• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR ISI

Halaman

JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

PERNYATAAN ORISINALITAS ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

ABSTRAK ... vi

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... ix

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 8

1.3 Tujuan Penelitian ... 8

1.4 Kegunaan Penelitian ... 9

1.5 Sistematika Penelitian ... 10

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Landasan Teori dan Konsep ... 12

2.1.1 Teori Technology Acceptance Model (TAM) ... 12

2.1.2 Pengertian Sistem ... 13

2.1.3 Pengertian Informasi ... 14

2.1.4 Pengertian Sistem Informasi ... 15

2.1.5 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi ... 16

2.1.6 Pengertian Sistem Informasi Berbasis Komputer ... 17

2.1.7 Efektivitas SIA ... 18

2.1.8 Kemampuan Teknik Pemakai SIA ... 20

2.1.9 Dukungan Manajemen Puncak ... 21

2.1.10 Partisipasi Pemakai ... 22

2.1.11 Pemanfaatan Teknologi Informasi ... 23

2.1.12 Pengertian Koperasi ... 26

2.2 Hipotesis Penelitian ... 28

2.2.1 Pemanfaatan Teknologi Informasi berpengaruh pada Efektivitas SIA ... 28

2.2.2 Partisipasi Pemakai berpengaruh pada Efektivitas SIA ... 29

2.2.3 Dukungan Manajemen Puncak Berpengaruh pada Efektivitas SIA ... 30

2.2.4 Kemampuan Teknik Pemakai SIA berpengaruh pada Efektivitas SIA ... 31

(2)

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian ... 33

3.2 Lokasi Penelitian ... 34

3.3 Objek Penelitian ... 34

3.4 Identifikasi Variabel ... 34

3.5 Definisi Operasional Variabel ... 35

3.6 Jenis Dan Sumber Data ... 42

3.7 Populasi, Sampel, Dan Metode Penentuan Sampel ... 43

3.8 Metode Pengumpulan Data ... 44

3.9 Teknik Analisis Data ... 44

3.9.1 Uji Validitas ... 44

3.9.2 Uji Reliabilitas ... 44

3.9.3 Uji Asumsi Klasik ... 45

3.9.4 Analisis Regresi Linier Berganda ... 46

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1 Gambaran Daerah Penelitian ... 49

4.1.1 Gambaran Umum Koperasi ... 49

4.1.2 Struktur Organisasi Koperasi Simpan Pinjam ... 49

4.2 Data Penelitian ... 56

4.2.1 Deskripsi Responden ... 56

4.2.2 Karakteristik Responden Penelitian ... 57

4.3 Hasil Penelitian ... 59

4.3.1 Hasil Statistik Deskriptif ... 59

4.3.2 Uji Instrumen Penelitian ... 62

4.3.3 Uji Asumsi Klasik ... 64

4.3.4 Analisis Data ... 67

4.3.5 Koefisiensi Determinasi (R2) ... 70

4.3.6 Uji Kelayakan Model (Uji F) ... 70

4.3.7 Uji Hipotesis (Uji t) ... 71

4.4 Pembahasan Hasil Penelitian ... 73

4.4.1 Pengaruh pemanfaatan teknologi informasi terhadap efektivitas SIA ... 74

4.4.2 Pengaruh Partisipasi pemakai terhadap efektivitas SIA ... 75

4.4.3 Pengaruh dukungan manajemen puncak terhadap efektivitas SIA ... 76

4.4.4 Pengaruh kemapuan teknik pemakai SIA terhadap efektivitas SIA ... 77

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ... 79

5.2 Saran ... 80

DAFTAR RUJUKAN ... 82

(3)

DAFTAR GAMBAR

3.1 Desain Penelitian ... 33 4.1 Struktur Organisasi Koperasi Simpan Pinjam ... 49

(4)

DAFTAR TABEL

No Tabel Halaman

1.1 Jumlah Koperasi Simpan Pinjam di Kabupaten Tabanan ... 7

4.1 Rincian Penyebaran Kuisioner ... 56

4.2 Karkteristik Responden ... 57

4.3 Hasil Uji Statistik Deskriptif ... 60

4.4 Hasil Uji Validitas ... 63

4.5 Hasil Uji Reliabilitas ... 64

4.6 Hasil Uji Normalitas ... 65

4.7 Hasil Uji Multikolinieritas ... 66

4.8 Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 67

4.9 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda ... 68

4.10 Hasil Koefisien Determinasi (R2) ... 70

4.11 Hasil Uji F ... 71

(5)

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran Halaman

1 Kuesioner Penelitian ... 87

2 Tabulasi Jawaban Responden ... 95

3 Hasil Uji Statistik Deskriptif ... 99

4 Hasil Uji Validasi ... 100

5 Hasil Uji Reliabilitas... 102

6 Hasil Uji Normalitas ... 108

7 Hasil Uji Multikolenieritas ... 109

8 Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 111

(6)

Judul : Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi, Partisipasi Pemakai, Dukungan Manajemen Puncak dan Kemampuan Teknik Pemakai Sistem Informasi Akuntansi terhadap Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi pada Koperasi Simpan Pinjam di Kecamatan Tabanan Nama : Kadek Kusuma Pardani

NIM : 1306305181

ABSTRAK

Sistem informasi akuntansi berbasis komputer sangat penting diterapkan di koperasi untuk menghasilkan informasi berupa laporan keuangan yang relevan dan reliable. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris pengaruh pemanfaatan teknologi informasi, partisipasi pemakai, dukungan manajemen puncak dan kemampuan teknik pemakai sistem informasi akuntansi pada efektivitas sistem informasi akuntansi.

Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah dengan teknik sampling sensus (sampel jenuh) dan mendapatkan sampel sebanyak 100 sampel. Kuesioner yang kembali dan layak untuk diolah sebanyak 100 kuesioner. Teknik analisis data yang dipergunakan adalah teknik analisis regresi linier berganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pemanfaatan teknologi informasi, partisipasi pemakai, dukungan manajemen puncak, kemampuan teknik pemakai sistem informasi akuntansi berpengaruh positif terhadap efektivitas sistem informmasi akuntansi.

