41
PERTEMUAN 6
42
5. Mendesain alat bantu yang tidak mudah melakukan kesalahan dan mencegah penggunaan yang tidak benar.
6. Memilih material yang akan memberikan umur alat bantu yang cukup.
7. Memberikan proteksi dalam desain alat bantu untuk keselamatan operator yang maksimum dan untuk mengurangi angka kecelakaan kerja.
Desain alat bantu dalam manufaktur menempati posisi antara produk desain dan produksi barang. Pertama-tama kebutuhan produk ditentukan, kemudian gambar dan spesifikasi dibuat. Perancang produk menyerahkan informasi ini ke insinyur perencanaan Proses. Insinyur Perencanaan Proses bekerja sama dengan perancang produk dan perancang alat bantu, merencanakan metode yang akan digunakan untuk memproduksi komponen. Perancang produk merubah atau memodifikasi desain supaya lebih sederhana atau untuk mempercepat produksi.
biasanya perancang produk mengatur laju produksi dan desain komponen, dan memilih alat bantu (Daryus, 2008).
Persyaratan untuk menjadi perancang alat bantu atau untuk menjadi perancang alat bantu, maka orang tersebut harus mempunyai ketrampilan.
Persyaratan untuk menjadi perancang alat bantu adalah sebagai berikut (Daryus, 2008).
1. Kemampuan untuk membuat gambar mesin dan sketsa 2. Mengerti metode produksi modern, peralatan dan teknik 3. Kemampuan mekanik yang kreatif
4. Mengerti metode dasar pembuatan alat bantu
5. Pengetahuan tentang matematika teknik melalui trigonometri praktis.
C. PROSEDUR DAN MEKANISME PRAKTIK
Prosedur dan mekanisme praktik pada pertemuan 6 yaitu tentang Tooling yang digunakan dalam pembuatan produk lemari rak buku kayu adalah sebagai berikut:
1. Siapkan produk yang dengan design 3D menggunakan solidworks;
2. Identifikasi setiap komponen pada produk yang telah di desain bagaimana proses pembutannya.
3. Siapkan data mesin-mesin yang akan digunakan pada saat pembuatan produk.
Alat dan mesin yang digunakan dalam pembuatan produk antaralain (Widarto, 2008).
1. Alat Ukur (Meteran)
Meteran berfungsi untuk mengukur jarak atau panjang. Meteran juga berguna untuk mengukur sudut, membuat sudut siku-siku, dan juga dapat dipakai untuk membuat lingkaran.
(Sumber: Blibli.com)
2. Penggaris
Penggaris adalah peralatan yang digunakan untuk mengetahui ukuran pada komponen dan menandainya menggunakan penanda agar pada saat pemotongan sudah terlihat ukuran yang diinginkan.
(Sumber: Alat proyek.com, 2023)
Gambar 6.1 Meteran
Gambar 6.2 Penggaris Siku
44
3. Pensil
Pensil digunakan Untuk membuat pola dan menandai pada permukaan kayu.
(Sumber: Stationary.co.id)
4. Amplas
Ampelas berfungsi untuk menghaluskan permukaan benda dengan cara menggosokkan permukaan kasarnya ke permukaan suatu benda, yaitu lapisan cat, dempul, kayu, karat besi, dan sebagainya.
(Sumber: Blibli.com, 2023)
5. Paku atau sekrup
Paku adalah logam keras berujung runcing, umumnya terbuat dari baja, yang digunakan untuk melekatkan dua bahan dengan menembus keduanya.
Gambar 6.3 Pensil
Gambar 6.4 Amplas
(Sumber: Monotaro.com, 2023)
6. Kuas
Kuas berfungsi untuk mengaplikasikan cat kayu atau cat warna.
(Sumber: gocement.com, 2023)
7. Plitur
Plitur berfungsi untuk mengkilapkan dan mewarnai permukaan kayu.
