KONFLIK PERTANAHAN KONFLIK PERTANAHAN
(AGRARIA) (AGRARIA)
1.1. Tanah sebagaiTanah sebagai salahsalah satusatu susumberdayamberdaya alamalam memiliki
memiliki nilainilai ekonomisekonomis ssertaerta memilikimemiliki nilainilai ssosialosial politikpolitik dandan pertahananpertahanan keamanankeamanan yang yang tinggitinggi. .
2.2. KebijakanKebijakan pembangunanpembangunan pertanahanpertanahan haruslahharuslah merupakan
merupakan bagianbagian yang tidakyang tidak terpisahkanterpisahkan (integral) dari(integral) dari kebijakan
kebijakan pembangunanpembangunan nasionalnasional. .
3.3. DalamDalam perkembanganperkembangan pelaksanaanpelaksanaan UU NomorUU Nomor 5 Tahun5 Tahun 1960 (UUPA)
1960 (UUPA) permasalahanpermasalahan tanahtanah menjadimenjadi semakinsemakin kompleks
kompleks. .
4.4. Di satuDi satu sisisisi kompleksitaskompleksitas masalahmasalah tanahtanah terjaditerjadi sebagaisebagai akibat
akibat meningkatnyameningkatnya kebutuhankebutuhan tanahtanah untukuntuk keperluankeperluan berbagai
berbagai kegiatankegiatan pembangunanpembangunan dandan pertumbuhanpertumbuhan penduduk
penduduk yang cepatyang cepat dengandengan penyebaranpenyebaran yang tidakyang tidak merata
merata antarantar wilayahwilayah. .
5.5. Di sisiDi sisi lain, kompleksitaslain, kompleksitas iniini munculmuncul karenakarena luluas as tanahtanah relatif
relatif tidaktidak bertambahbertambah..
6.6. KebutuhanKebutuhan tanahtanah yang terns yang terns meningkatmeningkat berdampakberdampak padapada terjadinyaterjadinya konflikkonflik didi bidangbidang pertanahanpertanahan babaik ik
secara
secara vertikalvertikal maupunmaupun horizontal, antarahorizontal, antara perseorangan
perseorangan ((wargawarga masyarakatmasyarakat atauatau masyarakatmasyarakat hhuukumkum adatadat)) maumaupun pun badanbadan hukumhukum ((pemerintahpemerintah atauatau swastaswasta). ).
7.7. KonflikKonflik pertanahanpertanahan yangyang terjaditerjadi dapatdapat disebabkandisebabkan ololeeh h permasalahanpermasalahan tanahtanah murnimurni atauatau permasalahanpermasalahan yang
yang terkaitterkait dengandengan sektorsektor pepemmbangunanbangunan lain lain (ti(tidakdak terkaitterkait secarasecara langslangsung).ung).
8.8. PemerintahPemerintah senantiasasenantiasa meningkatkanmeningkatkan upayaupaya koordinasi
koordinasi dadan n sinkronisasisinkronisasi antaraantara instansiinstansi Pemerintah/pihak
Pemerintah/pihak lain yang lain yang terkaitterkait, , misalnya misalnya dengan
dengan instansiinstansi yang yang menanganimenangani kehutanankehutanan, , pertambangan
pertambangan, , dandan sebagaisebagainya.nya.
9.9. KonflikKonflik pertanahanpertanahan sudahsudah munculmuncul sejaksejak sebelum
sebelum zamanzaman kemerdekaankemerdekaan. .
10.10.HaHal l iniini dapatdapat terlihatterlihat antaraantara lain lain daridari adanyaadanya konflik
konflik pertanahanpertanahan akibatakibat monopolmonopol pemilikanpemilikan tanah
tanah--tanahtanah perkebunanperkebunan dan dan tanahtanah partikelirpartikelir oleholeh tuantuan--tuantuan tanahtanah padapada zamanzaman kolonialkolonial atauatau
adanya
adanya kewajibankewajiban rakyatrakyat untukuntuk menyerahkmenyerahkanan tanahnya
tanahnya kepadakepada tuantuan--tuantuan tanahtanah ((agrarischagrarisch wet ).
wet ).
