RANCANGAN AKTUALISASI
UPAYA MENINGKATKAN TRANSPARANSI PRODUK HUKUM
MELALUI SITUS WEB RESMI BADAN KEUANGAN DAERAH
KABUPATEN KAPUAS HULU
DISUSUN OLEH :
Annisa Pratiwi Bahtiar 19950630 202012 2 018
4
BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN
SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN KAPUAS HULU
BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Nya saya dapat menyelesaikan Rancangan Aktualisasi. Judul Rancangan Aktualisasi ini adalah “Upaya Meningkatkan Transparansi Produk Hukum
Melalui Situs Web Resmi Badan Keuangan Daearah Kabupaten Kapuas Hulu”.
Penulisan rancangan ini terlaksana karena kontribusi dari berbagai pihak sehingga pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya terutama kepada:
1. Bapak H. Sarbani, S.E., M.A.P, selaku Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu yang telah memfasilitasi kami peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III Tahun 2021 Kabupaten Kapuas Hulu.
2. Bapak Ruminsar Manuarang, SE, MM., selaku Coach yang telah memberikan bimbingan, masukan, pengarahan, dan motivasi secara menyeluruh kepada saya.
3. Bapak Sabinus Beji, SE, selaku Mentor dan Kepala Subbagian Program yang telah memberikan bimbingan, masukan, pengarahan dan motivasi. 4. Seluruh Widyaiswara yang memberikan ilmu ANEKA dan Kedudukan dan
Peran PNS dalam NKRI selama saya mengikuti pelatihan.
5. Kedua orangtua bapak Bahtiar dan ibu Dessi Wulantari yang selalu mengiringi setiap langkah penulis dengan doa dan motivasi.
6. Rekan peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan LXXIX.
7. Panitia Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan LXXIX Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021 yang turut menyukseskan kegiatan ini.
Saya berupaya agar Rancangan Aktualisasi ini dapat mencapai tujuan, sehingga kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan penulisan ini diterima dengan terbuka. Semoga Rancangan Aktualisasi ini dapat bermanfaat.
Putussibau, 19 April 2021 Hormat Saya,
Annisa Pratiwi Bahtiar, S.E. NIP. 19950630 202012 2 018
ii DAFTAR ISI Halaman LEMBAR PERSETUJUAN BERITA ACARA LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR GAMBAR, TABEL, DAN BAGAN ... iv
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Tujuan Aktualisasi ... 3
C. Tempat dan Waktu Kegiatan ... 3
D. Manfaat Aktualisasi ... 3
BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI A. Keadaan Organisasi ... 5
1. Peta Organisasi ... 5
2. Visi ... 5
3. Misi ... 6
B. Tugas Pokok dan Fungsi ... 7
C. Struktur Organisasi ... 8
D. Nilai-Nilai Organisasi ... 9
E. Uraian Tugas ... 9
F. Tugas dan Fungsi Organisasi ... 9
G. Uraian Tugas Penyusun Program Anggaran dan Pelaporan ... 10
BAB III KONSEP DASAR APARATUR SIPIL NEGARA A. Identifikasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS ... 13
1. Akuntabilitas ... 13
2. Nasionalisme ... 14
3. Etika Publik ... 15
4. Komitmen Mutu ... 16
5. Anti Korupsi ... 17
B. Kedudukan dan Peran Aparatur Sipil Negara ... 18
1. Manajemen ASN ... 18
iii
3. Pelayanan Publik ... 20
BAB IV RANCANGAN AKTUALISASI A. Identifikasi dan Penetapan Isu Aktual Serta Faktor Penyebabnya ... 21
1. Identifikasi Isu Aktual ... 21
2. Penetapan Isu Aktual ... 23
3. Penetapan Faktor Penyebab/Masalah ... 25
B. Rancangan Aktualisasi Kegiatan ... 29
C. Rencana Implementasi Kegiatan ... 47
D. Jadwal Konsultasi………... ... 48
KESIMPULAN SEMENTARA ... 50
1. Daftar Gambar
Halaman
Gambar 1 Peta Lokasi BKD Kabupaten Kapuas Hulu ... 5
Gambar 2 Bagian Depan Kantor ... 5
Gambar 3 Bukti Isu 1 ... 21
Gambar 4 Bukti Isu 2 ... 22
Gambar 5 Bukti Isu 3 ... 23
Gambar 6 Bukti Faktor Penyebab 1 ... 25
Gambar 7 Bukti Faktor Penyebab 2 ... 26
Gambar 8 Bukti Faktor Penyebab 3 ... 26
2. Daftar Tabel Halaman Tabel 4.1 Analisis Penilaian Kualitas Isu Melalui Metode APKL ... 24
Tabel 4.2 Analisa Faktor Penyebab Melalui Metode USG ... 27
Tabel 4.3 Rancangan Aktualisasi Kegiatan ... 29
Tabel 4.4 Rencana Jadwal Implementasi Kegiatan ... 47
Tabel 4.4 Jadwal Konsultasi Dengan Coach ... 48
Tabel 4.5 Jadwal Konsultasi Dengan Mentor ... 49
3. Daftar Bagan Bagan 1 Struktur Organisasi Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu ... 8
1
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan. Dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, disebutkan bahwa untuk menjadi PNS seseorang harus menjalani 3 (tiga) tahap seleksi meliputi seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar, dan seleksi kompetensi bidang. Adapun peserta yang lolos ketiga tahapan tersebut kemudian wajib menjalani masa percobaan yang dilaksanakan selama 1 (satu) tahun. Selama menjalani masa percobaan, Calon Pegawai Negeri Sipil diwajibkan untuk mengikuti Pelatihan Dasar yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan kompetensi CPNS yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang.
Berdasarkan Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 93/K.1/PDP.07/2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil, penerapan kompetensi pelatihan dasar CPNS dalam pelaksanaan fungsi pegawai ASN (pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa) terdiri atas kemampuan:
a. menunjukkan sikap perilaku bela negara,
b. mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas jabatannya,
c. mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan
d. menunjukkan penguasaan Kompetensi Teknis yang dibutuhkan sesuai dengan bidang tugas.
Untuk mewujudkan pegawai ASN yang memiliki kemampuan seperti yang disebutkan diatas, maka peserta pelatihan dasar CPNS diwajibkan menyusun rancangan aktualisasi yang diawali dengan identifikasi isu, faktor penyebab, dan gagasan pemecahan masalah pada unit kerja dengan mengacu pada materi pelatihan yang telah diterima dan berpedoman pada nilai-nilai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) serta peran dan kedudukan ASN (Pelayan Publik, Manajemen ASN, dan
Whole of Government).
Saya sebagai salah satu peserta Pelatihan Dasar Calon PNS Golongan III angkatan LXXIX adalah Penyusun Program Anggaran dan Pelaporan di Subbagian Program Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, menjalankan tugas yaitu melakukan kegiatan penyusunan program anggaran yang meliputi penyiapan bahan, koordinasi dan penyusunan laporan di bidang data pelaksanaan program dan anggaran. Dalam pelaksanaan tugas tersebut, Saya harus senantiasa berpedoman pada tata cara dan aturan-aturan tentang keuangan dan aset di sektor publik.
Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu adalah salah satu instansi teknis yang membidangi keuangan dan aset daerah, memiliki beberapa produk hukum yang digunakan oleh hampir seluruh SKPD di Kabupaten Kapuas Hulu. Namun realita yang saya temui di lapangan, terdapat kesulitan untuk mengakses produk hukum tersebut. Maka dari itu, kondisi “Sulitnya Mengakses Produk Hukum Badan Keuangan Daerah
Kabupaten Kapuas Hulu Baik Perda, Perbup, Maupun SK Yang Berkaitan Dengan Tata Cara Dan Pengelolaan Keuangan Dan Aset” merupakan core
issue yang harus diprioritaskan untuk ditangani segera.
Core issue di atas selanjutnya akan saya analisis untuk mengetahui faktor
penyebab terjadinya isu tersebut dan akan dipecahkan melalui gagasan yang dilandasi nilai-nilai dasar PNS ANEKA (Akuntabilitas, Etika Publik, Nasionalisme, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi), serta peran dan kedudukan ASN (Pelayanan Publik, Manajemen ASN dan Whole of Government).
