LAMPIRAN
Hasil Pekerjaan Penulis Selama Kerja Magang 1. Ide dan tema yang diajukan
a. Sosok Mbah Kulsum, pembatik dari jaman Jepang b. Sejarah Satpam
c. Menu yang bisa menghasilkan uang di pandemic wawancara dan riset data
d. Memberi makan gratis seharga 2 ribu
Satu porsi nasi & lauk pauk lengkap dihargai 2 ribu untuk orang yang membutuhkan. Dihargai 2 ribu agar yang menerima bantuan masih merasa dihargai
e. Tim Palang Hitam Jakarta
Orang-orang yang bekerja untuk menggangkut jenazah, memandikan sampai menguburkan. Baik orang terlantar, kasus kepolisian, maupun membantu masyarakat setempat.
f. Seorang tukang kayu yang mendirikan panti asuhan dan pesantren. Yang senantiasa membantu orang-orang disekitarnya (kasus kesurupan, pemberkatan, ngaji, dll)
g. Isu 1: hidup dari hobi: kehidupan tim Evos
Atlet online game belum lama mulai marak di Indonesia. Evos merupakan salah satu tim ternama di bidang E-sport yang telah banyak memenangkan kejuaraan (free fire & mobile legends, kebanyakan)
2. Feature
a. Mbah Kulsum
Di Banyuwangi, Kelurahan Temenggungan, tepatnya di jalan Bogowonto hidup seorang pembatik lansia. Di sebuah lorong rumah, terlihat sesosok nenek dengan baju kebaya sederhana dan kain batik lusuh.
Mbah Kulsum, di usianya yang sudah hampir berkepala delapan ini masih menekuni membuat batik tulis. Sejak pukul 7 pagi mbah Kulsum sudah memulai menyiapkan peralatan membatiknya. Panci kecil berisikan cairan malam, dipanaskan di atas tungku batu bata berisikan kayu bakar. Meski penglihatanya sudah menglami kemunduran, jarinya tetap lihai dalam membuat motif-motif batik.
Motif Kangkung Setingkes, Gajah Oling, Paras Gempal, Sekar Jagad, Kopi Pecah, Blarakan, Kotak-Kotak, dan Ulo Buntung semua motif batik asli Banyuwangi dapat dikerjakan oleh Mbah Kulsum. Profesi sekaligus hobinya ini turun-termurun ia dapatkan dari keluarganya ibu, nenek, mbah buyut.
Mbah Kulsum yang saat itu masih duduk di banku 4 SD, terputus sekolah karena diminta membatu meneruskan usaha batik keluarganya. Dari dua belas bersaudara hanya ialah yang melanjutkan usaha ini.
Beliau membuat batik berdasarkan keinginannya, sebulan ia bisa menghasilkan kurang lebih 20 lembar kain batik. Yang dihargai 250.000-300.000 per lembarnya.
dari proses penggambaran, pewarnaan, sampai pelunturen lilin ia kerjakan sendiri. Saat ini ia dibantu oleh cucu dan keponakannya. Salah satunya adalah Dwi Rahayu, cucu keduanya. Meski anak-anaknya tidak ada yang melanjutkan, mereka membantu Mbah dengan membelikan bahan-bahan untuk membuat batik secara
online karena lebih murah.
Selama ini Mbah Kulsum menerima murid untuk ia turunkan keahliannya namun, banyak yang tidak sabar, ada juga yang justru melupakan Mbah Kulsum.
”Cuma banyak yang lupa, setelah bisa jadi orang mereka tidak pernah main lagi ke sini.”
”Rata-rata yang belajar cuma datang terus ndak dilanjutkan lagi. Kadang nelangsa tapi, ya gimana lagi. Kalau buat batik tulis seperti saya ini harus banyak sabar dan tirakatnya.”
Melihat sudah tidak banyak lagi generasi muda yang melestarikan. Beliau berharap pemerintah kabupaten (pemkab) memberi perhatian dan ikut melestarikan budaya ini.
b. Sejarah satpam
Siapa yang tidak mengenal Satpam. Sosok penjaga yang bertugas mengamankan suatu wilayah, pertokoan, sekolah, dan lainnya.
Kata Satpam sendiri merupakan sebuah singkatan dari, Kesatuan Keamanan. Sebagai seorang petugas keamanan, ia harus mengetahui Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan Satuan Pengamanan, yang disingkat menjadi Tupoksiran dan Satpam.
Fungsi dari Satpam terdiri dari melindungi, mengayomi baik lingkungan dan masyarakat tempat ia bekerja dari gangguan atau bahaya. Sekaligus menjadi peneggakkan peraturan dan tata tertib yang berlaku di lingkungan kerjanya.
Citra Satpam dalam masyarakat masih cenderung miring. Seringkali pekerjaan ini dianggap gampangan dan mudah didapat. Hal ini dikarenakan banyak perusahaan yang merekrut secara sembarangan Satpam mereka. Padahal, ada aturan-aturan yang mengatur soal kinerja Satpam.
Awaloedin Djamin merupakan orang yang mempelopori terbentuknya Satpam dan menjadi bapak Satpam Indonesia. Ia mencetuskan hal ini karena jumlah polisi dianggap kurang untuk mencakup seluruh daerah hingga lingkup perkantoran dan pertokoan.
Tanggal, 30 Desember 1980 adalah hari lahirnya Satpam di Indonesia, melalui keputusan Kapolri Jenderal Polisi Awaloedin Djamin. Aturan ini terdapat dalam Surat Keputusan Kapolri SKEP/126/XII/1980 tentang Pola Pembinaan Satuan Pengamanan.
sehingga, menjadi seorang Satpam bukan hanya hanya pekerjaan gampangan.