11.11.PadaPada masamasa sekaransekarangg iniini, , konflikkonflik pertanahanpertanahan dirasakan
dirasakan semakinsemakin komplekskompleks searing searing dengandengan perkembangan
perkembangan reformasireformasi yang yang membawamembawa masyarakat
masyarakat belajarbelajar berdemokberdemokrasirasi dalamdalam tatanan
tatanan kehidupankehidupan berbangsaberbangsa ddan an bernegarabernegara. .
Konflik
Konflik pertanahanpertanahan yang seyang semmulaula disebabkandisebabkan adanya
adanya benturanbenturan kepentingankepentingan berkembangberkembang, , berkaitan
berkaitan dengandengan:: 1.1. NNilaiilai--nilainilai budayabudaya,,
2.2. AAdanyadanya perbeperbeddaanaan penafspenafsiraniran yang yang titiddakak sesuaisesuai dengan
dengan maksudmaksud ddan an tujuantujuan UUPA yang UUPA yang merupakan
merupakan ketentuanketentuan dasardasar pertanahanpertanahan yang yang berlaku
berlaku didi seluruhseluruh wilayahwilayah IndonesiaIndonesia,,
3.3. AAdanyadanya penyimpanganpenyimpangan dalamdalam implementasiimplementasi peraturan
peraturan pelaksanaanpelaksanaan UUPAUUPA.. KondisiKondisi iniini menuntut
menuntut adanyaadanya kebijakankebijakan ddan an strategistrategi pertanahan
pertanahan nasionaInasionaI yang dapatyang dapat menyelesaikanmenyelesaikan konflik
konflik pertanahanpertanahan secarasecara lebihlebih kokonnseptualseptual, , komprehensif
komprehensif, , dandan terpaduterpadu..
1.1. PemilikanPemilikan atauatau penguasaanpenguasaan tanahtanah yang yang titiddakak seimbang
seimbang dandan titiddakak meratamerata,,
2.2. KetidakserasianKetidakserasian penggunaanpenggunaan tanahtanah pertanianpertanian ddan an tanahtanah nonpertaniannonpertanian; ;
3.3. KurangnyaKurangnya keberpihakankeberpihakan kepadakepada masyarakatmasyarakat golongan
golongan ekonomiekonomi lemahlemah;;
4.4. KurangnyaKurangnya pengakuanpengakuan terhadapterhadap hakhak--hakhak masyarakat
masyarakat hukumhukum adatadat atasatas tanahtanah ((hakhak ulayat
ulayat););
5.5. LemahnyaLemahnya posisiposisi tawartawar masyarakatmasyarakat pemegangpemegang hakhak atasatas tanahtanah dalamdalam pepemmbebasanbebasan tanahtanah;;
Sumber
Sumber konflik konflik pertanahan pertanahan : :
1.1. KonflikKonflik pemilikanpemilikan atauatau penguasaanpenguasaan tanahtanah yang tiyang tidakdak seimbang
seimbang banyakbanyak terjaditerjadi padapada tanah-tanah-tanahtanah perkebunan
perkebunan. .
2.2. KonflikKonflik iniini banyakbanyak memicumemicu terjadinyaterjadinya pendupenduddukanukan tanah
tanah--tanahtanah perkebunanperkebunan -- yang HGUyang HGU--nyanya belumbelum berakhir
berakhir - - oleholeh masyarakatmasyarakat tanpatanpa seizinseizin pemegangpemegang hakhak atasatas tanahtanah yang bersangkutanyang bersangkutan (occupatie(occupatie) ) ddan an ddiklaimiklaim sebagai
sebagai tanahtanah miliknya. miliknya.
3.3. KonflikKonflik pemilikanpemilikan dan dan penguasaanpenguasaan tanahtanah terjaditerjadi sebagai
sebagai akibatakibat penguasaanpenguasaan tanahtanah secarasecara herlebihanherlebihan, , terutama
terutama didi kotakota--kotakota besarbesar. .
4.4. SedangkanSedangkan didi daerahdaerah peperrdesaandesaan teterusrus terjaditerjadi pemecahan
pemecahan ((fragmentasifragmentasi) ) pemilikanpemilikan tanahtanah pertanianpertanian ddan an terjaditerjadi alihalih gunaguna tanahtanah daridari tanahtanah pertanianpertanian
menjadi
menjadi tanahtanah nonpertaniannonpertanian..
