• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengujian emisi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengujian emisi"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

PENGUJIAN EMISI

PENGUJIAN EMISI

DIKLAT EMISI GAS BUANG

DIKLAT EMISI GAS BUANG

BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

TRANSPORTASI DARAT

TRANSPORTASI DARAT

ZAINAL ARIFIN, MT

ZAINAL ARIFIN, MT

PUSTRAL UGM PUSTRAL UGM

(2)

Ruang Lingkup : Prosedur ini meliputi cara untuk menentukan Ruang Lingkup : Prosedur ini meliputi cara untuk menentukan kadar karbon monoksida (CO), hidro karbon (HC), karbon

kadar karbon monoksida (CO), hidro karbon (HC), karbon

dioksida (CO

dioksida (CO22) dan oksigen (O) dan oksigen (O22) yang terkandung didalam gas ) yang terkandung didalam gas

buang dari motor cetus api kendaraan bermotor pada posisi

buang dari motor cetus api kendaraan bermotor pada posisi

putaran idle serta mendapatkan nilai lambda (perbandingan

putaran idle serta mendapatkan nilai lambda (perbandingan

campuran udara dan bahan bakar).

campuran udara dan bahan bakar).

Alat Uji 4 Gas Analyser (HC, CO, COAlat Uji 4 Gas Analyser (HC, CO, CO22, O, O22, , , suhu, putaran), suhu, putaran)Spesifikasi:Spesifikasi:

OIML (Organisation Internationale de Métrologie Légale) OIML (Organisation Internationale de Métrologie Légale)

Class 1 atau Class 2 atau

Class 1 atau Class 2 atau

ISO 3930 atauISO 3930 atau

CE 9255 - CE 70 220 atauCE 9255 - CE 70 220 atau

BAR 90 atauBAR 90 atau

Disahkan oleh EU atau USADisahkan oleh EU atau USAKalibrasi:Kalibrasi:

Oleh institusi yang di akreditasi oleh KAN (Komite Oleh institusi yang di akreditasi oleh KAN (Komite Akreditasi

Akreditasi

Nasional)

Nasional)

Dengan gas kalibrasi (Calibration Gas) { Propan 0.2%, N Dengan gas kalibrasi (Calibration Gas) { Propan 0.2%, N 5%, CO 3.5%, CO

5%, CO 3.5%, CO22 14%}secara otomatis 14%}secara otomatis

PENGUJIAN EMISI MOTOR BENSIN

PENGUJIAN EMISI MOTOR BENSIN

(3)

DEFINISI

DEFINISI

Konsentrasi CO adalah perbandingan volume

Konsentrasi CO adalah perbandingan volume

dari karbon monoksida (CO) yang terkandung

dari karbon monoksida (CO) yang terkandung

didalam gas buang dan dinyatakan dengan

didalam gas buang dan dinyatakan dengan

persen (%).

persen (%).

Konsentrasi HC adalah perbandingan volume

Konsentrasi HC adalah perbandingan volume

dari hidro karbon (HC) dipersamakan dengan

dari hidro karbon (HC) dipersamakan dengan

normal hexane (C

normal hexane (C6

6

H14

H

14

) dalam gas buang dan

) dalam gas buang dan

dinyatakan dalam ppm (part per milion).

dinyatakan dalam ppm (part per milion).

Konsentrasi CO2

Konsentrasi CO

2

adalah perbandingan volume

adalah perbandingan volume

karbon dioksida (CO

karbon dioksida (CO2

2

) yang terkandung di dalam

) yang terkandung di dalam

gas buang dan dinyatakan dalam persen (%).

gas buang dan dinyatakan dalam persen (%).

Konsentrasi O2

Konsentrasi O

2

adalah perbandingan volume

adalah perbandingan volume

oksigen (O

oksigen (O2

2

) yang terkandung di dalam gas

) yang terkandung di dalam gas

buang dan dinyatakan dalam persen (%).

buang dan dinyatakan dalam persen (%).

Nilai lambda adalah nilai perbandingan

Nilai lambda adalah nilai perbandingan

campuran udara dengan bahan bakar dan

campuran udara dengan bahan bakar dan

dinyatakan tanpa satuan.

(4)

KONDISI UJI

KONDISI UJI

Kondisi ruangan :

Kondisi ruangan :

Temperatur ruangan 25

Temperatur ruangan 25

10

10

oo

C

C

Tempat uji kendaraan tidak miring (datar).

Tempat uji kendaraan tidak miring (datar).

Kondisi motor dan kendaraan:

Kondisi motor dan kendaraan:

Kendaraan yang diuji berada pada tempat

Kendaraan yang diuji berada pada tempat

yang datar.

yang datar.

Semua alat-alat tambahan kecuali

Semua alat-alat tambahan kecuali

perlengkapan operasi standard mesin

perlengkapan operasi standard mesin

harus dilepaskan dan posisi tanpa beban.

harus dilepaskan dan posisi tanpa beban.