B. Tujuan Aktualisasi
Tujuan pelaksanaan aktualisasi bagi peserta Pelatihan Dasar Calon PNS Golongan III adalah untuk:
1. Mampu menerapkan Nilai-Nilai Dasar ASN (yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi), Pelayanan Publik, Manajemen ASN, dan Whole of Government melalui pengalaman langsung pada Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu.
2. Mampu mengidentifikasi isu-isu yang berkembang pada Bagian Program di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu.
3. Mampu mengusulkan gagasan inovatif sebagai solusi untuk menangani isu yang berkembang melalui kegiatan-kegiatan yang memberikan kontribusi kepada Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu.
C. Tempat dan Waktu Kegiatan
Pelaksanaan pelatihan dasar dilakukan dengan:
1. On campus (30 Maret 2021 - 21 April 2021) di Hotel Uncak Kapuas untuk pembekalan perencanaan aktualisasi,
2. Off campus (26 April 2021 - 5 Juni 2021) di Bagian Program Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu untuk pelaksanaan aktualisasi, dan
3. On campus (7 Juni 2021 - 10 Juni 2021) di Hotel Uncak Kapuas untuk mempertanggungjawabkan hasil aktualisasi.
D. Manfaat Aktualisasi
Pelaksanaan kegiatan aktualisasi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi:
1. Peserta
a. Terselesaikannya tugas Rancangan Aktualisasi Pelatihan Dasar CPNS Golongan III.
b. Peningkatan Pemahaman tentang nilai-nilai dasar ASN melalui ANEKA.
c. Peningkatan pemahaman tentang peran dan kedudukan ASN.
d. Meningkatkan kemampuan mengidentifikasi isu, faktor penyebabnya, dan gagasan untuk pemecahan isu di lingkungan kerja.
2. Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu
a. Kemudahan akses produk hukum terkait pengelolaan keuangan dan aset.
5
BAB II
GAMBARAN UMUM ORGANISASI
A. Peta Organisasi, Visi, Misi 1. Peta Organisasi
Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu beralamat di Jalan Danau Luar Nomor 2, Kelurahan Putussibau Kota, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, 78711. Koordinat lokasi BKD Kab. Kapuas Hulu adalah Lintang 0°52’45.5”N dan Bujur 112°55’33.2”E.
Gambar 1. Peta Lokasi Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu
2. Visi
“Terwujudnya Kapuas Hulu Yang Harmonis, Energik, Berdaya saing,
Amanah, dan Terampil “Kapuas Hulu HEBAT”
Penjabaran Visi:
a. Harmonis: mengandung makna dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara bertumpu kepada nilai-nilai budi pekerti dan budaya yang luhur dengan mengedepankan nilai etika, moral dan norma dalam masyarakat, sehingga masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai, selaras dan serasi.
b. Energik: mengandung makna penuh semangat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, diindikasikan dengan meningkatkannya pendapatan per kapita penduduk yang berdampak pada menurunnya angka kemiskinan, peningkatan ekonomi serta keterjangkauan pelayanan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar.
c. Berdaya saing: mengandung makna kondisi pembangunan daerah yang dilandasi keinginan bersama untuk mewujudkan masa depan pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan fisik yang lebih baik, didukung sumberdaya manusia yang unggul, profesional, kompetitif, serta berwawasan ke depan.
d. Amanah: mengandung makna bahwa dalam tata kelola pemerintahan yang baik, mengandung unsur partisipatif, akuntabel, transparan dan responsibilitas, akuntabilitas, dan bersih, serta bebas korupsi, kolusi dan nepotisme.
e. Terampil: mengandung makna kondisi dimana kualitas sumber daya manusia yang handal, kreatif, inovatif dan produktif dengan kompetensi yang teruji serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan informasi.
3. Misi
Untuk mewujudkan visi tersebut, perlu dijabarkan ke dalam Misi pembangunan. Adapun Misi tersebut adalah:
a. Mewujudkan Masyarakat Kapuas Hulu yang harmonis dalam kerukunan kehidupan beragama, budaya dan keamanan.
b. Mewujudkan Kapuas Hulu yang kreatif menuju desa mandiri, pengembangan aktifitas ekonomi yang adil dan pro rakyat, serta ramah investasi.
c. Mewujudkan masyarakat Kapuas Hulu yang berbudaya, mandiri, cerdas dan inovatif dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan yang memiliki daya saing.
d. Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang bersih, berwibawa dan tersedianya infrastruktur publik yang berbasis transparansi, responsibilitas dan akuntanbilitas.
e. Mewujudkan Kapuas Hulu yang sejahtera dalam pelayanan kesehatan dasar yang bermutu bagi masyarakat.
B. Tugas Pokok dan Fungsi
Berdasarkan Peraturan Bupati Kapuas Hulu Nomor 68 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, Serta Tata Kerja Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu bahwa Badan Keuangan Daerah mempunyai tugas membantu Bupati melaksanakan fungsi penunjang Urusan Pemerintahan bidang Keuangan yang menjadi kewenangan daerah.
Dalam melaksanakan tugas pokok, Badan Keuangan Daerah melaksanakan fungsi sebagai berikut:
1. penyusunan kebijakan teknis di bidang Keuangan, 2. pelaksanaan dukungan teknis di bidang keuangan,
3. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan tugas dukungan teknis bidang Keuangan,
4. pembinaan teknis penyelenggaraan fungsi-fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah sesuai dengan lingkup tugasnya, dan
5. pelaksanaan fungsi lain yang diserahkan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
C. Struktur Organisasi
Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 68 Tahun 2016 tanggal 7 Nopember 2016 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu adalah sebagai berikut:
KEPALA BADAN SEKRETARIAT SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN UMUM DAN APARATUR KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
BIDANG AKUNTANSI BIDANG ASET
DAERAH SUBBIDANG PEMBUKUAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PERENCANAAN DAN PENATAUSAHAAN SUBBIDANG PERBENDAHARAAN BIDANG PENDAPATAN SUBBIDANG PENETAPAN SUBBIDANG PENAGIHAN
Bagan 1. Struktur Organisasi Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu BIDANG ANGGARAN DAN PERBENDAHARAAN SUBBIDANG ANGGARAN SUBBIDANG KAS DAERAH SUBBIDANG PENILAIAN DAN PENGHAPUSAN UPT
D. Nilai-Nilai Organisasi
Nilai-nilai dasar yang dianut dan menjadi acuan bagi seluruh pegawai di Badan Keuangan Kabupaten Kapuas Hulu adalah:
1. Tanggung jawab 2. Jujur
3. Transparan 4. Integritas 5. Amanah
6. Taat Pada Aturan Perundang-Undangan 7. Profesional
8. Cermat 9. Disiplin
10. Ramah dan santun 11. Kerja sama
E. Uraian Tugas Penyusun Program Anggaran dan Pelaporan
Tugas pokok Penyusun Program Anggaran dan Pelaporan adalah melakukan kegiatan pengusunan program anggaran yang meliputi penyiapan bahan, koordinasi dan penyusunan laporan di bidang data pelaksanaan program dan anggaran. Adapun rincian uraian tugas adalah sebagai berikut:
1. Mengetik Konsep penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA), Mengumpulkan bahan data RENSTRA setiap bidang, mengetik rancangan awal RENSTRA termasuk konsep final perbaikan-perbaikan, mengetik naskah dokumen rencana strategi (RENSTRA), mengetik rencana strategis (RENSTRA) termasuk perubahannya
a. Mengetik Konsep penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) b. Mengumpulkan bahan data RENSTRA setiap bidang
c. mengetik rancangan awal RENSTRA termasuk konsep final perbaikan-perbaikan
d. mengetik naskah dokumen rencana strategi (RENSTRA)
e. mengetik rencana strategis (RENSTRA) termasuk perubahannya 2. Membantu menyusun Dokumen Pelaksanaan Anggaran SKPD
b. Menyusun RKA dan DPA yang diajukan dari setiap bidang- bidang di lingkungan Badan
c. Mempelajari dokumen yang diajukan berupa RKA dan DPA dari bidang-bidang dilingkungan Badan
d. Mengoreksi RKA dan DPA yang di ajukan dari bidang-bidang dilingkungan Badan
