PENDAMPINGAN PENYUSUNAN SOP PRAMUWISATA BAGI
POKDARWIS DI DESA PEDAWA
Nyoman Dini Andiani1, Ni Made Ary Widiastini2, Putu Indah Rahmawati3 123Program Studi Perhotelan, Jurusan Manajemen FE UNDIKSHA
Email: [email protected]
ABSTRACT
Assistance in Preparing Tour Guide SOPs for POKDARWIS in Pedawa Village aims to improve the ability of partner groups to become guides so that they have skills in serving tourists in accordance with Standard Operating Procedures. This service activity is carried out according to the request of the Pokdarwis members in Pedawa Village. Given that currently Pedawa Village was introduced as a tourist village. So that POKDARWIS must be prepared to be a good guide in order to be able to introduce the potential of their village. All forms of problems faced need attention, especially academics. Through this P2M activity, solutions to solve problems were sought. The solution to the problem solving needed and at the same time the output of the activities given to this group of partners is with partner assistance to gain skills to become professional guides. The physical form of this P2M activity produces SOPs and pocket books as local guides. This mentoring activity uses participatory and observative implementation methods. The results of mentoring 5 local guides were able to properly simulate the resulting SOP. Keywords: Assistance, SOP, Tour Guide, Pokdarwis.
ABSTRAK
Pendampingan Penyusunan SOP Pramuwisata Bagi POKDARWIS di Desa Pedawa bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kelompok mitra menjadi guide sehingga memiliki keterampilan dalam melayani wisatawan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur. Kegiatan pengabdian ini dilakukan sesuai dengan permintaan anggota Pokdarwis di Desa Pedawa. Mengingat saat ini Desa Pedawa mulai diperkenalkan sebagai desa wisata. Sehingga POKDARWIS harus bersiap diri menjadi pramuwisata yang baik agar mampu memperkenalkan potensi desanya. Segala bentuk permasalahan yang dihadapi perlu mendapat perhatian khususnya para akademisi. Melalui kegiatan P2M ini maka dicarikan solusi pemecahan masalah. Adapun solusi pemecahan masalah yang dibutuhkan dan sekaligus luaran kegiatan yang di berikan pada kelompok mitra ini adalah dengan pendampingan mitra untuk mendapat keterampilan menjadi guide yang professional. Bentuk fisik dari kegiatan P2M ini menghasilkan SOP dan buku saku sebagai guide lokal. Kegiatan pendampingan ini menggunakan metode pelaksanaan partisipatif dan observatif. Hasil pendampingan 5 guide lokal mampu mensimulasikan dengan baik SOP yang dihasilkan.
Kata Kunci: Pendampingan, SOP, Pramuwisata, Pokdarwis.
PENDAHULUAN
Kabupaten Buleleng saat ini memunculkan banyak desa wisata, keberadaan desa wisatapun menjadi harapan pemerintah dalam menyadarkan masyarakat akan potensi desanya, terbukti adanya penetapan 31 desa sebagai desa wisata yang tertuang pada SK Bupati Buleleng Provinsi Bali Nomor 430/405/HK /2017 tentang Desa Wisata di
Kabupaten Buleleng, 31 Desa wisata yang ditetapkan tersebut tersebar pada 6 wilayah Kecamatan. Desa Wisata bisa dikatakan sebagai sebuah kawasan yang memiliki beberapa karakteristik khusus untuk menjadi daerah tujuan wisata. Penduduknya masih memiliki tradisi dan budaya yang relatif masih asri, makanan khas, sistem pertanian dan sistem sosial, alam dan lingkungan masih asli dan terjaga, merupakan faktor terpenting dari sebuah
kawasan tujuan wisata. Dalam daftar nama-nama desa wisata yang ditetapkan telah dikategorikan beberapa desa wisata yang termasuk sebagai desa tua atau Desa Bali Aga yang juga disebut bali asli atau bali mula, yang dikatakan dulunya menutup diri dari pengaruh luar desa dan tetap mempertahankan budaya atau tradisi dari nenek moyangnya terdahulu. Penduduk Bali Aga ini mengklaim diri mereka adalah penduduk asli Pulau Bali, jadi mereka sudah ada jauh sebelum pengaruh atau invansi dari kerajaan Majapahit datang ke Bali yang mempertahankan berbagai macam budaya dan tradisi leluhur mereka dan tetap bertahan sampai sekarang ini disaat jaman modernisasi terus melaju pesat. Beberapa desa yang dikenal penduduknya sebagai keturunan warga Bali Aga yang ada di Kabupaten Buleleng adalah Desa Pedawa, Tigawasa, Julah, Cempaga, Banyuseri, Sembiran dan Sidatapa.
