PADA MATERI PENJUMLAHAN DUA DIGIT DENGAN DUA DIGIT UNTUK
SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR NEGERI CIHUNI II, KELAPA DUA,
TANGERANG
Wiwik Wiyanti1), Nur Safitri Wakhyuningsih2)
, Program Studi Pendidikan Matematika STK)P SURYA
e‐mail: [email protected]
ABSTRAK
Setiap tahun ajaran baru, di SDN Cihuni masih ditemukan siswa baru yang tanpa melalui Taman Kanak‐ kanak TK . (al ini mengakibatkan, ketika proses kegiatan belajar mengajar dimulai, masih banyak siswa yang belum mengerti tentang materi yang disampaikan oleh guru kelas. Siswa kelas belum bisa menjawab soal yang diberikan, misalkan ditulis …, , , , . Siswa masih bertanya apa yang harus dilakukan kepada guru kelas. Dari permasalahan tersebut, peneliti menggunakan Matematika GAS)NG Gampang, ASy)k, menyenaNGkan untuk pembelajaran di SDN Cihuni . Proses belajar dengan Matematika GAS)NG yaitu berawal dari sesuatu hal yang konkret, diarahkan ke simbol‐simbol abstrak dan mencongak sebagai bentuk evaluasi. Dalam penelitian ini, digunakan dua kelas yang sudah ada sebagai sampel yaitu kelas A sebagai kelas eksperimen dan kelas B sebagai kelas control. Dari hasil post test dua kelas ini dianalisa nilai rata‐rata post testnya. Dengan menggunakan Uji U Mann Whitney diperoleh hasil bahwa ada perbedaan rata‐rata nilai post test kelas eksperimen dengan control. Dengan kata lain, pembelajaran dengan Matematika GAS)NG dapat dipertimbangkan untuk digunakan sebagai alternatif guru dalam mengajar kelas SDN Cihuni .
Kata kunci: Eksperimen , Control, Matematika GASING, UMann Whitney
ABSTRACT
Every new year of academic, in “SDN Cihuni found new students without Kindergarten process. This causes when learning process begin, there were still many students who didn’t understand the material present by class teacher. Students in first level couldn’t answer the questions given, for example 11 is written …, 6 , , , . Students were still asked their class teacher what should they do. Cause this problem, researchers used GASING math (Gampang AsyIk menyenaNGkan) for learning in SDN Cihuni . Mathematics learning process with GASING math started from something that is concrete, directed to the abstract symbols and “mencongak” as a form of evaluation. In this research used two class for samples, 1A class used as experiment class and 1B control class. From post test result 1A and 1B would analyzed. Used MannWhitney U test, there are difference post test mean of experiment and control class. In other words, learning with GASING math can be using as an alternative to considered for teaching 1st grade students in SDN Cihuni .
Keywords: Experiment, control, GASING Math, UMann Whitney.
PENDAHULUAN
Pendidikan Taman Kanak‐kanak merupakan salah satu bentuk pendidikan pra sekolah yang terdapat di jalur pendidikan sekolah PP No. Tahun . Sebagai lembaga pendidikan pra‐sekolah, tugas utama Taman Kanak‐kanak TK adalah mempersiapkan anak dengan memperkenalkan berbagai pengetahuan, sikap perilaku, keterampilan dan intelektual agar dapat melakukan adaptasi dengan kegiatan belajar yang akan dihadapi
Wiyanti, Wakhyuningsih
Program Studi Pendidikan Matematika STK)P SURYA
bagaimana cara mengerjakan soal matematika yang diberikan.
Pada saat siswa duduk dibangku kelas , mengenal bilangan dan operasi penjumlahan merupakan dasar dari pengetahuan dasar dari Matematika untuk mempelajari Matematika secara lebih lanjut NCTM, . Akan tetapi, dalam kasus siswa kelas SDN Cihuni lebih banyak siswa yang belum mampu mengerjakan soal penjumlahan secara mandiri berdasarkan observasi dan wawancara guru kelas . (al tersebut diakibatkan karena siswa belum belajar secara bermakna, hal ini dapat diperkuat dalam
Jensen, yaitu kebermaknaan pembelajaran tidak akan tercapai jika pembelajaran tidak memiliki makna yang mendalam, tidak menyentuh ke dalam hati dan pribadi siswa.
