• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

6 BAB II

KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS A. Reviu Penelitian Terdahulu

Menurut Manoppo dan Arie (2016), nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap keberhasilan perusahaan yang sering dikaitkan dengan harga saham. Harga saham yang tinggi akan membuat nilai perusahaan tinggi dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap prospek perusahaan di masa mendatang. Tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan nilai perusahaan agar dapat meyakinkan investor dalam berinvestasi. Beberapa hasil penelitian menunjukkan adanya faktor – faktor yang memengaruhi nilai perusahaan, diantaranya struktur modal, profitabilitas, resiko perusahaan, dan ukuran perusahaan (Welley dan Untu, 2015). Disamping itu, Febrianti (2012) juga menghubungkan dengan faktor kondisi keuangan, pertumbuhan perusahaan, dan struktur aktiva.

Manoppo dan Arie (2016) meneliti tentang pengaruh struktur modal, ukuran perusahaan, dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan otomotif yang terdaftar di BEI periode 2011-2014. Variabel yang digunakan struktur modal, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan nilai perusahaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur modal, ukuran perusahaan, dan profitabilitas secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan otomotif di BEI periode 2011-2014.

Dhani dan Utama (2017) meneliti tentang pengaruh pertumbuhan perusahaan, struktur modal, dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan.

(2)

Variabel yang digunakan pertumbuhan perusahaan, struktur modal, profitabilitas, dan nilai perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan dan struktur modal tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Utami et al. (2017) meneliti tentang pengaruh struktur modal, pertumbuhan perusahaan, profitabilitas, ukuran perusahaan, kinerja keuangan perusahaan terhadap nilai perusahaan. Variabel yang digunakan struktur modal, pertumbuhan perusahaan, profitabilitas, ukuran perusahaan, kinerja keuangan, dan nilai perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur modal, pertumbuhan perusahaan, kinerja keuangan perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, sedangkan profitabilitas dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Adanya perbedaan hasil penelitian ini dapat terjadi karena berbagai faktor saat dilakukan pengujian. Oleh karena itu masih sangat dibutuhkan penelitian serupa untuk mengetahui bagaimana pengaruh struktur modal, petumbuhan perusahaan dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor pertambangan yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada objek penelitiannya. Alasan memilih perusahaan sektor pertambangan dalam penelitian ini karena memiliki karakteristik industri yang berbeda dengan industri lainnya. Sektor pertambangan juga merupakan salah satu

(3)

penopang pembangunan ekonomi suatu negara, karena perannya sebagai penyedia sumber daya energi. Di Indonesia sendiri perusahaan pertambangan memiliki prospek dalam hal pengelolaan sumber daya alam berupa batu bara, logam mulia dan lainnya karena sangat melimpah, sehingga hal ini menarik bagi investor untuk menanamkan modalnya ke perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

B. Landasan Teori dan Kajian Teori 1) Teori Agensi

Teori agensi merupakan teori yang menghubungkan dua individu dimana salah satu dari individu tersebut menjadi agen sedangkan individu yang lain disebut prinsipal (Belkaoui, 2000). Di dalam teori agensi dijelaskan adanya pertentangan antara manajemen dengan pemegang saham yang menyebabkan adanya konflik antara manajemen dan pemegang saham. Teori agensi digunakan untuk menjelaskan keterkaitan antara variabel independen yaitu struktur modal, pertumbuhan perusahaan, dan ukuran perusahaan terhadap variabel dependen yaitu nilai perusahaan.

Hubungan keagenan dalam penelitian ini adalah dimana dalam penentuaan setiap aktivitas pendanaan serta pengelolaan kegiatan operasi perusahaan dalam upaya meningkatkan nilai perusahaan dapat menimbulkan masalah pada saat pihak – pihak yang bersangkutan mempunyai tujuan yang bereda. Para pemegang saham berharap manajemen bertindak atas kepentingan mereka sehingga perusahaan

(4)

dapat meningkatkan nilai sekaligus memberikan keuntungan bagi pemegang saham. Sedangkan para manajer menginginkan bertambahnya kesejahteraan bagi para manajer sendiri. Dengan demikian adanya konflik kepentingan antara pemegang saham dengan manajer. Penyebab konflik antara pemegang saham pihak manajemen diantaranya adalah pembuatan keputusan yang berkaitan dengan aktivitas pendanaan.

2) Struktur Modal

Dalam membangun dan menjamin kelangsungan perusahaan, kebutuhan akan modal sangat penting bagi perusahaan untuk membiayai kebutuhan operasionalnya. Oleh karena itu perusahaan harus menentukan besarnya modal yang dibutuhkan untuk memenuhi dan membiayai usahanya. Kebutuhan akan modal tersebut dapat diperoleh dari berbagai sumber dan jenis yang berbeda-beda.

