• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Kasus i Katarak Matur

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Kasus i Katarak Matur"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KASUS

LAPORAN KASUS

KATARAK MATUR PADA PENDERITA

KATARAK MATUR PADA PENDERITA

DIABETES MELLITUS

DIABETES MELLITUS

OLEH:

OLEH:

F

FADHLUR

ADHLUR RAHMAN

RAHMAN

H1A 004 017

H1A 004 017

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK MADYA

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK MADYA

DI BA

DI BAGIAN

GIAN ILMU

ILMU PENY

PENYAKIT MAT

AKIT MATA

A

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM

RUMAH SAKIT UMUM PROVINSI NTB

RUMAH SAKIT UMUM PROVINSI NTB

FEBRUARI 2009

FEBRUARI 2009

(2)

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

Perempuan usia 50 tahun datang dengan keluhan

Perempuan usia 50 tahun datang dengan keluhan kabur, penglihatan kabur dirasakankabur, penglihatan kabur dirasakan se

sejak jak ±1 ±1 tatahuhun n yayang ng lallalu. u. pepengnglilihahatan tan kakabubur/tr/tididak ak jejelas las dadan n sesepeperti rti adada a kakabubut t sesertrtaa terk

terkadaadang ng paspasien ien meramerasa sa silsilau au saasaat t melmelihat ihat cahcahayaaya. . dardari i hashasil il pempemerikeriksaan saan padpada a matmataa didapatkan : visus mata kanan dan kiri 2/60, lapang pandang pada mata kanan kabur di didapatkan : visus mata kanan dan kiri 2/60, lapang pandang pada mata kanan kabur di sebelah kanan dan lensa pada kedua mata keruh. TIO (palpasi) pada kedua mata pasien sebelah kanan dan lensa pada kedua mata keruh. TIO (palpasi) pada kedua mata pasien normal. Pasien ini memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus.

(3)

LAPORAN KASUS LAPORAN KASUS

I. IDEN

I. IDENTITAS PTITAS PASIENASIEN N

Naammaa :: NNyy..WW

Umur

Umur : : 50 50 tahuntahun

JJeenniis s kkeellaammiinn : : PPeerreemmppuuaann P

Peekkeerrjjaaaann : : IIRRTT Alamat

Alamat : : CakranegaraCakranegara

T

Taannggggaal l ppeemmeerriikkssaaaann : 2: 25 5 FFeebbrruuaarri i 22000099

II. ANAMNESIS II. ANAMNESIS K Keelluuhhaan n UUttaammaa :: Penglihatan kabur  Penglihatan kabur 

Riwayat Penyakit Sekarang Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien mengeluh pusing dan penglihatannya kabur, penglihatan kabur dirasakan sejak ±1 Pasien mengeluh pusing dan penglihatannya kabur, penglihatan kabur dirasakan sejak ±1 tahun yang lalu. Penglihatan kabur/tidak jelas dan seperti ada kabut serta terkadang pasien tahun yang lalu. Penglihatan kabur/tidak jelas dan seperti ada kabut serta terkadang pasien merasa silau saat melihat cahaya. Mata merah (-), nyeri (-)

merasa silau saat melihat cahaya. Mata merah (-), nyeri (-)

Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat Penyakit Dahulu

Pasien memiliki riwayat penyakit Diabetes Mellitus, didiagnosis sejak ± 3 tahun yang lalu. Pasien memiliki riwayat penyakit Diabetes Mellitus, didiagnosis sejak ± 3 tahun yang lalu. hipertensi (-) TBC (-). Riwayat trauma pada mata (-)

hipertensi (-) TBC (-). Riwayat trauma pada mata (-)

Riwayat Penyakit Keluarga Riwayat Penyakit Keluarga

Tidak ada dari keluarga pasien yang menderita penyakit/gejala-gejala yang sama seperti Tidak ada dari keluarga pasien yang menderita penyakit/gejala-gejala yang sama seperti yang diderita oleh pasien saat ini.

yang diderita oleh pasien saat ini.

Riwayat Pengobatan Sebelumnya Riwayat Pengobatan Sebelumnya

Pasien tidak pernah berobat penyakit mata sebelumnya. hanya berobat untuk penyakit DM Pasien tidak pernah berobat penyakit mata sebelumnya. hanya berobat untuk penyakit DM di Puskesmas

(4)

III. PEMERIKSAAN FISIK  III. PEMERIKSAAN FISIK  T

Tanggal Pemeriksaan anggal Pemeriksaan : 25 Februari 200: 25 Februari 20099 K

Keeaaddaan n UUmmuumm : : BBaaiik  k   Kesadaran

Kesadaran : : Compos Compos mentismentis S

Sttaattuus s LLookkaalliiss ::

N

Noo PPeemmeerriikkssaaaann MMaatta a kkaannaann MMaatta a kkiirrii V

Viissuus s 22//6600 22//6600

P

Piinnhhoolle e TTiiddaak k ddiillaakkuukkaann TTiiddaak k ddiillaakkuukkaann R

Reeffrraakkssi i TTiiddaak k ddiillaakkuukkaann TTiiddaak k ddiillaakkuukkaann L

Laappaanng g ppaannddaanngg KKaabbuur r ddi i sseebbeellaah h kkaannaann NNoorrmmaall G

Geerraakkaan n bboolla a mmaattaa BBaaiik k kke e sseeggaalla a aarraahh BBaaiik k kke e sseeggaalla a aarraahh Palpebra superior  Palpebra superior  • • EdemaEdema • • HiperemiHiperemi • • PapilPapil • • EnteropionEnteropion • • SiliaSilia • • PseudoptosisPseudoptosis • • SikatriksSikatriks -- ---- ---- ---- --  Normal Normal   Normal Normal -- ---- --Palpebra inferior  Palpebra inferior  • • SiliaSilia • • TrikiasisTrikiasis • • HiperemiHiperemi • • EdemaEdema N

Noorrmmaall NNoorrmmaall

-- ---- ---- --Konjungtiva palpebra Konjungtiva palpebra • • Superior Superior  • • Inferior Inferior  In

Injejeksksi ki kononjujungngtivtiva (a (-)-) InInjejeksksi ki kononjujungngtivtiva (a (-)-) In

Injejeksksi ki kononjujungngtivtiva (a (-)-) InInjejeksksi ki kononjujungngtivtiva (a (-)-) Konjungtiva bulbi

