ANALISA PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN
PERSEDIAAN WELDING WIRE BERDASARKAN SISTEM
MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP)
(Studi Kasus : PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia)
Egie Rusliana Saputra
1, Hamdan Amaruddin
2Prodi Manajemen, Universitas Pelita Bangsa
E-mail : [email protected]
1; [email protected]
2ABSTRAK
Persediaan merupakan suatu unsur penting dalam perusahaan karena persediaan merupakan investasi yang besar nilai maupun fungsinya. PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang industri pembuatan alat berat. Dalam pengendalian persediaan perusahaan membutuhkan suatu perencanaan bahan baku yang baik untuk menjaga ketepatan jumlah dan volume persediaan supaya produksi dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan.
Pemesanan bahan baku yang belum menggunakan sistem dapat mempengaruhi pengendalian persediaan akhir yang belum optimal yang dapat dihadapkan pada kekurangan atau kelebihan bahan baku. Penetapan jumlah lot order pada pemesanan sudah sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh produksi atau dapat dilakukan perbaikan kembali dalam penetapan jumlah lot order pada pemesanan untuk mendapatkan jumlah lot order yang optimal dalam setiap pemesanannya.
Objek penelitian dalam hal ini adalah bahan baku welding wire. Data yang di pakai berasal dari sumber internal perusahaan. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder perusahaan tempat penelitian dilakukan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi perusahaan. Analisa ini menggunakan metode dengan mengeplot data permintaan sebelumnya, forecasting, dan MRP (Material Requirements Planning) dengan pendekatan metode Lot For Lot, FOQ (Fixed Order Quantity), EOQ (Economic Order Quantity).
Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem pengendalian dan perencanaan pemesanan welding wire untuk keperluan bulan Juni 2019 sampai dengan Mei 2020 dari perhitungan metode MRP dengan menggunakan data forecasting regresi linier sederhana dapat diketahui nilai paling ekonomis untuk menentukan jumlah lot order yang paling sesuai adalah menggunakan metode Lot For Lot dimana jumlah pemesanan sama dengan jumlah yang di butuhkan pada setiap periode pemesanannya.
PENDAHULUAN
Kebutuhan akan sistem pengendalian pada dasarnya muncul karena adanya permasalahan yang di hadapi oleh perusahaan berupa terjadinya kelebihan atau kekurangan persediaan. Hampir pada setiap perusahaan mengalami masalah ini, baik perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur maupun jasa. Perencanaan kebutuhan material dibuat agar dalam pelaksanaan pekerjaan, penggunaan material menjadi efisien dan efektif sehingga tidak terjadi masalah karena kekosongan material pada saat dibutuhkan.
Herjanto, (2018:238) menyatakan bahwa mengendalikan persediaan yang tepat bukanlah perkara hal yang mudah. Apabila suatu jumlah persediaan terlalu besar mengakibatkan timbulnya dana menganggur yang besar (yang tertanam dalam persediaan), meningkatnya biaya untuk penyimpanan, dan terhadap risiko kerusakan barang yang lebih besar. Namun, jika persediaan terlalu sedikit maka akan mengakibatkan risiko terjadinya kekurangan pada persediaan (stockout) karena seringkali barang tidak bisa didatangkan secara mendadak dan sebesar dengan jumlah yang dibutuhkan, yang dapat menyebabkan terhentinya produksi, tertundanya penjualan, bahkan dapat kehilangan pelanggan.
Penentuan besarnya persediaan adalah permasalahan yang sangatlah penting bagi perusahaan, karena persediaan memiliki efek secara langsung terhadap keuntungan perusahaan. Kesalahan dalam menentukan besarnya investasi dalam persediaan akan menekan keuntungan perusahaan. Sistem perencanaan yang baik akan membantu perusahaan dalam mengelola kegiatan produksi, menekan biaya produksi, dan mengefektifkan hasil produk sehingga dapat menghasilkan harga jual yang kompetitif.
Untuk membantu memecahkan masalah persediaan, khususnya masalah dalam perencanaan kebutuhan bahan baku, telah dikembangkan sistem Material Requirements Planning (MRP). Dengan menerapkan sistem tersebut diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan bahan baku yang dilakukan secara tepat, dan penentuan biaya untuk persediaannya dapat ditetapkan seoptimal mungkin.
Herjanto (2018:275) mengungkapkan bahwa Material Requirements Planning (MRP) mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan dari berbagai fungsi dalam sebuah perusahaan manufactur, seperti teknik produksi dan pengadaan bahan baku. Oleh karena itu, MRP tidak hanya
berfungsi sebagai penunjang dalam menentukan keputusan, melainkan keseluruhan peranannya dalam kegiatan perusahaan.
PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang industri pembuatan alat berat. Peranan pengendalian persediaan dalam hal ini sangatlah penting dalam mengelola keamanan persediaan sebagai harta perusahaan dan juga untuk menjaga kelancaran produksi. Banyaknya aktivitas produksi dan operasi yang dilakukan oleh PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia mengharuskan perusahaan ini untuk melakukan perencanaan dan pengendalian persediaan yang baik agar perusahaan PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia tetap dapat eksis ditengah-tengah persaingan industri yang sangat ketat.
Perusahaan senantiasa memberi perhatian yang besar dalam persediaan salah satunya adalah persediaan welding wire, barang yang menjadi faktor utama untuk dipersiapkan dalam mendukung kebutuhan proses produksi. Tercatat pada tahun 2018 terakhir, jumlah persediaan pada welding wire KC26 D1.2mm 20kg membutuhkan sebanyak 5180 roll dengan permintaan bersih sebanyak 4617 roll, pada welding wire KC26 D1.4mm 20kg sebanyak 5401 roll dengan permintaan bersih sebanyak 5101 roll, dan pada welding wire MG50 D1.2mm 300kg sebanyak 1049 drum dengan permintaan bersih sebanyak 1007 drum dengan komposisi lot order sebanyak 20000 kg / 1000 roll untuk welding wire KC26 20kg dalam setiap kali pemesanan dan sebanyak 24000 kg / 80 drum untuk welding wire MG50 300kg dalam setiap kali pemesanan.
Observasi awal dihadapkan pada pengendaliana pemesanan welding wire belum menggunakan sistem sehingga dapat mempengaruhi pengendalian persediaan akhir yang belum optimal. Jika pemesanan persediaan terlalu sedikit, akan dihadapkan pada tidak terpenuhinya kebutuhan. Sebaliknya jika pemesanan terlalu banyak dapat meningkatkan ongkos pemesanan dan penyimpanan. Penelitian ini mencoba memberikan alternatif penetapan jumlah lot order pada pemesanan welding wire. Penetapan lot order sebelumnya sudah sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh perusahaan atau dapat dilakukan perbaikan kembali dalam penetapan jumlah lot order welding wire untuk mendapatkan jumlah lot order yang optimal dalam setiap pemesanannya sehingga pada perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku welding wire tidak terjadinya kekurangan ataupun kelebihan persediaan.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Persediaan
Herjanto (2018:237) yaitu bahan atau barang yang disimpan dan akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya digunakan dalam proses produksi atau perakitan, untuk dijual kembali, atau untuk suku cadang dari suatu peralatan atau mesin. Persediaan dapat dikategorikan seperti bahan mentah, bahan pembantu, barang dalam proses, barang jadi, ataupun suku cadang.
Persediaan menurut Rudianto (2012:222) adalah sejumlah barang jadi, bahan baku, bahan dalam proses yang dimiliki perusahaan dagang dengan tujuan untuk dijual atau diproses lebih lanjut.
Fungsi Persediaan
Persediaan bahan baku yang dimiliki perusahaan mempunyai fungsi tersendiri bagi perusahaan yang dapat berguna di masa depan. Menurut Handoko dikutip oleh (David Wijaya dkk, 2016) perusahaan melakukan penyimpanan persediaan barang karena berbagai fungsi, yaitu: 1. Fungsi Decoupling
Fungsi penting persediaan adalah memungkinkan operasi-operasi perusahaan internal dan eksternal mempunyai kebebasan (independensi). Persediaan decouples ini memungkinkan perusahaan dapat memenuhi permintaan langganan tanpa menunggu supplier. 2. Fungsi Economics Lot Sizing
Melalui penyimpanan persediaan, perusahaan dapat memproduksi dan membeli sumber-sumber daya dalam kuantitas yang dapat mengurangi biaya-biaya per unit. Dengan persediaan lot size ini akan mempertimbangkan penghematan-penghematan.