Struktur modal merupakan proporsi dari pendanaan atau permodalan permanen jangka panjang perusahaan yang diwakili utang, saham preferen dan ekuitas saham. Karena baik atau buruk struktur modal akan berpengaruh langsung terhadap posisi keuangan perusahaan (Suzana dan Azlina, 2013). Struktur modal merupakan gabungan dari penggunaan dana yang berasal dari ekuitas dan utang. Apabila menggunakan sumber dana dari utang maka perusahaan harus siap dengan perjanjian utang dan bunga. Jika perusahaan menggunakan sumber dana dari penerbitan saham maka perusahaan harus siap

(5)

memberikan imbalan kepada investor berupa dividen. Struktur modal sendiri dapat diukur menggunakan: Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Asset Ratio (DAR), Longterm Debt Equity Ratio dan Longterm Debt Asset (Munawir, 2010).

a) Debt to Equity Ratio (DER)

Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio keuangan yang

digunakan untuk menilai posisi keuangan suatu perusahaan. Rasio ini juga menunjukkan ukuran kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajibannya. Rasio DER ini disebut juga sebagai rasio leverage, yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa baik struktur investasi suatu perusahaan. Apabila DER bernilai rendah maka tingkat keamanan dananya semakin baik, begitupun sebaliknya, apabila DER tinggi maka besar pula risiko keuangannya.

b) Debt to Asset Ratio (DAR)

Debt to Asset Ratio (DAR) merupakan rasio keuangan yang

digunakan untuk mengukur utang terhadap total aset. Rasio ini menunjukkan seberapa besar bagian dari aset yang dibelanjakan oleh utang. Apabila DAR bernilai rendah berarti tingkat keamanan dananya semakin baik karena rasio utang menunjukkan apakah utang dapat ditutupi oleh aset.

Debt to Equity Ratio (DER) = π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π»π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘” πΈπ‘˜π‘’π‘–π‘‘π‘Žπ‘ 

(6)

c) Longterm Debt Equity Ratio (LTDER)

Longterm Debt Equity Ratio (LTDER) digunakan untuk

mengukur bagian dari modal yang dijadikan jaminan utang jangka panjang.

3) Pertumbuhan Perusahaan

Pertumbuhan adalah sebagai pertumbuhan total aset dimana pertumbuhan aset masa lalu akan menggambarkan profitabilitas yang akan datang dan pertumbuhan yang datang (Suastini et al., 2016). Growth adalah perubahan (penurunan atau peningkatan)

total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan . Pertumbuhan aset dihitung sebagai persentase perubahan aset pada saat tertentu terhadap tahun sebelumnya. Growth merupakan perubahan total aset baik berupa peningkatan maupun penurunan yang dialami oleh perusahaan selama satu periode (satu tahun). Pertumbuhan aset menggambarkan pertumbuhan aktiva perusahaan yang akan memengaruhi profitabilitas perusahaan yang menyakini bahwa persentase perubahan total aktiva merupakan indikator yang lebih baik dalam mengukur pertumbuhan perusahaan. Ukuran yang

(7)

digunakan adalah dengan menghitung proporsi kenaikan atau penurunan aktiva. Pertumbuhan perusahaan dapat di rumus :

4) Ukuran Perusahaan

Ukuran perusahaan (size) merupakan seluruh aset yang dimiliki perusahaan yang dilihat dari sisi kiri neraca. Sedangkan pengertian lain ukuran perusahaan merupakan jumlah total utang dan ekuitas perusahaan yang jumlahnya sama dengan total aktiva. Pada dasarnya perusahaan dapat terbagi dalam dua kategori yaitu perusahaan kecil dan perusahaan besar (Malahayati et al., 2015).

Perusahaan besar mempunyai kelebihan dibandingkan perusahaan kecil, seperti perusahaan dapat memperkirakan tingkat kemudahan dalam perolehan dana di pasar modal, dapat menentukan kekuatan tawar-menawar dalam kontrak keuangan. Perusahaan besar juga mempunyai akses yang lebih luas dalam mendapatkan sumber pendanaan dari luar, sehingga dalam memperoleh pinjaman akan lebih mudah karena perusahaan dengan ukuran besar memiliki kesempatan yang besar dalam memenangkan persaingan di industri (Sugiono, 2013).

Ukuran Perusahaan dapat diukur dengan berbagai cara dari total aset, total log size, jumlah karyawan, total penjualan, dan total modal.