Gambar 6.5 Paku
Gambar 6.6 Kuas
46
(Sumber: Tokopedia.com, 2023)
8. Cat Kayu
Cat kayu berfungsi untuk melindungi permukaan furnitur, membuat kayu tahan lama, tahan terhadap perubahan cuaca, dan anti rayap.
(Sumber: Rumah.com, 2023)
9. Papan Kayu
Papan kayu merupakan jenis ukuran kayu yang biasa digunakan untuk membuat furniture.
Gambar 6.7 Plitur
Gambar 6.8 Cat Kayu
(Sumber: Ikayu.com, 2023)
10. Palu
Palu atau disebut juga dengan Martil, merupakan alat bangunan yang sering sekali digunakan untuk menumbuk benda, agar tertancap dengan kuat, dimana biasanya benda yang dipukul tersebut adalah paku.
(Sumber: Matahari Jaya.com)
11. Mesin gergaji circular saw
Gambar 6.9 Papan Kayu
Gambar 6.10 Palu
48
Mesin gergaji circular saw merupakan alat pemotong yang lebih rapih hasil pemotongannya, jadi kelompok kami memilih menggunakan alat potong ini, kelebihannya juga bisa lebih cepat dalam pengerjaan di bandingkan alat potong manuali seperti gergaji.
(Sumber: Goodtech.id, 2023)
12. Gerinda Halus/amplas gerinda
Digunakan untuk menghaluskan permukaan kayu yang tidak rata, kenapa dalam pengamplasan kali ini kelompok kami tidak menggunakan aplas biasa, karena dengan menggunakan alat ini lebih cepat dalam proses pengerjaanya dan lebih puas hasil dari pengerjaannya.
(Sumber: Goodtech.id)
Gambar 6.11 Mesin Gergaji Circular Saw
Gambar 6.12 Gerinda Halus/Amplas Gerinda
D. LEMBAR KERJA
LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PAMULANG
Jl. Witana Harja No. 18B Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kode Pos 15417 Telp/Fax. (021)7412566
Email: [email protected] LEMBAR PRAKTIKUM
No Nama
Mesin/Alat Gambar Fungsi
1 Meteran
Untuk mengukur jarak atau panjang. Meteran juga berguna untuk mengukur sudut, membuat sudut siku- siku, dan juga dapat dipakai untuk membuat lingkaran.
2 Penggaris siku
Untuk mengetahui ukuran pada komponen dan menandainyamenggunakan penanda agar pada saat pemotongan sudah terlihat ukuran yang diinginkan.
3 Pensil
Untuk membuat pola dan menandai pada permukaan kayu
50
LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PAMULANG
Jl. Witana Harja No. 18B Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kode Pos 15417 Telp/Fax. (021)7412566
Email: [email protected] LEMBAR PRAKTIKUM
No Nama
Mesin/Alat Gambar Fungsi
4 Amplas
Untuk menghaluskan permukaan benda dengan caramenggosokkan
permukaan kasarnya ke permukaan suatu benda, yaitu lapisan cat, dempul, kayu, karat besi, dan sebagainya.
5 Papan Kayu
Untuk melekatkan dua bahan dengan menembus keduanya.
6 Plitur
Untuk mengkilapkan dan mewarnai permukaan kayu.
LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PAMULANG
Jl. Witana Harja No. 18B Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kode Pos 15417 Telp/Fax. (021)7412566
Email: [email protected] LEMBAR PRAKTIKUM
No Nama
Mesin/Alat Gambar Fungsi
7 Plitur
Untuk mengkilapkan dan mewarnai permukaan kayu.
8 Cat Kayu
Untuk melindungi permukaan furnitur, membuat kayu tahan lama, tahan terhadap perubahan cuaca, dan anti rayap.
9 Papan Kayu
Sebagai bahan dasar pembuatan rak kayu buku.
52
LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PAMULANG
Jl. Witana Harja No. 18B Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kode Pos 15417 Telp/Fax. (021)7412566
Email: [email protected] LEMBAR PRAKTIKUM
No Nama
Mesin/Alat Gambar Fungsi
10 Palu
Untuk menumbuk benda, agar tertancap dengan kuat, dimana biasanya benda yang dipukul tersebut adalah paku .