3. Fungsi Antisipasi
Sering perusahaan menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diperkirakan dan diramalkan berdasar pengalaman atau data masa lalu. Disamping itu, perusahaan juga sering dihadapkan pada ketidakpastian jangka waktu pengiriman barang kembali sehingga harus dilakukan antisipasi untuk cara menanggulanginya.
Jenis-Jenis Persediaan
Menurut Khairani (2013:50) berdasarkan jenisnya, secara umum persedia dibagi atas 5 (lima) jenis:
1. Persediaan bahan baku (row material stock), yaitu barang-barang yang dibeli dari pemasok (Supplier) dan akan digunakan atau diolah
menjadi produk jadi yang akan dihasilkan oleh perusahaan.
2. Persediaan barang setengah jadi atau barang dalam proses (work in process/progress stock) yaitu bahan baku yang sudah diolah atau dirakit menjadi komponen namun masih membutuhkan langkah-langkah selanjutnya agar produk dapat selesai dan menjadi produk akhir.
3. Persediaan bagian produk atau parts yang dibeli (Component stock), yaitu persediaan barang-barang yang terdiri dari komponen (part) yang diterima dari perusahaan lain, yang dapat secara langsung dirakit dengan parts lain, tanpa proses produksi sebelumnya. Jadi bentuk barang yang merupakan parts ini tidak mengalami perubahan dalam operasi.
4. Persediaan barang jadi (finished goods), yaitu barang yang telah selesai diproses dan siap untuk disimpan di gudang, kemudian dijual atau didistribusikan ke lokasi pemasaran. 5. Persediaan bahan-bahan pembantu atau
barang-barang pelengkap (supplies stock), yaitu barang-barang yang dibutuhkan untuk menunjang kebutuhan produksi, namun tidak menjadi bagian produk akhir yang dihasilkan perusahaan.
Tujuan Peramalan
Eunike dkk, (2018:23) Tujuan dari forecasting adalah menggunakan informasi terbaik yang tersedia saat ini sebagai panduan aktifitas di waktu ke depan untuk mencapai tujuan dari organisasi.
Jenis Peramalan
Menurut Heizer dan Render (2015) menyebutkan bahwa peramalan biasanya diklasifikasikan berdasarkan horizon waktu masa depan yang dicakupnya. Horizon waktu terbagi atas beberapa kategori:
1. Peramalan jangka pendek : Peramalan ini memiliki rentang waktu sampai dengan 1 tahun, tetapi umumnya kurang dari 3 bulan. Digunakan untuk perencanaan pembelian, penjadwalan pekerjaan, level angkatan kerja, penugasan pekerjaan dan level produksi. 2. Peramalan jangka menengah : Kisaran
menengah, atau intermediate, peramalan umumnya rentang waktu dari 3 bulan hingga 3 tahun. Berguna dalam perencanaan penjualan, perencanaan produksi dan penganggaran, penganggaran uang kas, dan analisis variasi rencana operasional.
3. Peramalan kisaran panjang : Umumnya 3 tahun atau lebih dalam rentang waktunya, peramalan jangka panjang digunakan dalam perencanaan untuk produk baru, pengeluaran modal, lokasi tempat fasilitas atau perluasan, dan penelitian serta pengembangan.
Langkah Peramalan
Heizer dan Render, (2015) Peramalan memiliki tujuh langkah dasar yang harus diperhatikan dengan menggunakan Disney Word, yang menjadi fokus kali ini yaitu sebagai berikut: 1. Menentukan penggunaan dari peramalan. 2. Memilih barang yang akan diramalkan. 3. Menentukan horizon waktu dari peramalan. 4. Memilih model peramalan.
5. Mengumpulkan data yang diperlukan untuk membuat peramalan.
6. Membuat peramalan.
7. Memvalidasi dan mengimplementasikan hasilnya.
Material Requirement Planning (MRP)
Heizer dan Render (2015) menyebutkan bahwa MRP adalah model permintaan terikat yang menggunakan daftar kebutuhan bahan, status persediaan, penerimaan yang diperkirakan, dan jadwal produksi induk, yang dipakai untuk menentukan kebutuhan material yang akan digunakan.
Lot for Lot
Menurut Heizer dan Render (2015), sebuah sistem MRP adalah cara yang sangat baik untuk menentukan jadwal produksi dan kebutuhan bersih. Bagaimana pun, ketika terdapat kebutuhan bersih, maka keputusan berapa banyak yang perlu dipesan harus dibuat. Keputusan ini disebut keputusan penentuan ukuran lot (lot sizing decision) salah satunya Lot for Lot.
Fixed Order Quantity (FOQ)
Metode lainya dalam menentukan ukuran lot menurut Heizer dan Render (2015), adalah Fixed Order Quantity ukuran lot pemesanan ditentukan oleh pihak supplier dengan disesuaikan kapasitas yang dimiliki oleh supplier tersebut. Pendekatan yang digunakan untuk lotting ini adalah dengan konsep jumlah pemesanan yang tetap karena keterbatasan akan fasilitas. Misalnya kemampuan gudang, transportasi, kemampuan supplier dan pabrik. Jadi dalam menentukan ukuran lot berdasarkan intuisi atau pengalaman sebelumnya.
Economic Order Quantity (EOQ)
Menurut Carter (dikutip oleh Siska dan Lili Syafitri, 2014) Kuantitas Pemesanan Ekonomis (Economic Order Quantity - EOQ) adalah jumlah persediaan yang di pesan pada suatu waktu yang meminimalkan biaya persediaan tahunan.
Metode EOQ dapat dilakukan dengan menggunakan dua cara yaitu dengan cara menguraikan dengan tabel atau dengan menggunakan rumus.
Heizer dan Render (2015) Perhitungan EOQ yaitu:
EOQ atau Q* =
√
Keterangan:Q = Jumlah unit per pesanan.
Q* = Jumlah optimum unit per pesanan. D = Permintaan tahunan dalam unit.
S = Biaya pemesanan untuk setiap pesanan. H = Biaya penyimpanan per unit per tahun.
Format MRP
Menurut Hartini dikutip oleh (Katarina Zita Anggriana,2015) berikut adalah format MRP seperti pada Tabel 2.1.
Tabel 1. Format MRP Periode 1 2 3 4 GR OH NR PORec PORel Keterangan:
GR : Gross Requirement (kebutuhan kotor). Adalah keseluruhan jumlah item (komponen) yang diperlukan pada satu periode.
OH : On Hand (persediaan di tangan). Adalah jumlah persediaan akhir suatu periode dengan memperhitungkan jumlah persediaan yang ada ditambah dengan jumlah item yang akan diterima. NR : Net Requirement (kebutuhan bersih).
Adalah jumlah kebutuhan bersih dari suatu item yang diperlukan agar dapat memenuhi kebutuhan kasar pada suatu periode yang akan datang.
PORec : Plant Order Receipts (Rencana penerimaan pesanan).
Adalah jumlah item yang akan masuk sesuai dengan pemesanan.
PORel : Planned Order Release (Rencana Pemesanan).
Adalah jumlah item yang direncanakan untuk dipesan agar memenuhi perencanaan masa datang.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif. Menurut Yusuf (2014) penelitian kuantitatif deskriptif adalah salah satu jenis penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi tertentu, atau mencoba menggambarkan fenomena secara detail.
Desain Penelitian
Desain penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Aktual permintaan periode sebelumnya
JIP/MPS Jadwal Induk Produksi
Peramalan Data Persediaan MRP Lot Sizing Metode EOQ Metode Lot For Lot
Metode FOQ
Perbandingan Biaya
Perbandingan bahan baku yang diusulkan
Gambar 1. Desain Penelitian
Variabel Penelitian
Adapun definisi operasional variabel dalam penelitian ini akan dijelaskan pada tabel berikut:
Tabel 2. Variabel Penelitian
Uraian Variabel Instrumen/ Dimensi Penjelasan Atas Instrumen Variabel Data Persediaan Biaya pembelian.
Biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan kegiatan pemesanan bahan/barang mulai dari penempatan pemesanan sampai tersedianya barang di gudang. Biaya pemesanan ini meliputi semua biaya yang dikeluarkan dalam rangka mengadakan pemesanan barang.
Pemakaian bahan
Merupakan gambaran atas periode dari suatu permintaan, termasuk peramalan dan perencanaan yang berkaitan dengan pemasaran, rencana distribusi. Catatan persediaan (Onhand)
Bahan baku atau barang yang disimpan dan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan tertentu.
Waktu ancang (lead time)
Pemesanan suatu barang sampai barang itu datang dengan jangka waktu yang bervariasi dari beberapa jam, hari, bahkan sampai beberapa bulan, perbedaan waktu yang di maksud antara lain yaitu pada saat memesan sampai pada saat barang datang. Biaya
penyimpanan (Holding Cost)
Biaya ini antara lain biaya sewa gudang, biaya administrasi pergudangan,
gaji pelaksana
pergudangan, biaya listrik, biaya modal yang
tertanam dalam
persediaan, biaya asuransi, ataupun biaya kerusakan, kehilangan atau penyusutan barang
selama dalam
penyimpanan. Biaya penyimpanan dapat dinyatakan dalam dua bentuk, yaitu sebagai presentase dari unit harga/nilai barang, dan dalam bentuk rupiah per unit barang dalam periode waktu tertentu.
Populasi dan Pengambilan Sampel
Noor (2017:147) populasi digunakan untuk menyebutkan seluruh elemen/anggota dari
suatu wilayah yang menjadi sasaran penelitian atau merupakan keseluruhan (universum) dari objek penelitian. Pada penelitian ini, objek yang akan digunakan dalam penelitian oleh peneliti adalah welding wire.
Objek sampel yang digunakan pada penilitian ini dengan melihat dari faktor frekuesnsi pemakaiannya adalah welding wire KC26 dan welding wire MG-50 dengan sampel penelitian meliputi welding wire KC26 D1.2mm 20kg, welding wire KC26 D1.4mm 20kg dan welding wire MG-50 D1.2mm 300kg.
Metode Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data adalah: 1. Dokumentasi
Metode pengumpulan data dengan mencatat data dari arsip atau dokumen-dokumen pendukung dari perusahaan.
2. Wawancara.
Noor (2017:138) wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan berhadapan secara langsung dengan yang di wawancarai tetapi dapat juga diberikan daftar pertanyaan dahulu untuk dijawab pada kesempatan lain. Wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis dan permasalahan yang akan ditanyakan.
3. Observasi
Menurut Yusuf (2014) observasi sebagai teknik pengumpulan data sangat banyak di tentukan pengamat sendiri, sebab pengamat melihat, mendengar, mencium, atau mendengarkan suatu objek penelitian dan kemudian dia menyimpulkan dari apa yang diamati itu.
Peramalan
Peramalan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan regresi linier. Dalam situasi peramalan mengandung derajat ketidakpastian atau kesalahan dalam perumusan peramalan. Akurasi hasil peramalan yang merupakan ukuran kesalahan peramalan adalah ukuran tentang tingkat perbedaan antara hasil peramalan dengan permintaan yang sebenarnya terjadi.
Metode peramalan dan akurasi hasil peramalan tersebut dapat dibandingkan dengan ukuran sebagai berikut:
1. Regresi Linier Sederhana
Menurut Herjanto (2018:97) Prinsip regresi linier sederhana adalah untuk menguji hubungan antara dua kelompok data, yaitu
kelompok variabel tak bebas (y) dengan kelompok variabel bebas (x).
Regresi Linier Sederhana dapat dirumuskan sebagai berikut :
F(x) = y’ = a+bx a = b = Keterangan: y = Variabel dependent. A = Konstanta. B = Koefisien variabel. X = Variabel independent. N = Jumlah periode.
F(x) = Hasil peramalan pada periode tertentu. ∑ y = Jumlah data aktual.
∑ x = Jumlah data periode.
∑ x.y = Jumlah dari data aktual yang dikalikan dengan periode (x).
∑ = Jumlah dari periode setelah dipangkatkan.
2. MAD (Mean Absolute Deviation)
Merupakan rata-rata kesalahan mutlak selama periode tertentu tanpa memperhatikan apakah hasil peramalan lebih besar atau lebih kecil.
MAD dapat dirumuskan sebagai berikut : MAD = y - Fy
Keterangan:
MAD = Mean Absolute Deviation. ∑ = Sigma.
Fy = Ramalan untuk perbulan. Ay = Nilai aktual perbulan. n = Jumlah periode. 3. MSE (Mean Sequare Error)
Cara perhitungan Mean Sequare Error yaitu dengan menjumlahkan kuadrat semua kesalahan peramalan pada setiap periode dan membaginya dengan jumlah periode yang diramalkan.
MSE dapat dirumuskan sebagai berikut : MSE =
Keterangan:
MSE = Mean Sequare Error. ∑ = Sigma.
Fy = Ramalan untuk perbulan. Ay = Nilai aktual perbulan. n = Jumlah periode.
Material Requirements Planning (MRP)
Data peramalan yang telah diperoleh dengan menggunakan metode regresi linier sederhana, selanjutnya akan dianalisis dengan
menggunakan beberapa metode MRP. Adapun metode itu diantaranya:
1. Lot for Lot (LFL).
2. Fixed Order Quantity (FOQ). 3. Economic Order Quantity (EOQ).
Perhitungan MRP tersebut dilakukan dengan menggunakan metode cara perhitungan sebagaimana telah di jelaskan di bab sebelumnya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Prosedur Permintaan Pembelian dan Pemesanan Welding Wire
Dalam proses transaksi pembelian welding wire pada PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia di dasarkan pada forecasting dari PPIC dan mengecek persediaan welding wire di gudang berdasarkan data persediaan yang tersimpan di dalam komputer. Jika persediaan welding wire hampir habis maka bagian gudang akan membuat SPP (Surat Permintaan Pembelian) welding wire ke bagian pemebelian (procurement) kemudian akan dilakukan pemesanan welding wire kepada pemasok untuk memasok kebutuhan welding wire yang akan dipesan.
Prosedur Pengeluaran Welding Wire
Dalam proses pengeluaran welding wire pada PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia pengeluaran barang berdasarkan atas permintaan dari bagian produksi dengan menggunakan kertas bon. Bagian produksi menyerahkan kertas bon ke supir forklif yang nantinya akan di teruskan ke bagian gudang untuk syarat mengeluarkan welding wire dan supir forklif mengirimkan welding wire ke bagian produksi dan bagian gudang mencatat jumlah pengeluaran welding wire di dalam komputer.
Analisis Pengendalian Pembelian atau Pemesanan Persediaan
Pada PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia, dalam kegiatan operasional pembelian yang dilakukan selama ini pemesanan disesuaikan dengan kapasitas kontainer atau dapat disebut Full Container Load (FCL) dengan maksimal kapasitas 1 kontainer sebanyak 1000 roll untuk welding wire 20 kg dengan pembagian 12 palet dikali 60 roll, 3 palet dikali 72 roll dan 1 palet untuk 64 roll dan sebanyak 80 drum untuk welding wire 300 kg dengan pembagian 20 palet dikali 4 drum. Hal tersebut dibuat berdasarkan biaya pemesanan dan penyimpanan kontainer yang tetap tanpa dipengaruhi oleh kuantitas pembelian dan menjadi suatu acuan perusahaan
dalam melakukan pemesanan berikutnya, sehingga tidak ada metode yang digunakan untuk menetapkan kuantitas pembelian atau pemesanan.
Analisis Pengendalian Terhadap Penerimaan Persediaan
Pada PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia pengendalian terhadap penerimaan persediaan welding wire sudah terkontrol dengan baik, karena barang yang diterima dari pemasok diperiksa dan diteliti kembali. Memeriksa apakah jumlah dan jenis barang telah sesuai dengan apa yang telah dipesan sebelumnya dan apakah terdapat barang yang cacat. Jika barang yang diterima ditemukan ada yang cacat maka pihak procurement akan memanggil supplier untuk mengecek barang tersebut dan akan dilakukan proses penggantian. Welding wire yang baru masuk dilakukan perhitungan kembali, kemudiaan dicatat di dalam komputer dan dimasukkan ke gudang penyimpanan sesuai dengan tempat dan posisi letak barang tersebut.