Kendaraan dengan transmisi biasa posisi

Kendaraan dengan transmisi biasa posisi

gigi harus pada posisi netral (N) dan

gigi harus pada posisi netral (N) dan

kopling pada posisi bebas.

kopling pada posisi bebas.

Kendaraan dengan transmisi otomatis,

Kendaraan dengan transmisi otomatis,

posisi tuas pemindah harus netral (N)

posisi tuas pemindah harus netral (N)

atau parkir (P).

atau parkir (P).

Kap motor dalam keadaan tertutup baik

Kap motor dalam keadaan tertutup baik

dan kipas pendingin tambahan tidak

dan kipas pendingin tambahan tidak

digunakan.

(5)

KONDISI UJI

KONDISI UJI

Persiapan kendaraan yang akan di-uji.

Persiapan kendaraan yang akan di-uji.

Motor penggerak terlebih dahulu dipanaskan

Motor penggerak terlebih dahulu dipanaskan

hingga mencapai suhu kerja normal.

hingga mencapai suhu kerja normal.

Choke dalam keadaan tidak bekerja.

Choke dalam keadaan tidak bekerja.

Periksa apakah ada kebocoran pada sistem

Periksa apakah ada kebocoran pada sistem

gas buang motor penggerak dan sistem alat

gas buang motor penggerak dan sistem alat

uji.

uji.

Thermometer atau alat ukur lain digunakan

Thermometer atau alat ukur lain digunakan

untuk mengukur suhu kerja mesin (~ 70 – 80

untuk mengukur suhu kerja mesin (~ 70 – 80

o o

C).

C).

Putaran Idling motor penggerak harus stabil

Putaran Idling motor penggerak harus stabil

dan waktu pengapian sesuai dengan

dan waktu pengapian sesuai dengan

spesifikasi pabrik. (Pemasangan sensor RPM)

spesifikasi pabrik. (Pemasangan sensor RPM)

Setelah pemanasan selesai, putaran motor

Setelah pemanasan selesai, putaran motor

dinaikkan sampai putaran menengah

dinaikkan sampai putaran menengah

15

15

detik tanpa beban, kemudian kembali pada

detik tanpa beban, kemudian kembali pada

(6)

KONDISI UJI

KONDISI UJI

Persiapan kendaraan yang akan di-uji.

Persiapan kendaraan yang akan di-uji.

Motor penggerak terlebih dahulu dipanaskan

Motor penggerak terlebih dahulu dipanaskan

hingga mencapai suhu kerja normal.

hingga mencapai suhu kerja normal.

Choke dalam keadaan tidak bekerja.

Choke dalam keadaan tidak bekerja.

Periksa apakah ada kebocoran pada sistem gas

Periksa apakah ada kebocoran pada sistem gas

buang motor penggerak dan sistem alat uji.

buang motor penggerak dan sistem alat uji.

Thermometer atau alat ukur lain digunakan

Thermometer atau alat ukur lain digunakan

untuk mengukur suhu kerja mesin (~ 70 – 80

untuk mengukur suhu kerja mesin (~ 70 – 80

oo

C).

C).

Putaran Idling motor penggerak harus stabil dan

Putaran Idling motor penggerak harus stabil dan

waktu pengapian sesuai dengan spesifikasi

waktu pengapian sesuai dengan spesifikasi

pabrik. (Pemasangan sensor RPM)

pabrik. (Pemasangan sensor RPM)

Setelah pemanasan selesai, putaran motor

Setelah pemanasan selesai, putaran motor

dinaikkan sampai putaran menengah

dinaikkan sampai putaran menengah

15 detik

15 detik

tanpa beban, kemudian kembali pada putaran

tanpa beban, kemudian kembali pada putaran

idling.

idling.

Bahan bakar

Bahan bakar

Bahan bakar yang digunakan harus memenuhi

Bahan bakar yang digunakan harus memenuhi

persyaratan pemerintah.

(7)
(8)

PRINSIP PENGUJIAN EMISI MOTOR

PRINSIP PENGUJIAN EMISI MOTOR

BENSIN

BENSIN

IR Source

Chopper

blade

Gas out

Gas in

IR Detectors

IR Filters

Sample cell

Electronics

HC

CO

CO

2

(9)

ALAT UJI

ALAT UJI

Alat uji harus mampu mengukur kadar

Alat uji harus mampu mengukur kadar

CO dan HC secara terus menerus pada

CO dan HC secara terus menerus pada

kendaraan uji putaran idle.

kendaraan uji putaran idle.

Pengoperasian alat uji harus mengikuti

Pengoperasian alat uji harus mengikuti

prosedur pengoperasian alat uji.

prosedur pengoperasian alat uji.

Alat uji harus sudah melalui proses

Alat uji harus sudah melalui proses

pemanasan.

pemanasan.

Peralatan uji sebaiknya tidak langsung

Peralatan uji sebaiknya tidak langsung

kena matahari, hujan atau angin.

kena matahari, hujan atau angin.