Kata Kunci: pemanfaatan teknologi informasi, partisipasi pemakai, dukungan

(7)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Teknologi merupakan hal penting yang dapat memengaruhi segala aspek kehidupan, salah satunya adalah dalam bekerja. Teknologi informasi semakin berkembang dengan pesat sehingga memengaruhi kehidupan manusia. Teknologi informasi banyak membawa perubahan dalam organisasi dan proses bisnis (Alannita,2014). Keberadaan teknologi informasi di era globalisasi, tidak dapat dipungkiri merupakan suatu kebutuhan yang penting bagi individu maupun organisasi modern (Mahendra dan Affandy, 2013). Teknologi informasi telah mengubah prilaku masyarakat dan peradaban manusia secara global. Perkembangan teknologi dan informasi dewasa ini memengaruhi kehidupan perekonomian secara global, baik di dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya. Dengan perkembangan teknologi yang makin pesat dan cepat, individu dapat menggunakan teknologi dengan baik sesuai dengan kebutuhannya. Perkembangan teknologi dan informasi telah membawa masyarakat Indonesia ke arah hidup yang bersifat modern. Perkembangan teknologi dan informasi memberikan kemudahan kepada masyarakat dan memberikan masukan untuk dapat memahami perkembangan teknologi informasi agar masyarakat dapat berkomunikasi dan bersosialisasi dengan siapapun dan dimanapun keberadaanya dengan baik dan benar. Sistem informasi dapat meningkatkan keunggulan bersaing perusahaan dalam perkembangan organisasi yang modern. Sistem

(8)

informasi dapat digunakan untuk meningkatkan kecepatan, fleksibilitas, integrasi dan keakuratan informasi yang dihasilkan, dengan demikian banyak pihak yang memanfaatkan sistem informasi untuk mencapai keunggulan perusahaan (Mahendra dan Affandy, 2013). Sistem informasi akan membantu perusahaan untuk menyajikan informasi yang relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap sehingga mempermudah dalam pengambilan keputusan dalam perusahaan.

Sistem informasi akuntansi merupakan suatu sistem dimana mampu mengolah data transaksi bisnis menjadi informasi keuangan untuk keperluan para pemakainya (Jogiyanto, 2009:227). Sistem informasi akuntansi didefinisikan sebagai sumber daya manusia dan modal dalam suatu organisasi yang mempunyai tugas dalam menyiapkan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari sebuah kegiatan pengumpulan dan pengolahan transaksi bisnis (Baridwan, 2003:3). Sistem informasi akuntansi memberi kesempatan bagi pebisnis untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengambilan keputusan sehingga memungkinkan perusahaan memperoleh keunggulan kompetitif (Edison et al., 2012). Dalam suatu perusahaan, informasi dihasilkan dalam suatu sistem yang memadai untuk mengolah dan menyajikan informasi yang berguna dan bermanfaat sesuai dengan kondisi perusahaan. Sistem informasi akuntansi dianggap sebagai faktor penting dalam pencapaian kinerja yang lebih besar terutama dalam proses pengambilan keputusan (Al-eqab dan Adel, 2013). Sistem informasi akuntansi merupakan bagian yang sangat penting dalam suatu sistem informasi organisasi untuk meningkatkan efisiensi organisasi dan mendukung daya saing dengan menyediakan informasi keuangan dan akuntansi bagi

(9)

manajemen (Alsarayreh et al., 2011). Sistem informasi akuntansi dikatakan efektif apabila sistem mampu menghasilkan informasi yang dapat diterima dan mampu memenuhi harapan informasi secara tepat waktu (timely), akurat (accurate), dan dapat dipercaya (reliable) (Widjayanto, 2001). Koperasi simpan pinjam di Kecamatan Tabanan tidak dikatakan efektif karena tidak semua koperasi yang ada dikecamatan tabanan dapat melaporkan laporan keuangannya secara tepat waktu.

Pentingnya penggunaan sistem informasi akuntansi yang didukung oleh pemanfaatan teknologi informasi dan pemakai sistem yang baik mendorong sebuah organisasi untuk menciptakan keunggulan. Dalam pengembangan sistem informasi, para pemakai menjadi fokus penting berkaitan dengan keefektifan sistem informasi akuntansi (Kusumastuti dan Irwandi, 2012). Keberhasilan sebuah organisasi bukan hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi tersebut, tetapi ditentukan oleh kesesuaiannya dengan lingkungan para pemakai sistem yang terlibat. Menurut Setiani (2008) melaksanakan pengembangan sistem informasi akuntansi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi perusahaan dan kepuasan pemakai sistem informasi tersebut. Kemampuan teknik pemakai sistem yang baik sangat diharapkan agar dapat meningkatkan kinerja sistem informasi akuntansi. Pemakai yang handal serta mengetahui perkembangan teknologi diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya. Kinerja organisasi yang baik tercipta dari para pemakai dalam menjalankan tugasnya tepat waktu.

Dukungan manajemen puncak adalah kegiatan yang berdampak, mengarahkan dan menjaga perilaku manusia yang ditujukan oleh direktur,

(10)

presiden, kepala divisi dan sebagainya dalam organisasi. Dukungan manajemen puncak sangat peting dalam implementasi suatu sistem terutama dalam situasi inovasi dikarenakan adanya kekuasaan manajer terkait sumber daya yang diperlukan, tujuan dan inisiatif strategi yang direncanakan apabila manajer mendukung sepenuhnya dalam implementasi sistem baru. Manajemen puncak memegang peranan penting dalam setiap tahap siklus pengembangan sistem (system development life cycle) yang meliputi perencanaan, perancangan dan implementasi, dukungan manajemen puncak meliputi penyusunan sasaran dan penilaian tujuan, mengevaluasi usulan proyek pengembangan sisem informasi, mendefinisikan informasi dan pemrosesan yang dibutuhkan, melalui review program dan rencana pengembangan sistem informasi. Nasution (1994) dalam fetri (2009) mengatakan bahwa bentuk-bentuk dukungan manajemen puncak dalam penerapan suatu sistem meliputi keterlibatan atasan, dukungan atasan dalam inovasi, atasan fokus terhadap sumber daya yang digunakan. Agar efektivitas sistem informasi akuntansi dapat terwujud maka dukungan manajemen puncak haruslah dipertimbangkan. Hal ini penting diteliti untuk meningkatkan jika suatu perusahaan tidak adanya dukungan dari manajemen puncak akan mengakibatkan sistem informasi akuntansi tidak efektif.

