Ekotoksikologi Perairan (M10A135)
Semester Ganjil TA 2017/2018
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2017
praktikum
ekotoksikologi perairan
2017
available at : www.ekotoksfpikunpad.wordpress.comKoordinator :
Prof. Drs. H. Yayat Dhahiyat, MS., Ph.D. Tim Dosen :
Dra. Sri Astuty, M.Sc. Drs. Walim Lili, M.Si. Dra. Titin Herawati, M.Si.
Mochamad Untung Kurnia Agung, S.Kel., M.Si.
.
Design dan Layout :
Mochamad Untung Kurnia Agung, S.Kel., M.Si
Copy Right
@
praktikumekotoksikologi2017
®
KATA PENGANTAR
Assalammu’alaikum Warahamtullahi Wabarakatuh,
Salam akademia!
Syukur Alhamdulillah akhirnya hadir juga di tengah-tengah kita buku Modul dan Panduan Praktikum Ekotoksikologi Perairan Edisi 2017. Buku ini merupakan penyempurnaan (red. Perapihan) dari kumpulan Modul dan Panduan Praktikum Ekotoksikologi Perairan tahun-tahun sebelumnya yang belum sempat dibukukan.
Hadir dengan semangat untuk selalu menyajikan paket praktikum yang menarik, menyenangkan, dan aplikatif, sesuai dengan tagline : “Enjoy and Fun to Get
Closer with Ecotoxicology, Be a Good Friend for Our Environment”, Tim Praktikum
TA 2017/2018 mencoba hadir membawakan perbaharuan konsep dan strategi pelaksanaan praktikum yang lebih dinamis, dekat, dan efisien. Sebuah portal “one stop information, all about practical class” telah hadir di
http://ekotoksfpikunpad.wordpress.com/ yang dapat diakses 24 jam oleh seluruh praktikan, menjadi media informasi dan komunikasi selama pelaksanaan praktikum.
Tema : “Hydrocarbon : effects and characteristics” sengaja diangkat sebagai tema umum pelaksanaan praktikum tahun ini. Menyempurnakan data toksisitas hidrokarbon yang pernah di-asses di TA 2010/2011, kali ini riset difokuskan pada investigasi tingkat toleransi organisme terhadap toksisitas hidrokarbon berdasarkan kelas ukurannya.
Akhirnya, semoga upaya kami untuk terus menghadirkan pembaharuan dan perbaikan mutu/kualitas praktikum dapat sejalan dengan semangat dan motivasi belajar yang lebih dari para praktikan untuk mengenal lebih dekat Ekotoksikologi dan menjadi sahabat yang baik bagi lingkungan sekitar kita.
Wassalammu’alaikum Warahamtullahi Wabarakatuh.
Juni 2017
Highlight :
Peraturan Umum Praktikum di Laboratorium
Kontrak Praktikum
Modul I : Uji Toksisitas Akut
Modul II : Analisis Data LC-50 dengan EPA Probit
Modul III : Uji Toksisitas Sub-Lethal
Modul IV : Analisis Histopatologi
Modul V : Bioremediasi
1. Setiap praktikan harus memakai jas laboratorium;
2. Dilarang memakai sandal/ alas kaki yang terbuka;
3. Setiap praktikan diwajibkan memakai kelengkapan keamanan (masker,
googles, sarung tangan, dan/atau penutup kepala) sesuai instruksi dari
asisten/ laboran pada saat kegiatan tertentu dalam rangkaian
pelaksanaan praktikum;
4. Setiap praktikan diwajibkan mengisi daftar hadir praktikum;
5. Setiap praktikan harus berada di laboratorium selama pelaksanaan
praktikum, kecuali untuk suatu keperluan yang sangat penting dengan
seijin dari asisten;
6. Setiap praktikan diwajibkan memelihara dengan baik semua alat
praktikum yang digunakan dan bertanggung jawab atas kerusakan alat
yang disebabkan oleh kelalaian praktikan;
7. Setiap kejadian kecelakaan, kerusakan alat, dan/ kejadian-kejadian lain di
luar rencana kegiatan praktikum wajib dengan segera untuk disampaikan
kepada asisten/ laboran.
Jadwal Pelaksanaan Praktikum
Tempat 1. Laboratorium Akuakultur Gd. 2 FPIK Unpad Jatinangor
2. Laboratorium Fisiologi Hewan Air Gd. 2 FPIK Unpad Jatinangor 3. Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan Gd. 2 FPIK Jatinangor
Timeline Asistensi Umum Praktikum Ekotoksikologi Perairan 2017
Uji Toksisitas Akut
Analisis Data LC-50 (24 jam) – EPA Probit Uji Toksisitas Sub-Lethal
Analisis Data Fisiologi Sub-Lethal Analisis Histopatologi
Uji Bioremediasi
Analisis Data Bioremediasi Review Praktikum
Ujian Akhir Praktikum (UAP)
KELAS HARI JAM Koordinator Kelas
Perikanan A Perikanan B Perikanan C Ilmu Kelautan
PeraturanTeknis Praktikum
Setiap praktikan harus :
1. Memakai Jas Laboratorium sebelum memasuki ruang praktikum
2. Mengumpulkan Buku Jurnal Praktikum sebelum praktikum dimulai dan harus mendapat Acc dari Asisten sebelum meninggalkan ruang praktikum
3. Mengikuti Pre-Test Wajib, 5 menit sebelum praktikum dimulai
4. Menandatangani Daftar Hadir Praktikum (Kehadiran wajib 100 %, tidak ada praktikum susulan)
5. Merapikan kembali alat-alat praktikum setelah praktikum selesai
6. Bersedia mengganti kerusakan alat praktikum yang disebabkan oleh kelalaian yang bersangkutan
7. Mengikuti Post-Test Wajib, di akhir keseluruhan praktikum
8. Mengikuti keseluruhan kegiatan praktikum dengan tertib dan cermat 9. Berpartisipasi aktif dalam pembuatan Laporan Akhir per-Kelompok
Ketentuan Jurnal Praktikum
1. Berbentuk “buku campus” 2. Sampul berwarna :
• kelas perikanan A : biru • kelas perikanan B : merah • kelas perikanan C : kuning • kelas Ilmu Kelautan : hijau (Dilapisi sampul plastik transparan)
3. Memuat Identitas Praktikan (Nama, NPM, dan Kelompok) 4. Jurnal Praktikum diserahkan sebelum praktikum dimulai
Format Jurnal Praktikum
1. Halaman Sampul (Nama, NPM, dan Kelompok) 2. Judul Praktikum
3. Tujuan Praktikum 4. Prosedur Praktikum 5. Hasil Sementara
6. Jurnal Pendukung (Setiap praktikan membuat intisari jurnal pendukung praktikum sebagai dasar teori ditulis tangan dan disertakan lampiran jurnal dalam bentuk print
out. Satu kelompok mencari satu jurnal yang sama namun pada pembuatan inti sari
setiap individu berbeda).
