PENGUJIAN EMISI
PENGUJIAN EMISI
DIKLAT EMISI GAS BUANG
DIKLAT EMISI GAS BUANG
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
TRANSPORTASI DARAT
TRANSPORTASI DARAT
ZAINAL ARIFIN, MT
ZAINAL ARIFIN, MT
PUSTRAL UGM PUSTRAL UGM
Ruang Lingkup : Prosedur ini meliputi cara untuk menentukan Ruang Lingkup : Prosedur ini meliputi cara untuk menentukan kadar karbon monoksida (CO), hidro karbon (HC), karbon
kadar karbon monoksida (CO), hidro karbon (HC), karbon
dioksida (CO
dioksida (CO22) dan oksigen (O) dan oksigen (O22) yang terkandung didalam gas ) yang terkandung didalam gas
buang dari motor cetus api kendaraan bermotor pada posisi
buang dari motor cetus api kendaraan bermotor pada posisi
putaran idle serta mendapatkan nilai lambda (perbandingan
putaran idle serta mendapatkan nilai lambda (perbandingan
campuran udara dan bahan bakar).
campuran udara dan bahan bakar).
Alat Uji 4 Gas Analyser (HC, CO, COAlat Uji 4 Gas Analyser (HC, CO, CO22, O, O22, , , suhu, putaran), suhu, putaran) Spesifikasi:Spesifikasi:
• OIML (Organisation Internationale de Métrologie Légale) OIML (Organisation Internationale de Métrologie Légale)
Class 1 atau Class 2 atau
Class 1 atau Class 2 atau
• ISO 3930 atauISO 3930 atau
• CE 9255 - CE 70 220 atauCE 9255 - CE 70 220 atau
• BAR 90 atauBAR 90 atau
• Disahkan oleh EU atau USADisahkan oleh EU atau USA Kalibrasi:Kalibrasi:
• Oleh institusi yang di akreditasi oleh KAN (Komite Oleh institusi yang di akreditasi oleh KAN (Komite Akreditasi
Akreditasi
Nasional)
Nasional)
• Dengan gas kalibrasi (Calibration Gas) { Propan 0.2%, N Dengan gas kalibrasi (Calibration Gas) { Propan 0.2%, N 5%, CO 3.5%, CO
5%, CO 3.5%, CO22 14%}secara otomatis 14%}secara otomatis
PENGUJIAN EMISI MOTOR BENSIN
PENGUJIAN EMISI MOTOR BENSIN
DEFINISI
DEFINISI
Konsentrasi CO adalah perbandingan volume
Konsentrasi CO adalah perbandingan volume
dari karbon monoksida (CO) yang terkandung
dari karbon monoksida (CO) yang terkandung
didalam gas buang dan dinyatakan dengan
didalam gas buang dan dinyatakan dengan
persen (%).
persen (%).
Konsentrasi HC adalah perbandingan volume
Konsentrasi HC adalah perbandingan volume
dari hidro karbon (HC) dipersamakan dengan
dari hidro karbon (HC) dipersamakan dengan
normal hexane (C
normal hexane (C6
6H14
H
14) dalam gas buang dan
) dalam gas buang dan
dinyatakan dalam ppm (part per milion).
dinyatakan dalam ppm (part per milion).
Konsentrasi CO2
Konsentrasi CO
2adalah perbandingan volume
adalah perbandingan volume
karbon dioksida (CO
karbon dioksida (CO2
2) yang terkandung di dalam
) yang terkandung di dalam
gas buang dan dinyatakan dalam persen (%).
gas buang dan dinyatakan dalam persen (%).
Konsentrasi O2
Konsentrasi O
2adalah perbandingan volume
adalah perbandingan volume
oksigen (O
oksigen (O2
2) yang terkandung di dalam gas
) yang terkandung di dalam gas
buang dan dinyatakan dalam persen (%).
buang dan dinyatakan dalam persen (%).
Nilai lambda adalah nilai perbandingan
Nilai lambda adalah nilai perbandingan
campuran udara dengan bahan bakar dan
campuran udara dengan bahan bakar dan
dinyatakan tanpa satuan.
KONDISI UJI
KONDISI UJI
Kondisi ruangan :
Kondisi ruangan :
–
Temperatur ruangan 25
Temperatur ruangan 25
10
10
ooC
C
–
Tempat uji kendaraan tidak miring (datar).
Tempat uji kendaraan tidak miring (datar).
Kondisi motor dan kendaraan:
Kondisi motor dan kendaraan:
–
Kendaraan yang diuji berada pada tempat
Kendaraan yang diuji berada pada tempat
yang datar.
yang datar.