Secara umum, efektivitas diartikan sebagai pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Ompusunggu (2002) memberikan definisi efektivitas sebagai suatu keberhasilan kualitas, kuantitas, dan waktu yang digunakan dan hasil kerja yang telah dicapai. Efektivitas sistem merupakan keberhasilan sistem untuk mencapai kualitas dan kuantitas dalam waktu yang

(11)

tepat serta mampu menghasilkan output yang maksimal. Hal ini penting diteliti untuk meningkatkan jika suatu perusahaan tidak adanya dukungan dari manajemen puncak akan mengakibatkan sistem informasi akuntansi tidak efektif

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang perkoperasian menyatakan koperasi simpan pinjam adalah koperasi yang menjalankan usaha simpan pinjam sebagai satu-satunya usaha. Prinsip-prinsip koperasi merupakan landasan pokok koperasi dalam menjalankan usahanya sebagai badan usaha dan gerakan ekonomi rakyat. Prinsip-prinsip tersebut adalah kemandirian, keanggotaan bersifat terbuka, pengelolaan dilakukan secara demokratis, pembagian sisa hasil usaha dibagikan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggotanya, pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal, pendidikan perkoperasian dan kerjasama antar koperasi. Perkembangan koperasi saat ini didukung oleh adanya pula perkembangan usaha berskala mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Bali dan khususnya di Kecamatan Tabanan yang semakin pesat. Dalam menunjang kegiatan tersebut maka peranan lembaga keuangan mikro sangat dibutuhkan, termasuk salah satunya adalah koperasi simpan pinjam (KSP).

Koperasi simpan pinjam di Kecamatan Tabanan telah menerapkan sistem informasi akuntansi berbasis komputer, dimana sistem informasi tersebut memudahkan pemakai dalam melakukan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaannya. Dalam penerapannya, tidak sedikit karyawan di koperasi simpan pinjam di Kecamatan Tabanan kurang percaya diri dalam mengoperasikan SIA yang ada. Hal tersebut mungkin diakibatkan karena karyawan yang sudah memiliki usia tidak muda lagi, dimana sebelumnya mereka terbiasa bekerja

(12)

mengolah data keuangan dengan proses manual ke proses elektronik, sehingga mereka merasa canggung dan bingung untuk menggunakan komputer. Dengan melihat penerapan SIA di koperasi simpan pinjam tersebut, maka akan diketahui apakah efektivitas sistem informasi akuntansi yang dibangun sudah baik atau belum. Apabila sistem informasi di koperasi simpan pinjam di Kecamatan Tabanan sudah baik, maka akan mampu bersaing dengan lembaga keuangan lain dengan mempertahankan keunggulannya serta meningkatkan kualitas pelayanan menjadi lebih baik kepada nasabah, agar nasabah tetap merasa puas atas pelayanan yang diberikan sehingga tidak beralih melakukan transaksi di lembaga keuangan lain di Kecamatan Tabanan.

Secara umum permasalahan koperasi disebabkan oleh kurangnya kualitas sumber daya manusia pengelola koperasi. Koperasi simpan pinjam di Kecamatan Tabanan pada umumnya menggunakan sistem informasi yaitu sistem kopdit (koprasi kredit) online. Sistem ini masih kurang efektif dalam penggunaannya karena adanya sumber daya manusia dan pengelolaan koperasi yang masih belum memadai sehingga efektivitas dalam penerapan sistem informasi akuntansi dalam suatu koperasi perlu ditingkatkan (Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tabanan). Sistem informasi tidak dapat berfungsi jika tidak didukung oleh sumber daya manusia karena sumber daya manusia merupakan asset tertinggi untuk meningkatkan kegiatan yang dilaksanakan dalam suatu perusahaan. Kecamatan Tabanan dipilih sebagai tempat penelitian karena koperasi simpan pinjam dikecamatan tabanan sudah menggunakan sistem informasi yang terkomputerisasi sedangkan di kecamatan lain yang ada di Kabupaten Tabanan tidak semua

(13)

koperasi menggunakan sistem informasi yang sudah terkomputerisasi. Dapat diketahui jumlah koperasi simpan pinjam di Kecamatan Tabanan yaitu sebanyak 49 koperasi simpan pinjam seperti yang terlihat pada Tabel 1.1 yang lebih banyak dibandingkan dengan jumlah koperasi yang ada di Kecamatan lain yang ada di Kabupaten Tabanan.

Berikut data mengenai jumlah koperasi yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan per 2016.

Tabel 1.1 Jumlah Koperasi Simpan Pinjam Per Kecamatan di Kabupaten Tabanan

Kecamatan Jumlah (Unit) Tabanan 49 Kediri 27 Marga 11 Kerambitan 4 Selemadeg 9 Baturiti 9 Penebel 5 Pupuan 1 Selemadeg 2

Sumber : Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tabanan, 2016

Ratnaningsih (2013) meneliti mengenai pengaruh kecanggihan teknologi informasi, partisipasi manajemen, serta pengetahuan manajer akuntansi terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi pada hotel berbintang di Kabupaten Badung. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian Ratnaningsih adalah penelitian ini lebih berfokus pada variabel pemanfaatan teknologi informasi, partisipasi manajemen dan kemampuan teknik pemakai dan lokasi penelitian ini terletak di Koperasi Simpan Pinjam di Kecamatan Tabanan.

(14)

Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, maka judul yang diangkat dalam penelitian ini adalah “Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi, Partisipasi Pemakai, Dukungan Manajemen Puncak dan Kemampuan Teknik Pemakai Sistem Informasi Akuntansi terhadap Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi pada Koperasi Simpan Pinjam di Kecamatan Tabanan”

1.2 Rumusan Masalah Permasalahan

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1) Apakah pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh pada efektivitas sistem informasi akuntansi koperasi simpan pinjam di Kecamatan Tabanan? 2) Apakah partisipasi pemakai berpengaruh pada efektivitas sistem informasi

akuntansi koperasi simpan pinjam di Kecamatan Tabanan?

3) Apakah dukungan manajemen puncak berpengaruh pada efektivitas sistem informasi akuntansi koperasi simpan pinjam di Kecamatan Tabanan?

4) Apakah kemampuan teknik pemakai sistem informasi akuntansi berpengaruh pada efektivitas sistem informasi akuntansi koperasi simpan pinjam di Kecamatan Tabanan?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian berdasarkan rumusan masalah diatas adalah :

1) Untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan teknologi informasi pada efektivitas sistem informasi akuntansi koperasi simpan pinjam di Kecamatan Tabanan.

(15)

2) Untuk mengetahui pengaruh partisipasi pemakai pada efektivitas sistem informasi akuntansi koperasi simpan pinjam di Kecamatan Tabanan.

3) Untuk mengetahui pengaruh dukungan manajemen puncak pada efektivitas sistem informasi akuntansi koperasi simpan pinjam di Kecamatan Tabanan. 4) Untuk mengetahui pengaruh kemampuan teknik pemakai sistem informasi

akuntansi pada efektivitas sistem informasi akuntansi koperasi simpan pinjam di Kecamatan Tabanan .

