• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemimpin Bangsa Taat Etika

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pemimpin Bangsa Taat Etika"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat

Rahmat dan karunia-Nya juga maka Buku Pedoman Kode Etik Mahasiswa Sekolah

Tinggi Manajemen PPM ini dapat diselesaikan dengan baik. Buku Pedoman Kode

Etik Mahasiswa ini dibuat sebagai pedoman sikap, perilaku, dan tindakan segenap

mahasiswa di Sekolah Tinggi Manajemen PPM selama menjalankan proses

pendidikan di Sekolah Tinggi Manajemen PPM.

Harapan kami semoga dengan adanya Buku Pedoman Kode Etik Mahasiswa

ini, maka para mahasiswa sebagai unsur civitas akademika memiliki pedoman atau

rambu-rambu dalam hal bersikap berperilaku dan bertindak.

(3)

.. .. ... ... ... ... ... ... ... ... ... .... ... ... .. ... .. ... ... ... DAFTAR ISI Halaman: Cover Depan ... 1

Visi dan Misi Sekolah Tinggi Manajemen PPM ... 2

Surat Keputusan Ketua Sekolah Tinggi Manajemen PPM ... 3

Kata Pengantar ... 5

Daftar Isi. ... 6

A. Pengertian Umum. ... 7

B. Sikap Dasar Mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen PPM ... 8

C. Standar Etika Mahasiswa... 8

D. Etika Umum Mahasiswa... 9

E. Etika Akademik. ... 10

F. Etika Dalam Proses Pembelajaran. ... 11

G. Etika Mahasiswa Dalam Pergaulan ... 15

H. Etika Hubungan Mahasiswa Dengan Dosen ... 16

I. Etika Hubungan Sesama Mahasiswa ... 17

J. Etika Hubungan Mahasiswa Dengan Pegawai ... 17

K. Etika Hubungan Mahasiswa Dengan Masyarakat ... 17

L. Etika Dalam Menyampaikan Pendapat di Luar Proses Pembelajaran……… 17

M. Etika Mahasiswa Dalam Berpakaian. ... 19

N. Etika Berperilaku. ... 22

(4)

A.

PENGERTIAN UMUM.

1. Pedoman perilaku mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen PPM adalah pedoman tertulis yang merupakan standar perilaku bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen PPM dalam berinteraksi dengan sesama mahasiswa, staf akademik dan non akademik, alumni dan masyarakat luas dalam lingkup kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler.

2. Dosen adalah pegawai Sekolah Tinggi Manajemen PPM dengan tugas utama mendidik serta melakukan penelitian dan pelayanan kepada masyarakat. 3. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di Sekolah Tinggi

Manajemen PPM.

4. Ujian adalah bentuk penilaian hasil belajar yang dapat diselenggarakan melalui ujian tengah semester, ujian akhir semester, ujian praktik, ujian akhir program studi, atau ujian skripsi.

5. Perkuliahan adalah kegiatan tatap muka antara dosen dan mahasiswa melalui proses yang terjadi dalam perencanaan dan penyajian materi belajar mengajar di Sekolah Tinggi Manajemen PPM serta evaluasi proses pembelajaran. 6. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dirancang dan dilaksanakan di

luar kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk melengkapi kegiatan kurikuler. 7. Etika mahasiswa adalah nilai nilai, azas-azas, akhlak yang harus dipraktekkan

dalam kehidupan sehari-hari oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen PPM berdasarkan norma-norma dalam kehidupan masyarakat.

(5)

B.

STANDAR ETIKA MAHASISWA.

1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Setia dan taat kepada pancasila dan Undang-Undang Dasar tahun 1945. 3. Memiliki moralitas yang tinggi.

4. Memiliki ketaatan terhadap norma-norma lainnya yang hidup dalam lingkungan kampus.

5. Menghormati hak asasi manusia.

6. Memiliki integritas dan rasa tanggung jawab yang tinggi.

7. Menghargai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta menjunjung tinggi kebudayaan nasional.

8. Mengutamakan kepentingan negara, bangsa dan Sekolah Tinggi Manajemen PPM di atas kepentingan diri sendiri, seseorang atau kelompok.

9. Menjaga dan menjunjung citra Sekolah Tinggi Manajemen PPM.

10. Memiliki jiwa kemandirian dan kemampuan meningkatkan kualitas secara terus menerus.

11. Secara aktif ikut memelihara sarana dan prasarana Sekolah Tinggi Manajemen PPM serta menjaga kebersihan, ketertiban dan keamanan kampus.

12. Mentaati peraturan dan tata tertib yang berlaku di Sekolah Tinggi Manajemen PPM serta unit di bawahnya.

13. Berpenampilan sopan dan rapi.

14. Berperilaku ramah dan menjaga sopan santun terhadap orang lain. 15. Menghargai dan menghormati orang lain tanpa diskriminatif.

16. Menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat dan/atau bertentangan dengan norma hukum atau norma kehidupan kampus.

(6)

C.

ETIKA UMUM MAHASISWA.

1. Menjunjung tinggi nama almamater Sekolah Tinggi Manajemen PPM. 2. Selalu berusaha sekuatnya untuk dapat menyelesaikan studi dengan cepat

dengan hasil yang sebaik-baiknya.

3. Saling menghormati kepada dosen, karyawan, sesama mahasiswa, dan juga kepada masyarakat pada umumnya.

4. Siap untuk saling membantu sesama mahasiswa dalam hal yang positif. 5. Mengikuti kegiatan tatap muka di kelas secara disiplin.

6. Berusaha memenuhi komitmen waktu dan memberi pemberitahuan apabila terjadi perubahan janji.

D.

ETIKA AKADEMIK.

1. Menyadari dengan sepenuh hati bahwa dalam menjalankan hak dan kewajibannya, mahasiswa bertanggungjawab kepada diri sendiri, orang tua, masyarakat, pendidik, almamater, dan juga kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. Menyadari dengan sepenuh hati bahwa mahasiswa adalah generasi penerus

bangsa yang akan menentukan masa depan bangsa.

3. Melakukan hak dan kewajiban akademik maupun non-akademik dengan ikhlas, penuh semangat dan tanggung jawab.

4. Menaati dan menghormati semua peraturan yang ditetapkan oleh Sekolah Tinggi Manajemen PPM dan unit-unit di bawahnya.

5. Mengerahkan semua kemampuannya untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang ilmu yang ditekuninya.

6. Menjunjung tinggi kejujuran dan kehormatan dirinya dengan tidak melakukan perbuatan yang tercela seperti menyontek, melakukan plagiat, memalsu tanda tangan, mengubah nilai.

7. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam berbicara maupun menulis dalam setiap kegiatan akademik maupun non- akademik. 8. Menampilkan sikap dan perilaku ilmiah, rasional dan santun dalam

menyampaikan pandangan dan pendapat pada waktu perkuliahan, seminar dan kegiatan akademik lainnya.

(7)

E.

ETIKA MAHASISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN. 1. Etika di Ruang Kuliah

a. Hadir tepat waktu atau sebelum dosen memasuki ruangan.

b. Berpakaian rapi, bersih dan sopan dalam arti tidak menyimpang dari azas-azas kepatuhan.

c. Menghormati mahasiswa lain dengan tidak melakukan perbuatan yang dapat menganggu perkuliahan.

d. Santun dalam mengeluarkan pendapat.

e. Jujur, tidak menandatangani absensi kehadiran mahasiswa lain yang diketahui tidak hadir dalam perkuliahan.

f. Menjaga kebersihan diri dan inventaris Sekolah Tinggi Manajemen PPM. g. Senantiasa mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja selama

beraktivitas di Ruang Komputer. 2. Etika Dalam Pengerjaan Tugas.

a. Jujur dan mematuhi etika ilmiah dalam penulisan dan menyajikan laporan akhir / skripsi.

b. Menjunjung tinggi kejujuran dan menghindari hal hal yang bersifat gratifikasi kepada dosen maupun pegawai.

c. Menyerahkan tugas/ laporan tepat waktu.

d. Tidak menjanjikan atau memberikan sejumlah uang atau fasilitas lainnya kepada dosen atau pihak lainnya dengan tujuan untuk mempengaruhi proses bimbingan tugas/ laporan akhir/ skripsi.

3. Etika Dalam Ujian.

a. Mematuhi tata tertib ujian yang ditetapkan di Sekolah Tinggi Manajemen PPM.

b. Jujur, beritikad baik dan tidak melakukan kecurangan.

c. Percaya pada kemampuan sendiri dan tidak berupaya mempengaruhi orang lain untuk tujuan memperoleh kelulusan.

(8)

4. Etika Mahasiswa Dalam Penelitian.

a. Peneliti harus menjunjung tinggi kesusilaan dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan umat manusia pada umumnya.

b. Peneliti harus menjunjung tinggi universalitas dan objektivitas ilmu pengetahuan dalam upaya mencapai kebenaran.

c. Peneliti harus memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dan menghasilan inovasi untuk kemajuan peradaban dan kejahteraan umat manusia.

d. Peneliti menjunjung tinggi penegakkan hak hak asasi manusia.

e. Peneliti memiliki integritas dan profesionalisme, mentaati kaidah keilmuan, serta menjunjung tinggi nama baik Sekolah Tinggi Manajemen PPM.

f. Peneliti berperilaku jujur, bernurani, dan berkeadilan, tidak diskriminatif terhadap lingkungan penelitiannya.

g. Peneliti menghormati subjek penelitian manusia, sumber daya alam hayati dan non-hayati secara bermoral, dan tidak merendahkan martabat sesama ciptaan Tuhan.