Peralatan uji secara rutin mendapatkan

Peralatan uji secara rutin mendapatkan

perawatan rutin 6 bulan sekali.

perawatan rutin 6 bulan sekali.

Alat uji harus sudah dikalibrasi nol baik

Alat uji harus sudah dikalibrasi nol baik

(10)

PROSEDUR

PROSEDUR

PENGUJIAN

PENGUJIAN

Kendaraan masuk ke ruang uji.

Kendaraan masuk ke ruang uji.

Pengecekan kebocoran pada pipa gas

Pengecekan kebocoran pada pipa gas

buang (knalpot). Apabila pipa gas

buang (knalpot). Apabila pipa gas

buang / saringan gas buang bocor,

buang / saringan gas buang bocor,

maka pipa gas buang kendaraan harus

maka pipa gas buang kendaraan harus

direparasi terlebih dahulu untuk dapat

direparasi terlebih dahulu untuk dapat

mengikuti tahapan pengecekan

mengikuti tahapan pengecekan

berikutnya.

berikutnya.

Mengisi data kendaraan (Plat nomor,

Mengisi data kendaraan (Plat nomor,

Nama pemilik, Jenis Kendaraan, Merek

Nama pemilik, Jenis Kendaraan, Merek

kendaraan, Bahan bakar, Penggunaan,

kendaraan, Bahan bakar, Penggunaan,

Jarak tempuh, Tahun pembuatan) pada

Jarak tempuh, Tahun pembuatan) pada

form yang tersedia.

(11)

PROSEDUR

PROSEDUR

PENGUJIAN

PENGUJIAN

Mempersiapkan kendaraan untuk

Mempersiapkan kendaraan untuk

pengujian.

pengujian.

Transmisi dalam keadaan netral (posisi N

Transmisi dalam keadaan netral (posisi N

atau P untuk kendaraan otomatik.

atau P untuk kendaraan otomatik.

Pastikan kendaraan telah berada pada

Pastikan kendaraan telah berada pada

temperatur kerja (Autodata). Apabila

temperatur kerja (Autodata). Apabila

belum, maka lakukan pemanasan

belum, maka lakukan pemanasan

kendaraan sebelum memulai langkah

kendaraan sebelum memulai langkah

berikutnya.

berikutnya.

Mematikan semua peralatan tambahan

Mematikan semua peralatan tambahan

kendaraan (AC, kipas tambahan). Pastikan

kendaraan (AC, kipas tambahan). Pastikan

mesin tidak menerima beban tambahan.

mesin tidak menerima beban tambahan.

Pastikan choke dalam keadaan tidak

Pastikan choke dalam keadaan tidak

(12)

PROSEDUR

PROSEDUR

PENGUJIAN

PENGUJIAN

Pemasangan sensor pengujian.

Pemasangan sensor pengujian.

Pemasangan sensor putaran (rpm).

Pemasangan sensor putaran (rpm).

Pemasangan sensor gas (gas

Pemasangan sensor gas (gas

probe). Pastikan pemasangan

probe). Pastikan pemasangan

sensor gas sedalam 30 cm ke dalam

sensor gas sedalam 30 cm ke dalam

pipa gas buang untuk menghindari

pipa gas buang untuk menghindari

kesalahan. Tunggu

kesalahan. Tunggu

20 detik

20 detik

sampai data pada layar stabil.

sampai data pada layar stabil.

Pemasangan sensor temperatur oli.

Pemasangan sensor temperatur oli.

Ambil data pengukuran (print out

Ambil data pengukuran (print out

atau mencatat data).

(13)

PROSEDUR

PROSEDUR

PENGUJIAN

PENGUJIAN

Pastikan data emisi menjadi lebih baik

Pastikan data emisi menjadi lebih baik

setelah pemeriksaan dan penyetelan

setelah pemeriksaan dan penyetelan

ringan. Apabila data menjadi lebih buruk,

ringan. Apabila data menjadi lebih buruk,

ulangi lagi proses pemeriksaan dan

ulangi lagi proses pemeriksaan dan

penyetelan.

penyetelan.

Apabila data emisi setelah dilakukan

Apabila data emisi setelah dilakukan

pemeriksaan dan penyetelan ringan masih

pemeriksaan dan penyetelan ringan masih

berada diatas nilai ambang batas, maka

berada diatas nilai ambang batas, maka

kendaraan perlu mendapatkan perawatan

kendaraan perlu mendapatkan perawatan

dan perbaikan lanjutan, sebelum dilakukan

dan perbaikan lanjutan, sebelum dilakukan

pengujian kedua.

pengujian kedua.

Apabila data telah memenuhi standar,

Apabila data telah memenuhi standar,

lakukan pengambilan data (print out atau

lakukan pengambilan data (print out atau

mencatat data).

(14)

PROSEDUR

PROSEDUR

PENGUJIAN

PENGUJIAN

Bila kendaraan memiliki 2 atau 3 pipa gas buang,

Bila kendaraan memiliki 2 atau 3 pipa gas buang,

maka dibuat agar pengeluaran gas buang melalui

maka dibuat agar pengeluaran gas buang melalui

satu pipa.

satu pipa.

