• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 ANALISA PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB 4 ANALISA PEMBAHASAN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

32

Universitas Kristen Petra

BAB 4

ANALISA PEMBAHASAN

4.1 Populasi dan Sampel 4.1.1. Populasi dalam penelitian

Hasil penelitian ini didapatkan dari data yang dilakukan dengan penyebaran kuisioner mengenai Activity involvement, Customer Satisfaction, dan Customer Loyalty Dimana populasi dari penelitian ini adalah masyarakat Surabaya yang pernah membeli minimal 2kali/ lebih di XO Suki kupang indah Surabaya.

4.1.2. Sample dalam penelitian

Sampel dalam penelitian ini diambil berdasarkan pada jawaban responden sebanyak 100 responden. Dimana responden yang telah mengisi kuesioner sudah pernah melakukan pembelian minim 2 kali atau lebih di Xo Suki Kupang Indah.

Dalam mendapatkan data dari sampel ini peneliti menggunakan cara penyebaran kuesioner Konsumen XO Suki dan dengan mengisi link melalui google form.

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Gambaran Umum Karakteristik Konsumen

Gambaran secara umum konsumen dan responden yang ada dalam penelitian ini antara lain meliputi jenis kelamin, usia, dan jenis pekerjaan yang akan diuraikan pada tabel dibawah ini.

4.2.1.1 Jenis kelamin Konsumen

Gambaran profil berdasarkan jenis kelamin konsumen dapat dilihat pada tabel 4.1 :

Tabel 4.1

Deskripsi Jenis kelamin Konsumen

Jenis kelamin Jumlah Konsumen Persentase (%)

Laki-Laki 52 52 %

Perempuan 48 48 %

(2)

33

Universitas Kristen Petra

Jenis kelamin Jumlah Konsumen Persentase (%)

Total 100 100 %

Table : 4.1 Deskripsi Jenis Kelamin

Berdasarkan Tabel 4.1 dapat diketahui bahwa konsumen dengan tingkat mayoritas adalah laki - laki dengan jumlah 52 orang atau 52%, sedangkan konsumen yang berjenis kelamin perempuan berjumlah 48 orang atau 48%.

4.2.1.2 Usia Konsumen

Gambaran profil berdasarkan usia konsumen dapat dilihat pada tabel 4.2:

Tabel 4.2 Deskripsi Usia

Usia Jumlah Konsumen Persentase (%)

17 – 20 tahun 26 26%

21 - 30 tahun 67 67%

31 - 40 tahun 4 4%

>40 tahun 3 3%

Total 100 100 %

Table : 4.2 Deskripsi Usia

Berdasarkan Tabel 4.2 dapat diketahui bahwa mayoritas konsumen adalah berusia sekitar 21 - 30 tahun, yaitu sebanyak 67 orang atau 67%. Sedangkan sebagian kecil konsumen berusia lebih dari 40 tahun hanya berjumlah 3 orang atau 3%.

4.2.1.3 Pekerjaan Konsumen

Gambaran profil berdasarkan pekerjaan konsumen dapat dilihat pada tabel 4.3 :

Tabel 4.3

(3)

34

Universitas Kristen Petra

Deskripsi Pekerjaan Konsumen

Pekerjaan Jumlah

Konsumen Persentase (%)

Pelajar/Mahasiswa 64 64%

Karyawan 26 26%

Wiraswasta 9 9%

Lainnya 1 1%

Total 100 100%

Table : 4.3 Deskripsi Pekerjaan

Berdasarkan Tabel 4.3 dapat diketahui bahwa konsumen yang memiliki pekerjaan sebagai Pelajar/Mahasiswa berjumlah 64 orang atau 64%, yang berkerja sebagai karyawan berjumlah 26 orang atau 26%, yang bekerja sebagai wiraswasta berjumlah 9 orang atau 9%, dan sisanya berjumlah 1 orang atau 1%.

