KABUPATEN LAMONGAN 2017
Teks penuh
(2) KATA PENGANTAR Puji syukur alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ( LKj-IP ) Kabupaten Lamongan Tahun 2017 ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Semoga nilai yang diperoleh lebih meningkat dari nilai SAKIP Tahun 2017. Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ( LKj-IP ) Kabupaten Lamongan Tahun 2017 dapat terlaksana berkat adanya kerja sama yang baik antara Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan dengan Tim Penyusun dan pihak-pihak lain yang terkait. Tahun 2017 merupakan tahun kedua RPJMD Kabupaten Lamongan Tahun 2016-2021 untuk periode Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih masa bhakti 2016-2021 yang dijabat oleh Bpk. Bupati H. Fadeli, SH, MM dan Ibu Wakil Bupati Hj. Kartika Hidayati, MM, MHP. Penyajian LKj IP ini adalah sebagai wujud pertanggungjawaban pelaksanaan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Program dan Kebijakan yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah. Kabupaten. Lamongan. No.. 3. Tahun. 2016. tentang. Rencana. Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) Kabupaten Lamongan Tahun 2016–2021 dalam rangka mewujudkan kualitas kinerja penyelenggaraan. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. i.
(3) Pemerintahan, Pembangunan dan Pembinaan kemasyarakatan sebagaimana diamanatkan Undang-undang No. 32 Tahun 2004 jo Undang-Undang. No. 23. Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang dalam implementasinya mengandung konsekuensi terhadap capaian indikator kinerja yang menjadi Tujuan Utama, antara lain tercapainya “Good Governance”, pelaksanaan otonomi daerah dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Lamongan dan sekaligus merupakan rangkaian pelaksanaan evaluasi keberhasilan dan kegagalan. pelaksanaan. Visi,. Misi dan Tujuan. Organisasi Pemerintah. Kabupaten Lamongan. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ( LKj-IP ) Kabupaten Lamongan Tahun 2017 ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi instansi pemerintah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk meningkatkan kinerja organisasi sesuai dengan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Progam dan Kebijakan yang telah ditetapkan menuju terwujudnya Pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa (Good Governance and Clean Government) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan. Lamongan,. Pebruari 2018. BUPATI LAMONGAN. H. FADELI, SH, MM.. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. ii.
(4) LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. iii.
(5) DAFTAR ISI Kata Pengantar .................................................................................................... i Daftar Isi ............................................................................................................... iii Ikhtisar Eksekutif .................................................................................................. iv BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1 A. Latar Belakang .............................................................................. 1 B. Maksud dan Tujuan ....................................................................... 3 C. Gambaran Umum Pemerintah Kabupaten Lamongan ................... 5 D. Tugas Pokok, Fungsi dan Kewenangan ......................................... 23 BAB II PERENCANAAN KINERJA ............................................................... 32 A. Rencana Strategis .......................................................................... 32 1. Visi ............................................................................................ 32 2. Misi ........................................................................................... 34 3. Tujuan ....................................................................................... 36 4. Sasaran dan Indikator Sasaran ................................................ 40 B. Rencana Kinerja Tahun 2017 ......................................................... 50 C. Perjanjian Kinerja Tahun 2017 ....................................................... 77 Bab III AKUNTABILITAS KINERJA .............................................................. 78 A. Capaian Kinerja Tahun 2017 .......................................................... 79 1. Pencapaian Kinerja Th. 2017 serta Perbandingan dengann Tahun Sebelumnya .................................................................. 82 2. Perbandingan Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2017 dengan Target Jangka Menengah Daerah (RPJMD)………….. 110 3. Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2017 dengan Standar Nasional ( SPM ) ....................................................................... 127 B. Analisa Capaian Kinerja Tahun 2017 ............................................. 135 C.Realisasi Anggaran Tahun 2017 .................................................... 148 Bab IV PENUTUP ........................................................................................... 167 A. Tinjauan Umum .............................................................................. 167 B. Kesimpulan .................................................................................... 173 C. Saran .............................................................................................. 175 LAMPIRAN-LAMPIRAN : Review Internal Inspektorat Kabupaten Lamongan Indikator Kinerja Utama ( IKU ) Tahun 2017 Matriks RPJMD Tahun 2016-2021 Pengukuran Kinerja ( PK ) Tahun 2017 Perjanjian Kinerja Kabupaten Lamongan Tahun 2017 Rencana Aksi Pemantapan SAKIP Tahun 2018. LKj IP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. iii.
(6) IKHTISAR EKSEKUTIF Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKj-IP) disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban atas keberhasilan atau kegagalan dalam menjalankan fungsi dan urusan yang menjadi kewenangan daerah. LKj-IP ini memiliki 2 ( dua ) fungsi yaitu memberikan informasi kepada publik sebagai bagian dari pertanggungjawaban Penerima Amanat ( Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih ) dan informasi kinerja yang dihasilkan dapat digunakan oleh publik maupun Penerima Amanat untuk memicu perbaikan kinerja pemerintah kedepan. Laporan Kinerja Instansi Pemeritah ( LKj-IP ) Pemerintah Kabupaten Lamongan Tahun 2017 ini menyajikan laporan capaian kenerja ( performance result ) selama Tahun 2017 dan mengacu Peraturan Daerah Kabupaten Lamongan No. 3 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) Kabupaten Lamongan Tahun 2016-2021. Tahun 2017 merupakan tahun kedua RPJMD Kabupaten Lamongan Tahun 2016-2021 sekaligus tahun kedua masa jabatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah masa bhakti 2016-2021 yang dijabat oleh Bpk. Bupati H. Fadeli, SH, MM dan Ibu Wakil Bupati Dra. Hj. Kartika Hidayati, MM, MHP.. Ikhtisar LKj-IP Kab. Lamongan Tahun 2017. iv.
(7) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) Kabupaten Lamongan Tahun 2016 - 2021 dijabarkan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Lamongan Tahun 2017 yang terimplementasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2017 sebagai komitmen pelaksanaan kinerja selama Tahun 2017. Sesuai dengan RPJMD Kabupaten Lamongan Tahun 20162021 tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan telah menetapkan 5 (lima) Misi, 5 (lima) Tujuan, dan 42 (empat puluh dua) Sasaran Strategis, diperoleh capaian kinerja Sasaran dengan prosentase rata-rata sebesar 132,01% (Sangat Berhasil). Sedangkan dari sisi realisasi anggaran prosentase rata-rata sebesar 95,54%, dijabarkan kedalam 34 Urusan, meliputi Urusan Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan Hidup, Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perencanaan Pembangunan, Perumahan, Kepemudaan dan Olahraga, Penanaman Modal, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kependudukan dan Catatan Sipil, Ketenagakerjaan, Ketahanan Pangan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera, Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, Pertanahan, Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri, Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Sosial, Kebudayaan, Statistik, Kearsipan, Perpustakaan, Pertanian, Energi dan Sumberdaya Mineral, Pariwisata, Industri, Perdagangan serta Ketransmigrasian. Secara garis besar berdasarkan realisasi capaian kinerja setiap indikator. Ikhtisar LKj-IP Kab. Lamongan Tahun 2017. v.
(8) pada 5 (lima) Misi, 5 (lima) Tujuan yang telah ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Lamongan Tahun 2016–2021 dapat diketahui bahwa dari target 13 (tiga belas) indikator Tujuan atau Indikator Kinerja Utama ( IKU ) Daerah Tahun 2017 ini menunjukkan capaian kinerja yang cukup tinggi. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa 5 (lima) Tujuan tersebut pada Tahun 2017 dapat tercapai dengan baik sesuai target, bahkan ada beberapa indikator dengan capaian kinerja melampaui target. Namun demikian, akan tetap terus diupayakan untuk ditingkatkan baik secara kuantitatif maupun kualitatif pada tahun-tahun berikutnya sehingga dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat Kabupaten Lamongan. Dalam rangka mewujudkan pencapaian Tujuan dan Sasaran tersebut, maka dilaksanakan strategi dan kebijakan dengan didukung APBD Tahun 2017 (setelah perubahan anggaran) dengan realisasi sebesar Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp 2.841.628.514.716,89 dengan realisasi sebesar Rp 2.714.928.112.235,60 (95,54%), sedangkan Penerimaan Pembiayaan Daerah sebesar Rp 96.415.402.765,18 dan Pengeluaran Pembiayaan Daerah sebesar Rp 32.550.000.000,00 serta Pembiayaan Netto sebesar Rp 63.865.402.765,18 sehingga terdapat Sisa Lebih Pembiayaan anggaran (SILPA) sebesar Rp 50.069.160.504,02.. Ikhtisar LKj-IP Kab. Lamongan Tahun 2017. vi.
(9) Dari 42 (empat puluh dua) Sasaran Strategis yang telah ditetapkan dalam RPJMD 20162021, secara umum masing-masing indikator kinerja Sasaran tersebut telah tercapai kinerjanya sesuai target bahkan melebihi, begitu juga dengan target indikator kinerja Tujuan atau Indikator Kinerja Utama ( IKU ) pada Tahun 2017 dapat tercapai bahkan melampaui target. Dalam rangka memberikan motivasi dan peningkatan kinerja seluruh OPD langkah-langkah antisipatif kedepan yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Melakukan reviu terhadap target-target indikator sasaran apabila terdapat target yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan terkini agar mendapatkan angka yang realistis ; 2. Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan dalam rangka memacu kreatifitas seluruh Perangkat Daerah, untuk mewujudkan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Lamongan ; 3. Memberikan apresiasi dan penghargaan kepada OPD yang mampu meningkatkan nilai SAKIP OPD dan mendapatkan nilai “A”, agar semangat untuk bekerja dan berkinerjanya bisa meningkat ; Selanjutnya. sebagai. perwujudan. upaya. perbaikan. dan. peningkatan. penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Lamongan agar lebih optimal sekaligus untuk mengimplementasikan Visi dan Misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih masa bhakti 2016–2021 yang dijabat oleh Bpk. Bupati. Ikhtisar LKj-IP Kab. Lamongan Tahun 2017. vii.