Kebermaknaan pembelajaran akan dapat tercipta apabila pembelajaran matematika dilakukan secara menyenangkan. Akan lebih lengkap lagi apabila disajikan secara menarik dan bermakna. Surya dan Moss, menyatakan, tidak ada anak yang tidak bisa belajar matematika, yang ada hanyalah anak yang belum mempunyai kesempatan untuk belajar matematika dengan cara yang menyenangkan dan bermakna. Salah satu cara belajar yang menyenangkan dan menarik telah diciptakan oleh Prof.Yohanes Surya yang diberi nama Matematika GAS)NG.
Pembelajaran dengan Metode GAS)NG telah diterapkan di daerah Papua, dengan subyek penelitian adalah anak‐anak papua. Surya dan Moss, , Pembelajaran dengan Matematika GAS)NG diawali dari pengenalan bilangan, kemudian operasi bilangan. Surya dan Moss, , hasil penelitian yang telah dilakukan, Surya mampu membina dan mengantarkan siswa didiknya menjadi juara‐juara olimpiade ditingkat nasional maupun internasional. Surya dan Moss, , dengan Matematika GAS)NG membantu siswa untuk belajar lebih mudah, apapun latar belakangnya.
Karena latar belakang inilah, penulis mencoba menerapkan pembelajaran dengan Matematika GAS)NG untuk materi penjumlahan dua digit dengan dua digit untuk siswa kelas SDN Cihuni .
Dalam penelitian ini, peneliti mengambil dua kelas sebagai sampel penelitian, kelas A sebagai kelas eksperimen yang proses pembelajarannya dengan Matematika GAS)NG, dan kelas B digunakan sebagai kelas control yang mana proses pembelajarannya secara konvensional yang diajar oleh Guru kelas.
Dari hal tersebut di atas, akan dianalisa apakah ada perbedaan rata‐rata nilai post test kelas A yang selama proses pembelajarannya dengan Matematika GAS)NG dan B yang selama proses pembelajarannya dengan Metode konvensional.
RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada perbedaan rata‐rata nilai post test, kelas A eksperimen yang selama proses pembelajaran sampai materi penjumlahan bilangan dua angka dengan dua angka menggunakan matematika GAS)NG dengan B
control yang secara konvensional.
TEORI DASAR
1. Matematika GASING
Matematika GAS)NG GAmpang aSy)k menyenaNGkan adalah suatu cara belajar matematika secara gampang, asyik dan menyenangkan yang dilakukan secara langkah demi langkah untuk memperoleh suatu capaian atau hasil. Selama proses pembelajaran, siswa dikenalkan dengan benda‐benda konkret diarahkan ke simbol‐simbol abstrak, dan kemudian mencongak sebagai bentuk dari evaluasi. Shanty dan Wijaya, mendeskripsikan matematika GAS)NG sebagai proses pembelajaran yang membuat siswa belajar secara easy, fun and enjoyable. Gampang easy dapat diartikan ketika siswa belajar, siswa dikenalkan dengan logika matematika yang mudah dipelajari dan diingat, asyik fun berarti selama proses pembelajaran siswa mempunyai keinginan untuk belajar tanpa adanya paksaan, menyenangkan dapat diartikan adanya kepuasan dalam proses belajar karena penggunaan alat peraga dan permainan. Surya dan Moss, , Math GASING method shows how to change a concrete sample into an abstract symbol so the students will be able to read a mathematical pattern, thus gain the conclusion by themselves.
hasilnya
Lan GAS)NG m siswa har mengenal kedua, sisw hasilnya mengenal siswa ma hasilnya dengan du dengan,
Gambar .