–
Semua alat-alat tambahan kecuali
Semua alat-alat tambahan kecuali
perlengkapan operasi standard mesin
perlengkapan operasi standard mesin
harus dilepaskan dan posisi tanpa beban.
harus dilepaskan dan posisi tanpa beban.
–
Kendaraan dengan transmisi biasa posisi
Kendaraan dengan transmisi biasa posisi
gigi harus pada posisi netral (N) dan
gigi harus pada posisi netral (N) dan
kopling pada posisi bebas.
kopling pada posisi bebas.
–
Kendaraan dengan transmisi otomatis,
Kendaraan dengan transmisi otomatis,
posisi tuas pemindah harus netral (N)
posisi tuas pemindah harus netral (N)
atau parkir (P).
atau parkir (P).
–
Kap motor dalam keadaan tertutup baik
Kap motor dalam keadaan tertutup baik
dan kipas pendingin tambahan tidak
dan kipas pendingin tambahan tidak
digunakan.
KONDISI UJI
KONDISI UJI
Persiapan kendaraan yang akan di-uji.
Persiapan kendaraan yang akan di-uji.
–
Motor penggerak terlebih dahulu dipanaskan
Motor penggerak terlebih dahulu dipanaskan
hingga mencapai suhu kerja normal.
hingga mencapai suhu kerja normal.
–
Choke dalam keadaan tidak bekerja.
Choke dalam keadaan tidak bekerja.
–
Periksa apakah ada kebocoran pada sistem
Periksa apakah ada kebocoran pada sistem
gas buang motor penggerak dan sistem alat
gas buang motor penggerak dan sistem alat
uji.
uji.
–
Thermometer atau alat ukur lain digunakan
Thermometer atau alat ukur lain digunakan
untuk mengukur suhu kerja mesin (~ 70 – 80
untuk mengukur suhu kerja mesin (~ 70 – 80
o oC).
C).
–
Putaran Idling motor penggerak harus stabil
Putaran Idling motor penggerak harus stabil
dan waktu pengapian sesuai dengan
dan waktu pengapian sesuai dengan
spesifikasi pabrik. (Pemasangan sensor RPM)
spesifikasi pabrik. (Pemasangan sensor RPM)
–
Setelah pemanasan selesai, putaran motor
Setelah pemanasan selesai, putaran motor
dinaikkan sampai putaran menengah
dinaikkan sampai putaran menengah
15
15
detik tanpa beban, kemudian kembali pada
detik tanpa beban, kemudian kembali pada
KONDISI UJI
KONDISI UJI
Persiapan kendaraan yang akan di-uji.
Persiapan kendaraan yang akan di-uji.
–
Motor penggerak terlebih dahulu dipanaskan
Motor penggerak terlebih dahulu dipanaskan
hingga mencapai suhu kerja normal.
hingga mencapai suhu kerja normal.
–
Choke dalam keadaan tidak bekerja.
Choke dalam keadaan tidak bekerja.
–
Periksa apakah ada kebocoran pada sistem gas
Periksa apakah ada kebocoran pada sistem gas
buang motor penggerak dan sistem alat uji.
buang motor penggerak dan sistem alat uji.
–
Thermometer atau alat ukur lain digunakan
Thermometer atau alat ukur lain digunakan
untuk mengukur suhu kerja mesin (~ 70 – 80
untuk mengukur suhu kerja mesin (~ 70 – 80
ooC).
C).
–
Putaran Idling motor penggerak harus stabil dan
Putaran Idling motor penggerak harus stabil dan
waktu pengapian sesuai dengan spesifikasi
waktu pengapian sesuai dengan spesifikasi
pabrik. (Pemasangan sensor RPM)
pabrik. (Pemasangan sensor RPM)
–
Setelah pemanasan selesai, putaran motor
Setelah pemanasan selesai, putaran motor
dinaikkan sampai putaran menengah
dinaikkan sampai putaran menengah
15 detik
15 detik
tanpa beban, kemudian kembali pada putaran
tanpa beban, kemudian kembali pada putaran
idling.
idling.
Bahan bakar
Bahan bakar
–
Bahan bakar yang digunakan harus memenuhi
Bahan bakar yang digunakan harus memenuhi
persyaratan pemerintah.
PRINSIP PENGUJIAN EMISI MOTOR
PRINSIP PENGUJIAN EMISI MOTOR
BENSIN
BENSIN
IR Source
Chopper
blade
Gas out
Gas in
IR Detectors
IR Filters
Sample cell
Electronics
HC
CO
CO
2ALAT UJI
ALAT UJI
Alat uji harus mampu mengukur kadar
Alat uji harus mampu mengukur kadar
CO dan HC secara terus menerus pada
CO dan HC secara terus menerus pada
kendaraan uji putaran idle.
kendaraan uji putaran idle.