h. Peneliti menghindari konflik kepentingan, teliti, dan meminimalkan kesalahan prosedur dalam pelaksanaan penelitian.

i. Peneliti memahami dan bertanggungjawab atas manfaat dan risiko- risiko dari penelitiannya dan menjelaskannya kepada publik tentang manfaat dan risiko-risiko tersebut.

j. Peneliti membuka diri terhadap kritik, saran, dan gagasan baru terhadap proses dan hasil penelitian,serta membiarkan peneliti lain mengulas (review) hasil penelitian tersebut.

k. Peneliti mempublikasikan hasil penelitiannya pada lingkup akademik yang bisa dipertanggungjawabkan tanpa mengenal publikasi duplikasi.

l. Peneliti memberikan pengakuan melalui penyertaan sebagai penulis pendamping, pengutipan pernyataan, dalam bentuk ucapan terima kasih yang tulus kepada peneliti lain yang memberikan sumbangan berarti dalam penelitiannya secara nyata.

m. Peneliti harus mengikuti metode ilmiah yang tersusun secara sistematis, mencakup mencari dan merumuskan masalah, menyusun kerangka pikiran, merumuskan dan menguji hipotesis, melakukan pembahasan, dan

(9)

menarik kesimpulan guna mendapatkan hasil riset yang dapat dipertanggungjawabkan.

n. Metodologi dan hasil penelitian bersifat terbuka tetapi bila subjek penelitiannya adalah manusia, maka asas kerahasiaan untuk hal- hal tertentu perlu dipatuhi.

o. Penelitian yang melibatkan manusia atau hewan perlu memperhatikan dan mematuhi regulasi yang berlaku secara internasional, nasional, maupun lokal, serta etika penelitian yang telah diberlakukan oleh organisasi profesi yang terkait.

5. Bentuk Pelanggaran Etika Penelitian.

Bentuk pelanggaran etika penelitian mencakup:

a. Rekaan, pemalsuan data, atau tindakan lain yang menyimpang dari praktik yang lazim berlaku dalam komunitas ilmiah termasuk dalam mengusulkan, melakukan, dan melaporkan penelitian.

b. Plagiarisme yang diartikan sebagai tindakan peneliti yang mengemukakan kalimat, kata, data, atau idea orang lain dengan implikasi bahwa hal tersebut merupakan karyanya tanpa menyebutkan dalam bentuk yang sesuai sumbernya. Ketentuan ini juga berlaku untuk tinjauan pustaka, bagian metodologi dan latar belakang/historis pada makalah penelitian, hasil penelitian asli daninterpretasi.

c. Autoplagiarisme yang diartikan sebagai tindakan peneliti yang mengemukakan kalimat, kata, data, atau ide diri sendiri yang telah dipublikasi sebelumnya.

d. Kegagalan mengikuti ketentuan perundang-undangan menyangkut perlindungan peneliti, subyek manusia atau public.

e. Falsifikasi data.

f. Melakukan pemerasan dan ekspoitasi tenaga peneliti.

g. Bertindak tidak adil (injustice) sesama peneliti dalam pemberian insentif dan kepemilikan hak kekayaan intelektual.

h. Melanggar kesepakatan dan perjanjian yang telah ditulis dalam usul penelitian; dan melanggar peraturan perundang-undangan tentang subjek manusia atau publik, serta ketentuan hukum yang menyangkut penelitian. i. Peneliti berbuat tidak jujur dalam melaporkan hasil penelitian karena

(10)

j. Peneliti menyalahgunakan wewenang yang diberikan untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.

k. Peneliti melakukan kecurangan dalam mempresentasikan dan mempublikasikan hasil penelitian.

l. Peneliti melakukan penyalahgunaan subyek penelitian manusia, jaringan manusia, penelitian yang mengancam kesehatan dan keselamatan manusia.

m. Peneliti tidak menjaga kerahasiaan subyek penelitian.

n. Peneliti melakukan penyalahgunaan dana penelitian dan tidak menggunakannya sesuai yang tercatum dalam rencana penelitian yang telah ditetapkan.

o. Peneliti tidak dapat menyusun laporan penggunaan dana dengan jelas. p. Peneliti melanggar undang undang dan kode etik penelitian yang

berlaku.

q. Peneliti secara sengaja menyembunyikan buku buku sumber untuk menonjolkan kebaruan yang dihasilkan.

r. Peneliti mempublikasikan hasil penelitiannya dimuka umum yang dapat memicu terjadinya keresahan publik.

6. Sanksi Pelanggaran Bagi Mahasiswa Terkait Penelitian.

Sanksi pelanggaran bagi mahasiswa terkait penelitian adalah sebagai berikut,

a. Teguran lisan terdokumentasi. b. Peringatan tertulis.

c. Penundaan pemberian sebagian hak mahasiswa.

d. Pembatalan nilai seminar hasil penelitian atau nilai ujian akhir komprehensif yang diperoleh mahasiswa.

e. Pemberhentian dengan hormat dari status sebagai mahasiswa.

f. Pemberhentian tidak dengan hormat dari status sebagai mahasiswa; atau pembatalan ijazah untuk alumni

(11)

F.