4.3 Deskripsi Hasil Penelitian

Analisis deskriptif bertujuan untuk menggambarkan karakteristik konsumen dan jawaban konsumen terhadap pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner untuk masing-masing variabel. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis Partial Least Square (PLS). Gambaran Karakteristik konsumen dan jawaban konsumen dapat dilihat sebagai berikut :

4.3.1 Gambaran Jawaban Konsumen

Gambaran jawaban konsumen didapat dari besarnya interval kelas mean, dengan cara dibuat rentang skala, sehingga dapat diketahui di mana letak rata-rata penilaian konsumen terhadap setiap variabel atau indikator yang dipertanyakan.

Dengan hasil interval kelas 0,8, maka dapat disimpulkan kriteria rata-rata jawaban konsumen adalah :

1,00 - < 1,80 = Sangat tidak Setuju

(4)

35

Universitas Kristen Petra

1.81 - < 2,60 = Tidak Setuju 2,61 - < 3,40 = Netral 3,41 - < 4,20 = Setuju

4,21 - 5,00 = Sangat Setuju

Skala mean tersebut digunakan untuk menilai jawaban pertanyaan yang ada pada kuisioner. Sebagaimana dijelaskan dalam definisi operasional, variabel dalam penelitian ini antara lain Activity Involvement (X), Customer Satisfaction (Y1), dan Customer Loyalty (Y2), hasil analisa deskriptif ditunjukkan sebagai berikut :

4.3.1.1 Analisis Deskriptif Variabel Activity Involvement (X)

Sebagaimana dijelaskan dalam definisi Activity Involvement (X) yang merupakan variabel eksogen dengan 7 pernyataan, yang ditunjukkan pada Tabel 4.4 sebagai berikut :

Tabel 4.4

Hasil Tanggapan Konsumen Terhadap Activity Involvement (X)

No Pernyataan Mean Kategori

ATTRACTION 1.

Dapat memasak sendiri makanan di XO Suki adalah

hal yang sangat penting bagi saya 3,77 Setuju

2.

Memasak sendiri makanan di XO suki merupakan

hal yang menarik bagi saya. 4,14 Setuju

3. Memasak dan menikmati sendiri makanan di XO Suki sangat memuaskan saya.

4,05 Setuju SELF EXPRESSION

4. Memasak sendiri makanan di XO Suki dapat

memperlihatkan kemampuan diri saya. 3,39 Netral

5. Memasak sendiri makanan di XO Suki dapat menunjukan kepercayaan diri saya.

3,36 Netral CENTRALITY

(5)

36

Universitas Kristen Petra

No Pernyataan Mean Kategori

6. Mengunjungi XO suki menjadi kegemaran saya 3,20 Netral 7. Memasak sendiri makanan di XO suki menjadi

prefrensi saya dibanding tempat lain.

3,28 Netral

Mean keseluruhan Variabel Activity Involvement (X) 3,60 SETUJU Table : 4.4 Hasil tanggapan konsumen terhadap activity involvement

Berdasarkan Tabel 4.4 menunjukkan bahwa pada variabel Activity Involvement (X), mayoritas konsumen memberikan nilai yang baik pada pernyataan

“Memasak sendiri makanan di XO suki merupakan hal yang menarik bagi saya.”

dengan memiliki nilai rata-rata tertinggi sebesar 4.14. Sedangkan secara keseluruhan variabel Activity Involvement (X) mendapat nilai rata-rata 3,60. Dengan mengamati hasil tersebut, maka mayoritas dari 100 konsumen rata-rata memberikan jawaban kuesioner “Setuju”.

4.3.1.2 Analisis Deskriptif Variabel Customer Satisfaction (Y1)

Sebagaimana dijelaskan dalam definisi Customer Satisfaction (Y1) yang merupakan variabel endogen dengan 6 pernyataan, yang ditunjukkan pada Tabel 4.5 sebagai berikut :

Tabel 4.5

Hasil Tanggapan Konsumen Terhadap Customer Satisfaction (Y1)

No Pernyataan Mean Kategori

SATISFACTION AS FULFILLMENT 1. Saya merasa puas terhadap cara memasak dan

makanan yang ditawarkan XO Suki. 4,14 Netral 2. Saya merasa Xo Suki telah menjawab kebutuhan

saya. 3,89 Setuju

SATISFACTION AS PLEASURE 3.