Contoh Bentuk Sampul Luar :
Nama : Anisa S NPM : 230000011100
Bentuk Isi (Bagian Dalam) Buku Jurnal
Judul
Praktikum Tujuan
Prosedur
Percobaan Hasil Sementara
Jurnal Pendukung Alat: Bahan: Prosedur : (dibuat dalam bentuk diagram alir) Tabel Format tabulasi Judul: Intisari
Modul 1
MODUL 1
Uji Toksisitas Akut
POKOK BAHASAN :
Pemaparan dan Pengamatan Uji Toksisitas Akut
TUJUAN PRAKTIKUM :
Memahami dan mampu melaksanakan persiapan, pemaparan, dan pengamatan Uji Toksisitas Akut
TINJAUAN PUSTAKA :
Uji Toksisitas Akut merupakan bagian dari Uji Toksisitas Kuantitatif yang dilakukan dalam jangka waktu yang singkat sebagai akibat dari pemaparan jangka pendek terhadap suatu bahan toksik. Efek akut dapat terjadi dalam selang waktu beberapa jam, hari atau minggu. Parameter yang dapat diamati dari Uji Toksisitas Akut pada umumnya adalah Kematian (Mortality). Suatu bahan kimia dinyatakan berkemampuan toksik akut bila aksi langsungnya mampu membunuh 50% atau lebih populasi uji dalam selang waktu yang pendek, misal 24 jam, 48 jam s/d 14 hari.
PROSEDUR PELAKSANAAN PRAKTIKUM : Alat :
Botol Vial 20 mL
Micropippet
Pipet Tetes/ Pasteur
Gelas Ukur 5 mL
Beaker Glass 250 mL
Pengaduk Kaca
Kaca Pembesar (Loop)
Hand Counter Bahan : Artemia sp. Dhapnia sp. Benzen Fenol Kloroform Crude oil Oli bekas Kertas Label Tissue Laboratorium Gloves
Prosedur :
Metode Uji Toksisitas Akut terhadap larva Artemia dan Daphnia dimodifikasi dari prosedur yang dilakukan oleh Meyer et.al. (1982) yakni sebagai berikut :
1. Penyiapan Larva Artemia dan Daphnia; diawali dengan dekapsulisasi Kista Artemia dan penyiapan Daphnia;
2. Dalam vial yang telah diisi air medium (Air laut untuk Larva Artemia dan Air tawar untuk Daphnia) sebanyak 9 mL dimasukkan masing-masing 10 ekor larva berumur 24 - 48 jam (1- 2 hari) dengan menggunakan transpettor atau pipet tetes sampai volume air mencapai 10 mL.
3. Dengan menggunakan Micropippet, bahan toksik uji (benzene / fenol / kloroform / crude oil / oli bekas) dengan variasi konsentrasi yang masing-masing telah ditentukan, dimasukkan ke dalam vial sebanyak 1 %
4. Pengamatan dilakukan selama 24 jam dengan selang pengamatan 15 menit, 30 menit, 1 jam, 2 jam, 4 jam, 8 jam, 16 jam dan 24 jam. Mortalitas diamati dengan cara menghitung jumlah larva yang yang mati.
Gambar 1.1.
Ilustrasi Pemaparan Uji Toksisitas Akut
Prosedur Analisis Data
Analisis data yang digunakan untuk menentukan nilai LC50-24 jam adalah Analisis Probit
yang mengacu pada Hubert (1979) yaitu sebagai berikut :
Hubungan nilai logaritma konsentrasi bahan toksik uji dan nilai Probit dari persentase mortalitas hewan uji merupakan fungsi linear Y = a + bx. Nilai LC50-24 diperoleh dari
anti log m, dimana m merupakan logaritma konsentrasi bahan toksik pada Y = 5, yaitu nilai Probit 50% hewan uji, sehingga persamaan regresi menjadi :
10 ekor larva Artemia/ Dhapnia
Dengan nilai a dan b diperoleh berdasarkan persamaan sebagai berikut :
……….. (1)
……….(2) Persamaan regresi = Y = a + bx
LC50-24 jam = anti log m, dimana :
……….(3) Keterangan :
Y : Nilai Probit Mortalitas
X : Logaritma konsentrasi bahan uji n : banyaknya perlakuan
a : konstanta
b : slope/ kemiringan m : nilai X pada Y = 5 LC50-24 jam : anti log m
m = 5 – a b
b =
∑XY – 1/ n
(∑X
∑Y)
∑X
2– 1/ n (
∑X)
2a = 1/ n (
∑Y – b
∑X)
m = 5 – a bFORMAT TABULASI DATA PENGAMATAN TOKSISITAS AKUT 1. Data per Kelompok
Format Tabulasi Data Pengamatan Mortalitas Hewan Uji per Kelompok
Kelompok : ………
Jenis Bahan Toksik : ……… Konsentrasi Bahan Toksik : ………
Waktu Dedah
Artemia Daphnia Keterangan
(1) (2) (3) (1) (2) (3) 15 menit 30 menit 1 jam 2 jam 4 jam 6 jam 8 jam 16 jam 24 jam Jumlah 2. Data Kelas
a. Format Tabulasi Data Persentase Mortalitas (p) Hewan Uji setelah pemaparan 24 jam
Jenis Hewan Uji : ……… Jenis Bahan Toksik : ………
Ulangan Konsentrasi kontrol 25 ppm 50 ppm 100 ppm (1) (2) (3) Rata-rata
b. Format Tabulasi Data Analisis Probit LC50-24 jam
Jenis Hewan Uji : ……… Jenis Bahan Toksik : ………
d (Konsentrasi Uji) N (jumlah hewan uji) r (Mortalitas hewan uji) p (%Mortalitas) X (Log Konsentrasi) Y (Nilai Probit % Mortalitas) XY 25 ppm 30 50 ppm 30 100 ppm 30
Jumlah ( ∑ ) ∑ X ∑Y ∑XY
b = ……….. Persamaan (1) a = ………. Persamaan (2) m = ………. Persamaan (3)
Contoh Skema Prosedur Pengenceran Bahan Toksik
Bahan uji :………... Konsentrasi Awal :………...
