• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS XI SMA RK SERDANG MURNI LUBUK PAKAM TAHUN AJARAN 2013/2014.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS XI SMA RK SERDANG MURNI LUBUK PAKAM TAHUN AJARAN 2013/2014."

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN TINGKAT KEBUGARAN

JASMANI SISWA KELAS XI SMA RK SERDANG MURNI

LUBUK PAKAM TAHUN AJARAN 2013/2014

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sains

OLEH :

PATAR DANIEL SILALAHI NI M.609210037

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa,

karena atas berkat dan rahmatNya skripsi ini dapat terselesaikan walaupun dalam

bentuk sederhana yang berjudul Hubungan Status Gizi Dengan Tingkat

Kebugaran Jasmani Siswa Kelas XI SMA RK Serdang Murni Lubuk Pakam

Tahun Ajaran 2013/2014.

Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan

pendidikan akhir Program S-1 Ilmu Keolahragaan di Universitas Negeri Medan

(UNIMED ).

Penulis menyadari sepenuhnya, bahwa keberadaan skripsi ini jauh dari

kata sempurna, baik dari segi penulisan maupun dalam merangkai kata-kata. Pada

kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih terhadap pihak yang

memberikan bantuan motivasi, sumbangan pemikiran dan pengahargaan yang

setinggi-tingginya kepada :

1. Rektor Universitas Negeri Medan Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik M.Si

2. Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan UNIMED Bapak Drs. Basyaruddin

Daulay, M.Kes, Pembantu Dekan I Bapak Drs. Suharjo, M.Pd, Pembantu

Dekan II Bapak Drs. Mesnan M.Kes, Pembantu Rektor III Bapak Drs. Budi

Valianto M.Pd.

3. Ketua Jurusan Ilmu Keolahragaan Bapak Fajar Apollo Sinaga, S.Si, M.Si,

(5)

iii

4. Pembimbing Skripsi Ibu Zulaini, SKM, M.Kes yang telah membimbing dan

memberi motivasi untuk penulisan serta penyelesaian skripsi ini.

5. Seluruh Dosen beserta Staf Pegawai di lingkungan FIK UNIMED

6. Kepala Sekolah SMA RK Serdang Murni Lubuk Pakam Bapak Drs. Masner

Simarmata dan seluruh staf pengajar.

7. Seluruh Siswa Kelas XI SMA RK Serdang Murni Lubuk Pakam Tahun

Ajaran 2013/2014 yang terlibat dalam kegiatan penelitian.

8. Kepada Ayahanda M.J. Silalahi dan Ibu Tercinta R. Br. Situmorang serta

adinda Ester Ningrum Silalahi, Terry Walker Silalahi, Muna Lolita Silalahi.

9. Keluarga Besar Silalahi dan Situmorang ( Opung, Tulang, Uda, Namboru,

Lae )

10.Teman-teman yang selalu membantu dalam penyelesaian skripsi ini

diantaranya : Jurusan Ikor 2009, Lamhot Situmorang.

Semoga dengan selesainya skripsi ini dapat berguna dan bermamfaat bagi

bagi penulis dan bagi pembaca pada umumnya dan semoga sumbangan yang telah

diberikan kepada penulis dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Medan, Januari 2014 Penulis,

(6)

ABSTRAK

mengetahui Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Kelas XI SMA RK Serdang Murni

Lubuk Pakam Tahun Ajaran 2013/2014

,

untuk mengetahui Hubungan Status Gizi

Dengan Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Kelas XI SMA RK Serdang Murni

Lubuk Pakam Tahun Ajaran 2013/2014.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa putra kelas XI SMA

RK Serdang Murni Lubuk Pakam Tahun Ajaran 2013/2014 yang berjumlah 60

orang. Sedangkan sampel yang dipergunakan adalah seluruh populasi yang ada

sebanyak 60 orang, adapun pengambilannya dilakukan dengan teknik total

sampling.