Pengoperasian alat uji harus mengikuti
Pengoperasian alat uji harus mengikuti
prosedur pengoperasian alat uji.
prosedur pengoperasian alat uji.
Alat uji harus sudah melalui proses
Alat uji harus sudah melalui proses
pemanasan.
pemanasan.
Peralatan uji sebaiknya tidak langsung
Peralatan uji sebaiknya tidak langsung
kena matahari, hujan atau angin.
kena matahari, hujan atau angin.
Peralatan uji secara rutin mendapatkan
Peralatan uji secara rutin mendapatkan
perawatan rutin 6 bulan sekali.
perawatan rutin 6 bulan sekali.
Alat uji harus sudah dikalibrasi nol baik
Alat uji harus sudah dikalibrasi nol baik
PROSEDUR
PROSEDUR
PENGUJIAN
PENGUJIAN
Kendaraan masuk ke ruang uji.
Kendaraan masuk ke ruang uji.
Pengecekan kebocoran pada pipa gas
Pengecekan kebocoran pada pipa gas
buang (knalpot). Apabila pipa gas
buang (knalpot). Apabila pipa gas
buang / saringan gas buang bocor,
buang / saringan gas buang bocor,
maka pipa gas buang kendaraan harus
maka pipa gas buang kendaraan harus
direparasi terlebih dahulu untuk dapat
direparasi terlebih dahulu untuk dapat
mengikuti tahapan pengecekan
mengikuti tahapan pengecekan
berikutnya.
berikutnya.
Mengisi data kendaraan (Plat nomor,
Mengisi data kendaraan (Plat nomor,
Nama pemilik, Jenis Kendaraan, Merek
Nama pemilik, Jenis Kendaraan, Merek
kendaraan, Bahan bakar, Penggunaan,
kendaraan, Bahan bakar, Penggunaan,
Jarak tempuh, Tahun pembuatan) pada
Jarak tempuh, Tahun pembuatan) pada
form yang tersedia.
PROSEDUR
PROSEDUR
PENGUJIAN
PENGUJIAN
Mempersiapkan kendaraan untuk
Mempersiapkan kendaraan untuk
pengujian.
pengujian.
Transmisi dalam keadaan netral (posisi N
Transmisi dalam keadaan netral (posisi N
atau P untuk kendaraan otomatik.
atau P untuk kendaraan otomatik.
Pastikan kendaraan telah berada pada
Pastikan kendaraan telah berada pada
temperatur kerja (Autodata). Apabila
temperatur kerja (Autodata). Apabila
belum, maka lakukan pemanasan
belum, maka lakukan pemanasan
kendaraan sebelum memulai langkah
kendaraan sebelum memulai langkah
berikutnya.
berikutnya.
Mematikan semua peralatan tambahan
Mematikan semua peralatan tambahan
kendaraan (AC, kipas tambahan). Pastikan
kendaraan (AC, kipas tambahan). Pastikan
mesin tidak menerima beban tambahan.
mesin tidak menerima beban tambahan.
Pastikan choke dalam keadaan tidak
Pastikan choke dalam keadaan tidak
PROSEDUR
PROSEDUR
PENGUJIAN
PENGUJIAN
Pemasangan sensor pengujian.
Pemasangan sensor pengujian.
Pemasangan sensor putaran (rpm).
Pemasangan sensor putaran (rpm).
Pemasangan sensor gas (gas
Pemasangan sensor gas (gas
probe). Pastikan pemasangan
probe). Pastikan pemasangan
sensor gas sedalam 30 cm ke dalam
sensor gas sedalam 30 cm ke dalam
pipa gas buang untuk menghindari
pipa gas buang untuk menghindari
kesalahan. Tunggu
kesalahan. Tunggu
20 detik
20 detik
sampai data pada layar stabil.
sampai data pada layar stabil.
Pemasangan sensor temperatur oli.
Pemasangan sensor temperatur oli.
Ambil data pengukuran (print out
Ambil data pengukuran (print out
atau mencatat data).
PROSEDUR
PROSEDUR
PENGUJIAN
PENGUJIAN
Pastikan data emisi menjadi lebih baik
Pastikan data emisi menjadi lebih baik
setelah pemeriksaan dan penyetelan
setelah pemeriksaan dan penyetelan
ringan. Apabila data menjadi lebih buruk,
ringan. Apabila data menjadi lebih buruk,
ulangi lagi proses pemeriksaan dan
ulangi lagi proses pemeriksaan dan
penyetelan.
penyetelan.
