• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Akhir Praktikum Perencanaan dan Perancangan Produk

N/A
N/A
Bayu Setiawan

Academic year: 2024

Membagikan "Laporan Akhir Praktikum Perencanaan dan Perancangan Produk"

Copied!
76
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PRODUK

Diajukan Sebagai Syarat Dalam Memperoleh Nilai Praktikum

COVER

Disusun Oleh :

KELOMPOK 8 06TIDE001/2020/02

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PAMULANG

TANGERANG SELATAN

2023

(2)

ii

LEMBAR IDENTITAS

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PRODUK

Disusun Oleh:

NAMA NIM

Aditya Farhan 201010850051

Danny Ramadhan 201010850044

Febry Wahyuni 201010850058

Higa Risdian Sophansach 201010800091

Sabrina Safitri 201010850071

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PAMULANG

TANGERANG SELATAN

2023

(3)

iii

LEMBAR PENGESAHAN

Disusun untuk melengkapi salah satu syarat mengikuti pelaksanaan Praktikum Perencanaan dan Perancangan Produk.

Judul Laporan : Laporan Akhir Praktikum Perencanaan dan Perancangan Produk.

Kelompok : 8 (Delapan) Kelas : 06TIDE001

Menyatakan bahwa laporan praktikum untuk memenuhi tugas kelompok Praktikum Perencanaan dan Perancangan Produk yang kami buat:

1. Merupakan hasil karya tulis (asli) sendiri, bukan merupakan karya yang pernah diajukan oleh pihak lain, dan bukan merupakan hasil plagiat atau hasil foto copy.

2. Kami ijinkan untuk dikelola oleh Universitas Pamulang dan Laboratorium Teknik Industri sesuai dengan norma hukum dan etika yang berlaku.

Pernyataan ini kami buat dengan penuh tanggung jawab dan kami bersedia menerima sanksi akademik sesuai aturan yang berlaku apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak benar.

Ketua Kelompok

Asisten Laboratorium

Aditya Farhan Rafiqah Zahra

Menyetujui, Mengetahui,

Dosen Praktikum Ketua Laboratorium Teknik Industri

Yudi Maulana, S.T., M.T.,M.Kom. Adi Candra, S.T., M.T.

NIDN. 0415068304 NIDN. 0428098903

(4)

iv

LEMBAR PENILAIAN

JUDUL PRAKTIKUM Praktikum Perencanaan dan Perancangan Produk

TANGGAL PRAKTIKUM 2023 –2023

NAMA / NIM

Aditya Farhan 201010850051 Danny Ramadhan 201010850044 Febry Wahyuni 201010850058 Higa Risdian Sophansach 201010800091 Sabrina Safitri 201010850071 KELAS

06TIDE001

KELOMPOK 8 (Delapan)

ASISTEN

LABORATORIUM Rafiqah Zahra dan Salsabilla Amalia DOSEN LABORATORIUM Yudi Maulana, S.T., M.T.,M.Kom.

NILAI AKHIR LAPORAN

(5)

v

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada kehadirat Allah SWT. Atas berkat dan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Laporan ini disusun sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan Tugas Praktikum Perencanaan dan Perancangan Produk di Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Universitas Pamulang. Dengan segala keterbatasan, penulis menyadari pada laporan ini takkan terwujud tanpa bantuan, bimbingan, dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu kami, penulis menyampaikaan ucapan terimakasih kepada:

1. Bapak Dr. Pranoto S.E,M.M., selaku ketua Yayasan Sasmita Jaya.

2. Bapak Dr.E.Nurzaman AM,M.M.,M.Si.,selaku Rektor Universitas Pamulang 3. Bapak Syaiful Bachri, S.T.,M.Sc.,Ph.D.,selaku Dekan Fakultas Teknik

Universitas Pamulang.

4. Ibu Rini Alfatiyah, S.T.,M.T.,CMA,selaku Ketua Program Studi Teknik Industri Universitas Pamulang yang selalu memberikan arahan, dorongan, dan nasehat kepada penulis dalam menyelesaikan laporan ini dengan baik.

5. Adi Candra, S.T.,M.T., selaku Ketua Laboratorium Teknik Industri Universitas Pamulang

6. Yudi Maulana,S.T.,M.T.,M.Kom, selaku Dosen Praktikum Perencanaan dan Perancangan Produk Universitas Pamulang.

7. Rafiqah Zahra dan Salsabilla Amalia selaku Asisten Laboratorium Mata Kuliah Praktikum Perencanaan dan Perancangan Produk yang telah memberikan masukan, dorongan, dan pengarahannya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik.

8. Teman-teman Teknik Industri Universitas Pamulang khususnya kelas 06TIDE001 yang telah membantu penulis menghadapi pemasalahan dalam menyelesaikan laporan Praktikum Perencanaan dan Perancangan Produk.

9. Semua pihak yang membantu penulis dalam mengerjakan laporan Praktikum Analisa Perancangan Kerja ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu-satu.

(6)

vi

Penulis sadar bahwa dalam Laporan ini masih banyak terdapat kekurangan.

Kekurangan tersebut tentunya dapat dijadikan peluang untuk peningkatan Laporan selanjutnya. Akhirnya penulis tetap berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Tangerang Selatan, 03/12/2023

Kelompok 8

(7)

vii

DAFTAR ISI

Halaman

COVER ... i

LEMBAR IDENTITAS ... ii

LEMBAR PENGESAHAN ... iii

LEMBAR PENILAIAN ... iv

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR GAMBAR ... ix

PERTEMUAN 1 ANALISA PASAR A. TUJUAN PRAKTIKUM ... 1

B. TEORI ATAU PRINSIP DASAR PRAKTIKUM ... 1

C. PROSEDUR DAN MEKANISME PRAKTIKUM ... 3

D. LEMBAR KERJA ... 6

E. REFERENSI ... 7

PERTEMUAN 2 KONSEP DASAR PRODUK A. TUJUAN PRAKTIKUM ... 8

B. TEORI ATAU PRINSIP DASAR PRAKTIKUM ... 8

C. PROSEDUR DAN MEKANISME PRAKTIK ... 9

D. LEMBAR KERJA ... 11

E. REFERENSI ... 13

PERTEMUAN 3 QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) A. TUJUAN PRAKTIKUM ... 14

B. TEORI ATAU PRINSIP DASAR PRAKTIKUM ... 14

C. PROSEDUR DAN MEKANISME PRAKTIKUM ... 16

D. LEMBAR KERJA ... 18

E. REFERENSI ... 21

(8)

viii

PERTEMUAN4 TAHAPAN PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PRODUK

A. TUJUAN PRAKTIKUM ... 22

B. TEORI ATAU PRINSIP DASAR PRAKTIKUM ... 22

C. PROSEDUR DAN MEKANISME PRAKTIKUM ... 25

D. LEMBAR KERJA ... 29

E. REFERENSI ... 32

PERTEMUAN 5 DESIGN FOR MANUFACTURING (DFM) A. TUJUAN PRAKTIKUM ... 33

B. TEORI ATAU PRINSIP DASAR PRAKTIKUM ... 33

C. PROSEDUR DAN MEKANISME PRAKTIK ... 35

D. LEMBAR KERJA ... 36

E. REFERENSI ... 39

PERTEMUAN 6 TOOLING A. TUJUAN PRAKTIKUM ... 41

B. TEORI ATAU PRINSIP DASAR PRAKTIKUM ... 41

C. PROSEDUR DAN MEKANISME PRAKTIK ... 42

D. LEMBAR KERJA ... 49

E. REFERENSI ... 53

PERTEMUAN7 KONSEP DESIGN FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (DFMEA) A. TUJUAN PRAKTIKUM ... 54

B. TEORI ATAU PRINSIP DASAR PRAKTIKUM ... 54

C. PROSEDUR DAN MEKANISME PRAKTIK ... 55

D. LEMBAR KERJA ... 57

E. REFERENSI ... 59

DAFTAR PUSTAKA

BIOGRAFI ANGGOTA KELOMPOK

(9)

ix

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1. 1 Halaman Google Chrome………...4