1.4 Kegunaan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan tujuan penelitian maka kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1) Kegunaan Teoritis

Bagi penulis penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris peran Technology Aceptance Model pada pengaruh pemanfaatan teknologi informasi, partisipasi pemakai, dukungan manajemen puncak dan kemampuan teknik pemakai sistem informasi akuntansi terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi.

Bagi pihak lainnya penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengetahui dan menambah wawasan tentang pengaruh pemanfaatan teknologi informasi, partisipasi pemakai, dukungan manajemen puncak dan kemampuan teknik pemakai sistem informasi akuntansi terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi

(16)

2) Kegunaan Praktis

Penelitian ini dapat memberikan tambahan informasi dan bahan evaluasi dalam menerapkan sistem informasi akuntansi pada koperasi. Penelitian ini juga diharapkan dapat membantu organisasi dalam pembuatan keputusan untuk meningkatkan kinerja sistem informasi akuntansi dan faktor yang mempengaruhinya.

Bagi karyawan, berfungsi sebagai sebuah refrensi untuk menambah informasi dalam bidang sistem informasi akuntansi, tertama untuk meningkatkan efektivitas sistem informasi akuntansi yang digunakan di dalam koperasi simpan pinjam.

1.5. Sistematika Penulisan

Untuk mendapatkan gambaran mengenai penelitian ini, maka penyajiannya akan disusun menjadi beberapa bab secara sistematis sehingga antara satu bab dengan bab yang lainnya memiliki hubungan yang erat. Adapun sistematika penulisannya adalah sebagai berikut.

Bab I Pendahuluan

Merupakan bab yang menjelaskan mengenai latar belakang masalah yang dipergunakan kemudian diikuti dengan rumusan masalah yang diteliti, tujuan penelitian, manfaat dari penelitian ini, serta sistematika penulisan.

Bab II Kajian Pustaka dan Rumusan Hipotesis

Merupakan bab yang berisikan mengenai teori-teori yang berkaitan dengan pembahasan yang dilakukan pada penelitian ini. Pada bab

(17)

ini juga dipaparkan beberapa penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan penelitian ini serta hipotesis penelitian.

Bab III Metode Penelitian

Merupakan bab yang menjelaskan mengenai metode penelitian yang berisikan tentang desain penelitian, lokasi penelitian, obyek penelitian, identifikasi variabel, definisi operasional dan pengukuran variabel, jenis dan sumber data, populasi, sampel, metode penentuan sampel, metode pengumpulan data, serta teknik analisis data.

Bab IV Pembahasan Hasil Penelitian

Merupakan bab yang berisikan mengenai gambaran umum LPD serta pembahasan hasil penelitian.

Bab V Simpulan dan Saran

Merupakan bab penutup yang memuat simpulan dan hasil penelitian serta pembahasan penelitian dan saran-saran.

(18)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

2.1. Landasan Teori

2.1.1 Teori Technology Acceptance Model (TAM)

Teori tentang penggunaan teknologi sistem informasi dikenal dengan nama

Technology Acceptance Model (TAM) yang mengasumsikan bahwa penggunaan

sistem pada kenyataannya ditentukan oleh niat perilaku pengguna yang didasarkan pada persepi kebermanfaatan (Perceived Usefulness) dan kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Use). TAM menyatakan bahwa secara keseluruhan prilaku manusia dapat dijelaskan dengan mempertimbangkan kepercayaannya. Dapat dikatakan bahwa seorang individu akan menggunakan teknologi sistem informasi dengan baik apabila sistem tersebut mudah digunakan serta menghasilkan manfaat dan menguntungkan dalam peningkatan kinerjanya (Davis et al., 1989). Wijaya (2005:39) menyatakan bahwa, TAM mendeskripsikan terdapat dua faktor yang secara dominan mempengaruhi integrasi teknologi. Faktor pertama adalah persepsi pengguna terhadap manfaat teknologi. Sedangkan faktor kedua adalah persepsi pengguna terhadap kemudahan penggunaan teknologi. Kedua faktor tersebut mempengaruhi kemauan untuk memanfaatkan teknologi. Selanjutnya kemauan untuk memanfaatkan teknologi akan mempengaruhi penggunaan teknologi yang sesungguhnya. Pada umumnya pengguna teknologi akan memiliki persepsi positif terhadap teknologi yang disediakan. Persepsi negatif akan muncul sebagai dampak dari dampak penggunaan teknologi tersebut. Artinya persepsi

(19)

negatif berkembang setelah pengguna pernah mencoba teknologi tersebut atau pengguna berpengalaman buruk terhadap penggunaan teknologi tersebut. Sehingga model TAM dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan upaya-upaya yang diperlukan untuk mendorong kemauan menggunakan teknologi. 2.1.2 Pengertian Sistem

Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, dimana suatu model matematika seringkali bisa dibuat. Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut. Jogianto (2005:2), sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata, seperti tempat, benda dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi. Murdick, R. G (1991:27), sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedur-prosedur atau bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan

(20)

mengoperasikan data dan atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan atau energi dan atau barang. Pada prinsipnya setiap sistem terdiri atas empat elemen yaitu: objek yang dapat berupa bagian, elemen atau variabel. Atribut yang menentukan kualitas atau sifat kepemilikan sistem dan objeknya. Hubungan internal diantara objek-objek di dalamnya, dan lingkungan yaitu tempat dimana sistem berada.

2.1.3 Pengertian Informasi

Informasi adalah sekumpulan data fakta yang diorganisasi atau diolah dengan cara tertentu sehingga mempunyai arti bagi penerima. Data yang telah diolah menjadi sesuatu yang berguna bagi si penerima maksudnya yaitu dapat memberikan keterangan atau pengetahuan. Dengan demikian yang menjadi sumber informasi adalah data. Informasi dapat juga di katakan sebuah pengetahuan yang diperoleh dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. Contoh informasi: dokumen dalam microsoft excel, berbentuk spreadsheet seringkali digunakan untuk membuat sebuah informasi dari data yang terdapat di dalamnya, seperti laporan untung, rugi dan neraca adalah bentuk informasi dan angka yang terdapat di dalamnya adalah data. Abdul Kadir (2002: 31); McFadden dkk (1999) mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut. Menurut Anton M. Meliono (1990: 331) informasi adalah data yang telah diproses untuk suatu tujuan tertentu. Tujuan tersebut adalah untuk menghasilkan sebuah keputusan. Menurut Gordon B. Davis (1991: 28), informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi

(21)

penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.