(10) H. Fadeli, SH, MM. dan Ibu Wakil Bupati Hj. Kartika Hidayati, MM, MHP. Untuk kedua kalinya Bpk. H. Fadeli, SH, MM. memimpin kembali Kabupaten Lamongan. Dengan memperhatikan Visi Pembangunan Pemerintah Kabupaten Lamongan Tahun 2005–2025 tersebut diatas serta dengan mengacu tahapan dan prioritas pembangunan tahun ketiga (2016–2021), maka tema pembangunan Kabupaten Lamongan Tahun 2017 adalah : “Pemantapan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik Untuk Mewujudkan Kualitas Hidup Masyarakat “. Dalam rangka mendukung Visi, Misi dan Tujuan serta Sasaran Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih masa bhakti 2016–2021, maka dilakukan beberapa perubahan Program Prioritas Pembangunan pada Tahun 2017 sebagai berikut : 1. Percepatan Penanggulangan Kemiskinan ; 2. Peningkatan Kualitas Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan Yang Merata ; 3. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Optimalisasi Potensi Daerah dan Ekonomi Kerakyatan untuk Mewujudkan Peningkatan Pendapatan Masyarakat ; 4. Peningkatan Kualitas Tata Kelola Pemerintah yang Profesional dan Akuntabel untuk Peningkatan Pelayanan Publik ; 5. Pemantapan Infrastruktur Daerah dan Peningkatan Kualitas Sarana dan Prasarana Perumahan atau Permukiman.. Ikhtisar LKj-IP Kab. Lamongan Tahun 2017. viii.
(11) BAB I. PENDAHULUAN A.. LATAR BELAKANG Dalam rangka pelaksanaan Ketetapan MPR-RI Nomor IX/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dan sebagai tindak lanjut ketetapan MPR tersebut maka diterbitkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Dan sebagai turunan kedua produk hukum dimaksud, maka diterbitkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Dalam Pasal 3 UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah jo Pasal 58 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dinyatakan bahwa Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah berpedoman pada asas penyelenggaraan negara yang terdiri atas asas kepastian hukum, tertib penyelenggaraan negara, kepentingan umum, keterbuka- an, proporsionalitas, profesionalitas, akuntabilitas, efisiensi, efektivitas dan keadilan. Menurut penjelasan Undang-undang tersebut, asas akuntabilitas adalah asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggaraan negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. 1.
(12) sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Untuk itu penyelenggaraan kepemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa (Good Governance and Clean Government) merupakan prasyarat bagi setiap Pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan serta cita-cita bangsa bernegara, sehingga diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggung jawaban yang tepat, jelas dan legitimate agar penyelenggaraan Pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdayaguna, berhasilguna, bersih dan bertanggungjawab, serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKj-IP) Kabupaten Lamongan Tahun 2017 disusun berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2015 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Hal ini merupakan bagian dari Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah guna mendorong terwujudnya sebuah Kepemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa (Good Governance and Clean Government) di Indonesia sebagaimana telah diamanahkan dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 2.
(13) B.. MAKSUD DAN TUJUAN Penyusunan LKj-IP Kabupaten Lamongan Tahun 2017 dimaksudkan untuk mengkomunikasikan capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam kurun satu tahun anggaran terkait dengan proses pelaksanaan Program dan Kegiatan serta pencapaian indikator-indikator Tujuan dan Sasaran yang telah ditetapkan. Tujuan penyusunan LKj-IP Kabupaten Lamongan adalah sebagai sarana bagi Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam menyampaikan pertanggungjawaban kinerja kepada seluruh stakeholders (Presiden, DPR, DPD, DPRD dan Masyarakat) atas pelaksanaan tugas, fungsi dan kewenangan pengelolaan sumber daya yang telah dipercayakan kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan. Selain sebagai bahan evaluasi akuntabilitas kinerja, LKj-IP diharapkan dapat bermanfaat dalam rangka : 1. Menjadikan Pemerintah Kabupaten Lamongan yang akuntabel, sehingga dapat berperan secara efisien, efektif dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungan dalam menciptakan wilayah yang tentram, tertib, dan kondusif ; 2. Mendorong Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk dapat melaksanakan tugas umum pemerintahan dan pembangunan secara baik dan benar, yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, kebijakan yang transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat Kabupaten Lamongan ;. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 3.
(14) 3. Menjadikan masukan dan umpan balik dari pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka meningkatkan kinerja Pemerintah Kabupaten Lamongan guna mendorong peningkatan pelayanan kepada masyarakat lebih baik ; 4. Terpeliharanya kepercayaan masyarakat di Kabupaten Lamongan terhadap Penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten Lamongan.. PETA WILAYAH KABUPATEN LAMONGAN. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 4.
(15) C.. GAMBARAN UMUM KABUPATEN LAMONGAN 1. Keadaan Geografi Secara geografis Kabupaten Lamongan terletak pada 6º 51’ 54” sampai dengan 7º 23’ 6” Lintang Selatan dan diantara garis Bujur Timur 122° 4’ 4” sampai 122° 33’12”. Kabupaten Lamongan memiliki luas wilayah kurang lebih 1.812,8 Km² atau + 3.78 % dari luas wilayah Propinsi Jawa Timur. Dengan panjang garis pantai sepanjang 47 Km, maka wilayah perairan laut Kabupaten Lamongan adalah seluas 902,4 Km2 apabila dihitung 12 mil dari permukaan laut. Daratan Kabupaten Lamongan dibelah Sungai Bengawan Solo, secara garis besar daratannya dibedakan menjadi 3 ( tiga ) karakteristik yaitu : 1) Bagian Tengah Selatan merupakan dataran rendah, relatif agak subur, membentang dari Kecamatan Kedungpring, Babat, Sukodadi, Pucuk, Lamongan, Deket, Tikung, Sugio, Maduran, Sarirejo dan Kembangbahu. 2) Bagian Selatan dan Utara merupakan pegunungan kapur berbatu-batu dengan kesuburan sedang, yang meliputi Kecamatan Mantup, Sambeng, Ngimbang, Bluluk, Sukorame, Modo, Brondong, Paciran, dan Solokuro. 3) Bagian Tengah Utara merupakan daerah Bonorowo yang merupakan daerah rawan banjir. Kawasan ini meliputi Kecamatan Sekaran, Laren, Karanggeneng, Kalitengah, Turi, Karangbinangun dan Glagah.. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 5.
(16) Batas wilayah administratif Kabupaten Lamongan adalah : sebelah Utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Gresik, sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Jombang dan Kabupaten Mojokerto, sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban. Kondisi topografi Kabupaten Lamongan dapat ditinjau dari ketinggian wilayah di atas permukaan laut dan kelerengan lahan. Kabupaten Lamongan terdiri dari dataran rendah dan bonorowo dengan tingkat ketinggian 0 – 25 meter seluas 50,17 %, sedangkan ketinggian 25 – 100 meter seluas 45,68 %, selebihnya 4,16 % berketinggian di atas 100 meter di atas permukaan air laut. Dilihat dari tingkat kemiringan tanahnya, wilayah Kabupaten Lamongan merupakan wilayah yang relatif datar, karena hampir 72,45 % lahannya adalah datar atau dengan tingkat kemiringan 0 – 2 % yang tersebar di Kecamatan Lamongan, Deket, Turi, Sekaran, Tikung, Pucuk, Sukodadi, Babat, Kalitengah, Karanggeneng, Glagah, Karangbinangun, Mantup, Sugio, Kedungpring, sebagian Bluluk, Modo dan Sambeng, sedangkan hanya sebagian kecil dari wilayahnya adalah sangat curam, atau kurang dari 1 % (0,16%) yang mempunyai tingkat kemiringan lahan 40 % lebih. Kondisi tata guna tanah di Kabupaten Lamongan Tahun 2017 adalah (1) Lahan sawah seluas 87.762 Ha yang terdiri dari lahan sawah teknis 51.364. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 6.
(17) Ha dan tadah hujan 36.398 Ha (2) Lahan bukan sawah seluas 55.751 Ha yang terdiri dari tegal 27.788 Ha, ladang / huma 3.080 Ha, perkebunan 2.982 Ha, hutan rakyat 2.645 Ha, padang penggembalaan / padang rumput 335 Ha dan lainnya ( tambak, kolam, empang, hutan ) seluas 18.921 Ha. 2. Kondisi Demografis Menurut data Lamongan Dalam Angka (LDA) Tahun 2017 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan, jumlah Penduduk Kabupaten Lamongan keadaan Tahun 2016 menurut jenis kelamin sebanyak 1.338.800 jiwa, terdiri dari 677.024 jiwa (50,57 %) laki-laki dan 671.235 jiwa (49,43 %) perempuan. Untuk mengurangi angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten Lamongan menfasilitasi para pencari kerja dengan penyedia lapangan kerja melalui kegiatan Job Market Fair (JMF) Tahun 2017. Dengan kegiatan ini + 1.685 orang pencari kerja tamatan SD / SLTP / SLTA / Diploma I / II / III / S1 dan S2, terdiri dari 883 laki-laki dan 802 perempuan, akan terserap menjadi tenaga kerja. 3. Sosial Lembaga Pendidikan setingkat Taman Kanak-Kanak / RA negeri maupun swasta di Kabupaten Lamongan sebanyak 1.170 lembaga, dengan. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 7.
(18) 1.170 gedung sekolah, 2.191 ruang belajar, 2.282 kelas dan jumlah guru sebanyak 4.067 orang serta murid sebanyak 36.907 anak. Lembaga Pendidikan setingkat SD / MI dan SDLB baik negeri maupun swasta di Kabupaten Lamongan sebanyak 1.170 lembaga, dengan 1.170 gedung sekolah, 7.306 ruang belajar, 11.166 kelas dan jumlah murid sebanyak 111.687 siswa. Sedangkan jumlah lembaga dan murid Kejar Paket A sebanyak 2 lembaga, dengan jumlah murid 20 laki-laki dan 37 perempuan yang hanya ada di Kec. Sukodadi dan Kec. Sekaran. Lembaga Pendidikan setingkat SMP / MTs, SMP Terbuka dan SMP LB baik negeri maupun swasta dan di Kabupaten Lamongan sebanyak 332 lembaga, dengan 332 gedung sekolah, 2.333 ruang belajar dan 2.329 kelas dan jumlah murid sebanyak 61.526 murid. Sedangkan jumlah lembaga dan murid Kejar Paket B sebanyak 36 lembaga, dengan jumlah murid 656 lakilaki dan 890 perempuan dan meliputi seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Lamongan. Lembaga Pendidikan tingkat SMU / SMK / MA dan SMA LB baik negeri maupun swasta di Kabupaten Lamongan sebanyak 217 lembaga, dengan 217 gedung sekolah, 1.789 ruang belajar, 1.871 kelas dan jumlah murid sebanyak 51.851 siswa. Sedangkan jumlah lembaga dan murid Kejar Paket C sebanyak. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 8.