Apabila data emisi setelah dilakukan
Apabila data emisi setelah dilakukan
pemeriksaan dan penyetelan ringan masih
pemeriksaan dan penyetelan ringan masih
berada diatas nilai ambang batas, maka
berada diatas nilai ambang batas, maka
kendaraan perlu mendapatkan perawatan
kendaraan perlu mendapatkan perawatan
dan perbaikan lanjutan, sebelum dilakukan
dan perbaikan lanjutan, sebelum dilakukan
pengujian kedua.
pengujian kedua.
Apabila data telah memenuhi standar,
Apabila data telah memenuhi standar,
lakukan pengambilan data (print out atau
lakukan pengambilan data (print out atau
mencatat data).
PROSEDUR
PROSEDUR
PENGUJIAN
PENGUJIAN
Bila kendaraan memiliki 2 atau 3 pipa gas buang,
Bila kendaraan memiliki 2 atau 3 pipa gas buang,
maka dibuat agar pengeluaran gas buang melalui
maka dibuat agar pengeluaran gas buang melalui
satu pipa.
satu pipa.
Bila tidak bisa maka pengukuran dilakukan pada
Bila tidak bisa maka pengukuran dilakukan pada
setiap pipa gas buang dan konsentrasi CO dan HC
setiap pipa gas buang dan konsentrasi CO dan HC
dihitung dengan cara mencari nilai rata-rata.
dihitung dengan cara mencari nilai rata-rata.
Pada motor 4 langkah, penempatan probe
Pada motor 4 langkah, penempatan probe
minimum 30 cm kedalam pipa gas buang sejauh
minimum 30 cm kedalam pipa gas buang sejauh
pengukuran tidak dipengaruhi udara sekitar.
pengukuran tidak dipengaruhi udara sekitar.
Bila probe tidak dapat dimasukkan seperti pont
Bila probe tidak dapat dimasukkan seperti pont
(b) maka pipa gas buang harus
(b) maka pipa gas buang harus
disambung/diperpanjang.
disambung/diperpanjang.
Bila mesin dilengkapi dengan turbo yang bisa
Bila mesin dilengkapi dengan turbo yang bisa
dihidupkan dan dimatikan secara manual, maka
dihidupkan dan dimatikan secara manual, maka
pengujian harus dilakukan dua kali yaitu dengan
pengujian harus dilakukan dua kali yaitu dengan
PENANGANAN HASIL UJI
PENANGANAN HASIL UJI
EMISI
EMISI
Pemeriksaan dan penyetelan ringan mesin
Pemeriksaan dan penyetelan ringan mesin
kendaraan meliputi :
kendaraan meliputi :
Periksa saringan udara. Bersihkan saringan
Periksa saringan udara. Bersihkan saringan
udara. Apabila kondisi saringan udara sudah
udara. Apabila kondisi saringan udara sudah
tidak memadai, ganti saringan udara.
tidak memadai, ganti saringan udara.
Pemeriksaan saluran / saringan bahan bakar.
Pemeriksaan saluran / saringan bahan bakar.
Pastikan saluran bahan bakar tidak tersumbat
Pastikan saluran bahan bakar tidak tersumbat
/ mengecil / bocor. Bersihkan saringan udara.
/ mengecil / bocor. Bersihkan saringan udara.
Periksa hubungan kabel-kabel, terutama
Periksa hubungan kabel-kabel, terutama
kabel busi. Pastikan tidak ada kerak / kotoran
kabel busi. Pastikan tidak ada kerak / kotoran
pada hubungan kabel-kabel.
pada hubungan kabel-kabel.
Penyetelan busi. Bersihkan busi. Kontrol
Penyetelan busi. Bersihkan busi. Kontrol
jarak (gap) pada busi, kembalikan pada jarak
jarak (gap) pada busi, kembalikan pada jarak
standar.
standar.
Penyetelan rasio campuran udara / bensin.
Penyetelan rasio campuran udara / bensin.
Penyetelan pengapian (na-vor), apabila
Penyetelan pengapian (na-vor), apabila
mungkin.