Untuk memperoleh data status gizi cara penilaian Antropometri dengan

mengukur berat badan dan mengukur tinggi badan. Sedangkan untuk tingkat

kebugaran jasmani dengan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) dengan

urutan pelaksanaan tes meliputi: Lari 60 meter, Gantung angkat tubuh (pull up),

Baring duduk (sit up), Loncat tegak (vertical jump), Lari 1200 meter.

Data dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi product moment.

Dari hasil pengolahan data diperoleh koefisien korelasi sebesar 0.305

dibandingkan dengan harga rtabel dengan n = 60 sebesar 0,254. Dengan demikian

rhitung >rtabel (0,305>0,254). Maka disimpulkan ada hubungan antara status gizi

dengan tingkat kebugaran jasmani Siswa Kelas XI SMA RK Serdang Murni

Lubuk Pakam Tahun Ajaran 2013/2014.

Kata Kunci : Status gizi, Tingkat Kebugaran Jasmani

(7)

vi

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Nilai TKJI ... 42

2. Norma Tes Kebugaran Jasmani Indonesia ... 42

3. Data Status Gizi... 44

4. Tingkat Kebugaran Jasmani siswa kelas XI SMA RK Serdang Murni

(8)

52

DAFTAR PUSTAKA

Agung Sunarno. (2012). Tes, Pengukuran dan Evaluasi Keolahragaan. Medan. Fakultas Ilmu Keolahragaan.

Arisman. (2008). Obesitas, Diabetes Mellitus, & Dislipidemia: konsep, Teori dan

Penanganan Aplikatif. Jakarta. EGC

Atmojo Mulyono Biyakto. (2007). Tes Pengukuran Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Surakarta, LPP UNS dan UNS Press

Baechle, Groves. (2000) Latihan Beban. Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada

Departemen Pendidikan Nasional. (2011). Tes Kesegaran Jasmani Indonesia. Jakarta

Depkes RI. (1994). Daftar KomposisiBahan Makanan. Jakarta: Direktorat Gizi Depkes RI

DepKes RI. (2001). Pedoman penyuluhan Gizi Pada Anak Sekolah bagi Petugas

Penyuluh. Jakarta: DepKes RI

Djoko pekik I. (2006). Panduan Latihan Kebugaran. Yogyakarta: Lukman Offset

Harsono. (1988). Coaching dan Aspek-Aspek Psikologis Dalam Coaching. Jakarta : Akademis Pesindo.

Http://Balipost-online. (2007). Identifikasi Bakat Olahraga.

Http://Balipost-online. (2002). Antropometri Atlet. Balitbang Sulsel.

Http://primayakuza.blogspot.com/2011/08/test-lari-multi-tahap-multystage.html

Http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Cerika Rismayanthi, S.Or./STATUS GIZI(1).pdf

Irfan M. (2008). Pendidikan Kesehatan. Medan, FIK, UNIMED

Jumadin. (2001). Kesehatan Dan Kebugaran Jasmani. Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan.

Kartasapoetra, G dkk. (2002). Ilmu Gizi, korelasi Gizi, Kesehatan dan Produktivitas

kerja. Jakarta: Rineka Cipta

Nurhasan, (2001). Tes dan Pengukuran Dalam Pendidikan Jasmani : Prinsip –Prinsip dan

Penerapannya. Jakarta

Rusli Lutan dkk. (1999). Sistem Evaluasi Monitoring dan Pelaporan (SMEP). Jakarta. Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat.

Sadoso Sumardjuno. (1996). Sehat Dan Bugar. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Sajoto Muhammad. (1988). F.POK. IKIP Semarang. Pembinaan Kondisi Fisik

Olahraga. Jakarta

(9)

53

Sarkey, (1978), Physykologi of Fitnes, Human Kineticpblihex Campeign.

Sirait, Lebanson. (2001). Hubungan Kekuatan Otot Tungkai Dan Panjang

Tungkai Terhadap Kecepatan Lari 100m Pada Siswa Putra Kelas II SMU Kristen 1 Medan Tahun Ajaran 2000/2001. Medan, FIK-UNIMED.