Salah satu desa yang termasuk desa Bali Aga yang dijadikan mitra dalam kegiatan ini adalah Desa Pedawa. Desa Pedawa terkenal sebagai desa penghasil Gula Aren, yang memiliki rasa Gula Aren ternikmat dan sudah sangat terkenal di Bali. Perbedaan gula bali pedawe ini bisa di lihat dari segi prosesnya dari pertama mencari bahan dasar pokok nya telah melalui proses ritual. Dari segi ekonomi produksi gula bali ini merupakan salah satu sumber penghasilan masyarakat desa Pedawa. Selain itu masyarakat Desa Pedawa masih memelihara tradisi membuat kopi bubuk yang biasanya dikonsumsi dan terkadang juga dijual. Pontensi lainnya, Desa Pedawa juga memiliki rumah tua, yang saat ini sering dikunjungi oleh wisatawan, selain itu pula Desa Pedawa saat ini telah memiliki museum tanaman yang diberi nama Suda Aditya. Beragam potensi tersebut, disadari betul oleh masyarakat Desa Pedawa, sehingga saat ini telah terdapat 2 kelompok yang bersama sama peduli terhadap pengembangan potensi desa wisata. Salah satu kelompok pelestari lingkungan dan budaya di Desa Pedawa
bernama Palibagan dan Desa Pedawa telah memiliki Kelompok Sadar Wisata.
Kelompok Sadar Wisata yang ada di Desa Pedawa sebagai suatu kelembagaan yang mana SK nya dikeluarkan oleh pemerintahan di Kabupaten Buleleng. Pembentukan Pokdarwis ini bertujuan sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat di bidang pariwisata, meningkatkan sumber daya manusia, mendorong terwujudnya Sapta Pesona. POKDARWIS di Desa Pedawa memiliki beberapa permasalahan yang memerlukan pendampingan akademisi dalam memecahkan persoalan yang ada dalam tubuh organisasinya. Salah satunya adalah masih perlunya pembinaan untuk meningkatkan kemampuan SDM dalam mempersiapkan dirinya sebagai aktor dalam pengembangan kegiatan pariwisata di Desanya.
Pembinaan yang dimaksud seperti pelatihan pembuatan paket wisata, dan juga pemberian pendampingan penyusunan SOP terkait dengan SOP seorang pramuwisata. Melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan ini, menghasilkan peningkatan kualitas pramuwisata dalam melayani wisatawan yang ada.
METODE
Program Pengabdian pada Masyarakat ini, penulis menggunakan metode sebagai berikut:
1. Metode Observasi
Melalui metode ini, penulis melaksanakan kegiatan observasi awal ke POKDARWIS yang ada di Desa Pedawe. Kegiatan observasi ini dilaksanakan untuk mengumpulkan data dan memperoleh gambaran umum tentang rencana pengembangan desa wisata serta untuk membantu POKDARWIS di desa Pedawe agar dapat menyiapkan diri sebagai pramuwisata. Kegiatan observasi ini terus dilakukan secara berkelanjutan. Observasi juga dilakukan setelah melakukan pelatihan untuk
memperoleh informasi tindak lanjut kegiatan yang dilakukan masyarakat dari hasil pelatihan. 2. Metode Penyuluhan dan Pelatihan
Untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman dasar kepada anggota POKDARWIS Telaga Sari dan Kelompok Palibagan terkait dengan cara menyiapkan diri menjadi pramuwisata, tim P2M melakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pedawe mulai dari pembekalan pada bulan Juni dan lanjut pada tahapan pelatihan di bulan Agustus. Peserta pelatihan berasal dari anggota POKDARWIS Telaga Sari dan Kelompok Palibagan , sebanyak 20 orang.