Sela menunjuk
menggun jempol da dengan ja untuk bila mahir.
Dala salak seba biji salak Menunjuk siswa liha
kurang da dan sebagai ngkah untuk materi penjum
rus melewat bilangan wa harus men
‐ , kemud bilangan ‐ ampu menghi ‐ . Diskrip ang telah dijel bar .
. Diskripsi titik kritis
rasi Penjum tuk dapat m ua digit, Sur
ngenal Bilang
tuk menguas engan mengaja
ni satu, ini satu
Contoh m dengan jari. anjutnya pak kan berbagai nakan jari telu n jari telunjuk ari jempol d angan , , dan
am penelitian agai media bel
dan diikuti kan buah at gambar .
ri , mis inya.
mencapai mlahan ada ti tangga pe
‐ . Selanjut nguasai penju
ian tangga k ‐ , dan tang itung penjum psi dari langka askan di atas
tangga untu GAS)NG.
mlahan menjumlahkan
rya, , d
gan 110
sai teknik arkan dahulu
u, ini dua, ini d
engenal nila
kai kedua ta nilai, misalka unjuk dan jar k atau dengan dan seterusny n sampai m
n ini juga dig ajar. Menunju
siswa lihat salak kemu
salnya saja
titik kritis poin, yaitu rtama yaitu tnya tangga mlahan yang ketiga siswa gga keempat mlahan yang ah titik kritis dapat dilihat
uk mencapai
n dua digit apat diawali
menghitung, jumlah jari.
dua.
ai bilangan
angan untuk n untuk nilai ri tengah, jari n jari jempol ya. Lakukan ereka sangat
gunakan biji ukkan buah gambar . udian diikuti
siswa d lagu pa jadi sep lagi biji ambil s
CIHUNI II,
Kalau saya p h berapa s
unakan biji sa + , + . Da juga dengan pada gambar
r . Diskripsi ‐ denga terusnya. Pada langkah
pasangan diminta untu asangan de
becak‐becak
Semua
jumla
SS DD TT EE
n mengguna butkan, kalau puluh biji sala
salaknya?. Lih
r . Diskripsi menggun Setelah pasa
tkan dengan p Mengenal Bila Sekarang mas
ngkah ini guru ak. Guru men
menghitung satu kotak lag
KELAPA DUA
mengenal menggunakan n 2 Bilangan
punya biji ama dengan alak ditunjukk k mengikuti engan irama y
ah sepuluh
E LL
akan biji ibu punya du ak, berarti di hat gambar .
belajar pasan nakan biji salak
angan poin . .
angan 1119 suk ke anak u mengambil ngatakan ini
satu per sa gi dan guru m
A, TANGERAN
nilai bilanga biji salak. yang hasilny
salak, berap n ? Denga kan bahwa i
a sampai mah an jari tanga
an dua bilanga tangan.
uga dikenalka enggunakan ja dan bernyan yang digunaka
salak, gu a biji salak, bi itambah berap
ngan denga k.
mahir, ba
.
tangga ketig kertas dan bu sepuluh sisw atu . Kemudia mengatakan i
Wiyanti, Wakhyuningsih
Program Studi Pendidikan Matematika STK)P SURYA
ditulis . Untuk mengenal bilangan sampai dengan caranya sama.
Dalam penelitian ini juga bisa memanfaat biji salak, guru mengambil kantong plastik isi biji salak dan mengatakan kepada siswa ini sepuluh, kemudian guru mengambil biji salak lagi dan mengatakan kepada siswa ini satu, setelah didekatkan guru mengatakan ini sebelas. Guru mengatakan sebelas ditulis .
Setelah dikenalkan melalui benda, kemudian guru membuat poster dengan tulisan angka sampai . Sambil menunjukkan bilangan tersebut sekaligus menyebut nama bilangan tersebut. Kemudian minta siswa untuk mengulangi bilangan yang disebutkan oleh Guru. (al ini dilakukan berulang‐ulang sampai siswa dapat menyebut secara sempurna semua bilangan‐bilangan tersebut.