Analisis Pengendalian Terhadap Pengeluaran Persediaan
Pengendalian pengeluaran welding wire pada PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia sudah terkontrol dengan baik karena jumlah pengeluaran welding wire sudah sesuai berdasarkan permintaan bagian produksi yang diberikan oleh bagian gudang. Jumlah welding wire yang dikeluarkan dari gudang ke bagian produksi sesuai dengan jumlah yang tercantum pada kertas BON yang telah dibuat oleh bagian produksi sebagai instrumen dalam transaksi pengeluaran barang dan selanjutnya data pengeluaran disimpan di dalam komputer.
Peramalan
Proses peramalan yang akan dilakukan untuk mengetahui kebutuhan welding wire di bulan Juni 2019 sampai dengan Mei 2020 pada penelitian ini yaitu dilakukan dengan menggunakan metode forecasting regresi linier sederhana. Berikut adalah data pemakaian Welding Wire KC-26 Dia 1,4 @20 Kg, Welding Wire KC-26 Dia 1,2 @20 Kg dan Welding Wire MG-50 Dia 1,2 @300 Kg dari bulan Juni 2018 sampai dengan Mei 2019 seperti pada tabel data pemakaian sebagai berikut:
Tabel 3. Data Pemakaian Welding Wire KC-26 Dia 1,4 @20 KgTahun 2018, 2019.
Tahun Bulan Periode (x) Pemakaian (y) 2018 Juni 1 397 Juli 2 309 Agustus 3 590 September 4 560 Oktober 5 553 November 6 522 Desember 7 325 2019 Januari 8 830 Februari 9 470 Maret 10 840 April 11 950 Mei 12 675
Tabel 4. Data Pemakaian Welding Wire KC-26 Dia 1,2 @20 Kg Tahun 2018, 2019.
Tahun Bulan Periode (x) Pemakaian (y) 2018 Juni 1 285 Juli 2 576 Agustus 3 316 September 4 141 Oktober 5 689 November 6 679 Desember 7 823 2019 Januari 8 811 Februari 9 708 Maret 10 764 April 11 180 Mei 12 421
Tabel 5. Data Pemakaian Welding Wire MG-50 Dia 1,2 @300 Kg Tahun 2018, 2019.
Tahun Bulan Periode (x) Pemakaian (y) 2018 Juni 1 54 Juli 2 101 Agustus 3 86 September 4 122 Oktober 5 136 November 6 80 Desember 7 82 2019 Januari 8 74 Februari 9 100 Maret 10 56 April 11 40 Mei 12 12
Dari data tersebut akan ditentukan hasil perhitungan forecasting untuk kebutuhan bulan Juni 2019 sampai dengan Mei 2020 dengan
menggunakan perhitungan peramalan metode regresi linier sederhana.
Regresi Linier Sederhana
Data aktual permakaian pada periode sebelumnya digunakan sebagai acuan dalam menentukan forecasting pada penelitian ini dengan menggunakan metode regresi linier sederhana yang akan ditentukan hasil perhitungan untuk kebutuhan bulan Juni 2019 sampai dengan Mei 2020. Regresi Linier Sederhana dapat dihitung sebagai berikut:
Tabel 6. Regresi Linier Sederhana Welding Wire KC-26 Dia 1,4 @20 Kg
Tahun Bulan Periode (x) Pemakaian (y) x.y x 2 2018 Jun 13 397 5161 169 Jul 14 309 4326 196 Agu 15 590 8850 225 Sep 16 560 8960 256 Okt 17 553 9401 289 Nov 18 522 9396 324 Des 19 325 6175 361 2019 Jan 20 830 16600 400 Feb 21 470 9870 441 Mar 22 840 18480 484 Apr 23 950 21850 529 Mei 24 675 16200 576 ∑ 222 7021 135269 4250
Tabel 7. Regresi Linier Sederhana Welding Wire KC-26 Dia 1,2 @20 Kg
Tahun Bulan Periode (x) Pemakaian (y) x.y x 2 2018 Jun 13 285 3705 169 Jul 14 576 8064 196 Agu 15 316 4740 225 Sep 16 141 2256 256 Okt 17 689 11713 289 Nov 18 679 12222 324 Des 19 823 15637 361 2019 Jan 20 811 16220 400 Feb 21 708 14868 441 Mar 22 764 16808 484 Apr 23 180 4140 529 Mei 24 421 10104 576 ∑ 222 6393 120477 4250
Tabel 8. Regresi Linier Sederhana Welding Wire MG-50 Dia 1,2 @300 Kg
Tahun Bulan Periode (x) Pemakaian (y) x.y x2 2018 Jun 13 54 702 169 Jul 14 101 1414 196 Agu 15 86 1290 225 Sep 16 122 1952 256 Okt 17 136 2312 289 Nov 18 80 1440 324 Des 19 82 1558 361 2019 Jan 20 74 1480 400 Feb 21 100 2100 441 Mar 22 56 1232 484 Apr 23 40 920 529 Mei 24 12 288 576 ∑ 222 943 16688 4250
Proses perhitungan Forecasting Regresi Linier Sederhana:
1. Welding Wire KC-26 Dia 1,4 @20 Kg b = - - ( ) = - - = = 37,63 a = - ( . ) = - = - = -111
Maka didapatkan hasil peramalan F(x) yaitu hasil linier dari bulan Juni 2019 sampai dengan bulan Mei 2020 yang proses perhitungan seperti tabel berikut:
Tabel 9. Forecasting Regresi Linier Sederhana Welding Wire KC-26 Dia 1,4 @20 Kg
Periode (x)
Proses Perhitungan
F(x) = y’ = a + bx y’ y’ 13 -111 + ( 37,63. 13 ) 378,14 378 14 -111 + ( 37,63. 14 ) 415,77 416 15 -111 + ( 37,63. 15 ) 453,39 453 16 -111 + ( 37,63. 16 ) 491,02 491 17 -111 + ( 37,63. 17 ) 528,64 529 18 -111 + ( 37,63. 18 ) 566,27 566 19 -111 + ( 37,63. 19 ) 603,90 604 20 -111 + ( 37,63. 20 ) 641,52 642 21 -111 + ( 37,63. 21 ) 679,15 679 22 -111 + ( 37,63. 22 ) 716,77 717 23 -111 + ( 37,63. 23 ) 754,40 754 24 -111 + ( 37,63. 24 ) 792,03 792
2. Forecasting Welding Wire KC-26 Dia 1,2 @20 Kg b = - - ( ) = - - = = 15,43 a = - ( . ) = - = = 247,29
Maka didapatkan hasil peramalan F(x) yaitu hasil linier dari bulan Juni 2019 sampai dengan bulan Mei 2020 yang proses perhitungan seperti tabel berikut:
Tabel 10. Forecasting Regresi Linier Sederhana Welding Wire KC-26 Dia 1,2 @20 Kg
Periode (x)
Proses Perhitungan
F(x) = y’ = a + bx y’ y’ 13 247,29 + (15,43 . 13) 447,88 448 14 247,29 + (15,43 . 14) 463,31 463 15 247,29 + (15,43 . 15) 478,74 479 16 247,29 + (15,43 . 16) 494,17 494 17 247,29 + (15,43 . 17) 509,60 510 18 247,29 + (15,43 . 18) 525,03 525 19 247,29 + (15,43 . 19) 540,47 540 20 247,29 + (15,43 . 20) 555,90 556 21 247,29 + (15,43 . 21) 571,33 571 22 247,29 + (15,43 . 22) 586,76 587 23 247,29 + (15,43 . 23) 602,19 602 24 247,29 + (15,43 . 24) 617,62 618
3. Forecasting Welding Wire MG-50 Dia 1,2 @300 Kg b = - - ( ) = - - = - = -5,30 a = - (- . ) = - = = 176,58
Maka didapatkan hasil peramalan F(x) yaitu hasil linier dari bulan Juni 2019 sampai dengan bulan Mei 2020 yang proses perhitungan seperti tabel berikut:
Tabel 11. Forecasting Regresi Linier Sederhana Welding Wire MG-50 Dia 1,2 @300 Kg
Periode (x)
Proses Perhitungan
F(x) = y’ = a + bx y’ y’ 13 176,58 + ( -5,30. 13 ) 107,72 108 14 176,58 + ( -5,30. 14 ) 102,42 102 15 176,58 + ( -5,30. 15 ) 97,12 97 16 176,58 + ( -5,30. 16 ) 91,83 92 17 176,58 + ( -5,30. 17 ) 86,53 87 18 176,58 + ( -5,30. 18 ) 81,23 81 19 176,58 + ( -5,30. 19 ) 75,93 76 20 176,58 + ( -5,30. 20 ) 70,64 71 21 176,58 + ( -5,30. 21 ) 65,34 65 22 176,58 + ( -5,30. 22 ) 60,04 60 23 176,58 + ( -5,30. 23 ) 54,75 55 24 176,58 + ( -5,30. 24 ) 49,45 49
Analisis Akurasi Forecasting
Setelah hasil proses perhitungan peramalan untuk kebutuhan Welding Wire KC-26 Dia 1,4 @20 Kg, Welding Wire KC-26 Dia 1,2 @20 Kg dan Welding Wire MG-50 Dia 1,2 @300 Kg dengan menggunakan metode Forecasting Regresi Linier Sederhana telah didapat maka langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan akurasi keakuratan dari hasil perhitungan forecasting yang sudah di dapat. Perhitungan akurasi keakuratan forecasting dapat dihitung dengan menggunakan metode MAD (Mean Absolute Deviation) dan MSE (Mean Sequare Error).