11 Mesin gergaji circular saw
Untuk memotong kayu dengan lebih cepat dan hasil yang lebih rapih.
12
Gerinda Halus/Amplas
Gerinda
Untuk menghaluskan permukaan kayu yang tidak rata dengan pengerjaan yang lebih cepat.
E. REFERENSI
Anjani, R. D., Nugraha, A. E., Sari, R. P., & Santoso, D. T. (2021). Perancangan Alat Bantu Kerja Dengan Menggunakan Metode Antropometri Dan Material Selection Pada Industri Sepatu. Jurnal Teknologi, 13(1), 15-24.
Djamal, H., Nelfiyanti, N., & Kurniawan, M. F. (2019). Desain Alat Bantu Pengambilan Part Di Warehouse Pt. Xyz Dengan Aspek Ergonomi. Jisi:
Jurnal Integrasi Sistem Industri, 6(2), 81-91.
Eldrin, G. J., & Sarvia, E. (2021). Desain Alat Bantu Trolley Ergonomis Di Depo Pasar Ikan Kota Tasikmalaya. Jurnal Teknik Industri: Jurnal Hasil Penelitian dan Karya Ilmiah dalam Bidang Teknik Industri, 7(1), 63-68.
Karafillis, A. P., & Boyce, M. C. (1992). Tooling design in sheet metal forming using springback calculations. International journal of mechanical sciences, 34(2), 113-131.
Kurniawati, M. (2018). The Application of Vdi 2222 Method in the Process of Designing Tools for Assembling the Four Way Entry Pallet. Journal of Science and Applicative Technology, 2(2), 33-44.
SETIAWAN, T., & PUTRO, F. H. A. (2021). Pemanfaatan gaphics designer software Canva untuk meningkatkan kreatifitas promosi produk UMKM di Cepogo Boyolali. Jurnal Ekonomi, Sosial & Humaniora, 2(12), 53-56.
Widjaya, H. (2014). Pendekatan Concurrent Engineering Tools pada Proses Perancangan Produk dengan Metode Quality Function Deployment dan Design Structure Matrix (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara).
54
PERTEMUAN 7
KONSEP DESIGN FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (DFMEA)
A. TUJUAN PRAKTIKUM
Pada laporan pertemuan 7 ini akan dijelaskan mengenai peramalan produksi.
Pada praktikum pertemuan 7 ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami bagaimana menganalisa sebuah masalah dengan menggunakan metode DFMEA.
B. TEORI ATAU PRINSIP DASAR PRAKTIKUM
Design for Manufacturing and Assembly (DFMA) merupakan salah satu teknik yang mempertimbangkan baik dari kemudahan perakitan dan kemudahan manufaktur komponen sejak tahap awal mendesain produk dengan tujuan meminimalkan biaya (Boothroyd, Dewhurst, & Knight, 2002). Design for manufacturing and assembly (DFMA) diartikan sebagai desain dari suatu produk atau komponen yang dapat memudahkan proses manufaktur, dan proses perakitan dengan komponen lain untuk menjadi suatu kesatuan produk. DFA apabila diartikan secara mandiri merupakan desain dari suatu produk atau komponen yang dapat memfasilitasi dan mempermudah proses perakitan dengan komponen lain.
Design for Manufacturing and Assembly (DFMA) merupakan gabungan dari Desaign for Manufacturing (DFM) dan Design for Assembly (DFA). DFMA digunakan untuk tiga aktivitas utama:
1. Mengarahkan tim desain dalam menyederhanakan struktur produk, mengurangi biaya manufaktur dan perakitan dan untuk mengukur perbaikan.