Gambar 1. 2 Membuka Laman Google Trends……….. 4

Gambar 1. 3 Membandingkan Produk……… 5

Gambar 1. 4 Grafik Google Trends……….5

Gambar 2. 1 Tampilan Aplikasi Shopee………. 9

Gambar 2. 2 Tampilan Hasil Pencarian Produk………... 10

Gambar 2. 3 Tampilan Produk………..10

Gambar 3. 1 House Of Quality………. 17

Gambar 4. 1 Kepala Peta ... 25

Gambar 4. 2 Simbol Proses Operasi ... 26

Gambar 4. 3 Ringkasan Operasi ... 26

Gambar 4. 4 Membuat Design Dasar ... 27

Gambar 4. 5 Membuat Garis dengan Tools Line ... 27

Gambar 4. 6 Design Rak Buku ... 28

Gambar 6. 1 Meteran ... 40

Gambar 6. 2 Penggaris Siku ... 40

Gambar 6. 3 Pensil ... 41

Gambar 6. 4 Amplas ... 41

Gambar 6. 5 Paku ... 42

Gambar 6. 6 Kuas ... 42

Gambar 6. 7 Plitur ... 43

Gambar 6. 8 Cat Kayu ... 43

Gambar 6. 9 Papan Kayu ... 44

Gambar 6. 10 Palu ... 44

Gambar 6. 11 Mesin Gergaji Circular Saw ... 45

Gambar 6. 12 Gerinda Halus/Amplas Gerinda ... 45

(10)

1

PERTEMUAN 1 ANALISA PASAR

A. TUJUAN PRAKTIKUM

Pada laporan praktikum pertemuan 1 ini akan dijelaskan mengenai analisa pasar, ruang lingkup analisa pasar, faktor – faktor analisa pasar, tujuan analisa pasar, langkah – langkah dalam analisa pasar, dan manfaat analisa pasar. Setelah membaca laporan praktikum ini diharapkan para pembaca khususnya mahasiswa mengerti serta memahami tentang analisa pasar, ruang lingkup analisa pasar, faktor – faktor analisa pasara, tujuan analisa pasar, langkah – langkah dalam analisa pasar, dan manfaat analisa pasar.

B. TEORI ATAU PRINSIP DASAR PRAKTIKUM

Salah satu kunci sukses penerapan konsep pemasaran adalah pemahaman atas kebutuhan, keinginan, dan perilaku para pelanggan. Untuk itu perusahaan harus mampu dan bersedia mendengarkan suara pelanggan (voice of the custamer) melalui analisis pasar. Analisa pasar adalah metode analisis dan penilian pasar yang memungkikan manajemen untuk mengidentifikasikan sejumlah kecil pasar yang diinginkan dengan mengeliminasi pasar-pasar yang dianggap kurang menarik. Hal tersebut dilakukan dengan memasukkan pasar-pasar tersebut dalam serangkaian proses penyaringan pasar berdasarkan kekuatan-kekuatan lingkungan.

Di dalam menganalisis pasar, perusahaan perlu meninjau jenis pasar produknya, motif dan perilaku, segmen pasar dan penentu sasaran pasarnya.

Masalah yang perlu dianalisis di dalam pasar adalah besarnya pasar, ruang lingkup pasar, struktur pasar, share pasar, serta peluang-peluang pasar. Mengenai besarnya pasar dapat di tentukan oleh besarnya permintaan dan penawaran terhadap barang atau jasa yang di butuhkan para konsumen. Sedangkan mengenai ruang lingkup pasar, biasanya mencakup luasnya pasar, misalnya luas pasar menurut geografis, pendidikan para konsumen, profesi para konsumen, tingkat umur para konsumen, dan lain sebagainya.

(11)

2

Struktur pasar adalah susunan suatu kekuatan yang terdapat pada penjual, maupun pada pihak pembeli sendiri. Di dalam analisis pasar selalu menyangkut masalah letak (lokasi) pasar, periklanan, luasnya pasar, sifat-sifat pasar, dan karakteristik pasar. Tujuan analisis pasar, yaitu:

a. Mengenal lingkungan pasar, b. Mengenal tipe-tipe pasar, c. Mengetahui karakteristik pasar, d. Menentukan keputusan yang tepat, e. Menghadapi para pesaing,

f. Melaksanakan kebijakan dalam pemasaran, g. Membuat program dalam bidang pemasaran, dan h. Mengenal cirri-ciri pasar.

Keuntungan perusahaan melaksanakan analisis di dalam rangka menggiatkan penjualan barang-barangnya adalah sebagai berikut:

a. Perusahaan akan dapat meningkatkan omzet penjualan barangnya.

b. Perusahaan akan memperoleh keuntungan yang di harapkanya.

c. Perusahaan dapat meningkatkan produksinya.

d. Efisiensi modal perusahaan dapat di tingkatkan.

e. Piutang-piutang perusahaan waktunya dapat di perpendek.

f. Barang-barang perusahaan yang bersangkutan akan menjadi terkenal.

g. Hasil produksi perusahaan yang bersangkutan sangat di gemari konsumen.

h. Perusahaan akan mempertahankan kelangsungan hidupnya.

i. Tingkat frekuensi para konsumen atau para pembeli di dalam membeli suatu barang di tandai dengan sering tidaknya membeli barang dan tergantung kepada tingkat konsumsinya barang tersebut.

sedangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat konsumsi dalam pembelian barang-barang adalah:

1. Faktor umur konsumen.

2. Faktor pendidikan konsumen.

3. Faktor selera konsumen.

4. Faktor pendapatan konsumen.

5. Faktor agama konsumen.

(12)

6. Faktor budaya konsumen.

7. Faktor banyaknya keluarga.

Morrison memberikan definisi atau pengertian tentang market segmentation (segmentasi pasar) dengan mengatakan “Market segmentation is the division of the overall market for a service into groups with common characteristics” Atau dalam terjemahan bebasnya (bahasa Indonesia) dikatakan bahwa segmentasi pasar (market segmentation) merupakan pembagian dari keseluruhan pasar untuk suatu pelayanan dalam kelompok-kelompok dengan karakteristik umum. Segmentasi pasar (marketing segmentation) merupakan suatu langkah awal pemasaran (marketing) untuk membagi-bagi berbagai macam konsumen yang ada di pasar dan memilih salah satu bagian dari segmen tersebut yang akan dijadikan target pemasaran (Marketing Target). Yang dimaksud dengan target pemasaran di atas adalah jenis konsumen yang dipilih merupakan tujuan pemasaran (marketing goals) paket outbound tour.

Tujuan utama segmentasi pasar (Market Segmentation) adalah untuk merangsang semua pelanggan yang berpotensial. Pemasaran yang tidak memiliki target adalah sia-sia, karena ada banyak kelompok pelanggan yang mungkin tidak tertarik untuk membeli jasa yang dijual. Inti dari suatu pemasaran yang baik adalah mengambil satu segmen yang paling menarik dalam pelayanan yang spesifik dan mengaplikasikan unsur-unsur pemasaran terhadap segmen tersebut.

Segmentasi mencakup beberapa analisis sebagai berikut, segmen pasar mana yang menjadi target pasar? Apa yang pelanggan inginkan dari jenis pelayanan yang dijual? Bagaimana cara terbaik untuk menyusun unsur-unsur pemasaran dalam memenuhi berbagai keinginan dan kebutuhan mereka? Di mana pelayanan tersebut dipromosikan? Dan kapan pelayanan itu dipromosikan?