Bila tidak bisa maka pengukuran dilakukan pada

Bila tidak bisa maka pengukuran dilakukan pada

setiap pipa gas buang dan konsentrasi CO dan HC

setiap pipa gas buang dan konsentrasi CO dan HC

dihitung dengan cara mencari nilai rata-rata.

dihitung dengan cara mencari nilai rata-rata.

Pada motor 4 langkah, penempatan probe

Pada motor 4 langkah, penempatan probe

minimum 30 cm kedalam pipa gas buang sejauh

minimum 30 cm kedalam pipa gas buang sejauh

pengukuran tidak dipengaruhi udara sekitar.

pengukuran tidak dipengaruhi udara sekitar.

Bila probe tidak dapat dimasukkan seperti pont

Bila probe tidak dapat dimasukkan seperti pont

(b) maka pipa gas buang harus

(b) maka pipa gas buang harus

disambung/diperpanjang.

disambung/diperpanjang.

Bila mesin dilengkapi dengan turbo yang bisa

Bila mesin dilengkapi dengan turbo yang bisa

dihidupkan dan dimatikan secara manual, maka

dihidupkan dan dimatikan secara manual, maka

pengujian harus dilakukan dua kali yaitu dengan

pengujian harus dilakukan dua kali yaitu dengan

(15)

PENANGANAN HASIL UJI

PENANGANAN HASIL UJI

EMISI

EMISI

Pemeriksaan dan penyetelan ringan mesin

Pemeriksaan dan penyetelan ringan mesin

kendaraan meliputi :

kendaraan meliputi :

Periksa saringan udara. Bersihkan saringan

Periksa saringan udara. Bersihkan saringan

udara. Apabila kondisi saringan udara sudah

udara. Apabila kondisi saringan udara sudah

tidak memadai, ganti saringan udara.

tidak memadai, ganti saringan udara.

Pemeriksaan saluran / saringan bahan bakar.

Pemeriksaan saluran / saringan bahan bakar.

Pastikan saluran bahan bakar tidak tersumbat

Pastikan saluran bahan bakar tidak tersumbat

/ mengecil / bocor. Bersihkan saringan udara.

/ mengecil / bocor. Bersihkan saringan udara.

Periksa hubungan kabel-kabel, terutama

Periksa hubungan kabel-kabel, terutama

kabel busi. Pastikan tidak ada kerak / kotoran

kabel busi. Pastikan tidak ada kerak / kotoran

pada hubungan kabel-kabel.

pada hubungan kabel-kabel.

Penyetelan busi. Bersihkan busi. Kontrol

Penyetelan busi. Bersihkan busi. Kontrol

jarak (gap) pada busi, kembalikan pada jarak

jarak (gap) pada busi, kembalikan pada jarak

standar.

standar.

Penyetelan rasio campuran udara / bensin.

Penyetelan rasio campuran udara / bensin.

Penyetelan pengapian (na-vor), apabila

Penyetelan pengapian (na-vor), apabila

mungkin.

(16)

Nilai Emisi Ideal Mesin Bensin

Nilai Emisi Ideal Mesin Bensin

CO (carbon monoxide)

CO (carbon monoxide)

Karburator=2%

CO

22

(carbon dioxide)

(carbon dioxide)

(17)

BAKU MUTU EMISI

(PERMEN LH No. 05 Tahun 2006 / 1 Agustus 2006)

KENDARAAN BERMOTOR KATEGORI “L”

KATEGORI PEMBUATATAHUN N

PARAMETER METOD E UJI CO (%) HC

(ppm)

Sepeda motor 2 langkah

Sepeda motor 2 langkah < 2010< 2010 4.54.5 12.00012.000 IdleIdle Sepeda motor 4 langkah

Sepeda motor 4 langkah < 2010< 2010 4.54.5 2.4002.400 IdleIdle Sepeda motor 2 & 4

Sepeda motor 2 & 4

langkah

langkah KENDARAAN BERMOTOR KATEGORI “M, N DAN O”>2010>2010 4.54.5 2.0002.000 IdleIdle

KATEGORI

KATEGORI PEMBUATPEMBUATTAHUN TAHUN

AN

bakar cetus api

bakar cetus api

(18)

BAKU MUTU EMISI

(PERMEN LH No. 05 Tahun 2006 / 1 Agustus 2006)

CATATAN :

UNTUK KENDARAAN BERMOTOR BERPENGGERAK MOTOR

BAKAR CETUS API KATEGORI “M, N, DAN O”

< 2007 : BERLAKU SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2006

> 2007 : BERLAKU MULAI TANGGAL 1 JANUARI 2007

UNTUK KENDARAAN BERMOTOR KATEGORI “L” DAN

KENDARAAN BERMOTOR BERPENGGERAK MOTOR BAKAR

PENYALAAN KOMPRESSI (DIESEL)