PERTANYAAN MODUL 1 :
*) tuliskan jawaban di Buku Jurnal masing-masing!
1. Sebutkan sifat dan karakteristik dari kelima bahan toksik yang digunakan dalam pelaksanaan praktikum !
2. Hitunglah berapa volume Larutan bahan toksik yang harus diambil dari Larutan Stock dengan Konsentrasi 2500 mg/L untuk mendapatkan Konsentrasi Akhir di botol Vial (10 mL) sebesar 25 ; 50 ; dan 100 mg/L? (Gunakan Rumus Pengenceran!)
Pembagian Kelompok
Kelompok Toksikan Konsentrasi Organisme Uji
Dhapnia Arthemia 1 Benzena Kontrol 2 25 ppm 3 50 ppm 4 100 ppm 5 Fenol Kontrol 6 25 ppm 7 50 ppm 8 100 ppm 9 Kloroform Kontrol 10 25 ppm 11 50 ppm 12 100 ppm 13 Crude oil Kontrol 14 25 ppm 15 50 ppm 16 100 ppm 17 Oli bekas Kontrol 18 25 ppm 19 50 ppm 20 100 ppm
Modul 2
MODUL 2
Analisis Data LC-50 dengan EPA Probit®
POKOK BAHASAN :
Penggunaan Program EPA Probit® untuk Analisis Data LC-50
TUJUAN PRAKTIKUM :
Memahami dan mampu menggunakan Program EPA Probit® untuk mendapatkan nilai LC-50 dari data mortalitas hewan uji pada Uji Toksisitas Akut
TINJAUAN PUSTAKA :
Nilai LC-50 (Lethal Concentration – 50%) didefinisikan sebagai nilai konsentrasi bahan uji pada batas yang mampu menyebabkan 50% hewan uji mengalami kematian (mortalitas) pada Uji Toksisitas Akut. Nilai LC-50 menjadi dasar penentuan ambang batas konsentrasi aman atau tidak amannya suatu bahan uji. Nilai inilah juga yang akan digunakan sebagai dasar penentuan konsentrasi uji pada Uji Toksisitas Sub-Lethal.
EPA (European Protection Agency), sebuah badan perlindungan lingkungan, telah memperkenalkan salah satu program (komputasi) yang mampu membantu para peneliti untuk mengkalkulasi nilai LC-50 dengan input data berupa data pengamatan Uji Toksisitas Akut maupun Sub-Lethal. Program EPA Probit® pada dasarnya merupakan program kalkulasi statistika yang secara efisien dirancang untuk memodulasi perhitungan rataan pola mortalitas dan konsentrasi untuk mendapatkan nilai LC-50.
PROSEDUR PELAKSANAAN PRAKTIKUM : Alat : PC/ Laptop (Windows 98, 2000, Seven® ; 32 bit) Bahan : Kertas Alat Tulis
Prosedur :
1. Program EPA Probit® diinstall di laptop atau PC
3. Dipilih “F” untuk “Full Input”, lalu tekan “Enter” dan akan keluar tampilan sebagai berikut :
4. Dipilih “D” untuk “Disk File” agar data output tersimpan di harddisk laptop atau PC kita, lalu tekan “Enter” dan akan keluar tampilan sebagai berikut :
5. Ketik Nama File untuk Output File yang akan tersimpan di Harddisk kita, Contoh : “LC50_24_Dhapnia_Fe_2013” , lalu tekan “Enter” dan akan keluar tampilan sebagai berikut :
6. Ketik Judul yang akan tampil di lembar Output, Contoh : “LC50_24_Dhapnia_Fe”, dan akan keluar tampilan sebagai berikut :
7. Tekan “Enter” lalu akan keluar tampilan sebagai berikut :
8. Ketik “0” apabila tidak ada hewan uji pada perlakuan Kontrol yang mengalami kematian (mortalitas), Tekan “Enter” lalu akan keluar tampilan sebagai berikut :
9. Jumlah Konsentrasi Uji dimasukkan (di luar perlakuan Kontrol), Contoh : ketik “3” untuk 3 (tiga) konsentrasi perlakuan, Tekan “Enter” lalu akan keluar tampilan sebagai berikut :
10. Konsentrasi Uji dimasukkan (diinput) mulai dari konsentrasi terendah hingga konsentrasi tertinggi, termasuk jumlah hewan uji yang mati dan jumlah total hewan yang diujikan per konsentrasi uji. Sebagai Contoh tersaji sebagai berikut :
11. Tekan Enter, lalu akan tampil rekap data sebagai berikut :
12. Ketik “n” (untuk “no”) apabila tidak ada data yang ingin diubah, dan ketik “y” (untuk “yes”) apabila ada data yang ingin diubah, tekan “Enter” lalu akan keluar tampilan sebagai berikut :
13. Ketik “n” (untuk “no”) apabila tidak ada data Kontrol yang ingin diubah, dan ketik “y” (untuk “yes”) apabila ada data Kontrol yang ingin diubah, tekan “Enter” lalu akan keluar tampilan sebagai berikut :
14. Ketik “n” (untuk “no”) apabila tidak ada data lain yang akan dianalisis, dan ketik “y” (untuk “yes”) apabila ada data lain yang akan dianalisis. Data output sudah tersimpan di folder tempat kita menyimpan Master Program
15. File Output dapat dibuka melalui Notepad
17. Dari Contoh tersebut terlihat bahwa nilai LC-50 yang didapat adalah sebesar : 79,913 (satuan konsentrasi) dari range konsentrasi uji 50,100, dan 150.
Adapun Grafik Plot nilai LC-50 juga termuat dalam File Output tersebut, seperti yang tersaji sebagai berikut :
PERTANYAAN MODUL 2 :
*) tuliskan jawaban di Buku Jurnal masing-masing!