C. PROSEDUR DAN MEKANISME PRAKTIKUM

Google Trends adalah tools untuk melakukan riset kata kunci yang sering dipakai dan topik hangat yang sedang diperbincangkan. Layanan ini dikhususnya bagi para marketer yang ingin mencari data pencarian Google untuk membuat konten yang menarik. Program ini diberi nama, Google Trends. Google Trends pertama kali dirilis pada tahun 2006 dan sampai dengan saat ini masih terus

(13)

4

dikembangkan. Google Trends termasuk layanan Google yang cukup lengkap karena mempunyai banyak fungsi dan fitur yang menarik; menampilkan topik yang sedang banyak dibahas, mencari keyword yang sering dipakai, membandingkan performa antar keyword, tampilan yang sederhana dan mudah dimengerti. Selain itu, Google Trends dapat digunakan secara gratis. Layanan ini dapat memberikan informasi tentang apa saja yang orang cari di mesin pencari Google Search.

Adapun Prosedur dan mekanisme menggunakan Google Trends, yaitu sebagai berikut:

1. Buka laman Google Trends di chrome;

(Sumber: Google Chrome)

2. Cari keyword yang akan digunakan untuk riset;

(Sumber: Google Trends)

Gambar 1.1 Halaman Google Chrome

Gambar 1. 2 Membuka Laman Google TrendsGambar 1. 3 Halaman Google Chrome

Gambar 1.2 Membuka Laman Google Trends

(14)

3. Membandingkan Antar Produk;

(Sumber: Google Trends)

4. Menganalisis grafik Google Trends.

(Sumber: Google Trends)

Gambar 1.3 Membandingkan Produk

Gambar 1. 4 Grafik Google TrendsGambar 1. 5 Membandingkan Produk

Gambar 1.4 Grafik Google Trends

(15)

6

D. LEMBAR KERJA

LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PAMULANG

Jl. Witana Harja No. 18B Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kode Pos 15417 Email: [email protected]

LEMBAR PRAKTIKUM

KESIMPULAN

Menganalisis pasar menggunakan Google Trends mengenai produk lemari rak buku kayu. Kelompok 8 memilih rak kayu karena lebih kokoh di bandingkan dengan rak pelastik dan juga rak kayu itu dapat tahan lama di bandingkan dengan rak kayu yang mudah rusak / patah. Oleh karena itu sampai saat ini masih banyak masyarakat membeli rak kayu.

(16)

E. REFERENSI

Caesaron, D., & Thio, A. (2017). Analisa Penjadwalan Waktu dengan Metode Jalur Kritis dan PERT pada Proyek Pembangunan Ruko (Jl. Pasar Lama No. 20 Glodok). JIEMS (Journal of Industrial Engineering and Management Systems), 8(2).

Kusumastiti, A. R., Harjayanti, N. D., & Hariyanti, T. (2017). Analisa Segmentasi Pasar Rumah Sakit X. Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit, 6(2), 130-139.

Malik, A. D. (2017). Analisa faktor–faktor yang mempengaruhi minat masyarakat berinvestasi di pasar modal syariah melalui Bursa Galeri Investasi UISI. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 3(1), 61-84.

Murdiati, E. (2003). Analisa Pasar Pelayanan Persalinan Sebagai Dasar Penyusunan Program Pemasaran Rumah Sakit HajiI Surabaya (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga).

Nurhayati, S. (2017). Analisa Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Pasar Dan Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Lq45 Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2010-2013. Jurnal ASET (Akuntansi Riset), 9(1), 133-172.

Siswanto, M., & Fahriannur, A. (2016). Google Trend untuk Analisa Pasar Bisnis Online & Pemilihan Keywords pada E-Commerce Web. Prosiding.

ULFA, S. ANALISA PASAR DALAM PENERAPAN BAURAN PEMASARAN PADA.

Winarto, Hari. (2011). “Strategi pemasaran.” Jurnal Ekonomika Universitas Wijayakusuma Purwokerto 14.3: 23137.

(17)

8

PERTEMUAN 2 KONSEP DASAR PRODUK

A. TUJUAN PRAKTIKUM

Pada pertemuan kedua akan membahas mengenai konsep dasar produk.

Setelah menyelesaikan praktikum ini diharapkan agar mahasiswa mampu mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, menetapkan spesifikasi target produk, membuat konsep, pemilihan konsep, dan mengetas konsep produk.

B. TEORI ATAU PRINSIP DASAR PRAKTIKUM

Kotler dan Armstrong (2012:266), mendefinisikan produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar agar menarik perhatian, akuisisi, penggunaa, atau konsumsi yang dapat memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan. Konsep produk (product concept) merupakan salah satu filosofi pemasaran yang menekankan bahwa konsumen akan menyukai produk-produk yang menawarkan kualitas, kinerja, dan fitur terbaik.

Pengembangan produk wajib dilakukan oleh perusahaan agar produk yang dihasilkan selalu diminati konsumen. Menurut Urich dan Eppinger, 2000 (dikutip dari Sulistriani 2002) yang dimaksud dengan pengembangan produk adalah serangkaian aktiftas yang dimulai dari identifkasi pasar, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan produksi, penjualan dan distribusi produk. Produk biasanya mengalami laba dan rugi dalam daur hidupnya. Daur hidup produk tertentu dapat berubah dengan cepat karena serangan dan respon kompetitor yang selalu berubah. Untuk itu diperlukan suatu strategi pengembangan produk untuk menjaga agar produk selalu diminati konsumen. (Kottler dan Amstrong, 1997, dikutip dari Sulistriani 2002).

Menurut Kotler & Keller (2009, p.4) dalam merencanakan tawaran pasarnya, pemasar harus melihat lima tingkat produk setiap tingkat menambah nilai pelangan yang lebih besar, dan kelimanya merupakan bagian dari herarki pelanggan (customer-value hierarchy) dibagi menjadi lima tingkatan yaitu:

(18)

1. Pada tingakat dasar manfaat inti (core product) yaitu layanan atau manfaat mendasar yang sesungguhnya dibeli pelanggan. Pemasar harus memandang dirinya sebagai penyedia manfaat.

2. Pada tingkat kedua, pemasar harus mengubah manfaat inti menjadi produk dasar (basic product) yaitu karakteristik yang dimiliki produk tersebut, berupa mutunya, corak, atau ciri-ciri khasnya, mereknya dan kemasannya.

3. Pada tingkat ketiga pemasar mempersiapkan produk yang diharapkan (expected product) yaitu beberapa atribut dan kondisi yang biasanya diharapkan pembeli ketika mereka membeli produk ini.

4. Pada tingkat keempat, pemasar menyiapkan produk yang ditingkatkan (augmented product) yaitu menggambarkan kelengkapan atau penyempurnaan dari produk inti yang melampaui harapan pelanggan.

5.

Tingkat kelima adalah produk potensial (potential product) yaitu meliputi segala kemungkinan peningkatan dan perubahan yang mungkin akan dialami produk atau tawaran tersebut pada masa mendatang.