ETIKA MAHASISWA DALAM PERGAULAN.

1. Senantiasa menjaga kesantunan dan sikap saling menghormati / menghargai kepada dosen, tenaga kependidikan dan sesama mahasiswa.

2. Menggunakan bahasa pergaulan yang mencerminkan sikap saling menghargai. Melakukan pergaulan secara wajar dengan menghormati nilai-nilai agama, kesusilaan, dan kesopanan.

3. Saling menghormati dan menghargai sesama mahasiswa.

4. Mahasiswa senior wajib membimbing dan memberi contoh bagi mahasiswa yang lebih yunior.

5. Saling membantu sesama mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler.

6. Bersikap jujur dan saling mempercayai dalam bekerjasama dengan sesama mahasiswa.

7. Berperilaku dan berbicara yang ramah, sopan, dan santun terhadap dosen dan pegawai serta dalam bergaul dengan sesama mahasiswa dan masyarakat umum.

8. Bersikap terbuka dan lapang dada terhadap pertanyaan, saran, pendapat, dan kritik dari civitas akademika.

9. Memiliki empati, tenggang rasa dan jiwa sosial terhadap sesama mahasiswa. 10. Bersikap membantu, santun dan ramah terhadap tamu.

11. Bersikap dan berperilaku yang baik dalam berhubungan dan bekerjasama dengan masyarakat atau institusi di luar Sekolah Tinggi Manajemen PPM baik pada tingkat daerah, nasional, maupun internasional.

12. Menjaga nilai-nilai moral yang luhur dalam berkreasi dan berinovasi baik dalam bentuk ekspresi ilmiah, inovasi teknologi, wirausaha maupun seni budaya.

13. Menjaga nilai-nilai moral yang luhur dalam mengajukan pendapat, berargumentasi, dan dalam membela hak-hak orang lain.

14. Bersikap sabar, dewasa, dan intelek dalam menghadapi kritikan, ejekan, cemoohan atau hinaan dari pihak-pihak lain.

15. Bersikap aktif, ulet dan kreatif di dalam menjalankan organisasi atau kegiatan ekstrakurikuler di dalam maupun di luar kampus.

16. Menjaga nilai-nilai moral yang luhur dalam memperjuangkan keadilan, perdamaian, persamaan hak, persatuan bangsa, hak asasi manusia, kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

(12)

G.

ETIKA HUBUNGAN MAHASISWA DENGAN DOSEN.

1. Menghormati setiap dosen tanpa membedalan suku, agama, ras dan tidak didasari atas perasaan suka atau tidak suka.

2. Bersikap sopan santun terhadap dosen dalam interaksi baik di dalam lingkungan maupun di luar lingkungan Sekolah Tinggi Manajemen PPM. 3. Menjaga nama baik dosen dan keluarga.

4. Santun dalam mengemukakan pendapat atau mengungkapkan ketidaksepahaman pendapat tentang keilmuan yang disertai dengan argumentasi yang rasional.

5. Jujur dan bertanggung jawab terhadap dosen dalam segala aspek dan menjauhi tindakan-tindakan yang mempengaruhi penilaian dosen.

6. Bekerjasama dengan dosen dalam mencapai tujuan pembelajaran termasuk menyiapkan diri sebelum berinteraksi dengan dosen di ruang perkuliahan/ laboratorium.

7. Mematuhi perintah dan petunjuk dosen sepanjang perintah dan petunjuk tersebut tidak bertentangan dengan norma hukum dan norma lainnya yang hidup di tengah masyarakat.

H.

ETIKA HUBUNGAN DENGAN SESAMA MAHASISWA.

1. Menghormati setiap mahasiswa tanpa membedakan suku, agama, ras, status sosial dan tidak didasari atas perasaan suka atau tidak suka.

2. Bersikap ramah dan sopan dan berlaku adil terhadap setiap mahasiswa dalam interaksi baik di dalam lingkungan maupun di luar lingkungan Sekolah Tinggi Manajemen PPM.

3. Bekerjasama dengan mahasiswa dalam menuntut ilmu pengetahuan dan saling menasehati dalam kebenaran.

4. Memiliki solidaritas yang kuat dan saling membantu untuk tujuan yang baik dan tidak bertentangan dengan norma hukum atau norma lainnya yang hidup di dalam masyarakat.

5. Suka membantu mahasiswa lain yang kurang mampu dalam pelajaran maupun kurang mampu secara ekonomi.

6. Menjaga dan menjunjung citra Sekolah Tinggi Manajemen PPM.

(13)

I.

ETIKA HUBUNGAN MAHASISWA DAN TENAGA PENDIDIK.