Saya merasa senang saat memasak makanan sendiri

dan berada di Xo Suki. 3,88 Setuju

(6)

37

Universitas Kristen Petra

No Pernyataan Mean Kategori

4. Saya merasa Xo Suki memberikan customer service yang baik.

4,14 Setuju SATISFACTION AS AMBIVALENCE

5.

Saya memiliki pengalaman yang unik saat berada di

Xo Suki. 3,53 Setuju

6.

Saya beranggapan bahwa, xo suki memiliki cirikhas dan cita rasa tersendiri dalam resep dan bahan masakan.

3,94

Setuju

Mean keseluruhan Variabel Customer Satisfaction (Y1) 3,92

Setuju Table : 4.5 Hasil tanggapan konsumen terhadap customer satisfaction

Tabel 4.5 menunjukkan bahwa pada variabel Customer Satisfaction (Y1) mayoritas konsumen menyatakan “Saya merasa puas terhadap cara memasak dan makanan yang ditawarkan XO Suki” dan “Saya merasa Xo Suki memberikan customer service yang baik” dengan memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu sebesar 4.14, yang berarti konsumen memberikan penilaian Setuju. Sedangkan secara umum pernyataan variabel Customer Satisfaction (Y1) mendapat nilai rata-rata dari konsumen sebesar 3.92 yang berarti konsumen memberikan penilaian Setuju pula.

4.3.1.3 Analisis Deskriptif Variabel Custom er Loyalty (Y2)

Sebagaimana dijelaskan dalam definisi Customer Loyalty (Y2) yang merupakan variabel intervening dengan 6 pernyataan, yang ditunjukkan pada Tabel 4.6.

Tabel 4.6

Hasil Tanggapan Konsumen Terhadap Customer Loyalty (Y2)

No Pernyataan Mean Kategori

RECOMENDATION 1. Saya mengatakan hal-hal positive mengenai

restaurant Xo Suki. 3,94 Setuju

2. Saya akan merekomendasikan Xo Suki kepada orang terdekat saya ketika mereka ingin mendengar

3,96 Setuju

(7)

38

Universitas Kristen Petra

No Pernyataan Mean Kategori

saran saya mengenai restaurant dengan penyajian serupa XO Suki.

REFUSE

3. Saya lebih menyukai Xo suki dibanding restoran lain

yang sejenis. 3,59 Setuju

4. Saya menjadikan Xo Suki prefrensi utama dalam

memilih restoran dengan penyajian sejenis. 3,72 Setuju REPEAT PURCHASE

5. Saya bersedia mengunjungi kembali restaurant XO

Suki. 4,13 Setuju

6. Saya bersedia mencoba setiap menu baru dan promo

menarik yang ditawarkan Xo Suki. 3,84 Setuju Mean keseluruhan Variabel Customer Loyalty (Y2) 3,86

Setuju Table : 4.6 Hasil tanggapan konsumen terhadap customer loyalty

Berdasarkan tabel 4.6 menunjukkan bahwa pada variabel Customer Loyalty mayoritas konsumen yang menyatakan “Saya bersedia mengunjungi kembali restaurant XO Suki” yang memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu sebesar 4.13 yang berarti konsumen memberikan penilaian Setuju. Sedangkan secara umum pernyataan variabel Customer Loyalty mendapat nilai rata-rata dari konsumen sebesar 3.86, yang berarti konsumen juga memberikan penilaian Setuju.

4.4 Analisis Data

Analisis data data dalam penelitian menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan software SmartPLS (Partial Least Square). Dimana didalam PLS Path Modeling terdapat 2 model yaitu outer model dan inner model.

4.4.1 Evaluasi Outer model

Outer Model sering juga disebut (outer relation atau measurement model) memperlihatkan lebih jelas mengenai hubungan antara variabel yang diteliti dengan indikatornya.

(8)

39

Universitas Kristen Petra

4.4.1.1 Convergent Validity

Convergent validity dari measurement model dengan indikator refleksif dapat dilihat dari korelasi antara score item atau indikator dengan skor konstraknya.

