juga terkendala dengan daya listrik
yang terkadang mati sehingga jaringan terganggu dan kuota internet yang bisa terbilang
Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Agustus 2021 eISSN 2657- 0998
1127