e. Menyelaraskan dan mensingkronisasi program kerja dari tiap tiap bidang
3. Mengetik Konsep Penyusunan PKT dan LAKIP, Mengumpulkan bahan (DATA) penyusunan awal PKT dan LAKIP, mengetik rancangan awal PKT dan LAKIP termasuk konsep final (Perbaikan Perubahan), mengetik dokumen Penetapan Kinerja Tahunan (PKT) dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), mengetik penetapan kinerja Tahunan (PKT) dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)
a. Mengetik Konsep Penyusunan PKT dan LAKIP
b. Mengumpulkan bahan (DATA) penyusunan awal PKT dan LAKIP
c. Mengetik rancangan awal PKT dan LAKIP termasuk konsep final (Perbaikan Perubahan)
d. Mengetik dokumen Penetapan Kinerja Tahunan (PKT) dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)
e. Mengetik penetapan kinerja Tahunan (PKT) dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)
4. Mengetik Konsep Penyusunan Rencana Kerja (RENJA), Mengumpulkan data untuk penyusunan Rencana Kerja Setiap Bidang, Mengetik Rancangan Awal Rencana Kerja termasuk konsep Final (Perbaikan Perubahan), Mengetik Dokumen Rencana Kerja (RENJA), Mengetik Rencana Kerja (RENJA)
a. Mengetik Konsep Penyusunan Rencana Kerja (RENJA)
b. Mengumpulkan data untuk penyusunan Rencana Kerja Setiap Bidang c. Mengetik Rancangan Awal Rencana Kerja termasuk konsep Final
(Perbaikan Perubahan)
5. Mengetik Konsep Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan (RKT), Mengumpulkan bahan (DATA) Penyusunan awal RKT, Mengetik Rancangan Awal Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Badan, Mengetik Rencana Kinerja Tahunan termasuk perubahannya
a. Mengetik Konsep Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) b. Mengumpulkan bahan (DATA) Penyusunan awal RKT
c. Mengetik Rancangan Awal Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Badan d. Mengetik Rencana Kinerja Tahunan termasuk perubahannya 6. Membantu menyusun Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran
a. Menerima arahan Kasubbag Program
b. Menyusun DPPA yang diajukan dari setiap bidang- bidang di lingkungan Badan
c. Mempelajari dokumen yang diajukan berupa DPPA dari bidang-bidang dilingkungan Badan
d. Mengoreksi DPPA yang di ajukan dari bidang-bidang dilingkungan Badan
e. Menyelaraskan dan mensingkronisasi program kerja dari tiap tiap bidang
7. Mengetik Konsep Penyusunan RKA, DPA, DPPA, IKU, Mengumpulkan bahan (DATA) Penyusunan awal RKA, DPA, DPPA, IKU termasuk konsep final (Perbaikan-Perbaikan), Mengentri Dokumen RKA, DPA, DPPA, Mengetik RKA, DPA, DPPA, IKU termasuk Perubahannya
a. Mengetik Konsep Penyusunan RKA, DPA, DPPA, IKU
b. Mengumpulkan bahan (DATA) Penyusunan awal RKA, DPA, DPPA, IKU termasuk konsep final (Perbaikan-Perbaikan)
c. Mengentri Dokumen RKA, DPA, DPPA
d. Mengetik RKA, DPA, DPPA, IKU termasuk Perubahannya
e. Menyelaraskan dan mensingkronisasi program kerja dari tiap-tiap bidang
8. Melaksanakan tugas lain yang dilimpahkan Subbag Program
a. Menyampaikan laporan kepada atasan atas pelaksanaan tugas yang diberikan
a. Mengetik Konsep SK Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah)
b. Mengetik Perbaikan Konsep SK Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
10. Mengumpulkan bahan (DATA) LPPD, Mengetik Rancangan awal LPPD termasuk konsep final (perbaikan-perbaikan), Mengetik Dokumen LPPD, Mengetik LPPD termasuk perubahannya
a. Mengumpulkan bahan (DATA) LPPD
b. Mengetik Rancangan awal LPPD termasuk konsep final (perbaikan-perbaikan)
c. Mengetik Dokumen LPPD
d. Mengetik LPPD termasuk perubahannya
11. Mengetik Konsep SK Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) a. Mengetik Konsep SK Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
b. Mengetik Perbaikan Konsep SK Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 12. Melaksanakan tugas lainnya yang dilimpahkan Sekretaris Badan dan
Kepala Badan
a. Menyampaikan laporan kepada atasan atas pelaksanaan tugas yang diberikan
13. Mengetik Konsep SK Panitia Penerimaan Hasil Pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
a. Mengetik Konsep SK Panitia Penerimaan Hasil Pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
b. Mengetik Perbaikan Konsep SK Panitia Penerimaan Hasil Pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
13
BAB III
KONSEP DASAR APARATUR SIPIL NEGARA
A. Identifikasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS
Dalam Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil, pasal 6 ayat 2 poin b, disebutkan bahwa kompetensi pembentukan karakter yang profesional salah satunya diukur berdasarkan kemampuan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas jabatannya. Nilai-nilai dasar tersebut adalah:
1. Akuntabilitas
Menurut Halim (2014:83) akuntabilitas adalah kewajiban untuk memberikan pertanggungjawaban atau menjawab dan menerangkan kinerja dan tindakan seseorang/badan hukum atau pimpinan suatu organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau berkewenangan untuk meminta keterangan atau pertanggungjawaban. Untuk memenuhi terwujudnya organisasi sektor publik yang akuntabel, maka mekanisme akuntabilitas harus mengandung dimensi:
a. Akuntabilitas kejujuran dan hukum (accountability for probity and
legality). Akuntabilitas hukum terkait dengan kepatuhan terhadap
hukum dan peraturan yang diterapkan.
b. Akuntabilitas proses (process accountability). Akuntabilitas ini diterjemahkan melalui pemberian pelayanan publik yang cepat, responsif, dan murah.
c. Akuntabilitas program (program accountability). Akuntabilitas ini dapat memberikan pertimbangan efektivitas dan efisiensi suatu program.
d. Akuntabilitas kebijakan (policy accountability). Akuntabilitas ini terkait dengan pertanggungjawaban pemerintah atas kebijakan yang diambil terhadap DPR/DPRD dan masyarakat luas.
Indikator nilai dasar akuntabilitas adalah: tanggung jawab, jujur,
kejelasan target, netral, mendahulukan kepentingan publik, adil, transparan, konsisten, dan partisipatif.
2. Nasionalisme
Nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain.
Dalam UU No 5 tahun 2014 pasal 66 ayat 1-2 terkait sumpah dan janji ketika diangkat menjadi PNS, disana dinyatakan bahwa PNS akan senantiasa setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD 1945, negara dan pemerintah. Artinya, PNS dalam menjalankan tugas dan fungsinya, wajib untuk menjunjung tinggi persatuan agar keutuhan bangsa dapat terjaga.
Aktualisasi nasionalisme dalam peran ASN sebagai:
a. pelaksana kebijakan publik tentu setiap pegawai ASN harus memiliki nilai-nilai kepublikan, berorientasi pada kepentingan publik dan senantiasa menempatkan kepentingan publik, bangsa dan negara di atas kepentingan lainnya, mengedepankan kepentingan nasional ketimbang kepentingan sektoral dan golongan.
b. pelayan publik, setiap pegawai ASN senantiasa bersikap adil dan tidak diskriminasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. c. perekat dan pemersatu bangsa dan negara, setiap pegawai ASN
harus memiliki jiwa nasionalisme yang kuat, memiliki kesadaran sebagai penjaga kedaulatan negara, menjadi pemersatu bangsa mengupayakan situasi damai di seluruh wilayah Indonesia, dan menjaga keutuhan NKRI.
Indikator nilai dasar nasionalisme adalah: religius (patuh ajaran agama),
hormat menghormati, kerjasama, tidak memaksakan kehendak, jujur,
amanah (dapat dipercaya), adil, persamaan derajat, tidak
diskriminatif, mencintai sesama manusia, tenggang rasa, membela kebenaran, persatuan, rela berkorban, cinta tanah air, memelihara ketertiban, disiplin, musyawarah, kekeluargaan, menghormati keputusan, tanggung jawab, kepentingan bersama, gotong royong, sosial, tidak menggunakan yang bukan miliknya, hidup sederhana, kerja keras, dan menghargai karya orang lain.