Indikator individu dianggap reliable jika memiliki nilai kolerasi diatas 0.7. Namun demikian pada riset tahap pengembangan skala, loading 0.50 sampai 0.60 masih dapat diterima (Ghozali, 2011, p.40). Adapun hasil korelasi antara indikator dengan kontruknya seperti terlihat pada hasil ouput dibawah ini:

Tabel 4.7 Convergent Validity

Item Original Sample (O)

Sample Mean (M)

Standard Deviation (STDEV)

T Statistics (|O/STDEV|) Activity Involvement (X)

X1.1 0.742 0.728 0.074 10.046

X1.2 0.770 0.757 0.073 10.588

X1.3 0.795 0.788 0.050 15.899

X1.4 0.775 0.770 0.048 16.094

X1.5 0.750 0.746 0.049 15.223

X1.6 0.551 0.549 0.080 6.848

X1.7 0.730 0.736 0.043 16.809

Customer Satisfaction (Y1)

Y1.1 0.788 0.782 0.060 13.115

Y1.2 0.804 0.804 0.041 19.734

Y1.3 0.740 0.741 0.059 12.624

Y1.4 0.665 0.648 0.102 6.489

Y1.5 0.736 0.736 0.060 12.304

Y1.6 0.721 0.709 0.091 7.928

Customer Loyalty (Y2)

(9)

40

Universitas Kristen Petra

Item Original Sample (O)

Sample Mean (M)

Standard Deviation (STDEV)

T Statistics (|O/STDEV|)

Y2.1 0.802 0.799 0.052 15.394

Y2.2 0.835 0.828 0.043 19.584

Y2.3 0.786 0.784 0.048 16.337

Y2.4 0.796 0.793 0.045 17.705

Y2.5 0.811 0.808 0.048 16.781

Y2.6 0.642 0.630 0.097 6.610

Sumber : Olahan penulis

Berdasarkan Tabel 4.7 Variabel Activity Involvement (X) yang diukur dengan 7 item pengukuran semuanya dinyatakan valid karena nilai convergent validitynya diatas 0.7. Begitu juga variable Customer Satisfaction (Y2) dengan 6 indikator dan semuanya dinyatakan valid. Konstruk terakhir adalah variabel Customer Loyalty (Y1) yang diukur dengan 6 item pernyataan semua indikatornya dinyatakan valid, karena nilai convergent validitynya diatas 0.7.

4.4.1.2 Average Variance Extracted (AVE)

AVE menggambarkan rata-rata varians atau diskriminan yang diekstrak pada setiap indikator, sehingga kemampuan masing-masing item dalam membagi pengukuran dengan yang lain dapat diketahui. Nilai AVE sama dengan atau di atas 0,50 menunjukkan adanya nilai konvergen yang baik.

Tabel 4.8 Average Variance Extracted (AVE)

Average Variance Extracted (AVE) Activity Involvement (X) 0.539

Customer Satisfaction (Y1) 0.553 Customer Loyalty (Y2) 0.610 Sumber: Olahan Penulis

(10)

41

Universitas Kristen Petra

Pada Tabel 4.8 didapatkan nilai AVE untuk variabel Activity Involvement (X) sebesar 0.539; Customer Satisfaction (Y1) sebesar 0.553 dan variabel Customer Loyalty (Y2) sebesar 0.610. Pada batas kritis 0,5 maka indikator-indikator pada masing-masing konstrak telah konvergen dengan item yang lain dalam satu pengukuran.

4.4.1.3 Discriminant Validity

Output discriminant validity dari hasil pengolahan data sebagaimana ditunjukkan tabel berikut:

Tabel 4.9 Cross Loading

Activity Involvement (X)

Customer Loyalty (Y2)

Customer Satisfaction (Y1)

X1.1 0.742 0.347 0.414

X1.2 0.770 0.414 0.579

X1.3 0.795 0.532 0.603

X1.4 0.775 0.322 0.481

X1.5 0.750 0.317 0.481

X1.6 0.551 0.459 0.475

X1.7 0.730 0.512 0.581

Y1.1 0.552 0.701 0.788

Y1.2 0.568 0.692 0.804

Y1.3 0.690 0.542 0.740

Y1.4 0.477 0.462 0.665

Y1.5 0.484 0.488 0.736

Y1.6 0.375 0.477 0.721

Y2.1 0.570 0.802 0.720

(11)