Sugiono. (2009). Metode penelitian Pendidikan. Jakarta.CV. ALFABETA

Suharsimi Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian . Jakarta : Rineka Cipta.

Sudarno S,P. (1992). Pendidikan Kesegaran Jasmani. Departemen Pendidikan dan kebudayaan.

Sudjana. (1996). Metode Statistik. Tarsito. Bandung

Suriyanto, R. A. (1999). Studi Variasi Indeks Acromiocristalis 1. Jogjakarta, UGM.

Suryadi Damanik. (2009). Gizi Olahraga. Medan, FIK UNIMED.

Supriasa, Nyoman. (2002). Penelian Status Gizi. Jakarta. Buku Kedokteran EGC

Sunyoto, Danang.(2013). Statistik Kesehatan. Yogyakarta. Nuha Medika

Tim Penyusun. (2007). Pedoman Penulisan Skripsi FIK Unimed. Medan, FIK, UNIMED

Yvonne Panjaitan (2001). Prinsip Dasar Nutrisi. Bandung. UNAI

Wirjatmadi, Bambang. (1998). Penilaian Status Gizi. Surabaya : IRM UNAIR

www.pediatrik.com/buletin/06224113652-048qwc.pdf/30-05-2011

(10)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan pada hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian,

maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: “Ada hubungan antara status gizi

dengan tingkat kebugaran jasmani Siswa Kelas XI SMA RK Serdang Murni

Lubuk Pakam Tahun Ajaran 2013/2014.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti memberi saran sebagai berikut:

1. Bagi pihak sekolah, dapat dijadikan acuan atau bahan pertimbangan dalam

meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengukur status gizi (BB & TB) dan

kebugaran jasmani siswa (TKJI) untuk memperoleh prestasi belajar yang

maksimal.

2. Bagi siswa SMA RK Serdang Murni Lubuk Pakam tentang pentingnya

memperhatikan status gizi dan tingkat kebugaran jasmani, dalam menunjang

proses belajar mengajar di sekolah untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal.

3. Untuk lembaga FIK, khususnya jurusan Ilmu Keolahragaan agar dapat

bekerjasama dengan pihak sekolah yang ada, dalam usaha meningkatkan hasil

belajar siswa yang erat hubungannya dengan status gizi dan tingkat kebugaran

(11)

4. Bagi para peneliti lainnya yang ingin mengembangkan penelitian ini agar

(12)

iv

2. Klasifikasi Kebugaran Jasmani ... 10

3. Mamfaat Kebugaran Jasmani ... 13

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebugaran Jasmani ... 14

5. Hakekat Gizi ... 16

6. Status Gizi ... 22

7. Kontribusi Status Gizi dengan Kebugaran Jasmani ... 24

8. Profil SMA RK Serdang Murni Lubuk Pakam ... 25

B. Kerangka Berpikir ... 28

(13)

v BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian ... 30

B. Populasi dan Sampel ... 30

C. Metode Penelitian... 31

D. Instrumen Penelitian... 31

1. Pengukuran Tingkat Status Gizi... 31

2. Tes Kebugaran Jasmani... 33

E. Teknik Analisis Data ... 43

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Penelitian ... 44

B. Pengujian Hipotesis ... 45

C. Pembahasan Hasil Penelitian ... 46

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 50

B. Saran ... 50

(14)

1 BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah

Pada masa sekarang ini, olahraga adalah salah satu bentuk dari upaya

peningkatan kualitas manusia di Indonesia yang diarahkan pada pembentukan

watak, kepribadian, kedisiplinan dan sportifitas yang tinggi, serta peningkatan

kebugaran jasmani setiap individual. Olahraga adalah salah satu aktivitas yang

diminati oleh masyarakat di mana pelaksanaannya yang mudah dan praktis dan

tidak memerlukan biaya yang cukup mahal. Olahraga bertujuan untuk

memperoleh kesehatan bagi tubuh dan juga mendapatkan prestasi melalui

cabang-cabang olahraga.

