• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi Kuliah Jurusan Hukum tentang Ilmu Negara Dunia Kuliah 2a. Caesarismus

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Materi Kuliah Jurusan Hukum tentang Ilmu Negara Dunia Kuliah 2a. Caesarismus"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

CAESARISMUS

CAESARISMUS

PADA MASA KEKUASAAN IMPERIUM ROMAWI

Dikenal istilah “CAESARISMUS”, yaitu sistem perwakilan yang

menyerap kedaulatan rakyat

CAESARISMUS ADALAH AJARAN YANG BERKEMBANG

PADA MASA ROMAWI (MASA PRINSIPAT), MENUNJUKKAN

PERJANJIAN MENJADI DASAR DARI TUMBUH DAN

BERKEMBANG KEKUASAAN DALAM NEGARA .

KEKUASAAN LAHIR DARI PERJANJIAN ANTARA CAESAR

(2)

CAESARISMUS

CAESARISMUS

PADA MASA KEKUASAAN IMPERIUM ROMAWI

Terdapat semboyan “Solus publica supreme lex”

dan “Princep legibus solutus est”, yang artinya

kepentingan umum diatas undang-undang,

tapi

yang menentukan kepentingan umum adalah

“Kaisar”.

Dipergunakan konstruksi Ulpianus, yaitu kedaulatan

rakyat diberikan kepada “kaisar” melalui perjanjian

yang dimuat dalam Undang-undang

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan ketentuan umum pasal 1 Undang-undang Tenaga Kerja tahun 2003 no 17, serikat pekerja merupakan organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja baik di perusahaan

 Perairan yang berada di sisi darat garis pangkal  Negara lain lidak dapat menikmati hak lintas damai  Penarikan garis pangkal lurus  hak lintas damai..

Adanya prinsip umum bahwa suatu negara bebas untuk melaksanakan yurisdikdi terhadap setiap peristiwa yang terjadi di luar wilayahnya sejauh hal ini tidak dilarang oleh

• Negara  badan yang mempunyai dasar-dasar hidup dan tujuan tertinggi yang menyelenggarakan dan mempertahankan perdamaian. • Negara terbentuk tidak semata-mata karena

menerapkan hukum-hukum yang objektif, termuat keadilan bagi umum, maka keadilan sejatilah yang harus menjadi dasar pedoman negara,.  Negara bukanlah untuk

[r]

 Pendapatnya didasarkan pada ratio murni yang didasarkan pada hukum alam (zeno) dan menolak paham individualistis Epicurus, serta dalam ketatanegaraan harus disesuaikan pula

Pengakuan dari negara-negara lain tidak hanya menegaskan kedaulatan dan legitimasi suatu negara, tetapi juga memungkinkannya untuk berpartisipasi dalam urusan internasional dan