Nilai Emisi Ideal Mesin Bensin
Nilai Emisi Ideal Mesin Bensin
CO (carbon monoxide)
CO (carbon monoxide)
Karburator=2%
CO
22(carbon dioxide)
(carbon dioxide)
BAKU MUTU EMISI
(PERMEN LH No. 05 Tahun 2006 / 1 Agustus 2006)
KENDARAAN BERMOTOR KATEGORI “L”
KATEGORI PEMBUATATAHUN N
PARAMETER METOD E UJI CO (%) HC
(ppm)
Sepeda motor 2 langkah
Sepeda motor 2 langkah < 2010< 2010 4.54.5 12.00012.000 IdleIdle Sepeda motor 4 langkah
Sepeda motor 4 langkah < 2010< 2010 4.54.5 2.4002.400 IdleIdle Sepeda motor 2 & 4
Sepeda motor 2 & 4
langkah
langkah KENDARAAN BERMOTOR KATEGORI “M, N DAN O”>2010>2010 4.54.5 2.0002.000 IdleIdle
KATEGORI
KATEGORI PEMBUATPEMBUATTAHUN TAHUN
AN
bakar cetus api
bakar cetus api
BAKU MUTU EMISI
(PERMEN LH No. 05 Tahun 2006 / 1 Agustus 2006)
CATATAN :
UNTUK KENDARAAN BERMOTOR BERPENGGERAK MOTOR
BAKAR CETUS API KATEGORI “M, N, DAN O”
< 2007 : BERLAKU SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2006
> 2007 : BERLAKU MULAI TANGGAL 1 JANUARI 2007
UNTUK KENDARAAN BERMOTOR KATEGORI “L” DAN
KENDARAAN BERMOTOR BERPENGGERAK MOTOR BAKAR
PENYALAAN KOMPRESSI (DIESEL)
< 2010 : BERLAKU SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2009
> 2010 : BERLAKU MULAI TANGGAL 1 JANUARI 2010
PENANGANAN HASIL UJI
PENANGANAN HASIL UJI
EMISI
EMISI
Uji emisi bukan hanya untuk mendapatkan data berapa besar Uji emisi bukan hanya untuk mendapatkan data berapa besar emisi kendaraan yang di-uji dan membandingkannya dengan
emisi kendaraan yang di-uji dan membandingkannya dengan
baku mutu emisi, namun ada tujuan yang lebih baik yaitu :
baku mutu emisi, namun ada tujuan yang lebih baik yaitu :
Menganalisa kondisi mesin berdasarkan hasil uji emisi tersebut, Menganalisa kondisi mesin berdasarkan hasil uji emisi tersebut, kita sudah mengetahui berapa besar nilai gas buang dalam
kita sudah mengetahui berapa besar nilai gas buang dalam
keadaan mesin normal, sehingga apabila kita ketahui gas buang
keadaan mesin normal, sehingga apabila kita ketahui gas buang
melebihi atau kurang dari batas normal kita tahu bagian mesin
melebihi atau kurang dari batas normal kita tahu bagian mesin
mana yang ada masalah.
mana yang ada masalah.
Sebagai pemilik mobil harus tahu bahwa emisi yang berlebihan Sebagai pemilik mobil harus tahu bahwa emisi yang berlebihan berarti pemborosan antara lain: pemborosan bahan bakar, jangka
berarti pemborosan antara lain: pemborosan bahan bakar, jangka
waktu perawatan kendaraan menjadi lebih pendek, oli pelumas
waktu perawatan kendaraan menjadi lebih pendek, oli pelumas
mesin harus cepat diganti, dan apabila kondisi dibiarkan terus
mesin harus cepat diganti, dan apabila kondisi dibiarkan terus
akan mengakibatkan mesin cepat menuju overhaul.
akan mengakibatkan mesin cepat menuju overhaul.
Emisi yang berlebihan jelas mengganggu kesehatan manusia dan Emisi yang berlebihan jelas mengganggu kesehatan manusia dan lingkungan, kalau dibiarkan terus bukan hal yang tidak mungkin
lingkungan, kalau dibiarkan terus bukan hal yang tidak mungkin
bahwa generasi penerus kita menjadi generasi penerus yang
bahwa generasi penerus kita menjadi generasi penerus yang
bodoh akibat udara yang dihirup sejak kecil tercemar polusi.