1. Menghormati setiap tenaga pendidik tanpa membedakan suku, agama, ras, status sosial dan tidak didasari atas perasaan suka atau tidak suka.

2. Bersikap ramah dan sopan santun terhadap setiap tenaga pendidik dalam interaksi baik di dalam lingkungan maupun di luar lingkungan Sekolah Tinggi Manajemen PPM

J.

ETIKA MAHASISWA DALAM HUBUNGAN MASYARAKAT.

1. Menjaga dan menjunjung tinggi citra Sekolah Tinggi Manajemen PPM. 2. Suka menolong masyarakat sesuai ilmu pengetahuan yang dimiliki.

3. Menghindari perbuatan yang melanggar norma norma dalam kehidupan bermasyarakat baik norma hukum, norma adat istiadat, agama, norma kesopanan dan norma kepatutan.

4. Memberi contoh dan mengajak masyarakat berbuat baik dan terpuji.

5. Berperan aktif menolak penggunaan obat-obatan terlarang seperti narkotika dan psikotropika.

K.

ETIKA DALAM MENYAMPAIKAN PENDAPAT DI LUAR PROSES PEMBELAJARAN.

Sekolah Tinggi Manajemen PPM sangat menghargai kebebasan mengeluarkan pendapat di luar proses pembelajaran sepanjang dilakukan dengan memperhatikan norma-norma etika yaitu:

1. Didasarkan pada tujuan dan untuk kepentingan kebenaran.

2. Menjaga dan menjunjung tinggi citra Sekolah Tinggi Manajemen PPM

3. Tertib dan terpuji dalam memberikan kontribusi pemikiran / sikap terhadap norma-norma sosial.

4. Menjaga inventaris Sekolah Tinggi Manajemen PPM maupun aset masyarakat.

5. Mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku dalam hal penyampaian pendapat dan bersikap.

6. Mempersiapkan argumentasi yang rasional yang mencerminkan citra diri seorang individu yang berpendidikan.

7. Bertanggungjawab terhadap kebenaran fakta dan pendapat yang disampaikan.

(14)

untuk menyampaikan pendapat, gagasan, kritikan maupun tuntutan yang sebagian besar didasari oleh ketidakpuasan terhadap sesuatu hal. Ketentuan dalam pelaksanaan demonstrasi antara lain:

a. Demonstrasi didalam lingkup Sekolah Tinggi Manajemen PPM.

Demonstrasi mahasiswa atau protes dari mahasiswa bisa disampaikan dengan menggunakan media yang disediakan oleh institusi berupa jalur prosedural, yaitu mahasiswa yang bermasalah (individu/kelompok) menyalurkan aspirasinya melalui senat mahasiswa, senat membawa aspirasi dari teman-temannya disampaikan kepada Koordinator Kemahasiswaan dan Wakil Ketua I, bila masalah sudah terselesaikan di tingkat Wakil Ketua I, maka Wakil Ketua I melaporkan kepada Ketua Sekolah Tinggi Manajemen PPM. Bila masalah belum terselesaikan, maka Wakil Ketua I wajib melaporkan kepada Ketua Sekolah Tinggi Manajemen PPM untuk proses penyelesaian. Kegiatan demonstrasi tidak boleh dilakukan secara berkelompok sehingga menimbulkan keributan. Tidak diperbolehkan menggunakan media massa (Koran/ TV/ Radio, dll).

b. Demonstrasi di luar lingkup Sekolah Tinggi Manajemen PPM.

Mahasiswa tidak diperbolehkan mengikuti demonstrasi yang bermuatan politik dan mengancam keamanan negara. Prosedur pelaksanaan sama dengan demonstrasi di dalam lingkup Sekolah Tinggi Manajemen PPM. Bila mahasiswa melakukan kegiatan demonstrasi (didalam / diluar lingkup Sekolah Tinggi Manajemen PPM) tanpa melalui jalur prosedur yang ditetapkan, akan diberikan sanksi sebagaimana tercantum dalam pelanggaran berat (skorsing), bila skorsing tidak diindahkan setelah 1 bulan, maka termasuk pada pelanggaran sangat berat yang berakibat jatuhnya sanksi pemutusan studi.

L.

ETIKA MAHASISWA DALAM BERPAKAIAN.

1. Mahasiswa harus selalu berpakaian yang sopan sehingga mencerminkan sikap insan yang terpelajar.

2. Bagi wanita harus memperlihatkan wajahnya (tidak mengenakan cadar, burkah dan sejenisnya).

3. Bagi pria tidak mengenakan anting baik di telinga maupun ditempat lain.

4. Bagi mahasiswa wajib mengenakan pakaian yang rapi dan sopan (wanita: pakaian kuliah/kerja yang sopan dan terlihat wajahnya, memakai rok dengan

(15)

sopan, tidak memakai cadar atau sejenisnya, laki-laki: pakaian sopan, celana kerja dan jeans, berdasi atau batik).