1.1. BadanBadan PertanahanPertanahan NasionalNasional,, senantlasasenantlasa berupaya penyelesaian berupaya penyelesaian terbaik sesuai perundang
terbaik sesuai perundang--undangan yang berlaku,undangan yang berlaku, dengandengan tetaptetap memperhatikan
memperhatikan kepentingankepentingan pemegangpemegang hakhak atasatas tanahtanah mamaupunupun kepentingan
kepentingan pendudukpenduduk sekitamya.sekitamya.
2.2. Langkah-Langkah-langkahlangkah kebijakankebijakan yangyang ddiambiliambil pemerintahpemerintah dalamdalam rangkarangka menyelesaikan
menyelesaikan konflik-konflik-konflikkonflik yang terjadiyang terjadi akibatakibat pendudukanpendudukan masyarakat
masyarakat atasatas tanahtanah perkebunanperkebunan antaraantara lain:lain:
a.a. TerhadapTerhadap tanahtanah perkebunanperkebunan (HGU) yang masih(HGU) yang masih berlakuberlaku ddan sahan sah sertaserta diusahakandiusahakan dengandengan balk apabilabalk apabila didudukididuduki oleholeh rakyatrakyat
secara
secara melawanmelawan hukum, hukum, diselesaikandiselesaikan dengandengan UU NomorUU Nomor 51/Prp/1960
51/Prp/1960 dengandengan memperhatikanmemperhatikan pertimbanganpertimbangan instansiinstansi terkait
terkait..
b.b. TerhadapTerhadap tanahtanah perkebunanperkebunan (HGU) yang (HGU) yang didudukididuduki oleholeh rakyatrakyat karkarenena a tanahtanah tersebuttersebut tidaktidak diusahakandiusahakan dengandengan babaiik (k (akibatakibat kelalaian
kelalaian pemilikpemilik perkebunan) perkebunan) makamaka tanahtanah tersebuttersebut dikeluarkandikeluarkan daridari areal HGU.areal HGU. PenguasaanPenguasaan, , penggunaan,penggunaan, dandan pemilikannyapemilikannya ditata
ditata kembalikembali sesuaisesuai RTRW, kemudianRTRW, kemudian diredistribusidiredistribusi kepadakepada petani
petani penggarappenggarap yang yang berhakberhak setelahsetelah berkoordinasiberkoordinasi dengandengan instansi
instansi terkaitterkait dandan pemerintahpemerintah daerah.daerah.
Menyelesaikan Konflik Tanah Perkebunan
1.1. KKonflikonflik atasatas tanahtanah perkebunanperkebunan yang yang disebabkan
disebabkan oleholeh::
a.a. ProsesProses gantiganti rugirugi yang yang belumbelum tuntas.tuntas.
b.b. Tanah Tanah garapangarapan turunturun--temuruntemurun masyarakatmasyarakat diambiI
diambiI alihalih perkebunanperkebunan secarasecara paksapaksa..
c.c. LuasLuas kebunkebun didi lapanganlapangan lebihlebih besarbesar daridari luluaas yang s yang tercantu
tercantumm padapada sertifikatsertifikat HGU yang HGU yang diterbitkanditerbitkan.. d.d. Tanah perkebunanTanah perkebunan merupakanmerupakan tanahtanah ulayatulayat atauatau
warisan
warisan daridari suatusuatu kesultanankesultanan atauatau keluargakeluarga masyarakat
masyarakat tertentutertentu
e.e. Tanah perkebunanTanah perkebunan tidaktidak dikeloladikelola secarasecara baikbaik dan dan menurut
menurut penilaianpenilaian tergolongtergolong kelaskelas IV IV dandan kelaskelas V.V.
Secara
Secara Umum Umum KKonflikonflik PertanahanPertanahan DigolongkanDigolongkan keke dalam
dalam 8 (8 (delapandelapan) ) KKelompokelompok BBesaresar::
2.2. MasalahMasalah permohonanpermohonan hakhak atasatas tanahtanah yang yang terletak
terletak didi kawasankawasan hutanhutan ssertaerta sengketasengketa tanahtanah antara
antara masyarakatmasyarakat dandan PerumPerum PerhutaniPerhutani. . 3.3. MasalahMasalah yang yang berkaitanberkaitan dengandengan pelaksanaanpelaksanaan
putusan
putusan pengadilanpengadilan
a.a. TidakTidak dapatdapat diterimanyaditerimanya putusanputusan pengadilanpengadilan oleholeh pihakpihak yang yang kalah
kalah..