Tabel 12. Akurasi Forecasting Regresi Linier Sederhana Welding Wire KC-26 Dia 1,4 @20 Kg Period (x) Pemakaian (y) F 13 397 378 14 309 416 15 590 453 16 560 491 17 553 529 18 522 566 19 325 604 20 830 642 21 470 679 22 840 717 23 950 754 24 675 792
MAD |MAD| MSE
y-F |y-F| (y-F)2
19 19 356 -107 107 11399 137 137 18662 69 69 4758 24 24 593 -44 44 1960 -279 279 77783 188 188 35524 -209 209 43743 123 123 15185 196 196 38259 -117 117 13695 ∑ 1512 261917
Jika seluruh nilai sigma sudah didapat, maka proses selanjutnya yaitu perhitungan nilai dilakukan dengan mengikuti rumus sebagai berikut:
1. MAD (Mean Absolute Deviation) MAD = y - Fy
=
= 126,02 2. MSE (Mean Sequare Error)
MSE =
=
= 21826,41
Tabel 13. Akurasi Forecasting Regresi Linier Sederhana Welding Wire KC-26 Dia 1,2 @20 Kg Period (x) Pemakaian (y) F 13 285 448 14 576 463 15 316 479 16 141 494 17 689 510 18 679 525 19 823 540 20 811 556 21 708 571 22 764 587 23 180 602 24 421 618
MAD |MAD| MSE
y-F |y-F| (y-F)2
-163 163 26531 113 113 12698 -163 163 26486 -353 353 124732 179 179 32183 154 154 23705 283 283 79826 255 255 65079 137 137 18680 177 177 31416 -422 422 178240 -197 197 38658 ∑ 2595,2 658234
Jika seluruh nilai sigma sudah didapat, maka proses selanjutnya yaitu perhitungan nilai dilakukan dengan mengikuti rumus sebagai berikut:
1. MAD (Mean Absolute Deviation) MAD = y - Fy
=
= 216,27 2. MSE (Mean Sequare Error)
MSE =
=
= 54852,82
Tabel 14. Akurasi Forecasting Regresi Linier Sederhana Welding Wire MG-50 Dia 1,2 @300 Kg Period (x) Pemakaian (y) F 13 54 108 14 101 102 15 86 97 16 122 92 17 136 87 18 80 81 19 82 76 20 74 71 21 100 65 22 56 60 23 40 55 24 12 49
MAD |MAD| MSE
y-F |y-F| (y-F)2
-54 54 2886 -1 1 2 -11 11 124 30 30 910 49 49 2447 -1 1 2 6 6 37 3 3 11 35 35 1201 -4 4 16 -15 15 217 -37 37 1402 ∑ 247 9256,3
Jika seluruh nilai sigma sudah didapat, maka proses selanjutnya yaitu perhitungan nilai dilakukan dengan mengikuti rumus sebagai berikut:
1. MAD (Mean Absolute Deviation) MAD = y - Fy
=
= 20,62 2. MSE (Mean Sequare Error)
MSE =
=
= 771,36
Penyusunan Tabel Material Requirements Planning (MRP)
Pengisian tabel MRP berdasarkan dari data stok persediaan welding wire sebelumnya, jumlah kebutuhan welding wire dari data peramalan yang telah diperoleh dengan menggunakan metode regresi linier sederhana, lot sizing pembelian welding wire, dan lead time pembelian welding wire. Adapun metode itu diantaranya:
1. Lot for Lot (LFL).
2. Fixed Order Quantity (FOQ). 3. Economic Order Quantity (EOQ).
Lot For Lot (LFL)
Jumlah pesanan sesuai dengan jumlah yang sesungguhnya diperlukan dan tidak adanya persediaan yang disimpan.
Tabel 15. Tabel MRP Lot For Lot Welding Wire KC-26 Dia 1,4 @20 Kg
2019
Jun Jul Agu Sep Okt Nov
Periode 13 14 15 16 17 18 GR 378 416 453 491 529 566 OH 535 157 0 0 0 0 NR 0 259 453 491 529 566 PORec 0 259 453 491 529 566 PORel 491 529 566 604 642 679 2019 2020 Total Des Jan Feb Mar Apr Mei
Periode 19 20 21 22 23 24 GR 604 642 679 717 754 792 7021 OH 0 0 0 0 0 0 0 NR 604 642 679 717 754 792 6486 PORec 604 642 679 717 754 792 11 PORel 717 754 792 0 0 0 9
Berdasarkan lot sizing dengan menggunakan teknik lot for lot di atas dapat diketahui kebutuhan welding wire KC-26 Dia 1,4 @20 Kg sebanyak 6.486 roll / tahun, jumlah pemesanan (PORec) sebanyak 11 kali, biaya pemesanan sebesar Rp. 2.400.000,00 / kontainer, harga welding wire 1.35 USD / kg dan Kurs USD adalah Rp. 14.067.
Biaya welding wire KC-26 Dia 1,4 @20 Kg dengan teknik lot for lot dapat dihitung sebagai berikut:
Biaya pengadaan welding wire
= 11 x 2.400.000,00 = Rp. 26.400.000,00 Harga welding wire
= 6.486 x 20 kg = 129.720 kg = 129.720 x 1,35 = 175.122 USD = 175.122 x 14.067
= Rp. 2.463.441.174,00
Total biaya = Biaya Pengadaan + Biaya Barang = 26.400.000,00 + 2.463.441.174,00
= Rp. 2.489.841.174,00
Berdasarkan perhitungan diatas maka dapat diketahui biaya pemesanan untuk kebutuhan welding wire KC-26 Dia 1,4 @20 Kg di bulan Juni 2019 sampai dengan bulan Mei 2020 membutuhkan biaya sebesar Rp. 2.489.841.174,00.
Tabel 16. Tabel MRP Lot For Lot Welding Wire KC-26 Dia 1,2 @20 Kg
2019
Jun Jul Agu Sep Okt Nov
Periode 13 14 15 16 17 18 GR 448 463 479 494 510 525 OH 799 351 0 0 0 0 NR 0 112 479 494 510 525 PORec 0 112 479 494 510 525 PORel 494 510 525 540 556 571 2019 2020 Total Des Jan Feb Mar Apr Mei
Periode 19 20 21 22 23 24 GR 540 556 571 587 602 618 6393 OH 0 0 0 0 0 0 0 NR 540 556 571 587 602 618 5594 PORec 540 556 571 587 602 618 11 PORel 587 602 618 0 0 0 9
Berdasarkan lot sizing dengan menggunakan teknik lot for lot di atas dapat diketahui kebutuhan welding wire KC-26 Dia 1,2 @20 Kg sebanyak 5.594 roll / tahun, jumlah pemesanan (PORec) sebanyak 11 kali, biaya pemesanan sebesar Rp. 2.400.000,00 / kontainer, harga welding wire 1.35 USD / kg dan Kurs USD adalah Rp. 14.067.