5. Pakaian resmi mahasiswa didalam / diluar kampus adalah pakaian seperti ketentuan di atas, ditambah dengan jaket almamater.

6. Mahasiswa harus senantiasa menjaga kebersihan dan kerapihan pakaiannya

Adapun tata tertib berpakaian yang telah disusun adalah sebagai berikut: Tata Tertib Pakaian.

1) Pakaian Kuliah Mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen PPM wajib memenuhi ketentuan berpakaian kuliah sebagai berikut:

a) Hari Senin – berpakaian rapih dan professional yakni wanita menggunakan rok/celana bahan dan blouse serta bersepatu tertutup, sedangkan pria berpakaian kemeja tangan panjang dan celana kain serta bersepatu tertutup.

b) Hari Selasa, Rabu dan Jumat berpakaian rapih sopan. c) Hari Kamis berpakaian batik.

d) Bagi mahasiswi tidak diperbolehkan memakai make up secara berlebihan.

M.

ETIKA BERPERILAKU.

1. Berfikir dan berperilaku yang lurus, bersih, teliti, cermat, kreatif, inovatif, dan idealis berlandaskan kepada keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Memiliki integritas kepribadian yang baik dan simpatik sesuai dengan kedudukannya sebagai mahasiswa.

3. Berpenampilan yang baik sesuai dengan kaidah-kaidah kesopanan dan kepatutan sebagai seorang mahasiswa.

4. Berbusana yang baik, bersih, sopan, dan pantas sesuai dengan norma umum, dan ketentuan yang diatur oleh Sekolah Tinggi Manajemen PPM.

5. Berperilaku adil, demokratis, dan objektif, serta menghargai perbedaan dan tidak diskriminatif.

6. Mempunyai sikap yang tegas dan berani yang didasari oleh nilai-nilai agama, ilmu pengetahuan, dan norma-norma luhur yang berlaku.

7. Bersikap kritis, rasional, ilmiah dan profesional dalam menerima pengetahuan baru dan bersifat terbuka terhadap perubahan.

(16)

dengan mahasiswa dari institusi pendidikan lain dan masyarakat umum. 9. Bersikap dewasa dalam berpikir dan bertindak dengan mempertimbangkan

kemaslahatan bagi diri dan lingkungannya.

10. Menghargai waktu, kesehatan dan keselamatan serta lingkungannya.

N.

PENEGAKAN PEDOMAN PERILAKU. 1. Penanggungjawab dan Pelaksana.

a. Ketua Sekolah Tinggi Manajemen PPM bertanggungjawab terhadap penegakan pedoman perilaku mahasiswa.

b. Penegakkan pedoman perilaku memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Terhadap tindakan yang melanggar pedoman perilaku dan keputusan

ketua tentang peraturan akademik, penegakkannya tunduk pada ketentuan peraturan akademik.

2) Terhadap tindakan pelanggaran pedoman perilaku yang terjadi dalam ruangan perkuliahan / praktik yang disaksikan langsung oleh dosen / staf / pembimbing lain yang bersangkutan maka dapat dilakukan penegakan sanksi secara langsung berupa peneguran atau tidak diijinkan mengikuti perkuliahan / praktik pada hari itu tergantung pada pertimbangan dosen / staf / pembimbing lain terhadap berat ringannya pelanggaran.

3) Setiap mahasiswa diperlakukan sama tanpa diskriminasi dalam proses pemeriksaan pelanggaran pedoman perilaku.

4) Mahasiswa memiliki hak untuk melakukan pembelaan pada setiap proses pemeriksaan.

5) Pemeriksaan terhadap pelanggaran pedoman perilaku berdasarkan laporan mahasiswa, dosen / staf / pembimbing lain atau pihak lainnya hanya dapat dilakukan apabila disertai dengan bukti-bukti yang cukup tentang terjadinya pelanggaran pedoman perilaku.

6) Sanksi hanya dapat dijatuhkan pada mahasiswa apabila disertai dengan bukti-bukti yang cukup tentang terjadinya pelanggaran pedoman perilaku.

2. Jenis Pelanggaran Mahasiswa. a. Pelanggaran Ringan.

(17)

terlambat hadir pada suatu kegiatan akademik tanpa alasan yang dibenarkan.

2) Memakai kaos oblong, sandal, berambut tidak rapi dan pakaian yang tidak pantas di dalam kampus.

3) Memakai make up dan perhiasan yang berlebihan bagi mahasiswi ke dalam kampus.

4) Makan, minum, dan bersenda gurau di dalam ruang kuliah atau ruang komputer pada saat proses pembelajaran berlangsung.

5) Memakai topi dan kacamata gelap tanpa sebab yang dibenarkan di dalam kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung atau pertemuan formal lainnya.

6) Menggunakan handphone pada saat proses pembelajaran berlangsung.