Konjungtiva bulbi

• Injeksi konjungtivaInjeksi konjungtiva

• Injeksi silier Injeksi silier 

--

----

--K

Koorrnneeaa JJeerrnniihh

Permukaan cembung Permukaan cembung Infiltrate (-) Infiltrate (-) Jernih Jernih Permukaan cembung Permukaan cembung Infiltrate (-) Infiltrate (-) B

(5)

Hifema (-) Hifema (-) Hipopion (-) Hipopion (-) Hifema (-) Hifema (-) Hipopion (-) Hipopion (-)

IIrriiss WWaarrnnaa ccookkllaatt

Iridodenesis (-) Iridodenesis (-) Iridodialisis (-) Iridodialisis (-) Sinekia (-) Sinekia (-) Warna coklat Warna coklat Iridodenesis (-) Iridodenesis (-) Iridodialisis (-) Iridodialisis (-) Sinekia (-) Sinekia (-) Pupil Pupil • • Bentuk Bentuk  •

• Refleks (langsung)Refleks (langsung)

• Refleks (tidak langsung)Refleks (tidak langsung)

Regular Regular 

Regular Regular 

((++)) ((++))

((++)) ((++))

L

Leennssaa KKeerruuh h ((bbeerrwwaarrnna a ppuuttiihh)) Iris shadow (-) Iris shadow (-)

Keruh (berwarna putih) Keruh (berwarna putih)

Iris shadow (-) Iris shadow (-) T

TIIO O ((ppaallppaassii)) NNoorrmmaal l NNoorrmmaall

Funduskopi

Funduskopi Tidak Tidak dilakukan dilakukan Tidak Tidak dilakukandilakukan

IV

IV. . DIAGNOSISDIAGNOSIS

Katarak matur OD dan OS Katarak matur OD dan OS

V. DIAGNOSIS BANDING V. DIAGNOSIS BANDING Katarak imatur 

Katarak imatur 

VI. USULAN

VI. USULAN PEMERIKSAANPEMERIKSAAN Funduskopi

Funduskopi VII. P

VII. PENATENATALAKSANAALAKSANAANAN 1

1.. KKIIEE 2

2.. OOppeerraassii a.

a. ICCICCE (InE (Intra Ctra Capsapsuleuler Catr Cataraaract Exct Extractractiotion)n)  b.

 b. ECCECCE (ExE (Extra Catra Capsupsuler Caler Catartaract Exact Extratractioction)n) cc.. SSIICCSS

Katarak Matur  Katarak Matur 

(6)

d.

d. FaFakokoememululsisififikakasisi

VIII. PROGNOSIS VIII. PROGNOSIS Pas

Pasien ien katkatarak arak dendengan gan diadiabetebetes s melmellitulitus s yayang ng akaakan n diodioperperasi asi katkatarak arak akaakan n memmemilikilikii  prognosis:

 prognosis: 1

1.. BBaaiik  k    bilbila a penpenyayakit kit diadiabetebetes s terkterkontontrol rol dan dan tidtidak ak ada ada komkompliplikaskasi i akiakibatbat  penyakit diabetesnya.

 penyakit diabetesnya. 2

2.. BBuurruuk  k   bila pasien terkena komplikasi dari penyakit diabetesnya yaitu retinopatibila pasien terkena komplikasi dari penyakit diabetesnya yaitu retinopati diabetic.

(7)

TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA Pengertian

Pengertian

Katarak adalah perubahan lensa mata

Katarak adalah perubahan lensa mata yang sebelumyang sebelumnya jernih nya jernih dan tembus cahayadan tembus cahaya menjadi keruh. Katarak menyebabkan penderita tidak bisa melihat dengan jelas karena menjadi keruh. Katarak menyebabkan penderita tidak bisa melihat dengan jelas karena dengan lensa yang keruh cahaya sulit mencapai retina dan akan menghasilkan bayangan dengan lensa yang keruh cahaya sulit mencapai retina dan akan menghasilkan bayangan yang kabur pada retina.

yang kabur pada retina.11

Katarak adalah keadaan dimana terjadi kekeruhan pada serabut atau bahan lensa di Katarak adalah keadaan dimana terjadi kekeruhan pada serabut atau bahan lensa di dalam kapsul lensa atau

dalam kapsul lensa atau juga suatu keadaan patologjuga suatu keadaan patologik lensa ik lensa di mana di mana lensa menjadi keruhlensa menjadi keruh akibat hidrasi cairan lensa atau denaturasi protein lensa.

akibat hidrasi cairan lensa atau denaturasi protein lensa.11

Katarak disebabkan

Katarak disebabkan hidrasihidrasi (penambahan cairan lensa),(penambahan cairan lensa), denaturasi protein lensa,denaturasi protein lensa,  proses penuaan (

 proses penuaan (degeneratif degeneratif ). Meskipun tidak jarang ditemui pada orang muda, bahkan). Meskipun tidak jarang ditemui pada orang muda, bahkan   p

  padada a babayyi i yyanang g babaru ru lalahihir r sesebabagagai i cacacacat t babawawaanan, , ininfefeksksi i vivirurus s ((rubelarubela) ) ddi i mmaassaa   pertumbuhan janin, genetik, gangguan pertumbuhan, penyakit mata, cedera pada lensa   pertumbuhan janin, genetik, gangguan pertumbuhan, penyakit mata, cedera pada lensa

mat

mata, a, perpereganegangan gan padpada a retretina ina matmata a dan dan pempemapaaparan ran berberlebilebihan han dardari i sinsinar ar ultultravravioliolet.et. Kerusakan oksidatif oleh radikal bebas,

Kerusakan oksidatif oleh radikal bebas, diabetes mellitusdiabetes mellitus, rokok, alkohol, dan obat-obatan, rokok, alkohol, dan obat-obatan steroi

steroid, d, sertaserta  glaukoma glaukoma (tek(tekanaanan n bolbola a matmata a yayang ng tintinggiggi), ), dapdapat at menmeningingkatkatkan kan risrisikoiko terjadinya katarak.

terjadinya katarak.11

1

1.. EEttiioollooggii

etiologi katarak adalah : etiologi katarak adalah :

a.

a. dedegegeneneraratitif (f (ususiaia)) b

b.. kkoonnggeenniittalal c.

c. penypenyakit sakit sistemik istemik (misa(misal DM, l DM, hipertehipertensi, nsi, hipophipoparatiroiaratiroidismdisme)e) d.