< 2010 : BERLAKU SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2009

> 2010 : BERLAKU MULAI TANGGAL 1 JANUARI 2010

(19)

PENANGANAN HASIL UJI

PENANGANAN HASIL UJI

EMISI

EMISI

Uji emisi bukan hanya untuk mendapatkan data berapa besar Uji emisi bukan hanya untuk mendapatkan data berapa besar emisi kendaraan yang di-uji dan membandingkannya dengan

emisi kendaraan yang di-uji dan membandingkannya dengan

baku mutu emisi, namun ada tujuan yang lebih baik yaitu :

baku mutu emisi, namun ada tujuan yang lebih baik yaitu :

Menganalisa kondisi mesin berdasarkan hasil uji emisi tersebut, Menganalisa kondisi mesin berdasarkan hasil uji emisi tersebut, kita sudah mengetahui berapa besar nilai gas buang dalam

kita sudah mengetahui berapa besar nilai gas buang dalam

keadaan mesin normal, sehingga apabila kita ketahui gas buang

keadaan mesin normal, sehingga apabila kita ketahui gas buang

melebihi atau kurang dari batas normal kita tahu bagian mesin

melebihi atau kurang dari batas normal kita tahu bagian mesin

mana yang ada masalah.

mana yang ada masalah.

Sebagai pemilik mobil harus tahu bahwa emisi yang berlebihan Sebagai pemilik mobil harus tahu bahwa emisi yang berlebihan berarti pemborosan antara lain: pemborosan bahan bakar, jangka

berarti pemborosan antara lain: pemborosan bahan bakar, jangka

waktu perawatan kendaraan menjadi lebih pendek, oli pelumas

waktu perawatan kendaraan menjadi lebih pendek, oli pelumas

mesin harus cepat diganti, dan apabila kondisi dibiarkan terus

mesin harus cepat diganti, dan apabila kondisi dibiarkan terus

akan mengakibatkan mesin cepat menuju overhaul.

akan mengakibatkan mesin cepat menuju overhaul.

Emisi yang berlebihan jelas mengganggu kesehatan manusia dan Emisi yang berlebihan jelas mengganggu kesehatan manusia dan lingkungan, kalau dibiarkan terus bukan hal yang tidak mungkin

lingkungan, kalau dibiarkan terus bukan hal yang tidak mungkin

bahwa generasi penerus kita menjadi generasi penerus yang

bahwa generasi penerus kita menjadi generasi penerus yang

bodoh akibat udara yang dihirup sejak kecil tercemar polusi.

(20)

Ruang Lingkup : Prosedur ini meliputi cara untuk

Ruang Lingkup : Prosedur ini meliputi cara untuk

menentukan kepekatan kadar asap kendaraan bermotor

menentukan kepekatan kadar asap kendaraan bermotor

diesel pada kondisi diam ditempat dengan putran mesin

diesel pada kondisi diam ditempat dengan putran mesin

diakselerasi tanpa beban (

diakselerasi tanpa beban (

free running acceleration)

free running acceleration)

Alat Uji Opacymeter (Tingkat tembus cahaya Satuan: %

Alat Uji Opacymeter (Tingkat tembus cahaya Satuan: %

opacity atau k [m

opacity atau k [m

-1-1

] (% opacity = e

] (% opacity = e

(1-1/k)(1-1/k)

* 100))

* 100))

Spesifikasi:

Spesifikasi:

ISO 11614

ISO 11614

CE 9255 - CE 70 220 OIML Class 1 atau Class 2 atau

CE 9255 - CE 70 220 OIML Class 1 atau Class 2 atau

Disahkan oleh EU atau USA

Disahkan oleh EU atau USA

Kalibrasi:

Kalibrasi:

Distel oleh produsen

Distel oleh produsen

Harus selalu bersih

Harus selalu bersih

Sebelum pengujian alat melakukan kalibrasi secara

Sebelum pengujian alat melakukan kalibrasi secara

otomatis

otomatis

PENGUJIAN EMISI MOTOR DIESEL

PENGUJIAN EMISI MOTOR DIESEL

(21)

DEFINISI

DEFINISI

Kepekatan asap adalah kemampuan

Kepekatan asap adalah kemampuan

asap untuk meredam cahaya, apabila

asap untuk meredam cahaya, apabila

cahaya tidak bisa menembus asap

cahaya tidak bisa menembus asap

maka

kepekatan

asap

tersebut

maka

kepekatan

asap

tersebut

dinyatakan 100 persen (%), apabila

dinyatakan 100 persen (%), apabila

cahaya bisa melewati asap tanpa ada

cahaya bisa melewati asap tanpa ada

pengurangan intensitas cahaya maka

pengurangan intensitas cahaya maka

kepekatan asap tersebut dinyatakan

kepekatan asap tersebut dinyatakan

sebagai 0 % (nol persen).

sebagai 0 % (nol persen).