Biaya welding wire KC-26 Dia 1,2 @20 Kg dengan teknik lot for lot dapat dihitung sebagai berikut:
Biaya pengadaan welding wire
= 11 x 2.400.000,00 = Rp. 26.400.000,00 Harga welding wire
= 5.594 x 20 kg = 111.880 kg = 111.880 x 1,35 = 151.038 USD = 151.038 x 14.067
= Rp. 2.124.651.546,00
Total biaya = Biaya Pengadaan + Biaya Barang = 26.400.000,00 + 2.124.651.546,00
= Rp. 2.151.051.546,00
Berdasarkan perhitungan diatas maka dapat diketahui biaya pemesanan untuk kebutuhan welding wire KC-26 Dia 1,2 @20 Kg di bulan Juni 2019 sampai dengan bulan Mei 2020 membutuhkan biaya sebesar Rp. 2.151.051.546,00.
Tabel 17. Tabel MRP Lot For Lot Welding Wire MG-50 Dia 1,2 @300 Kg
2019
Jun Jul Agu Sep Okt Nov
Periode 13 14 15 16 17 18 GR 108 102 97 92 87 81 OH 150 42 0 0 0 0 NR 0 60 97 92 87 81 PORec 0 60 97 92 87 81 PORel 92 87 81 76 71 65 2019 2020 Total Des Jan Feb Mar Apr Mei
Periode 19 20 21 22 23 24 GR 76 71 65 60 55 49 943 OH 0 0 0 0 0 0 0 NR 76 71 65 60 55 49 793 PORec 76 71 65 60 55 49 11 PORel 60 55 49 0 0 0 9
Berdasarkan lot sizing dengan menggunakan teknik lot for lot di atas dapat diketahui kebutuhan welding wire MG-50 Dia 1,2 @300 Kg sebanyak 793 drum / tahun, jumlah pemesanan (PORec) sebanyak 11 kali, biaya pemesanan sebesar Rp. 2.400.000,00 / kontainer, harga welding wire 1.5 USD / kg dan Kurs USD adalah Rp. 14.067.
Biaya welding wire MG-50 Dia 1,2 @300 Kg dengan teknik lot for lot dapat dihitung sebagai berikut:
Biaya pengadaan welding wire
= 11 x 2.400.000,00 = Rp. 26.400.000,00 Harga welding wire
= 793 x 300 kg = 237.900 kg = 237.900 x 1,5 = 356.850 kg = Rp. 5.019.808.950,00
Total biaya = Biaya Pengadaan + Biaya Barang = 26.400.000,00 + 5.019.808.950,00
= Rp. 5.046.208.950,00
Berdasarkan perhitungan diatas maka dapat diketahui biaya pemesanan untuk kebutuhan welding wire MG-50 Dia 1,2 @300 Kg di bulan Juni 2019 sampai dengan bulan Mei 2020 memerlukan biaya sebesar Rp. 5.046.208.950,00.
Fixed Order Quantity (FOQ)
Kuantitas pemesanan yang di gunakan pada fixed order quantity mengacu pada lot yang sudah di tetapkan oleh PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia yaitu sebanyak 1000 roll untuk welding wire KC-26 Dia 1,4 @20 kg.
Tabel 18. Tabel MRP FOQ Welding Wire KC-26 Dia 1,4 @20 Kg
2019
Jun Jul Agu Sep Okt Nov
Periode 13 14 15 16 17 18 GR 378 416 453 491 529 566 OH 535 157 741 288 797 268 NR 0 1000 0 1000 0 1000 PORec 0 1000 0 1000 0 1000 PORel 1000 0 1000 0 1000 1000 2019 2020 Total Des Jan Feb Mar Apr Mei Periode 19 20 21 22 23 24 GR 604 642 679 717 754 792 7021 OH 702 98 456 777 60 306 514 NR 0 1000 1000 0 1000 1000 7000 PORec 0 1000 1000 0 1000 1000 7 PORel 0 1000 0 0 0 0 5
Berdasarkan lot sizing dengan menggunakan teknik fixed order quantity di atas dapat diketahui kebutuhan welding wire KC-26
Dia 1,4 @20 Kg sebanyak 7000 roll / tahun, jumlah pemesanan (PORec) sebanyak 7 kali, biaya pemesanan sebesar Rp. 2.400.000,00 / kontainer, biaya penyimpanan sebesar Rp. 1.947.550,00 , harga welding wire 1.35 USD / kg dan Kurs USD adalah Rp. 14.067.
Biaya welding wire KC-26 Dia 1,4 @20 Kg dengan teknik fixed order quantity dapat dihitung sebagai berikut:
Biaya pengadaan welding wire
= 7 x 2.400.000,00 = Rp. 16.800.000,00 Biaya penyimpanan welding wire
= 7 x 1.947.550,00 = 13.632.850,00 Harga welding wire
= 7.000 x 20 kg = 140.000 kg = 140.000 x 1,35 = 189.000 USD = 189.000 x 14.067
= Rp. 2.658.663.000,00
Total biaya = Biaya Pengadaan + Biaya penyimpanan + Biaya Barang
= 16.800.000,00 + 13.632.850,00 = 30.432.850,00 + 2.658.663.000,00 = Rp. 2.689.095.850,00
Berdasarkan perhitungan diatas maka dapat diketahui biaya pemesanan untuk kebutuhan welding wire KC-26 Dia 1,4 @20 Kg di bulan Juni 2019 sampai dengan bulan Mei 2020 memerlukan biaya sebesar Rp. 2.689.095.850,00.
Kuantitas pemesanan yang di gunakan pada fixed order quantity mengacu pada lot yang sudah di tetapkan oleh PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia yaitu 1000 roll untuk welding wire KC-26 Dia 1,2 @20 kg.
Tabel 19. Tabel MRP FOQ Welding Wire KC-26 Dia 1,2 @20 Kg
2019
Jun Jul Agu Sep Okt Nov
Periode 13 14 15 16 17 18 GR 448 463 479 494 510 525 OH 516 68 605 126 632 122 NR 0 1000 0 1000 0 1000 PORec 0 1000 0 1000 0 1000 PORel 1000 0 1000 0 1000 0 2019 2020 Total Des Jan Feb Mar Apr Mei Periode 19 20 21 22 23 24 GR 540 556 571 587 602 618 6393 OH 597 57 501 930 343 741 123 NR 0 1000 1000 0 1000 0 6000 PORec 0 1000 1000 0 1000 0 6 PORel 1000 1000 0 1000 0 0 6
menggunakan teknik fixed order quantity di atas dapat diketahui kebutuhan welding wire KC-26 Dia 1,2 @20 Kg sebanyak 6000 roll / tahun, jumlah pemesanan (PORec) sebanyak 6 kali, biaya pemesanan sebesar Rp. 2.400.000,00 / kontainer, biaya penyimpanan sebesar Rp. 1.947.550,00 , harga welding wire 1.35 USD / kg dan Kurs USD adalah Rp. 14.067.
Biaya welding wire KC-26 Dia 1,2 @20 Kg dengan teknik fixed order quantity dapat dihitung sebagai berikut:
Biaya pengadaan welding wire
= 6 x 2.400.000,00 = Rp. 14.400.000,00 Biaya penyimpanan welding wire
= 6 x 1.947.550,00 = 11.685.300,00 Harga welding wire
= 6.000 x 20 kg = 120.000 kg = 120.000 x 1,35 = 162.000 USD = 162.000 x 14.067
= Rp. 2.278.854.000,00
Total biaya = Biaya Pengadaan + Biaya penyimpanan + Biaya Barang
= 14.400.000,00 + 11.685.300,00 = 26.085.300,00 + 2.278.854.000,00 = Rp 2.304.939.300,00
Berdasarkan perhitungan diatas maka dapat diketahui biaya pemesanan untuk kebutuhan welding wire KC-26 Dia 1,2 @20 Kg di bulan Juni 2019 sampai dengan bulan Mei 2020 memerlukan biaya sebesar Rp. 2.304.939.300,00.