2.1.4 Pengertian Sistem Informasi

Sistem informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, sistem informasi istilah yang sering digunakan untuk merujuk pada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya untuk penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi dalam mendukung proses bisnis. Menurut John F. Nash (1995: 8), sistem informasi adalah sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mengatur jaringan komunikasi yang penting, proses transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar untuk pengambilan keputusan yang tepat. Kertahadi (2007) menyatakan bahwa, sistem informasi adalah alat untuk menyajikan informasi sedemikian rupa sehingga bermanfaat bagi penerimanya. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi dalam perencanaan, memulai, pengorganisasian, operasional sebuah perusahaan yang melayani sinergi organisasi dalam proses mengendalikan pengambilan keputusan.

Sistem informasi memiliki fungsi untuk meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai tanpa mengharuskan adanya perantara sistem, informasi, menjamin tersedianya kualitas dan

(22)

keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis, mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru, dan mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.

2.1.5 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Pengertian sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi. Informasi ini dikomunikasikan kepada beragam pengambil keputusan (Bodnar dan Hopwood yang diterjemahkan oleh A.A. Jusuf, 2000). Menurut Soudani (2012) menyatakan bahwa Sistem Informasi Akuntansi adalah alat yang ketika dimasukkan ke dalam bidang informasi dan sistem teknologi (IT), yang dirancang untuk membantu dalam pengelolaan dan pengendalian topik dengan organisasi ekonomi daerah keuangan. Salehi et al. (2011) menyatakan bahwa kendala dalam melaksanakan sistem informasi akuntansi adalah kurangnya dukungan dari manajer. Sistem informasi akuntansi adalah komponen dan elemen dari suatu organisasi yang menyediakan informasi bagi pengguna dengan pengolahan peristiwa keuangan (Zare, 2012). Hall (2001), mengatakan pada dasarnya tujuan disusunnya sistem informasi akuntasi adalah :

1) Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen. Kepengurusan merujuk ke tanggung jawab manajemen untuk mengatur sumber daya perusahaan secara benar. Sistem informasi menyediakan informasi tentang kegunaan sumber daya ke pemakai eksternal melalui laporan keuangan tradisional dan laporan-laporan yang diminta lainnya.

(23)

Secara internal, pihak manajemen menerima informasi kepengurusan dari berbagai laporan pertanggungjawaban.

2) Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Sistem informasi memberikan para manajer informasi yang mereka perlukan untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.

3) Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari, sistem informasi menyediakan informasi bagi personel operasi untuk membantu mereka melakukan tugas mereka setiap hari dengan efisien dan efektif adalah untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan dalam meningkatkan efesiensi dan efektivitas kegiatan operasional perusahaan, khususnya dalam proses arus informasi akuntansi.

2.1.6 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer

Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information

System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah

informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah sistem informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya, tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat

(24)

dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah

“computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.

2.1.7 Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi

Efektivitas sistem informasi akuntansi merupakan suatu keberhasilan yang dicapai oleh sistem informasi akuntansi dalam menghasilkan informasi secara tepat waktu, akurat, dan dapat dipercaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan teknologi informasi, partisipasi pemakai, dukungan manajemen puncak dan kemampuan teknik pemakai sistem informasi akuntansi terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi. Onaolapo dan Odetayo (2012) mengatakan bahwa, sistem informasi akuntansi berpengaruh terhadap efektivitas organisasi. Efektivitas sistem informasi akuntansi sangat tergantung pada keberhasilan kinerja, antara sistem pemakai (user), dan sponsor. Faktor-faktor penting yang dapat mempengaruhi efektivitas sistem informasi akuntansi diharapkan dapat memberikan pengaruh positif yang dapat menunjukkan tingkat keberhasilan sistem dalam menjalankan fungsinya. Keberhasilan sistem juga tidak terlepas dari keterlibatan manajemen. Model pengukuran efektivitas sistem informasi dalam Aditya dan Suardikha (2013) terdiri dari enam variabel, yaitu :

1) System quality (kualitas sistem), yang mengevaluasi sistem pengolahan informasi itu sendiri. System quality meliputi keterkinian data, akurasi sistem, efisiensi sistem, pemahaman sumber daya, kegunaan fasilitas dan fungsi, kenyamanan dalam mengakses, waktu respon, dan

(25)

2) Information quality (kualitas informasi), berkaitan dengan output sistem informasi. Information quality meliputi dapat dimengerti, dapat dibaca, kejelasan, format, ketidakbiasan, akurasi informasi, ketepatan, keandalan, keterkinian, tingkat kepentingan, keunikkan, dan tampilan. 3) Service quality (kualitas layanan), berkaitan dengan tingkat

pengendalian user atas sistem, kepercayaan user terhadap sistem,

upgrade hardware baru, standarisasi hardware, sikap positif staf

pendukung terhadap user, efektivitas biaya sistem informasi, dan tingkat pelatihan bagi user.

4) Information use (pengguna informasi), berkaitan dengan penggunnaan

output dari sietem informasi oleh penerima. Information use tersebut

meliputi motivasi untuk menggunakan, penggunaan sesuai tujuan, frekuensi mengakses, jumlah record yang diakses, frekuensi permintaan

report, jumlah report yang diberikan, dan jumlah inquiry.

5) User satisfaction (kepuasan pengguna), berkaitan dengan respon penerima terhadap penggunaan output sistem informasi. User satisfaction meliputi akurasi informasi, ketepatan, kelengkapan informasi, keandalan informasi, pemahaman aplikasi, kecepatan respond dan kualitas respon.

6) Net benefit, berkaitan dengan keuntungan dari penggunaan sistem informasi. Net benefit meliputi mendorong tindakan manajemen, memperbaiki kualitas perencanaan, memperbaiki kinerja tugas, kesadara akan adanya informasi meningkatkan kekuatan individu dalam

(26)

memberikan pengaruh dan penilaian secara individu, mempersingkat waktu membuat keputusan dan menjamin kebenaran keputusan.

2.1.8 Kemampuan Teknik Pemakai Sistem Informasi Akuntansi

Kemampuan teknik pemakai adalah kemampuan individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam pekerjaan tertentu. Kemampuan teknik pemakai merupakan rata-rata pendidikan atau tingkat pengalaman dari seseorang. Pemakai sistem informasi merupakan fokus yang penting berkaitan dengan keefektivan sistem informasi karena pemakai sistem informasi lebih banyak mengetahui permasalahan yang terjadi di lapangan. Pemakai sitem sangat memiliki peranan yang penting dalam kemajuan suatu perusahaan karena pemakai sistem informasi dapat mendorong kinerja sistem informasi menjadi lebih baik. Septriani (2010) menyatakan bahwa pemakai sistem merupakan bagian yang tidak dapat dilepaskan dari keberhasilan penerapan sistem teknologi, selain itu keberadaan manusia penting dalam pemanfaatan dan penggunaan suatu teknologi

Robbins (2008:45) menyatakan bahwa kemampuan teknik pemakai sistem informasi dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :

1) Pengetahuan (knowledge), Memiliki pengetahuan mengenai sistem informasi akuntansi dan memahami pengetahuan tentang tugas dari pekerjaanya sebagai pemakai sistem innformasi akuntansi.