Contoh:
Guru menulis angka sampai dengan di papan tulis. Sambil menunjuk bilangan tersebut guru menyebut nama bilangan yang ditunjuk kemudian meminta siswa untuk mengulangi apa yang disebutkan guru.
2.4. Penjumlahan 2 Bilangan yang Hasilnya antara 1119
Pertama‐tama, siswa diajarkan tambah, yaitu , , , … dan seterusnya. Selanjutnya, siswa menjumlahkan bilangan yang hasilnya antara sampai .
Contoh:
Menunjukkan kantong plastik berisi biji salak kemudian ditambah biji salak. Siswa diminta menghitung dan memperoleh hasilnya . Dan seterusnya, sampai mahir. Kemudian lakukan secara cepat untuk ;
dan seterusnya. )lustrasi pada gambar .
Gambar . Diskripsi penjumlahan bilangan
dengan bilangan angka
Selanjutnya, penjumlahan dengan yaitu + , + , + , + , + , + , + , + . Dalam melakukan penjumlahan dengan , misalkan + , siswa diingatkan ditambah berapa yang hasilnya pasangan , jawabnnya adalah , sehingga + = , karena siswa telah lancar pasangan dan tambah maka siswa diharapkan lebih cepat memahami konsep ini. Kemudian dilanjutkan sampai + . Penjumlahan dengan , yaitu + ,
+ , + , + , + , + , + .
Contoh:
Dalam penelitian ini, guru dan siswa berdialog, coba perhatikan, ibu punya biji salak. )bu tambah lagi biji salak. Sekarang, berapa banyak biji salak yang ibu punya?. Pada titik ini, guru mengatakan kepada siswa masih ingat tidak ditambah berapa sama dengan sepuluh? Siswa menjawah . Dari sini guru kemudian memindahkan biji salak dari biji salak ke kumpulan dan memasukkannya ke dalam kantong plastik. Guru bertanya kepada siswa, berapa banyak biji salak yang ibu punya? siswa menjawab . Dan hal ini dilakukan berulang‐ ulang dengan siswa sebagai pelaksananya.
(al ini bisa juga dikerjakan dengan permainan jari tangan, misalnya ditambah . Guru mengatakan diingat di kepala, dan ada jari. Guru mengingatkan, tambah berapa sama dengan , siswa menjawab . Siswa melipat jari, sekarang yang diingat dikepala dan dijari ada . Diperoleh dengan yaitu . (al ini dilakukan secara berulang dengan siswa sebagai pelaksana.
Penjumlahan dengan , konsepnya sama dengan penjumlahan . Misalkan + , siswa diingatkan ditambah berapa yang hasilnya pasangan , jawabannya adalah , sehingga didapatkan + = . Dengan konsep yang sama dilanjutkan untuk penjumlahan dengan , dan .
Contoh:
Dalam penelitian ini, guru lagi‐lagi berdialog dengan siswa, sekarang coba perhatikan, ibu sekarang punya biji salak, ibu tambah lagi biji salak. Berapa biji salak yang ibu punya ya?. Guru mengingatkan kepada siswa, coba masih ingat tidak, ditambah berapa yang hasilnya sama dengan ? Siswa menjawab . Dari sini guru memindahkan biji salak dari kumpulan ke kumpulan dan memasukkannya ke dalam kantong plastik. Kemudian guru bertanya kepada siswa, nah berarti sekarang berapa banyak biji salak yang ibu punya ya? Siswa menjawab . Dan hal ini dilakukan berulang‐ulang dengan siswa sendiri sebagai pelaksana.
CIHUNI II, KELAPA DUA, TANGERANG
Untuk penjumlahan dengan dan juga dengan konsep yang sama.
Titik kritis GAS)NG pada penjumlahan adalah penjumlahan yang hasilnya antara sampai , sehingga sebelum siswa belajar penjumlahan digit dengan digit diusahakan siswa telah melewati titik kritis GAS)NG dengan baik.