b.b. PutusPutusan an pengadilanpengadilan yang yang tidaktidak dapatdapat dilaksanakandilaksanakan karenakarena : : (a) Tanah (a) Tanah objekobjek sengketasengketa yang diputusyang diputus pengadilanpengadilan telahtelah
berubah
berubah statusnyastatusnya maupunmaupun kepemilikannya; kepemilikannya; ((b) b) PutusanPutusan pengadilan
pengadilan menimbulkanmenimbulkan akibatakibat hukumhukum yang berbedayang berbeda terhadap
terhadap status objekstatus objek perkaraperkara yang samayang sama, , sehinggasehingga
diperlukandiperlukan fatwa Mahkamahfatwa Mahkamah AgungAgung sesuaisesuai pasalpasal 47 47 dan dan pasalpasal 48 Undang48 Undang--UndangUndang No. 13 TabunNo. 13 Tabun 1965 1965 tentangtentang pengadilanpengadilan dalam
dalam lingkunganlingkungan PeradilanPeradilan UmuUmum m ddan Mahkamahan Mahkamah Agung.Agung.
4.4. MasalahMasalah permohonanpermohonan pendaftaranpendaftaran yang yang berkaitanberkaitan dengan
dengan tumpangtumpang-tindih-tindih hakhak atauatau sengketasengketa batasbatas yang yang antara
antara lain lain disebabkandisebabkan oleholeh pemalsuanpemalsuan terhadapterhadap aallas as hakhak..
5.5. MasalahMasalah yang berkaitanyang berkaitan dengandengan pendudukanpendudukan tanahtanah dan/atau
dan/atau tuntutantuntutan gantiganti rugirugi masyarakatmasyarakat atasatas tanahtanah-- tanah
tanah yang yang telahtelah dibeldibelii//dibebaskandibebaskan oleholeh pengembangpengembang untuk
untuk perumahanperumahan, , industriindustri, , perkantoranperkantoran, , dandan kawasankawasan wisata
wisata..
6.6. MasalahMasalah yang yang berkaitanberkaitan dengandengan klaimklaim tanahtanah ulayatulayat yang yang tidak
tidak mudmudah ah menentukanmenentukan eksistensieksistensi hakhak ulayatnyaulayatnya..
7.7. Masalah-Masalah-masalahmasalah yang berkaitanyang berkaitan dengandengan tukar-tukar-menukarmenukar tanah
tanah bengkokbengkok desadesa yang yang telahtelah menjadimenjadi kelurahankelurahan.. 8.8. Masalah-Masalah-masalahmasalah lainnyalainnya sepertiseperti sengketasengketa daridari
pemanfaatan
pemanfaatan lahanlahan tidurtidur dandan penggunaanpenggunaan tanahtanah terlantar
terlantar..
MEKANISME PENYELESAIAN KONFLIK MEKANISME PENYELESAIAN KONFLIK
1.1. MusyawarahMusyawarah antaraantara pihakpihak--pihakpihak yang yang bersengketabersengketa untukuntuk menmenddapatkaapatkan n penyelesaian
penyelesaian sehinggasehingga dapatdapat mengakomodasikanmengakomodasikan kepentingankepentingan masing-masing- masing
masing. . BadanBadan PertanahanPertanahan NasionalNasional bertindakbertindak sebagaisebagai motivator damotivator dann mediator.
