BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar BelakangDi zaman sekarang ini dimana dunia telah memasuki era Industri 4.0 yang selalu berevolusi membuat digital menjadi sebuah lompatan besar dalam sektor industri, teknologi informasi dan komunikasi untuk mengambil peran penting dalam membantu manusia untuk menyelesaikan permasalahan yang akan dihadapi saat ini atau saat nanti, begitu juga dalam bidang bisnis dan pemerintahan (Wardiana, 2002). Pada tahun 2018 presiden Indonesia meminta aparat pemerintahan untuk menciptakan peraturan baru mengenai pelayanan publik dan pengintegrasian data pemerintahan kedalam sistem informasi agar mempermudah dalam melakukan kontrol dan monitoring data dengan menciptakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 95 tentang sistem e-government tahun 2018, bertujuan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, terbuka dan bertanggung jawab serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya.
Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) adalah departemen manajemen pemerintahan yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan kepada pengguna SPBE yang dapat digunakan untuk menganalisis dan mengevaluasi implementasi dan gap atau permasalahan yang ada pada tata kelola TI. Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) ini pada dasarnya memiliki metode maturity level tersendiri yang sama dengan framework tata kelola TI yang lain, namun terdapat perbedaan pada bahasa kerjanya yang dibuat lebih sederhana, dimana metode tingkat kematangan yang digunakan oleh SPBE telah dikembangkan berdasar model tingkat kematangan CMM/CMMI (Capability Maturity Model/CMM Integration) yang dibangun oleh Software
Engineering Institute (SEI) (Kementerian PAN-RB No59 tahun 2020).
Masalah utama SPBE adalah ketidak bersinambungannya SPBE karena tata kelola yang tidak lengkap. Dalam evaluasi SPBE disetiap instansi masih banyak sekali permasalahan yang terjadi di setiap bagiannya salah satu permasalahannya yaitu
pada layanan SPBE. Dimana pada layanan SPBE yang menjadi perhatian utama Pemerintahan adalah Evaluasi, integrasi pelayanan kepegawaian, integrasi layanan kearsipan, integrasi layanan pengaduan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya SPBE di dalam pengintegrasian data (Kementerian PAN-RB, 2018).
Dalam pengimplementasian SPBE di setiap instansi pemerintahan dan target SPBE Nasional, permasalahan dalam pengimplementasian SPBE perlu diselesaikan secara cepat, sehingga perlu dilakukan pembaharuan dalam pelaksanaan tata kelola pemerintahan dengan sistem berbasis elektronik, dimana dalam pengembangannya diperlukan peningkatan kapasitas SPBE khususnya pada pembangunan platform SPBE, dengan dilakukannya evaluasi SPBE secara berkala dan perubahan oleh aparat pemerintahan dapat mengatasi permasalah yang terjadi di dalam lingkup pemerintah di Indonesia. Menurut Solihin (2018) pergerakan perubahan sangat diperlukan berdasarkan prinsip melayani masyarakat agar jangan sampai tertinggal oleh kota lain, maju, dan mencapai tujuan yang diharapkan di dalam prosedur pemerintah (Kementerian PAN-RB, 2018).
Menurut Imam (2018) bahwa masih banyak permasalahan yang terjadi didalam pelaksanaan SPBE di Pemerintahan mengharuskan aparat Pemerintahan selalu melakukan evaluasi SPBE pada 225 Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah yang ada di seluruh Indonesia dengan menggunakan pedoman evaluasi yang telah disesuaikan (Kementerian PAN-RB, 2018). Berdasarkan evaluasi 2018, SPBE diterapkan pada 623 Pemerintahan Daerah dan sudah dilakukan evaluasi terhadap 616 Pemerintahan Daerah dengan hasil indeks SPBE rata-rata nasional mencapai 1,98. Hal ini menunjukkan nilai indeks yang dicapai masih jauh dari target SPBE itu sendiri, yakni sebesar 2,6. Di Indonesia terdapat 14 provinsi yang sudah mencapai target SPBE, salah satunya adalah Provinsi Jawa Barat. Dimana pada Provinsi Jawa Barat target minimal indeks 2,6 telah dicapai oleh Kabupaten Bandung, Purwakarta, Cirebon, Kota Bandung, Cimahi, Bogor dan Depok (Kementerian PAN-RB, 2018).
