39
DAFTAR PUSTAKA
Anggraini, D.R. (2008). Gambaran Makroskopik dan Mikroskopik Hati dan Ginjal Mencit Akibat Pemberian Plumbum Asetat. Tesis. Medan: Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. Halaman 52.
Ariens E.J., Mutschler, E., dan Simonis, A.M. (1986). Pengantar Toksikologi Umum. Terjemahan oleh Yoke R Watimena, Mathilda B Widianto. Elin Yulinah Sukandar. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Halaman 134.
Arifin, H., Leny, S., dan Netty, M. (2006). Kajian Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Capo (Blumea Balsamifera L.) Dan Pengaruhnya Terhadap Gambaran Histologi Ginjal Mencit Putih Jantan. Jurnal Media farmasi. 14(2): 120-124.
BPOM RI. (2011). Pedoman Uji Toksisitas Nonklinik Secara In Vivo. Jakarta: Pusat Riset Obat dan Makanan BPOM RI. Hal. 25-29.
Calista. (2010). Ekstraksi senyawa aktif dari tumbuhan liar pecut kuda sebagai obat herbal antikanker menggunakan metode ramah lingkungan. Skripsi. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.
Citra, N.S. (2014). Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Pecut Kuda (Stachytharpheta jamaicensis L.Vahl ) Pada Mencit. Skripsi. Medan : Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Halaman 54.
Dalimartha, S. (2008). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia . Jilid 2 Jakarta: Pustaka Bunda. Halaman 146-148.
Depkes RI. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Edisi IV. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Hal. 1-11.
Dewoto, H.R. (2007). Pengembangan Obat Tradisional Indonesia Menjadi Fitofarmaka. Jurnal Ma j Kedokt Indon. 57(7): 205-211.
Ditjen POM. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Hal. 10-11.
Elya, B., Amin, J., dan Emiyanah. (2010). Toksisitas Akut Daun Justicia genda russa Burm. Jurnal Makara Sains. 14(2): 129-134.
Eroschenko, V.P. (2010). Atlas Histologi diFiro: dengan Korelasi Fungsional Edisi 11. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Halaman 325 -334.
40
Gupta, D., dan Bhardwaj, S. (2012). Study of Acute, Subacute and Chronic Toxicity Test. International Journal of Advanced Research in Pha rma ceutica l a nd Bio Sciences (IJARPB). 1(2): 103-114.
Hadi, S. (1995). Gastroenterologi. Edisi 6. Bandung: Alumni, pp: 400-12 ; 644-50.
Hendriani, R. (2007). Uji Toksisitas Subkronis Kombinasi Ekstrak Etanol Buah Mengkudu (Morinda citrifolia Linn.) Dan Rimpang Jahe Gajah (Zingiber officina le rosc.) Pada Tikus Wistar. Karya Ilmiah. 11(4): 312-316.
Indrayani, L. (2006). Skrining Fitokimia Dan Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Pecut Kuda (Stachytarpheta jamaicensis L.Val) terhadap larva udang artemia salina leach). Berk. Penel. Hayati: 12. (57 – 61).
Irianto, K. (2004). Struktur dan Fungsi Tubuh Manusia untuk Paramedis. Ba ndung. Yra ma Widya. Hal 225.
Jubb, K.V.F., Kennedy, P.C., dan Peter, C. (1993). Pathology of Domestic Anima l. London: Academic Press. Halaman 325-327.
Juhriyyah, S. (2008). Gambaran Histopatologi Organ Hati Dan Ginjal Tikus Pada Intoksikasi Akut Insektisida (Metofluthrin, D-Phenothrin, D-Allethrin) Dengan Dosis Bertingkat. Skripsi. Bogor: Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor.
Junqueira, L.C., Carneiro, J., dan Kelley, R. (1995). Histologi Dasar. Penterjemah: Jan Tambayong. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Hal. 319-320, 330-331.
Klasseen, H. (2001). Casarett and Doull’s Toxicology. The Basic Science of Poison. edisi 6. McGraw-Hill: United States of America. Halaman 87. Koeman, J.H. (1987). Pengantar Umum Toksikologi. Terjemahan oleh Yudono
R.H. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Halaman 55.
Krysanti, A., dan Widjanarko, S.B. (2014). Toksisitas Subakut Tepung Glukomanan (A. Muelleri Blume) Terhadap SGOT Dan Natrium Tikus Wistar Secara In Vivo. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 2(1): 1-7.
Kulkarni, L.A. (2011). Pharmacological Review On Vitex Trifolia L. (Verbaneaceae). India: Department Of Pharmcology, KLE College of Pharmacy.
Lee, S.S.T., Butter, J.T.M., Pinaeu, T., Fernandez, S.P., dan Gonzalez, F.J. (1997). Role of CYP2E1 in the hepatotoxicity of acetaminophen. Journal Biology Chemica l. 27(1):12063–12067.
41
Lu, F.C. (1995). Toksikologi Dasar: Asas, Organ, Sasaran, dan Penilaian Risiko, diterjemahkan oleh Nugroho, E., Bustami, Z.S., dan Darmansjah, I. Edisi II. Jakarta: UI Press. Halaman 46, 92, 206-220.
Manggung, R.E. (2008). Pengujian Toksisitas Akut Lethal Dose 50 (LD50) Ekstrak Etanol Buah Belimbing Wuluh (Avverhoa bilimbi L) Pada Mencit (Mus musculus). Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan. Institut Pertanian Bogor.
Murtini, J.T., Triwibowo, R., Indriatri, N., dan Ariyani, F. (2010). Uji Toksisitas Sub Kronik Spirulina platensis Secara In-Vivo. Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kela uta n da n Perika na n. 5(2): 123-134.
OECD. (2008). Organization for Economic Cooperation and Development Guidelines for the Testing of Chemica ls TG 407. Pages 1-13.
Pfuzia, Devi, B., dan Sharatchandra, K.H. (2013). Studies On The Anti-Inflammatory Effect Of The Aqueous Extract Of The Leaves Of Vitex trivolia L. In Albino Rats. India: International Journal of Pharma and Bio Sciences 4(2): 588-592.
Prasetyawati, C., Argo D.I., Hartati W.S.M., dan Wahyuono, S. (2004). Uji toksisitas sub kronis infusa daun Nerium indicum Mill. pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus ) galur wistar. Jurnal Majalah Farmasi Indonesia . 15(1): 13–19.
Priyanto. (2009). Toksikologi Mekanisme, Terapi Antidotum, dan Penilaian Resiko. Jakarta: Lembaga Studi dan Konsultasi Farmakologi Indonesia (LESKONFI). Halaman 1, 7, 8, 87-132.
Rasyid M., Usmar, dan Subehan. (2012). Uji Toksisitas akut Ekstrak Etanol Lempuyang Wangi ( Zingiber aromatikum Val.) Pada Mencit. Jurnal Ma ja la h Fa rma si da n Fa rma kologi. 16(1): 13-20.
Research Animal Resource. (2009). Reference Values for Laboratory Animals: Norma l Ha ema tologica l Va lues. RAR Websites, University of Minnesota. http://www.a hc.umn.edu/ra r/refva lues.html. diakses Juli 2014.
Sacher, R.A., dan Richard, A.M. (2004). Tinjauan Klinis Hasil Pemer iksaan La bora torium. Edisi 11. Jakarta: Kedokteran EGC. Halaman 369.
Sagita, A.A., Wahyuningsih, S.P.A., dan Husen, S.A. (2012). Uji Toksisitas Subkronik Polisakarida Krestin Dari Ekstrak Coriolus versicolor Terhadap Kadar SGPT Mus musculus L. Artikel Karya Tulis Ilmiah. 87(3): 412-419. Santoso H.B., dan Nurliani. (2003). Efek Doksisilin Selama Masa Organoleptis
Pada Struktur Histologi Organ Hati dan Ginjal fetus Mencit. Jurnal Bioscientia e. 3(1): 15-27.
42
Setiadi. (2007). Anatomi dan Fisiologi Manusia. Edisi Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu. Halaman 77.
Underwood, J.C.E. (1994). Cedera Hepar Akibat Obat. Editor: Sarjadi. Edisi Patologi Umum dan Sistemik Volume 2. Edisi II. Jakarta: EGC. Halaman 483.
Wibowo, W.A., Maslachah, L., dan Bijanti, R. (2005). Pengaruh Pemberian Perasan Buah Mengkudu (Morinda citrifolia ) Terhadap Kadar SGOT Dan SGPT Tikus Putih (Rattus norvegicus) Diet Tinggi Lemak. Jurnal Cermin Dunia Kedoktera n. 162(2): 13-19.
Widmann, F.K. (1995). Tinjauan Klinis atas Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Edisi 9. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Halaman: 331.
Wisaksono, S. (2002). Efek Toksik dan Cara Menentukan Toksisitas Bahan Kimia. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Cermin Dunia Kesehatan No 135. Halaman 33.