(19) 18 lembaga, dengan jumlah murid 399 laki-laki dan 161 perempuan yang meliputi 15 Kecamatan yang ada di Kabupaten Lamongan. Perguruan Tinggi Swasta di Kabupaten Lamongan sebanyak 13 Perguruan Tinggi, yaitu UNISLA, AKPER, STIKIP PGRI, STIE KH.A. DAHLAN, STIKES MUHAMMADIYAH, Akademi Komunitas Negeri Lamongan di Kecamatan Lamongan, UNISDA di Kecamatan Sukodadi, STIT AL-FALAH di Kecamatan Sekaran, STIT MUHAMMADIYAH Lamongan di Kecamatan Sambeng, STAIM, STAI SUNAN DRAJAD, STIT MUHAMMADIYAH dan STIE MUHAMMADIYAH di Kecamatan Paciran. Jumlah keseluruhan dosen pada 13 Perguruan Tinggi tersebut sebanyak 888 dengan jumlah mahasiswa 12.008 dan rasio dosen dibanding mahasiswa sebesar 1 dibanding 15. Sarana Kesehatan di Kabupaten Lamongan terdiri dari Rumah Sakit sebanyak 11 unit, Klinik sebanyak 16 unit, Klinik Rawat Inap sebanyak 38 unit, Puskesmas sebanyak 33 unit, Puskesmas Pembantu sebanyak 109 unit, tempat praktek Dokter sebanyak 173 unit, Apotek sebanyak 75 unit, Laboratorium Medis sebanyak 8 unit. Sedangkan banyaknya Paramedis terdiri dari Dokter Umum sebanyak 209 orang, Dokter Gigi sebanyak 35 orang, Dokter Spesialis Anak sebanyak 4 orang, Dokter Obgyn sebanyak 9 orang, Analis kesehatan sebanyak 17 orang, Sarjana Kesehatan Masyarakat sebanyak 3 orang, Apoteker sebanyak 1 orang, Asisten Apoteker sebanyak. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 9.
(20) 47 orang, Pengatur gizi sebanyak 46 orang, Bidan sebanyak 409 orang, Perawat sebanyak 288 orang, Sanitarian sebanyak 27 orang, Fisio therapy sebanyak 10 orang dan Perawat gigi sebanyak 15 orang. Tempat peribadatan di Kabupaten Lamongan terdiri dari Masjid sebanyak 1.842 buah, Musholla sebanyak 1.589 buah, Langgar / Surau sebanyak 3.059 buah, Gereja Protestan sebanyak 10 buah, Gereja Katolik sebanyak 1 buah dan Pura sebanyak 1 buah. Sarana dan Prasarana Olahraga di Kabupaten Lamongan terdiri dari Stadion 1 unit, lapangan sepak bola 313 unit, hall serba guna 9 unit, kolam renang 11 unit, padepokan 7 unit, telaga / waduk 563 unit, tenis meja 251 unit, lapangan bola basket 44 unit, lapangan bola voli 407, gedung senam 23 unit, lapangan bulu tangkis 152 unit, lapangan tenis 16 unit, panjat tebing 4 unit, lapangan sepak takraw 46 unit dan lapangan futsal 21 unit. 4. Pertanian, Perkebunan, Perikanan dan Peternakan Luas lahan di Kabupaten Lamongan seluas 166.972 Ha terbagi menjadi lahan sawah seluas 87.762 Ha dan lahan non sawah seluas 55.751 Ha dan lahan non pertanian seluas 23.459 Ha, dengan rincian luas panen Padi seluas 166.717 Ha, produksi 1.028.254,25 Ton dengan rata-rata produksi 6,56 Ton/Ha, Jagung dengan luas panen seluas 68.966 Ha, produksi 341.524,83 Ton dengan rata-rata produksi 3,99 Ton/Ha, Ubi kayu dengan luas panen. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 10.
(21) seluas 960 Ha, produksi 15.121,26 Ton, dengan rata-rata produksi 15,71 Ton/Ha, Ubi jalar dengan luas panen seluas 134 Ha produksi 1.037,66 Ton, dengan rata-rata produksi 7,74 Ton/Ha, Kacang tanah dengan luas panen seluas 7.130 Ha, produksi 7.447 Ton, dengan rata-rata produksi 1,04 Ton/Ha, Kacang hijau dengan luas panen seluas 5.367 Ha, produksi 6.927,67 Ton, dengan rata-rata produksi 1,29 Ton/Ha, Kedelai dengan luas panen seluas 21.077 Ha, produksi 30.632 Ton, dengan rata-rata produksi 1,45 Ton/Ha, Tebu dengan realisasi luas panen seluas 3.837,98 Ha, produksi 384.533 Ton, dengan rata-rata produksi 100,19 Ton/Ha, Tembakau virginia dengan luas areal seluas 3.663 Ha, produksi daun basah 3.619 Ton, dengan rata-rata produksi 987,99 Kg/Ha, Tembakau rakyat dengan luas areal seluas 3.490 Ha, produksi daun kering 3.539 Ton, dengan rata-rata produksi 1.015,04 Kg/Ha, Kapas dengan luas areal seluas 76,75 Ha, produksi 28,81 Ton, dengan ratarata produksi 375,37 Kg/Ha, Kenaf dengan luas areal seluas 732 Ha, produksi daun basah 753,39 Ton, dengan rata-rata produksi 1.029,22 Kg/Ha, Kelapa dengan luas areal 535,36 Ha, produksi 162,97 Ton, dengan rata-rata produksi 192,15 Kg/Ha, Bawang daun dengan luas panen 2 Ha, produksi 8 Ton, dengan rata-rata produksi 4 Ton/Ha, Bawang merah dengan luas panen 67 Ha, produksi 4.610 Ton, dengan rata-rata produksi 62,09 Ton/Ha, Sawi / petsai dengan luas panen 11 Ha, produksi 2.178 Ton, dengan rata-rata produksi 198 Ton/Ha, Cabe rawit dengan luas panen 3.553 Ha, produksi. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 11.
(22) 11.922 Ton, dengan rata-rata produksi 3,36 Ton/Ha, Cabe besar dengan luas panen 35 Ha, produksi 840 Ton, dengan rata-rata produksi 24 Ton/Ha, Cabe jamu dengan luas panen 20 Ha, produksi 41,54 Ton, dengan rata-rata produksi 488,30 Kg/Ha, Tomat dengan luas panen 40 Ha, produksi 726 Ton, dengan rata-rata produksi 18,16 Ton/Ha, Kacang panjang dengan luas panen 32 Ha, produksi 4.106 Ton dengan rata-rata produksi 128,31 Ton/Ha, Terong dengan luas panen 46 Ha, produksi 3.328 Ton, dengan rata-rata produksi 72,35 Ton/Ha, Ketimun dengan luas panen 26 Ha, produksi 468 Ton, dengan ratarata produksi 18 Ton/Ha, Kangkung dengan luas panen 1.645 Ha, produksi 197.400 Ton, dengan rata-rata produksi 120 Ton/Ha, Jamur dengan luas panen 25 Ha, produksi 300 Ton, dengan rata-rata produksi 12 Ton/Ha, Bayam dengan luas panen 250 Ha, produksi 2.500 Ton, dengan rata-rata produksi 10 Ton/Ha, Labu siam dengan luas panen 1 Ha, produksi 2 Ton, dengan ratarata produksi 2 Ton/Ha, Semangka dengan luas panen 725 Ha, produksi 99.865 Ton, dengan rata-rata produksi 137,74 Ton/Ha, Melon dengan luas panen 52 Ha, produksi 4.783 Ton, dengan rata-rata produksi 91,98 Ton/Ha, Blewah dengan luas panen 355 Ha, produksi 30.720 Ton, dengan rata-rata produksi 86,54 Ton/Ha, Blimbing dengan luas panen 21.490 Ha, produksi 409,90 Ton, dengan rata-rata produksi 0,02 Ton/Ha, Jambu biji dengan luas panen 77.123 Ha, produksi 936,20 Ton, dengan rata-rata produksi 0,01 Ton/Ha, Jambu air dengan luas panen 29.086 Ha, produksi 408,40 Ton,. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 12.
(23) dengan rata-rata produksi 0,01 Ton/Ha, Jeruk Siam dengan luas panen 1.758 Ha, produksi 30,30 Ton, dengan rata-rata produksi 0,02 Ton/Ha, Jeruk besar dengan luas panen 12 Ha, produksi 10 Ton, dengan rata-rata produksi 0,83 Ton/Ha, Mangga dengan luas panen 412.183 Ha, produksi 18.297 Ton, dengan rata-rata produksi 0,04 Ton/Ha, Pisang dengan luas panen 1.883.598 Ha, produksi 34.555,40 Ton, dengan rata-rata produksi 0,019 Ton/Ha, Salak dengan luas panen 574 Ha, produksi 2,40 Ton, dengan rata-rata produksi 0,004 Ton/Ha, Sawo dengan luas panen 23.921 Ha, produksi 792,60 Ton, dengan rata-rata produksi 0,03 Ton/Ha, Sirsak dengan luas panen 4.561 Ha, produksi 41,30 Ton, dengan rata-rata produksi 0,01 Ton/Ha, Sukun dengan luas panen 13.372 Ha, produksi 379,50 Ton, dengan rata-rata produksi 0,03 Ton/Ha, Melinjo dengan luas panen 1.162 Ha, produksi 18,20 Ton, dengan rata-rata produksi 0,02 Ton/Ha, Nanas dengan luas panen 20 Ha, produksi 0,10 Ton, dengan rata-rata produksi 0,01 Ton/Ha, Pepaya dengan luas panen 68.029 Ha, produksi 1.113,60 Ton, dengan rata-rata produksi 0,02 Ton/Ha, Nangka dengan luas panen 51.260 pohon, produksi 1.550,90 Ton, dengan rata-rata produksi 0,03 Ton/Ha, Rambutan dengan luas panen 3.450 pohon, produksi 29,60 Ton, dengan rata-rata produksi 0,01 Ton/Ha. Khusus untuk komoditi Jagung mulai tahun 2017 telah dilakukan intensifikasi dengan penerapan sistem pertanian modern yang memanfaatkan. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 13.