Kuantitas pemesanan yang di gunakan pada fixed order quantity mengacu pada lot yang sudah di tetapkan oleh PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia yaitu 80 drum untuk welding wire MG-50 Dia 1,2 @300 Kg.
Tabel 20. Tabel MRP FOQ Welding Wire MG-50 Dia 1,2 @300 Kg
2019
Jun Jul Agu Sep Okt Nov
Periode 13 14 15 16 17 18 GR 108 102 97 92 87 81 OH 150 42 20 3 71 64 NR 0 80 80 160 80 80 PORec 0 80 80 160 80 80 PORel 80 80 160 80 80 80 2019 2020 Total Des Jan Feb Mar Apr Mei Periode 19 20 21 22 23 24 GR 76 71 65 60 55 49 943 OH 63 67 76 11 31 56 7 NR 80 80 0 80 80 0 800 PORec 80 80 0 80 80 0 9 PORel 80 0 80 80 0 0 9
Berdasarkan lot sizing dengan menggunakan teknik fixed order quantity di atas dapat diketahui kebutuhan welding wire MG-50 Dia 1,2 @300 Kg sebanyak 800 drum / tahun, jumlah pemesanan (PORec) sebanyak 9 kali, biaya pemesanan sebesar Rp. 2.400.000,00 / kontainer, biaya penyimpanan sebesar Rp. 1.947.550,00 , harga welding wire 1.36 USD / kg dan Kurs USD adalah Rp. 14.067.
Biaya welding wire MG-50 Dia 1,2 @300 Kg dengan teknik fixed order quantity dapat dihitung sebagai berikut:
Biaya pengadaan welding wire
= 10 x 2.400.000,00 = Rp. 24.000.000,00 Biaya penyimpanan welding wire
= 10 x 1.947.550,00 = 19.475.500,00 Harga welding wire
= 800 x 300 kg = 240.000 kg = 240.000 x 1,5 = 360.000 USD = 360.000 x 14.067
= Rp. 5.064.120.000,00
Total biaya = Biaya Pengadaan + Biaya penyimpanan + Biaya Barang
= 24.000.000,00 + 1.947.550,00 = 25.947.550,00 + 25.064.120.000,00 = Rp 5.107.595.500,00
Berdasarkan perhitungan diatas maka dapat diketahui biaya pemesanan untuk kebutuhan welding wire MG-50 Dia 1,2 @300 Kg di bulan Juni 2019 sampai dengan bulan Mei 2020 memerlukan biaya sebesar Rp 5.107.595.500,00.
Economic Order Quantity (EOQ)
Sebelum menentukan tabel MRP EOQ perlu di tentukan frekuensi lot paling ekonomis. Peneliti menggunakan tabel untuk menentukan lot paling ekonomis karena biaya penyimpanan yang tidak tetap seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Berdasarkan informasi yang didapat biaya pemesanan sebesar Rp. 2.400.000,00 / kontainer dengan kapasitas 1000 roll untuk welding wire 20 kg dan 80 drum untuk 300 kg, biaya pemesanan sebesar Rp. 1.947.550,00 dengan kapasitas 1000 roll untuk welding wire 20 kg dan 80 drum untuk 300 kg, harga welding wire 1.36 USD / kg dan Kurs USD adalah Rp. 14.067. Frekuensi lot paling ekonomis dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 21. Frekuensi Lot Ekonomis Welding Wire KC-26 Dia 1,4 @20 Kg
Frekuensi lot paling ekonomis adalah 878 karena memiliki total biaya Rp. 34.780.400,00. Selanjutnya dapat ditentukan tabel MRP sebagai berikut:
Tabel 22. Tabel MRP EOQ Welding Wire KC-26 Dia 1,4 @20 Kg
2019
Jun Jul Agu Sep Okt Nov
Periode 13 14 15 16 17 18 GR 378 416 453 491 529 566 OH 535 157 619 166 553 24 NR 0 878 0 878 0 878 PORec 0 878 0 878 0 878 PORel 878 0 878 878 878 0 2019 2020 Total Des Jan Feb Mar Apr Mei Periode 19 20 21 22 23 24 GR 604 642 679 717 754 792 7021 OH 336 610 846 167 328 452 538 NR 878 878 0 878 878 878 7024 PORec 878 878 0 878 878 878 8 PORel 878 878 878 0 0 0 7
Berdasarkan lot sizing dengan menggunakan teknik economic order quantity di atas dapat diketahui kebutuhan welding wire KC-26 Dia 1,4 @20 Kg sebanyak 7024 roll / tahun, jumlah pemesanan (PORec) sebanyak 8 kali, biaya pemesanan sebesar Rp. 2.400.000,00 / kontainer, biaya penyimpanan sebesar Rp. 1.947.550,00 , harga welding wire 1.35 USD / kg dan Kurs USD adalah Rp. 14.067.
Biaya welding wire KC-26 Dia 1,4 @20 Kg dengan teknik economic order quantity dapat dihitung sebagai berikut:
Biaya pengadaan welding wire
= 8 x 2.400.000,00 = Rp. 19.200.000,00 Biaya penyimpanan welding wire
= 8 x 1.947.550,00 = 15.580.600,00 Harga welding wire
= 7.024 x 20 kg = 140.480 kg = 140.480 x 1,35 = 189.648 USD = 189.648 x 14.067
= Rp. 2.667.778.416,00
Total biaya = Biaya Pengadaan + Biaya Penyimpanan + Biaya Barang
= 19.200.000,00 + 15.580.600,00 = 34.780.600,00 + 2.667.778.416,00 = Rp. 2.702.558.816,00
Berdasarkan perhitungan diatas maka dapat diketahui biaya pemesanan untuk kebutuhan welding wire KC-26 Dia 1,4 @20 Kg di bulan Juni 2019 sampai dengan bulan Mei 2020 memerlukan biaya sebesar Rp. 2.702.558.816,00.
Tabel 23. Frekuensi Lot Ekonomis Welding Wire KC-26 Dia 1,2 @20 Kg
Frekuensi lot paling ekonomis adalah 913 karena memiliki total biaya Rp. 30.432.850,00. Selanjutnya dapat ditentukan tabel MRP sebagai berikut:
Tabel 24. Tabel MRP EOQ Welding Wire KC-26 Dia 1,2 @20 Kg
2019
Jun Jul Agu Sep Okt Nov
Periode 13 14 15 16 17 18 GR 448 463 479 494 510 525 OH 516 68 518 39 458 861 NR 0 913 0 913 913 0 PORec 0 913 0 913 913 0 PORel 913 0 913 913 0 913 2019 2020 Total Des Jan Feb Mar Apr Mei Periode 19 20 21 22 23 24 GR 540 556 571 587 602 618 6393 OH 336 709 153 495 821 219 514 NR 913 0 913 913 0 913 6391 PORec 913 0 913 913 0 913 7 PORel 0 913 913 0 913 0 7
Berdasarkan lot sizing dengan menggunakan teknik economic order quantity di atas dapat diketahui kebutuhan welding wire KC-26 Dia 1,2 @20 Kg sebanyak 6391 roll / tahun, jumlah pemesanan (PORec) sebanyak 7 kali,
biaya pemesanan sebesar Rp. 2.400.000,00 / kontainer, biaya penyimpanan sebesar Rp. 1.947.550,00 , harga welding wire 1.35 USD / kg dan Kurs USD adalah Rp. 14.067.
Biaya welding wire KC-26 Dia 1,2 @20 Kg dengan teknik economic order quantity dapat dihitung sebagai berikut:
Biaya pengadaan welding wire
= 7 x 2.400.000,00 = Rp. 16.800.000,00 Biaya penyimpanan welding wire
= 7 x 1.947.550,00 = 13.632.850,00 Harga welding wire
= 6.391 x 20 kg = 127.820 kg = 127.820 x 1,35 = 172.557 USD = 172.557 x 14.067
= Rp. 2.427.359.319,00
Total biaya = Biaya Pengadaan + Biaya penyimpanan + Biaya Barang
= 16.800.000,00 + 13.632.850,00 = 30.432.850,00 + 2.427.359.319,00 = Rp 2.457.792.169,00
Berdasarkan perhitungan diatas maka dapat diketahui biaya pemesanan untuk kebutuhan welding wire KC-26 Dia 1,2 @20 Kg di bulan Juni 2019 sampai dengan bulan Mei 2020 memerlukan biaya sebesar Rp 2.457.792.169,00.