2.5. Penjumlahan Bilangan, Dua Angka dengan Satu Angka
Sebelum siswa belajar penjumlahan bilangan dua angka dengan satu angka, siswa mengenal dahulu bilangan sampai dengan . Caranya sama ketika siswa mengenal bilangan sampai dengan . Kemudian siswa belajar penjumlahan bilangan angka dengan angka yang hasil penjumlahan satuannya kurang dari
. Contoh + = . Contoh:
Siswa diminta menunjukkan biji salak sebanyak buah biji salak masuk dalam kantong plastik dan sebanyak biji salak, ditambah biji salak. Siswa menggabungkan biji salak dengan biji salak, diperoleh biji salak maka hasilnya adalah kantong plastik biji salak dan biji salak, yaitu biji salak.
Penjumlahan bilangan digit dengan bilangan digit yang hasil penjumlahan satuannya lebih dari .
Contoh:
Guru berdialog dengan siswa, kalau ibu sekarang punya plastik masing‐masing plastik berisi biji salak dan biji salak, kemudian ibu tambah lagi biji salak. Nah sekarang coba berapa biji salak yang ibu punya?. Siswa diingatkan ditambah berapa biar jadi ? Siswa menjawab , sehingga diperoleh biji salak yang dimasukkan ke dalam kantong plasti dengan biji salak yang ada di luar kantong, sehingga diperoleh kantong plastik dan biji salak, yaitu .
Misalkan, untuk cara penulisannya sebagai berikut,
+
+ = lebih dari sehingga diperoleh angka didapatkan dari yang merupakan puluhan digabungkan dengan puluhan, sehingga puluhannya menjadi + = maka diperoleh hasilnya adalah .
. . Penjumlahan Bilangan 2 Angka dengan Bilangan 2 Angka.
Penjumlahan bilangan digit dengan digit, misalkan:
+
+ = bertambah karena + = lebih dari sehingga puluhannya menjadi dan satuannya diperoleh hasil .
METODE PENELITIAN
Desain penelitian ini adalah Quasi Eksperimen yaitu NonEquivalent Control Group Design, diskripsi dari desain penelitian dapat dilihat pada tabel .
Tabel . Diskripsi NonEquivalent Control Group Pretest posttest design.
Kelas Pre test
tritmen Post tes
Eksperimen
control
Keterangan:
Pre Test atau tes awal, yaitu tes yang diberikan kepada subyek penelitian siswa sebelum dilakukannya tritmen atau perlakuan.
Post Test atau tes akhir, yaitu tes yang diberikan kepada subyek penelitian siswa setelah dilakukan tritmen atau perlakuan.
Tritmen yang diberikan kepada subyek penelitian siswa dengan menggunakan Matematika GAS)NG.
Tritmen yang diberikan kepada subyek penelitian siswa dengan menggunakan metode konvensional.
Analisa data penelitian ini dengan menggunakan statistika non parametrik, hal ini dikarenakan syarat‐syarat untuk menggunakan statistika parametrik tidak dipenuhi, salah satunya adalah jumlah sampel kurang dari . Dan oleh karena sampel yang digunakan bersifat independen. Uji non parametrik yang digunakan adalah UMann Whitney.
Jangka waktu untuk meneliti adalah dua minggu, dimulai dari Februari dan
Wiyanti, Wakhyuningsih
Program Studi Pendidikan Matematika STK)P SURYA
berakhir tanggal Februari . (ari yang digunakan untuk penelitian disesuaikan dengan ijin dari guru kelas yaitu minggu pertama dimulai dari hari senin, Februari untuk melaksanakan pretest, kemudian mulai penelitian hari kamis, Februari sampai dengan Sabtu Februari dengan waktu yang digunakan adalah mulai jam . W)B sampai dengan . W)B. Selanjutnya minggu kedua dimulai dari Senin Februari sampai dengan Rabu Februari dengan pengambilan waktu . W)B sampai dengan . W)B. Tempat penelitian di SDN Cihuni )), Kelapa Dua, Tangerang
Subyek penelitian sebanyak siswa kelas SDN C)huni )), yang terbagi ke dalam dua kelas yaitu eksperimen dan control, yang mana siswa masuk ke dalam kelas Eksperimen yaitu kelas A dan siswa masuk ke dalam kelas eksperimen dan B sebagai kelas control.