Jika jumlah hewan uji yang mati pada perlakuan Kontrol adalah sebanyak 5 ekor, hitunglah nilai LC-50 sesuai data yang ada pada contoh di atas! Apakah didapat nilainya? Jelaskan mengapa demikian!
Modul 3
MODUL 3
Uji Toksisitas Sub-Lethal dan Penghitungan Hematokrit
POKOK BAHASAN :
1. Pemaparan dan pengamatan Uji Toksisitas Sub-Lethal 2. Penghitungan Nilai Hematokrit
TUJUAN PRAKTIKUM :
1. Memahami dan mampu melaksanakan persiapan, pemaparan, dan pengamatan Uji Toksisitas Sub-Lethal;
2. Memahami dan mampu melaksanakan penghitungan Nilai Hematokrit ikan uji sebagai salah satu parameter Uji Toksisitas Sub-Lethal.
TINJAUAN PUSTAKA :
Uji toksisitas Sub-Lethal merupakan bagian dari uji toksisitas kuantitatif yang dilakukan dengan pendedahan larutan bahan kimia atau polutan dalam jangka waktu relatif lebih lama dibandingkan Uji toksisitas Akut (beberapa hari, minggu).
Parameter yang diamati dari uji toksisitas sub-lethal pada ikan umumnya gejala fisiologis seperti aktivitas gerak (gerak aktif / pasif, gerak renang, gerak operculum/ mulut ikan dalam aktivitas respirasi) dan gejala klinis (produksi lendir pada sisik, serta keadaan insang pada ikan akibat dari larutan bahan toksik )
Parameter lain yang dapat diamati pada Uji Toksisitas Sub-Lethal yaitu pengamatan terhadap kondisi hematologi ikan uji, yang pada umumnya direpresentasikan dengan penghitungan nilai hematokrit.
Hematokrit adalah volume sel darah yang dimampatkan atau Picked Cell Volume (PCV). Apabila darah disentrifuge maka akan terbagi ke dalam dua bagian besar yaitu sel darah dan plasma darah. Sel darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keeping darah (trombosit) sedangkan plasma darah merupakan bagian cairan darah terdiri dari air, protein, garam anorganik dan substansi organik bukan protein.
Penghitungan nilai hematokrit dibaca dalam “Reading Chart Hematocrit “ dalam satuan persen (%).
PROSEDUR PELAKSANAAN PRAKTIKUM :
1. PEMAPARAN DAN PENGAMATAN UJI SUB-LETHAL Alat :
Bak Fiber
Akuarium
Selang dan Batu Aerasi
Pompa Aerasi Saringan Ikan Timbangan Selang Siphon pH meter Hand Counter Bahan :
Ikan Uji (3 Kelas Ukuran)
Benzene Fenol Kloroform Crude oil Oli bekas Pakan Ikan Kertas Label Tissue Laboratorium Gloves Prosedur :
1.1. Persiapan Uji Sub-Lethal
1. Ikan uji diaklimatisasi di dalam bak fiber selama 3 hari di laboratorium dengan aerasi yang cukup
2. Akurium dibersihkan dan dibilas dengan air bersih, lalu isi sebanyak 15 liter (sebagai volume kerja) dengan air ledeng
3. Alat aeasi (blower/aerator) beserta perlengkapannya seperti selang aerasi, batu aerasi, pengatur bukaan udara dan penempel selang aerasi disetting pada posisi yang sesuai
4. Kabel blower/aerator disambungkan ke dalam sumber arus listrik dan diatur volume aerasi sesuai dengan kebutuhan.
1.2. Pelaksanaan Uji Sub-Lethal
1. Dibuat konsentrasi stock dari bahan uji (benzene, fenol, kloroform, crude oil dan oli bekas) masing-masing sebesar 10000 mg/L;
2. Ke dalam akuarium, dimasukkan masing-masing 10 ekor ikan uji (sesuai dengan Kelas Ukuran Ikan) kecuali ikan beser sebanyak 5 ekor, ditunggu beberapa saat hingga ikan uji terlihat sudah teradaptasi dengan lingkungan akuarium.
3. Diambil secara acak 3 (tiga) ikan uji dari setiap akuarium untuk ditimbang bobot awal masing-masing, dirata-ratakan, dan ditempatkan kembali ikan-ikan tersebut ke dalam akuarium.
4. Ke dalam akuarium, ditambahkan bahan uji hingga konsentrasi akhir bahan uji di dalam akuarium tersebut sebesar 5, 15 dan 25 mg/L (Konsentrasi Sub-Lethal yang ditetapkan) – Tentukan berapa volume larutan stock yang harus diambil ! (dihitung dengan Rumus Pengenceran);
5. Diaduk perlahan hingga bahan uji larut sempurna dalam air akuarium.
Gambar 3.1.
Ilustrasi Persiapan Uji Toksisitas Sub-Lethal
1.3. Pengamatan Uji Sub-Lethal
Pengamatan ikan uji dilakukan pada satu jam pertama dilanjutkan dengan pengamatan harian selama satu minggu. Pemberian pakan diberikan setiap hari sebanyak setengah sendok kecil dan disifon setiap hari dengan mengganti air sebanyak yang dibuang dengan air media sesuai konsentrasi yang ditetapkan. Dibuat grafik gerak operculum per kelompok dan per kelas serta grafik Survival
Rate (SR) ikan uji.
NB : Khusus untuk kelompok dengan Ikan Uji kelas Ukuran Besar, jika memungkinkan
akan dilakukan penghitungan Nilai Hematokrit
FORMAT TABULASI DATA PENGAMATAN TOKSISITAS SUB-LETHAL 1. Data per Kelompok
Format Tabulasi Data Pengamatan Ikan Uji per Kelompok
Kelompok : ………..
Jenis Bahan Toksik : ……….. Konsentrasi Bahan Toksik : ………..………… Kelas Ukuran Ikan : ………..…………
Stock Larutan bahan uji
Waktu dedah
Gejala Fisiologis Gejala klinis Mortalitas Survival rate (%) Gerak operculum (GO) Aktifitas gerak (AG) 1 jam 1 hari 2 hari 3 hari 4 hari 5 hari 6 hari 7 hari Rata-rata Keterangan :
Jumlah gerak operculum merupakan hasil perhitungan dari sampel ikan yang diambil secara acak sebanyak 3 (tiga) ekor dengan masing-masing gerak operculum dihitung dalam waktu satu menit, kemudian jumlah gerak operculum dari ikan tersebut dijumlahkan dan dirata-ratakan.