Ada aturan khusus juga mengenai seragam yang dikenakan Satpam. Seperti aturan warna seragam biru-biru untuk lapangan dan biru-putih untuk lingkungan gedung perusahaan dan Pada lengan harus ditempeli nama perusahaan dan wilayah Polri tempatnya bertugas.
Di Indonesia sendiri ada wadar khusus profesi Satpam yaitu Asosiasi Manajer Sekuriti Indonesia (AMSI) yang dibentuk pada 9 Juli 2001 di Jakarta. Setelah berkembangpada 1 November 2018AMSI berubah menjadi Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI)
c. Dunia E-sport
Baru-baru ini Esport baru diresmikan sebagai salah satu cabang olahraga di Indonesia. Peresmian Esport dilangsungkan pada pada 25-27 Agustus 2020 oleh Kemenpora, dan KONI. PB Esports Indonesia diresmikan sebagai badan resmi pemerintahan di bawah KONI.
Esports sendiri merupakan gim interaktif dan kompetitif yang dilakukan melalui media elektronik seperti komputer, console, telepon seluler, dan sebagainya. Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi dan minat pasar yang besar akan esport. Riset Pokkt Decision Lab dan Media Marketing Association mengungkapkan bahwa ada 60 juta pemain gim mobile di Indonesia, dan diperkirakan mencapai angka 100 juta di tahun 2020 ini.
Ketua Harian Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) Komjen. Pol. Drs. Bambang Sunarwibowo, S.H., M.Hum. menyampaikan bahwa esports layak menjadi sebuah cabang olahraga karena menggunakan tenaga manusia berupa kecepatan, ketangkasan, dan strategi seperti pada olahraga umumnya. Alasan lainnya adalah karena esports sudah banyak dipertandingkan baik dalam event nasional maupun internasional, termasuk di Asian Games 2018 dan Sea Games 2019.
Bentuk gim yang dipertandingkan juga bukan sembarang game. Menurut Ketua Indonesia eSports Association (IeSPA), Eddy Lim, unsur kompetitif dan berimbang adalah unsur utama yang perlu dimiliki sebuah game untuk dapat dikategorikan sebagai game Esport. Game tersebut juga harus dapat dipertandingkan dalam skala besar, dan diminati banyak orang. Biasanya game Esport dibagi kedalam beberapa kategori berupa Fighting Games, first-person
shooters (FPS), real-time strategy (RTS), atau multiplayer online battle arena (MOBA), Sports Games, Racing. Untuk turnamen
mancanegara ada kriteria tertentu yang berupa tidak ada unsur kekerasan, adu tembak yang mengarah ke terorisme, dan efek darah.
Game sesuai SEA Games 2019 1. AOV: Arena Of Valor
2. DOTA 2 3. Hearthstone
4. Mobile Legends: Bang Bang 5. StarCraft II
6. Tekken 7
Tim Esport terbaik Indonesia 2019 1. EVOS esport
2. Rex Regum Qeon 3. BOOM Esport 4. ONIC Esports 5. Bigetron Esports
Kisah “Emperor” Jonathan Liandi
Jonathan lahir di Prabumulih, Sumatera Selatan. Sedari duduk di bangku SD ia telah menyenangi video game. Ia mulai bermain dari Playstation 1 dan 2. Ia kemudian mengenal game MOBA DoT Adan MMO Grand Chase. Dulu ia sering diomeli oleh ibunya, karena bermain game terus di rumah dan di warnet. Bagi ia Game juga menjadi pengisi waktu luangnya.
“Beda sama Jakarta yang banyak mal. Di sana (Prabumulih) enggak ada sama sekali. Hiburannya cuma main game,” ujar Jonathan.
Pendidikan masih menjadi satu hal yang penting bagi Jonathan. Setelah SMA ia memberanikan dirinya untuk pergi merantau. Ia berkuliah di Universitas Parahyangan Bandung. Pada saat kuliah ia memulai mendalami impiannya. Ia juga mempunyai cita-cita yang besar. Membahagiakan orang tuanya adalah salah mengetahui impiannya.
Pada saat ia menginjak semester 7 Jonathan menghadapi pilihan yang berat. Ia harus memilih antara memilih kuliahnya atau menjadi atlet Esport. Saat itu pihak universitas tidak dapat memberi keringanan sedangkan, ia harus terus berada di Gaming-House (GH) EVOS di Jakarta. Ia memilih untuk menjadi atlet Esport dan meniggalkan kuliahnya dan pergi ke Jakarta untuk menjadi pemain EVOS.
“Pilihannya cuma dua, resign atau melepas esports. Ya, saya pilih resign. Jujur, ini berat karena orang tua sempat melarang. Setelah saya jelaskan detail soal penghasilan dan peluang dari dunia esports, akhirnya mereka setuju,” tambah Jonathan.
Menjalani kariernya di Esport bukanlah hal yang mulus juga. Jatuh bangun, menang kalah ia lewati. Sampai akhirnya ia menjadi pro player MBL. Sekarang Jonathan sudah tidak lagi bergabung di Tim Esport mana-mana. Kini ia aktif menjadi streamer dan aktif di sosial media.
menikmati hal lainnya dan punya waktu dengan pacar dan keluarganya.
“Jadi streamer itu lebih seimbang secara hidup sehari-hari, sedangkan jadi pro player kayak nggak ada kehidupannya. Kalau disuruh balik jadi pro player, jawabannya enggak untuk saat ini. Soalnya udah cukup puas dengan prestasi yang telah saya raih,” lanjutnya.
3. Storyboard
b. Dunia E-sport
4. Komik jurnalisme a. Sejarah Satpam