2. Sebagai alat pembanding untuk mempelajari produk pesaing dan mengukur kesulitan manufaktur dan perakitannya.
3. Sebagai alat untuk membantu negosiasi kontrak pemasok/supplier.
Perancangan Produk dengan DFMA dilakukan dengan langkah langkah berikut:
1. Membuat struktur produk dari desain awal produk.
2. Evaluasi setiap part atau komponen penyusun produk dengan DFMA.
3. Identifikasi part yang dapat dikembangkan, kombinasi dan dieliminasi.
4. Hitung Efisiensi Desain Perakitan Produk.
Tahap-tahap DFMA diawali oleh konsep desain dari suatu produk baru atau pengembangan produk yang sudah ada. Peninjauan yang pertama dilakukan yaitu dari DFA. DFA bertujuan untuk mengurangi kompleksitas produk supaya mudah dirakit dan menghasilkan waktu perakitan yang lebih rendah. Setelah itu dilanjutkan dengan DFM untuk menentukan proses manufaktur yang sesuai untuk memproduksi produk tersebut berdasarkan material terpilih yang akan digunakan pada produk. Terdapat beberapa looping process yang terjadi selama penerapan metode DFMA. Looping process ini bertujuan untuk menyelesaikan problem di tengah-tengah pengembangan produk dengan cepat tanpa perlu menunggu keseluruhan tahapan pengembangan produk selesai dilakukan. Pada akhirnya yang akan masuk ke tahap produksi merupakan desain yang telah benar-benar lolos keseluruhan tahap DFMA. Penerapan DFMA saat ini terbantu dengan keberadaan software terintegrasi, seperti software DFM Concurrent Cost dan software Design for Assembly, yang mampu menampilkan cost serta DFA Index sebagai pertimbangan dalam membuat desain.
C. PROSEDUR DAN MEKANISME PRAKTIK
1. Semua produk / desain dan proses FMEA mengikuti sepuluh langkah berikut:
2. Tinjau proses atau produk.
3. Brainstorm mode kegagalan potensial.
4. Sebutkan efek potensial dari setiap mode kegagalan.
5. Tetapkan peringkat keparahan untuk setiap efek.
6. Tetapkan peringkat kejadian untuk setiap mode kegagalan.
7. Tetapkan peringkat deteksi untuk setiap mode kegagalan dan / atau efek.
8. Hitung nomor prioritas risiko untuk setiap efek.
9. Prioritaskan mode kegagalan untuk tindakan.
10. Ambil tindakan untuk menghilangkan atau mengurangi mode kegagalan berisiko tinggi.
11. Hitung RPN yang dihasilkan saat mode kegagalan dikurangi atau dihilangkan.
56
Langkah - langkah ini dijelaskan secara rinci mengikuti bagian lembar kerja FMEA dan diilustrasikan dalam studi kasus. Lembar Kerja FMEA Proses FMEA harus didokumentasikan menggunakan lembar kerja FMEA, formulir ini menangkap semua informasi penting tentang FMEA dan berfungsi sebagai alat komunikasi yang sangat baik. (Maritan & Maritan, 2015). Melakukan pengumpulan data desain produk.
D. LEMBAR KERJA
LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PAMULANG
Jl. Witana Harja No. 18B Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kode Pos 15417 Email: [email protected]
LEMBAR PRAKTIKUM
Setelah dilakukan praktikum pada pertemuan 7 kali ini didapat hasil pengamatan sebagai berikut:
58
LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PAMULANG
Jl. Witana Harja No. 18B Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kode Pos 15417 Email: [email protected]
LEMBAR PRAKTIKUM
KESIMPULAN:
Setelah dilakukan analisis menggunakan metode FMEA didapat hasil RPN untuk item Badan Rak Buku sebesar 100, dan Sekat tengah sebesar 120.
Berdasarkan analisis item yang memiliki nilai RPN paling tinggi yaitu item sekat tengah.
E. REFERENSI
Fadjar, A. N., Hafizh, R. N., Hidayat, A., Irfandy, R., & Annas, M. S. (2019, October). Analisa DFMA dan FMEA pada Produk Rak Buku Lipat.