Memberi tanda (+) untuk gejala fisiologis dan gejala klinis dengan ketentuan sebagai berikut :
(+) : Kurang aktif/sedikit lendir (++) : aktif/cukup berlendir (+++) : Sangat aktif/banyak lender
Gambar 3.2.
Daerah operculum dan pengamatan lendir ikan uji
2. Data Kelas
Format Tabulasi Data Pengamatan Ikan Uji per Kelas
Jenis Bahan Toksik : ……….. Ukuran Ikan : ……….. Konsentrasi Bahan Toksik : ………..…………
Konsentrasi Bahan Toksik
Kelompok
(sebagai ulangan)
Gejala Fisiologis Gejala Klinis Survival Rate (%) GO rata2 AG rata2 5 ppm benzen fenol klorofom Crude Oil Oli bekas Rerata 15 ppm benzen fenol klorofom Crude Oil Oli bekas Rerata 25 ppm benzen fenol klorofom Crude Oil Oli bekas Rerata Kontrol benzen fenol klorofom Crude Oil Oli bekas Rerata
3. Data Angkatan (Seluruh Kelas) Ukuran Kelas Ikan Konsentrasi Bahan Toksik Jenis Bahan Uji
Gejala Fisiologis Gejala Klinis Survival Rate (%) GO rata2 AG rata2 Kecil / Sedang / Besar 5 ppm benzen fenol klorofom Crude Oil Oli bekas kontrol 15 ppm benzen fenol klorofom Crude Oil Oli bekas kontrol 25 ppm benzen fenol klorofom Crude Oil Oli bekas kontrol
2. PERHITUNGAN NILAI HEMATOKRIT *) *) hanya dilakukan untuk ikan uji dengan Kelas Ukuran Besar
Alat : Timbangan Saringan Ikan Sonde/ Penusuk Penjepit Arteri Disecting Kit
Pipa Kapiler Hematokrit
Bahan :
Ikan Uji Kelas Ukuran Besar
Tissue Laboratorium
Gloves
Prosedur Pengerjaan
Prosedur pengerjaan yang dilakukan dalam kegiatan penghitungan nilai hematokrit ini adalah sebagai berikut :
1. Setelah diambil salah satu ikan uji dari akuarium, ikan ditimbang lalu dicatat bobotnya;
2. pegang ikan uji dengan tangan kiri (kepala menghadap ke arah muka kita), tusuk bagian anterior kepala ikan dengan sonde tepat di bagian otak depan, hingga terasa ada rongga, putar sonde perlahan-lahan sehingga otaknya rusak dan ikan akan pingsan;
3. Bedah ikan pada bagian dekat insang dan sebagian perut bagian anterior, hingga terlihat organ jantung yang berdenyut secara teratur (exposed organ jantung dengan sinus venosus yang terlihat pucat);
4. Dengan menggunakan penjepit arteri, jepit aorta ventralis lalu biarkan beberapa saat hingga sinus venosus terisi penuh oleh darah;
5. Putuskan dengan menggunakan guntung, lalu siapkan dan dekatkan salah satu ujung pipa kapiler sambil dibuka penjepit arteri secara perlahan-lahan dan hati- hati tampung darah dalam pipa kapiler tersebut sampai ± ¾ volumenya;
6. Agar heparin yang terdapat dalam dinding sebelah dalam pipa kapiler tercampur secara homogen, maka pipa kapiler yang telah berisi darah segar tersebut digoyang dengan hati-hati ke kiri dan kanan serta diputar. Tanda bahwa darah sudah tercampur secara homogen dengan heparin, darah tidak membeku, bisa bergerak disepanjang kolom pipa kapiler;
7. Tutup salah satu ujungnya dengan menacapkan secara tegak lurus pada lapisan malam lilin/wax yang telah disediakan;
8. Siapkan sentrifuge hematokrit, lalu letakkan secara seimbang antara masing- masing pipa kapiler (jangan terbalik meletakkan ujung pipa kapiler yang bertutup);
9. Sentrifuge selama 4 menit pada kecepatan 12.000 rpm;
10. Setelah selesai disentrifuge, letakkan pipa kapiler yang sudah terbagi dua bagian besar darah tersebut (plasma dan sel darah) pada “ Hematocrit Reading Chart” lalu sesuaikan ketinggian plasma sebagai batas atas dan dasar sel darah sebagai batas bawah, lalu tentukan dan baca nilai hematokrit pada batas atas dari sel darah (dalam %);
11. Setelah selesai dibaca, kumpulkan pipa kapiler bekas tersebut dalam wadah terpisah agar tidak membahayakan, serahkan kepada asisten agar bisa dibuang pada tempat yang semestinya.
FORMAT TABULASI DATA PENGHITUNGAN NILAI HEMATOKRIT 1. Data per Kelas
Format Tabulasi Data Penghitungan Nilai Hematokrit Ikan Uji per Kelas
Jenis Bahan Toksik : ……….. Konsentrasi Bahan Toksik : ………..…………
Kelompok Bobot (gram) Nilai Hematokrit (%)
9 10 11 12 Rerata 15 (Kontrol)
2. Data per Angkatan
Format Rekap Data Penghitungan Nilai Hematokrit Ikan Uji per Angkatan
Jenis Bahan Uji
Rata-Rata Bobot Ikan Uji
(gram) Rata-Rata Nilai Hematokrit (%) Benzena Fenol Kloroform Crude Oil Oli Bekas PERTANYAAN MODUL 3 :
*) tuliskan jawaban di Buku Jurnal masing-masing!
1. Hitunglah berapa volume Benzena yang harus diambil dari Larutan Stock dengan Konsentrasi 1000 mg/L untuk mendapatkan Konsentrasi Akhir di akuarium (15 Liter) sebesar 10 mg/L? (Gunakan Rumus Pengenceran!)
2. Terangkan secara singkat bagaimana alur mekanisme penurunan kondisi fisiologis ikan uji akibat kontak dengan toksikan hidrokarbon!