Implementasi SPBE di Kota Bandung sendiri sudah lama sekali diterapkan untuk terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan SPBE, memajukan keunggulan kota dan keterbukaan informasi kepada masyarakat. Hal ini terbukti dengan dinobatkannya Kota Bandung sebagai smart city, yang merupakan bentuk apresiasi kepada Kota Bandung karena telah berhasil menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik yang efisien dan efektif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat kota Bandung.
Pada tahun 2020 terdapat perubahan pedoman pemantauan dan evalusi SPBE yaitu PERMEN PAN-RB No. 5 Tahun 2018 tentang evaluasi SPBE yang beralih menjadi PERMEN PAN-RB No. 59 Tahun 2020 tentang pemantauan dan evaluasi SPBE. Perubahan ini dijelaskan oleh Tim Koordinasi SPBE Nasional di dalam Sosialisasi PERMEN PAN-RB No.59 Tahun 2020 tentang Pemantauan dan Evaluasi SPBE secara virtual. Menurut Perwita Sari (2020) bahwa perubahan terjadi karena adanya amanah di dalam PERPRES No. 95 Tahun 2018 yang belum terakomodasi di dalam PERMEN PAN-RB No.5 Tahun 2018. Salah satu perubahan yang terjadi di dalam pengevaluasian SPBE yaitu, struktur penilaian, dimana terjadinya penambahan pada domain SPBE, aspek, indikator dan perubahan pada bobot penilaian di dalam PERMEN PAN-RB No.59 Tahun 2020 (Kementerian PAN-RB, 2020).
Berdasarkan penilaian yang telah dilakukan oleh evaluator internal instansi Pusat/Pemerintah Daerah dan evaluasi dokumen yang dilakukan oleh evaluator external Kementerian pemberdayaan aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada tahun 2019 menunjukan bahwa nilai indeks SPBE pada Kota Bandung sebesar 3,72 dengan predikat SPBE sangat baik, dimana pada aspek domain layanan SPBE Kota Bandung mendapatkan nilai indeks SPBE pada tahun 2019 sebesar 4,52 dengan predikat sangat baik yang dikalkulasikan dari hasil pencapaian nilai indeks SPBE pada layanan Administrasi Pemerintahan dengan nilai indeks SPBE sebesar 4,71 dengan predikat sangat baik dan pada layanan publik mendapatkan nilai indeks sebesar 4.17 dengan predikat sangat baik (Kementerian PAN-RB, 2018). Namun dengan adanya perubahan pedoman evaluasi SPBE yang telah menggunakan pedoman PERMEN PAN-RB No. 59
Tahun 2020 tentang Pemantauan dan Evaluasi SPBE membuat instansi Pemerintah Kota Bandung melakukan perubahan dan pengembangan secara signifikan untuk dapat mempertahankan predikat dan meningkatkan nilai tingkat kematangan SPBE untuk dapat mencapai target yang diinginkan, di dalam mengimbangi perubahan tersebut perlu dilakukannya evaluasi terhadap penerapan SPBE. Berdasarkan uraian diatas, maka dilakukan penelitian evaluasi implementasi SPBE pada domain layanan menggunakan Peraturan Menteri PAN-RB No. 59 tahun 2020 tentang pemantauan dan evaluasi SPBE tahun 2020. Penelitian ini akan dilakukan di Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintahan Kota Bandung yang mengkoordinasi sistem operational SPBE.
I.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan permasalahan untuk penelitian ini adalah “ Bagaimana meningkatkan nilai tingkat kematangan pada domain layanan SPBE untuk dapat mencapai target nilai tingkat kematangan di diskominfo kota bandung menggunakan pedoman PERMEN PAN- RB Nomor 59 Tahun 2020 ?”
Rumusan permasalahan ini diturunkan ke sub-permasalahan yaitu:
1. Bagaimana mengetahui tingkat kematangan pada domain layanan SPBE di Pemerintahan Kota Bandung berdasarkan Permen PAN-RB No 59 Tahun 2020?
2. Bagaimana rekomendasi yang tepat pada domain layanan SPBE untuk meningkatkan Tingkat kematangan pada doman layanan SPBE yang sesuai dengan Permen PAN-RB No. 59 Tahun 2020 tentang penerapan dan evaluasi SPBE ?