In Seminar Nasional Teknik Mesin (Vol. 9, No. 1, pp. 1075-1079).
Faizal, A., Luthfianto, S., & Nurwildani, M. F. (2017). Desain Pengembangan Produk Wallshelf Menggunakan Integrasi Qfd Dan Dfma Di Ud.
Xyz. Engineering: Jurnal Bidang Teknik, 8(2), 11-16.
Hasibuan, Y. K., Rambe, M., Jabbar, A., & Ginting, R. (2013). Rancangan Perbaikan Stopcontact Melalui Pendekatan Metode DFMA (Design For Manufacturing And Assembly) Pada PT. XYZ. Jurnal Teknik Industri USU, 1(2), 219217.
Lubis, S. Y. (2018). Redesign of laser marking table using Design for Manufacturing Assembly (DFMA). Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, 2(1), 322-331.
Luqyana, D., Ilham, M. I., Symaidzar, R. D., Raissa, Z. Y., & Annas, M. S. (2019, October). Analisis Desain Produk dengan Metode DFMA untuk Talenan Berpemotong. In Seminar Nasional Teknik Mesin (Vol. 9, No. 1, pp.
1080-1084).
Priadythama, I., Susmartini, S., & Nugroho, A. W. (2017). Penerapan DFMA untuk Low Cost High Customization Product. Performa: Media Ilmiah Teknik Industri, 16(1).
RAMADHAN, M. R. (2023). Usulan Perancangan Proses Produksi Rak Sepatu Berbahan Dasar Holzewig Menggunakan Metode Design For Manucfaturing and Assembly (DFMA)(Studi kasus di PT. Pracetak Bangun Indonesia, Ceper, Klaten) (Doctoral dissertation, Universitas Jenderal Soedirman).
60
DAFTAR PUSTAKA
Anjani, R. D., Nugraha, A. E., Sari, R. P., & Santoso, D. T. (2021). Perancangan Alat Bantu Kerja Dengan Menggunakan Metode Antropometri Dan Material Selection Pada Industri Sepatu. Jurnal Teknologi, 13(1), 15-24.
Ardani, F., Ginting, R., & Ishak, A. (2014). Perancangan Desain Produk Spring Bed Dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment. Jurnal Teknik Industri USU, 5(1), 1-6.
Arifin, A. A., Indarmawan, K. B., & Patriawan, D. A. (2022). PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK CNC MINI 2 AXIS DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD). ELEMEN:
JURNAL TEKNIK MESIN, 9(2), 90-98.
Caesaron, D., & Thio, A. (2017). Analisa Penjadwalan Waktu dengan Metode Jalur Kritis dan PERT pada Proyek Pembangunan Ruko (Jl. Pasar Lama No. 20 Glodok). JIEMS (Journal of Industrial Engineering and Management Systems), 8(2).
Chrispambayun, M. F. (2017). Design For Manufacturing n Produk Keramik Dinding Berornamen Islamic (Doctoral dissertation, UAJY).
Djamal, H., Nelfiyanti, N., & Kurniawan, M. F. (2019). Desain Alat Bantu Pengambilan Part Di Warehouse Pt. Xyz Dengan Aspek Ergonomi. Jisi:
Jurnal Integrasi Sistem Industri, 6(2), 81-91.
Eldrin, G. J., & Sarvia, E. (2021). Desain Alat Bantu Trolley Ergonomis Di Depo Pasar Ikan Kota Tasikmalaya. Jurnal Teknik Industri: Jurnal Hasil Penelitian dan Karya Ilmiah dalam Bidang Teknik Industri, 7(1), 63-68.
Fadjar, A. N., Hafizh, R. N., Hidayat, A., Irfandy, R., & Annas, M. S. (2019, October). Analisa DFMA dan FMEA pada Produk Rak Buku Lipat.
In Seminar Nasional Teknik Mesin (Vol. 9, No. 1, pp. 1075-1079).