Modul 4
MODUL 4
Pengamatan Preparat Histopatologi
POKOK BAHASAN :
Pengamatan Preparat Histopatologi
TUJUAN PRAKTIKUM :
Memahami dan mampu menginterpretasi kerusakan jaringan/ organ ikan melalui preparat histopatologi
TINJAUAN PRAKTIKUM :
Histopatologi adalah cabang biologi yang mempelajari kondisi dan fungsi jaringan dalam hubungannya dengan penyakit. Histopatologi sangat penting dalam kaitan dengan diagnosis penyakit karena salah satu pertimbangan dalam penegakan diagnosis adalah melalui hasil pengamatan terhadap jaringan yang diduga terganggu.
Analisis kondisi histologi organ/ jaringan dengan pengamatan terhadap perubahan morfologi, struktur dan indikasi kerusakan/infeksi/mutasi lainnya akibat pengaruh penyakit, bahan toksik atau proses-proses mutagenisis lainnya.
Gambar 4.1.
Visualisasi kerusakan jaringan/organ ikan akibat pemaparan bahan toksik Insang (Gill) Ginjal (Kidney)
PROSEDUR PELAKSANAAN PRAKTIKUM : Alat :
Microscope Binokuler
Minyak Imersi
Atlas “Fish Histopatology”
Bahan :
Preparat Histopatologi Ikan Mas akibat pemaparan Pestisida
(Biologi FMIPA Unpad, 2009)
Prosedur :
1. Mengamati preparat histologi organ insang (gill), ginjal (kidney), hati (hepar), dan usus (Intestine) ikan uji yang normal dan yang telah diberi pemaparan bahan toksik. 2. Membandingkan perbedaan diantara keduanya berdasarkan parameter warna,
ukuran, ada tidaknya neukrosis/tanda, dan karakter khusus lainnya.
3. Mendokumentasikan masing-masing preparat histologi organ hewan uji (kontrol dan patogen).
4. Tugas: mencari prosedur pembuatan preparat pengamatan histologi hewan uji, di tulis pada jurnal praktikum di kolom prosedur percobaan.
FORMAT TABULASI DATA PENGAMATAN PREPARAT HISTOPATOLOGI Tabulasi Pengamatan Preparat Analisis Histologi per Kelompok
Kelompok : ……… Preparat : ………
Pengamatan Preparat Analisis Histopatologi (Organ :...)
Parameter Kontrol Patologis
Warna Ukuran
Tanda Hitam (Necrosis) Karakter Khusus
PERTANYAAN MODUL 4 :
*) tuliskan jawaban di Buku Jurnal masing-masing!
Jelaskan definisi dari istilah-istilah histopatologi berikut : hypoplasia, hyperplasia, aplasia, dan
Modul 5
MODUL 5
Bioremediasi Polutan Organik
POKOK BAHASAN :
Bioremediasi limbah cair organik dengan tanaman air dan bakteri
TUJUAN PRAKTIKUM :
1. Memahami dan mampu merancang teknik remediasi limbah cair organik dengan menggunakan tanaman air (fitoremediasi) dan bakteri, serta kombinasi di antara keduanya;
2. Memahami dan mampu melaksanakan pengukuran parameter lingkungan selama pelaksanaan kegiatan bioremediasi.
TINJAUAN PUSTAKA :
Bioremediasi merupakan upaya untuk meremediasi lingkungan tercemar dengan memanfaatkan agen dan proses biologis. Secara khusus, fitoremediasi didefinisikan sebagai upaya penggunaan tanaman dan bagian-bagiannya untuk dekontaminasi limbah dan masalah-masalah pencemaran lingkungan baik secara ex-situ menggunakan kolam buatan atau reaktor maupun in-situ (langsung di lapangan) pada daerah perairan yang terkontaminasi limbah (Subroto, 1996). Fitoremediasi dapat diaplikasikan pada limbah organik maupun anorganik dalam bentuk padat, cair, dan gas (Salt et al., 1998). Eceng gondok (Eichhornia crassipes) merupakan tumbuhan air yang dapat menyerap nutrient hara dalam jumlah yang cukup signifikan. Zat hara yang terserap oleh akar tanaman akan ditranslokasikan di dalam tubuh tanaman. Secara khusus, Sheffield (1997) melaporkan bahwa tanaman ini mampu menurunkan konsentrasi ammonia sebesar 81% dalam waktu 10 hari.
Gambar 5.1.
PROSEDUR PELAKSANAAN PRAKTIKUM :
1. AKLIMATISASI ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) Alat : Bak Fiber Selang pH meter DO meter Bahan :
Eceng Gondok (Eichhornia crassipes)
Aquadest
Prosedur :
1. Tanaman eceng gondok (Eichhornia crassipes) dikoleksi dari alam (biasanya didapat di danau/sungai/kolam yang kaya akan unsur hara);
2. Eceng gondok kemudian dibersihkan dari kotoran dan lumpur dengan cara dibilas di bawah air mengalir;
3. Bak fiber dibersihkan dan dibilas dengan air bersih, lalu diisi dengan air bersih (aquadest) dan diukur pH serta DO;
4. Eceng gondok yang sudah bersih kemudian diaklimatisasi di dalam bak fiber yang sudah diisi air bersih (aquadest) selama minimal 3 (tiga) hari dengan penggantian air medium setiap satu hari sekali.
Gambar 5.2.
2. PERSIAPAN INOKULUM BAKTERI Pseudomonas Sp
Alat :
Erlenmeyer
Cawan Petri
Hot plate with Magnetic Stirrer
Tabung Biakan
Rak Tabung Biakan
Jarum Ose Micropipet Kuvet Bakteri Spektofotometer Shaking Incubator Bahan : Isolat Pseudomonas Sp Medium NA Padat Medium NA Broth NaCl Fisiologis Aquadest Alcohol Disinfectan Kapas Steril Prosedur :
1. Isolat murni Pseudomonas Sp dipindahkan dari biakan tabung miring (NA padat) ke dalam Cawan Petri (NA padat) dengan metode streak menggunakan jarum Ose, kemudian diinkubasi selama 12 jam pada suhu 370C;
2. Dengan menggunakan jarum Ose, sebanyak 1 koloni tunggal Pseudomonas Sp yang telah ditumbuh di medium Cawan Petri kemudian dipindahkan ke dalam 50 mL medium NA Broth (di dalam Erlenmeyer berukuran 250 mL), kemudian diinkubasi selama 12 jam pada pada suhu 370C dengan kecepatan shaker 250 rpm;
3. Inokulum yang telah tumbuh dalam medium NA Broth kemudian diukur kepadatannya (Optical Density/ OD) dengan spektrofotometer hingga setara dengan 1 x 107 cfu/mL;
4. Seluruh kegiatan di atas dilakukan secara aseptis.
Gambar 5.3.
