Konsep Ahli Waris Pengganti Dalam Hukum Kewarisan Islam dan Implementasinya Dalam Hukum Adat dan Kompilasi Hukum Islam
Teks penuh
Dokumen terkait
“ KEDUDUKAN AHLI WARIS PENGGANTI (MAWALI) MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM ” ini dapat diselesaikan dengan baik dan lancar. Penulis menyadari bahwa tanpa bimbingan, dorongan
Hasil studi dan penelitian mengenai Rekonstruksi Hukum Konsep Ahli Waris Pengganti Dalam Kompilasi Hukum Islam Di Pengadilan Agama Simalungun Pada Putusan
Menurut ketentuan dalam pasal 185 Kompilasi Hukum Islam, ahli waris yang meninggal lebih dahulu daripada pewaris, maka kedudukannya dapat digantikan oleh anaknya dengan
Yang dimaksud dengan diskriminatif adalah bahwa yang dapat menjadi ahli waris hanya terbatas pada cucu yang berasal dari anak laki-laki, cucu yang berasal dari anak
Dari hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa sistem ahli waris pengganti dalam kedua hukum kewarisan, hukum kewarisan Islam dan hukum kewarisan KUH
Ahli waris dari hubungan perkawinan tersebut, kompilasi hukum islam (KHI) pasal 174 (1) huruf b memberikan rincian, bahwa yang termasuk dalam kelompok ini adalah duda
ahli waris mewarisi secara individu, sistem kewarisan kelompok dimana para ahli waris secara kolektif bersama-sama mewarisi harta peninggalan yang tidak dapat dibagi-bagi kepemilikannya
SIMPULAN Dapat disimpulkan berkaitan dengan ahli waris pengganti dalam Kompilasi Hukum Islam dan KUH Perdata yakni Sistem ahli waris pengganti menurut hukum kewarisan Islam dan hukum