7) Mengaktifkan dan menggunakan laptop yang tidak berkaitan dengan proses pembelajaran berlangsung.

8) Membaca buku, majalah, surat kabar atau bacaan lainnya di dalam rapat atau pertemuan formal.

9) Becakap-cakap atau bersenda gurau yang mengganggu proses pembelajaran atau pertemuan formal.

10) Menjalankan kendaraan di dalam kampus di atas 30 km/jam, membunyikan klakson yang berlebihan, serta memarkir kendaraan pada tempat yang tidak dibenarkan sehingga mengganggu atau membahayakan pengguna jalan lain.

b. Pelanggaran Berat.

1) Menentang, melawan dan berlaku tidak sopan terhadap dosen dan tenaga pendidik.

2) Membeli atau mengubah nilai hasil ujian. 3) Mencontek atau bekerjasama dalam kuis/ujian.

4) Melakukan tindakan kekerasan fisik terhadap sesama mahasiswa atau orang lain.

5) Melontarkan kata-kata jorok, kasar, ejekan, cemoohan, hinaan, teriakan dan kata-kata sejenisnya yang bernada merendahkan kehormatan dan martabat, baik secara lisan maupun tulisan terhadap orang lain.

(18)

6) Memfitnah, menghasut atau menggunjing sesama mahasiswa atau terhadap orang lain.

7) Melakukan intimidasi dan ancaman baik lisan maupun tulisan terhadap sesama mahasiswa atau orang lain.

8) Mengakses, menyimpan, membawa, menonton, dan membaca hal-hal yang berindikasi pornografi.

9) Memakai busana yang tidak sopan, tidak rapi, dan yang melanggar etika sosial, moral dan kepribadian.

10) Membawa, menyebarluaskan, dan menggunakan obat terlarang dan minuman keras.

11) Melakukan kegiatan ekstrakurikuler yang mengganggu kegiatan akademik dan ketenteraman kampus.

12) Mencabut, menebang pohon dan merusak taman serta membuang sampah sembarangan di lingkungan kampus.

13) Melakukan demonstrasi di dalam kampus tanpa izin pimpinan Sekolah Tinggi Manajemen PPM.

14) Menjadikan gedung pusat kegiatan mahasiswa sebagai tempat tinggal untuk menginap tanpa alasan yang dibenarkan.

c. Pelanggaran Sangat Berat.

1) Melakukan perbuatan asusila dan kriminal di dalam kampus atau di luar kampus.

2) Menghina dan menghujat sesama mahasiswa, dosen, pimpinan, pegawai administrasi, dan orang lain.

3) Membeli dan mengubah nilai, memperjualbelikan skripsi, tesis atau disertasi.

4) Melakukan pelecehan seksual dan perbuatan yang tidak menyenangkan terhadap sesama mahasiswa atau orang lain.

5) Melakukan dan menyebarluaskan hal-hal yang bersifat pornografi. 6) Membawa senjata api, senjata tajam, dan benda lainnya yang dapat

membahayakan keselamatan orang lain.

7) Membawa, menyebarluaskan, dan menggunakan obat terlarang dan minuman keras.

8) Melakukan konspirasi dengan sesama sivitas akademika atau pihak lain yang mengandung unsur kolusi, korupsi dan nepotisme.

(19)

9) Melakukan kerjasama dengan sesama sivitas akademika atau pihak lain dalam tindak kejahatan, provokasi untuk menimbulkan kekacauan di dalam atau di luar kampus, dan kegiatan makar yang membahayakan keselamatan negara.

10) Menggunakan fasilitas Sekolah Tinggi Manajemen PPM untuk kepentingan pribadi atau dengan bekerjasama dengan orang lain untuk memperkaya diri sendiri atau kelompok atau untuk melakukan makar.

11) Melakukan demonstrasi di dalam kampus yang bersifat anarkis, menghujat, mengganggu ketertiban dan merusak fasilitas Sekolah Tinggi Manajemen PPM dan orang lain.

12) Menyebarluaskan informasi yang bersifat rahasia profesi dan institusi. 13) Sanksi berat bagi mahasiswa sebagai berikut:

a) Larangan untuk mengikuti kuliah, ujian atau kegiatan akademik lain dari mata kuliah tertentu selama satu semester.

b) Larangan untuk mengikuti semua kegiatan akademik selama satu semester.

c) Dilaporkan ke pihak kepolisisan untuk diproses lebih lanjut. 14) Sanksi sangat berat bagi mahasiswa dapat berupa:

a) Dilarang mengikuti semua kegiatan akademik selama satu tahun atau diberhentikan sebagai mahasiswa.

b) Mengganti kerugian kepada pihak yang dirugikan.

c) Dilaporkan ke pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.