C. PROSEDUR DAN MEKANISME PRAKTIK

Prosedur dan mekanisme praktik pada pertemuan 2 yaitu mencari referensi design untuk membuat produk kursi kayu, berikut ini adalah design yang kami pilih untuk membuat produk kursi kayu. Adapun Prosedur dan mekanisme untuk mencari referensi desain gambar, yaitu sebagai berikut:

1. Buka aplikasi shopee

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2023)

Gambar 2. 1 Tampilan Aplikasi Shopee

(19)

10

2. Cari keyword yang akan digunakan untuk mencari referensi gambar produk

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2023

3. Pilih Referensi gambar yang akan digunakan untuk membuat produk

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2023)

Gambar 2. 2 Tampilan Hasil Pencarian Produk

Gambar 2. 3 Tampilan Produk

(20)

D. LEMBAR KERJA

LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PAMULANG

Jl. Witana Harja No. 18B Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kode Pos 15417 Email: [email protected]

LEMBAR PRAKTIKUM

KESIMPULAN

Referensi produk dari kelompok kami yaitu melalui aplikasi shopee. Kelompok kami memilih lemari rak buku karena lemari buku ini sangatlah berguna karena di butuhkan dalam ruangan perpustakaan yang berguna untuk merapihkan buku agar di tempatkan sesuai dengan yang di butuhkan, sebagai pemanis ruangan karna dengan warna yang menarik bahan yang kokoh serta minimalis.

(21)

12

LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PAMULANG

Jl. Witana Harja No. 18B Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kode Pos 15417 Email: [email protected]

LEMBAR PRAKTIKUM

(22)

E. REFERENSI

Fithriyana, E. (2020). Pengolahan produk berbahan dasar buah pepaya sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaaan. AL-UMRON:

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 1-9.

Narjono, A. I. (1994). Atribut Produk sebagai Dasar Keputusan Pembelian Susu. PANDUAN UNTUK PENULISAN NASKAH, 20, 6.

Nurlaila, N., Sukainah, A., & Amiruddin, A. (2016). Pengembangan produk sosis fungsional berbahan dasar ikan tenggiri (Scomberomorus sp.) dan tepung daun kelor (Moringa oleifera L). Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 2(2), 105-113.

Sari, C. A. S. (2017). Teknik Mengelola Produk dan Merek. Gramedia Pustaka Utama.

Sunyoto, D. (2014). Dasar-dasar Manajemen Pemasaran, konsep, strategi, dan kasus.

Widiana, M. E., & Sinaga, B. (2010). Dasar-Dasar Pemasaran. Bandung: Karya Putra Darwati.

Winnarko, H., & Mulyani, Y. (2020). Uji Coba Produk Nugget Berbahan Dasar Ikan Cakalang (Katsuwonus Pelamis) dengan Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera L). JSHP: Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 4(1), 13-20.

(23)

14

PERTEMUAN 3

QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)

A. TUJUAN PRAKTIKUM

Pada praktikum ini akan dijelaskan mengenai Quality Function Deployment (QFD). Setelah menyelesaikan perkuliahan, praktikan diharapkan mampu memahami dan melakukan perbandingan produk yang dibuat dan dibandingkan kelebihan dan kekurangannya dengan menggunakan metode QFD.

B. TEORI ATAU PRINSIP DASAR PRAKTIKUM

Metode Quality Function Deployment (QFD) merupakan salah satu metode yang bertujuan untuk merencanakan dan mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. QFD adalah sistem untuk mendesain produk atau layanan berdasarkan permintaan pelanggan yang melibatkan semua anggota produsen atau organisasi pemasok. Dalam bahasa Jepang, ‘deployment atau penyebaran’ mengacu pada perluasan atau perluasan aktivitas dan karenanya QFD berarti tanggung jawab untuk menghasilkan item berkualitas harus ditetapkan untuk semua bagian dari suatu perusahaan. Kadang-kadang disebut sebagai bentuk paling mutakhir dari Total Quality Control (TQC), gaya Jepang.

Sistem dapat dipahami dengan mendefinisikan masing-masing istilah dalam konteks QFD.

1. Quality - Memenuhi kebutuhan atau persyaratan pelanggan 2. Function - Apa yang harus dilakukan – Fokus

3. Deployment - Siapa dan kapan akan dilakukan

Tujuan QFD adalah ada tiga. Pertama, ini memungkinkan produsen untuk mendapatkan produk berkualitas lebih tinggi, menyerahkan ke pasar lebih cepat dan dengan biaya produk atau layanan lebih rendah. Kedua, produsen akan menghasilkan desain produk yang digerakkan atau diinisasi oleh pelanggan dan, akhirnya, akan menyediakan sistem pelacakan untuk desain masa depan atau

(24)

perbaikan proses. Hasil yang diharapkan dengan melakukan studi QFD adalah sebagai berikut:

1. Pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan pelanggan.

2. Peningkatan organisasi pada proyek-proyek pembangunan.

3. Peningkatan pengenalan produk ke tahap produksi.

4. Perubahan desain yang lebih sedikit pada saat fase pengembangan.

5. Lebih sedikit masalah produksi atau manufaktur.

6. Peningkatan reputasi karena serius menangani kualitas.

7. Peningkatan bisnis.

8. Mendokumentasikan definisi produk berdasarkan persyaratan pelanggan

QFD dikembangkan oleh Yoji Akao di Jepang pada tahun 1966. QFD dikembangkan pertama kali di Jepang oleh Mitshubishi’s Kobe Shipyard pada tahun 1972, yang kemudian diadopsi oleh Toyota. Ford Motor Company dan Xerox membawa konsep ini ke Amerika Serikat pada tahun 1986. Semenjak itu QFD banyak ditetapkan oleh perusahaan-perusahaan Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa. Konsep Quality Function Deployment (QFD) dikembangkan untuk menjamin bahwa produk yang memasuki tahap produksi benar benar akan dapat memuaskan kebutuhan para pelanggan dengan jalan membentuk tingkat kualitas yang diperlukan dan kesesuaian maksimum pada setiap tahap pengembangan produk (Tjiptono, Fandi dan A. Diana, 2001). Pemakai konsep QFD di Jepang saat ini termasuk Nissan, Toyota, Komatsu, Nippondenso dan Honda. Di Amerika Serikat pengguna termasuk Ford, GM, Chrysler, DEC, TI, 3M, HP, AT & T Bell Labs, NovAtel, Xerox, Exxon dan Dow.

Dalam metode QFD ini, dilakukan suatu kegiatan pembandingan untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan suatu produk dibandingkan dengan produk pesaing lainnya. Hasil dari implementasi QFD akan menghasilkan suatu rumah mutu (House Of Quality) yang akan menjadi informasi dalam pengembangan produk. Untuk mengimplementasikan metode ini dibutuhkan input dari konsumen berupa data mengenai apa yang menjadi keinginan konsumen dan persepsi konsumen dalam menilai kualitas produk. Hal inilah yang mendasari penulis melakukan riset untuk menerapkan konsep QFD dan penelitian tentang perbaikan-perbaikan yang diterapkan pada proses penanganan kualitas serta

(25)

16

proses identifikasi kebutuhan konsumen, serta dapat membangun jembatan komunikasi antara konsumen dan produsen. Tiga tujuan utama dalam mengimplementasikan QFD adalah:

1. Prioritaskan keinginan dan kebutuhan pelanggan yang diucapkan maupun yang tidak terucapkan.

2. Terjemahkan kebutuhan ini menjadi karakteristik dan spesifikasi teknis.

3. Bangun dan berikan produk atau layanan berkualitas dengan memfokuskan semua orang ke arah kepuasan pelanggan.

Sejak diperkenalkan, Quality Function Deployment telah membantu mengubah cara bekerja banyak perusahaan, terutama dalam hal sebagai berikut:

1. Merencanakan produk baru.

2. Merancang persyaratan produk.

3. Menentukan karakteristik proses.

4. Mengontrol proses manufaktur.

5. Mendokumentasikan spesifikasi produk yang sudah ada.

QFD menggunakan beberapa prinsip dari Concurrent Engineering dalam tim lintas fungsional yang terlibat dalam semua tahap pengembangan produk. Masing- masing dari empat tahap dalam proses QFD menggunakan matriks untuk menerjemahkan kebutuhan pelanggan dari tahap perencanaan awal melalui kontrol produksi (Becker Association Inc.,2000). Setiap tahap, atau matriks, mewakili aspek yang lebih spesifik dari persyaratan produk. Hubungan antar elemen dievaluasi untuk setiap tahap. Hanya aspek yang paling penting dari setiap tahap dikerahkan ke dalam matriks berikutnya.