42

Universitas Kristen Petra

Activity Involvement (X)

Customer Loyalty (Y2)

Customer Satisfaction (Y1)

Y2.2 0.401 0.835 0.584

Y2.3 0.379 0.786 0.553

Y2.4 0.474 0.796 0.577

Y2.5 0.394 0.811 0.610

Y2.6 0.489 0.642 0.514

Sumber: Olahan Penulis

Berdasarkan Tabel diatas dapat disimpulkan bahwa keseluruhan dari konstruk pembentuk dinyatakan memiliki diskriminan yang baik. Dimana nilai korelasi indikator terhadap konstruknya lebih besar dibandingkan nilai korelasi antara indikator dengan konstruk lainnya.

4.4.1.4 Composite Reliability

Uji lainnya adalah composite reliability dari blok indikator yang mengukur konstruk (Ghozali, 2011, p.25). Hasil composite reliability dapat dilihat pada Tabel 4.10.

Tabel 4.10 Composite Reliability

Composite Reliability Activity Involvement (X) 0.890

Customer Satisfaction (Y1) 0.881 Customer Loyalty (Y2) 0.903

Sumber: Olahan Penulis

Berdasarkan Tabel 4.10 bisa dijelaskan bahwa dari ketentuan composite reliability yang baik adalah 0.7 maka bisa dinyatakan keseluruan konstruk yang diteliti memenuhi kriteria composite reliability, sehingga setiap konstruk mampu diposisikan sebagai variabel penelitian. Hal tersebut mengindikasikan bahwa secara komposit seluruh variabel memiliki konsistensi internal yang memadai dalam

(12)

43

Universitas Kristen Petra

mengukur variabel laten/konstruk yang diukur sehingga dapat digunakan dalam analisis selanjutnya.

4.4.2 Evaluasi Inner Model

Inner model yang kadang disebut juga dengan (inner relation, structural model dan subtantive theory) menspesifikasi hubungan antar variabel penelitian (structural model).

4.4.2.1 Uji Inner Model atau Uji Model Struktural

Uji Inner Model digunakan untuk mengevaluasi hubungan antar konstruk laten seperti yang telah dihipotesiskan dalam penelitian, Berdasarkan outputPLS, didapatkan Gambar sebagai berikut:

Gambar 4.1 Model Penelitian PLS

Sumber: Olahan Penulis

Hasil nilai inner weight gambar 4.1 diatas menunjukan bahwa Customer Loyalty dipengaruhi oleh Activity Involvement dan Customer Satisfaction.

Sedangkan Customer Satisfaction dipengaruhi oleh Activity Involvement yang ditunjukkan pada persamaan berikut.

Y1 = 0.718 X Y2 = 0.066 X + 0.720 Y

(13)

44

Universitas Kristen Petra

4.4.2.2 Pengujian Hipotesis

Gambar 4.2 Bootstrapping

Untuk menjawab hipotesis penelitian dapat dilihat t-statistic pada Tabel 4.11 berikut ini :

Tabel 4.11 Tabel Antar Konstruk

Original Sample (O)

Sample Mean (M)

Standard Deviation (STDEV)

T Statistics

(|O/STDEV|) P Values Activity Involvement (X) ->

Customer Loyalty (Y2)

0.066 0.054 0.124 0.533 0.595

Activity Involvement (X) ->

Customer Satisfaction (Y1)

0.718 0.724 0.057 12.553 0.000

Customer Satisfaction (Y1) -

> Customer Loyalty (Y2)

0.720 0.730 0.088 8.176 0.000

Sumber: Olahan Penulis

Hasil uji menunjukkan bahwa:

1. Activity Involvement tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Customer Loyalty, karena nilai P value sebesar 0.595 yang berarti P ≥ 0,05, sehingga hipotesis H1 dalam penelitian ini yang berbunyi

(14)

45

Universitas Kristen Petra

“Activity Involvement mempengaruhi loyalitas secara langsung” dapat dinyatakan tidak diterima atau ditolak.

2. Activity Involvement memiliki pengaruh signifikan terhadap Customer Satisfaction, karena nilai P value sebesar 0.000 yang berarti P < 0,05, sehingga hipotesis H2 dalam penelitian ini yang berbunyi “Activity involvement berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan” dapat dinyatakan diterima.