3. Etika Publik
Ricocur (1990) mendefinisikan etika sebagai tujuan hidup yang baik bersama dan untuk orang lain di dalam institusi yang adil. Etika adalah refleksi atas baik/buruk, benar/salah yang harus dilakukan atau bagaimana melakukan yang baik atau benar, sedangkan moral mengacu pada kewajiban untuk melakukan yang baik atau apa yang seharusnya dilakukan.
Etika Publik merupakan penuntun perilaku yang paling mendasar, norma etika justru sangat menentukan perumusan kebijakan maupun pola tindakan yang ada di dalam organisasi publik. Jika aparat pemerintah maupun masyarakat sudah memiliki dasar norma etika yang kuat, ketaatan terhadap norma hukum akan mengikuti dan biasanya korupsi, penyalahgunaan kekuasaan atau bentuk-bentuk penyimpangan lain akan dapat dicegah sejak dini.
Sumber-sumber Kode Etik yang telah berkembang dalam sistem administrasi publik sejak kemerdekaan:
a. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 1959 tentang Sumpah Jabatan Pegawai Negeri Sipil dan Anggota Angkatan Perang,
b. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1975 tentang Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil,
c. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil,
d. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil,
e. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, dan
f. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).
Indikator nilai dasar etika publik adalah: jujur, bertanggung-jawab,
integritas tinggi, cermat, disipilin, hormat, sopan, taat pada peraturan perundang-undangan, taat perintah, dan menjaga rahasia.
4. Komitmen Mutu
Menurut Karaka (2016) Komitmen mutu merupakan suatu sikap, pegangan, dan sekaligus sebagai motivasi bagi seorang ASN yang bekerja, memberikan pelayanan kepada masyarakat demi mewujudkan kepuasan dan pemerintahan yang baik dan bersih.
Karakteristik ideal dari tindakan yang efektif dan efisien antara lain: penghematan, ketercapaian target secara tepat sesuai dengan yang direncanakan, pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat, serta terciptanya kepuasan semua pihak: pimpinan, pelanggan, masyarakat, dan pegawai itu sendiri.
Konsekuensi dari penyelenggaraan kerja yang tidak efektif dan tidak efisien adalah ketidaktercapaian target kerja, ketidakpuasan banyak pihak, menurunkan kredibilitas instansi tempat bekerja di mata masyarakat, bahkan akan menimbulkan kerugian secara finansial.
Merujuk definisi dari Goetsch dan Davis (2006: 6), manajemen mutu terpadu (Total Quality Management / TQM) terdiri atas kegiatan perbaikan berkelanjutan yang melibatkan setiap orang dalam organisasi melalui usaha yang terintegrasi secara total untuk meningkatkan kinerja pada setiap level organisasi.
Bill Creech dalam Alexander Sindoro (1996: 4) memperkenalkan lima pilar dalam manajemen mutu terpadu yaitu: Produk, Proses, Organisasi, Pemimpin, dan Komitmen.
Kelima pilar di atas memiliki keterkaitan dan ketergantungan yang tinggi. Organisasi merupakan pilar tengah yang membuat kerangka kerja berorientasi mutu. Produk yang bermutu sebagai hasil kerja organisasi diperoleh melalui proses yang bermutu pula, dengan didukung komitmen tinggi dari seluruh komponen organisasi. Organisasi tentu tidak akan dapat mencapai target kelembagaan secara efektif, efisien, dan inovatif tanpa ada pemimpin yang kuat dan kredibel.
Indikator nilai dasar komitmen mutu adalah: efektif, efisien, berorientasi
5. Anti Korupsi
Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang artinya kerusakan, kebobrokan dan kebusukan. Selaras dengan kata asalnya, korupsi sering dikatakan sebagai kejahatan luar biasa, salah satu alasannya adalah karena dampaknya yang luar biasa menyebabkan kerusakan baik dalam ruang lingkup, pribadi, keluarga, masyarakat dan kehidupan yang lebih luas. Kerusakan tersebut tidak hanya terjadi dalam kurun waktu yang pendek, namun dapat berdampak secara jangka panjang.
Kesadaran anti korupsi yang telah mencapai puncak tertinggi akan menyentuh spiritual accountability, apalagi ketika menyadari bahwa dampak korupsi itu tidak sekedar kerugian keuangan negara, namun ada kaitannya dengan kerusakan kehidupan. Tanggung jawab spiritual yang baik pasti akan menghasilkan niat yang baik dan mendorong untuk memiliki visi dan misi yang baik, hingga selalu memiliki semangat untuk melakukan proses atau usaha terbaik dan mendapatkan hasil terbaik , agar dapat dipertanggungjawabkan juga secara publik.
Tunas Integritas adalah individu yang terpilih untuk memastikan lebih banyak lagi personil organisasi yang memiliki integritas tinggi serta berkiprah nyata dalam membangun sistem integritas di organisasinya. Kata kunci untuk menjauhkan diri dari korupsi adalah internalisasi integritas pada iri sendiri dan hidup atau bekerja dalam lingkungan yang menjalankan sistem integritas dengan baik. Beragam jenis dan bentuk sistem integritas untuk menjaga suatu organisasi mencapai tujuannya secara berintegritas, diantaranya: kebijakan perekrutan dan promosi, pengukura kinerja, sistem dan kebijakan pengembangan SDM, pengadaan barang dan jasa, kode etik dan pedoman perilaku, laporan harta kekayaan penyelengara negara, program pengendalian gratifikasi, dll.
Indikator nilai dasar anti korupsi adalah: jujur, disiplin, tanggung jawab,
Kedudukan dan Peran PNS Dalam Kerangka NKRI 1. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya aparatur sipil Negara yang unggul selaras dengan perkembangan jaman. Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik. Untuk menjalankan kedudukannya tersebut, maka Pegawai ASN berfungsi sebagai berikut:
a. Pelaksana kebijakan publik, b. Pelayan publik;
c. Perekat dan pemersatu bangsa
Penerapan sistem merit dalam pengelolaan ASN mendukung pencapaian tujuan dan sasaran organisasi dan memberikan ruang bagi tranparansi, akuntabilitas, obyektivitas dan juga keadilan. Beberapa langkah nyata dapat dilakukan untuk menerpakan sistem ini baik dari sisi perencanaan kebutuhan yang berupa transparansi dan jangkauan penginformasian kepasa masyarakat maupun jaminan obyektifitasnya dalam pelaksanaan seleksi. Sehingga instansi pemerintah mendapatkan pegawai yang tepat dan berintegritas untuk mencapai visi dan misinya.
ASN sebagai profesi berlandaskan pada kode etik dan kode perilaku. Kode etik dan kode perilaku ASN bertujuan untuk menjaga martabat dan kehormatan ASN. Kode etik dan kode perilaku yang diatur dalam UU ASN menjadi acuan bagi para ASN dalam penyelenggaraan birokrasi pemerintah.
Indikator manajemen ASN adalah: kapasitas hukum, profesionalitas,
proposional, keterpaduan, delegasi, netralitas, akuntabilitas, efektif/efisien, keterbukaan, non diskriminatif, persatuan dan kesatuan, keadilan, dan kesejahteraan.
2. Whole Of Goverment (WoG)
WoG adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik. Oleh karenanya WoG juga dikenal sebagai pendekatan
interagency, yaitu pendekatan yang melibatkan sejumlah kelembagaan
yang terkait dengan urusan-urusan yang relevan.