Adapun pendekatan yang ditawarkan untuk bisa mendukung realisasi program peningkatan kemampuan anggota Pokdarwis dalam pembuatan paket wisata dan pemahaman terhadap pentingnya SOP yang bisa dilakukan oleh para pramuwisata adalah:
1. Pertama adalah dengan melakukan pendekatan kepada anggota Palibagan dan juga Pokdarwis Telaga Sari, dan menjelaskan tentang teknis pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan.
2. Tahap kedua melakukan kegiatan sosialisasi, persamaan pemahaman apa itu desa wisata. 3. Tahap ke tiga bersama menyusun materi
materi yang ingin dijadikan fokus dalam kegiatan pelatihan produk paket wisata. 4. Tahap keempat materi yang tersusun
tersebut akan di rancang sebagai suatu modul untuk pemberian materi.
5. Tahap ke lima, ke enam, ke tujuh adalah melakukan persamaan persepsi terhadap apa itu pramuwisata, apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan sebagai pramuwisata, materi materi pokok yang bisa disampaikan oleh pramuwisata.
6. Tahap ke delapan akan dilakukan suatu simulasi sebagai pramuwista yang dihasilkan.
7. Tahap ke Sembilan pendampingan penyusunan SOP sebagai seorang pramuwisata.
8. Tahap ke sepuluh sebagai tahap akhir adalah dengan hasil simulasi tersebut akan di evaluasi dilanjutkan dengan perbaikan dan penyempurnaan pada hasil output luaran kegiatan yaitu buku saku yang berisikan SOP pramuwisata
HASIL DAN PEMBAHASAN
Secara struktural jumlah anggota Pokdarwis dan Palibagan totalnya 40 orang, namun yang aktif dalam berbagai kegiatan pelaksanaan secara teknis di lapangan hanya 20 orang saja. Dalam kegiatan P2M ini telah dilakukan sosialisasi, pelatihan serta pendampingan bagi POKDARWIS Telaga Sari dan Kelompok Palibagan untuk menunjang pengetahuan dan pemahaman tentang desa wisata dan pentingnya SOP dalam menjalankan tugas sebagai pramuwisata.
Dari 20 peserta yang mengikuti program P2M berupa sosialisasi, pelatihan dan pendampingan pembuatan SOP dan juga sekaligus pelatihan sebagai pramuwisata diharapkan luaran yang dapat dicapai berupa keterampilan dalam membuat brosur berisi paket wisata serta buku saku pedoman SOP sebagai pramuwisata. Untuk tahap evaluasi, maka akan dilakukan dengan cara simulasi kegiatan melakukan kegiatan bersama terhadap aturan SOP yang telah dibuat. Hal lainnya juga dengan melakukan simulasi bertindak sebagai pramuwisata yang profesional dalam melayani wisatawan berdasarkan SOP yang telah tersusun. Guna mencapai luaran tersebut, dibuatkanlah rancangan serangkaian kegiatan program P2M berupa sosialisasi, pelatihan dan pendampingan bagi kelompok Palibagan serta POKDARWIS Telaga Sari.