(24) alat-alat pertanian modern dan ekstensifikasi dengan perluasan areal tanam tahap awal seluas 10.000 Ha di Desa Banyubang Kecamatan Solokuro dan terbukti dapat meningkatkan produktivitas jagung sebesar 10,64 ton per Ha. Ikan konsumsi sungai realisasi luas area 855,50 Ha, produksi 1.048.900 Kg, dengan rata-rata produksi 1.226,07 Kg/Ha, ikan konsumsi rawa realisasi luas area 7.087 Ha, produksi 998.800 Kg, dengan rata-rata produksi 150,93 Kg/Ha, ikan konsumsi kolam realisasi luas area 341,95 Ha, produksi 1.572.458 Kg, dengan rata-rata produksi 4.598,45 Kg/Ha, ikan konsumsi tambak realisasi luas area 1.754,20 Ha, produksi 3.972.588 Kg, dengan ratarata produksi 2.264,62 Kg/Ha, ikan konsumsi waduk realisasi luas area 3.068 Ha, produksi 1.024.700 Kg, dengan rata-rata produksi 334 Kg/Ha, ikan konsumsi sawah tambak realisasi luas area 23.454,73 Ha, produksi 36.799.517 Kg, dengan rata-rata produksi 1.568,96 Kg/Ha, ikan konsumsi karamba jaring apung realisasi luas area 0,60 Ha, produksi 2.400 Kg, dengan rata-rata produksi 4.000 Kg/Ha. Produksi perikanan laut dengan rincian pelabuhan Lohgung 326 Ton, Labuhan 1.328 Ton, Brondong/Blimbing 60.379 Ton, Kranji 3.795 Ton dan Weru 5.725 Ton. Populasi ternak unggas ayam buras 1.946.295 ekor, ayam ras 44.916.845 ekor, itik 172.625 ekor dan itik manila 50.943 ekor, sapi potong 99.016 ekor, sapi perah 21 ekor, kerbau 334 ekor, kuda 67 ekor, kambing. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 14.
(25) 99.855 ekor dan domba 79.472 ekor. Sedangkan produksi ternak dalam bentuk telur, baik ternak besar dan kecil adalah ayam buras 222.450 butir, ayam ras 1.594.921 Kg, itik 840.333 butir, itik manila 55.692 butir. Dalam bentuk daging, ayam petelur 13.498.035 Kg, ayam pedaging 7.555.280 Kg, ayam buras 509.959 Kg, itik 825.279 Kg, itik manila 208.857, sapi 3.345.754 Kg, kambing 519.704 Kg, domba 320.045 Kg, kulit sapi 16.021 lembar dan kulit kambing 56.053 lembar. Produksi ternak di Kabupaten Lamongan selama periode tahun 2016 yaitu telur sebanyak 2.713.396 Kg dan daging sebanyak 26.782.913 Kg. 5. Perdagangan dan Industri Dalam rangka lebih memantapkan penataan dan pengembangan eksistensi bidang Perdagangan dan Industri, Pemerintah Daerah menerapkan strategi pemberdayaan yang mengutamakan memiliki Multiplayer Effect terhadap ekonomi masyarakat. Dalam upaya pengembangan bidang Perdagangan dan Industri masih dijumpai kendala-kendala antara lain terbatasnya tingkat kualitas sumber daya manusia, terbatasnya proses introduksi teknologi dan keterbatasan akses modal. Namun demikian pada tahun 2016 ini, semakin banyak saja investor yang berminta menanamkan investasinya di Kabupaten Lamongan, baik investor dalam negeri ( PMDN ) maupun investor luar negeri ( PMA ).. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 15.
(26) Guna lebih mendorong dan meningkatkan gairah perekonomian daerah serta mendukung pelaksanaan otonomi daerah yang optimal, Pemerintah Kabupaten Lamongan telah mengambil langkah-langkah terobosan program strategis diantaranya penataan wajah kota, penambahan fasilitas kawasan taman-taman kota, Lamongan Integrated Shore Base ( LIS ), pelabuhan ASDP, pembangunan dok kapal dan peningkatan pengembangan potensi obyek wisata unggulan secara berkesinambungan. Selain itu yang tidak kalah penting adalah kemudahan dalam pengurusan ijin berinvestasi dengan penerapan pelayanan prima kepada setiap calon investor. Jumlah perusahaan industri besar, sedang dan kecil di Kabupaten Lamongan terdapat 134 unit, terdiri dari 22 unit kategori besar, dan 112 unit kategori sedang. Sedangkan jumlah perusahaan menurut sub sektor industri sebanyak 134 unit, dengan rincian 16 unit industri makanan, minuman dan tembakau, 62 unit industri tekstil, pakaian jadi dan kulit, 1 unit industri kayu, barang-barang dari kayu, perabot, bambu, rotan, furniture, 12 unit industri barang galian non logam kecuali minyak bumi dan batubara, serta 44 unit pengolahan lainnya. Jumlah tenaga kerja perusahaan industri besar, sedang dan kecil di Kabupaten Lamongan sebesar 36.744, terdiri dari 3.713 industri besar,2.131 industri sedang, 5.998 industri kecil dan 24.902 industri non formal.. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 16.
(27) Produk-produk unggulan Kabupaten Lamongan dan lokasinya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut : Tabel 1.1. Produk Unggulan Kabupaten Lamongan dan Lokasi NO. PRODUK UNGGULAN. LOKASI. 1. 2. 3. 1. Tenun ikat / sarung & Ds. Parengan, Desa Pringgoboyo, Desa Kanugrahan Kec. pakaian jadi Maduran 2. Bordir Ds. Sudangan, Kec. Glagah 3. Aneka tas ( anyaman ) Kec. Lamongan, Ds. Pengaron Kec. Tikung 4. Bordir dan batik tulis Ds. Sendangduwur Kec. Paciran 5. Tikar lipat Kec. Lamongan, Kec. Kembangbahu 6. Wingko Kec. Babat, Kec. Lamongan 7. Songkok / Kopyah Desa Pengangsalan, Kec. Kalitengah 8. Konveksi Ds. Gambuhan Kec. Kalitengah, Ds. Tritunggal Kec. Babat 9. Anyaman / tikar pandan Kec. Mantup, Kec. Sambeng, Kec. Kembangbahu, Kec. Ngimbang, Kec. Modo, Kec. Bluluk 10. Anyaman bambu Ds. Tugu Kec. Mantup, Kec. Kedungpring, Kec. Sukodadi 11. Kapal rakyat Kel. Blimbing Kec. Paciran, Kec. Brondong 12. Pupuk organik, pupuk alam/ Ds. Banjaranyar Kec. Paciran, Kec. Lamongan jamu/obat tradisional 13. Telur asin Ds. Bedahan Kec. Babat, Kec. Lamongan. 15. Kerajinan tempurung kelapa Kec. Lamongan, Ds. Sumargo Kec. Paciran 16. Pengrajin emas Ds. Sendangduwur Kec. Paciran 16. Peralatan rumah tangga Jl. Cokroaminoto Kec. Babat 17. Kompor briket Ds. Sidorejo Kec. Deket 18. Ukiran kayu Jl. Basuki Rakhmat Kec. Lamongan 19. Dompet imitasi Ds. Sugihwaras Kec. Deket 20. Genting, batubata Ds. Kawistolegi Kec. Karanggeneng. Selama Tahun 2017, investasi domestik (Non PMDN / Non PMA) di Kabupaten Lamongan sebesar Rp 195.583.417.000,- dengan rincian investasi industri besar sebesar Rp 134.302.789.000,-, industri sedang sebesar Rp 13.736.845.000,-industri kecil sebesar Rp 18.505.776.000,- industri non formal sebesar Rp 29.038.007.000,-. Nilai investasi Tahun 2016 PMDN dan. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 17.
(28) PMA yaitu sebesar Rp 2.039.549.920.000,- dan 5.404.036.000.000,-, dengan jumlah tenaga kerja terserap sebanyak 52.512 orang. 6. Perhubungan dan Komunikasi Panjang jalan Kabupaten adalah sepanjang 346,85 Km yang meliputi jalan negara sepanjang 94,70 Km, jalan provinsi 56,36 Km, dan jalan kabupaten 275,34 Km. Apabila dilihat menurut kelas jalan terdiri dari jalan negara kelas I 94,70 Km, jalan propinsi kelas III A 30,70 Km, kelas III B 25,66 Km dan jalan kabupaten kelas III A 201,09 Km, kelas III B 136,84 Km, kelas III C 8,93 Km. Sedangkan dilihat dari kondisi jalan, kondisi baik untuk jalan Negara 74,27 Km, jalan propinsi 8,04 Km, jalan kabupaten 233,66 Km, kondisi sedang untuk jalan Negara 19,83 Km, jalan propinsi 31,02 Km, jalan kabupaten 89,37 Km dan kondisi rusak jalan Negara 0,60 Km, jalan propinsi 16,30 Km, jalan kabupaten 18,03 Km serta kondisi rusak berat jalan propinsi 2,30 Km dan jalan kabupaten 5,80 Km. Frekuensi pelayanan pengiriman surat, paket pos dan kartu pos terdiri dari kilat khusus sebanyak 44.166, kilat sebanyak 61.026, dan surat biasa sebanyak 9.592 surat, rata-rata mengalami penurunan signifikan dikarenakan adanya telepon selular yang semakin canggih dengan fitur-fitur teknologi yang tersedia. Sedangkan frekuensi pelayanan penyetoran giro on line, diterima sebanyak 626 dengan total nilai Rp 16.816.691.000,- dan dibayar sebanyak. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 18.
(29) 174 dengan total nilai Rp. 2.232.097.000,-. Sedangkan untuk wesel pos,. diterima sebanyak 38.652 dengan total nilai Rp 55.332.127.000,- dan dikirim sebanyak 16.576 dengan total nilai Rp 28.207.027.000,-. 7. Perhotelan dan Pariwisata Banyaknya hotel menurut kategori hotel di Kabupaten Lamongan sebanyak 8 buah, dengan jumlah kamar sebanyak 320 kamar dan jumlah tempat tidur sebanyak 58.519 buah. Sedangkan Jumlah tamu yang menginap sebanyak 19.280 orang, terdiri dari domestik sebanyak 19.013 orang dan asing sebanyak 267 orang. Jumlah pengunjung obyek wisata Makam Sunan Drajad selama Tahun 2016 sebanyak 477.080 orang, Museum Sunan Drajad sebanyak 418.298 orang, Wisata Bahari Lamongan (WBL) sebanyak 665.630 orang, Wisata Mazoola sebanyak 246.639 orang, Waduk Gondang sebanyak 79.910 orang, Makam Sendang Duwur sebanyak 80.547 orang, Brumbun sebanyak 25.231 orang, TPI dan Monumen Van Der Wijk sebanyak 365.133 orang. 8. Pertumbuhan Ekonomi dan PDRB Realisasi APBD Pemerintah Kabupaten Lamongan Tahun 2017 sebesar Rp 2.701.131.869.974,44 (97,17%) terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 428.950.822.806,44 (98,27%). Dana Perimbangan sebesar. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 19.