3. Customer Satisfaction memiliki pengaruh signifikan terhadap Customer Loyalty, karena nilai P value sebesar 0.000 yang berarti P <

0,05, sehingga hipotesis H3 dalam penelitian ini yang berbunyi

“Customer Satisfaction berpengaruh terhadap customer loyalty” dapat dinyatakan diterima.

4.4.2.3 Pengujian Model Struktural (Inner Model)

Dalam menilai model dengan PLS dimulai dengan melihat R-Square untuk setiap variabel laten dependen. Perubahan nilai R-Square dapat digunakan untuk menilai seberapa besar pengaruh variabel laten independen tertentu terhadap variabel laten dependen apakah mempunyai pengaruh yang substantif. Variabel laten endogen dalam model structural yang memiliki hasil R2 sebesar 0.67 mengindikasikan bahwa model “baik”, R2 sebesar 0.33 mengindikasikan bahwa model “moderat”, R2 sebesar 0.19 mengindikasikan bahwa model “lemah”

(Ghozali, 2009). Adapun output PLS sebagaimana dijelaskan berikut:

Tabel 4.12 Nilai R-Square

R-square

Activity Involvement (X) Customer Satisfaction (Y1) 0.515

Customer Loyalty (Y2) 0.590 Sumber: Olahan Penulis

(15)

46

Universitas Kristen Petra

Variabel laten Activity Involvement (X) yang mempengaruhi variabel Customer Satisfaction (Y1) dalam model struktural memiliki nilai R2 sebesar 0.515 yang mengindikasikan bahwa model adalah “Moderet”. Variabel laten, Activity Involvement (X) dan Customer Satisfaction (Y1) yang mempengaruhi variabel Customer Loyalty (Y2) dalam model struktural memiliki nilai R2 sebesar 0.590 yang juga mengindikasikan bahwa model “Moderet”.

Kesesuaian model struktural dapat dilihat dari Q2, dengan rumus sebagai berikut :

Q2 = 1 – [(1 – R1) (1 – R2)]

= 1 – [(1 – 0.515) (1 – 0.590)]

= 1 – [(0.485) (0.410)]

= 1 – [(0.199)]

= 0.801

Hasil Q2 yang dicapai adalah 0.801, berarti bahwa nilai Q2 di atas nol memberikan bukti bahwa model memiliki predictive relevance.

4.5 Pembahasan

4.5.1 Pengaruh Activity Involvement Terhadap Customer Loyalty

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Activity Involvement tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Customer Loyalty, karena nilai P value sebesar 0.595 yang berarti P ≥ 0,05. Berdasarkan hasil yang ada maka hipotesis pertama yang berbunyi “Activity Involvement mempengaruhi loyalitas secara langsung” dapat dinyatakan tidak diterima.

Activity Involvement mengacu pada sejauh mana seseorang terlibat dalam aktivitas. Keterlibatan ini umumnya didasarkan pada pembelian atau penggunaan produk dan layanan terkait (Kyle, Absher, Hammitt, & Cavin, 2006). Penelitian ini menggunakan objek penelitian yaitu restoran Xo Suki dimana keterlibiatan dalam XO suki berupa bagaimana konsumen memilih bahan makanan, kuah, dan mencampur bumbu masakan. Keterlibatan pada restoran Xo suki ini dinilai tidak berpengaruh signifikan karena keterlibatan yang ada di restauran XO suki termasuk

(16)

47

Universitas Kristen Petra

sebuah hal umum yang ada pada restoran sejenis lainnya, namun XO suki memiliki berbagai macam bahan makanan yang lebih lengkap. Keterlibatan dalam sebuah restoran sendiri ternyata tidak dapat secara langsung mempengaruhi loyalitas, keterlibatan saja tidak cukup untuk sebuah rumah makan dapat mencapai loyalitas pelanggan. Antara keterlibatan dan loyalitas harus terdapat variable lain yang dapat memicu terjadinya loyalitas dan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan kepuasan pelanggan sebagai variable mediasinya. Hasil dalam penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Iwasaki dan Havitz (2004) dimana dalam penelitiannya ditemukan bahwa keterlibatan dapat mempengaruhi loyalitas.