Ruang Lingkup : Prosedur ini meliputi cara untuk
Ruang Lingkup : Prosedur ini meliputi cara untuk
menentukan kepekatan kadar asap kendaraan bermotor
menentukan kepekatan kadar asap kendaraan bermotor
diesel pada kondisi diam ditempat dengan putran mesin
diesel pada kondisi diam ditempat dengan putran mesin
diakselerasi tanpa beban (
diakselerasi tanpa beban (
free running acceleration)
free running acceleration)
Alat Uji Opacymeter (Tingkat tembus cahaya Satuan: %
Alat Uji Opacymeter (Tingkat tembus cahaya Satuan: %
opacity atau k [m
opacity atau k [m
-1-1] (% opacity = e
] (% opacity = e
(1-1/k)(1-1/k)* 100))
* 100))
Spesifikasi:
Spesifikasi:
•
ISO 11614
ISO 11614
•
CE 9255 - CE 70 220 OIML Class 1 atau Class 2 atau
CE 9255 - CE 70 220 OIML Class 1 atau Class 2 atau
•
Disahkan oleh EU atau USA
Disahkan oleh EU atau USA
Kalibrasi:
Kalibrasi:
•
Distel oleh produsen
Distel oleh produsen
•
Harus selalu bersih
Harus selalu bersih
•
Sebelum pengujian alat melakukan kalibrasi secara
Sebelum pengujian alat melakukan kalibrasi secara
otomatis
otomatis
PENGUJIAN EMISI MOTOR DIESEL
PENGUJIAN EMISI MOTOR DIESEL
DEFINISI
DEFINISI
Kepekatan asap adalah kemampuan
Kepekatan asap adalah kemampuan
asap untuk meredam cahaya, apabila
asap untuk meredam cahaya, apabila
cahaya tidak bisa menembus asap
cahaya tidak bisa menembus asap
maka
kepekatan
asap
tersebut
maka
kepekatan
asap
tersebut
dinyatakan 100 persen (%), apabila
dinyatakan 100 persen (%), apabila
cahaya bisa melewati asap tanpa ada
cahaya bisa melewati asap tanpa ada
pengurangan intensitas cahaya maka
pengurangan intensitas cahaya maka
kepekatan asap tersebut dinyatakan
kepekatan asap tersebut dinyatakan
sebagai 0 % (nol persen).
sebagai 0 % (nol persen).
Demikian
Demikian
pula
pula
sebaliknya
sebaliknya
apabila
apabila
cahaya sama sekali tidak mampu
cahaya sama sekali tidak mampu
melewati
asap
atau
terdapat
melewati
asap
atau
terdapat
pengurangan
insensitas,
maka
pengurangan
insensitas,
maka
KONDISI UJI
KONDISI UJI
Kondisi sekitar (luar); suhu udara luar untuk
Kondisi sekitar (luar); suhu udara luar untuk
pengujian kendaraan dan peralatan ukur (uji)
pengujian kendaraan dan peralatan ukur (uji)
berada sekitar 25
berada sekitar 25
5
5
ooC. Peralatan uji
C. Peralatan uji
sebaiknya tidak langsung kena matahari,
sebaiknya tidak langsung kena matahari,
hujan atau angin.
hujan atau angin.
Kondisi motor dan kendaraan:
Kondisi motor dan kendaraan:
– Kendaraan yang diuji berada pada tempat yang datar.Kendaraan yang diuji berada pada tempat yang datar.
– Segel pada mesin harus sesuai dengan spesifikasi Segel pada mesin harus sesuai dengan spesifikasi pabrik.
pabrik.
– Sistem gas buang tidak boleh ada kebocoran.Sistem gas buang tidak boleh ada kebocoran.
– Semua alat-alat tambahan kecuali perlengkapan Semua alat-alat tambahan kecuali perlengkapan
operasi standard mesin harus dilepaskan dan posisi
operasi standard mesin harus dilepaskan dan posisi
tanpa beban.
tanpa beban.
– Kendaraan dengan transmisi biasa posisi gigi harus Kendaraan dengan transmisi biasa posisi gigi harus
pada posisi netral (N) dan kopling pada posisi bebas.
pada posisi netral (N) dan kopling pada posisi bebas.
– Kendaraan dengan transmisi otomatis, posisi tuas Kendaraan dengan transmisi otomatis, posisi tuas pemindah harus netral (N) atau parkir (P).
pemindah harus netral (N) atau parkir (P).
– Kap motor dalam keadaan tertutup baik dan kipas Kap motor dalam keadaan tertutup baik dan kipas
pendingin tambahan tidak digunakan.
KONDISI UJI
KONDISI UJI
Persiapan kendaraan yang akan di-uji.
Persiapan kendaraan yang akan di-uji.
–
Motor penggerak terlebih dahulu
Motor penggerak terlebih dahulu
dipanaskan hingga mencapai suhu kerja
dipanaskan hingga mencapai suhu kerja
normal.
normal.
–
Choke dalam keadaan tidak bekerja.
Choke dalam keadaan tidak bekerja.
–
Thermometer atau alat ukur lain digunakan
Thermometer atau alat ukur lain digunakan
untuk mengukur apakah suhu kerja mesin
untuk mengukur apakah suhu kerja mesin
(suhu oli) sudah tercapai.