(30) Rp 1.594.775.221.094,00 (94,93%) dan Pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp. 677.405.826.074,00 (102,12%). Pada Tahun 2017 total nilai PDRB atas dasar Harga Berlaku menurut Lapangan Usaha Tahun 2016 sebesar Rp 28.831.321,90. Pada periode yang sama total nilai PDRB Atas Dasar Harga Konstan menurut Lapangan Usaha sebesar Rp 22.316.829,70. Sedangkan laju pertumbuhan PDRB atas dasar Harga Kosntan Tahun 2010 menurut Lapangan Usaha Tahun 2015 sebesar 5,77. Hal ini tidak lepas dari kerja keras Pemerintah Daerah bersama seluruh lapisan masyarakat dalam membangun perekonomian daerah. Pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi, menunjukkan bahwa sejauh ini dampak krisis ekonomi global yang melanda perekonomian dunia tidak begitu berpengaruh bagi perekonomian di Kabupaten Lamongan. Namun demikian Pemerintah Kabupaten Lamongan tetap mewaspadai dampak krisis tersebut dengan menerapkan berbagai kebijakan berupa pemberian stimulusstimulus antara lain peningkatan pembangunan infrastruktur, pengembangan ekonomi lokal melalui pembinaan dan fasilitasi permodalan bagi koperasi dan UMKM. Jumlah Koperasi Primer. sebanyak 1.028 buah, dengan anggota. sebanyak 174.734 orang, pengurus sebanyak 4.205 orang, pengawas 2.501 orang, dan jumlah karyawan sebanyak 3.994 orang dengan modal sendiri. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 20.
(31) sebesar Rp 317.679.063.000,-. Jumlah Koperasi Sekunder sebanyak 3 buah, dengan anggota sebanyak 1.044 orang, pengurus sebanyak 16 orang, pengawas 9 orang, dan jumlah karyawan sebanyak 16 orang, dengan modal sendiri sebesar Rp 16.758.361.000,-. Jumlah KUD Tahun 2015 sebanyak 29 buah, dengan anggota sebanyak 70.661 orang, pengurus 131 orang, pengawas 77 orang, dan karyawan 2.838 orang, dengan modal sendiri sebesar Rp 19.088.279.000,-. Jumlah KPRI sebanyak 56 buah, dengan anggota sebanyak 12.446 orang, pengurus 282 orang, pengawas 169 orang, dan karyawan 176 orang, dengan modal sendiri sebesar Rp 99.739.875.000,-. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Lamongan Tahun 2015 Atas Dasar Harga Berlaku dan Atas Dasar Harga Konstan sebagai berikut : Tabel.1.2 PDRB KABUPATEN LAMONGAN ATAS DASAR HARGA BERLAKU DAN HARGA KONSTAN MENURUT LAPANGAN USAHA TAHUN 2016 ** NO. LAPANGAN USAHA. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.. Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Pengadaan Listrik dan Gas Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah Konstruksi Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Transportasi dan Pergudangan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum Informasi dan Komunikasi Jasa Keuangan dan Asuransi. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. Atas Dasar Harga Berlaku 11.520.119,94 392.901,55 2.088.372,45 15.167,62 29.172,80 3.028.159,56 5.404.688,73 219.628,03 405.135,82 1.795.792,30 596.170,24. Atas Dasar Harga Konstan 8.255.525,95 284.318,92 1.652.111,77 15.593,54 24.296,98 2.310.223,81 4.400.986,64 171.505,00 314.946,84 1.725.426,81 456.469,70. BAB I - 21.
(32) 12. 13. 14. 15. 16. 17.. Real Estate Jasa Perusahaan Administrasi Pemerintah, Pertanahan Jasa Pendidikan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Jasa lainnya PDRB Kabupaten Lamongan. 588.951,38 75.411, 98 1.158.179,87 744.189,54 234.356,58 534.923,52 28.831.321,90. 480.171,61 62.376,26 922.212,29 600.655,80 194.270,51 445.737,27 22.316.829,70. Sumber : Lamongan Dalam Angka Tahun 2017 ( BPS Kab. Lamongan ) ** : Angka sangat sementara. Sedangkan laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Lamongan Tahun 2016 Atas Dasar Harga Konstan 2010 sebagai berikut : Tabel 1.3 LAJU PERTUMBUHAN PDRB ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2010 MENURUT LAPANGAN USAHA KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2016 ** NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17.. LAPANGAN USAHA Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Pengadaan Listrik dan Gas Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah Konstruksi Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Transportasi dan Pergudangan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum Informasi dan Komunikasi Jasa Keuangan dan Asuransi Real Estate Jasa Perusahaan Administrasi Pemerintah, Pertanahan Jasa Pendidikan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Jasa lainnya Laju Pertumbuhan PDRB Kabupaten Lamongan. Sumber : Lamongan Dalam Angka in Figure Tahun 2017 ( BPS Kab. Lamongan ) ** : Angka sangat sementara. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. Atas Dasar Harga Konstan 4,57 9,64 8,14 1,18 5,43 1,66 7,20 7,61 12,80 6,93 7,14 8,03 6,84 6,05 7,96 9,14 7,06 5,77. BAB I - 22.
(33) D. TUGAS POKOK, FUNGSI DAN KEWENANGAN Pemerintah Kabupaten Lamongan dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten di lingkungan Propinsi Jawa Timur yang diundangkan pada tanggal 8 Agustus 1950. Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 69 ayat (2), bahwa Kepala Daerah wajib menyampaikan Laporan Kinerja instansi Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud disampaikan kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri untuk Gubernur, dan Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur untuk Bupati / Walikota 1 ( satu ) kali dalam 1 ( satu ) Tahun. Kabupaten Lamongan berdiri pada tanggal 10 Dzulhijjah Tahun 976 Hijriyah atau jatuh pada Hari Kamis Pahing tanggal 26 Mei 1669 M dan pada tahun 2017 ini usia Kabupaten Lamongan sudah mencapai 448 tahun. Berdasarkan. Undang-Undang. Nomor. 23. Tahun. 2014. tentang. Pemerintahan Daerah, bahwa Pemerintah Kabupaten / Kota berdasarkan kewenangan yang dimiliki merupakan Daerah Otonom yang merupakan kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan menjalankan urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 23.
(34) Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ), yang menjalankan kewenangannya berupa urusan wajib dan urusan pilihan. Kewenangan wajib yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten / Kota meliputi. perencanaan. dan. pengendalian. pembangunan,. perencanaan. pemanfaatan dan pengawasan tata ruang, penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, penyediaan sarana prasarana umum, penanganan bidang kesehatan, penyelenggaraan pendidikan, penanggulangan masalah sosial, pelayanan bidang ketenagakerjaan, fasilitasi pengembangan koperasi, usaha kecil dan menengah, pengendalian lingkungan hidup pelayanan pertanahan, pelayanan administrasi umum pemerintahan, pelayanan perizinan administrasi penanaman modal, penyelenggaraan pelayanan dasar dan lainnya, serta urusan wajib yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. Sedangkan kewenangan yang bersifat pilihan meliputi urusan pemerintahan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi, kekhasan Daerah dan potensi yang menjadi unggulan di Kabupaten Lamongan. Penyelenggara Pemerintah Daerah dipimpin oleh seorang Kepala Daerah yang dibantu oleh seorang Wakil Kepala Daerah. Dalam menyelenggarakan pemerintahan berpedoman pada asas umum penyelenggaraan Negara yang terdiri atas asas kepastian hukum, tertib penyelenggaraan negara, kepentingan. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 24.
(35) umum, keterbukaan, proporsionalitas, profesionalitas, akuntabilitas, efisiensi, efektifitas dan keadilan. Tugas Kepala Daerah sebagai Wakil Pemerintah adalah sebagai berikut : 1. Kepala Daerah yang dikarenakan jabatannya berkedudukan juga sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Kabupaten / Kota. 2. Dalam. kedudukannya. sebagai. Wakil. Pemerintah,. Kepala. Daerah. bertanggungjawab kepada Presiden Republik Indonesia melalui Gubernur. Sebagaimana ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah jo Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 63, 65 dan Pasal 66, dalam kedudukannya sebagai Wakil Pemerintah, Kepala Daerah mempunyai tugas sebagai berikut : a. memimpin pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD ; b. memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat ; c. menyusun dan mengajukan rancangan Perda tentang RPJPD dan rancangan Perda tentang RPJMD kepada DPRD untuk dibahas bersama DPRD, serta menyusun dan menetapkan RKPD ;. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 25.
(36) d. menyusun dan mengajukan rancangan Perda tentang APBD, rancangan Perda tentang perubahan APBD, dan rancangan Perda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD untuk dibahas bersama ; e. mewakili Daerahnya di dalam dan di luar pengadilan, dan dapat menunjuk kuasa hukum untuk mewakilinya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan ; dan f. melaksanakan tugas lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya Kepala Daerah mempunyai wewenang sebagai berikut ; a. mengajukan rancangan Perda ; b. menetapkan Perda yang telah mendapat persetujuan bersama DPRD ; c. menetapkan Perkada dan keputusan kepala daerah ; d. mengambil tindakan tertentu dalam keadaan mendesak yang sangat dibutuhkan oleh Daerah dan / atau masyarakat ; e. melaksanakan wewenang lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Kewajiban Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah : a. Memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, melaksanakan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia.. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 26.
(37) b. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat. c. Memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat. d. Melaksanakan kehidupan demokrasi. e. Mentaati dan menegakkan seluruh peraturan perundang-undangan. f. Menjaga etika dan norma dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. g. Memajukan dan mengembangkan daya saing Daerah. h. Melaksanakan prinsip taat kepemerintahan yang bersih dan baik. i.. Melaksanakan dan mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan Daerah. j.. Menjalin hubungan kerja dengan seluruh instansi vertikal di Daerah dan semua perangkat Daerah.. k. Menyampaikan rencana strategis penyelenggaraan pemerintahan daerah di hadapan Rapat Paripurna DPRD. Bahwa guna membantu Kepala Daerah dalam melaksanakan fungsi pelayanan dan pemberdayaan masyarakat serta pembangunan di Kabupaten Lamongan sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 jo Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 tentang Pemerintahan Daerah, Wakil Kepala Daerah mempunyai tugas sebagai beriku : 1. Membantu Kepala Daerah dalam : a. memimpin pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah.. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 27.
(38) b. mengoordinasikan kegiatan Perangkat Daerah dan menindaklanjuti laporan dan / atau temuan hasil pengawasan aparat pengawasan ; c. memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang dilaksanakan oleh Perangkat Daerah provinsi bagi wakil gubernur ; dan d. memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan yang dilaksanakan oleh Perangkat Daerah kabupaten / kota, kelurahan, dan / atau Desa bagi wakil bupati / wali kota ; e. Melaksanakan tugas dan kewajiban pemerintahan lainnya yang diberikan oleh Kepala Daerah, dan f. Melaksanakan tugas dan wewenang Kepala Daerah apabila Kepala Daerah berhalangan. Dalam menjalankan tugas dan kewenangan, Pemerintah Kabupaten Lamongan telah membentuk organisasi perangkat daerah yang dituangkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Lamongan. Struktur Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Lamongan tersebut dibentuk berdasarkan PP Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah dan peraturan perundang-undangan lain yang sinergis, kecuali Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Penanaman Modal dan Perijinan serta didukung oleh PD BPR Bank Daerah, PD Air Minum, PD Pasar serta PD Aneka Usaha Lamongan Jaya, dengan rincian sebagai berikut :. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 28.