d. penypenyakit lakit lokal okal pada pada mata (mata (misal misal uveitiuveitis, gs, glaukolaukoma dlma dll)l) ee.. ttrraauummaa

f.

f. babahahan tn tokoksisik (k (kikimimia & a & fifisisik)k) g.

g. keracukeracunan onan obat-obbat-obat terteat tertentu (ntu (kortikkortikosterosteroid, oid, ergoergot, dllt, dll))

Sebagian besar katarak terjadi karena proses degeneratif atau bertambahnya usia Sebagian besar katarak terjadi karena proses degeneratif atau bertambahnya usia ses

seseoreorangang. . KatKatarak arak kebkebanyanyakan akan munmuncul cul padpada a ususia ia lanlanjutjut. . DatData a stastatisttistik ik menmenunjunjukkukkanan  bahwa lebih dari 90% orang berusia di atas 65 tahun menderita katarak. Sekitar 55% orang  bahwa lebih dari 90% orang berusia di atas 65 tahun menderita katarak. Sekitar 55% orang   b

  bererususia ia 7575— — 85 85 tatahuhun n daydaya a pepengnglihlihataatannnnya ya beberkrkururanang g akakibaibat t kakatatarakrak. . WWalalauaupupunn sebenarnya dapat diobati, katarak merupakan penyebab utama kebutaan di dunia.

(8)

Gejala Gejala

Gejala umum gangguan katarak meliputi : Gejala umum gangguan katarak meliputi :

•• PenPengliglihatahatan tidn tidak jelak jelas, sas, sepeeperti terrti terdapdapat kabat kabut meut menghnghalanalangi obgi objekjek.. •• PePeka tka tererhahadadap sp sininar aar atatau cu cahahayaya.a.

•• DaDapapat mt melielihat hat dodobebel pl padada sa satu atu mamatata..

•• MemMemerluerlukan kan penpencahcahayaayaan yan yang tang teranerang ung untuk tuk dapdapat mat membembaca.aca. •• LenLensa msa mata ata berberubaubah meh menjanjadi bdi burauram sm sepeeperti rti kackaca sua susu.su.11

Penyebab terjadinya kekeruhan lensa ini dapat : Penyebab terjadinya kekeruhan lensa ini dapat :

1.

1. PrimerPrimer, berdasa, berdasarkan ganrkan gangguan pgguan perkemberkembangan dangan dan metaban metabolismolisme dasar lense dasar lensa.a. 2.

2. SekunSekunderder, , akibat akibat tindaktindakan an pembpembedahan edahan lensalensa.. 3.

3. KomKompliplikaskasi penyi penyakit lakit lokaokal ataul ataupun upun umummum..22

Jenis-jenis katarak  Jenis-jenis katarak 

Katarak dapat diklasifikasikan dalam golongan berikut : Katarak dapat diklasifikasikan dalam golongan berikut :

•• KatKatarak arak perperkemkembanbangan gan (de(develvelopmopmentental) al) dan dan degdegeneeneratiratif f  •• KaKatartarak kak konongegeninitatal, jl, juvuvenenvivil, dl, dan san senenil.il.

•• KKaattararaak k kkoommpplliikkaatata •• KKaattararaak k ttrrauaummatatikik..22

Berdasarkan usia pasien, katarak dapat di bagi dalam : Berdasarkan usia pasien, katarak dapat di bagi dalam :

•• KatKatarak karak kongongenienital, tal, katkatarak arak yanyang terlg terlihaihat padt pada usa usia di bia di bawaawah 1 tahh 1 tahunun

•• KaKatartarak juvak juvenenilil, , kakatartarak yanak yang terlig terlihahat pada ust pada usia di atasia di atas1 1 tatahuhun dan di bawan dan di bawah 40h 40 tahun.

tahun.

•• KatKatarak arak prepresensenil, il, katkatarak arak sessesudaudah h usiusia30 a30 - - 40 40 tahtahunun

•• KatKatarak sarak senienil, kal, kataratarak yak yang mung mulai telai terjadrjadi padi pada usa usia lebia lebih daih dari 40 tri 40 tahuahun.n.22

KATARAK SENIL KATARAK SENIL

Katarak senil adalah semua kekeruhan lensa yang terdapat pada usia lanjut, yaitu usia di Katarak senil adalah semua kekeruhan lensa yang terdapat pada usia lanjut, yaitu usia di atas 50 tahun. Penyebabnya sampai sekarang tidak diketahui secara pasti.

atas 50 tahun. Penyebabnya sampai sekarang tidak diketahui secara pasti.

Katarak senil secara klinik dikenal dalam 4 stadium yaitu insipien, imatur, intumesen, Katarak senil secara klinik dikenal dalam 4 stadium yaitu insipien, imatur, intumesen, matur, hipermatur dan morgagni.

(9)

Katarak insipien

Katarak insipien. Pada stadium ini akan terlihat hal-hal berikut :. Pada stadium ini akan terlihat hal-hal berikut :

Kekeruhan mulai dari tepi ekuator berbentuk jeriji menuju korteks anterior dan posterior  Kekeruhan mulai dari tepi ekuator berbentuk jeriji menuju korteks anterior dan posterior  (katarak kortikal). Vakuol mulai terlihat di dalam korteks. Katarak subkapsular posterior, (katarak kortikal). Vakuol mulai terlihat di dalam korteks. Katarak subkapsular posterior, kekeruhan mulai terlihat anterior subkapsular posterior, celah terbentuk antara serat lensa kekeruhan mulai terlihat anterior subkapsular posterior, celah terbentuk antara serat lensa dan korteks berisi jaringan degeneratif (benda Morgagni) pada katarak insipien. Kekeruhan dan korteks berisi jaringan degeneratif (benda Morgagni) pada katarak insipien. Kekeruhan ini dapat menimbulkan poliopia oleh karena indeks refaksi yang tidak sama pada semua ini dapat menimbulkan poliopia oleh karena indeks refaksi yang tidak sama pada semua  bagian lensa. Bentuk ini kadang-kadang menetap untuk waktu yang lama.