Tabel 25. Frekuensi Lot Ekonomis Welding Wire MG-50 Dia 1,2 @300 Kg
Frekuensi lot paling ekonomis adalah 79 karena memiliki total Rp. 52.170.600,00. Selanjutnya dapat ditentukan tabel MRP sebagai berikut:
Tabel 26. Tabel MRP EOQ Welding Wire MG-50 Dia 1,2 @300 Kg
2019
Jun Jul Agu Sep Okt Nov
Periode 13 14 15 16 17 18 GR 108 102 97 92 87 81 OH 150 42 19 1 67 59 NR 0 79 79 158 79 79 PORec 0 79 79 158 79 79 PORel 79 79 158 79 79 79 2019 2020 Total Des Jan Feb Mar Apr Mei Periode 19 20 21 22 23 24 GR 76 71 65 60 55 49 943 OH 57 60 68 3 22 46 76 NR 79 79 0 79 79 79 869 PORec 79 79 0 79 79 79 10 PORel 79 0 79 79 79 0 5
Berdasarkan lot sizing dengan menggunakan teknik fixed order quantity di atas dapat diketahui kebutuhan welding wire MG-50 Dia 1,2 @300 Kg sebanyak 869 drum / tahun, jumlah pemesanan (PORec) sebanyak 10 kali, biaya pemesanan sebesar Rp. 2.400.000,00 / kontainer, biaya penyimpanan sebesar Rp. 1.947.550,00 , harga welding wire 1.5 USD / kg dan Kurs USD adalah Rp. 14.067.
Biaya welding wire MG-50 Dia 1,2 @300 Kg dengan teknik fixed order quantity dapat dihitung sebagai berikut:
Biaya pengadaan welding wire
= 11 x 2.400.000,00 = Rp. 26.400.000,00 Biaya penyimpanan welding wire
= 11 x 1.947.550,00 = Rp. 21.423.050,00 Harga welding wire
= 869 x 300 kg = 260.700 kg
= 260.700 x 1,5 = 391.050 USD = 391.050 x 14.067
= Rp. 5.500.900.350,00
Total biaya = Biaya Pengadaan + Biaya penyimpanan + Biaya Barang
= 26.400.000,00 + 21.423.050,00 = 47.823.050,00 + 5.500.900.350,00 = Rp 5.548.723.400,00
Berdasarkan perhitungan diatas maka dapat diketahui biaya pemesanan untuk kebutuhan welding wire MG-50 Dia 1,2 @300 Kg di bulan Juni 2019 sampai dengan bulan Mei 2020 memerlukan biaya sebesar Rp 5.548.723.400,00.
KESIMPULAN
Kesimpulan
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan mengunakan metode Regresi Linier Sederhana untuk perhitungan Forecasting, metode MAD dan MSE untuk menghitung akurasi forecasting dan juga metode Lot for Lot, Fixe Order Quantity dan Economic Order Quantiry untuk perhitungan MRP. Maka dapat diambil kesimpulkan sebagai berikut :
1. Hasil perhitungan peramalan permintaan welding wire untuk bulan Juni 2019 sampai dengan Mei 2020 untuk Forecasting Welding Wire KC-26 Dia 1,4 @20 Kg menggunakan metode regresi linier sederhana adalah sebanyak 7021 roll, dengan nilai MAD 126,02 dan MSE 21826,41 sedangkan Forecasting Welding Wire KC-26 Dia 1,2 @20 Kg menggunakan metode regresi linier adalah sebanyak 6393 roll, dengan nilai MAD 216,27 dan MSE 54852,82 dan Forecasting Welding Wire MG-50 Dia 1,2 @300 Kg menggunakan metode metode regresi linier adalah sebanyak 943 drum, dengan nilai MAD 20,62 dan MSE 771,36.
2. Penerapan sistem yang tepat dalam pengendalian welding wire untuk bulan Juni 2019 sampai dengan Mei 2020 untuk Welding Wire KC-26 Dia 1,4 @20 Kg menggunakan metode Lot For Lot dengan total biaya pengadaan adalah sebesar Rp. 2.489.841.174,00, Welding Wire KC-26 Dia 1,2 @20 Kg menggunakan metode Lot For Lot dengan total biaya pengadaan adalah sebesar Rp. 2.151.051.546,00, dan Welding Wire MG-50 Dia 1,2 @300 Kg menggunakan metode Lot For Lot dengan total biaya pengadaan adalah sebesar Rp. 5.046.208.950,00.
3. Penentuan Lot yang sesuai kebutuhan welding wire untuk bulan Juni 2019 sampai dengan Mei 2020 untuk Welding Wire KC-26 Dia 1,4 @20 Kg, Welding Wire KC-26 Dia 1,2 @20 Kg dan Welding Wire MG-50 Dia 1,2 @300 Kg menggunakan Lot Sizing metode Lot For Lot dimana lot ditentukan sesuai dengan kebutuhan data forecasting.
Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas dapat diberikan saran-saran untuk perusahaan sebagai berikut :
1. Dalam membuat peramalan perusahaan dapat menggunakan metode Regresi Linier Sederhana atau metode peramalan lainnya dengan menghitung nilai akurasi perhitungan MAD (Mean Absolute Deviation) dan MSE (Mean Sequare Error).
2. Dalam membuat perencanaan persediaan bahan baku welding wire perusahaan dapat menggunakan teknik lot sizing seperti LFL (Lot For Lot), FOQ (Fixed Order Quantity) dan EOQ (Economic Order Quantity) yang memiliki hasil perhitungan biaya terendah untuk menghemat biaya produksi.
3. Analisa perencanaan persediaan bahan baku welding wire ini baru menggunakan tiga metode saja, penggunaan metode lainnya tentu dapat membantu perbandingan dalam penetapan perencanaan.
DAFTAR PUSTAKA
Abdurahman, N. C., Sanusi, S., & Ar, M. W. (2018). Analisa Pengendalian Persediaan Kabel Rg 6 Dengan Menggunakan Meteode Material Requirements Planing (Mrp) Dan Vendor Managed Inventory (VMI). Jurnal Teknik Ibnu Sina JT-IBSI, 3(1).
Abrianto, D. (2017). Perencanaan Persediaan Bahan Baku Produksi Dengan Metode Material Requirement Planning (MRP) Pada PT. SEJATI JAYA. Jurnal Pendidikan Teknik Mesin, 6(01).
Anggriana, K. Z. (2015). Analisis Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Busbar Berdasarkan Sistem MRP (Material Requirement Planning) Di PT. TIS. Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri, 9(3).
Arief, M., & Supriyadi, S. (2017). Analisis Perencanaan Persediaan Batubara FX
Dengan Metode Material Requirement Planning. Jurnal Manajemen Industri Dan Logistik, 1(2), 133-139.
Eunike, Agustina. 2018.Perencanaan Produksi dan Pengendalian Persediaan. Malang: UB Press.
Herjanto, Eddy. 2018. Manajemen Produksi dan Operasi. Edisi Ketiga. Jakarta : PT. Grasindo.
Heyzer, Jay dan Barry Render. 2018. Manajemen Operasi. Edisi Sebelas. Jakarta : Salemba Empat.
Kamarul, Imam. 2009. Manajemen Persediaan. Buku Ajar. Jember: Fakultas Ekonomi Universitas Jember.
Khairani, Diana Sofyan. 2013. Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Noor, Juliansyah. 2017. Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya ilmiah. Edisi Pertama. Jakarta: Kencana.
Rudianto. 2012. Pengantar Akuntansi. Jakarta : Erlangga.
Singh, S. (2017). Evaluation of Different Lot Sizing Techniques in a MRP System. International Journal of Advance Engineering and Research Development. Vadodara : Sigma Institute of Engineering. Wijaya, D., Mandey, S., & Sumarauw, J. S.
(2016). Analisis pengendalian persediaan bahan baku ikan pada PT. Celebes minapratama bitung. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 4(2).
Yusuf, A. Muri. 2017. Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, Dan Penelitian Gabungan. Jakarta : Prenadamedia Group.