Penyelenggaraan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat Pengemasan Produk Paket
Wisata oleh Kelompok Palibagan dan Pokdarwis Telaga Sari Pedawa, akan diselenggrakan oleh tim pengusul dari Jurusan Perhotelan jurusan (sebagai ketua pelaksana ) dengan kosentrasi dibidang pariwisata khususnya bagian perencanaan pengembangan ODTW (Nyoman Dini Andiani M.PAR), bersama dua orang anggota pelaksana, yaitu satu orang Doktor di bidang Pariwisata Budaya (Dr. Ni Made Widiastini) dan pakar dibidang komunikasi bisnis dan lingkungan serta bahasa inggris (Putu Indah Rahmawati P.hd). Kegiatan ini akan melibatkan 2 orang mahasiswa yang dianggap mampu dalam membantu pelaksaanaan program yang dimaksud. Anggota tim pengusul yang berasal dari disiplin ilmu pariwisata sangat bersinergi untuk mewujudkan usulan kegiatan P2M di Desa Pedawa
Untuk memecahkan masalah yang dialami mitra tim pelaksana P2M akan melakukan beberapa tahap, yang pertama adalah dengan melakukan pendekatan kepada anggota Palibagan dan juga Pokdarwis Telaga Sari, dan menjelaskan tentang teknis
pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan. Tahap kedua melakukan kegiatan sosialisasi, persamaan pemahaman apa itu desa wisata, tahap ke tiga bersama menyusun materi materi yang ingin dijadikan fokus dalam kegiatan pelatihan produk paket wisata. Tahap keempat materi yang tersusun tersebut akan di rancang sebagai suatu modul untuk pemberian materi, sehingga dilanjutkan pada tahap ke lima, ke enam, ke tujuh adalah melakukan pembuatan paket wisata sesuai dengan materi yang di dapat, dengan harapan paket wisata yang nantinya di hasilkan bisa lebih dari 3 paket wisata. Tahap ke delapan akan dilakukan suati simulasi terhadap paket yang dihasilkan. Tahap ke Sembilan pendampingan penyusunan SOP sebagai seorang pramuwisata. Tahap ke sepuluh sebagai tahap akhir adalah dengan hasil simulasi tersebut akan di evaluasi dilanjutkan dengan perbaikan dan penyempurnaan pada hasil output luaran kegiatan yaitu berupa brosur yang berisi paket wisata dan buku saku yang berisikan SOP SOP pramuwisata.
SOSIALISASI DAN PENGENALAN PROGRAM
Gambar 1 & 2. Pengenalan program kegiatan P2M di Kantor Kepala Desa Pedawa
Maksud dan tujuan kegiatan kembali disampaikan kepada beberapa elemen masyarakat yang ada di Desa Pedawa tidak
hanya anggota Pokdarwis yang hadir tetapi juga susunankepengurusan desa dinas dari Kepala Desa dan juga kaur desa, serta tokoh masyarakat
di Desa Pedawa. Kegiatan ini mendapat respon yang luar biasa dari anggota Kelompok Masyarakat dan juga masyarakat Terbukti dengan kehadiran para peserta rapat yang tidak hanya berasal dari anggota Pokdarwis dan Palibagan. Namun tokoh masyarakat juga telah hadir dan mendukung program ini. Termasuk pada saat itu hadir pula Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.
PROGRAM PELATIHAN
Pelatihan yang diawali dengan sosialisasi mengenai apa itu pariwisata, pentingnya pariwisata untuk membangun perekonomian masyarakat desa dilakukan
berbarengan dengan kegiatan sosialisasi terkait dengan akomodasi dan sosialisasi tentang Hygiene dan Sanitasi pondok wisata atau homestay. Kegiatan ini diikuti dan terjadi komunikasi 2 arah antara peserta dengan tim pelaksana kegiatan, terbukti pemaparan di awal ini memberikan suatu rangsangan kepada warga masyarakat yang tergabung dalam Pokdarwis untuk tetap mempertahankan warisan leluhur baik berupa rumah adat ataupun potensi wisata lainnya seperti adat istiadat dan kuliner lokal milik Desa Pedawa karena dengan revitalisasi warisan budaya leluhur justru mampu mendatangkan wisatawan untuk datang ke Desa Pedawa.
Gambar 3 & 4. Dokumentasi kegiatan Pelatihan
Kegiatan selanjutnya dilanjutkan dengan kegiatan lanjutan yang memberikan pemahaman tidak hanya kepada POKDARWIS dan Palibagan, akan tetapi bersama dengan masyarat DI Desa Bali Aga yang terdiri dari 5 desa, kegiatan P2M ini bersinergi dengan program desa. Dimana tim P2M mengambil bagian untuk menyadarkan masyarakat SCTPB sebagai aktor
dan pelaku pariwisata. Sehingga saat pelatihan peserta diberikan SOP yang umumnya diperlukan bagi masyarakat sebagi pemandu lokal wisatawan agar mampu menjadi pemandu wisata yang baik dan bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada wisatawan yang datang ke Desa Pedawa. Foto dokumentasi kegiatan bisa dilihat pada Foto 5 dan 6.