 bagian lensa. Bentuk ini kadang-kadang menetap untuk waktu yang lama. 33

Katarak intumesen

Katarak intumesen. Kekeruhan lensa disertai pembengkakan lensa akibat lensa yang. Kekeruhan lensa disertai pembengkakan lensa akibat lensa yang degeneratif menyerap air. Masuknya air ke dalam celah lensa mengakibatkan lensa menjadi degeneratif menyerap air. Masuknya air ke dalam celah lensa mengakibatkan lensa menjadi   be

  bengkngkak ak dan dan besbesar ar yanyang g akaakan n menmendordorong ong iriiris s sehsehingingga ga bilbilik ik matmata a menmenjadjadi i dandangkagkall dib

dibandanding ing dendengan gan keadkeadaan aan nornormalmal. . PenPencembcembungungan an lenlensa sa ini ini akaakan n dapdapat at memmemberiberikankan  penyulit glaukoma. Katarak intumesen biasanya terjadi pada katarak yang berjalan cepat  penyulit glaukoma. Katarak intumesen biasanya terjadi pada katarak yang berjalan cepat

dan mengakibatkan miopia lentikular. Pada keadaan ini dapat terja

dan mengakibatkan miopia lentikular. Pada keadaan ini dapat terja di hidrasi korteks hinggadi hidrasi korteks hingga lensa akan mencembung dan daya biasnya akan bertambah, yang memberikdn miopisasi. lensa akan mencembung dan daya biasnya akan bertambah, yang memberikdn miopisasi. Pada pemeriksaan slitlamp terlihat vakuol pada lensa disertai peregangan jarak lamel serat Pada pemeriksaan slitlamp terlihat vakuol pada lensa disertai peregangan jarak lamel serat lensa.

lensa. 33

Kata

Katarak rak imatuimaturr, , sebsebagiaagian n lenlensa sa kerkeruh uh atau atau katkatarakarak. . KatKatarak arak yanyang g belbelum um menmengengenaiai sel

seluruuruh h laplapis is lenlensa. sa. PadPada a katakatarak rak imaimatur tur akaakan n dapdapat at berbertamtambah bah volvolume ume lenlensa sa akiakibatbat me

meniningngkakatntnya ya tetekakananan n ososmomotitik k babahahan n lelensnsa a yayang ng dedegegeneneratratifif. . PaPada da kekeadaadaan an lenlensasa men

mencembcembunung g akaakan n dapdapat at menmenimbimbulkulkan an hamhambatbatan an puppupil, il, sehsehingingga ga terjterjadi adi glaglaukoukomama sekunder.

sekunder. 33

Kata

Katarak rak matumaturr. . PadPada a katkatarak arak matmatur ur kekkekerueruhan han telatelah h menmengengenai ai selseluruuruh h masmasa a lenlensa.sa. Kekeruhan

Kekeruhan ini ini bisa bisa terjadi akibat terjadi akibat deposisi deposisi ion ion Ca Ca yang yang menyeluruh. menyeluruh. Bila Bila katarak katarak imatur imatur  atau intumesen tidak dikeluarkan maka cairan lensa akan keluar, sehingga lensa kembali atau intumesen tidak dikeluarkan maka cairan lensa akan keluar, sehingga lensa kembali  pada ukuran yang normal. Akan terjadi kekeruhan seluruh lensa yang bila lama akan  pada ukuran yang normal. Akan terjadi kekeruhan seluruh lensa yang bila lama akan

menga

mengakibatkkibatkan an kalsikalsifikasi lensa. fikasi lensa. Bilik mata Bilik mata depan akan depan akan berukberukuran kedalaman normaluran kedalaman normal kembali, tidak terdapat bayangan iris pada lensa yang keruh, sehingga uji bayangan iris kembali, tidak terdapat bayangan iris pada lensa yang keruh, sehingga uji bayangan iris negatif.

negatif.33

Kat

Katarak arak matmatur ur bila bila dibdibiarkiarkan an sajsaja a akaakan n menmenjadjadi i katkatarak arak intintumeumesen sen (ka(kataratarak k dendengangan kandungan air maksimal), yang dapat memblok pupil dan menyebabkan tekanan bola mata kandungan air maksimal), yang dapat memblok pupil dan menyebabkan tekanan bola mata meningkat (glaucoma). Atau lama kelamaan bahan lensa akan keluar dari lensa yang meningkat (glaucoma). Atau lama kelamaan bahan lensa akan keluar dari lensa yang

(10)

katarak ke bilik mata depan dan menyebabkan reaksi radang. Sel-sel radang ini akan katarak ke bilik mata depan dan menyebabkan reaksi radang. Sel-sel radang ini akan men

menumpumpuk uk di di trabtrabekuekulum lum dan dan akhakhirnyirnya a jugjuga a dapdapat at menmeningingkatkatkan kan tektekanaanan n bolbola a matmataa (glucoma). Bila tekan bola mata yang tinggi ini tidak segera diturunkan, maka sel-sel (glucoma). Bila tekan bola mata yang tinggi ini tidak segera diturunkan, maka sel-sel syaraf mata yang terdapat pada dinding belakang bola mata akan tertekan, yang pada syaraf mata yang terdapat pada dinding belakang bola mata akan tertekan, yang pada akh

akhirnirnya ya dapdapat at menmenyebyebabkabkan an kemkematiaatian n selsel-se-sel l syasyaraf raf terstersebuebut, t, yanyang g menmengakgakibaibatkatkann kebutaan.

kebutaan.55

Katarak hipermatur

Katarak hipermatur. Katarak hipermatur, katarak yang mengalami proses degenerasi. Katarak hipermatur, katarak yang mengalami proses degenerasi lanjut, dapat menjadi keras atau lembek dan mencair. Masa lensa yang berdegenerasi lanjut, dapat menjadi keras atau lembek dan mencair. Masa lensa yang berdegenerasi keluar dari kapsul lensa sehingga lensa menjadi mengecil, berwarna kuning dan kering, keluar dari kapsul lensa sehingga lensa menjadi mengecil, berwarna kuning dan kering, Pad

Pada a pempemerikeriksaasaan n terlterlihaihat t bilbilik ik mata mata daldalam am dan dan lipalipatan tan kapkapsusul l lenlensa. sa. KadKadangang-kad-kadangang  peng

 pengkerutakerutan n berjalaberjalan n terus sehingga hubungaterus sehingga hubungan n dengadengan n zonulzonula a Zinn menjadi Zinn menjadi kendkendoror. . BilaBila   pr

  prososes es katkatarak arak berberjalajalan n lanlanjut jut disdisertaertai i dendengan gan kapkapsul sul yanyang g tebtebal al makmaka a korkortekteks s yayangng   berde

  berdegenerasgenerasi i dan cair dan cair tidak dapat tidak dapat keluarkeluar, , maka korteks akan maka korteks akan mempermemperlihatkalihatkan n bentubentuk k  sebagai sekantong susu disertai dengan nukieus yang terbenam di dalam korteks lensa sebagai sekantong susu disertai dengan nukieus yang terbenam di dalam korteks lensa karena lebih berat. Keadaan ini disebut sebagai

karena lebih berat. Keadaan ini disebut sebagai katarak Morgagnikatarak Morgagni..33