Faizal, A., Luthfianto, S., & Nurwildani, M. F. (2017). Desain Pengembangan Produk Wallshelf Menggunakan Integrasi Qfd Dan Dfma Di Ud.
Xyz. Engineering: Jurnal Bidang Teknik, 8(2), 11-16.
Febrianton, A., & Irwan, P. (2021). Design and Manufacturing Motorized Trike Drift Using 110 cc Suzuki Jet Cooled Gasoline Engine. Jurnal Teknik Mesin, 11(1), 95-100.
61
FERYANTO, A. N. (2017). Perancangan Mesin Pengerol Pipa Galvanis Dengan Dua Penekan Ulir Handle (Doctoral dissertation, University of Muhammadiyah Malang).
Fithriyana, E. (2020). Pengolahan produk berbahan dasar buah pepaya sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaaan. AL-UMRON:
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 1-9.
Ginting, R., & Wibowo, C. (2020, November). Perbaikan Proses Produksi Karung Goni Plastik dengan Metode Design For Manufacturing (DFM). In Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE) (Vol. 3, No. 2).
Gunawan, H., Mariano, B., Soewono, A. D., & Christiand, C. (2022). Analisis Pengaruh Proses Perencanaan Dan Perancangan Desain Terhadap Kegagalan Komponen Hasil Produksi Di PT “X” Dengan Metode Fault Tree Analysis. Cylinder: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, 8(2), 14-22.
Hasibuan, Y. K., Rambe, M., Jabbar, A., & Ginting, R. (2013). Rancangan Perbaikan Stopcontact Melalui Pendekatan Metode DFMA (Design For Manufacturing And Assembly) Pada PT. XYZ. Jurnal Teknik Industri USU, 1(2), 219217.
Intani, A. E. (2017). Design for Manufacturing (DFM) untuk Meminimasi Biaya Produksi dan Kualitas (Studi Kasus Pallet Box Fabrication Section PT Saptaindra Sejati). Jurnal Operations Excellence: Journal of Applied Industrial Engineering, 9(2), 124-139.
Irawan, A. P. (2018). Perancangan dan Pengembangan Produk Manufaktur.
Penerbit Andi.
Jakaria, R. B., & Sukmono, T. (2021). Buku Ajar Mata Kuliah Perencanaan Dan Perancangan Produk. Umsida Press, 1-107.
Karafillis, A. P., & Boyce, M. C. (1992). Tooling design in sheet metal forming using springback calculations. International journal of mechanical sciences, 34(2), 113-131.
Kurniawati, M. (2018). The Application of Vdi 2222 Method in the Process of Designing Tools for Assembling the Four Way Entry Pallet. Journal of Science and Applicative Technology, 2(2), 33-44.
62
Kusumastiti, A. R., Harjayanti, N. D., & Hariyanti, T. (2017). Analisa Segmentasi Pasar Rumah Sakit X. Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit, 6(2), 130-139.
Lubis, S. Y. (2018). Redesign of laser marking table using Design for Manufacturing Assembly (DFMA). Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, 2(1), 322-331.
Lukman, M. (2017). PERANCANGAN “Produk Bakul Pemetik Kopi”
Berdasarkan Mata Kuliah Perancangan Pengembangan Produk.
In Prosiding SENTRA (Seminar Teknologi dan Rekayasa) (No. 3).
Luqyana, D., Ilham, M. I., Symaidzar, R. D., Raissa, Z. Y., & Annas, M. S. (2019, October). Analisis Desain Produk dengan Metode DFMA untuk Talenan Berpemotong. In Seminar Nasional Teknik Mesin (Vol. 9, No. 1, pp.
1080-1084).
Maeratnasari, D., & Azwir, H. H. EFISIENSI BIAYA PRODUKSI BAUT UMP
5X28 MC3 UR DENGAN METODE DESIGN FOR
MANUFACTURING.
Malik, A. D. (2017). Analisa faktor–faktor yang mempengaruhi minat masyarakat berinvestasi di pasar modal syariah melalui Bursa Galeri Investasi UISI. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 3(1), 61-84.