Di dalam melaksanakan kegiatan olahraga, diperlukan kebugaran jasmani

yang baik. Kebugaran jasmani adalah merupakan hal yang sangat penting dalam

kehidupan, terlebih dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Tingkat kebugaran

jasmani setiap manusia pada umumnya berbeda-beda. Orang yang lebih banyak

memiliki aktivitas yang banyak biasanya akan lebih baik tingkat kebugaran

jasmaninya dibandingkan dengan orang yang memiliki aktivitas yang lebih

sedikit. Hal ini membuktikan bahwa aktivitas dapat mempengaruhi tingkat

kebugaran jasmani.

Kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang menyelesaikan tugas

sehari-hari tanpa mengalami kelelahan yang berarti, dengan mengeluarkan energi

(15)

2

luang serta memenuhi keperluan-keperluan darurat bila sewaktu-waktu

diperlukan, Sajoto (1988 : 43).

Untuk mendapatkan kebugaran jasmani yang baik selain latihan fisik

(olahraga) juga dibutuhkan pula status gizi yang baik. Seperti yang dijelaskan

Depkes 1993 bahwa “Kebugaran jasmani manusia tergantung tersedianya zat gizi,

oleh karena bentuk kerja fisik yang dilakukan sehari-hari pada dasarnya adalah

perubahan tenaga kimia yang mungkin terjadi bila faktor pendukung tersedia

secara memadai”. Status gizi adalah hasil akhir dari keseimbangan antara

makanan yang masuk ke dalam tubuh ( nutrient input ) dengan kebutuhan tubuh (

nutrient output ) akan gizi tersebut. I Dewa Nyoman Spuriasa (2002 ; 88) Gizi

merupakan salah satu faktor pendukung yang perlu diperhatikan dalam

meningkatkan kebugaran jasmani. “Seseorang dikategorikan memiliki derajat

kebugaran jasmani yang baik apabila memiliki kemampuan untuk dapat

melakukan pekerjaan sehari-hari secara efesien tanpa kelelahan yang

berlebihan”(Irianto,2007:139).

Upaya peningkatan status gizi untuk meningkatkan sumber daya manusia

hendaknya dimulai sedini mungkin, yakni sejak manusia itu dalam kandungan.

Lebih khusus lagi upaya peningkatan kesehatan dan gizi dilakukan pada masa

remaja, mengingat remaja bakal calon generasi penerus dan sumber daya

pembangunan potensial. Anak usia remaja perlu dipantau keadaan gizinya karena

anak usia remaja sedang dalam masa pertumbuhan, secara fisik dan gizi anak

tersebut harus baik dan seimbang. Semua aktivitas dapat dilakukan dengan baik

jika anak tersebut mengkomsumsi makanan yang bergizi secara baik dan

(16)

3

gizi baik atau optimal terjadi bila tubuh memperoleh cukup zat gizi yang

digunakan secara efesien, sehingga memungkinkan pertumbuhan fisik,

perkembangan otak, kemampuan kerja, dan kesehatan secara umum pada tingkat

setinggi mungkin” (Almatsier 2001:9). Akibat dari kurangnya asupan makanan

yang baik dalam kuantitas maupun kualitas dapat menyebabkan gangguan

terhadap proses-proses: pertumbuhan, produksi tenaga, pertahanan tubuh,

perilaku, struktur dan pola otak.

Makanan yang dikomsumsi berfungsi sebagai sumber tenaga untuk

beraktivitas, sebagai bahan untuk membangun sel-sel dan jaringan tubuh dan juga

sebagai bahan dalam mengatur reaksi-reaksi kimia dalam tubuh. Makanan yang

kita makan akan diolah di dalam tubuh melalui proses metabolisme. Zat-zat gizi

yang terdapat dalam makanan terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin,

mineral, dan air. Makanan sehari-hari yang di pilih dengan baik, maka tubuh akan

memberikan semua zat-zat gizi tersebut dalam jumlah yang cukup. Sebaliknya

jika bahan makanan tidak dipilih dengan baik, maka tubuh akan mengalami

kekurangan zat-zat gizi esensial tersebut.