KATARAK KOMPLIKATA KATARAK KOMPLIKATA

Katarak komplikata terjadi akibat gangguan keseimbangan susunan sel lensa faktor fisik  Katarak komplikata terjadi akibat gangguan keseimbangan susunan sel lensa faktor fisik  atau kimiawi sehingga terjadi gangguan kejernihan lensa. Katarak komplikata dapat terjadi atau kimiawi sehingga terjadi gangguan kejernihan lensa. Katarak komplikata dapat terjadi akibat iridosikiitis, miopia tinggi, ablasi retina, dan glaukoma. Katarak komplikata dapat akibat iridosikiitis, miopia tinggi, ablasi retina, dan glaukoma. Katarak komplikata dapat terjadi akibat kelainan sisternik yang akan mengenai kedua mata atau kelainan lokal yang terjadi akibat kelainan sisternik yang akan mengenai kedua mata atau kelainan lokal yang akan mengenai satu mata.

akan mengenai satu mata.22

1.

1. Katarak Katarak akibat akibat kelainan kelainan sistemik sistemik 

Diabetes melitus, akan menyebabkan katarak pada kedua mata dengan bentuk yang khusus Diabetes melitus, akan menyebabkan katarak pada kedua mata dengan bentuk yang khusus sepert

seperti i terdapterdapatnya atnya tebaran tebaran kapas kapas atau atau saiju saiju di di dalam dalam bahan bahan lensalensa. . KekerKekeruhan uhan lensalensa dap

dapat at berberjalajalan n proprogregresif sehinsif sehingga terjadgga terjadi i ganganggugguan an penpengliglihatahatan n yanyang g berberat. Kataraat. Katarak k  dia

diabetbetes merupes merupakaakan n katkatarak yang arak yang dapdapat at terjterjadi pada orang muda akibadi pada orang muda akibat at terterjadjadinyinyaa gangguan keseimbangan cairan di dalam kaca atau tubuh secara akut.

gangguan keseimbangan cairan di dalam kaca atau tubuh secara akut.22

Pathofisiologi.

Pathofisiologi. Diabetes MellDiabetes Mellituitus s adaadalah lah kelkelainainan yang bersian yang bersifat khronfat khronik, yang olehik, yang oleh gangguan

gangguan me

metatabobolilismsme e kakarbrbohohididratrat, , lemlemak ak dadan n prprototein ein didiikikututi i ololeh eh kokompmplilikakasi si mamakrkro o dadann mikrovaskuler. Kelainan metabolik ini erat berkaitan dengan faktor genetik dengan jalan mikrovaskuler. Kelainan metabolik ini erat berkaitan dengan faktor genetik dengan jalan utama adalah intoleransi glukosa.

(11)

Patogenesa terjadi katarak pada Diabetes Mellitus sesuai dengan uji coba pada binatang Patogenesa terjadi katarak pada Diabetes Mellitus sesuai dengan uji coba pada binatang dapat diterangkan sebagai berikut:

dapat diterangkan sebagai berikut:

Masuknya glukosa ke dalam lensa mata tidak memerlukan adanya insulin. Dalam keadaan Masuknya glukosa ke dalam lensa mata tidak memerlukan adanya insulin. Dalam keadaan nor

normal mal gluglukoskosa a ini ini dirdiredueduksi ksi menmenjadjadi i sorsorbitbitol ol daldalam am jumjumlah lah terbterbatas atas dan dan oleoleh h enzienzimm sorbitol dehidrogenase dirubah menjadi fruktosa. Pada Diabetes Mellitus dimana terjadi sorbitol dehidrogenase dirubah menjadi fruktosa. Pada Diabetes Mellitus dimana terjadi hip

hipergergliklikemiemia a yanyang g diidiikutkuti i kadkadar ar gluglukoskosa a daladalam m lenlensa sa tintinggi ggi sehsehingingga ga pempembenbentuktukanan sorbitol meningkat yang akan berubah menjadi fruktosa yang relatif lambat. Sorbitol akan sorbitol meningkat yang akan berubah menjadi fruktosa yang relatif lambat. Sorbitol akan men

menaikaaikan n tektekanaanan n osmosmosose e intintrasraselueluler ler dendengan gan akibakibat at penpenarikarikan an air air ke ke daldalam am lenlensa.sa. Di

Disasampmpining g itu itu teterjarjadi di pupula la memetabtabololisisme me mimioioinonosisitotol l didimamana na kekedudua a pepeririststiwiwa a ininii menyebabkan katarak.

menyebabkan katarak.44

TERAPI TERAPI

Bedah katarak senil Bedah katarak senil

Bedah katarak senil dibedakan dalam bentuk ekstraksi lensa intrakapsular dan ekstraksi Bedah katarak senil dibedakan dalam bentuk ekstraksi lensa intrakapsular dan ekstraksi tensa

tensa ekstrakapsularekstrakapsular..22

Ekstraksi lensa intrakapsular Ekstraksi lensa intrakapsular

Ekstraksi jenis ini merupakan tindakan bedah yang umum dilakukan pada katarak senil. Ekstraksi jenis ini merupakan tindakan bedah yang umum dilakukan pada katarak senil. Le

Lensnsa a didikekeluluarkarkan an beberamrama-sa-samama a dedengngan an kakapspsul ul lelensnsanyanya a dedengngan an memmemututus us zozonunulala Zinnyang telah pula mengalami degenerasi.

Zinnyang telah pula mengalami degenerasi.

Pada ekstraksi lensa intrakapsular dilakukan tindakan dengan urutan berikut: Pada ekstraksi lensa intrakapsular dilakukan tindakan dengan urutan berikut:

1.

1. DibuaDibuat flep t flep konjkonjungtivungtiva dara dari jam i jam 9-3 9-3 melalui melalui jam 1jam 122 2.

2. DilakuDilakukan kan pungpungsi bsi bilik ilik mata mata depan depan dengadengan pn pisauisau 3.

3. LukLuka kora kornea dnea dipeiperlebrlebar selar seluas 1uas 160 de60 derajarajatt 4.

4. DibuaDibuat iridektt iridektomi unomi untuk mentuk mencegah glcegah glaukomaukoma bloka blokade pupade pupil pasca bil pasca bedahedah 5.