Alur Penelitian dapat dilihat pada gambar .
Gambar . Alur penelitian.
Teknik Analisis data,
1) Uji Validitas Instrumen.
Arikunto, , sebuah instrument penelitian, dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang akan diukur, dan untuk mengetahui validitas dari instrumen penelitian yang dibuat digunakan rumus korelasi product moment,
∑ ∑ ∑
∑ ∑ ∑ ∑
Keterangan,
koefisien korelasi antara variable dan . nilai tiap butir soal.
skor total tiap butir soal.
jumlah siswa yang ikut dalam penelitian 2) Reliabilitas.
Reliabilitas menggambarkan suatu soal atau instrumen yang dibuat oleh peneliti seyogyanya dapat dipercaya atau mampu memberikan hasil yang relatif konsisten dari waktu ke waktu.
Arikunto, , Untuk mengukur reliabilitas digunakan rumus Cronbach Alpha, di mana rumusnya adalah
∑
Keterangan:
koefisien reliabilitas soal atau instrument cronbach alpha
banyaknya soal. ∑ total butir varians
total varians 3) Tingkat kesukaran.
Untuk mengetahui apakah soal yang diujikan dalam kategori soal yang mudah, sedang, atau sulit akan diketahui dengan menggunakan uji kesukaran. Arikunto, , untuk mendapatkan tingkat kesukaran soal yang diujikan dapat dicari dengan,
, Keterangan,
proporsi tingkat kesukaran.
Banyak siswa yang menjawab soal dengan benar.
Jumlah seluruh siswa yang mengikuti tes.
4) Hipotesis.
(ipotesis yang digunakan adalah,
:
:
Keterangan :
( (ipotesis null, yaitu tidak ada perbedaan rata‐ rata sampel dengan sampel . ( (ipotesis alternatif, yaitu ada perbedaan
rata‐rata sampel dengan sampel rata‐rata sampel .
CIHUNI II, KELAPA DUA, TANGERANG
Uji Kesamaan rata‐rata pada penelitian ini menggunakan uji UMann Whitney, di mana rumus umumnya,
.
.
Keterangan,
jumlah sampel kelas control jumlah sampel kelas eksperimen.
jumlah jenjang pada sampel kelas control. jumlah jenjang pada sampel kelas eksperimen.
Kriteria pengambilan keputusan adalah, Tolak jika , , dan terima
.
Terima jika , , dan tolak .
DISKUSI / PEMBAHASAN
Dari analisis data instrument yang diujikan, untuk uji validitas isi Contentrelated evidence of validity dari instrument yang digunakan adalah berdasarkan pertimbangan para ahli, dan secara analisa data statistika diperoleh dari soal yang digunakan untuk pre‐ test dan post‐test, dengan menggunakan korelasi product moment diperoleh dari instrument yang dibuat menunjukkan valid dengan kisaran angka antara , sampai dengan , . Kemudian untuk uji reliabilitas dari instrument, menunjukkan nilai reliabilitas dari instrument yang digunakan menunjukkan angka , . Sedangkan untuk tingkat kesukaran instrument yang diujikan, diperoleh angka , sampai dengan , .
Dari hasil post test yang telah diperoleh, dengan perhitungan U‐Mann Whitney, diperoleh hasil nilai posttest masing‐masing kelas dapat dilihat pada tabel .
Tabel . (asil posttest kelas control dan eksperimen.
Pada tabel yang ditunjukkan adalah siswa yang mengikuti proses pembelajaran secara lengkap dari awal dimulainya penelitian sampai akhir. Siswa yang tidak mengikuti proses pembelajaran secara lengkap tidak dimasukkan ke dalam tabel .