Gambar 5 & 6. Pelatihan penyusunan SOP bagi guide lokal di desa wisata Pedawa
LUARAN KEGIATAN
Melalui pemberian sosialisasi pelatihan dan pendampingan, tim P2M bersama seluruh mitra melakukan simulasi kegiatan ke salah satu wilayah atau area di Desa Pedawa. Bersama sama para peserta menyaksikan potensi yang ada dan salah satu peserta P2M Bapak Yuan
berkesempatan menjadi contoh guide lokal yang menjelaskan tentang potensi objek agro wisata yang kita kunjungi. Masing masing pesertapun layaknya wisatawan memberikan pertanyaan kepada guide lokal yang di simulasikan oleh salah satu peserta P2M. Berikut adalah foto dokumentasi kegiatan simulasi.
Gambar 7 & 8. Kegiatan simulasi sebagai guide lokal
Kegiatan berjalan dengan penuh ekpresif dan kami bersama tim duduk berdikus setelah melakukan kegiatan simulasi tersebut di salah
satu rumah penduduk, yang sekaligus rumah tersebut kita nilai untuk nantinya bisa dijadikan
Gambar 9 & 10. Draft SOP yang telah dihasilkan dan paket wisata yang dihasilkan
SIMPULAN
Pelaksanaan program Pengabdian pada Masyarakat tentang pendampingan Penyusunan SOP bagi Pramuwisata Bagi Kelompok Pelestari Lingkungan dan Budaya ( Palibagan ) Banjar Insakan di Desa Pedawa dengan sasaran strategis dalam pelaksanaan P2M ini adalah anggota POKDARWIS Telaga Sari dan Kelompok Palibagan, pemberian pelatihan terhadap 20 orang anggota ini telah memberikan pengetahuan dan keahlian dalam membuat dan merancang brosur yang berisi paket wisata serta mampu membuat buku saku pedoman SOP sebagai pramuwisata. Partisipasi mitra yaitu anggota POKDARWIS Telaga Sari dan Kelompok Palibagan dalam pelatihan dengan jumlah peserta pelatihan 20 orang. Dengan beberapa tahapan – tahapan kegiatan yang telah di paparkan, dan tim pelaksanapun akan melakukan tahapan identifikasi kebutuhan serta melakukan refleksi pelaksanaan program yang didampingi oleh Tim dosen penyelenggara. Dari kegiatan yang telah dilaksanakan, secara umum luaran yang diharapkan telah tercapai yaitu
berupa buku saku pedoman SOP sebagai pramuwisata.
DAFTAR RUJUKAN
Adi, Isbandi Rukminto. 2013. Intervensi Komunitas dan Pengembangan Masyarakat Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Alma, Buchari. 2007. Manajemen Pemasaran Jasa.Bandung: Alfabeta.
Andiani, dkk. 2017. Pengembangan Model Edukasi Pariwisata Bagi Kelompok Sadar Wisata di Kabupaten Buleleng. Penelitian Hibah Bersaing. Universitas Pendidikan Ganesha. Singaraja.
Crilley, Gary. 2005. A Case for Benchmarking Customer Service Quality in Tourism and Leisure Service. Journal of Hospitality and Tourism Management. Vol 12, No.2.p.97-107
Diaz, Martin, Ana M. 2000. The Use of Quality Expectation to Segment a Service Market. Jurnal of Service Marketing. Vol 14, No.2.p.132-146
Dana, Wayan. 2002. Peluang dan Tantangan Pengelolaan Pariwisata Alternatif (Kasus Pondok Wisata Sua Bali). Tesis Pasca Sarjana Universitas Udayana. Denpasar. Eadington and Smith. 1992. The Emergence of Alternatif Form of Tourism
France, Lesley. 1997. The Earthscan Reader in Sustainable Tourism. London : Earthscan Publications Limited.
Hadinato, Kusdianto. 2000. Perencanaan Pengembangan