4.5.2 Pengaruh Activity Involvement Terhadap Customer Satisfaction

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Activity Involvement memiliki pengaruh signifikan terhadap Customer Satisfaction, karena nilai P value sebesar 0.000 yang berarti P < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Activity Involvement yang semakin baik, akan dapat meningkatkan kepuasan konsumen. Berdasarkan hasil yang ada maka hipotesis yang berbunyi “Activity involvement berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan” dapat dinyatakan diterima.

Pengaruh kedua variabel activity involvement terhadap customer satisfaction adalah positif yang menunjukkan adanya hubungan searah atau dapat diartikan bahwa semakin baik activity involvement akan semakin meningkatkan customer satisfaction. Dengan kata lain customer satisfaction dapat dibentuk melalui adanya activity involvement, sehingga apabila rumah makan XO Suki ingin meningkatkan customer satisfaction maka sangat penting untuk memperhatikan activity involvement.

Hasil dalam penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh kyle, gaefe & Manning (2004) dimana dalam penelitiannya ditemukan bahwa salah satu dimensi dari Activity involvement yaitu attraction menjadi prediktor yang sangat signifikan dalam menentukan kepuasan. Dalam kata lain Activity Involvement juga mempengaruhi kepuasan. Hasil dalam penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Han et al. (2017) yang menemukan bahwa terdapat dampak dari invovlement terhadap satisfaction.

(17)

48

Universitas Kristen Petra

4.5.3 Pengaruh Customer Satisfaction terhadap Customer Loyalty

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Customer Satisfaction memiliki pengaruh signifikan terhadap Customer Loyalty, karena nilai P value sebesar 0.000 yang berarti P < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik customer satisfaction yang dirasakan oleh konsumen akan semakin meningkatkan loyalitas konsumen. Berdasarkan hasil yang ada maka hipotesis yang berbunyi

“Customer Satisfaction berpengaruh terhadap customer loyalty” dapat dinyatakan diterima.

Pengaruh yang terjadi antara Customer satisfaction terhadap customer loyalty adalah pengaruh positif, sehingga peningkatan yang terjadi pada customer satisfaction akan dapat meningkatkan customer loyalty. Hal tersebut menunjukkan semakin baik kepuasan yang dirasakan, maka akan semakin meningkatkan loyalitas konsumen. Hasil dalam penelitian ini mendukung temuan penelitian yang dilakukan oleh Kasiri et al. (2017) yang membuktikan bahwa kepuasan konsumen adalah penentu signifikan dari loyalitas konsumen.

Referensi

Dokumen terkait

Admin Verifikator Level1 untuk PNS/CPNS Seluruh sekolah di lingkungan UPTD Puskesmas Parenggean I. AKHMAD DARKASI / 197712311996031001 ka TU Puskesmas Parenggean II

Menyatakan bahwa Karya Seni Tugas Akhir saya tidak terdapat bagian yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi mana pun dan juga

Menurut ( Hubertin, 2004 ) faktor – faktor yang mempengaruhi aktifitas ibu selama menyusui dini diantaranya masalah-masalah yang berkaitan dengan payudara yaitu bentuk puting

Namun demikian sebagian besar (93,3 %) responden mengatakan bahwa Sapta Pesona berpengaruh sekali terhadap industri pariwisata clan 100,0 % mengatakan sangat berperan

Penulis juga ingin mengungkap lebih jauh tentang bagaimana proses pelaksanaan pemenuhan hak pekerja dalam mendapatkan DIKLAT, sampai kepada masalah- masalah apa saja yang

menggunakan model konvensional penulis menggunakan pembelajaran biasa saat ini ternyata hasilnya kurang memuaskan, karena kekeliruan dalam memandang proses

penduduk kota mengenai bangunan-bangunan/ peninggalan Kolonial Belanda di Kota Cimahi; 2) Adanya penelitian dan sosialisasi mengenai vegetasi langka di Kota Cimahi, yaitu

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kelengkapan paragraf mengacu kepada adanya kalimat topik pada suatu paragraf dan adanya kalimat-kalimat penunjang secara