Begitu pula halnya dengan siswa SMA RK Serdang Murni Lubuk Pakam,

mereka membutuhkan sumber tenaga untuk dapat melakukan aktifitas mereka

sehari-hari. Seperti kegiatan yang mereka lakukan disekolah setiap harinya yaitu

belajar yang Proses belajar mengajar diadakan pada pagi hari sampai siang hari

mulai hari senin sampai hari sabtu, dari pukul 7.30 WIB sampai pukul 13.30 WIB.

Setiap hari senin pagi mereka mengikuti upacara dan setiap jumat pagi mereka

selalu mengadakan senam pagi. Ada pula yang mengikuti kegiatan

(17)

4

bola voli, dan basket. Setiap siswa bebas memilih kegiatan ekstrakokurikuler yang

digemarinya. Kegiatan ini dilaksanakan oleh sekolah sekaligus usaha untuk

menjaga dan meningkatkan kebugaran jasmani siswanya, untuk menunjang proses

belajar mengajar yang lancar.

Dari data awal yang diperoleh oleh peneliti pada saat melakukan observasi

awal, siswa kelas XI SMA RK Serdang Murni memiliki status gizi yang baik yang

dilakukan pengukuran tingkat status gizi dengan cara penilaian Antropometri yang

dikemukakan oleh I Dewa Nyoman Supriasa (2002 : 58). Seperti yang dijelaskan

Depkes 1993 bahwa “Kebugaran jasmani manusia tergantung tersedianya zat gizi,

oleh karena bentuk kerja fisik yang dilakukan sehari-hari pada dasarnya adalah

perubahan tenaga kimia yang mungkin terjadi bila faktor pendukung tersedia

secara memadai”. Akan tetapi, berdasarkan pengamatan yang saya lakukan pada

saat siswa kelas XI SMA RK Serdang Murni melaksanakan latihan kebugaran

jasmani yaitu lari jarak jauh 1200 meter, ternyata tidak semua siswa kelas XI

dapat melaksanakannya dengan baik, demikian juga pada saat melakukan latihan

kebugaran yang lainnya. Misalnya dari 40 orang siswa yang mengikuti latihan

dengan waktu yang diberikan selama 10 menit untuk lari 1200 meter, yang

mampu melakukan lari dengan waktu tersebut sekitar 10 orang ( 25%), sedangkan

yang tidak mampu melakukan lari selama 10 menit sekitar 30 orang (75%).

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka

penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Hubungan Status Gizi

Dengan Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Kelas XI SMA RK Serdang Murni

(18)

5

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan dari uraian yang telah dikemukakan di atas, maka peneliti

mengidentifikasikan beberapa masalah terkait dengan latar belakang diatas, yaitu :

1). Apakah kegiatan ekstrakokurikuler mempengaruhi kebugaran jasmani?, 2).

Apakah kegiatan ekstrakokurikuler penting bagi seorang siswa?3). Faktor-faktor

apa sajakah yang mempengaruhi tingkat kebugaran jasmani Siswa?, 4). Hubungan

Status Gizi Dengan Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa?

C. Pembatasan Masalah

Mengingat luasnya permasalahan dalam identifikasi masalah, maka peneliti

membatasi masalah pada hal-hal yang pokok saja dengan memperjelas tujuan atau

sasaran yang akan dicapai yakni untuk mengetahui “Hubungan Status Gizi

Dengan Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Kelas XI SMA RK Serdang Murni

Lubuk Pakam Tahun Ajaran 2013/2014”.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, identifikasi dan pembatasan masalah diatas,

maka peneliti merumuskan beberapa masalah yakni :

1. Bagaimanakah tingkat kebugaran jasmani Siswa Kelas XI SMA RK Serdang

Murni Lubuk Pakam Tahun Ajaran 2013/2014?