Terdapat beberapa alasan yang menyebabkan mengapa WoG menjadi penting dan tumbuh sebagai pendekatan yang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Pertama, adalah adanya faktor-faktor eksternal seperti dorongan publik dalam mewujudkan integrasi kebijakan, program pembangunan dan pelayanan agar tercipta penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik. Kedua, terkait faktor-faktor internal dengan adanya fenomena ketimpangan kapasitas sektoral sebagai akibat dari adanya nuansa kompetisi antar sektor dalam pembangunan. Perbedaan-perbedaan orientasi sektor dalam pembangunan bisa menyebabkan tumbuhnya ego sektoral (mentalitas silo) yang mendorong perilaku dan nilai individu maupun kelompok yang menyempit pada kepentingan sektornya. Dalam konteks kesatuan pembangunan dan negara, hal ini jelas merugikan, karena penguatan sektoral tanpa adanya nila-nilai kesatuan hanya akan menyebabkan persaingan sektor yang kontra produktif terhadap tujuan-tujuan yang lebih besar atau yang berskala nasional. Ketiga, khususnya dalam konteks Indonesia, keberagaman latar belakang nilai, budaya, adat istiadat, serta bentuk latar belakang lainnya mendorong adanya potensi disintegrasi bangsa. Pemerintah sebagai institusi formal berkewajiban untuk mendorong tumbuhnya nilai-nilai perekat kebangsaan yang akan menjamin bersatunya elemen-elemen kebangsaan ini dalam satu frame NKRI.
Indikator Whole of Government adalah: koordinasi, integrasi,
kolaborasi, partisipasi, komunikasi, kerja sama, kemitraan, kepentingan bersama, dan berkesinambungan.
3. Pelayanan Publik
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik menyatakan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.
Tiga unsur penting dalam pelayanan publik, yaitu pertama, organisasi penyelenggara pelayanan publik, kedua, penerima layanan (pelanggan) yaitu orang, masyarakat atau organisasi yang berkepentingan, dan ketiga, kepuasan yang diberikan dan atau diterima oleh penerima layanan (pelanggan).
Barang/jasa publik adalah barang/jasa yang memiliki rivalry (rivalitas) dan excludability (ekskludabilitas) yang rendah. Barang/jasa publik yang murni yang memiliki ciri-ciri: tidak dapat diproduksi oleh sektor swasta karena adanya free rider problem, non-rivalry, dan non-excludable, serta cara mengkonsumsinya dapat dilakukan secara kolektif.
Hal-hal fundamental dalam pelayanan publik, antara lain:
a. Pelayanan publik merupakan hak warga negara sebagai amanat konstitusi,
b. Pelayanan publik diselenggarakan dengan pajak yang dibayar oleh warga Negara,
c. Pelayanan publik diselenggarakan dengan tujuan untuk mencapai hal-hal yang strategis bagi kemajuan bangsa di masa yang akan datang, d. Pelayanan publik memiliki fungsi tidak hanya memenuhi
kebutuhan-kebutuhan dasar warga negara sebagai manusia, akan tetapi juga berfungsi sebagai proteksi bagi warga negara.
Bentuk-bentuk patologi birokrasi antara lain: penggelembungan organisasi, duplikasi tugas dan fungsi, red tape, konflik kewenangan, KKN, dan enggan berubah.
Indikator nilai pelayanan publik adalah: partisipatif, transparan,
responsif, tidak diskriminatif, mudah dan murah, efektif/efisien, aksesibel, akuntabel, dan berkeadilan.
21
BAB IV
RANCANGAN AKTUALISASI
A. Identifikasi dan Penetapan Isu Aktual Serta Faktor Penyebabnya 1. Identifikasi Isu Aktual
Isu adalah masalah yang teridentifikasi dan dikedepankan untuk ditanggapi. Dalam sebuah organisasi, apabila isu yang terjadi kemudian dibiarkan begitu saja maka akan memberikan efek negatif bagi organisasi.
Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu merupakan instansi yang mempunyai tugas untuk membantu Bupati dalam melaksanakan fungsi penunjang urusan pemerintahan di bidang keuangan yang menjadi kewenangan daerah.
Rancangan aktualisasi ini disusun berdasarkan identifikasi beberapa isu yang saya temui dalam melaksanakan tugas sebagai Penyusun Program Anggaran dan Pelaporan di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu. Adapun isu-isu yang dapat ditemui di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu adalah:
a. Sulitnya Mengakses Produk Hukum Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Baik Perda, Perbup, Maupun SK Yang Berkaitan Dengan Tata Cara Dan Pengelolaan Keuangan Dan Aset
Gambar 3. Bukti Isu 1
Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu adalah kantor teknis yang membidangi keuangan dan aset daerah. BKD memiliki beberapa produk hukum berupa Perda, Perbup, maupun SK yang berkaitan dengan tata cara, pengelolaan, serta aturan-aturan tentang keuangan dan aset daerah. Produk hukum tersebut digunakan oleh BKD dan SKPD lain di Kabupaten Kapuas Hulu. Namun, belum
tersedia satu wadah yang digunakan sebagai tempat penyimpan produk hukum tersebut agar kemudian dapat dengan mudah diakses oleh banyak pihak.
b. Ketidaksesuaian Perencanaan di Renja dengan Penganggaran di RKA
Gambar 4. Bukti Isu 2
Berdasarkan hasil evaluasi, Renja tidak semua tertampung/ terakomodir dalam RKA karena masih menyesuaikan KUA PAS. Pada beberapa kondisi, setelah Renja disusun dan ditetapkan ternyata ada kegiatan yang sangat mendesak untuk dilaksanakan karena adanya perubahan atau dikarenakan kebutuhan organisasi, sedangkan kegiatan tersebut tidak masuk ke dalam Renja yang sudah dibuat. Sehingga data yang ada di RKA menjadi tidak sesuai dengan yang ada di Renja.
c. Kurang Optimalnya Pengendalian Internal Atas Keamanan Barang-Barang Yang Ada Di Ruangan Kantor
Gambar 5. Bukti Isu 3
Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu pada dasarnya sudah memiliki prosedur tehadap pengendalian resiko atas ketidakamanan barang-barang yang ada di kantor, misalnya dengan memastikan semua kabel listrik dalam keadaan tercabut sebelum meninggalkan ruangan. Kemudian dari penyediaan sarana telah terpasang CCTV disetiap sudut yang menjangkau seluruh ruangan. Selain itu dari keamanan kantor saat bukan jam kerja juga telah diantisipasi dengan adanya tenaga keamanan (Satpam) yang berjaga. Hanya saja, saat ditengah-tengah jam kerja tepatnya pada waktu istirahat seringkali ruangan dibiarkan dalam kondisi terbuka atau tidak terkunci, sehingga resiko ketidakamanan barang-barang diruangan menjadi meningkat.
2. Penetapan Isu Aktual
Untuk menentukan inti isu, maka digunakan analisis dengan metode APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Layak) dengan skala penilaian 1 sampai 5, yaitu:
a. Aktual; isu benar terjadi dan sering didiskusikan dilingkungan Badan
Keuangan Daerah dan menjadi penghambat kegiatan dan pelaporan di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu. Jika isu benar-benar Aktual maka diberikan nilai 5 (Sangat Tinggi), namun jika isu ke Aktualan-nya sangat rendah maka diberikan nilai 1 (Sangat Rendah).
b. Problematik; isu memiliki dimensi masalah yang komplek dilingkungan Badan Keuangan Daerah dan perlu dicarikan solusinya. Jika isu benar-benar Problematik maka diberikan nilai 5 (Sangat Tinggi), namun jika isu Problematiknya sangat rendah maka diberikan nilai 1 (Sangat Rendah).
c. Khalayak;. Jika isu benar-benar Khalayak maka diberikan nilai 5
(Sangat Tinggi), namun jika isu Khalayaknya sangat rendah maka diberikan nilai 1 (Sangat Rendah).
d. Layak; isu masuk akal dan realistis untuk dimunculkan inisiatif
pemecahan masalahnya dalam rangka peningkatan transparansi dan akuntabilitas Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu. Jika isu benar-benar Layak maka diberikan nilai 5 (Sangat Tinggi), namun jika isu ke Kelayakan-nya sangat rendah maka diberikan nilai 1 (Sangat Rendah).