(39) a. Unsur Staf, Unsur Pelayanan Administrasi dan Unsur Pengawasan serta Koordinasi terdiri dari : 1) Sekretariat Daerah, (terdiri dari 3 Asisten dan 11 Bagian) ; 2) Sekretariat DPRD ; 3) Inspektorat ; 4) Kecamatan, sebanyak 27 Kecamatan ; 5) Kelurahan, sebanyak 12 Kelurahan. b. Unsur Pelaksana (Dinas), terdiri dari : 1). Dinas Pendidikan. 2). Dinas Kesehatan. 3). Dinas PU Bina Marga. 4). Dinas PU Sumber Daya Air. 5). Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman. 6). Dinas Sosial. 7). Dinas Tenaga Kerja. 8). Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak. 9). Dinas Ketahanan Pangan. 10) Dinas Lingkungan Hidup 11) Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil 12) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 29.
(40) 13) Dinas Pengendalian Penduduk Dan KB 14) Dinas Perhubungan 15) Dinas Komunikasi Dan Informatika 16) Dinas Koperasi Dan UM 17) Dinas Penanaman Modal Dan PTSP 18) Dinas Pemuda Dan Olahraga 19) Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan 20) Dinas Perpustakaan Daerah 21) Dinas Kearsipan Daerah 22) Dinas Perikanan 23) Dinas Tanaman Pangan Holtikulturan Dan Perkebuna Keswan 24) Dinas Perindustrian Dan Perdagangan 25) Dinas Pendapatan Daerah ( PERDA No. 2 / 2013 ). c. Unsur Penunjang (Badan), terdiri dari : 1). Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( BAPPEDA ). 2). Badan Kepegawaian Daerah (BKD). 3). Badan Pengelolaan Keuangan Dan Asset Daerah ;. 4). Badan Pendapatan Daerah. 5). Badan Penelitian Dan Pengembangan Daerah. 6). Satuan Polisi Pamong Praja *. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 30.
(41) 7). Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) dr. Soegiri * ( Tipe B ). 8). Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Ngimbang * ( Tipe C ). Keterangan : * = ( tidak termasuk hitungan ). d. Lembaga lain, terdiri dari : 1). Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ). 2). Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Untuk mendukung tugas operasional dan teknis Perangkat Daerah. Kabupaten Lamongan telah dibentuk 179 Unit Pelaksana Teknis, terdiri dari 189 Unit Pelaksana Teknis Dinas dan Badan. Sedangkan untuk menunjang penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan di Kabupaten Lamongan terdapat 462 Desa, 12 Kelurahan, 1.431 Dusun dengan 2.277 RW dan 7.227 RT. Dalam menjalankan tugas dan kewenangan Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan didukung dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS) kondisi Tahun 2017 sebanyak 9.823 orang PNS. Rincian Rekapitulasi PNS menurut Tingkat Pendididkan, Golongan Kepangkatan dan Jabatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan sebagaimana tabel sebagai berikut :. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 31.
(42) Tabel.1.3 REKAPITULASI PNS MENURUT JABATAN, GOLONGAN KEPANGKATAN DAN TINGKAT PENDIDIDKAN DI LINGKUNGAN PEMKAB. LAMONGAN TAHUN 2017. NO. JABATAN. JUMLAH. PANGKAT / GOLONGAN. JUMLAH. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 1 STRUKTURAL. 1.126. GOLONGAN I. 122. SD / SETARA. 69. 2 FUNGSIONAL. 6.668. GOLONGAN II. 1.748. SLTP. 123. 3 STAF. 2.029. GOLONGAN III. 4.461. SLTA. 1.332. GOLONGAN IV. 3.429. D-1 / D-2 / D-3. 1.173. D-4 / S-1. 5.887. S-2. 1.237. S-3. 2. JUMLAH TOTAL. 9.823. 9.823. PENDIDIKAN JUMLAH FORMAL. KET 8. 9.823. Sumber : Badan Kepegawaian Kab. Lamongan. Jumlah tersebut sudah termasuk tenaga pendidik dan tenaga fungsional lainnya.. LKjIP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB I - 32.
(43) BAB II. PERENCANAAN KINERJA A. RENCANA STRATEGIS 1. V I S I Visi adalah cara pandang jauh kedepan, kemana dan bagaimana Kabupaten Lamongan harus dibawa dan berkarya agar konsisten dan dapat eksis,. antisipatif, inovatif serta produktif. Visi adalah suatu gambaran menantang tentang keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan oleh instansi pemerintah. Konsep Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Lamongan 2016-2021 merupakan kelanjutan dan pembaharuan terhadap arah pembangunan dibawah kepemimpinan sebelumnya untuk mencapai tujuan pembangunan daerah sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah tersebut diarahkan untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan Daerah 5 (lima) tahun kedepan. Sehubungan dengan hal tersebut maka Visi Kabupaten Lamongan yang ditetapkan dan tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Lamongan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lamongan. LKj IP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB II - 32.
(44) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) Kabupaten Lamongan Tahun 2016 - 2021, adalah :. “ Terwujudnya Lamongan Lebih Sejahtera dan Berdaya Saing “. Visi diatas merupakan visi Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Pemilukada tanggal 9 Desember 2015 dan dilantik pada tanggal 17 Pebruari 2016. Visi tersebut telah dikaji dan disinergikan dengan arah kebijakan pembangunan daerah yang termuat dalam tahapan ketiga Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Lamongan Tahun 2005-2025 dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Lamongan Tahun 2011-2031 serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2014-2019 dan Rencana. Pembangunan. Jangka. Menengah. Nasional. Tahun. 2015-2019. (NAWACITA). Pemahaman atas pernyataan visi tersebut mengandung makna terjalinnya sinergi yang dinamis antara masyarakat, Pemerintah Kabupaten Lamongan dan seluruh stakeholder’s dalam merealisasikan dan semakin memantapkan pembangunan Kabupaten Lamongan secara komprehensif. Secara filosofis visi tersebut dapat dijelaskan melalui makna yang terkandung di dalamnya, yaitu :. LKj IP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB II - 33.
(45) 1. Terwujudnya terkandung upaya melanjutkan peran Pemerintah Daerah dalam mewujudkan Kabupaten Lamongan yang Lebih Sejahtera dan Berdaya Saing. 2. Lamongan adalah satu kesatuan masyarakat hukum dengan segala potensi dan sumber dayanya dalam sistem Pemerintahan di Wilayah Kabupaten Lamongan. 3. Lebih Sejahtera dalam pengertian semakin mantap dan tercukupinya kebutuhan lahiriah dan batiniah yang ditandai dengan meningkatnya kualitas kehidupan yang layak dan bermartabat. Kesejahteraan yang akan diwujudkan adalah suatu tatanan yang sesuai dengan kondisi sosial-budaya-agama masyarakat dan kearifan lokal Kabupaten Lamongan. 4. Lebih Berdaya saing dalam pengertian terwujudnya peningkatan lebih lanjut keunggulan komparatif dan kompetitif daerah, sehingga mampu bersaing secara optimal dengan mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN.. 2. M I S I Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan Visi. Misi berfungsi sebagai pemersatu gerak, langkah dan tindakan nyata bagi segenap komponen penyelenggara pemerintahan tanpa mengabaikan mandat yang diberikannya. Dengan kata lain Misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah agar tujuan organisasi sesuai Visi yang telah ditetapkan dapat. LKj IP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB II - 34.
(46) terlaksana dan berhasil dengan baik. Dengan pernyataan misi tersebut diharapkan seluruh pegawai dan pihak yang berkepentingan dapat mengenal Instansi Pemerintah, mengetahui peran dan program-programnya serta hasil yang akan diperoleh dimasa mendatang. Dari gambaran tersebut maka ditetapkan 5 (lima) Misi Kabupaten Lamongan Tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut : 1. Mewujudkan sumberdaya manusia berdaya saing melalui peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan; 2. Mengembangkan perekonomian yang berdaya saing dengan mengoptimalkan potensi daerah; 3. Memantapkan sarana dan prasarana dasar dengan menjaga kelestarian lingkungan; 4. Mewujudkan reformasi birokrasi bagi pemenuhan pelayanan publik; 5. Memantapkan kehidupan masyarakat yang tentram dan damai dengan menjunjung tinggi budaya lokal.. 3. TUJUAN Untuk merealisasikan pelaksanaan Misi Pemerintah Kabupaten Lamongan, perlu ditetapkan Tujuan (goal) pembangunan daerah yang akan dicapai dalam kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan. Tujuan pembangunan daerah ini ditetapkan untuk memberikan arah terhadap program pembangunan kabupaten secara umum. Sementara itu, Sasaran merupakan hasil yang diharapkan dari suatu Tujuan (goal). LKj IP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB II - 35.
(47) serta dapat memberikan kepastian operasionalisasi dan keterkaitan terhadap peran Misi dan Program yang telah ditetapkan. Adapun 5 (lima) Tujuan RPJMD Kabupaten Lamongan Tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut : 1. Meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan yang merata serta berdaya saing; 2. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi potensi daerah dan ekonomi kerakyatan untuk mewujudkan peningkatan pendapatan masyarakat; 3. Mewujudkan infrastruktur yang mampu mendukung peningkatan aktifitas sosial dan ekonomi masyarakat Kabupaten Lamongan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan; 4. Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel untuk peningkatan pelayanan publik; 5. Mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang aman, tenteram dan damai berdasarkan nilai-nilai agama dan hukum melalui pemberdayaan masyarakat, pengurangan kemiskinan dan penggangguran. Untuk melaksanakan dan mewujudkan Misi Pembangunan Kabupaten Lamongan 2016-2021, maka ditetapkan Tujuan dan Sasaran yang merupakan penjabaran makna dari setiap Misi.. LKj IP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB II - 36.