mediator. KhususKhusus untukuntuk penyelesaianpenyelesaian konflikkonflik tanahtanah-tanah-tanah perkebunanperkebunan (HGU)
(HGU) antaraantara petanipetani penggarappenggarap clan pengusahaclan pengusaha perkebunanperkebunan baikbaik swastaswasta maupun
maupun pemerintahpemerintah, diarahkan, diarahkan kepadakepada win-win-win solutionwin solution. Penggarapan. Penggarapan tanah
tanah oleholeh petanipetani penggarappenggarap didi kebun-kebun-kebunkebun terlantarterlantar milikmilik pengusahapengusaha perkebunan
perkebunan diselesaikandiselesaikan dengandengan redistribusiredistribusi tanahtanah yang digarapyang digarap tersebut tersebut kepada
kepada petanipetani. . SyaratnyaSyaratnya, , petanipetani wajibwajib menanammenanam komoditaskomoditas yang yang telatelah h ditetapkan
ditetapkan pemerintahpemerintah padapada waktuwaktu pemberianpemberian HGU kepadaHGU kepada pengusaha. pengusaha. Pengusaha
Pengusaha wajibwajib menguruskanmenguruskan pencairanpencairan kreditkredit daridari bank denganbank dengan agunanagunan tanah
tanah petanipetani sebagaisebagai modal untukmodal untuk menggarapmenggarap tanahtanah petani,petani, melakukanmelakukan pembinaan
pembinaan, , dandan pemasaranpemasaran hasilnya. hasilnya. DenganDengan polpolaa penyelesaianpenyelesaian masalahmasalah pertanahan
pertanahan sepertiseperti inini i parapara petanipetani penggarappenggarap akanakan memilikimemiliki tanahtanah sehingga
sehingga akanakan memperkecilmemperkecil ketimpanganketimpangan strukturstruktur penguasaanpenguasaan tanah. tanah. Sementara
Sementara itu, areal itu, areal perkebunanperkebunan akanakan bertambahbertambah lualuas s ddan an devisadevisa bagibagi nnegaraegara jugajuga akanakan bertambahbertambah..
2.2. KoreksiKoreksi administrasiadministrasi oleholeh BadanBadan PertanahanPertanahan NasionalNasional sepanjangsepanjang masihmasih dalam
dalam lingkuplingkup administrasiadministrasi tatatata usahausaha negara. negara. MisalnyaMisalnya pembatalanpembatalan SuratSurat keputusan
keputusan hak, hak, sertifikatsertifikat, , dandan sebagainyasebagainya akibatakibat kekeliruankekeliruan data data awal.awal. 3.3. LembagaLembaga peradilanperadilan apabilaapabila keduakedua halhal didi atasatas tidaktidak dapatdapat menyelesaikanmenyelesaikan
masalah masalah..
Kendala P
Kendala P enyelesaian enyelesaian K K onflik onflik P P ertanahan ertanahan
1.1. PerbedPerbedaanaan penafsiranpenafsiran clan kurangnyaclan kurangnya pemahamanpemahaman terhadapterhadap peraturan
peraturan perundanganperundangan didi bidangbidang pertanahan, pertanahan, baikbaik didi kalangankalangan instansi
instansi pemerintahpemerintah maupunmaupun masyarakatmasyarakat..
2.2. Data Data ddan an informasiinformasi pertanahanpertanahan tidaktidak dikeloladikelola oleholeh ssaatutu instansiinstansi.. 3.3. KurangKurang kooperatifkooperatif clan clan koordinasikoordinasi pihak-pihak-pihakpihak yang terkaityang terkait
dalam
dalam menyelesaikanmenyelesaikan sengketa-sengketa-sengketasengketa pertanahan.pertanahan.
4.4. SulitSulit dicapaidicapai kesepakatankesepakatan karenakarena masingmasing--masingmasing pihakpihak bertahanbertahan padapada pendiriannyapendiriannya ddan cenderungan cenderung memaksakanmemaksakan kehendak, kehendak,
bahkan
bahkan kadangkadang--kadangkadang dengandengan menggunakanmenggunakan kekuatankekuatan massamassa.. 5.5. KeputusanKeputusan peradilanperadilan umumumum (perdata(perdata ddan pidanaan pidana) d) dan an peradilanperadilan
tatatata usahausaha negaranegara tidaktidak sejalansejalan dalamdalam menanganimenangani suatusuatu objekobjek sengketa
sengketa yang samayang sama..
6.6. BadanBadan PertanahanPertanahan NasionalNasional sulitsulit menyelesaikanmenyelesaikan masalahmasalah-- masalah
masalah sengketasengketa pertanahanpertanahan yang masihyang masih dalamdalam prosesproses peradilan
peradilan namunnamun dipaksakandipaksakan parapara pihakpihak untukuntuk menyelesaikannya
menyelesaikannya..
7.7. TerbatasnyaTerbatasnya anggarananggaran untukuntuk menyelesaikanmenyelesaikan masalahmasalah pertanahan
pertanahan, , antaraantara lain untuklain untuk penelitianpenelitian lapanglapang dandan gantiganti rugirugi yang
yang harusharus dibayardibayar pemerintahpemerintah..