I.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dalam penelitian ini, yaitu :
1. Mengidentifikasi kondisi tingkat kematangan pada domain layanan SPBE di Pemerintahan Kota Bandung berdasarkan Permen PAN-RB No 59 Tahun 2020
2. Menganalisis permasalahan yang ada di dalam indikator domain layanan yang mempengaruhi untuk dapat mencapai Target berdasarkan pedoman PERMEN PAN-RB No. 59 Tahun 2020 di Pemerintahan Kota Bandung. 3. Memberikan rekomendasi solusi untuk membantu Pemerintahan Kota
Bandung dalam meningkatkan Implementasi SPBE di setiap aspek yang ada pada domain layanan SPBE yang berpedoman pada PERMEN PAN-RB No. 59 Tahun 2020.
I.4 Batasan Penelitian
Agar penelitian ini tetap objektif, penulis menetapkan beberapa hal yang menjadi ruang lingkup penelitian ini, yaitu :
1. Penelitian ini menggunakan model tingkat kematangan kapabilitas Layanan.
2. Penelitian ini hanya berfokus pada evaluasi dan penilaian yang dilakukan hanya pada aspek layanan administrasi pemerintahan berbasis elektronik dan layanan publik berbasis elektronik.
I.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dalam melakukan penelitian ini, yaitu: a) Manfaat bagi Pembaca.
● Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai evaluasi pada domain layanan dengan menggunakan metode SPBE yang sesuai dengan pedoman Permen PAN-RB nomor. 59 tahun 2020.
● Dapat memberikan wawasan lebih mengenai SPBE serta dapat menambah pengetahuan baru mengenai sistem pemerintahan berbasis SPBE.
b) Manfaat bagi Objek Penelitian.
● Dapat menjadi landasan atau acuan pemerintah dalam membangun perubahan baru untuk meningkatkan fungsi SPBE menjadi lebih efektif dan efisien.
● Memberikan rekomendasi solusi serta sebagai informasi tambahan dalam pengambilan keputusan perubahan untuk meningkatkan implementasi SPBE pada pemerintahan.
● Dapat dijadikan sebagai evaluasi serta tolak ukur untuk mengukur proses dan pengimplementasi SPBE di Pemerintahan Kota Bandung di masa mendatang yang berpedoman kepada Peraturan Menteri PAN-RB No. 59 tahun 2020 tentang penerapan dan evaluasi SPBE yang digunakan sebagai petunjuk, batasan dan dukung evaluasi implementasi SPBE pemerintahan Kota Bandung.
I.6 Sistematika Penulisan
Penelitian ini diuraikan dengan sistematika penulisan sebagai berikut: Bab I Pendahuluan
Pada bab ini berisi uraian mengenai konteks permasalahan, latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.
Bab II Tinjauan Pustaka
Pada bab ini berisi literatur yang relevan dengan permasalahan yang diteliti serta dibahas pula hasil-hasil penelitian terdahulu dan analisis pemilihan metode untuk menentukan metode mana yang akan digunakan di penelitian ini.
Bab III Metodologi Penelitian
Pada bab ini berisi strategi dan langkah-langkah yang akan dilakukan di penelitian ini dalam rangka menjawab rumusan masalah yang disusun sebelumnya.
Bab IV Pengumpulan dan Evaluasi Data
Pada bab ini berisi uraian mengenai proses pengumpulan, pengolahan serta analisis data yang digunakan sebagai analisis dalam penilaian terhadap Pemantauan dan evaluasi SPBE.
Bab V Analisis dan Rekomendasi
Pada bab ini, disajikan hasil rancangan, temuan, analisis dan pengolahan data. Selain itu bab ini juga berisi tentang validasi atau verifikasi hasil dari penelitian. sehingga hasil tersebut apakah telah benar-benar menyelesaikan masalah atau menurunkan gap antara kondisi eksisting dan target yang akan dicapai.
Bab VI Kesimpulan dan Saran
Pada bab ini dijelaskan kesimpulan dan saran dari penelitian yang dilakuakn di dinas komunikasi dan informatika Pemerintahan Kota Bandung