(suhu oli) sudah tercapai.
–
Putaran Idling motor penggerak harus
Putaran Idling motor penggerak harus
stabil dan waktu pengapian sesuai dengan
stabil dan waktu pengapian sesuai dengan
spesifikasi pabrik.
spesifikasi pabrik.
Bahan bakar
Bahan bakar
–
Bahan bakar yang digunakan harus
Bahan bakar yang digunakan harus
memenuhi persyaratan pemerintah.
PRINSIP PENGUKURAN OPASITAS
PRINSIP PENGUKURAN OPASITAS
PRINSIP PENGUKURAN OPASITAS
Extinction = Absorption + Scattering
PRINSIP PENGUKURAN OPASITAS
ALAT UJI
ALAT UJI
Alat uji harus mampu mengukur kepekatan
Alat uji harus mampu mengukur kepekatan
asap diesel hingga 100 %
asap diesel hingga 100 %
Pengoperasian alat uji harus mengikuti
Pengoperasian alat uji harus mengikuti
prosedur pengoperasian alat uji.
prosedur pengoperasian alat uji.
Alat uji harus sudah melalui proses
Alat uji harus sudah melalui proses
pemanasan.
pemanasan.
Alat uji harus sudah dikalibrasi nol baik
Alat uji harus sudah dikalibrasi nol baik
secara manual atau otomatis.
secara manual atau otomatis.
Untuk alat uji jenis
Untuk alat uji jenis
deflection,
deflection,
pompa isap
pompa isap
harus mampu menghisap gas buang sebesar
harus mampu menghisap gas buang sebesar
330
330
15 ml dalam waktu 1,4
15 ml dalam waktu 1,4
0,2 detik
0,2 detik
melalui saringan kertas, saringan kertas
melalui saringan kertas, saringan kertas
harus menggunakan kelas 5A standard JIS.
harus menggunakan kelas 5A standard JIS.
Pemasangan probe gas buang harus sejajar
Pemasangan probe gas buang harus sejajar
dengan garis sumbu pipa buang, bila tidak
dengan garis sumbu pipa buang, bila tidak
PROSEDUR
PROSEDUR
PENGUJIAN
PENGUJIAN
Periksa apakah ada kebocoran pada
Periksa apakah ada kebocoran pada
sistem gas buang motor penggerak dan
sistem gas buang motor penggerak dan
sistem alat uji.
sistem alat uji.
Setelah pemanasan selesai, lakukan
Setelah pemanasan selesai, lakukan
pembersihan sistem pembuangan dengan
pembersihan sistem pembuangan dengan
jalan menginjak pedal gas hingga putaran
jalan menginjak pedal gas hingga putaran
penuh sebanyak 3 kali tanpa beban.
penuh sebanyak 3 kali tanpa beban.
Segera setelah itu biarkan putaran mesin
Segera setelah itu biarkan putaran mesin
idling selama
idling selama
5 detik.
5 detik.
Lakukan akslerasi secara cepat namun
Lakukan akslerasi secara cepat namun
lembut (
lembut (
Quick & Smooth
Quick & Smooth
) hingga putaran
) hingga putaran
mesin mencapai putaran maksimum
mesin mencapai putaran maksimum
(injeksi maksimum) dan pertahankan
(injeksi maksimum) dan pertahankan
PROSEDUR
PROSEDUR
PENGUJIAN
PENGUJIAN
Tunggu
Tunggu
15 detik kemudian
15 detik kemudian
lakukan lagi point (d), lakukan
lakukan lagi point (d), lakukan
sebanyak 3 kali atau sesuai
sebanyak 3 kali atau sesuai
dengan prosedure alat uji.
dengan prosedure alat uji.
Untuk alat uji jenis deflection,
Untuk alat uji jenis deflection,
setiap kali pengukuran harus
setiap kali pengukuran harus
menggunakan kertas yang baru.
menggunakan kertas yang baru.
Hasil uji dari setiap pengukuran
Hasil uji dari setiap pengukuran
kemudian diambil nilai rata-rata
kemudian diambil nilai rata-rata
nya sebagai hasil akhir.
PROSEDUR
PROSEDUR
PENGUJIAN
PENGUJIAN
Bila kendaraan memiliki 2 atau 3 pipa gas
Bila kendaraan memiliki 2 atau 3 pipa gas
buang, maka dibuat agar pengeluaran
buang, maka dibuat agar pengeluaran
gas buang melalui satu pipa.
gas buang melalui satu pipa.