Tabel 4.1
Analisis Penilaian Kualitas Isu Melalui Metode APKL
Keterangan Skala Nilai (1-5) :
1 = Rendah; 2 = Rendah; 3 = Sedang; 4 = Tinggi; 5 = Sangat Tinggi
Dari analisis isu dengan menggunakan analisis APKL di atas, maka yang menjadi Isu Prioritas (nilai tertinggi) dan ditetapkan sebagai Isu
No ISU A P K L Jumla
h
Urutan
1 Sulitnya mengakses produk
hukum Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu baik Perda, Perbup maupun SK yang berkaitan dengan tata cara dan
pengelolaan keuangan dan aset
4 4 5 4 17 I
2 Ketidaksesuaian perencanaan di Renja dengan penganggaran di
RKA 4 4 3 3 14 II
3 Kurang optimalnya
pengendalian internal atas keamanan barang-barang yang ada di ruangan kantor
Rancangan Aktualisasi serta akan dicarikan solusi pemecahan masalahnya adalah: “Sulitnya mengakses produk hukum Badan
Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu baik Perda, Perbup maupun SK yang berkaitan dengan tata cara dan pengelolaan keuangan dan aset”.
3. Penetapan Faktor Penyebab/Masalah
Berdasarkan hasil anasilis APKL sebagaimana tersebut di atas, dan setelah saya cermati hasil dari konsultasi saya dengan mentor selaku Kepala Subbagian Program, maka didapatkan beberapa penyebab terjadinya kesulitan akses produk hukum Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu yang berkaitan dengan tata cara dan pengelolaan keuangan dan aset, yaitu sebagai berikut:
a. Hardcopy Tidak Diarsipkan Dengan Baik
Gambar 6. Bukti Faktor Penyebab 1
Dari hasil pengamatan yang dilakukan, saya melihat bahwa hardcopy produk hukum BKD tidak diarsipkan disuatu tempat/lemari khusus arsip, melainkan seringkali diletakkan diatas meja atau lemari yang bercampur dengan arsip lain.
b. Softcopy Hanya Dimiliki Oleh Orang Tertentu Saja
Gambar 7. Bukti Faktor Penyebab 5
Tidak semua orang menyimpan softcopy aturan-aturan hukum BKD, sehingga ketika sedang dibutuhkan maka akan memakan banyak waktu untuk bertanya dengan rekan-rekan sekantor apakah memiliki aturan hukum yang dimaksud.
c. Belum Ada Wadah Untuk Menyimpan Produk Hukum Secara Online Agar Dapat Diakses Oleh Semua Orang
Gambar 8. Bukti Faktor Penyebab 6
Produk hukum BKD tidak hanya dibutuhkan oleh pegawai BKD saja, melainkan hampir seluruh SKPD di Kabupaten Kapuas Hulu mengingat dalam memenuhi akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan dan aset daerah perlu untuk mengacu pada peraturan perundang-undangan beserta turunan-turunannya yang sah secara hukum. Oleh karena itu diperlukan suatu wadah untuk menyimpan produk hukum tersebut secara online agar dapat diakses oleh banyak pihak.
Untuk merumuskan faktor penyebab/masalah dari isu prioritas, maka tahapan selanjutnya adalah dengan menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) dengan skala penilaian 1-5, untuk menganalisis faktor mana yang menjadi penyebab/masalah utama terjadinya isu prioritas. Analisis tersebut yaitu:
a. Urgent, yaitu seberapa mendesak suatu masalah harus dibahas,
dianalisis, ditindaklanjuti dan diselesaikan dikaitkan dengan akibat yang dapat ditimbulkannya dengan skala penilaian 1–5.
b. Seriousness, yaitu seberapa serius suatu masalah harus dibahas
dengan skala penilaian 1–5.
c. Growth, yaitu seberapa besar kemungkinan memburuknya atau
berkembangnya masalah tersebut yang memiliki dampak terhadap perkembangan jangka panjang yang lebih besar jika tidak ditangani sebagaimana mestinya. Dengan skala penilaian 1–5.
Tabel 4.2
Analisa Faktor Penyebab Melalui Metode USG
No Faktor Penyebab U S G Jumlah Urutan
1 Belum ada wadah untuk
menyimpan produk hukum secara online agar dapat diakses oleh semua orang
4 4 4 12 I
2 Hardcopy tidak diarsipkan
dengan baik 4 3 4 11 II
3 Softcopy hanya dimiliki oleh
orang-orang tertentu 4 3 3 10 III
Keterangan Skala Nilai (1-5) :
1 = Sangat Rendah; 2 = Rendah; 3 = Sedang; 4 = Tinggi; 5 = Sangat Tinggi Berdasarkan analisis menggunakan metode USG, dari ketiga faktor penyebab terjadinya masalah tersebut yang paling dominan adalah faktor penyebab/masalah yang memperoleh jumlah nilai 12, yaitu: “Belum ada
wadah untuk menyimpan produk hukum secara online agar bisa diakses oleh semua orang”.
Berdasarkan isu prioritas, yaitu: “Sulitnya mengakses produk
hukum Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu baik Perda, Perbup maupun SK yang berkaitan dengan tata cara dan pengelolaan
keuangan dan aset”, maka dalam rangka untuk menyelesaikan isu
prioritas tersebut berupa gagasan pemecahan isu, rancangan aktualisasi ini diberi Judul: “Upaya Meningkatkan Transparansi Produk Hukum
Melalui Situs Web Resmi Badan Keuangan Daearah Kabupaten Kapuas Hulu”.
Judul tersebut dilandasi oleh materi Pelayanan Publik, WoG dan Manajemen ASN, karena pada pelaksanaan pengelolaan keuangan dan aset daerah terdapat didalamnya perwujudan dari pelaksanaan
Manajemen ASN: Kepastian Hukum dan Akuntabilitas, WoG: Kepentingan Bersama, dan Pelayanan Publik: Transparan.
Berdasarkan judul diatas, maka Rencana Kegiatan pada Rancangan Aktualisasi ini dapat saya rumuskan sebagai berikut:
1. Mempelajari dan mendalami cara pembuatan menu baru di halaman situs web BKD Kabupaten Kapuas Hulu,
2. Menghubungi admin situs web BKD Kabupaten Kapuas Hulu untuk meminta akses ke situs web tersebut,
3. Mengumpulkan produk hukum dari masing-masing subbagian dan subbidang,
4. Mengunggah Perda, Perbup, dan SK yang berkaitan dengan tata cara dan pengelolaan keuangan dan aset,
5. Mempromosikan menu “Produk Hukum” di sosial media milik BKD Kabupaten Kapuas Hulu.
B. Rancangan Aktualisasi Kegiatan
Tabel 4.3
Rancangan Aktualisasi Kegiatan
Unit Kerja : Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu
Identifikasi Isu : 1. Sulitnya mengakses produk hukum BKD baik Perda, Perbup maupun SK yang berkaitan dengan tata cara dan pengelolaan keuangan dan aset
2. Belum optimalnya pengendalian intern atas keamanan barang-barang yang ada di ruangan
kantor
3. Ketidaksesuaian perencanaan di Renja dengan penganggaran di RKA
Isu yang Diangkat : Sulitnya mengakses produk hukum BKD baik Perda, Perbup maupun SK yang berkaitan dengan
tata cara dan pengelolaan keuangan dan aset Keterkaitan Mata
Pelatihan PP, WoG, dan MASN Dengan Isu Yang Diangkat dan Gagasan Pemecahan Isu
: - Menerapkan Manajemen ASN karena produk hukum BKD dibutuhkan oleh semua pihak dihampir seluruh SKPD Kabupaten Kapuas Hulu sebagai acuan dalam pengelolaan keuangan dan aset daerah
- Menerapkan WoG karena menyediakan wadah yang dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan produk hukum BKD.
- Pelayanan Publik karena kegiatan pengelolaan keuangan dan aset daerah tersebut akan dilaporkan dalam sebuah laporan pertanggungjawaban yang dapat dilihat oleh semua
stakeholder.