5. DiDibubuat at jahjahitaitanknkororneneososklkleraera 6.

6. LenLensa sa dikdikelueluarkarkan an dendengan gan krikrioo 7.

7. JahJahitan itan korkornea dnea dieraieratkatkan dan n dan ditditambambahah 8.

8. FlFlep kep kononjujungngtitiva dva dijijahahit.it.22

Penyulit pada saat pembedahan yang dapat terjadi adalah : Penyulit pada saat pembedahan yang dapat terjadi adalah :

1.

1. KaKapspsul ul lelensnsa a pepecacah h sesehihingngga ga lelensnsa a titidadak k dadapapat t didikekeluluararkakan n bebersrsamama-a-sasamama kapsulnya. Pada keadaan ini terjadi ekstraksi lensa ekstrakapsular tanpa rencana kapsulnya. Pada keadaan ini terjadi ekstraksi lensa ekstrakapsular tanpa rencana karena kapsul posterior akan tertinggal

(12)

2.

2. ProProlaplaps badas badan kaca pan kaca pada saada saat lenst lensa dikea dikelualuarkarkan.n.22

Bedah ekstraksi lensa intrakapsular (EKIK) masih dikenal pada negera dengan ekonomi Bedah ekstraksi lensa intrakapsular (EKIK) masih dikenal pada negera dengan ekonomi rendah karena :

rendah karena : 1.

1. TTekneknik ik yanyang g masmasih ih baibaik k untuntuk uk menmengelugeluarkarkan an lenlensa sa kerukeruh h yanyang g menmengggganganggugu  penglihatan

 penglihatan 2.

2. TTekneknik dik dengengan oan ongkngkos os renrendahdah..22

Ekstraksi lensa

Ekstraksi lensa ekstrakapsulaekstrakapsularr

Pada ekstraksi lensa ekstrakapsular dilakukan tindakan sebagai berikut: Pada ekstraksi lensa ekstrakapsular dilakukan tindakan sebagai berikut:

1.

1. Flep koFlep konjungnjungtiva anttiva antara dasara dasar dengan ar dengan fornik fornik pada limpada limbus dibus dibuat darbuat dari jami jam 2

2.. 10 10 ssamampapai ji jam am 22 3.

3. DibDibuat uat punpungsi gsi bilibilik mk mata ata depdepanan 4.

4. MelaluMelalui pungi pungsi ini si ini dimasdimasukkaukkan jarum n jarum untuk untuk kapsukapsulotomi lotomi anterioanterior r  5.

5. DibDibuat uat lukluka koa kornernea da dari ari jam jam 10-10-22 6.

6. NuNukikieueus les lensnsa dika dikeleluauarkrkanan 7.

7. Sisa koSisa korteks lerteks lensa dilansa dilakukan kukan irigasirigasi sehini sehingga tingga tinggal kaggal kapsul ppsul poserioserior sajaor saja 8.

8. ukuka ka komomea ea didijajahihitt 9.

9. FlFlep kep kononjujungngtitiva dva dijijahahitit22

Penyulit yang dapat timbul adalah terdapat korteks lensa yang akan membuat katarak  Penyulit yang dapat timbul adalah terdapat korteks lensa yang akan membuat katarak  sekunder.

sekunder.22

Fakoemulsifikasi Fakoemulsifikasi

Untuk mencegah astigmat pasa bedah EKEK, maka luka dapat diperkecil dengan tindakan Untuk mencegah astigmat pasa bedah EKEK, maka luka dapat diperkecil dengan tindakan   bedah fakoemulsifikasi. Pada tindakan fako ini lensa yang katarak di fragmentasi dan   bedah fakoemulsifikasi. Pada tindakan fako ini lensa yang katarak di fragmentasi dan

diaspirasi. diaspirasi.22

SICS SICS Te

Teknknik ik opoperaerasi si SmSmalall l InIncicisision on CaCatartaract act SuSurgrgery ery (S(SICICS) S) yayang ng memerurupakpakan an tektekninik k   pembedahan kecil. Teknik ini dipandang lebih menguntungkan karena lebih cepat sembuh  pembedahan kecil. Teknik ini dipandang lebih menguntungkan karena lebih cepat sembuh

dan murah. dan murah.66

(13)

PEMBAHASAN PEMBAHASAN

1.

1. ApakaApakah diagh diagnosis nosis dan pdan pemeriksemeriksaan kaaan kasus sus ini sini sudah udah tepat?tepat?

Pada pasien ini, katarak terjadi pada usia lanjut sehingga jenis katarak pada pasien Pada pasien ini, katarak terjadi pada usia lanjut sehingga jenis katarak pada pasien ini adalah katarak senil. Katarak senil adalah semua kekeruhan lensa yang terdapat ini adalah katarak senil. Katarak senil adalah semua kekeruhan lensa yang terdapat   pa

  pada da ususia ia lanlanjutjut, , yaiyaitu tu ususia ia di di atas 50 atas 50 tahtahun. Penyeun. Penyebabbabnynya a samsampai pai seksekaranarang g tidatidak k  dik

diketahetahui ui secsecara ara paspasti. ti. KatKatarak arak sensenil il secsecara ara kliklinik nik dikdikenaenal l daldalam am 4 4 stastadiudium m yaiyaitutu insip

insipien, imaturien, imatur, , maturmatur, hipermatu, hipermaturr. Pada pemeriksa. Pada pemeriksaan fisik mata pada pasien inian fisik mata pada pasien ini ditemukan tanda-tanda katarak matur yaitu kekeruhan telah mengenai seluruh masa ditemukan tanda-tanda katarak matur yaitu kekeruhan telah mengenai seluruh masa lensa

lensa, , kedalamkedalaman bilik mata depan beruan bilik mata depan berukuran normkuran normal, tidak terdapal, tidak terdapat bayangan irisat bayangan iris  pada lensa, sehingga uji bayangan iris negatif.

 pada lensa, sehingga uji bayangan iris negatif. Pe

Pememeririksksaan aan papada da papasisien en inini i kukurarang ng lelengngkakap. p. PaPada da papasisien en tidtidak ak didilaklakukukanan   p

  pememererikiksasaan an pipinhnholole, e, rerefrafraksksi i dadan n fufundndususkokopipi. . KeKetitiga ga pepememeririksksaan aan inini i pepentntiningg dilakukan.

dilakukan.