Muis, A. A., Kurniawan, D., Ahmad, F., & Pamungkas, T. A. (2022). Rancangan Meja Pengatur Ketinggian Otomatis Menggunakan Pendekatan Antropometri Dengan Metode Quality Function Deployment (QFD). Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan, 1(2), 114-122.
Murdiati, E. (2003). Analisa Pasar Pelayanan Persalinan Sebagai Dasar Penyusunan Program Pemasaran Rumah Sakit HajiI Surabaya (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga).
Narjono, A. I. (1994). Atribut Produk sebagai Dasar Keputusan Pembelian Susu. PANDUAN UNTUK PENULISAN NASKAH, 20, 6.
Nasution, Z. M., Sari, D. Y., Nabawi, R. A., & Rifelino, R. (2022). METODE PERANCANGAN PRODUK DALAM TEKNIK MESIN. Jurnal Vokasi Mekanika, 4(3), 20-29.
63
Nurhayani, N. (2018). Perancangan Rangkaian Cutter Pada Mesin Tenun Sunglee Bagian Unit Iii Dengan Metode Design For Manufacturing (Dfm) Di Pt.
A. NUSTRIAL, 1(1).
Nurhayati, S. (2017). Analisa Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Pasar Dan Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Lq45 Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2010-2013. Jurnal ASET (Akuntansi Riset), 9(1), 133-172.
Nurlaila, N., Sukainah, A., & Amiruddin, A. (2016). Pengembangan produk sosis fungsional berbahan dasar ikan tenggiri (Scomberomorus sp.) dan tepung daun kelor (Moringa oleifera L). Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 2(2), 105-113.
Nurochim, S., & Rukmana, A. N. (2021). Perancangan Produk Waistbag dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD). Jurnal Riset Teknik Industri, 1-13.
PAMBUDI, S. A. (2017). Perancangan Produk Tas Anak-Anak Yang Ergonomis Dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment Dan Data Antropometri (Studi Kasus: UD. Mauns Gresik) (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Gresik).
Prabowo, R., & Zoelangga, M. I. (2019). Pengembangan Produk Power Charger Portable dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD). Jurnal Rekayasa Sistem Industri, 8(1), 55-62.
Priadythama, I., Susmartini, S., & Nugroho, A. W. (2017). Penerapan DFMA untuk Low Cost High Customization Product. Performa: Media Ilmiah Teknik Industri, 16(1).
Rahman, A., & Supomo, H. (2012). Analisa kepuasan pelanggan pada pekerjaan reparasi kapal dengan metode quality function deployment (qfd). Jurnal Teknik ITS, 1(1), G297-G302.
RAMADHAN, M. R. (2023). Usulan Perancangan Proses Produksi Rak Sepatu Berbahan Dasar Holzewig Menggunakan Metode Design For Manucfaturing and Assembly (DFMA)(Studi kasus di PT. Pracetak Bangun Indonesia, Ceper, Klaten) (Doctoral dissertation, Universitas Jenderal Soedirman).
64
Romiyadi, R., & Dwianda, Y. (2019). Design and Manufacturing of Soybean Epidermis Peeler Machine. Jurnal Teknik Mesin, 9(1), 36-40.
Sari, C. A. S. (2017). Teknik Mengelola Produk dan Merek. Gramedia Pustaka Utama.
SETIAWAN, T., & PUTRO, F. H. A. (2021). Pemanfaatan gaphics designer software Canva untuk meningkatkan kreatifitas promosi produk UMKM di Cepogo Boyolali. Jurnal Ekonomi, Sosial & Humaniora, 2(12), 53-56.
Siswanto, M., & Fahriannur, A. (2016). Google Trend untuk Analisa Pasar Bisnis Online & Pemilihan Keywords pada E-Commerce Web. Prosiding.
