• Tidak ada hasil yang ditemukan

OPTIMASI SUHU DAN pH MEDIA PERTUMBUHAN BAKTERI PELARUT FOSFAT DARI ISOLAT BAKTERI TERMOFILIK PASCA ERUPSI MERAPI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "OPTIMASI SUHU DAN pH MEDIA PERTUMBUHAN BAKTERI PELARUT FOSFAT DARI ISOLAT BAKTERI TERMOFILIK PASCA ERUPSI MERAPI"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 37. Dokumentasi Gambar Proses Peremajaan  Isolat Bakteri Termofilik pada Media NA miring (D75,
Gambar 39. Dokumentasi Gambar Proses Pembuatan  Starter Isolat D75, D92, dan D110a pada Media NB
Gambar 41. Dokumentasi Gambar Isolat Bakteri  Termofilik Yang Tumbuh pada Media Pikovskaya
Gambar 43. Dokumentasi Gambar Pengukuran  Pertumbuhan Bakteri (OD)

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini akan dilakukan uji untuk mengetahui resistensi bakteri termofilik terhadap logam tembaga (Cu), kadmium (Cd), dan timbal (Pb) pada berbagai konsentrasi.

Berdasarkan hasil penelitian potensi antibiotik yang dihasilkan oleh isolat Actinomycetes dari material vulkanik Gunung Merapi erupsi tahun 2010 terhadap pertumbuhan bakteri

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh lama inkubasi dan jenis isolat bakteri termofilik terhadap aktivitas antimikroba cell free extract bakteri

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isolate bakteri termofilik pasca erupsi Merapi 2010 yang dapat hidup pada suhu 55 ºC memiliki kemampuan mereduksi logam

Berdasarkan indeks similaritas antar isolat dan konstruksi dendogram, diketahui bahwa lima isolat bakteri termofilik penghasil enzim protease terpilih mempunyai

Hasil penelitian menunjukkan isolat D75 tumbuh optimal dalam media dengan sumber fosfat anorganik berupa trikalsium fosfat dengan nilai OD 1,653 inkubasi selama 39 jam, isolat D92

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan dua variabel yaitu 3 jenis isolat terdiri atas D75, D92, dan D110a termasuk genus Oscillospira dan 4 jenis media fosfat

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui tujuh isolat bakteri termofilik yang mampu menghasilkan enzim amilase, (2) karakter fenotipik dan genus isolat