2) Kemampuan (ability), Kemampuan menjalankan sistem informasi akuntansi yang ada, kemampuan mengekspresikan kebutuhan informassi, kemampuan untuk mengekspresikan bagaimana sistem seharusnya, kemampuan

(27)

mengerjakan tugas dari pekerjaan yang menjadi tanggung jawab, dan kemampuan menyelaraskan pekerjaan dengan tugas.

3) Keahlian (skills), Keahlian dalam pekerjaan yang menjadi tanggung jawab, keahlian dalam mengekspresikan kebutuhan-kebutuhan dalam pekerjaan. 2.1.9 Dukungan Manajemen Puncak

Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan pengguna sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerjasama lebih bermanfaat manajemen puncak harus mampu mendukung, memengaruhi mengarahkan dan berkomunikasi dengan para bawahannya yang akan mendukung efektivitas manajemen. Dukungan merupakan kegiatan yang mengakibatkan, menyalurkan dan memelihara perilaku manusia. Dukungan merupakan suatu objek yang penting bagi manajer karena menurut definisi manajer harus bekerja melalui orang lain. Manajer puncak perlu memahami orang-orang berperilaku tertentu agar dapat memengaruhinya untuk bekerja sesuai dengan yang diinginkan organisasi.

Manajemen puncak bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen organisasi. Sebutan khas bagi manajemen puncak adalah direktur, presiden, kepala divisi dan lain sebagainya. Dapat disimpulkan bahwa dukungan manajemen puncak adalah kegiatan yang mengakibatkan, menyalurkan dan memelihara perilaku manusia yang ditunjukkan oleh direktur, presiden, kepala divisi dan sebagainya dalam organisasi. Manajemen puncak dituntut untuk

(28)

berbuat sesuatu yang dapat memengaruhi orang-orang yang dipimpinnya termotivasi, sehingga para anggota organisasi melakukan tugasnya dengan perasaan yang gembira, senang dan bergairah yang tinggi. Variabel ini dapat diukur melalui beberapa indikator dari penelitian Perdana (2011) dan Fitri (2012) yaitu sebagai berikut:

1) Keperdulian manajemen puncak pada manfaat-manfaat yang dapat dicapai dengan implementasi sistem informasi.

2) Harapan manajemen puncak dalam mendorong dan mendukung penggunaan sistem informasi untuk kerja yang berkaitan dengan pekerjaan.

3) Keterlibatan manajemen puncak dalam menyediakan banyak kebutuhan untuk menunjang penggunaan sistem informasi.

4) Kemahiran manajemen puncak yang selalu adil, objektif dan menjadi teladan dalam menjalankan tugasnya.

5) Manajemen puncak dapat menyediakan akses yang baik terhadap sumber daya hardware serta software ketika pengguna membutuhkan.

2.1.10 Partisipasi Pemakai

Pemakai merupakan orang yang terlibat secara langsung dalam penggunaan informasi sehingga posisi pemakai menjadi sangat penting karena secara teknis pemakai lebih mengetahui tentang kebutuhan yang dibutuhkan dalam penyediaan informasi. Mekanisme keterlibatan tersebut dikenal dengan istilah partisipasi. Keith Davis (2010) dalam Lau (2014), partisipasi adalah suatu

(29)

keterlibatan mental dan mental dan emosi seseorang kepada pencapaian tujuan dan ikut bertanggung jawab di dalamnya.

Para pemakai menjadi fokus penting yang berkaitan dengan keefektifan sistem informasi karena partisipasi pemakai telah dianggap sebagai faktor penting yang memengaruhi keberhasilan atau kegagalan pengembangan sistem informasi. Banyak pihak berpendapat bahwa partisipasi pemakai dalam pengembangan sistem informasi akan memberikan dampak positif terhadap organisasi dan memberikan keuntungan ekonomis (Ginzberg,1981). Partisipasi melibatka interaksi yang saling berhadapan antara individu-ndividu, atasan dan bawahan. Partisipasi akan mendorong pencapaian efektivitas individu, selanjutnya akan mendorong efektivitas kelompoknya dan pada gilirannya akan menyebabkan efektivitas organisasi (Gibzon et al., 2003). Sistem informasi yang canggih tidak akan dapat berjalan dengan baik apabila penggunanya merasa tidak nyaman mengoperasikan dan kemudian menolaknya (Kustanto,2009) sistem dianggap berhasil apabila pemakai merasa puas selama menggunakan sistem tersebut dalam pekerjaannya. Adaya partisipasi pemakai sistem informasi diharapan dapat meningkatkan kualitas sistem informasi, karena suatu sistem informasi tidak akan efektif dalam membantu pekerjaannya apabila tidak melibatkan pemakai sistem informasi akuntansi.

2.1.11 Pemanfaatan Teknologi Informasi

Pemanfaatan teknologi informasi menurut Thomson et al., (1991) dalam Darmini dan Putra (2009) merupakan manfaat yang diharapkan oleh pengguna sistem informasi dalam melaksanakan tugasnya atau perilaku dalam menggunakan

(30)

teknologi pada saat melakukan pekerjaan. Pengukurannya berdasarkan intensitas pemanfaatan, frekuensi pemanfaatan, dan jumlah aplikasi atau perangkat lunak yang digunakan. Pemanfaatan teknologi yang tepat dan didukung oleh keahlian individu yang mengoperasikan dapat meningkatkan kinerja perusahaan maupun kinerja individu yang bersangkutan. Investasi organisasi pada teknologi informasi membutuhkan dana yang besar dan beresiko. Untuk membuat keputusan yang lebih informatif, maka pengembangan sistem perlu memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan teknologi informasi menurut Thomson et al., (1991) seperti yang dikutip oleh Sabihaini (2006:5) yaitu sebagai berikut :

1) Faktor sosial (social factor) dapat diartikan sebagai tingkat dimana seorang individu menganggap bahwa orang lain atau lingkungan meyakinkan dirinya untuk menggunakan teknologi informasi. Faktor sosial dapat ditunjukkan dari besarnya dukungan rekan kerja, atasan dan organisasi.