(48) Untuk melaksanakan dan mewujudkan Misi Pertama “ Mewujudkan sumberdaya manusia berdaya saing melalui peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan “, ditetapkan Tujuan Pertama, yaitu : 1) Meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan yang merata serta berdaya saing, dengan indikator Tujuan : NO INDIKATOR KINERJA. Kondisi awal 2015. Pembangunan 1. Indeks Manusia ( IPM ). 69,84. 2016. 2017. TARGET. 2018. 2019. 2020. 2021. 69,89-70,45 69,99-70,55 70,09-70,65 70,19-70,75 70,29-70,85 70,59-71.00. Tujuan Pertama ini selanjutnya akan dijabarkan dalam Sasaran-sasaran yang tergabung dalam 3 (tiga) urusan yaitu Pendidikan, Perpustakaan dan Kesehatan. Untuk melaksanakan dan mewujudkan Misi Kedua “ Mengembangkan perekonomian yang berdaya saing dengan mengoptimalkan potensi daerah “, ditetapkan Tujuan Kedua, yaitu : 2) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi potensi daerah dan ekonomi kerakyatan untuk mewujudkan peningkatan pendapatan masyarakat, dengan indikator tujuan : TARGET. Kondisi awal2015. 2016. 2017. 2018. 2019. 2020. 2021. 5,77. 5,5 - 6,5. 5,5 - 6,5. 5,5 - 6,5. 5,5 - 6,5. 5,5 - 6,5. 5,5 - 6,5. 24.220. 26.640. 29.300. 32.230. 35.460. 39.000. 42.900. 3. Inflasi. 1,96. 3,0 – 4,0. 3,0 – 4,0. 3,0 – 4,0. 3,0 – 4,0. 3,0 – 4,0. 3,0 – 4,0. 4. Indek gini. 0,267. 0,267-0,265 0,266-0,264 0,265-0,263 0,264-0,262 0,263-0,261 0,262-0,260. LKj IP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB II - 37. NO. INDIKATOR KINERJA. 1. Prosentase ekonomi. pertumbuhan. 2. PDRB per Kapita (1/1000) ADHB.
(49) Tujuan Kedua ini selanjutnya akan dijabarkan dalam sasaran-sasaran yang tergabung dalam 6 (enam) urusan yaitu Koperasi dan Usaha Menengah, Penanaman Modal, Perikanan, Pariwisata, Pertanian, Perdagangan, dan Perindustrian. Untuk melaksanakan dan mewujudkan Misi Ketiga “ Memantapkan sarana dan prasarana dasar dengan menjaga kelestarian lingkungan “, ditetapkan Tujuan Ketiga, yaitu : 3) Mewujudkan infrastruktur yang mampu mendukung peningkatan aktifitas sosial. dan. ekonomi. masyarakat. Kabupaten. Lamongan. dengan. memperhatikan kelestarian lingkungan, dengan indikator tujuan : NO. INDIKATOR KINERJA. TARGET. Kondisi awal 2015. 2016. 2017. 2018. 2019. 2020. 2021. 0. 65,6. 66,93. 67,68. 68,44. 68,99. 70. 60,04. 60,35. 60,65. 60,95. 61,25. 61,56. 61,86. 1. Indeks Kinerja Infrastruktur 2. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup. Tujuan Ketiga ini selanjutnya akan dijabarkan dalam sasaran-sasaran yang tergabung dalam 5 (lima) urusan yaitu Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan. Rakyat. dan. Kawasan. Permukiman,. Lingkungan. Hidup,. Perhubungan, Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat. Untuk melaksanakan dan mewujudkan Misi Keempat “Mewujudkan reformasi birokrasi bagi pemenuhan pelayanan publik “, ditetapkan Tujuan Keempat, yaitu :. LKj IP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB II - 38.
(50) 4) Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel untuk peningkatan pelayanan publik, dengan indikator tujuan : TARGET. Kondisi awal 2015. 2016. 2017. 2018. 2019. 2020. 2021. WDP. WDP. WDP. WDP. WTP. WTP. WTP. 2. Nilai LPPD. -. Sangat Tinggi. Sangat Tinggi. Sangat Tinggi. Sangat Tinggi. Sangat Tinggi. Sangat Tinggi. 3. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). B. B. B. B. B. B. B. NO. INDIKATOR KINERJA. 1. Nilai opini BPK “ WTP “. Tujuan Keempat ini selanjutnya dijabarkan dalam sasaran-sasaran yang tergabung dalam 8 (delapan) Urusan diluar Urusan Wajib yaitu Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Penanaman Modal, Komunikasi dan Informatika, Kearsipan, Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan, Keuangan, Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan, Inspektorat, Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD dan Kecamatan. Untuk melaksanakan dan mewujudkan Misi Kelima “ Memantapkan kehidupan masyarakat yang tentram dan damai dengan menjunjung tinggi budaya lokal “, ditetapkan Tujuan Kelima, yaitu : 5) Mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang aman, tenteram dan damai berdasarkan. nilai-nilai. agama. dan. hukum. melalui. pemberdayaan. masyarakat, pengurangan kemiskinan dan penggangguran, dengan indikator tujuan :. LKj IP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB II - 39.
(51) NO. INDIKATOR KINERJA. Kondisi awal 2015. 2016. 2017. TARGET. 2018. 2019. 2020. 2021. 1. Prosentase Tingkat kemiskinan. 15,18. 14,76-14,32 14,34-13,45 13,92-12,59 13,49-11,73 13,07-10,86 12,65-10,00. 2. Prosentase Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). 4,1. 3,73 - 3,55 3,68 - 3,46 3,64 - 3,37 3,60 - 3,28 3,56 - 3,18 3,45 - 3,00. 3. Prosentase Konflik sosial yang 100 % ditangani. 100 %. 100 %. 100 %. 100 %. 100 %. 100 %. Tujuan Kelima ini selanjutnya dijabarkan dalam sasaran-sasaran yang tergabung dalam 8 (delapan) Urusan Wajib yaitu Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat, Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Pangan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepemudaan dan Olahraga serta Kebudayaan.. 4. SASARAN DAN INDIKATOR SASARAN Sasaran pembangunan daerah merupakan suatu kondisi yang ingin dicapai dalam jangka pendek ( 1 tahun ). Sasaran adalah penjabaran dari Tujuan yang telah ditetapkan. Sasaran merupakan upaya-upaya khusus untuk melaksanakan serangkaian tindakan dalam mencapai tujuan. Disamping itu, sasaran juga merupakan bagian integral dalam proses perencanaan strategik Pemerintah. Sasaran pembangunan daerah yang ingin dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan selama kurun waktu jangka menengah lima tahun sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dapat dikelompokkan menurut urusan pemerintahan sesuai kewenangan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada Daerah.. LKj IP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB II - 40.
(52) Untuk mewujudkan Misi Pertama dan Tujuan Pertama “ Meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan yang merata serta berdaya saing “, dijabarkan dalam 3 (tiga) Sasaran dengan indikator Sasaran sebagai berikut : 1. Sasaran Pertama, Meningkatnya aksesbilitas masyarakat terhadap pelayanan pendidikan yang didukung tenaga pendidik berkualitas dengan sarana prasarana yang memadai, dengan indikator pendukung : a. Indeks Pendidikan b. Prosentase sekolah terakreditasi minimal B - SD / MI - SMP / MTs c. Prosentase Angka Melek Huruf ( AMH ) 2. Sasaran Kedua, Meningkatnya fungsi perpustakaan sebagai sarana pendukung budaya literasi guna meningkatkan kecerdasan masyarakat, dengan indikator pendukung : a. Prosentase Pertumbuhan Kunjungan Perpustakaan b. IMK Perpustakaan. 3. Sasaran Ketiga, Meningkatnya aksesibilitas masyarakat terhadap layanan kesehatan yang didukung tenaga kesehatan yang profesional dan sarana prasarana yang memadai, dengan indikator pendukung : a. Indeks Kesehatan. LKj IP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB II - 41.
(53) b. Akreditasi Puskesmas c. Nilai Akreditasi Rumah Sakit dr. Soegiri d. Nilai Akreditasi Rumah Sakit Ngimbang. Untuk mencapai Tujuan Kedua “Meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi potensi daerah dan ekonomi kerakyatan untuk mewujudkan. peningkatan. pendapatan. masyarakat“,. dijabarkan. dalam. 8 ( delapan ) Sasaran dengan indikator Sasaran sebagai berikut : 1. Sasaran Pertama, Meningkatnya kinerja pertanian terutama produksi padi, palawija, holtikultura dan perkebunan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, dengan indikator : a. Nilai Tukar Petani b. Pertumbuhan sub lapangan usaha pertanian. 2. Sasaran Kedua, Meningkatnya kinerja peternakan didukung peningkatan produksi hasil peternakan dan konsumsi masyarakat, dengan indikator : a. Prosentase Pertumbuhan sub sektor peternakan b. Prosentase Peningkatan konsumsi protein hewani. 3. Sasaran Ketiga, Meningkatnya kinerja perikanan didukung peningkatan produksi perikanan, pemberdayaan masyarakat pesisir / pembudidaya, dengan indikator Prosentase pertumbuhan sub sektor perikanan.. LKj IP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB II - 42.
(54) 4. Sasaran Keempat, Meningkatnya kinerja perindustrian yang berdayasaing ditingkat nasional maupun internasional, dengan indikator Prosentase Pertumbuhan sektor industri pengolahan. 5. Sasaran Kelima, Meningkatnya kinerja perdagangan didukung oleh peningkatan sarana perdagangan dan perlindungan konsumen, dengan indikator Prosentase Pertumbuhan lapangan usaha perdagangan besar dan eceran. 6. Sasaran Keenam, Berkembangnya koperasi dan usaha mikro yang didukung peningkatan kompetensi SDM dan wirausaha baru di berbagai sektor, dengan indikator : a. Prosentase koperasi berkualitas b. Prosentase usaha kecil terhadap usaha mikro dan kecil. 7. Sasaran Ketujuh, Meningkatnya realisasi investasi untuk optimalisasi potensi daerah dengan didukung peningkatan pelayanan perijinan dan promosi investasi, dengan indikator : a. Prosentase Peningkatan realisasi investasi b. Prosentase Peningkatan jumlah investor. 8. Sasaran Kedelapan, Meningkatnya kunjungan wisata dengan didukung berkembangannya destinasi wisata, dengan indikator : a. Prosentase Peningkatan PAD sektor pariwisata b. Prosentase Peningkatan kunjungan wisata.. LKj IP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB II - 43.