3. PELAKSANAAN UJI BIOREMEDIASI Alat : Aquarium pH Meter DO Meter Thermometer Aerator Bahan :
Eceng Gondok (Eichhornia crassipes)
Inokulum Cair Pseudomonas Sp
Aquadest
NH4OH (liquid)
Limbah Organik (Limbah Budidaya)
Nitrit Test Kit
Nitrate Test Kit
Prosedur :
1. Dibuat konsentrasi stock dari bahan polutan (NH4OH dan Limbah Organik);
2. Ke dalam akuarium (dengan volume air 5 L), dimasukkan konsentrasi awal masing-masing bahan sesuai dengan petunjuk yang telah ditentukan :
Bahan Polutan Konsentrasi Awal
(i) (ii) (iii)
NH4OH (liquid) 50 ppm 100 ppm 200 ppm
Limbah Organik 1 % 2,5 % 5 %
3. Ke dalam masing-masing akuarium uji (reaktor) ditempatkan agen remediasi dengan ketentuan sebagai berikut :
Kelas Agen Remediasi
Perikanan B Eceng Gondok
Perikanan A Eceng Gondok + Bakteri Pseudomonas Sp (Kombinasi) Ilmu Kelautan Bakteri Pseudomonas Sp
4. Untuk agen remediasi eceng gondok : diambil 2 (dua) ikat eceng gondok untuk setiap akuarium perlakuan, pilih eceng gondok dengan perakaran yang baik;
5. Untuk agen remediasi bakteri Pseudomonas Sp : diambil 5 mL inokulum cair
Pseudomonas Sp yang telah setara dengan 1 x 107 cfu/mL untuk setiap akuarium
perlakuan;
6. Parameter lingkungan awal diukur, meliputi : DO, pH, Suhu, Konsentrasi NO2 dan
Konsentrasi NO3.
7. Pengukuran yang sama dilakukan untuk hari ke-5 dan ke-7 tanpa penggantian medium reaktor;
8. Disusun grafik fluktuasi penurunan Konsentrasi NO2 dan Konsentrasi NO3 dalam
FORMAT TABULASI DATA PENGAMATAN UJI BIOREMEDIASI 1. Data per Kelompok
Kelompok : ………..
Jenis Polutan : ……….. Konsentrasi Polutan : ………..………… Agen Remediasi : ………..…………
Hari ke- Konsentrasi
NO2 (ppm) Konsentrasi NO3 (ppm) DO (ppm) pH Suhu (0C) 1 (Awal) 5 7 (Akhir) 2. Data Kelas Agen Remediasi : ………..…………
Bahan Polutan Konsentrasi
NO2 (Nitrit) NO3 (Nitrat)
Pengamatan Hari Ke- Pengamatan Hari Ke-
1 5 7 1 5 7 NH4OH 50 ppm 100 ppm 200 ppm Limbah Organik 1 % 2,5 % 5 %
3. Data Angkatan (Seluruh Kelas)
Agen
Remediasi Polutan Bahan Konsentrasi
NO2 (Nitrit) NO3 (Nitrat)
Pengamatan Hari Ke- Pengamatan Hari Ke-
1 5 7 1 5 7 Eceng Gondok NH4OH 50 ppm 100 ppm 200 ppm Kontrol Limbah Organik 1 % 2,5 % 5 % Kontrol Bakteri Pseudomonas Sp NH4OH 50 ppm 100 ppm 200 ppm Kontrol Limbah Organik 1 % 2,5 % 5 % Kontrol Eceng Gondok + Bakteri Pseudomonas Sp (Kombinasi) NH4OH 50 ppm 100 ppm 200 ppm Kontrol Limbah Organik 1 % 2,5 % 5 % Kontrol
PERTANYAAN MODUL 5 :
*) tuliskan jawaban di Buku Jurnal masing-masing!
1. Terangkan skema transformasi senyawa NH4OH menjadi NO2 dan NO3! (Siklus
Nitrogen di Perairan)
2. Terangkan Klasifikasi Eceng Gondok (Eichhornia crassipes)! Dan dari mana asal tanaman air ini?
PANDUAN
PENYUSUNAN
LAPORAN AKHIR
Sifat Laporan
A. Laporan Akhir Praktikum Ekotoksikologi Perairan disusun per-kelompok dengan sifat “data kelas” yakni merupakan kumpulan data dari beberapa kelompok dalam satu seri penelit ian yang disusun/ dikompilasi bersamaan.
B. Laporan Akhir Praktikum Ekotoksikologi Perairan merupakan alat penilaian resmi utama pelaksanaan praktikum Ekotoksikologi Perairan, selain Ujian Akhir Praktikum (UAP), Jurnal Praktikum, Pre test dan Post Test.
Ketentuan Umum Laporan
1. Laporan setiap mata acara praktikum dikumpulkan paling lambat 2 minggu setelah praktikum dilaksanakan dan sebelumnya dikonsultasikan dengan tim asisten atau tim dosen ekotoksikologi perairan.
2. Laporan Akhir Praktikum Ekotoksikologi Perairan dijilid dalam bentuk soft cover dengan warna sampul Biru sebanyak 2 (dua) eksemplar dan soft copy yang diburn dalam satu CD (diberi label nama kelompok),
3. Isi laporan diketik dengan format : margin (Top 4 cm, Left 4 cm, Right 3 cm, Bottom 3 cm); ukuran kertas A4; spasi 1,5; Font Times New Roman 12; dan nomor halaman diletakkan di pojok kanan atas,
4. Di setiap akhir satu mata acara praktikum ditempatkan kertas pemisah berlambang logo Unpad dengan warna kuning ( lihat Lampiran 4).
5. Setiap Laporan resmi yang siap dikumpulkan harus mendapatkan “Acc” dari dosen pembimbing praktikum terlebih dahulu (pilihan dosen pembimbing lihat Lampiran 5).