Berikut beberapa rumus dalam menghitung ukuran perusahaan:

(8)

a) Total Aset

Total aset dipilih sebagai perhitungan ukuran perusahaan dengan mempertimbangkan nilai aset relatif lebih stabil dibandingkan dengan nilai market capitalized dan penjualan.

Perusahaan dengan total aset besar mencerminkan perusahaan telah mencapai tahap kedewasaan. Arus kas perusahaan sudah positif dan memiliki prospek yang baik dalam jangka panjang, dan menunjukkan perusahaan lebih stabil serta mampu menghasilkan laba dibandingkan perusahaan dengan totat aset kecil.

Berikut rumus perhitungan ukuran perusahaan dengan total aset:

Keterangan:

Size = Ukuran Perusahaan.

Ln Total Aset = Logaritma natural dari total aset.

b) Jumlah Karyawan

Jumlah karyawan merupakan salah satu komponen ukuran perusahaan. Jumlah karyawan yang besar menjadi salah satu kategori ukuran perusahaan yang besar. Perusahaan akan memberikan upaya dalam memperbaiki kondisi karyawan, mengembangkan hak-hak karyawan, meningkatkan keamanan kerja, dan memberikan kompensasi yang layak. Berikut rumus perhitungan ukuran perusahaan dengan jumlah karyawan:

(9)

Keterangan :

Size : Ukuran perusahaan

Ln Total Employees : Logaritma natural dari jumlah karyawan c) Total Penjualan

Menurut UU No. 9 tahun 1995 tentang usaha kecil point b, menjelaskan β€œperusahaan yang memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp.1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) digolongkan kelompok usaha kecil”. Ketentuan tersebut menjelaskan bahwa perusahaan dengan hasil penjualan diatas satu milyar rupiah dapat digolongkan ke dalam industri menengah dan besar (Indonesia dan Dasar, 1995). Berikut rumus perhitungan ukuran perusahaan dengan total penjualan:

Keterangan:

Size = Ukuran Perusahaan.

Ln Total Revenues = Logaritma natural dari total penjualan.

5) Nilai Perusahaan

Menurut Sartono (2010:487) nilai perusahaan adalah nilai jual sebuah perusahaan sebagai suatu bisnis yang sedang beroperasi.

Persaingan bisnis dan ekonomi semakin meningkat pada era milenial saat ini. Sehingga perusahaan dituntut untuk mampu bersaing dan

(10)

bertahan untuk mencapai tujuan perusahaan, yaitu memaksimalkan nilai perusahaan. Menurut Harjadi (2013), meningkatnya nilai perusahaan adalah sebuah prestasi, yang sesuai dengan keinginan para pemiliknya, karena dengan meningkatnya nilai perusahaan, maka kesejahteraan para pemilik juga akan meningkat.

Menurut Samsul (2006), nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang sering dikaitkan dengan harga saham. Harga saham yang tinggi membuat nilai perusahaan juga tinggi. Nilai perusahaan yang tinggi akan membuat pasar percaya tidak hanya kinerja perusahaan saat ini namun juga pada prospek perusahaan di masa depan.

Menurut Samsul (2006), berbagai upaya perlu dilakukan perusahaan untuk menjaga dan meningkatkan nilai perusahaan. Bagi perusahaan, nilai perusahaan merupakan cerminan pencapaian kinerja dan prospek pertumbuhan yang terukur dari reaksi investor atas harga saham perusahaan, nilai perusahaan yang mengindikasikan perusahaan memiliki kinerja yang baik sehingga menarik investor untuk menanamkan dananya pada perusahaan, sedangkan bagi investor perlu untuk memperhatikan nilai perusahaan agar dana yang diinvestasikan tepat sasaran, sesuai dengan tujuan portofolio investasi yang telah dirancang.

Menurut Tandelilin (2017), nilai perusahaan dapat diukur dengan nilai harga saham yang dimiliki oleh perusahaan. Indikator nilai

(11)

perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Price to Book Value (PBV). Alasan memilih PBV sebagai indikator nilai perusahaan adalah untuk menunjukkan nilai harga saham di perdagangkan di atas nilai buku saham tersebut atau dibawah nilai buku saham tersebut.