Gagasan Pemecahan Isu
: Upaya Meningkatkan Transparansi Produk Hukum Melalui Situs Web Resmi Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output / Hasil
Kegiatan
Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
Kontribusi Terhadap Visi dan Misi (Motto,
Komitmen, Janji) Organisasi Penguatan Nilai-Nilai Organisasi 1 2 3 4 5 6 7
1 Mempelajari dan mendalami cara pembuatan menu baru di halaman situs web BKD Kabupaten Kapuas Hulu 1. Berdoa sebelum memulai kegiatan 2. Konsultasi dengan Plt. Kepala BKD Kabupaten Kapuas Hulu terkait pembuatan menu baru di situs web resmi badan 3. Konsultasi dengan
rekan kerja yang memahami tentang prosedur
pembuatan menu di situs web resmi BKD Kabupaten Kapuas Hulu 4. Mengumpulkan
bahan materi
tentang situs web di internet dan buku 5. Mempelajari
prosedur
pembuatan menu baru di situs web dari bahan materi yang sudah dikumpulkan 6. Menyalakan laptop 7. Menghubungkan laptop dengan 1. Catatan hasil konsultasi dengan Plt. Kepala BKD Kabupaten Kapuas Hulu 2. Catatan hasil konsultasi dengan rekan kerja 3. Catatan materi tentang prosedur pembuatan menu situs web 4. Situs Web (untuk simulasi) 5. Foto Kegiatan
1. Saya akan berdoa sebelum memulai kegiatan
Nilai-nilai dasar yang terkandung: Agenda II - Nasionalisme: Religius - Etika Publik: Integritas Tinggi, Taat Perintah
2. Saya akan melakukan konsultasi dengan Plt. Kepala BKD Kabupaten Kapuas Hulu
Nilai-nilai dasar yang terkandung: Agenda II - Akuntabilitas: Kejelasan Target - Nasionalisme: Kerjasama
- Etika Publik: Taat Perintah
- Komitmen Mutu: Berorientasi Mutu
3. Saya akan melakukan konsultasi dengan rekan kerja yang memahami tentang prosedur pembuatan Dengan mempelajari dan mendalami cara pembuatan menu baru di halaman situs web BKD Kabupaten Kapuas Hulu, saya akan ikut berkonstribusi dalam visi Kabupaten Kapuas Hulu yaitu “Terampil”. Dengan mempelajari dan mendalami cara pembuatan menu baru di halaman situs web BKD Kabupaten Kapuas Hulu, maka saya akan ikut berkontribusi dalam nilai “Profesional, integritas, cermat”.
internet
8. Membuka web
browser
9. Memasukkan alamat URL
10. Membuat situs web untuk simulasi 11. Melakukan uji coba
pembuatan menu baru di situs web
menu di situs resmi BKD Kabupaten Kapuas Hulu
Nilai-nilai dasar yang terkandung:
Agenda II
- Akuntabilitas: Kejelasan Target - Etika Publik: Cermat - Komitmen Mutu:
Berorientasi Mutu
4. Saya akan menyalakan laptop
Nilai-nilai dasar yang terkandung:
Agenda II
- Akuntabilitas: Konsisten
- Etika Publik: Cermat - Komitmen Mutu:
Berorientasi Mutu
5. Saya akan
menghubungkan laptop dengan internet
Nilai-nilai dasar yang terkandung: Agenda II - Akuntabilitas: Konsisten - Nasionalisme: Disiplin
- Etika Publik: Cermat - Komitmen Mutu:
Berorientasi Mutu - Anti Korupsi: Mandiri
6. Membuka web browser Nilai-nilai dasar yang terkandung: Agenda II - Akuntabilitas: Konsisten - Nasionalisme: Disiplin
- Etika Publik: Cermat - Komitmen Mutu:
Berorientasi Mutu
7. Memasukkan alamat URL
Nilai-nilai dasar yang terkandung: Agenda II - Akuntabilitas: Konsisten - Nasionalisme: Disiplin
- Etika Publik: Cermat - Komitmen Mutu:
Berorientasi Mutu
8. Saya akan
Mengumpulkan bahan materi tentang situs web di internet
Nilai-nilai dasar yang terkandung: Agenda II - Nasionalisme: Tanggung Jawab - Etika Publik: Integritas Tinggi - Komitmen Mutu: Berorientasi Mutu
9. Saya akan mempelajari prosedur pembuatan menu baru di situs web dari bahan materi yang sudah dikumpulkan Nilai-nilai dasar yang terkandung:
Agenda II - Akuntabilitas:
Konsisten
- Etika Publik: Cermat - Komitmen Mutu:
Berorientasi Mutu
10. Membuat situs web untuk simulasi
Nilai-nilai dasar yang terkandung: Agenda II - Akuntabilitas: Kejelasan Target, Konsisten - Nasionalisme: Kerja
Keras
- Etika Publik: Cermat
11. Melakukan uji coba pembuatan menu baru di situs web
Nilai-nilai dasar yang terkandung: Agenda II - Akuntabilitas: Kejelasan Target, Konsisten - Nasionalisme: Kerja Keras
- Etika Publik: Cermat, Disiplin
- Komitmen Mutu: Berorientasi Mutu - Anti Korupsi: Mandiri Agenda III
Saya akan mempelajari dan mendalami cara pembuatan menu baru di halaman situs web BKD Kabupaten Kapuas Hulu, maka saya akan
melakukan Kerja Sama
(WoG) dan menerapkan Profesionalisme
2 Menghubungi admin situs web BKD Kabupaten Kapuas Hulu untuk meminta akses ke situs web tersebut 1. Berdoa sebelum memulai kegiatan 2. Konsultasi dengan
admin situs web tentang rencana pembuatan menu baru
3. Meminta username dan password situs web 4. Menyalakan laptop 5. Menyambungkan laptop dengan internet 6. Membuka web browser 7. Memasukkan alamat URL 8. Memasukkan username dan password kemudian mengklik tombol Login 9. Membuat menu baru di halaman situs web BKD Kabupaten Kapuas Hulu 1. Catatan hasil konsultasi dengan admin situs web BKD Kabupaten Kapuas Hulu 2. Gambar tangkapan layar halaman situs web BKD Kabupaten Kapuas Hulu 3. Foto Kegiatan
1. Saya akan berdoa sebelum memulai kegiatan
Nilai-nilai dasar yang terkandung: Agenda II - Nasionalisme: Religius - Etika Publik: Integritas Tinggi, Taat Perintah
2. Saya akan melakukan konsultasi dengan admin situs web tentang
rencana pembuatan menu baru
Nilai-nilai dasar yang terkandung: Agenda II - Akuntabilitas: Kejelasan Target, Konsisten, Partisipatif - Nasionalisme: Kerjasama, Musyawarah
- Etika Publik: Sopan - Komitmen Mutu:
Berorientasi Mutu - Anti Korupsi: Kerja
Keras
Dengan menghubungi admin situs web BKD Kabupaten Kapuas Hulu untuk meminta akses ke situs web tersebut, maka saya akan ikut berkontribusi dalam visi Kabupaten Kapuas Hulu yaitu “Harmonis”. Dengan menghubungi admin situs web BKD Kabupaten Kapuas Hulu untuk meminta akses ke situs web tersebut, maka saya akan ikut berkontribusi dalam nilai “Ramah dan Santun”.