Sistematika Laporan
Sistematika Laporan Akhir Praktikum disusun sebagai berikut :
Halaman Sampul (lihat Lampiran 1 dan 2)
Lembar Pengesahan (lihat Lampiran 3)
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel (bila ada)
Daftar Gambar (bila ada)
I. Mata Acara Praktikum : Uji Toksisitas Akut/ Lethal Bab I : Pendahuluan
1.1. Latar Belakang 1.2. Tujuan Praktikum 1.3. Manfaat Praktikum Bab II : Tinjauan Pustaka
2.1. Tinjauan Umum Uji Toksisitas Akut/ Lethal 2.2. Tinjauan Umum Biota Uji
2.2.1. Artemia 2.2.2. Dhapnia
2.3. Tinjauan Umum Bahan Toksik 2.3.1.Bahan Uji 1
2.3.2.Bahan Uji 2 2.3.3.Bahan Uji 3
2.4. Tinjuan Umum LC50 (Lethal Concentration
50) Bab III : Metodologi Praktikum
3.1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum 3.2. Alat dan Bahan
3.3. Prosedur Kerja 3.4. Analisis Data
Bab IV: Hasil dan Pembahasan 5.1. Hasil
5.2. Pembahasan
Bab V : Kesimpulan dan Saran 5.1. Kesimpulan
5.2. Saran
Daftar Pustaka (minimal 5 sumber pustaka)
II. Mata Acara Praktikum : Uji Toksisitas Sub-Lethal Bab I : Pendahuluan
1.1. Latar Belakang 1.2. Tujuan Praktikum 1.3. Manfaat Praktikum Bab II : Tinjauan Pustaka
2.2.Tinjauan Umum Biota Uji 2.3.Tinjuan Umum Bahan Toksik
2.3.1. Bahan Uji 1 2.3.2. Bahan Uji 2 2.3.3. Bahan Uji 3
2.4.Tinjauan Umum Pengamatan Fisiologi Ikan (Buka Tutup Operculum dan Gejala Klinis/ Lendir)
Bab III : Metodologi Praktikum
3.1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum 3.2. Alat dan Bahan
3.3. Prosedur Kerja 3.4. Analisis Data
Bab IV: Hasil dan Pembahasan 4.1. Hasil
4.2. Pembahasan
Bab V : Kesimpulan dan Saran 5.1. Kesimpulan
5.2. Saran
Daftar Pustaka (minimal 5 sumber pustaka)
III. Mata Acara Praktikum : Pengamatan Preparat Histologi Bab I : Pendahuluan
1.1. Latar Belakang 1.2. Tujuan Praktikum 1.3. Manfaat Praktikum Bab II : Tinjauan Pustaka
2.1. Tinjauan Umum Analisis Histologi dan Histopatologi
2.2. Tinjauan Umum Kerusakan Jaringan/ Organ akibat Bahan Toksik 2.2.1. Hiperplasia
2.2.2. Hipoplasia 2.2.3. Necrosis Dst...
2.3. Pembuatan Preparat Histologi Bab III : Metodologi Praktikum
3.2. Alat dan Bahan 3.3. Prosedur Kerja 3.4. Analisis Data
Bab IV: Hasil dan Pembahasan 4.1. Hasil
4.2. Pembahasan
Bab V : Kesimpulan dan Saran 5.1. Kesimpulan
5.2. Saran
Daftar Pustaka (minimal 5 sumber pustaka)
IV. Mata Acara Praktikum : Uji Bioremediasi Bab I : Pendahuluan
1.1. Latar Belakang 1.2. Tujuan Praktikum 1.3. Manfaat Praktikum Bab II : Tinjauan Pustaka
2.1. Tinjauan Umum Uji Bioremediasi 2.2. Tinjauan Umum Agen Bioremediasi
2.2.1. Eceng Gondok
2.2.2. Bakteri Pseudomonas sp 2.3. Reaktor Bioremediasi
Bab III : Metodologi Praktikum
3.1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum 3.2. Alat dan Bahan
3.3. Prosedur Kerja 3.4. Analisis Data
Bab IV: Hasil dan Pembahasan 4.3. Hasil
4.4. Pembahasan
Bab V : Kesimpulan dan Saran 5.1. Kesimpulan
5.2. Saran
Alur Penyusunan Laporan
Sosialisasi Panduan Penyusunan Laporan Akhir
Minggu I
Pencarian Bahan Pustaka, Analisis, Konsultasi dan Revisi Setiap mata acara
Minggu II
/
Penjilidan Draft Laporan Akhir
Batas Akhir Pengumpulan
Laporan Akhir
NB : Jadwal Konsultasi Senin s.d. Jum’at pkl 08.00 – 15.00 WIB
Lampiran 1
Contoh Format Halaman Sampul (Cover) Luar
LAPORAN AKHIR
PRAKTIKUM EKOTOKSIKOLOGI PERAIRAN
(M10A135)
Disusun oleh :
Kelompok ...
Kelas ...
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
Lampiran 2
Contoh Format Halaman Sampul (Cover) Dalam
LAPORAN AKHIR
PRAKTIKUM EKOTOKSIKOLOGI PERAIRAN
(M10A135)
Disusun oleh :
Kelompok ……… / Kelas ………
1. ….(nama)…. ….(NPM)….
2. ….(nama)…. ….(NPM)….
3. ….(nama)…. ….(NPM)….
4. ….(nama)…. ….(NPM)….
5. ….(nama)…. ….(NPM)….
6. ….(nama)…. ….(NPM)….
Dst…
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
…………
Lampiran 3
Contoh Format Lembar Pengesahan
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PRAKTIKUM EKOTOKSIKOLOGI PERAIRAN
Semeser Ganjil, TA 2017/2018
Disusun Oleh,
Kelompok : ………...
Kelas
: ……… ...
…
Menyetujui,
Jatinangor,….. Desember 2017
Pembimbing
...(nama dosen)...
...(NIP dosen)...
Lampiran 4
Contoh Format Kertas Pemisah antar Mata Acara Praktikum
Lampiran 5
Daftar Nama Dosen dan Asisten Pembimbing Praktikum
Penanggungjawab : Prof. Drs. H. Yayat Dhahiyat MS., Ph.D Tim Dosen :
No. Nama NIP
1 Drs. Walim Lili, M.Si. 195710261988031001 2 Dra. Sri Astuty, M.Sc. 195903161992032001 3 Dra. Titin Herawati, M.Si. 1961092019920 2001 4 Mochamad Untung K. Agung, S.Kel., M.Si. 198307142006041004
Tim Asisten :