C. PROSEDUR DAN MEKANISME PRAKTIKUM

Prosedur dan mekanisme praktik pada pertemuan 3 yaitu tentang Quality Function Deployment (QFD) adalah sebagai berikut:

1. Menyiapkan produk yang akan dibuat.

2. Mengumpulkan data atau informasi yang diperoleh dari penelitian pasar atas kebutuhan dan keinginan konsumen.

3. Mengumpulkan data tingkat kepuasan konsumen terhadap produk - produk yang dibandingkan

(26)

4. Mengumpulkan data mengenai persyaratan teknis terhadap produk atau jasa baru yang akan dikembangkan.

5. Setelah data terkumpul kemudian membuat House Of Quality (HOQ) mengenai produk yang akan dipasarkan menggunakan Ms. Visio.

6. Kemudian tarik kesimpulan mengenai HOQ yang telah dibuat.

Berikut hasil pengerjaan QFD kelompok kami, dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

(Sumber: Dokumentasi Pribadi Kelompok 8, 2023)

Gambar 3. 1 House Of Quality

2 Pengiriman cepat dan aman

1 Menggunakan material yang kokoh 2 Tersedia di toko online 4 Permukaan Rak luas

3 Uji ketahanan beban 5 Ukuran sesuai kebutuhan 6 Menggunakan lapisan pelindung 7 Harga terjangkau 8 Memiliki potongan harga 9 Terdapat variasi ukuran Pembayaran melalui Bank dan E-Wallet 1 Rak buku tahan lama

3 Mampu menahan beban berat 4 Desain menarik

5 Banyak variasi ukuran 6 Mudah dibersihkan 7 Mudah digeser 8 Tidak mudah rap uh 9 Tidak mudah berjamur 10 Mudah didapatkan 11 Proses pembayaran mud ah

Absolute Important

Score Produk kelompok 8 Produk kelompok x Produk kelompok y

10 Tersedia berbagai Bank dan E- Wallet

9 Custom ukuran

8 15% dari harga

7 Rp175.000 - 400.000

6 Ukuran sesuai

5 Custom Pengukuran ketinggian

4 Custom ukuran permukaan rak

3 Bahan berkualitas

2 Tersedia di berbagai toko online

1 Menggunakan bahan particle board Target Value

Techn ical Resp onse

Cus tomer Req uirement

10

9 10

7 7 11

3 9 4 3

1

234 54 171141120153 12 3

2 3 2

3 2 2

3 3 2 2 2

1 3 3 3 1 2 2 3 2

1 3 2 2

2 2 3

2

3 2

1 Point 4 Point 9 Point

No Correlation Weak Medium Strong

Relationship Between Cus. Req and Tech. Resp.

Competitor Co mpetitive Assessmen t

Difficulty

23 25 19

1 9 4 3 7 5 5 5

-

- - - -

- -

- - - - - - - -

- - -

9 107

6 2

(27)

18

D. LEMBAR KERJA

LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PAMULANG

Jl. Witana Harja No. 18B Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kode Pos 15417 Email: [email protected]

LEMBAR PRAKTIKUM

Produk yang di buat oleh kelompok 8 adalah adalah lemari rak buku kayu dengan berbahan particle board (kayu press). ada pembuatan lemari rak buku kebutuhan konsumen yang akan di capai adalah harga yang murah, lemari yang mudah di pindahkan, warna yang cerah, kuat dan tahan lama. Pemenuhan kebutuhan konsumen akan sangat mempengaruhi produk yang dipasarkan supaya dapat bersaing dengan kompetitor dengan penjualan produk yang serupa. Berikut adalah referensi gambar dan design produk yang akan dibuat oleh kelompok 8:

(28)

2 Pengiriman cepat dan aman

1 Menggunakan material yang kokoh 2 Tersedia di toko online 4 Permukaan Rak luas

3 Uji ketahanan beban 5 Ukuran sesuai kebutuhan 6 Menggunakan lapisan pelindung 7 Harga terjangkau 8 Memiliki potongan harga 9 Terdapat variasi ukuran Pembayaran melalui Bank dan E-Wallet 1 Rak buku tahan lama

3 Mampu menahan beban berat 4 Desain menarik

5 Banyak variasi ukuran 6 Mudah dibersihkan 7 Mudah digeser 8 Tidak mudah rap uh 9 Tidak mudah berjamur 10 Mudah didapatkan 11 Proses pembayaran mud ah

Absolute Important

Score Produk kelompok 8 Produk kelompok x Produk kelompok y

10 Tersedia berbagai Bank dan E- Wallet

9 Custom ukuran

8 15% dari harga

7 Rp175.000 - 400.000

6 Ukuran sesuai

5 Custom Pengukuran ketinggian

4 Custom ukuran permukaan rak

3 Bahan berkualitas

2 Tersedia di berbagai toko online

1 Menggunakan bahan particle board Target Value

Techn ical Resp onse

Cus tomer Req uirem ent

10

9 10

7 7 11

3 9 4 3

1

234 54 171141120153 12 3

2 3 2

3 2 2

3 3 2 2 2

1 3 3 3 1 2

2 3 2 1 3 2 2

2 2 3

2

3 2

1 Point 4 Point 9 Point

No Correlation Weak

Medium Strong

Relationship Between Cus. Req and Tech. Resp.

Competitor Co mpetitive Assessmen t

Difficulty

23 25 19

1 9 4 3 7 5 5 5

-

- - - -

- -

- - - - -

- - -

- - -

9 107

6 2

LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PAMULANG

Jl. Witana Harja No. 18B Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kode Pos 15417 Email: [email protected]

LEMBAR PRAKTIKUM

(29)

20

KESIMPULAN

1. Kebutuhan pelanggan atau konsumen yang diprioritaskan terhadap produk lemari rak buku kayu berbahan particle board (kayu press) yaitu produk tahan lama, pengiriman cepat dan aman, mampu menahan beban berat, memiliki desain yang menarik, banyak variasi ukuran, mudah dibersihkan, mudah digeser, tidak mudah rapuh, tidak mudah berjamur, mudah didapatkan, proses pembayaran mudah.

2. Dari ke 10 kebutuhan pelanggan atau konsumen di atas 5 yang paling penting bagi pelanggan yaitu produk yang kualitasnya bagus, terdapat berbagai bentuk, memiliki banyak motif, dan mudah di geser, dan pengiriman yang terjangkau. Ada persyaratan teknis yang digunakan oleh produk kami untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan pelanggan yaitu bisa request ukuran, uji ketahanan beban, memiliki potongan harga.

3. Dari ke 10 persyaratan teknis di atas dari hasil analisis berdasarkan QFD didapatkan persyaratan teknis yang diprioritaskan mendapat nilai tertinggi yaitu dengan teknis pemilihan material sehingga harga menyesuaikan material yang dipilih, sehingga kelompok kami memilih bahan baku particle board (kayu press) agar harga tetap terjangkau dan kualitas baik.

LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PAMULANG

Jl. Witana Harja No. 18B Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kode Pos 15417 Email: [email protected]

LEMBAR PRAKTIKUM

(30)

E. REFERENSI

Ardani, F., Ginting, R., & Ishak, A. (2014). Perancangan Desain Produk Spring Bed Dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment. Jurnal Teknik Industri USU, 5(1), 1-6.

Arifin, A. A., Indarmawan, K. B., & Patriawan, D. A. (2022). PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK CNC MINI 2 AXIS DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD). ELEMEN:

JURNAL TEKNIK MESIN, 9(2), 90-98.