3. Saya akan meminta
username dan password
situs web
Nilai-nilai dasar yang terkandung: Agenda II - Akuntabilitas: Konsisten - Nasionalisme: Kerjasama
- Etika Publik: Sopan - Komitmen Mutu:
Efektif
4. Saya akan menyalakan laptop
Nilai-nilai dasar yang terkandung: Agenda II - Akuntabilitas: Konsisten - Nasionalisme: Disiplin
- Etika Publik: Cermat - Komitmen Mutu:
Efektif
5. Saya akan
menyambungkan laptop dengan internet
Nilai-nilai dasar yang terkandung:
Agenda II - Akuntabilitas:
Konsisten - Nasionalisme:
Disiplin
- Etika Publik: Cermat - Komitmen Mutu:
Efektif
- Anti Korupsi: Mandiri
6. Saya akan membuka
web browser
Nilai-nilai dasar yang terkandung: Agenda II - Akuntabilitas: Kejelasan Target, Konsisten - Nasionalisme: Disiplin
- Etika Publik: Cermat - Komitmen Mutu:
Efektif
7. Saya akan memasukkan alamat URL
Nilai-nilai dasar yang terkandung: Agenda II - Akuntabilitas: Konsisten - Nasionalisme: Disiplin
- Komitmen Mutu: Efektif
8. Saya akan memasukkan
username dan password
kemudian mengklik tombol Login
Nilai-nilai dasar yang terkandung:
Agenda II - Akuntabilitas:
Konsisten
- Etika Publik: Cermat, Disiplin
9. Saya akan membuat menu baru di halaman situs web BKD
Kabupaten Kapuas Hulu Nilai-nilai dasar yang terkandung: Agenda II - Akuntabilitas: Konsisten - Etika Publik: Integritas Tinggi, Cermat, Taat Perintah, - Komitmen Mutu: Efektif
Agenda III
Saya akan menghubungi admin situs web BKD Kabupaten Kapuas Hulu untuk meminta akses ke situs web tersebut, maka saya melakukan
Komunikasi (WoG) dan
menerapkan Profesionalisme (Manajemen ASN) 3 Mengumpulkan produk hukum dari masing-masing subbagian dan subbidang 1. Berdoa sebelum memulai kegiatan 2. Konsultasi dengan
rekan kerja di setiap subbagian dan subbidang
3. Memindahkan data softfcopy produk
hukum dari masing-masing subbagian dan subbidang melalui flashdisk 4. Mengopi produk
hukum ke laptop dalam bentuk digital jika produk hukum tersebut berbentuk hardcopy dengan menggunakan alat scanner 1. Softcopy produk hukum BKD Kabupaten Kapuas Hulu 2. Foto Kegiatan
1. Saya akan berdoa sebelum memulai kegiatan
Nilai-nilai dasar yang terkandung: Agenda II - Nasionalisme: Religius - Etika Publik: Integritas Tinggi, Taat Perintah 2. Saya akan berkonsultasi dengan rekan kerja di setiap subbagian dan subbidang
Nilai-nilai dasar yang terkandung: Agenda II - Akuntabilitas: Dengan mengumpulkan produk hukum dari masing-masing subbagian dan subbidang, maka saya akan ikut berkontribusi dalam visi Kabupaten Kapuas Hulu yaitu “Amanah”. Dengan mengumpulkan produk hukum dari masing-masing subbagian dan subbidang, maka saya akan ikut berkontribusi dalam nilai “Kerjasama”.
5. Menggabungkan produk hukum dalam satu folder di laptop
Kejelasan Target, Partisipasi
- Nasionalisme: Kerja Sama
- Etika Publik: Taat Perintah
- Komitmen Mutu: Berorientasi Mutu
3. Saya akan
memindahkan data
softfcopy produk hukum
dari masing-masing subbagian dan subbidang melalui
flashdisk
Nilai-nilai dasar yang terkandung: Agenda II - Akuntabilitas: Partisipatif - Nasionalisme: Kerjasama
- Etika Publik: Sopan
4. Saya akan mengopi produk hukum ke laptop dalam bentuk digital jika produk hukum tersebut berbentuk hardcopy dengan menggunakan alat scanner
terkandung: Agenda II - Akuntabilitas: Kejelasan Target, Konsisten - Komitmen Mutu: Efisien
- Anti Korupsi: Mandiri
5. Saya akan menggabungkan produk hukum dalam satu folder di laptop Nilai-nilai dasar yang terkandung:
Agenda II - Akuntabilitas:
Kejelasan Target, Konsisten
- Etika Publik: Cermat - Komitmen Mutu:
Efektif Agenda III:
Saya akan mengumpulkan produk hukum dari
masing-masing subbagian dan subbidang, maka saya akan melakukan
4 Mengunggah Perda, Perbup, dan SK yang berkaitan dengan tata cara dan pengelolaan keuangan dan aset. 1. Menyalakan laptop 2. Menghubungkan laptop dengan internet 3. Membuka web browser 4. Membuka alamat URL 5. Login ke dalam situs web BKD Kabupaten Kapuas Hulu 6. Mengunggah produk hukum 1. Gambar tangkapan layar halaman situs web BKD Kabupaten Kapuas Hulu 2. Foto Kegiatan
1. Saya akan menyalakan laptop
Nilai-nilai dasar yang terkandung:
Agenda II - Akuntabilitas:
Konsisten
- Etika Publik: Cermat - Komitmen Mutu:
Efektif
2. Saya akan
menghubungkan laptop dengan internet
Nilai-nilai dasar yang terkandung:
Agenda II - Akuntabilitas:
Konsisten
- Etika Publik: Cermat - Komitmen Mutu:
Berorientasi Mutu - Anti Korupsi: Mandiri
3. Saya akan membuka web browser
Nilai-nilai dasar yang terkandung: Agenda II - Akuntabilitas: Kejelasan Target, Konsisten Dengan mengunggah Perda, Perbup, dan SK yang berkaitan dengan tata cara dan pengelolaan keuangan dan aset, maka saya akan ikut berkontribusi dalam misi Kabupaten Kapuas Hulu yaitu “Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang bersih, berwibawa dan tersedianya infrastruktur publik yang berbasis transparansi, responsibilitas dan akuntanbilitas.”. Dengan mengunggah Perda, Perbup, dan SK yang berkaitan dengan tata cara dan pengelolaan keuangan dan aset, maka saya akan ikut berkontribusi dalam nilai “Transparan”.
- Nasionalisme: Disiplin
- Etika Publik: Cermat - Komitmen Mutu:
Efektif
4. Saya akan login ke dalam situs web BKD Kabupaten Kapuas Hulu
Nilai-nilai dasar yang terkandung: Agenda II - Akuntabilitas: Kejelasan Target, Konsisten - Nasionalisme: Disiplin
- Etika Publik: Cermat - Komitmen Mutu:
Efektif
5. Saya akan
mengunggah produk hukum
Nilai-nilai dasar yang terkandung: Agenda II - Akuntabilitas: Tanggung Jawab, Kejelasan Target, Konsisten - Nasionalisme:
Disiplin, Amanah - Etika Publik: Cermat,
Taat Perintah - Komitmen Mutu:
Efektif, Efisien Agenda III
Saya akan mengunggah Perda, Perbup, dan SK yang berkaitan dengan tata cara dan pengelolaan keuangan dan aset, maka saya akan memudahkan
Akses (Pelayanan Publik) 5 Mempromosikan menu “Produk Hukum” di sosial media milik BKD Kabupaten Kapuas Hulu 1. Menghubungi admin sosial media BKD Kabupaten Kapuas Hulu 2. Konsultasi dengan Plt. Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu 3. Mengirim materi (Foto tangkapan layar halaman situs web BKD Kabupaten Kapuas Hulu beserta caption) untuk 1. Gambar tangkapan layar feed sosial media BKD Kabupaten Kapuas Hulu 2. Foto Kegiatan 1. Saya akan menghubungi admin sosial media BKD Kabupaten Kapuas Hulu
Nilai-nilai dasar yang terkandung: Agenda II - Akuntabilitas: Konsisten, Partisipatif - Nasionalisme: Kerjasama
- Etika Publik: Sopan
2. Saya akan melakukan konsultasi dengan Plt. Dengan mempromosikan menu “Produk Hukum” di sosial media milik BKD Kabupaten Kapuas Hulu, maka saya akan ikut berkontribusi dalam misi “Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang bersih, berwibawa dan tersedianya Dengan mempromosika n menu “Produk Hukum” di sosial media milik BKD Kabupaten Kapuas Hulu, maka saya akan ikut
berkontribusi dalam nilai “Tanggung jawab”.
diunggah di halaman sosial media BKD Kabupeten Kapuas Hulu Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu
Nilai-nilai dasar yang terkandung Agenda II - Akuntabilitas: Kejelasan Target - Nasionalisme: Kerjasama
- Etika Publik: Hormat, Sopan, Taat Perintah
3. Saya akan mengirim materi (Foto tangkapan layar halaman situs web BKD Kabupaten
Kapuas Hulu beserta
caption) untuk diunggah
di halaman sosial media BKD Kabupeten
Kapuas Hulu
Nilai-nilai dasar yang terkandung: Agenda II - Akuntabilitas: Partisipatif - Nasionalisme: Kerjasama - Etika Publik: Tanggung Jawab, infrastruktur publik yang berbasis transparansi, responsibilitas dan akuntanbilitas.”.
Sopan - Komitmen Mutu: Efektif Agenda III Saya akan mempromosikan menu “Produk Hukum” di sosial media milik BKD
Kabupaten Kapuas Hulu, maka saya akan
memberikan Transparansi