Demikian

Demikian

pula

pula

sebaliknya

sebaliknya

apabila

apabila

cahaya sama sekali tidak mampu

cahaya sama sekali tidak mampu

melewati

asap

atau

terdapat

melewati

asap

atau

terdapat

pengurangan

insensitas,

maka

pengurangan

insensitas,

maka

(22)

KONDISI UJI

KONDISI UJI

Kondisi sekitar (luar); suhu udara luar untuk

Kondisi sekitar (luar); suhu udara luar untuk

pengujian kendaraan dan peralatan ukur (uji)

pengujian kendaraan dan peralatan ukur (uji)

berada sekitar 25

berada sekitar 25

5

5

oo

C. Peralatan uji

C. Peralatan uji

sebaiknya tidak langsung kena matahari,

sebaiknya tidak langsung kena matahari,

hujan atau angin.

hujan atau angin.

Kondisi motor dan kendaraan:

Kondisi motor dan kendaraan:

Kendaraan yang diuji berada pada tempat yang datar.Kendaraan yang diuji berada pada tempat yang datar.

Segel pada mesin harus sesuai dengan spesifikasi Segel pada mesin harus sesuai dengan spesifikasi pabrik.

pabrik.

Sistem gas buang tidak boleh ada kebocoran.Sistem gas buang tidak boleh ada kebocoran.

Semua alat-alat tambahan kecuali perlengkapan Semua alat-alat tambahan kecuali perlengkapan

operasi standard mesin harus dilepaskan dan posisi

operasi standard mesin harus dilepaskan dan posisi

tanpa beban.

tanpa beban.

Kendaraan dengan transmisi biasa posisi gigi harus Kendaraan dengan transmisi biasa posisi gigi harus

pada posisi netral (N) dan kopling pada posisi bebas.

pada posisi netral (N) dan kopling pada posisi bebas.

Kendaraan dengan transmisi otomatis, posisi tuas Kendaraan dengan transmisi otomatis, posisi tuas pemindah harus netral (N) atau parkir (P).

pemindah harus netral (N) atau parkir (P).

Kap motor dalam keadaan tertutup baik dan kipas Kap motor dalam keadaan tertutup baik dan kipas

pendingin tambahan tidak digunakan.

(23)

KONDISI UJI

KONDISI UJI

Persiapan kendaraan yang akan di-uji.

Persiapan kendaraan yang akan di-uji.

Motor penggerak terlebih dahulu

Motor penggerak terlebih dahulu

dipanaskan hingga mencapai suhu kerja

dipanaskan hingga mencapai suhu kerja

normal.

normal.

Choke dalam keadaan tidak bekerja.

Choke dalam keadaan tidak bekerja.

Thermometer atau alat ukur lain digunakan

Thermometer atau alat ukur lain digunakan

untuk mengukur apakah suhu kerja mesin

untuk mengukur apakah suhu kerja mesin

(suhu oli) sudah tercapai.

(suhu oli) sudah tercapai.

Putaran Idling motor penggerak harus

Putaran Idling motor penggerak harus

stabil dan waktu pengapian sesuai dengan

stabil dan waktu pengapian sesuai dengan

spesifikasi pabrik.

spesifikasi pabrik.

Bahan bakar

Bahan bakar

Bahan bakar yang digunakan harus

Bahan bakar yang digunakan harus

memenuhi persyaratan pemerintah.

(24)
(25)

PRINSIP PENGUKURAN OPASITAS

PRINSIP PENGUKURAN OPASITAS

(26)

PRINSIP PENGUKURAN OPASITAS

Extinction = Absorption + Scattering

(27)

PRINSIP PENGUKURAN OPASITAS

(28)

ALAT UJI

ALAT UJI

Alat uji harus mampu mengukur kepekatan

Alat uji harus mampu mengukur kepekatan

asap diesel hingga 100 %

asap diesel hingga 100 %

Pengoperasian alat uji harus mengikuti

Pengoperasian alat uji harus mengikuti

prosedur pengoperasian alat uji.

prosedur pengoperasian alat uji.

Alat uji harus sudah melalui proses

Alat uji harus sudah melalui proses

pemanasan.

pemanasan.

Alat uji harus sudah dikalibrasi nol baik

Alat uji harus sudah dikalibrasi nol baik

secara manual atau otomatis.

secara manual atau otomatis.

Untuk alat uji jenis

Untuk alat uji jenis

deflection,

deflection,

pompa isap

pompa isap

harus mampu menghisap gas buang sebesar

harus mampu menghisap gas buang sebesar

330

330

15 ml dalam waktu 1,4

15 ml dalam waktu 1,4

0,2 detik

0,2 detik

melalui saringan kertas, saringan kertas

melalui saringan kertas, saringan kertas

harus menggunakan kelas 5A standard JIS.

harus menggunakan kelas 5A standard JIS.

Pemasangan probe gas buang harus sejajar

Pemasangan probe gas buang harus sejajar

dengan garis sumbu pipa buang, bila tidak

dengan garis sumbu pipa buang, bila tidak

(29)

PROSEDUR

PROSEDUR

PENGUJIAN

PENGUJIAN

Periksa apakah ada kebocoran pada

Periksa apakah ada kebocoran pada

sistem gas buang motor penggerak dan

sistem gas buang motor penggerak dan

sistem alat uji.

sistem alat uji.