Hasil pemeriksaan visus pada kedua mata pasien adalah 2/60. Hal ini menunjukkan Hasil pemeriksaan visus pada kedua mata pasien adalah 2/60. Hal ini menunjukkan  bahwa tajam penglihatan pasien berkurang. Untuk mengetahui apakah berkurangnya  bahwa tajam penglihatan pasien berkurang. Untuk mengetahui apakah berkurangnya tajam penglihatan disebabkan oleh kelainan refraksi atau media, maka harus dilakukan tajam penglihatan disebabkan oleh kelainan refraksi atau media, maka harus dilakukan  peme

 pemeriksaan pinhole. Bila riksaan pinhole. Bila setelah pemeriksaasetelah pemeriksaan n pinhpinhole ole tajam tajam pengpenglihatan meningkatlihatan meningkat,,   berarti terjadi kelainan refraksi. Sebaliknya bila setelah pemeriksaan pinhole tajam   berarti terjadi kelainan refraksi. Sebaliknya bila setelah pemeriksaan pinhole tajam  penglihatan tetap atau menurun, maka letak kelainan terjadi pada media.

 penglihatan tetap atau menurun, maka letak kelainan terjadi pada media. Set

Setelah elah pempemerieriksaksaan an pinpinholhole, e, bilbila a terdterdapaapat t kelkelainainan an refrrefraksaksi, i, perlperlu u dildilakuakukankan   pemeriksaan refraksi untuk mengetahui apakah pasien ini memiliki kelinan refraksi   pemeriksaan refraksi untuk mengetahui apakah pasien ini memiliki kelinan refraksi miopi, hipermetropi, astigmatisme atau presbiopi. Pasien ini dapat diduga menderita miopi, hipermetropi, astigmatisme atau presbiopi. Pasien ini dapat diduga menderita  presbiopi karena usia pasien 50 tahun (pasien berusia tua).

 presbiopi karena usia pasien 50 tahun (pasien berusia tua). Pe

Pememeririksksaan aan fufundndususkokopi pi jujuga ga pepentntining g didilaklakukukan an ununtutuk k memengngetaetahuhui i apapakakahah kek

kekerueruhan han telatelah h menmengengenai ai selseluruuruh h lenlensa sa atau atau tidtidak. ak. NamuNamun n sebsebelum elum melamelakukkukanan funduskopi, mata sebaiknya di beri tetes mata Midriacil agar pupil menjadi midriasis funduskopi, mata sebaiknya di beri tetes mata Midriacil agar pupil menjadi midriasis sehingga keadaan lensa dapat terlihat lebih jelas, tetapi tekanan bola mata pasien harus sehingga keadaan lensa dapat terlihat lebih jelas, tetapi tekanan bola mata pasien harus normal sebelum diberi tetes mata Midriacil.

normal sebelum diberi tetes mata Midriacil.

2.

2. Apa peApa penynyebab teebab terjarjadinydinya katara katarak padak pada kasua kasus ini?s ini? Pen

Penyakyakit it katkatarak arak padpada a paspasien ien ini ini dapdapat at diddiduga uga disdisebaebabkabkan n oleoleh h penypenyakiakit t yanyangg dider

diderita ita pasien sebelumnpasien sebelumnya yaitu ya yaitu diabetdiabetes es mellitumellitus. Penyakit s. Penyakit diabetdiabetes es ini ini diderididerita ta oleholeh   pa

(14)

katarak. Patogenesa terjadi katarak pada Diabetes Mellitus dapat diterangkan sebagai katarak. Patogenesa terjadi katarak pada Diabetes Mellitus dapat diterangkan sebagai   berik

  berikut: ut: MasukMasuknya glukonya glukosa ke dalam lensa mata tidak memerlukan adanysa ke dalam lensa mata tidak memerlukan adanya insulin.a insulin. Dalam keadaan normal glukosa ini direduksi menjadi sorbitol dalam jumlah terbatas Dalam keadaan normal glukosa ini direduksi menjadi sorbitol dalam jumlah terbatas dan

dan oleoleh h enzenzim im sosorbitrbitol ol dehdehidridrogeogenasnase e dirdirubaubah h menmenjadjadi i frufruktoktosa. sa. PadPada a DiabDiabetesetes Mellitus dimana terjadi hiperglikemia yang diikuti kadar glukosa dalam lensa tinggi Mellitus dimana terjadi hiperglikemia yang diikuti kadar glukosa dalam lensa tinggi sehingga pembentukan sorbitol meningkat yang akan berubah menjadi fruktosa yang sehingga pembentukan sorbitol meningkat yang akan berubah menjadi fruktosa yang rela

relatif tif lamlambatbat. . SorSorbitbitol ol akaakan n menmenaikaaikan n tektekanaanan n osmosmose ose intrintraseaselulluler er dendengan gan akiakibatbat   pena

  penarikan air ke dalam lensarikan air ke dalam lensa. Disampi. Disamping ng itu terjadi pulitu terjadi pula metabolisa metabolisme mioinome mioinositolsitol dimana kedua peristiwa ini menyebabkan katarak.

dimana kedua peristiwa ini menyebabkan katarak.

3.

3. ApakaApakah peh penatalaknatalaksanaan sanaan pada pada kasukasus ins ini sui sudah dah tepat?tepat? Pen

Penataatalakslaksanaanaan an katkatarak arak padpada a paspasien ien ini ini adaladalah ah opeoperasrasi i katkatarak arak dendengan gan tehtehnik nik  ECCE tanpa pemasangan IOL karena pasien lebih memilih

ECCE tanpa pemasangan IOL karena pasien lebih memilih menggunakan kacamata.menggunakan kacamata. Sebelu

Sebelum m operaoperasi, pasien sebaiknysi, pasien sebaiknya a di KIE di KIE terlebiterlebih dahulu, karena pada h dahulu, karena pada pasiepasien n iniini memilliki visus 2/60. Bila di operasi maka visusnya menjadi semakin menurun dari memilliki visus 2/60. Bila di operasi maka visusnya menjadi semakin menurun dari 2/60

2/60, , maka perlu maka perlu dipasdipasang IOL atau ang IOL atau kacamatkacamata. a. Selain itu Selain itu juga, kondisjuga, kondisi i diabetdiabetesnyesnyaa harus terkontrol dan tidak ada hipertensi agar tidak terjadi komplikasi saat dan setelah harus terkontrol dan tidak ada hipertensi agar tidak terjadi komplikasi saat dan setelah dioperasi.

dioperasi.