Sulistiawan, I., Santoso, H. B., & Komari, A. (2018). Perancangan produk kep potong rambut dengan mempertimbangkan voice of customer menggunakan metode quality function deployment. JATI UNIK: Jurnal Ilmiah Teknik Dan Manajemen Industri, 2(1), 46-54.
Sunyoto, D. (2014). Dasar-dasar Manajemen Pemasaran, konsep, strategi, dan kasus.
Sutawidjaya, A. H., & Asmarani, P. S. (2018). Evaluasi Pelayanan Publik Produk Hukum Online. com untuk Mengetahui Kebutuhan Pelanggan Kasus PT Justika Siar Publika. Jurnal JDM, 1(02), 32-45.
ULFA, S. ANALISA PASAR DALAM PENERAPAN BAURAN PEMASARAN PADA.
Widiana, M. E., & Sinaga, B. (2010). Dasar-Dasar Pemasaran. Bandung: Karya Putra Darwati.
Widjaya, H. (2014). Pendekatan Concurrent Engineering Tools pada Proses Perancangan Produk dengan Metode Quality Function Deployment dan Design Structure Matrix (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara).
Winarto, Hari. (2011). “Strategi pemasaran.” Jurnal Ekonomika Universitas Wijayakusuma Purwokerto 14.3: 23137.
Winnarko, H., & Mulyani, Y. (2020). Uji Coba Produk Nugget Berbahan Dasar Ikan Cakalang (Katsuwonus Pelamis) dengan Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera L). JSHP: Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 4(1), 13-20.
65
BIOGRAFI ANGGOTA KELOMPOK
1. NAMA : ADITYA FARHAN
ALAMAT : PERUM TAMAN BUAH
SUKAMANTRI BLOKAA8 NO 4 NO HP : 082210874697
HOBBY : WORKOUT
2. NAMA : DANY RAMADHAN
ALAMAT : PERUM TAMAN BUAH
SUKAMANTRI NO HP : 085817065120 HOBBY : REBAHAN
3. NAMA : FEBRY WAHYUNI
ALAMAT : PERUMNAS KARAWACI
NO HP : 08967001646 HOBBY : NONTON
4. NAMA : HIGA RISDIAN SOPHANSACH
ALAMAT : PASAR REBO
NO HP : 087801080645 HOBBY : BERMAIN BASKET
5. NAMA : SABRINA SAFITRI ALAMAT : LEGOK
NO HP : 089630753273 HOBBY : NONTON
66
LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PAMULANG FORM QUISIONER PENILAIAN
KELOMPOK
I
Urutkan seluruh nama anggota kelompok (termasuk anda) dan NIM dimulai dari yang paling berkontribusi pada materi Praktikum sampai dengan yang kurang berkontribusi.
1 Aditya Farhan (201010850051) 96
2 Danny Ramadhan (201010850044) 97
3 Febry Wahyuni (201010850058) 100
4 Higa Risdian Sophansach (201010800091) 95
5 Sabrina Safitri (201010850071) 100
II
Urutkan seluruh nama anggota kelompok (termasuk anda) dan NIM dimulai dari yang paling baik bekerja sama dalam kelompok, sampai dengan yang kurang bekerja sama.
1 Aditya Farhan (201010850051) 100
2 Danny Ramadhan (201010850044) 100
3 Febry Wahyuni (201010850058) 98
4 Higa Risdian Sophansach (201010800091) 96
5 Sabrina Safitri (201010850071) 98
III
Urutkan seluruh nama anggota kelompok (termasuk anda) dan NIM dimulai dari yang paling baik dalam memimpin kerja kelompok sampai dengan yang kurang baik
1 Aditya Farhan (201010850051) 98
2 Danny Ramadhan (201010850044) 98
3 Febry Wahyuni (201010850058) 95
4 Higa Risdian Sophansach (201010800091) 95
5 Sabrina Safitri (201010850071) 98
IV
Urutkan seluruh nama anggota kelompok (termasuk anda) dan NIM dimulai dari yang paling berkontribusi pada pembuatan laporan akhir sampai dengan yang paling tidak berkontribusi