Setelah pemanasan selesai, lakukan

Setelah pemanasan selesai, lakukan

pembersihan sistem pembuangan dengan

pembersihan sistem pembuangan dengan

jalan menginjak pedal gas hingga putaran

jalan menginjak pedal gas hingga putaran

penuh sebanyak 3 kali tanpa beban.

penuh sebanyak 3 kali tanpa beban.

Segera setelah itu biarkan putaran mesin

Segera setelah itu biarkan putaran mesin

idling selama

idling selama

5 detik.

5 detik.

Lakukan akslerasi secara cepat namun

Lakukan akslerasi secara cepat namun

lembut (

lembut (

Quick & Smooth

Quick & Smooth

) hingga putaran

) hingga putaran

mesin mencapai putaran maksimum

mesin mencapai putaran maksimum

(injeksi maksimum) dan pertahankan

(injeksi maksimum) dan pertahankan

(30)

PROSEDUR

PROSEDUR

PENGUJIAN

PENGUJIAN

Tunggu

Tunggu

15 detik kemudian

15 detik kemudian

lakukan lagi point (d), lakukan

lakukan lagi point (d), lakukan

sebanyak 3 kali atau sesuai

sebanyak 3 kali atau sesuai

dengan prosedure alat uji.

dengan prosedure alat uji.

Untuk alat uji jenis deflection,

Untuk alat uji jenis deflection,

setiap kali pengukuran harus

setiap kali pengukuran harus

menggunakan kertas yang baru.

menggunakan kertas yang baru.

Hasil uji dari setiap pengukuran

Hasil uji dari setiap pengukuran

kemudian diambil nilai rata-rata

kemudian diambil nilai rata-rata

nya sebagai hasil akhir.

(31)

PROSEDUR

PROSEDUR

PENGUJIAN

PENGUJIAN

Bila kendaraan memiliki 2 atau 3 pipa gas

Bila kendaraan memiliki 2 atau 3 pipa gas

buang, maka dibuat agar pengeluaran

buang, maka dibuat agar pengeluaran

gas buang melalui satu pipa.

gas buang melalui satu pipa.

Bila tidak bisa maka pengukuran

Bila tidak bisa maka pengukuran

dilakukan pada setiap pipa gas buang dan

dilakukan pada setiap pipa gas buang dan

kepekatan asap dihitung dengan cara

kepekatan asap dihitung dengan cara

mencari nilai rata-rata dari hasil uji setiap

mencari nilai rata-rata dari hasil uji setiap

pipa gas buang.

pipa gas buang.

Bila mesin dilengkapi dengan turbo yang

Bila mesin dilengkapi dengan turbo yang

bisa dihidupkan dan dimatikan secara

bisa dihidupkan dan dimatikan secara

manual, maka pengujian harus dilakukan

manual, maka pengujian harus dilakukan

dua kali yaitu dengan turbo dan tanpa

dua kali yaitu dengan turbo dan tanpa

turbo.

(32)

PENANGANAN HASIL UJI

PENANGANAN HASIL UJI

EMISI

EMISI

Uji emisi bukan hanya untuk mendapatkan data berapa besar

Uji emisi bukan hanya untuk mendapatkan data berapa besar

emisi kendaraan yang di-uji dan membandingkannya dengan

emisi kendaraan yang di-uji dan membandingkannya dengan

baku mutu emisi, namun ada tujuan yang lebih baik yaitu :

baku mutu emisi, namun ada tujuan yang lebih baik yaitu :

Menganalisa kondisi mesin berdasarkan hasil uji emisi

Menganalisa kondisi mesin berdasarkan hasil uji emisi

tersebut, kita sudah mengetahui berapa besar nilai gas

tersebut, kita sudah mengetahui berapa besar nilai gas

buang dalam keadaan mesin normal, sehingga apabila kita

buang dalam keadaan mesin normal, sehingga apabila kita

ketahui gas buang melebihi atau kurang dari batas normal

ketahui gas buang melebihi atau kurang dari batas normal

kita tahu bagian mesin mana yang ada masalah.

kita tahu bagian mesin mana yang ada masalah.

Sebagai pemilik mobil harus tahu bahwa emisi yang

Sebagai pemilik mobil harus tahu bahwa emisi yang

berlebihan berarti pemborosan antara lain: pemborosan

berlebihan berarti pemborosan antara lain: pemborosan

bahan bakar, jangka waktu perawatan kendaraan menjadi

bahan bakar, jangka waktu perawatan kendaraan menjadi

lebih pendek, oli pelumas mesin harus cepat diganti, dan

lebih pendek, oli pelumas mesin harus cepat diganti, dan

apabila kondisi dibiarkan terus akan mengakibatkan mesin

apabila kondisi dibiarkan terus akan mengakibatkan mesin

cepat menuju overhaul.

cepat menuju overhaul.

Emisi yang berlebihan jelas mengganggu kesehatan manusia

Emisi yang berlebihan jelas mengganggu kesehatan manusia

dan lingkungan, kalau dibiarkan terus bukan hal yang tidak

dan lingkungan, kalau dibiarkan terus bukan hal yang tidak

mungkin bahwa generasi penerus kita menjadi generasi

mungkin bahwa generasi penerus kita menjadi generasi

penerus yang bodoh akibat udara yang dihirup sejak kecil

penerus yang bodoh akibat udara yang dihirup sejak kecil

tercemar polusi.

(33)

PENANGANAN HASIL UJI

PENANGANAN HASIL UJI

EMISI

EMISI

RPM

Opasitas

Waktu

(34)

PENANGANAN HASIL UJI

PENANGANAN HASIL UJI

EMISI

EMISI

HASIL PENGUJIAN KONDISI TEKANAN

NOZZLE TERLALU TINGGI

K (m-1) / RPM K (m-1) / RPM

RPM

Opasitas

(35)

PENANGANAN HASIL UJI

PENANGANAN HASIL UJI

EMISI

EMISI

HASIL PENGUJIAN KONDISI TEKANAN

NOZZLE TERLALU RENDAH

K (m-1) / RPM K (m-1) / RPM

Waktu

Opasitas

(36)

PENANGANAN HASIL UJI

PENANGANAN HASIL UJI

EMISI

EMISI

HASIL PENGUJIAN KONDISI FILTER UDARA

KOTOR (TERSUMBAT)

K (m-1) / RPM K (m-1) / RPM

Waktu

(37)

PENANGANAN HASIL UJI

PENANGANAN HASIL UJI

EMISI

EMISI

HASIL PENGUJIAN KONDISI FILTER BAHAN

BAKAR (SOLAR) KOTOR (TERSUMBAT)

K (m-1) / RPM K (m-1) / RPM

Waktu

Opasitas

(38)

Jangan menempatkan alat uji pada sinar

Jangan menempatkan alat uji pada sinar

matahari, hujan, salju, kondisi korosif atau

matahari, hujan, salju, kondisi korosif atau

kondisi yang terkontaminasi dengan uap

kondisi yang terkontaminasi dengan uap

bahan bakar.

bahan bakar.

Pastikan bahwa tidak ada peralatan yang

Pastikan bahwa tidak ada peralatan yang

digunakan pada jarak kurang dari 5 meter

digunakan pada jarak kurang dari 5 meter

dari alat uji yang dapat menyebabkan

dari alat uji yang dapat menyebabkan

gangguan elektromagnet (seperti : telepon

gangguan elektromagnet (seperti : telepon

radio, peralatan las listrik, motor listrik

radio, peralatan las listrik, motor listrik

yang besar, dll)

yang besar, dll)

Pastikan bahwa alat sudah pada voltage

Pastikan bahwa alat sudah pada voltage

yang benar (110V-220V) gunakan voltage

yang benar (110V-220V) gunakan voltage

regulator

regulator

Jangan biarkan probe menempel terlalu

Jangan biarkan probe menempel terlalu

lama pada exhaust pipe

lama pada exhaust pipe

Pastikan bahwa tidak ada selang yang

Pastikan bahwa tidak ada selang yang

tertekuk.

tertekuk.

Bersihkan selang dan perlengkapan

Bersihkan selang dan perlengkapan

lainnya setelah digunakan

lainnya setelah digunakan

Lakukan perawatan dan penggantian part

Lakukan perawatan dan penggantian part

secara reguler

secara reguler

PETUNJUK KEAMANAN

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

a) Adanya ikatan batin, ini dikarenakan adanya persamaan kehendak, persamaan tujuan, persamaan ide, dan sebagainya. b) Adanya persamaan norma, ini dikarenakan mereka

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pembelajaran IPA melalui pendekatan kontekstual menggunakan simulasi komputer dan model kerja, kemampuan berpikir kritis dan

Selanjutnya peserta seleksi dapat menyampaikan sanggahan secara elektronik melalui aplikasi SPSE atas pengumuman ini kepada ULP kelompok kerja Jasa Konsultansi Dinas

[r]

Dalam masyarakat Arab pra-Islam bisa ditemukan praktek-praktek kehidupan sosial yang dipandangnya tidak rasional dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, di antara

Buku pedoman teknis penulisan tugas akhir mahasiswa program Diploma 3 tahun 2012 ini adalah perbaikan dari buku pedoman tahun 2011, disusun dengan tujuan untuk

Melihat dari hasil penelitian diketahui bahwa pada variabel attitude towards using yang memiliki nilai paling rendah yaitu dimensi idea of transaction, sehingga

3 UBS Securities Indonesia 4 Danareksa Sekuritas 5 Trimegah Securities Tbk 6 JP Morgan Securities Indonesia 7 CIMB-GK Securities Indonesia 8 Deutsche Securities Indonesia 9