3. Pelaporan.

a. Setiap orang yang mengetahui adanya pelanggaran pedoman perilaku memiliki hak untuk melaporkan kepada pembimbing akademik dengan disertai bukti yang cukup. Atas pertimbangan pembimbing akademik, identitas pelapor dapat dirahasiakan kecuali terhadap pelapor dari luar Sekolah Tinggi Manajemen PPM.

b. Pembimbing akdemik mencatat semua laporan dan bukti-bukti yang diserahkan oleh pelapor dan melaporkannya kepada Koordinator Kemahasiswaan.

(20)

4. Pemeriksaan.

a. Koordinator Kemahasiswaan bersama Staff Pembinaan melanjutkan pemeriksaan setelah menerima bukti- bukti permulaan yang cukup mengenai terjadinya pelanggaran pedoman perilaku.

b. Koordinator Kemahasiswaan bersama Staff Pembinaan memanggil mahasiswa yang dilaporkan melakukan pelanggaran pedoman perilaku. c. Pemeriksaan terhadap mahasiswa dilakukan pada waktu yang tidak

menganggu jadwal perkuliahan mahasiswa yang bersangkutan.

d. Setiap mahasiswa diperlakukan sama tanpa diskriminasi dalam proses pemeriksaan pelanggaran pedoman perilaku.

e. Setiap mahasiswa memiliki hak untuk melakukan pembelaan dalam setiap proses pemeriksaan.

f. Komisi disiplin wajib menyelesaikan pemeriksaannya dalam waktu yang tidak melebihi 14 (empat belas) hari kerja. Apabila waktu tersebut tidak tercapai maka mahasiswa yang bersangkutan tidak dapat dikenakan sanksi kecuali terhadap perbuatan yang melanggar peraturan akademik.

5. Sanksi.

a. Jenis sanksi yang dapat dijatuhkan terhadap pelanggaran pedoman perilaku adalah teguran, peringatan tertulis, peringatan keras dan skrosing.

b. Penjatuhan sanksi terhadap pelanggaran pedoman perilaku diberikan oleh Koordinator Kemahasiswaan dan Kepala Program Studi setelah memperhatikan rekomendasi dan hasil pemeriksaan komisi disiplin dengan ketentuan bahwa terhadap tindakan yang melanggar pedoman perilaku dan keputusan Ketua tentang peraturan akademik, penerapan sanksi didasarkan pada ketentuan peraturan akademik.

c. Terhadap tindakan pelanggaran pedoman perilaku yang terjadi dalam ruangan perkuliahan/praktik/komputer yang disaksikan langsung oleh dosen / staf / pembimbing lahan yang bersangkutan maka dapat dilakukan penegakkan sanksi secara langsung berupa peneguran atau tidak diijinkan mengikuti perkuliahan / praktik pada hari itu tergantung pada pertimbangan dosen / staf / pembimbing lain terhadap berat-ringannya pelanggaran.

(21)

6. Keberatan Mahasiswa.

a. Mahasiswa yang keberatan terhadap sanksi yang diberikan dosen dalam ruangan, perkuliahan/ ruang komputer sebagaimana dicantumkan dalam ketentuan di atas dapat mengajukan keberatan kepada Kepala Program Studi didampingi oleh pembimbing akademik.

b. Mahasiswa yang keberatan atas sanksi yang dijatuhkan Kepala Program Studi terhadap pelanggaran pedoman perilaku dapat mengajukan keberatan kepada Ketua Sekolah Tinggi Manajemen PPM.

(22)

Referensi

Dokumen terkait

Siswa dapat mengetahui gerakan memainkan bola dengan teknik yang sudah di ajarkan. Setelah memainkan bola, siswa dapat membuat keputusan untuk kembali

Bila dibandingakan dengan hasil penelitian dari Mezuan (2007) Perairan Marina Teluk Jakarta dan Sutisna (2007) Pelabuhan Sunda Kelapa Teluk Jakarta maka kapasitas

Imobilisasi atau gangguan mobilitas definisi dari NANDA, merupakan suatu keadaan.. ketika seseorang mengalami resiko keterbatasan

positif maka proses koreksi harian dilakukan dengan cara data yang telah melalui. tahap koreksi IGRF dikurangi oleh data variasi

Investasi pada produk unit link mengandung risiko, termasuk namun tidak terbatas pada risiko politik, risiko perubahan peraturan pemerintah atau perundang-undangan lainnya,

Leptospirosis dianggap sebagai penyakit yang berkaitan dengan pekerjaan. Namun demikian, cara pengendalian tikus yang diperbaiki dan standar kebersihan yang lebih baik akan

1. Kepuasaan pelanggan : Pendidikan harus memberikan pelayanan kepada pelanggannya, dimana yang dimaksud dengan pelanggan pendidikan ini meliputi pelanggan internal

Sehingga dalam memahami tafsir manusia harus senantiasa bersifat inklusif dan mau menghormati pemahaman yang berbeda, karena dalam makna sejatinya apa yang kita pahami