2. Bagaimanakah Hubungan Status Gizi Dengan Tingkat Kebugaran Jasmani

Siswa Kelas XI SMA RK Serdang Murni Lubuk Pakam Tahun Ajaran

(19)

6

E.Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk :

1. Untuk mengetahui Tingkat Status Gizi Siswa Kelas XI SMA RK Serdang

Murni Lubuk Pakam Tahun Ajaran 2013/2014.

2. Untuk mengetahui Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Kelas XI SMA RK

Serdang Murni Lubuk Pakam Tahun Ajaran 2013/2014.

3. Untuk mengetahui Hubungan Status Gizi Dengan Tingkat Kebugaran Jasmani

Siswa Kelas XI SMA RK Serdang Murni Lubuk Pakam Tahun Ajaran

2013/2014.

F. Manfaat Penelitian

1. Bagi pihak sekolah, dapat dijadikan acuan atau bahan pertimbangan dalam

meningkatkan hasil belajar siswa dengan memperhatikan status gizi dan

kebugaran jasmani siswa.

2. Bagi calon sarjana olahraga dapat sebagai masukan dalam penelitian lebih

lanjut tentang manfaat dari status gizi dan kebugaran jasmani.

3. Universitas/Fakultas Ilmu Keolahragaan, sebagai masukan bagi institusi

pendidikan dalam usaha meningkatkan hasil belajar siswa yang erat

hubungannya dengan status gizi dan tingkat kebugaran jasmani.

4. Bagi penulis, untuk menambah pengetahuan penulis tentang status gizi dan

(20)

vii

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Desain Kerangka Berpikir ... 29

2. Posisi star lari 60 meter ... 34

3. Tiang gantung siku tekuk ... 36

4. Tangan selebar bahu ... 36

5. Sikap permulaan gantung siku tekuk ... 36

6. Sikap bergantung siku tekuk ... 36

7. Sikap posisi tangan melaksanakan sit up ... 37

8. Gerakan berbaring menuju sikap duduk ... 38

9. Sikap duduk kedua siku menyentuh paha ... 38

10. Sikap menentukan raihan tegak ... 39

11. Sikap awal loncat tegak ... 40

12. Gerakan meloncat tegak ... 40

13. Posisi start 1200 meter ... 41

14. Stopwatch dimatikan saat pelari melintasi garis finish ... 41

Gambar

Tabel  Halaman

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan nomina siswa sebelum dan sesudah penerapan metode Word Square Bergambar serta efektivitas penggunaan metode.. Word

Selanjutnya sebagai upaya untuk dapat memberikan pendidikan yang holistic (menyeluruh) maka perlu dikembangkan proses pendidikan yang mampu menfasilitasi dan

Nilai R Square dinyatakan sebesar 0,409, yang berarti bahwa variabel tingkat terpaan iklan televisi memiliki pengaruh sebesar 40,9% terhadap variabel tingkat perceived quality

The writer uses the novel Animal Farm as the object analysis of the study, published 1945. Type of the Data and the

Pemanfaatan kompor sekam dari kaleng bekas sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga selain dapat menyelesaikan permasalahan dicabutnya subsidi minyak tanah di Indonesia

Pada saat periode ini nelayan yang menangkap ikan tembang tidak melakukan operasi penangkapan karena pada saat bulan terang ikan–ikan pelagis kecil seperti tembang yang

Kemajuan pembangunan olahraga berorentasi pada 3 koridor yaitu : (1) Olahraga pendidikan, (2) Olahraga prestasi, (3) Olahraga masyarakat/olahraga rekreasi, untuk

Hal ini dapat terjadi karena efisiensi energi maksimum yang dapat dicapai pada pembakaran batu bara dengan menggunakan katalis dengan atau tanpa penambahan asam oksalat