• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan balok kolom pada SRPMK DAN SRPM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Hubungan balok kolom pada SRPMK DAN SRPM"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Hubungan balok –

kolom pada SRPMK dan

SRPMM

Pasal 23.5

(2)
(3)

23.5(1(1))

Gaya-gaya pada tulangan longitudinal balok dimuka hubungan balok-kolom harus ditentukan dengan menganggap bahwa

tegangan pada tulangan tarik lentur adalah 1,25fy.

(4)

Kuat hubungan balok-kolom harus direncanakan menggunakan factor reduksi kekuatan sesuai dengan 11.3.

(5)

Tulangan longitudinal balok yang berhenti pada suatu kolom harus

diteruskan hingga mencapai sisi jauh dari inti kolom terkekang dan di angkur

sesuai dengan 23.5(4) untuk tulangan tarik dan pasal 14 untuk tulangan tekan.

(6)

Bila tulangan longitudinal balok diteruskan hingga melewati hubungan balok-kolom, dimensi kolom dalam arah pararel terhadap tulangan longitudinal balok tidak boleh kurang daripada 20kali diameter tulangan longitudinal terbesar balok untuk beton berat normal. Bila digunakan beton ringan maka dimensi tersebut tidak boleh kurang daripada 26 kali diameter tulangan longitudinal terbesar balok.

(7)

23.5(2(1))

Tulangan transversal berbentuk sengkang tertutup sesuai 23.4(4) harus dipasang di dalam daerah hubungan balok-kolom, kecuali bila hubungan balok-kolom tersebut dikekang oleh komponen-komponen struktur sesuai 23.5(2(2)).

23.5(2(2))

Pada hubungan balok-kolom dimana balok-balok, dengan lebar setidaknya sebesar ¾ lebar kolom, merangka pada keempat sisinya, harus dipasang tulangan transversal setidaknya sejumlah setengah dari yang ditentukan pada 23.4(4(1)). Tulangan transversal ini dipasang didaerah hubungan balok-kolom disetinggi balok terendah yang merangka ke hubungan tersebut.

(8)

23.5(2(3))

(9)

23.5(3(1))

Kuat geser nominal hubungan balok-kolom tidak boleh diambil lebih besar daripada ketentuan

berikut ini untuk beton berat normal.

o Untuk hubungan balok-kolom yang terkekang

pada keempat sisinya 1,7(f’c.Aj)^1/2

o Untuk hubungan yang terkekang pada ketiga

sisinya atau dua sisinya yang berlawanan 1,25(f’c.Aj)^1/2

o Untuk hubungan lainnya 1,0(f’c.Aj)^1/2

(10)

23.5(3(2))

(11)

23.5(4(1))

Panjang penyaluran ldh untuk tulangan tarik

dengan kait standar 90o dalam beton berat normal

tidak boleh diambil lebih kecil daripada 8db,

150mm, dan nilai yang ditentukan oleh persamaan 126 berikut ini, ldh=fydb/(5,4√f’c) untuk diameter

tulangan 10mm hingga 36mm. untuk beton ringan, panjang penyaluran tulangan tarik dengan kait standar 90o tidak boleh diambil lebih kecil daripada

10db, 190mm, dan 1,25 kali nilai yang ditentukan

persamaan 126.

(12)

23.5(4(2))

Untuk diameter 10mm hingga 36mm, panjang penyaluran tulangan tarik ld tanpa kait tidak boleh

diambil lebih kecil daripada (a) dua setengah kali panjang penyaluran yang ditentukan pada 23.5(4(1)) bila ketebalan pengecoran Beton di bawah tulangan tersebut kurang daripada 300mm, dan (b) tiga setengah kali panjang penyaluran yang ditentukan pada 23.5(4(1)) bila ketebalan pengecoran beton dibawah tulangan tersebut melebihi 300mm.

23.5(4(3))

(13)

Bila digunakan tulangan yang dilapisi epoksi, panjang penyaluran pada 23.5(4(1)) hingga 23.5(4(1)) harus dikalikan dengan faktor-faktor yang berlaku yang ditentukan pada 14.2(4) atau 14.5(3(6)).

(14)
(15)

Tidak ada pembahasan tentang

(16)

Hubungan balok -kolom pada SRPMK direncanakan berdasarkan ketentuan-ketentuan umum mengenai tulangan transversal, kuat geser, dan panjang

penyaluran tulangan tarik yang keseluruhan diatur di pasal 23.5 SNI 03-2847-2002

KESIMPULAN

Tidak ada pembahasan tentang

Referensi

Dokumen terkait

Metode evaluasi yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah dengan melakukan perencanaan ulang dimensi tulangan balok dan kolom berdasarkan Tatacara

Penempatan Carbon Wrapping adalah pada bagian bawah balok di sepanjang bentang, yang pertama dipasang sebesar setengah lebar balok (kode BCW-0,5b), kedua dipasang sebesar lebar

Tujuan dari penelitian adalah Untuk mengetahui respon siklik sambungan balok-kolom beton bertulang bambu dengan dan tanpa kait klem selang karena variasi tulangan dan

Detailing tulangan hubungan balok kolom yang ditinjau telah memenuhi standar Sistem Rangka Momen Khusus (SRMPK) yang tercantum dalam SNI 2847:2013.

Tulangan sambungan balok-kolom (joint) Sambungan balok-kolom haarus mempunyai tulangan transversal yang memenuhi pasal 15. b) Pada joint balok-kolom dan pelat-kolom, luas

Tujuan dari penelitian adalah Untuk mengetahui respon siklik sambungan balok-kolom beton bertulang bambu dengan dan tanpa kait klem selang karena variasi tulangan dan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk trajektori tegangan, jumlah tulangan serta konfigurasi penulangan pada daerah pertemuan balok kolom

Penelitian ini menganalisis tegangan lekat pada hubungan lekatan balok dan tulangan beton dengan variasi panjang tulangan dan gaya