Muis, A. A., Kurniawan, D., Ahmad, F., & Pamungkas, T. A. (2022). Rancangan Meja Pengatur Ketinggian Otomatis Menggunakan Pendekatan Antropometri Dengan Metode Quality Function Deployment (QFD). Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan, 1(2), 114-122.

Nurochim, S., & Rukmana, A. N. (2021). Perancangan Produk Waistbag dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD). Jurnal Riset Teknik Industri, 1-13.

Prabowo, R., & Zoelangga, M. I. (2019). Pengembangan Produk Power Charger Portable dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD). Jurnal Rekayasa Sistem Industri, 8(1), 55-62.

Rahman, A., & Supomo, H. (2012). Analisa kepuasan pelanggan pada pekerjaan reparasi kapal dengan metode quality function deployment (qfd). Jurnal Teknik ITS, 1(1), G297-G302.

Sulistiawan, I., Santoso, H. B., & Komari, A. (2018). Perancangan produk kep potong rambut dengan mempertimbangkan voice of customer menggunakan metode quality function deployment. JATI UNIK: Jurnal Ilmiah Teknik Dan Manajemen Industri, 2(1), 46-54.

Sutawidjaya, A. H., & Asmarani, P. S. (2018). Evaluasi Pelayanan Publik Produk Hukum Online. com untuk Mengetahui Kebutuhan Pelanggan Kasus PT Justika Siar Publika. Jurnal JDM, 1(02), 32-45.

(31)

22

PERTEMUAN 4

TAHAPAN PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PRODUK

A. TUJUAN PRAKTIKUM

Pada pertemuan kali ini kita akan membahas mengenai tahapan perencanaan dan perancangan produk. Setelah menyelesaikan perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan metode tahapan perencanaan dan perancangan produk, sehingga mahasiswa dapat merancang dan mengembangkan produk yang ada ataupun produk yang belum ada sebelumnya.

B. TEORI ATAU PRINSIP DASAR PRAKTIKUM

Perencanaan produk adalah tahapan dimana permulaan sebelum dilakukan perancangan produk yang dikembangkan. Menurut Tjiptono dalam jurnal milik Sianturi produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan oleh produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan pasar sebagai pemenuh kebutuhan pasar tersebut. Pada tahapan ini dipertimbangkan hal-hal yang menjadi nilai lebih dari produk yang dirancang dengan melakukan observasi dari produk pesaing dan melakukan identifikasi peluang-peluang. Langkah perencanaan produk sebagai berikut:

1.

Pengembangan konsep

Dalam fase pengembangan konsep, kebutuhan target pasar diidentifikasi, konsep produk alternatif dihasilkan dan dievaluasi, dan satu atau lebih konsep dipilih untuk pengembangan dan pengujian lebih lanjut. Konsep adalah deskripsi bentuk, fungsi, dan fitur dari suatu produk dan biasanya disertai dengan serangkaian spesifikasi, analisis produk kompetitif, dan pembenaran ekonomi proyek.

2. Desain tingkat sistem

Fase desain tingkat sistem mencakup definisi arsitektur produk, penguraian produk menjadi subsistem dan komponen, dan desain awal komponen utama.

Rencana awal untuk sistem produksi dan perakitan akhir biasanya juga

(32)

ditetapkan selama fase ini. Output dari fase ini biasanya mencakup tata letak geometris produk, spesifikasi fungsional dari masing-masing subsistem produk, dan diagram alir proses awal untuk proses perakitan akhir.

3. Desain detail

Fase desain detail mencakup spesifikasi lengkap geometri, bahan, dan toleransi semua bagian unik dalam produk dan identifikasi semua bagian standar yang akan dibeli dari pemasok. Rencana proses dibuat dan perkakas dirancang untuk setiap bagian yang akan dibuat dalam sistem produksi. Output dari fase ini adalah dokumentasi kontrol untuk produk — gambar atau file komputer yang menggambarkan geometri setiap bagian dan perkakas produksinya, spesifikasi bagian yang dibeli, dan rencana proses untuk pembuatan dan perakitan produk.

Tiga masalah kritis yang paling dipertimbangkan selama proses pengembangan produk, tetapi diselesaikan dalam fase desain detail, adalah: pemilihan bahan, biaya produksi, dan kinerja yang kuat.

4. Pengujian dan penyempurnaan

Fase pengujian dan penyempurnaan melibatkan konstruksi dan evaluasi beberapa versi praproduksi produk. Prototype awal (alfa) biasanya dibangun dengan bagian maksud produksi bagian dengan geometri dan sifat material yang sama seperti yang dimaksudkan untuk versi produksi produk tetapi tidak harus dibuat dengan proses yang sebenarnya untuk digunakan dalam produksi.

Prototype alfa diuji untuk menentukan apakah produk akan berfungsi sebagaimana dirancang dan apakah produk memenuhi kebutuhan pelanggan utama. Kemudian (beta) Prototype biasanya dibangun dengan bagian-bagian yang dipasok oleh proses produksi yang dimaksud tetapi tidak dapat dirakit menggunakan proses perakitan akhir yang dimaksud. Prototype beta dievaluasi secara luas secara internal dan juga biasanya diuji oleh pelanggan dalam lingkungan penggunaannya sendiri. Tujuan untuk Prototype beta biasanya untuk menjawab pertanyaan tentang kinerja dan keandalan untuk mengidentifikasi perubahan rekayasa yang diperlukan untuk produk akhir.

5. Peningkatan produksi

Pada fase peningkatan produksi, produk dibuat menggunakan sistem produksi yang dimaksud. Tujuan peningkatan adalah untuk melatih tenaga kerja dan

(33)

24

untuk menyelesaikan masalah yang tersisa dalam proses produksi. Produk yang dihasilkan selama peningkatan produksi kadang-kadang dipasok ke pelanggan yang lebih disukai dan dievaluasi dengan cermat untuk mengidentifikasi kekurangan yang tersisa. Transisi dari peningkatan produksi ke produksi berkelanjutan biasanya bertahap. Pada titik tertentu dalam transisi ini, produk diluncurkan dan tersedia untuk distribusi luas. Tinjauan proyek pasca- peluncuran dapat terjadi sesaat setelah peluncuran. Tinjauan ini mencakup penilaian proyek dari sudut pandang komersial dan teknis dan dimaksudkan untuk mengidentifikasi cara-cara untuk meningkatkan proses pengembangan untuk proyek-proyek masa depan (T. Ulrich & D. Eppinger, 2012).

Perancangan produk merupakan suatu tahapan dalam menyusun konsep yang matang, terstandarisasi dan sistematis dilihat dari fungsi produk. Perancagan produk tidak terlepas dari kondisi dimana produk itu merupakan produk yang baru ataupun perbaikan dari produk yang sudah ada, dimana produk menyesuaikan dengan kebutuhan dari konsumen. Implementasi perancanga produk dituangkan dala bentuk rancangan gambar produk, guna memenuhi market pull atau memanfaatkan teknologi inovasi yang sudah berjalan.