Dari nilai post‐test yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan Uji U‐Mann Whitney, di mana hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut,
: Tidak terdapat perbedaan rata‐rata nilai antara siswa kelas eksperimen yang proses pembelajarannya dengan menggunakan matematika GAS)NG dengan kelas control yang proses pembelajarannya menggunakan pembelajaran konvensional.
: Ada perbedaan rata‐rata nilai antara siswa kelas eksperimen yang proses pembelajarannya dengan menggunakan matematika GAS)NG dengan kelas control yang proses pembelajarannya menggunakan pembelajaran konvensional.
Dari hasil perhitungan dengan menggunakan UMann Whitney diperoleh nilai %; , , sehingga
tolak dan terima . Dengan kata lain ada perbedaan rata‐rata nilai antara siswa kelas eksperimen yang proses pembelajarannya dengan menggunakan matematika GAS)NG
dengan kelas control yang proses pembelajarannya menggunakan pembelajaran konvensional.
Wiyanti, Wakhyuningsih
Program Studi Pendidikan Matematika STK)P SURYA
Gambar . Grafik nilai rata‐rata post test kelas
control dan eksperimen.
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan pada siswa kelas SDN Cihuni diperoleh kesimpulan bahwa ada perbedaan rata‐ rata nilai post test, yaitu rata‐rata post test kelas
A yang pembelajarannya dengan Matematika GAS)NG sebesar , dan kelas B yang proses pembelajarannya dengan pembelajaran konvensional sebesar . Dengan kata lain pembelajaran dengan menggunakan Matematika GAS)NG dapat dipertimbangkan untuk digunakan kepada siswa kelas SDN Cihuni .
Saran
Penelitian ini masih menggunakan desain penelitian quasi semu eksperiment, untuk penelitian selanjutnya diharapkan bisa menggunakan desain penelitian true
sungguhan experiment.
Penelitian ini menggunakan analisis data statistika non parametrik. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan bisa mencoba menggunakan analisa data statistika parametrik.
UCAPAN TERIMA KASIH
Terima kasih disampaikan pada kepala sekolah dan Guru kelas SDN Cihuni yang telah memberikan kesempatan untuk melakukan penelitian di SDN Cihuni . Mahasiswa STK)P SURYA Yully bertha, Yomiron dan Toni yang sudah membantu selama penelitian berlangsung. LPPM STK)P SURYA yang membantu menyiapkan surat‐surat ijin penelitian matematika GAS)NG di
SDN Cihuni . Teman‐teman peneliti di prodi Pendidikan Matematika STK)P SURYA yang sudah bersedia berbagi wawasan dan pengetahuan keilmuan yang dimiliki.
REFERENSI
[ ] Arikunto, S.. . Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta. Jakarta.
[ ] Dallen, V., . An introduction to critical thinking. _________________
[ ] Emzir. . Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif. RajaGrafindo Persada: Jakarta.
[ ] Jensen, E., . Teaching with the brain in mind. Association for Supervision and Curriculum Development 1703 N. Beauregard St. Alexandria.
[ ] National Council of Teachers of Mathematics NCTM . . Principles and Standards for School Mathematics. Reston, VA: National Council of Teachers of Mathematics.
[ ] PP No. Tahun
http://ngada.org/pp ‐ .htm diakses April .
[ ] Riduwan . Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Alfabeta. Bandung.
[ ] Shanty, N.O., & Wijaya, S., . Rectangular Array Model Supporting Students Spatial Structuring in Learning Multiplication. Journal on Mathemathics Education )ndoMS‐JME Vol. No. , pp. ‐ . Palembang: )ndoMS.
[ ] Surya, Y., . Petunjuk Guru: Dasar‐ dasar Pintar Berhitung GAS)NG. Tangerang: PT Kandel.
[ ]Surya, Y., dan Moss, M., . Mathematics Education in Rural Indonesia. Preceeding in the 12th International Congress on Mathematics Education: Topic Study Group , pp. ‐ . Seoul: Korea National University of Education