Bila tidak bisa maka pengukuran
Bila tidak bisa maka pengukuran
dilakukan pada setiap pipa gas buang dan
dilakukan pada setiap pipa gas buang dan
kepekatan asap dihitung dengan cara
kepekatan asap dihitung dengan cara
mencari nilai rata-rata dari hasil uji setiap
mencari nilai rata-rata dari hasil uji setiap
pipa gas buang.
pipa gas buang.
Bila mesin dilengkapi dengan turbo yang
Bila mesin dilengkapi dengan turbo yang
bisa dihidupkan dan dimatikan secara
bisa dihidupkan dan dimatikan secara
manual, maka pengujian harus dilakukan
manual, maka pengujian harus dilakukan
dua kali yaitu dengan turbo dan tanpa
dua kali yaitu dengan turbo dan tanpa
turbo.
PENANGANAN HASIL UJI
PENANGANAN HASIL UJI
EMISI
EMISI
Uji emisi bukan hanya untuk mendapatkan data berapa besar
Uji emisi bukan hanya untuk mendapatkan data berapa besar
emisi kendaraan yang di-uji dan membandingkannya dengan
emisi kendaraan yang di-uji dan membandingkannya dengan
baku mutu emisi, namun ada tujuan yang lebih baik yaitu :
baku mutu emisi, namun ada tujuan yang lebih baik yaitu :
Menganalisa kondisi mesin berdasarkan hasil uji emisi
Menganalisa kondisi mesin berdasarkan hasil uji emisi
tersebut, kita sudah mengetahui berapa besar nilai gas
tersebut, kita sudah mengetahui berapa besar nilai gas
buang dalam keadaan mesin normal, sehingga apabila kita
buang dalam keadaan mesin normal, sehingga apabila kita
ketahui gas buang melebihi atau kurang dari batas normal
ketahui gas buang melebihi atau kurang dari batas normal
kita tahu bagian mesin mana yang ada masalah.
kita tahu bagian mesin mana yang ada masalah.
Sebagai pemilik mobil harus tahu bahwa emisi yang
Sebagai pemilik mobil harus tahu bahwa emisi yang
berlebihan berarti pemborosan antara lain: pemborosan
berlebihan berarti pemborosan antara lain: pemborosan
bahan bakar, jangka waktu perawatan kendaraan menjadi
bahan bakar, jangka waktu perawatan kendaraan menjadi
lebih pendek, oli pelumas mesin harus cepat diganti, dan
lebih pendek, oli pelumas mesin harus cepat diganti, dan
apabila kondisi dibiarkan terus akan mengakibatkan mesin
apabila kondisi dibiarkan terus akan mengakibatkan mesin
cepat menuju overhaul.
cepat menuju overhaul.
Emisi yang berlebihan jelas mengganggu kesehatan manusia
Emisi yang berlebihan jelas mengganggu kesehatan manusia
dan lingkungan, kalau dibiarkan terus bukan hal yang tidak
dan lingkungan, kalau dibiarkan terus bukan hal yang tidak
mungkin bahwa generasi penerus kita menjadi generasi
mungkin bahwa generasi penerus kita menjadi generasi
penerus yang bodoh akibat udara yang dihirup sejak kecil
penerus yang bodoh akibat udara yang dihirup sejak kecil
tercemar polusi.
PENANGANAN HASIL UJI
PENANGANAN HASIL UJI
EMISI
EMISI
RPM
Opasitas
Waktu
PENANGANAN HASIL UJI
PENANGANAN HASIL UJI
EMISI
EMISI
HASIL PENGUJIAN KONDISI TEKANAN
NOZZLE TERLALU TINGGI
K (m-1) / RPM K (m-1) / RPM
RPM
Opasitas
PENANGANAN HASIL UJI
PENANGANAN HASIL UJI
EMISI
EMISI
HASIL PENGUJIAN KONDISI TEKANAN
NOZZLE TERLALU RENDAH
K (m-1) / RPM K (m-1) / RPM
Waktu
Opasitas
PENANGANAN HASIL UJI
PENANGANAN HASIL UJI
EMISI
EMISI
HASIL PENGUJIAN KONDISI FILTER UDARA
KOTOR (TERSUMBAT)
K (m-1) / RPM K (m-1) / RPM
Waktu
PENANGANAN HASIL UJI
PENANGANAN HASIL UJI
EMISI
EMISI
HASIL PENGUJIAN KONDISI FILTER BAHAN
BAKAR (SOLAR) KOTOR (TERSUMBAT)
K (m-1) / RPM K (m-1) / RPM
Waktu
Opasitas