4.

4. ApApa pra progognonosisis kas kasusus ins ini?i?

Pasien katarak dengan diabetes mellitus yang akan dioperasi katarak, memiliki Pasien katarak dengan diabetes mellitus yang akan dioperasi katarak, memiliki   prognosis baik bila penyakit diabetenya terkontrol dan tidak ada komplikasi akibat   prognosis baik bila penyakit diabetenya terkontrol dan tidak ada komplikasi akibat

di

diababeteetesnsnyaya. . SeSelailain n ititu, u, papasisien en inini i dadapapat t mememimilikliki i prprogognonosisis s yayang ng bubururuk k bibilala dia

diabetbetesnesnya ya tidtidak ak terkterkontontrol rol dan dan telatelah h terjterjadi adi komkompliplikaskasi i akiakibat bat diadiabetbetesnesnya ya yaiyaitutu retinopati diabetic. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan funduskopi untuk  retinopati diabetic. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan funduskopi untuk  meng

mengetahui apakah etahui apakah telah telah terjadi retinopati diabetic. terjadi retinopati diabetic. PemeriPemeriksaan funduskksaan funduskopi opi padapada reti

retinopnopati ati diadiabetibetic c dapdapat at ditditemuemukan kan mikmikroaroaneuneurismrisma, a, perperdardarahaahan n retiretina, na, exuexudatedate,, neovaskularisasi retina dan jaringan proliferasi di retina atau badan kaca. Bila pada neovaskularisasi retina dan jaringan proliferasi di retina atau badan kaca. Bila pada  pasien katarak dengan retinopati diabetic akan dioperasi katarak dengan pemasangan  pasien katarak dengan retinopati diabetic akan dioperasi katarak dengan pemasangan

IOL atau

IOL atau tidak (mengguntidak (menggunakan kacamata), maka akan kacamata), maka hasilhasilnya akan nya akan sia-sia karena tindakansia-sia karena tindakan operasi yang dilakukan tidak dapat meningkatkan visus. Hal ini disebabkan karena operasi yang dilakukan tidak dapat meningkatkan visus. Hal ini disebabkan karena kerusakan telah terjadi di retina.

(15)

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

1

1.. PuPutrtri C. Fi C. F., 2., 200007.7. Makalah Penugasan Blok Ketrampilan Belajar Dan TeknologiMakalah Penugasan Blok Ketrampilan Belajar Dan Teknologi  Informasi

 Informasi. . AAvailabvailable le on on fkuiifkuii.org.org/tiki-d/tiki-downloownload_wiad_wiki_attki_attachmenachment. t. phpphp? ? attId attId == 966&page=Chori%20Fadhila%20P

966&page=Chori%20Fadhila%20Putri. (Diakses utri. (Diakses 25 Febru25 Februari 2009).ari 2009). 2

2.. IlIlyyas as S.S., 2, 2000505..  Penuntun Ilmu Penyakit Mata Penuntun Ilmu Penyakit Mata edisi ke-3edisi ke-3. . JakJakartarta a : : BalBalai ai PenPenerberbitit FKUI, hlm : 128.

FKUI, hlm : 128. 3

3.. IlIlyyas Sas S., ., 20200808.. Ilmu Penyakit Mata. Ilmu Penyakit Mata. 3rd edisi. 3rd edisi. Jakarta : BJakarta : Balai Penerbit alai Penerbit FKUI,FKUI, 4

4.. AAddrriiaan n NN.., , 22000033..   K  Katatararak ak DiDiababeteteses. . AAvvaiaillaabblle e oon n ffkkuuiii.i.oorrg/g/ttiik kii--do

downwnloloadad_w_wikiki_i_attattachachmementnt.p.phphp? ? attIdattId=1=199998&8&papagege=L=LEMEM%2%20F0FK%K%2020UIUII.I. (Diakses

(Diakses 25 25 Februari Februari 2009).2009). 5

5.. JJoooommllaa.., , 22000099. . TTiinnddaakkaan n BBeeddaah h KKaattaarraakk. . AAvvaaiillaabblle e oonn http://209.85.175.13

http://209.85.175.132/search?q=cache:8de-uud-INQJ:203.212/search?q=cache:8de-uud-INQJ:203.211.145.29/~gadingey//1.145.29/~gadingey// index2.php%3Foptio

index2.php%3Foption%3Dcom_content%26do_pn%3Dcom_content%26do_pdf%3D1%26id%3D9+Tdf%3D1%26id%3D9+Tindakan+indakan+ Bedah+Katarak%2BJoomla&hl=id&ct=clnk&cd=1&gl=id&client=firefox-a.

Bedah+Katarak%2BJoomla&hl=id&ct=clnk&cd=1&gl=id&client=firefox-a. (Diakses

(Diakses 25 25 Februari Februari 2009).2009). 6

6.. ZZuuhhrri A.i A., , 22000088..   F  FK K UGUGM M GeGelalar r OpOpererasasi i GrGratatis is KaKatatararak k . . AAvavaililabable le onon http://www

Referensi

Dokumen terkait

dilakukan dalam menciptakan kegiatan pembelajaran yang efektif pada pembelajaran khususnya IPA Biologi dengan materi keanekaragaman hayati khususnya sub konsep

Atrium kiri menerima darah yang kaya oksigen dari kedua paru melalui 4. buah vena

Beberapa hal yang harus dilakukan ialah pertama menggunakan metode yang tepat seperti Affirmation and repetition dan PAIKEM, kedua memanfaatkan waktu tunggu yang begitu

Perhatian intensif subjek didik ini dapat dieksloatasi sedemikian rupa melalui strategi pembelajaran tertentu, seperti menyediakan material pembelajaran yang sesuai

Penelitian ini sependapat dengan penelitian Afrizal (2003) yang berjudul, Analisis Sikap dan Perilaku Konsumen Terhadap Makanan Lempuk Yovita di Kota Bengkulu, yang menyatakan

Undang-Undang Nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 mengamanatkan bahwa untuk mendukung keberhasilan pembangunan, perlu

Hanya sebanyak 7 orang (9,33%) responden yang menyatakan bahwa ketersediaan air bersih yang dimiliki dapat mencukupi kebutuhan air bersih sehari-hari bahkan

Melayu Pesisir Timur Sumatera Utara dan upacara serta mantera ritual Puja Pantai, Tolak Bala, Mandi Bermiyak dan Tarian Lukah. Kawasan kajian meliputi