2) Perasaan (Affect) merupakan perasaan individu atas pekerjaan apakah menyenangkan atau tidak menyenangkan rasa suka atau tidak suka dalam melakukan pekerjaan individu dengan menggunakan teknologi informasi. Hal ini menunjukkan bahwa jika individu senang melakukan pekerjaan dengan menggunakan teknologi informasi akan menunjukkan sejauh mana pemanfaatan teknologi informasi digunakan dalam menyelesaikan tugas.

(31)

3) Kompleksitas (complexity) merupakan tingkat informasi yang dikonsepsikan sebagai sesuatu yang relatif sulit untuk diartikan dan digunakan.

4) Kesesuaian tugas (job fit) tugas merupakan suatu hal yang wajib dikerjakan atau suatu hal yang menjadi tanggung jawab seseorang. Dalam konteks ini, tugas diartikan sebagai segala tindakan yang dilakukan oleh individu-individu dalam memroses input menjadi output. Karakteristik tugas mencerminkan sifat dan jenis tugas yang memerlukan bantuan teknologi. Kesesuaian tugas dan teknologi informasi akan menunjukkan sejauh mana pemanfaatam teknologi informasi digunakan dalam menyelesaikan tugas. Kesesuaian tugas dapat diukur dengan mengetahui apakah individu percaya bahwa pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan kinerja individu yang bersangkutan

5) Konsekuensi jangka panjang (long-term concequences) konsekuensi jangka panjang dari keluaran yang dihasilkan apakah mempunyai keuntungan dimasa yang akan datang dan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan saat ini.

6) Kondisi yang memfasiltasi (fasiliting condition) dalam konteks pemanfaatan teknologi informasi, kondisi yang memfasilitasi dapat dimasukkan sebagai salah satu faktor yang memengaruhi pemanfaatan teknologi informasi

(32)

2.1.12 Pengertian Koperasi

Koperasi adalah dadan usaha yang memiliki anggota orang atau badan hukum yang didirikan dengan berlandaskan asas kekeluargaan serta demokrasi ekonomi. Koperasi merupakan produk ekonomi yang kegiatannya menjadi gerakan ekonomi kerakyatan, dan berjalan dengan prinsip gotong-royong. Dr. Fay (1980) menyatakan bahwa, koperasi adalah suatu perserikatan dengan tujuan berusaha bersama yang terdiri atas mereka yang lemah dan diusahakan selalu dengan semangat tidak memikirkan dari sendiri sedemikian rupa, sehingga masing-masing sanggup menjalankan kewajibannya sebagai anggota dan mendapat imbalan sebanding dengan pemanfaatan mereka terhadap organisasi. Tujuan utama koperasi adalah mewujudkan masyarakat adil makmur material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Koperasi memiliki dua asas yaitu asas kekeluargaan yaitu adanya kesadaran setiap anggota koperasi untuk mengerjakan segala sesuatu dalam koperasi yang berguna untuk semua anggota dari koperasi dan asas gotong royong yaitu dalam berkoperasi harus memiliki toleransi, sifat mau bekerja sama bukan perseorangan. Koperasi mempunyai empat landasan antara lain :

1) Landasan Idiil Pancasila. Sebagai sarana untuk mencapai masyarakat adil dan makmur, koperasi tidak lepas dari landasan-landasan hukum. Sebagai landasan berpijaknya koperasi Indonesia adalah Pancasila.

2) Landasan Struktural UUD 1945. Undang-undang Dasar 1945 menempatkan koperasi pada kedudukan sebagai soko guru perekonomian nasional.

(33)

3) Landasan mental setia kawan dan kesadaran pribadi. Koperasi merupakan organisasi yang paling banyak melibatkan peran serta rakyat.

4) Landasan operasional Pasal 33 UUD 1945, UU Koperasi No. 12 1967, UU Koperasi No. 25 1992. UUD 1945 pasal 33 ayat 1 : “perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan.” Dalam penjelasannya antara lain dinyatakan bahwa kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan bukan kemakmuran perorangan, dan bentuk perusahaan yang sesuai dengan itu adalah koprasi.

Fungsi dan peran koperasi tertuang dalam pasal 4 UU No. 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian, yaitu :

1) Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.

2) Berperan serta aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.

3) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai gurunya.

4) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

(34)

2.2 Hipotesis Penelitian

2.2.1 Pemanfaatan Teknologi Informasi Berpengaruh pada Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi

Teknologi merupakan komponen penting dari sistem informasi. Tanpa adanya teknologi yang mendukung, maka sistem informasi tidak akan menghasilkan informasi tepat waktu (Tjandra, 2007). Pemanfaatan teknologi informasi (TI) dapat memberikan dukungan pelayanan administrasi, serta untuk membantu pengambilan keputusan (Anwar, 2009). Pemanfaatan teknologi informasi sangat berguna untuk menerapkan strategi baru keunggulan bersaing sebuah perusahaan. Dengan adanya informasi yang cepat, tepat, dan akurat maka suatu perusahaan atau organisasi dapat mengambil keputusan yang cepat dan tepat pula. Sudaryono (2005), menyatakan bahwa peran teknologi sebagai alat bantu dalam pembuatan keputusan pada berbagai fungsi maupun peringkat manajerial, menjadi semakin penting bagi pengguna informasi karena kemampuan teknologi dalam mengurangi ketidakpastian. Dalam hal ini yang mencangkup konteks sistem informasi adalah teknologi yang menunjukkan sistem komputer (perangkat keras, perangkat lunak, dan data) serta dukungan bagi pemakai (pelatihan dan bantuan) yang disediakan untuk membantu pemakai dalam menjelaskan tugas-tugasnya. Menurut Ikhsan dan Teddy (2008:25) teknologi informasi merupakan suatu teknologi yang menitikberatkan penggunaan komputer dan teknologi yang berhubungan dengan pengaturan sumber informasi. Pemakai sistem informasi berperan penting dalam kemajuan suatu perusahaan. Hasil tersebut menjelaskan bawa karyawan yang dapat memanfaatkan teknologi informasi dengan baik maka

(35)

akan dapat menghasikan output yang lebih akurat. Putra (2014) menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi. Berdasarkan uraian tersebut maka rumusan hipotesis yang digunakan sebagai berikut .

H1 : Pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif pada efektivitas sistem

informasi akuntansi.