Gambaran dasar yang dilakukan dalam tahapan perancangan produk antara lain terdiri dari 6 fase yang saling kontinu. Tahap pertama adalah dengan melakukan perencanaan produk apa yang akan dibuat, melihat dari potensi pasar atau tingkat kebutuhan konsumen. Tahap kedua adalah dengan melakukan tahap pengembagan konsep, metode dan arah fungsi produk dibuat dalam beberapa jenis baik rancangan atau komponen yang digunakan. Tahap ketiga adalah dengan melakukan perencanaan tingkat sistem, terkait dengan tingkat kebutuhan produk dari teknologi informasi yang akan digunakan. Tahap berikutnya adalah perancangan rinci, dimana produk yang sudah dirancang siap dilanjutkan ke tahap final, dimana assembly ada di tahapan ini. Tahap berikutnya adalah dengan melakukan percobaan dan perbaikan sebelum produk siap diluncurkan ke pasaran, hal ini berguna dalam memastikan bahwa produk baik, aman dan nyaman dalam digunakan oleh konsumen. Tahapan terakhir adalah peluncuran produk ke pasaran. Ada beberapa spesifikasi yang berhubungan dengan kriteria

(34)

pengembangan produk yang sukses selain 6 tahap diatas, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Kualitas produk

Produk yang berkualitas adalah suatu takaran kepuasan pelanggan yang tidak baku.

2. Biaya pembuatan produk

Biaya yang digunakan dalam perancangan produk menjadi salah satu faktor keberhasilannya, karena hal ini berhubungan dengan nilai input yang dihasilkan.

3. Proses waktu pengembangan produk

Semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk pengembangan maka semakin baik tahap pengembangan tersebut.

4. Biaya pengembangan

Biaya pengembangan harus diperhitungkan, hal ini berkaitan dengan nilai input yang semakin rendah semakin baik.

5. Kemampuan pengembangan

Tim pengembang merupakan aset bagi perusahaan, hal ini berkaitan dengan inovasi terhadap produk tersebut adalah merupakan nilai yang akan menghasilkan profit bagi berusahaan.

C. PROSEDUR DAN MEKANISME PRAKTIKUM Langkah untuk membuat OPC dalam pembuatan rak buku:

1. Mengisi identitas peta.

(Sumber: Dokumentasi Pribadi Kelompok 8, 2023)

2. Menentukan pekerjaan dengan memberikan simbol operasi, pemeriksaan dan penyimpanan, serta menentukan waktu dari setiap bagian masing – masing.

Gambar 4. 1 Kepala Peta

(35)

26

(Sumber: Dokumentasi Pribadi Kelompok 8, 2023)

3. Membuat ringkasan untuk menentukan jumlah dari setiap pekerjaan dan jumlah waktu yang di dapat untuk menghasilkan sebuah produk.

(Sumber: Dokumentasi Pribadi Kelompok 8, 2023)

Langkah membuat gambar menggunakan sketch up:

1. Membuat persegi Panjang dengan tool rectangle dengan ukuran yang diinginkan, lalu klik tools push or pull untuk menarik keatas.

Gambar 4. 2 Simbol Proses Operasi

Gambar 4. 3 Ringkasan Operasi

(36)

(Sumber: Dokumentasi Pribadi Kelompok 8, 2023)

2. Membuat garis dengan tools line untuk menggambar bagian bagian mana yang akan di buat menjorok kedalam, sebelumnya kali an mengklik tools offset untuk membuat line pada pinggir lemari.

(Sumber: Dokumentasi Pribadi Kelompok 8, 2023)

3. Berikan rak – rak pada sela – sela rak, dengan mengklik tools rectangle lalu blok lalu pilih mode grup dan klik move, setelah itu memberikan warna pada rak buku tersebut.

Gambar 4. 4 Membuat Design Dasar

Gambar 4. 5 Membuat Garis dengan Tools Line

(37)

28

(Sumber: Dokumentasi Pribadi Kelompok 8, 2023) Gambar 4. 6 Design Rak Buku

(38)

D. LEMBAR KERJA

LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PAMULANG

Jl. Witana Harja No. 18B Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kode Pos 15417 Email: [email protected]

LEMBAR PRAKTIKUM 1. Peta Proses Operasi

Nama pekerjaan : rak buku Nomor peta : 01 Dipetakan oleh : kelompok 8 Tanggal pemetaan : 23 – 11- 2023

Rancangan

Usulan

1

2

3 4

5

6

7 1

Skat lemari Penyangga lemari

Mengumpulkan serbuk kayu

mengepress

memotong

penghalusan

Mengumpulkan serbuk kayu

mengepress

memotong

pemeriksaan

penyimpanan

10

10 10 10

10

10

10 10

menit ringkasan

7

1

kegiatan jumlah 8

1 80

10

9 90

total

8

Pemasangan HPL 10

(39)

30

LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PAMULANG

Jl. Witana Harja No. 18B Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kode Pos 15417 Email: [email protected]

LEMBAR PRAKTIKUM 2. Drawing

(40)

LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PAMULANG

Jl. Witana Harja No. 18B Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kode Pos 15417 Email: [email protected]

LEMBAR PRAKTIKUM

3. Bill Of Material

RAK BUKU

SKAT PENYANGGA

SAMPING SKRUP

LEMBARAN

SERBUK KAYU

LEMBARAN

SERBUK KAYU

KESIMPULAN

1. Dari hasil peta proses operasi terdapat 5 proses operasi yaitu pengumpulan serbuk kayu, pengepressan, pemotongan, penghalusan, dan pemasangan HPL dengan total waktu keseluruhan adalah 80 menit. Pada peta proses operasi tersebut juga terdapat pemeriksaan sebanyak 1 kali dengan total waktu 10 menit. Maka waktu yang dibutuhkan untuk membuat rak buku kayu adalah 90 menit.

2. Bill Of Material pada level 0 terdapat rak buku, level 1 terdapat skat, penyangga samping, dan skrup, level 2 terdapat lembaran.

(41)

32

E. REFERENSI

FERYANTO, A. N. (2017). Perancangan Mesin Pengerol Pipa Galvanis Dengan Dua Penekan Ulir Handle (Doctoral dissertation, University of Muhammadiyah Malang).

Gunawan, H., Mariano, B., Soewono, A. D., & Christiand, C. (2022). Analisis Pengaruh Proses Perencanaan Dan Perancangan Desain Terhadap Kegagalan Komponen Hasil Produksi Di PT “X” Dengan Metode Fault Tree Analysis. Cylinder: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, 8(2), 14-22.

Irawan, A. P. (2018). Perancangan dan Pengembangan Produk Manufaktur.

Penerbit Andi.

Jakaria, R. B., & Sukmono, T. (2021). Buku Ajar Mata Kuliah Perencanaan Dan Perancangan Produk. Umsida Press, 1-107.

Lukman, M. (2017). PERANCANGAN “Produk Bakul Pemetik Kopi”

Berdasarkan Mata Kuliah Perancangan Pengembangan Produk.

In Prosiding SENTRA (Seminar Teknologi dan Rekayasa) (No. 3).

Nasution, Z. M., Sari, D. Y., Nabawi, R. A., & Rifelino, R. (2022). METODE PERANCANGAN PRODUK DALAM TEKNIK MESIN. Jurnal Vokasi Mekanika, 4(3), 20-29.

PAMBUDI, S. A. (2017). Perancangan Produk Tas Anak-Anak Yang Ergonomis Dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment Dan Data Antropometri (Studi Kasus: UD. Mauns Gresik) (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Gresik).

(42)

33

PERTEMUAN 5

DESIGN FOR MANUFACTURING (DFM)

A. TUJUAN PRAKTIKUM

Pada praktikum ini akan dijelaskan mengenai design for manufacturing (DFM). Setelah menyelesaikan perkuliahan, praktikan diharapkan mampu menganalisa dan menerapkan sistem perancangan desain yang baik sebelum di produksi dan disimulasikan dengan menggunakan aplikasi atau dengan software desain solidwork 3D Engineering.

B. TEORI ATAU PRINSIP DASAR PRAKTIKUM

Design for manufacturing (DFM) adalah praktek pengembangan manufaktur melalui proses pengembangan produk (Ulrich, 2000). Design for manufacturing (DFM) adalah proses merancang suku cadang, komponen atau produk untuk kemudahan manufaktur dengan tujuan akhir membuat produk yang lebih baik dengan biaya lebih rendah. Hal ini dilakukan dengan menyederhanakan, mengoptimalkan dan menyempurnakan desain produk.