(55) Untuk mencapai Tujuan Ketiga “ Mewujudkan infrastruktur yang mampu mendukung peningkatan aktifitas sosial dan ekonomi masyarakat Kabupaten Lamongan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan “, dijabarkan dalam 6 ( enam ) Sasaran dengan indikator Sasaran sebagai berikut : 1. Sasaran Pertama, Terwujudnya peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana jalan, pengairan serta perhubungan, dengan indikator : a. Prosentase Kemantapan infrastruktur jalan b. Prosentase Kemantapan jembatan c. Prosentase Kemantapan air baku d. Prosentase Kendaraan yang uji berkala. 2. Sasaran Kedua, Terwujudnya tata ruang dengan skenario aman dan nyaman untuk masyarakat, dengan indikator Prosentase Pertumbuhan Pusat Kegiatan Lokal yang diprioritaskan ( PKLp ). 3. Sasaran Ketiga, Terwujudnya peningkatan akses masyarakat terhadap permukiman sehat, dengan indikator : a. Prosentase Rumah Tangga Sehat b. Prosentase Penanganan Pemukiman Kumuh c. Prosentase Kemantapan jalan dan drainase lingkungan d. Prosentase Luas Ruang Terbuka Hijau ( RTH ). 4. Sasaran Keempat, Terwujudnya peningkatan kualitas dan konservasi Lingkungan, dengan indikator :. LKj IP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB II - 44.
(56) a. Indeks Pencemaran Air ( IPA ) b. Indeks Pencemaran Udara ( IPU ). 5. Sasaran Kelima, Terwujudnya pengendalian bencana kebakaran, dengan indikator Prosentase Penanganan kejadian kebakaran. 6. Sasaran Keenam, Terwujudnya pengendalian bencana alam, dengan indikator Prosentase Desa Tangguh Bencana. Untuk mencapai Tujuan Keempat, “Mewujudkan reformasi birokrasi bagi pemenuhan pelayanan publik”, dijabarkan dalam 13 (tiga belas) Sasaran dengan indikator Sasaran sebagai berikut : 1. Sasaran Pertama, Terwujudnya perencanaan, pengendalian dan evaluasi program/kegiatan pembangunan yang berkualitas, dengan indikator : a. Prosentase kesesuaian program tahunan dengan program RPJMD b. Prosentase usulan dari Kecamatan yang diakomodir di RKPD. 2. Sasaran Kedua, Meningkatnya penelitian dan pengembangan untuk mendukung perencanaan pembangunan dan pengembangan inovasi daerah, dengan indikator : a. Prosentase Penelitian dan kajian yang ditindaklanjuti b. Prosentase Inovasi pembangunan daerah. 3. Sasaran Ketiga, Meningkatnya kinerja pengelolaan keuangan dan penataan usahaan asset secara tertib, akuntabel dan transparan, dengan indikator Prosentase Realisasi belanja daerah.. LKj IP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB II - 45.
(57) 4. Sasaran Keempat, Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk menuju kemandirian fiskal untuk mendukung pembangunan daerah, dengan indikator : a. Prosentase Peningkatan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) b. Prosentase Penerimaan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ). 5. Sasaran Kelima, Meningkatnya kualitas dan kapasitas birokrat Pemerintah Daerah dalam rangka mewujudkan tatakelola pemerintah yang baik, dengan indikator Prosentase Aparatur Sipil Negara ( ASN ). 6. Sasaran Keenam, Meningkatnya akuntabilitas kinerja dan keuangan perangkat daerah, dengan indikator : a. Prosentase Tindak lanjut hasil temuan b. Nilai Predikat Penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Daerah. 7. Sasaran Ketujuh, Meningkatnya peran DPRD sesuai dengan fungsinya, dengan indikator Prosentase Jumlah naskah PERDA inisiatif DPRD. 8. Sasaran Kedelapan, Meningkatnya pengelolaan arsip pemerintah daerah yang tertib, rapi dan andal, dengan indikator Prosentase Perangkat Daerah ( PD ) yang mengelola arsip secara tertib, rapi dan andal. 9. Sasaran Kesembilan, Meningkatnya tertib administrasi kependudukan dan peningkatan kualitas layanan kependudukan, dengan indikator : a. IKM layanan penduk Capil b. Prosentase kepemilikan e-KTP. LKj IP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB II - 46.
(58) 10. Sasaran Kesepuluh, Meningkatnya pelayanan perijinan untuk mendukung peningkatan penanaman modal, dengan indikator : a. IKM Layanan perijinan b. Prosentase Ijin yang diterbitkan. 11. Sasaran Kesebelas, Terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang berkualitas dengan didukung birokrasi yang efektif dan efesien serta mampu memberikan pelayanan publik yang lebih baik, dengan indikator Prosentase Peningkatan kebijakan yang dirumuskan. 12. Sasaran Keduabelas, Terwujudnya Sistem Informasi dan Komunikasi yang Mantap untuk Mendukung Pelayanan Publik, dengan indikator. Prosentase. Penerapan e-Gov. 13. Sasaran Ketigabelas, Meningkatnya IKM Kecamatan, dengan indikator IKM Layanan Kecamatan. Untuk mencapai Tujuan Kelima, “Mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang aman, tenteram dan damai berdasarkan nilai-nilai agama dan hukum melalui. pemberdayaan. masyarakat,. pengurangan. kemiskinan. dan. penggangguran”, dijabarkan dalam 12 (dua belas) Sasaran dengan indikator Sasaran sebagai berikut : 1. Sasaran Pertama, Meningkatnya pelayanan sosial dalam upaya penurunan PMKS, dengan indikator Prosentase PMKS yang tertangani.. LKj IP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB II - 47.
(59) 2. Sasaran Kedua, Meningkatnya ketersediaan dan keragaman pangan masyarakat, dengan indikator Skore Pola Pangan harapan. 3. Sasaran Ketiga, Meningkatnya jumlah transmigran yang berhasil, dengan indikator Prosentase Jumlah transmigran yang berhasil. 4. Sasaran Keempat, Meningkatnya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, dengan indikator Indeks Pembangunan gender. 5. Sasaran Kelima, Meningkatnya pelaksanaan Keluarga Berencana (KB), dengan indikator : a. Prosentase Laju Pertumbuhan penduduk b. Prosentase Jumlah Kampung KB. 6. Sasaran Keenam, Meningkatnya peran masyarakat dan lembaga dalam pembangunan Desa, dengan indikator Prosentase Desa Cepat Berkembang (Permendagri No. 81 Tahun 2015). 7. Sasaran Ketujuh, Meningkatnya prestasi pemuda dan olahraga berkualitas dengan sarana prasarana memadai, dengan indikator : a. Prosentase Peningkatan pemuda berprestasi b. Prosentase Peningkatan prestasi olahraga di berbagai event. 8. Sasaran Kedelapan, Meningkatnya pengembangan seni dan budaya daerah, dengan indikator : a. Prosentase Seni dan budaya lokal yang dilestarikan b. Prosentase Benda / situs Cagar Budaya yang ditetapkan.. LKj IP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB II - 48.
(60) 9. Sasaran Kesembilan, Meningkatnya pencari kerja yang ditempatkan, dengan indikator Prosentase Pencari kerja yang ditempatkan. 10. Sasaran Kespuluh, Meningkatnya harmoni sosial dan wawasan kebangsaan, dengan indikator Prosentase Konflik sosial yang ditangani. 11. Sasaran Kesebelas, Meningkatnya ketertiban masyarakat / masyarakat taat hukum, dengan indikator : a. Jumlah Penurunan pelanggaran PERDA b. Prosentase Pelanggaran PERDA yang terselesaikan. 12. Sasaran Keduabelas, Peningkatan kesadaran politik masyarakat, dengan indikator : a. Prosentase Ormas, orpol dan LSM yang terdaftar b. Prosentase Partisipasi masyarakat dalam mengikuti pemilihan Presiden dan Pemilihan DPD/DPR/DPRD c. Prosentase Partisipasi masyarakat dalam mengikuti Pemilihan Gubernur d. Prosentase Partisipasi masyarakat dalam mengikuti Pemilihan Bupati. Adapun rumusan Tujuan, Sasaran, Indikator Kinerja Sasaran serta Strategi Kebijakan pencapaian Misi secara rinci dijabarkan dalam Lampiran Matriks RPJMD Kabupaten Lamongan Tahun 2016 - 2021.. LKj IP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB II - 49.
(61) B. RENCANA KINERJA TAHUN 2017 Rencana Kinerja Tahun 2017 tidak lain adalah Rencana Kerja Pembangunan Daerah ( RKPD ) Kabupaten Lamongan Tahun 2017, adalah penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) Kabupaten Lamongan Tahun 2016-2021. Rencana kinerja yang ditetapkan tersebut merupakan rencana capaian kinerja tahunan untuk seluruh indikator kinerja. pada tingkat sasaran, yang merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten. Lamongan untuk mewujudkan realisasi kinerjanya dalam tahun 2017. Komitmen kami pada tahun 2017 ini, adalah dengan mewujudkan seluruh sasaran beserta pencapaian indikator. kinerja. dan. target. sesuai. dokumen. RPJMD. 2016-2021. tersebut,. yang diupayakan melalui pelaksanaan kebijakan, program serta kegiatan yang digambarkan pada target rencana capaian indikator kinerja Sasaran dan diuraikan keselarasannya dengan Misi dan Tujuan sebagai berikut :. Misi 1. Tujuan 1 : Meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan yang merata serta berdaya saing.. Sasaran 1, menggambarkan target indikator kinerja penyelenggaraan Urusan Pendidikan, yaitu :. LKj IP Kabupaten Lamongan Tahun 2017. BAB II - 50.
Dokumen terkait
diketahui bahwa responden yang memiliki status gizi kurus lebih besar pada responden dengan aktifitas fisik resiko rendah berjumlah 17 orang (44,7%) sedangkan
Penelitian ini bertujuan untuk ,menganalisis pengaruh Return On Asset, Earning Per Share, Net Profit Margin dan Market Value Added terhadap Harga Saham pada
Puisi lama merupakan puisi yang terikat oleh syarat-syarat, seperti jumlah larik dalam setiap bait, jumlah suku kata dalam setiap larik, pola rima dan irama, serta muatan setiap
Pada tata letak alternatif satu tanpa duplikasi target produksi maksimum yang dapat dicapai adalah sebesar 200 unit untuk kedua jenis produk utama per tahun, sedangkan jika
Dukungan terhadap Hipotesa 6 dan Hipotesa 7 membuktikan bahwa kepercayaan dan Saling Ketergantungan merupakan faktor utama dalam menciptakan proses yang mengarah pada
Bahwa terhadap berbagai kecurangan serta pelanggaran sebagaimana diuraikan oleh Pemohon tersebut di atas, serta guna untuk menjamin hak konstitusional Pemohon (Perseorangan),
Dapat di jelaskan bahwa dari gambar 4.5 dengan menggunakan metode Gantt Chart pembangunan proyek perumahan Zahra Residence Kediri untuk aktivitas yang di
Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) adalah suatu sistem pengelolaan sumberdaya hutan yang dilakukan bersama oleh Perum Perhutani dan masyarakat desa