2.2.2 Partisipasi Pemakai Berpengaruh pada Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi

Partisipasi pemakai menurut Barki dan Hartwick (1994) Artanaya (2015) sebagai perilaku penugasan dan aktivitas yang dilakukan atau yang mewakilinya selama proses pengembangan sistem informasi. Tidak semua partisipasi pemakai membawa keberhasilan dalam pengembangan sistem informasi, ada beberapa alasan yang menyebabkan terjadinya kegagalan, salah satunya adalah tidak tepatnya pegetahuan yang dimiliki pemakai sehingga tidak bersedia membuat keputusan atau memberikan pandangannya, karena pemakai kurang memahami dampak dari keputusan yang diambilnya. Penggunaan teknologi informasi sudah menjadi kebutuhan untuk mencapai efisiensi dan efektivitas suatu perusahaan. Hasil tersebut menjelaskan bahwa pemakai SIA yang dilibatkan dalam proses pengembangan SIA akan menimbulkan keinginan dari pemakai untuk menggunakan SIA sehingga pemakai akan merasa lebih memiliki sistem informasi yang digunakan sehingga kinerja SIA dari sistem yang digunakan menjadi meningkat. Hasil penelitian Utami (2015) menunjukkan bahwa pengaruh partisipasi pemakai berpengaruh positif terhadap efektivitas sistem informasi

(36)

akuntansi.Berdasarkan uraian tersebut maka rumusan hipotesis yang digunakan sebagai berikut.

H2 : Partisipasi pemakai berpengaruh positif pada efektivitas sistem informasi

akuntansi.

2.2.3 Dukungan Manajemen Puncak Berpengaruh pada Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi

Manajemen puncak (Top Management) adalah jenjang manajemen tertinggi atau puncak biasanya terdiri atas dewan direksi dan direktur utama. Dewan direksi memiliki tugas memutuskan hal-hal yang sangat penting sifatnya bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan. Manajemen puncak bertugas menetapkan kebijaksanaan operasional dan membimbing interaksi organisasi dalam lingkungan (Alam S, 2007). Dukungan manajemen puncak akan memotivasi individu untuk menggunakan sistem karena adanya perhatian dan dukungan sumberdaya finansial dan non financial serta pelatihan-pelatihan agar individu dapat memahami penggunaan sistem. Dukungan manajemen puncak penting di dalam implementasi sistem di organisasi dengan tindakan yang kongkrit ataupun tidak dapat memberikan dampak bagi perilaku yang akan ditunjukkan oleh bawahannya. Tindakan yang kongkrit akan mengarahkan perilaku, sikap para bawahannya dalam melaksanakan tugasnya guna mencapai hasil yang baik. Semakin peka seorang manajer dalam memberikan dukungan kepada para bawahannya maka semakin baik pula hasil yang akan ditunjukkan oleh para bawahannya berupa peningkatan kinerja dan produktivitas suatu organisasi. Hasil tersebut menjelaskan bahwa pimpinan harus mampu memberikan pelatihan kepada karyawannya agar para karyawan mampu menggunakan sistem informasi

(37)

yang terkomputerisasi dengan baik. Hasil penelitian Purnomo (2014) menyatakan bahwa dukungan manajemen puncak berpengaruh positif terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi. Berdasarkan uraian tersebut maka rumusan hipotesis yang digunakan sebagai berikut.

H3 : Dukungan manajemen puncak berpengaruh positif pada efektivitas sistem

informasi akuntansi.

2.2.4 Kemampuan Teknik Pemakai sistem informasi akuntansi Berpengaruh pada Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi

Kemampuan teknik pemakai sistem informasi berperan penting dalam mengembangkan sistem informasi untuk dapat menghasilkan informasi guna menciptakan laporan perencanaan yang akurat, oleh karena itu setiap karyawan harus dapat menguasai penggunaan sistem berbasis komputer agar dapat memroses sejumlah transaksi dengan cepat dan terintegrasi, dapat menyimpan data dan mengambil data dalam jumlah yang besar, dapat mengurangi kesalahan matematik, menghasilkan laporan tepat waktu dalam berbagai bentuk, serta dapat menjadi alat bantu keputusan (Yullian, 2011:6 dalam Setyawan, 2013). Selain itu keberhasilan pengembangan sistem informasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan sistem tersebut tetapi ditentukan oleh kesesuaiannya dengan para pemakai sistem tersebut (Kusumaastuti dan Irwandi, 2012). Widyasari (2013) menyatakan bahwa kemampuan pemakai sistem informasi berpengaruh positif terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi. Hasil ini menunjukkan bahwa Kemampuan teknik pemakai sistem informasi akuntansi yang dimiliki oleh karyawan sangat penting diketahui karena apabila suatu karyawan tidak memiliki kemampuan atau keahlian di dalam mengaplikasikan sistem informasi maka suatu

(38)

koperasi tidak akan mampu bersaing dengan lembaga keuangan lainnya. Berdasarkan uraian tersebut maka rumusan hipotesis yang digunakan sebagai berikut.

H4 : Kemampuan teknik pemakai sistem informasi akuntansi berpengaruh positif

Gambar

Tabel 1.1 Jumlah Koperasi Simpan Pinjam  Per Kecamatan di Kabupaten Tabanan

Referensi

Dokumen terkait

(2017) meneliti tentang pengaruh struktur modal, pertumbuhan perusahaan, profitabilitas, ukuran perusahaan, kinerja keuangan perusahaan terhadap nilai perusahaan.

Dengan demikian pemanfaatan teknologi informasi mesti akan sangat membantu mempercepat proses pengolahan data transaksi dan penyajian laporan keuangan Satuan Kerja

Menurut Mulyadi dalam bukunya “Akuntansi Manajemen”, Masalah yang timbul dalam penggunaan biaya sebagai ukuran kinerja manajer pusat biaya adalah :. Masalah

Partisipasi Manajemen, Pengetahuan Manajer Akuntansi, Kesesuaian Tugas, dan Keahlian Pemakai Komputer Terhadap Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi (Studi pada

Berdasarkan penjelasan mengenai efektivitas dan sistem informasi akuntansi tersebut dapat disimpulkan bahwa efektivitas sistem informasi akuntansi adalah kumpulan

Berdasarkan beberapa pengertian mengenai sistem informasi akuntansi yang telah dikemukakan oleh para ahli, dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem informasi akuntansi

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalah penelitian ini adalah apakah kecanggihan teknologi informasi, partisipasi manajemen, pengetahuan manajer akuntansi

Pengaruh Kecanggihan Teknologi Informasi, Partisipasi Manajemen, Pengetahuan Manajer, Pelatihan dan Pengelaman Kerja Terhadap Efektifitas Sistem Informasi Akuntansi.. Alsarayreh,