Menurut Tandelilin (2017), semakin tinggi PBV menunjukkan semakin tinggi kinerja perusahaan dinilai oleh pemodal dengan dana yang telah ditanamkan di perusahaan. Semakin tinggi tingkat kepercayaan pasar terhadap prospek perusahaan menyebabkan semakin tinggi daya tariknya bagi investor untuk membeli saham tersebut, sehingga permintaan akan naik, dan akhirnya mendorong harga saham mengalami kenaikan. PBV dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:

C. Kerangka Pemikiran

H1 H2 H3 Struktur Modal

(X1)

Pertumbuhan Perusahaan (X2)

Ukuran Perusahaan (X3)

Nilai Perusahaan (Y)

(12)

Keterangan : Variabel Independen :

β€’ Struktur Modal ( X1)

β€’ Pertumbuhan Perusahaan (X2)

β€’ Ukuran Perusahaan (X3)

Variabel Dependen :

β€’ Nilai Perusahaan (Y)

D. Perumusan Hipotesis

a) Pengaruh Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan

Struktur modal merupakan proporsi dari pendanaan atau permodalan permanen jangka panjang perusahaan yang diwakili utang, saham preferen dan ekuitas saham. Struktur modal merupakan gabungan dari penggunaan dana yang berasal dari ekuitas dan utang. Apabila menggunakan sumber dana dari utang maka perusahaan harus siap dengan perjanjian utang dan bunga (Suzana dan Azlina, 2013).

Manajer keuangan menganalisa dan memilih sumber pendanaan dengan interest rate terendah dan bobot atau proporrsi yang tepat untuk menghasilkan struktur modal yang optimal yang dapat meningkatkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan merupakan

(13)

nilai yang mencerminkan berapa harga yang mampu dibayar oleh investor untuk suatu perusahaan.

Pendapat diatas juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Manoppo dan Arie (2016), dan Utami et al. (2017) menunjukkan bahwa struktur modal berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

H1 : Struktur modal berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan

b) Pengaruh Pertumbuhan Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan Pertumbuhan perusahaan merupakan indikator untuk melihat peluang pertumbuhan perusahaan yang dilihat dari perubahan total asset perusahaan. Perusahaan yang memiliki total asset terus meningkat dari tahun ketahun memiliki tingkat peluang pertumbuhan yang baik. Hal ini disebabkan karena besarnya perubahan total asset perusahaan tahun ini lebih besar dibandingkan dengan perubahan total asset tahun sebelumnya. Karena setiap ada peningkatan perubahan total asset perusahaan selama satu periode akan mendapatkan respon positif dari investor, sehingga akan meningkatkan nilai perusahaan.

Pendapat diatas juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Suwardika dan Mustanda (2017), dan Dhani dan Utama (2017) menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

(14)

H2 : Pertumbuhan perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan

c) Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan

Ukuran perusahaan (size) merupakan keseluruhan dari aset yang dimiliki perusahaan yang dapat dilihat dari sisi kiri neraca.

Ukuran perusahaan merupakan cerminan besar kecilnya perusahaaan yang nampak dalam nilai aktiva perusahaan. Semakin besar ukuran perusahaan, maka semakin besar juga investor untuk memiliki saham tersebut sehingga akan mengakibatkan kenaikan harga saham. Adanya kenaikan harga saham ini menyebabkan naiknya nilai perusahaan (Soebiantoro, 2007).

Pendapat diatas juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Manoppo dan Arie (2016), dan Pratama dan Wiksuana (2016) menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

H3 : Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusaha

Referensi

Dokumen terkait

Etil akrilat dibuat melalui reaksi esterifikasi asam akrilat dan etanol direncanakan didirikan di kawasan industri Cilegon, Banten dengan kapasitas produksi 50.000 ton/tahun

Berdasarkan Tabel 1 hasil perhitungan korelasi diketahui bahwa terdapat hubungan negatif antara social support dengan parenting stress ibu dengan anak

Bapak dan Ibu Dosen serta para staff STIESIA yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan kepada penulis selama menjalankan studi sehingga dapat dipergunakan sebagai

Pengaruh struktur modal, ukuran perusahaan, pertumbuhan penjualan, dan good corporate governance terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel

Syarat teknis meliputi faktor yang menjadi dasar pembentukan daerah yang mencakup faktor kemampuan ekonomi, potensi daerah, sosial budaya, sosial politik,

Dari hasil analisis dan pembahasan diperoleh bahwa banyaknya tanaman jagung dan banyaknya jagung muda mempengaruhi hasil produksi jagung artinya keterlibatan kedua

a. Penelitian dilakukan di SMP Bilingual Terpadu kelas 8. Pembahasan penelitian pada materi bangun ruang sisi datar yaitu kubus dan balok yang meliputi luas permukaan

Judul Skripsi : Pengaruh Struktur Modal, Profitabilitas, Pertumbuhan Perusahaan, dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Property, Real