Design For Manufacturing (DFM) membutuhkan suatu tim yang secara fungsional saling berhubungan. Perancangan untuk proses manufaktur merupakan salah satu dari pelaksanaan yang paling terintegrasi yangterlibat dalampengembag an produk. Design For Manufacturing (DFM) menggunakan informasi dari beberapa tipe, termasuk diantaranya:

a. Sketsa, gambar, spesifikasi produk, dan alternatif-alternatif rancangan b. Suatu pemahaman detail tentang proses produksi dan perakitan c. Perkiraan biaya manufaktur, volume, dan waktu peluncuran produk

Oleh karenanya Design For Manufacturing (DFM) membutuhkan peran serta yang sangat baik dari anggota tim pengembangan Usaha-usaha Design For Manufacturing (DFM) umumnya menbutuhkan ahli-ahli:

a. Insinyur manufaktur

(43)

34

b. Akuntansi biaya c. Personil produksi

d. Perancang-perancang produk

Banyak perusahaan menggunakan pelatihan tim yang terstruktur untuk mendapatkan integrasi dan tukar pikiran yang dibutuhkan untuk DFM.

Design For Manufacturing (DFM) dilakukan selama proses pengembangan dimulai selama tahapan pengembangan konsep, sewaktu fingsi-fungsi dan spesifikasi produk ditentukan. Ketika melakukan pemilihan suatu konsep produk, biaya hampir selalu merupakan satu kriteria untuk pengambilan keputusan, walaupunperkiraanbiaya pada tahap ini sangatlah subyektif dan merupakan pende katan. Ketika spesifikasi produk difinalisasi, tim pembuat pilihan di antara karakteristik kinerja yang diinginkan. Sebagai contoh, pengurangan berat akan meningkatkan biaya manufaktur.

Perkiraan biaya yang akurat akhirnya menjadi tersedia selama tahap perancangan detail dalam pengembangan, ketika banyak keputusan lainnya didasarkan atas proses manufaktur. Metode DFM terdiri dari 5(lima) langkah sebagai berikut:

1. Memperkirakan biaya manufaktur.

2. Mengurangi biaya komponen.

3. Mengurangi biaya perakitan.

4. Mengurangi biaya pendukung produksi.

5. Mempertimbangkan pengaruh keputusan DFM.

Pada faktor-faktor lainnya biaya manufaktur dari suatu produk yang terdiri dari biaya-biaya dalam tiga kategori:

a. Biaya-biaya komponen: Komponen-komponen dari suatu produk mencakup komponen standard dan komponen berdasarkan pesanan yang dibuat berdasarkan rancangan pembuat dari material mentah, seperti lembaran baja, biji plastik, atau batangan aluminium. Beberapa komponen pesanan dibuat dipabrik sendiri, sementara yang lain dihasilkan oleh pemasok berdasarkan spesifikasi rancangan pembuat

(44)

b. Biaya-biaya perkaitan: Barang-barang diskrit biasanya dirakit dari komponen- komponen. Proses perakitan hampir selalu mencakup biaya upah tenaga kerja dan juga mencakup biaya peralatan dan perlengkapan.

c. Biaya-biaya overhead: Overhead merupakan kategori yang digunakan untuk mencakup seluruh biaya-biaya lainnya. Dibedakan menjadi dua tipe yaitu pendukung dan alokasi tidak langsung. Biaya pendukung adalah biaya-biaya yang berhubungan dengan penanganan material, jaminan kualitas, pembelian, pengiriman, penerimaan, dan pemeliharaan. Biaya alokasi tidak langsung adalah biaya yang tidak dapat dikaitkan secara langsung seperti gaji penjaga keamanan, dan perawatan bangunan karena kegiatan-kegiatan ini terbagi diantara beberapa produk dan sulit untuk mengalokasikan secara langsung pada suatu produk secara spesifik.

C. PROSEDUR DAN MEKANISME PRAKTIK

Berikut prosedur untuk membuat DFM dari produk kelompok kami:

1. Lihat cost pada tabel Componen Cost Impact pada aplikasi Solidwork 2. Tentukan item produk

3. Tentukan BOM produk

4. Tentukan ongkos material dari BOM 5. Tentukan ongkos proses pada setiap item 6. Tentukan ongkos total produk

7. Buatlah rekapitulasi DFM dan bandingkan dengan hasil DFM pada table Componen Cost Impact pada aplikasi Solidwork.

(45)

36

D. LEMBAR KERJA

LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PAMULANG

Jl. Witana Harja No. 18B Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kode Pos 15417 Email: [email protected]

LEMBAR PRAKTIKUM

(46)

LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS

PAMULANG

Jl. Witana Harja No. 18B Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kode Pos 15417 Email: [email protected]

LEMBAR PRAKTIKUM

(47)

38

Estimated cost per assembly:

Rp. 350.000,-

Costing main

template: multibodytemplate_default(englishstandard).sldctc Comparison:

Cost Breakdown

Calculated Parts: Rp. 250.000,- 70%

Purchased Parts: Rp. 0 0%

Toolbox Parts: Rp. 0 0%

Operations: Rp. 100.000,- 30%

Markup: Rp. 0 0%

LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PAMULANG

Jl. Witana Harja No. 18B Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kode Pos 15417 Email: [email protected]

(48)

LEMBAR PRAKTIKUM

Item BOM Ongkos Material Ongkos Proses

Sekat Lembaran 100.000 40.000

Serbuk Kayu 70.000 60.000

Lembaran Serbuk Kayu 70.000 60.000

Penyangga Samping

Lembaran 100.000 40.000

Serbuk Kayu 70.000 60.000

Total 410.000 240.000

E. REFERENSI

Chrispambayun, M. F. (2017). Design For Manufacturing n Produk Keramik Dinding Berornamen Islamic (Doctoral dissertation, UAJY).

Febrianton, A., & Irwan, P. (2021). Design and Manufacturing Motorized Trike Drift Using 110 cc Suzuki Jet Cooled Gasoline Engine. Jurnal Teknik Mesin, 11(1), 95-100.

Gambar

Gambar 1.1 Halaman Google Chrome
Gambar 1.2 Membuka Laman Google Trends
Gambar 1. 2 Membuka Laman Google TrendsGambar 1. 3 Halaman Google  Chrome
Gambar 1.3 Membandingkan Produk
+7

Referensi

Dokumen terkait

LAPORAN PRAKTIKUM LAPORAN PRAKTIKUM PERENCANAAN SUMBERDAYA HUTAN PERENCANAAN SUMBERDAYA HUTAN ACARA I ACARA I PENGENALAN BERBAGAI CARA PENAKSIRAN VOLUME KAYU PENGENALAN BERBAGAI CARA

Makalah ini berisi tentang laporan praktikum mikrobiologi sterilisasi, yang disusun oleh kelompok 1 kelas

Laporan praktikum ini bertujuan untuk menganalisis proses pembuatan produk Mobil Mainan Tamiya sehingga mempermudah dalam melakukan perencanaan perbaikan

Laporan akhir praktikum agribisnis dan kewirausahaan dan melaksanakan praktikum dengan lancar dengan tepat pada

Laporan akhir praktikum modul 1 praktikum metode gayaberat dan

Laporan praktikum sebagai hasil dari kegiatan praktikum lapangan di Kecamatan Panakukang, Kota Makassar, sebagai bagian dari Mata Kuliah Perancangan

Laporan praktikum budidaya laut yang disusun oleh kelompok

Dokumen ini adalah laporan akhir praktikum Vertebrata Hama yang disusun oleh mahasiswa Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas