• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Tahun 2011 (Studi di Dana Telkom Bandung)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Tahun 2011 (Studi di Dana Telkom Bandung)"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH STRES KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA TAHUN

2011 (STUDI DI DANA TELKOM BANDUNG)

Rima Yuniar¹, Fetty Poerwita Sary²

¹Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika), Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Telkom

¹[email protected]

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

(2)

1

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian 1.1.1 Profil Organisasi

Dana Pensiun Telkom (Dapentel) adalah badan hukum yang menyelenggarakan program pensiun dimana mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun (MP). Awalnya program manfaat pensiun dikelola oleh Telkom (d/h Perumtel) namun sejak tahun 1983 MP dikelola oleh Yayasan Dana Pensiun Pegawai (YDPP). YDPP mendapat persetujuan pembentukan Dana Pensiun dan menyesuaikan diri dengan UU N0.11 tahun 1992 menjadi Dana Pensiunsaat tahun 1992 dan memilih Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dimana perusahaan hanya bertanggung jawab membayar iuran. Tanggal 15 September 1997 YDPP dialihkan statusnya menjadi Dapen Telkom. Dapentel memiliki tiga direktorat yaitu direktorat kepesertaan yang memiliki peran dalam perencanaan, pengelolaan dan pengendalian kepesertaan, direktorat keuangan yang memiliki peran dalam perencanaan, pengelolaan, dan pengendalian keuangan, dan direktorat investasi

(3)

2

berperan dalam perencanaan, pengelolaan, dan pengendalian portofolio investasi.

Dapentel menjanjikan manfaat pensiun dengan program Pensiun Manfaat Pasti dimana merupakan program pensiun yang manfaatnya ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun (besarannya pasti). Peserta Dapen Telkom adalah seluruh karyawan Telkom yang diangkat menjadi pegawai perusahaan sebelum Juli 2002. Hal ini berarti peserta Dapen Telkom tidak bertambah, namun kebalikannya setiap tahun Penerima MP berkurang dan akan berakhir pada tahun ± 2091. Karena jumlah dana yang diperlukan untuk membayar Manfaat Pensiun sangat besar (sesuai dengan kewajiban Aktuaria) dibanding dengan iuran dari Peserta dan Telkom, maka Dapen Telkom harus menginvestasikan dananya untuk membantu Telkom mencukupi dana Dapen Telkom dimana arahan investasi ditetapkan Direksi dan rencana investasi ditetapkan oleh dewan pengawas.

Dana Pensiun Telkom memiliki logo seperti yang terdapat pada gambar 1.1 berikut :

(4)

3

GAMBAR 1.1

LOGO DANA PENSIUN TELKOM

Sumber : www.dapentel.co.id

Makna logo di atas adalah :

1. Tiga elemen kotak melambangkan 3 (tiga) misi Dapen Telkom

2. Satu bentuk busur melambangkan visi Dapen Telkom, kesan lentur merepresentasikan layanan prima (service excellent)

3. Bentuk logo yang dinamis ke arah kanan atas menggambarkan nilai positif dan wawasan jauh ke depan, sebagai wujud dari profesionalisme dalam pengelolaan dan pengembangan dana serta terus berusaha memberikan karya yang terbaik.

Kantor Dana Pensiun Telkom, terdapat struktur perusahaan seperti yang terdapat pada gambar 1.2 di bawah ini:

(5)

4

GAMBAR 1.2

STRUKTUR PERUSAHAAN DANA PENSIUN TELKOM

= Garis Fungsional

= Garis Struktural

Sumber : Bagian SDM Dapen Telkom

Dari gambar 1.2 diatas dapat terlihat bahwa struktur tertinggi adalah Presiden Direktur yang memiliki Internal Auditor, Sekretariat Dapen Telkom dan tiga Direktorat yang membidangi Investasi yang membawahi bidang Prandal Strategi Investasi dan Manajemen Resiko, Kepesertaan yang membawahi Manajemen

PRESIDEN DIREKTUR DIREKTUR INVESTASI DIREKTUR KEPESERTAAN DIREKTUR KEUANGAN & SDM KEPALA INTERNAL AUDITOR KABID Prandal Strategi Investasi dan Manajemen Risiko KABID Manajemen Investasi KABID Manajemen Peserta KABID Manajemen Pelayanan KABID Manajemen Keuangan KABID Manajemen SDM dan DUKMAN KABAG SEKRETARIAT DAPENTEL KOMITE INVESTASI

(6)

5

Peserta dan Manajemen Pelayanan, dan Keuangan dan SDM yang membawahi Manajemen Keuangan & SDM.

1.1.2 Visi, Misi, dan Tujuan

1) Visi Dapen Telkom

Menjadi Dana Pensiun Pemberi Kerja Terbaik di Indonesia.

2) Misi Dapen Telkom

a. memelihara kesinambungan pembayaran Manfaat Pensiun secara tepat waktu, jumlah dan penerima

b. mengembangkan dana secara optimal dan aman serta meningkatkan pelayanan dengan mengoptimalkan SDM yang kompeten melalui praktek praktek terbaik

c. memberikan hasil terbaik dan bermanfaat bagi stakeholders.

3) TujuanDapen Telkom

Untuk memelihara kesinambungan penghasilanbagi peserta, janda/ duda dan anak

Saat ini Dapen Telkom memiliki 76 orang pegawai meliputi pegawai dari karyawan Telkom, internal Dapen dan tenaga Outsourcing dengan komposisi seperti yang diilustrasikan pada gambar 1.3 di bawah ini :

(7)

6

GAMBAR 1.3

JUMLAH PEGAWAI DAPEN BERDASARKAN DIREKTORAT

Sumber : Bagian SDM Dapen Telkom (Maret 2011) 1.2 Latar Belakang Masalah

Dana pensiun Telkom merupakan lembaga yang dibentuk oleh PT Telkom untuk mengurusi para pensiunan yang berkenaan dengan pemberian manfaat pensiun. Sebagai perusahaan pengelola manfaat pensiun, tentu saja memiliki andil yang besar dalam memberikan hasil terbaik dan bermanfaat bagi stakeholders. Hal ini mencakup mampu memelihara kesinambungan pembayaran Manfaat Pensiun secara tepat waktu, jumlah dan penerima; mampu mengembangkan dana secara optimal dan aman serta meningkatkan pelayanan dengan mengoptimalkan SDM yang kompeten. Salah satu faktor yang memiliki andil yang besar dan mempengaruhi kualitas pelayanan tersebut adalah sumber daya manusia, yang merupakan ujung tombak dalam

(8)

7

mendukung keberhasilan perusahaan (Reni Hidayanti,dkk ; 2008:92). Sumber daya manusia yang dimaksud adalah para karyawan Dapen.

Jumlah para karyawan Dapen adalah 76 orang. Hal ini tidak sesuai dengan beban tugas dan tanggung jawab Dana Pensiun Telkom yang mana jumlah pensiunan 15.000 dari seluruh Indonesia. Menurut pihak SDM, hal ini dapat menyebabkan karyawan mengalami stres karena tuntutan untuk efisien di dalam pekerjaan. Selain itu. Beliau menjelaskan lebih lanjut bahwa tuntutan dalam pekerjaan yang banyak meliputi data mengenai para peserta yang harus di update setiap harinya dan penyelesaian permasalahan para peserta yang berkaitan tentang pembayaran dana pensiun yang tidak sampai ke para peserta. Selain itu, ada faktor lain yang menyebabkan terjadinya stres kerja seperti rutinitas kerja tanpa ada rotasi pekerjaan. Posisi dan kondisi mereka yang selalu berada di ruangan dan di depan komputer untuk input data terbaru tentang pensiunan atau pembuatan SK menjadi hal yang sangat menjemukan. Pernyataan tersebut didukung dengan jurnal yang menyatakan bahwa karyawan akan memiliki kecenderungan menuju tingkat stres yang tinggi jika bekerja selama berjam-jam dengan jenis pekerjaan yang sama (Ismail Ramay, 2010:123).

(9)

8

Stres kerja bisa datang dari banyak sumber dan mempengaruhi individu dengan banyak cara (Jungwee Park, 2007:1).Stres terjadi akibat suatu kondisi ketegangan yang dapat mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kerja seseorang. Selain itu, dampak lainnya yang akan timbul bagi perusahaan akibat adanya stres yaitu meningkatnya biaya kesehatan yang diakibatkan dari timbulnya penyakit tertentu dan menurunkan kinerja karyawan (Mojoyinola, 2008: 143). Tinggi rendahnya stres atau tekanan kerja nantinya akan berpengaruh pada tinggi rendahnya kinerja para karyawan itu sendiri. Hal ini sesuai dengan pendapat Higgins bahwa terdapat hubungan langsung antara stres dengan kinerja karyawan (Umar, 2001:264).

Kinerja karyawan mempunyai peran penting dalam membentuk image dapen sebagai dana pensiun yang berkualitas, karena mereka bertindak sebagai pihak yang berhubungan langsung dengan para peserta. Kinerja menurut Mangkunegara (2006:9) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya Menurut pihak SDM, kinerja dapat dilihat dari tingkat kehadiran atau absensi, kualitas pekerjaan (profesionalisme dalam bekerja), dan kuantitas pekerjaan karyawan. Dalam prakteknya terjadi penurunan kinerja berdasarkan tingkat ketidakhadiran yang meningkat tanpa

(10)

9

ada peneguran. Selain itu, adanya pekerjaan yang tertunda karena dampak dari ketidakhadiran dan karyawan yang tidak ada di tempat setelah jam makan siang. Menurut Subha Imtiaz (2008:2) menjelaskan bahwa stres yang tinggi dapat mengakibatkan peningkatan ketidakhadiran dengan berbagai alasan seperti sakit, sehingga akan berdampak pada penurunan kinerja.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti lebih jauh mengenai stres kerja dan pengaruhnya terhadap kinerja karyawan Dana Pensiun Telkom Bandung dengan judul penelitian ”Pengaruh Stres

Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dana Pensiun Telkom Bandung”.

1.3 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka masalah penelitian yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah

a. Bagaimana tingkat stres karyawan Dana Pensiun Telkom Bandung?

b. Bagaimana tingkat kinerja karyawan Dana Pensiun Telkom Bandung?

c. Apakah stres kerja berpengaruh pada kinerja karyawan Dana Pensiun Telkom Bandung?

1.4 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

(11)

10

a. Untuk mengidentifikasi faktor penyebab stres kerja karyawan Dana Pensiun Telkom Bandung

b. Untuk mengetahui tingkat kinerja karyawan Dana Pensiun Telkom Bandung

c. Untuk mengetahui pengaruh tingkat stres kerja terhadap tingkat kinerja karyawan Dana Pensiun Telkom Bandung

1.5 Kegunaan Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi pihak-pihak yang terkait, yaitu:

a. Bagi Peneliti

Salah satu wujud kontribusi akademik dalam mengembangkan konsep Manajemen Sumber Daya Manusia.

b. Bagi Dana Pensiun Telkom Bandung

1). dapat digunakan sebagai literatur maupun bahan rujukan atau masukan mengenai penilaian kinerja karyawan

2) sebagai gambaran tentang tingkat stres yang terjadi pada karyawan baik stres dari organisasi maupun luar organisasi

c. Bagi pihak lain

Diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak lain yang ingin menggunakannya sebagai referensi dalam penelitian atau karya ilmiah selanjutnya.

(12)

11

1.6 Sistematika Penulisan Tugas Akhir

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.2 Latar Belakang Penelitian

1.3 Perumusan Masalah 1.4 Tujuan Penelitian 1.5 Kegunaan Penelitian 1.6 Sistematika Penulisan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LINGKUP

PENELITIAN

2.1 Tinjauan Pustaka Penelitian 2.2 Penelitian Sebelumnya 2.3 Kerangka Pemikiran 2.4 Hipotesis Penelitian 2.5 Ruang Lingkup Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

3.2 Variabel Operasional dan Skala Pengukuran

3.3 Data dan Teknik Pengumpulan 3.4 Teknik Sampling

3.5 Teknik Analisis Data

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Karakteristik Responden 4.2 Hasil Penelitian

(13)

12

4.3 Pembahasan Hasil Penelitian

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan 5.2 Saran

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

(14)

109

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dari pengolahan data pada penelitian mengenai “Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di Dana Pensiun Telkom Bandung” yang telah dilakukan, dapat diambil beberapa kesimpulan yang diharapkan dapat memberikan jawaban terhadap permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut:

1. a. Berdasarkan tingkat stres pada respon fisiologis termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase rata-rata persentase total atas tanggapan responden sebesar 70,15%.

b.Berdasarkan tingkat stres pada respon psikologis termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase rata-rata persentase total atas tanggapan responden sebesar 69,68%.

c.Berdasarkan tingkat stres pada respon perilaku termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase rata-rata persentase total atas tanggapan responden sebesar 61,87%.

2. Berdasarkan tingkat kinerja termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase rata-rata persentase total atas tanggapan responden sebesar 70,15%.

3. a. Dari hasil pengolahan data berdasarkan perhitungan analisis jalur, hasil uji hipotesis secara bersama-sama (simultan) menunjukkan bahwa variabel respon fisiologis (X1), respon psikologis (X2), dan respon perilaku (X3) memiliki besar pengaruh terhadap variabel kinerja (Y) sebesar 39,6%.

(15)

110

- Variabel respon fisiologis (X1) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel kinerja (Y). Besar pengaruh variabel respon fisiologis (X1) terhadap variabel kinerja (Y) didapatkan sebesar 14,44%.

- Variabel respon psikologis (X2) memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap variabel kinerja (Y)

- Variabel respon perilaku (X1) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel kinerja (Y). Besar pengaruh variabel respon perilaku (X1) terhadap variabel kinerja (Y) didapatkan sebesar 25,02%.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka diajukan saran-saran sebagai berikut:

5.2.1 Saran Bagi Perusahaan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Dana Pensiun Telkom Bandung mengenai pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan, maka peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut:

1. Sebagian besar responden yang memberikan tanggapan positif terhadap adanya stres kerja yang dilihat dari dampak atau respon yang telah dialami karyawan adalah karyawan wanita dan pria berusia 31-36 tahun dengan masa kerja antara 5-10

(16)

111

a.lebih meningkatkan perhatian kepada karyawan dengan melakukan sharing atau tukar pendapat terhadap masing-masing karyawan berkaitan dengan permasalahan atau konflik yang dialami karyawan,

b.rekreasi secara rutin dan berkala. Rekreasi ini dilakukan untuk mengurangi tingkat stres dan tetap menjaga tingkat kinerja agar berada pada kondisi yang optimal,

c.Melakukan rotasi kerja atau penyesuaian beban pekerjaan dengan tingkat kemampuan yang dimiliki karyawan. Rotasi kerja yang dilakukan berdasarkan antar unit kerja dalam satu direktorat yang sama. Hal ini karena skill atau kompetensi yang harus dimiliki oleh karyawan masih sama,

d.memberi kesempatan kepada karyawan untuk mengikuti pendidikan dan keterampilan khusus. Hal ini dilakukan untuk pembekalan kompetensi agar menunjang saat rotasi kerja dilakukan, sehingga tidak menimbulkan stres kerja lagi e.melakukan penilaian hasil kerja secara adil, terbuka, dan

objektif.

2. Sebaiknya mengoptimalkan upaya penanggulangan stres kerja karyawan agar tingkat stres yang dialami berada pada titik optimum yang dapat memaksimalkan kinerja karyawan dengan meningkatkan kesejahteraan karyawan, baik kesejahteraan finansial maupun nonfinansial, meningkatkan komunikasi organisasional yang efektif baik formal maupun informal, meninjau ulang dan memerhatikan harapan

(17)

112

perusahaan dan tujuan karyawan dapat tercapai secara seimbang.

5.2.2 Saran Bagi Studi Lanjutan

Penelitian ini dapat dilanjutkan oleh peneliti selanjutnya. Saran yang dapat diberikan untuk peneliti yang akan melanjutkan penelitian ini yaitu:

1.Peneliti selanjutnya diharapkan akan menggali lebih jauh mengenai stres kerja, misalnya tentang bagaimana mengatur stres kerja sesuai dengan karakter individu agar stres kerja yang terjadi tidak berdampak pada penurunan kinerja.

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

(18)

Arikunto, Suharsimi. (2007). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Bashir, Usman. (2011). Impact of Stress on Employees Job Performance, (2). Retrieved from Pakistan Education Journals.

Balakrishnamurthy dan Swetha Shankar. (2009). Impact of age and level of experience on occupational stress experienced by

non-gazetted officers of the central reserve police force.

Retrieved from Ind Psikiatri Journals.[Online][20Januari 2012].

Cherrington, David.J. (1995). The Management Of Human Resources, 4th Edition. New Jersey: Prentice Hall Inc.

Dessler, Garry. (2003). Manajemen Sumber Daya Manusia Jilid I. Edisi Kesembilan, Jakarta: Prenhallindo

Gyllensten,Kristinda dan Stephen Palme. The Role of Gender in Workplace Stress: A Critical Literature Review. Retrieved from Health Education Journal.

Gumilar, Aprilian Bintang. (2005). Pengaruh Tingkat Stres Terhadap Kinerja Pegawai di Unit Flexi Kandatel. Skripsi Program S1 IM Telkom Bandung: tidak diterbitkan.

Hasibuan, Malayu S. (2006). Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi. Jakarta: Bumi Aksara

Hermita. (2011). Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT.Semen Sakti Tonasa (PERSERO)

(19)

Hidayati, Reni, dkk. 2008. Kecerdasan Emosi, Stres Kerja dan Kinerja Karyawan . Diambil dari Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta

Imtiaz, Subha dan Shakil Ahmad. 2008. Impact Of Stress On Employee Productivity,vPerformance And Turnover; An Important Managerial Issue. Retrieved from Department of Management Sciences COMSATS Institute of Information Technology, Attock Campus, Pakistan

J.K.Mojoyinola. 2008. Effects of Job Stress on Health, Personal and Work Behaviour of Nurses in Public Hospitals in Ibadan Metropolis, Nigeria . Retrieved from Ethno-Med., 2(2): 143-148 (2008)

Kakkos, Nikolaos& Panagiotis Trivellas. 2011. Investigating The Link Between Motivation, Work Stress and Job Performance. Evidence from the banking industry. Retrieved From 8th International Conference on Enterprise Systems, Accounting and Logistics (8th ICESAL ’11), Thassos, Greece

Mangkunegara, A.A. Anwar Prabu. (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

(20)

IM Telkom Bandung: tidak diterbitkan.

Mulyaningsih, Kiki Revi. (2008). Pengaruh Stres Kerja Terhadap Prestasi Kerja Petugas Tol Kolektor PT Jasa Marga (PERSERO) Cabang Purbaleunyi Bandung. Skripsi Program S1 IM Telkom Bandung: tidak diterbitkan.

Park,Jungwee.2007. Work Stress and Job Performance . Retrieved from Statistics Canada — Catalogue no. 75-001-XIE

Rahmawati,Siti.(2008). Analisis Stres Kerja Karyawan pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Bogor. Diambil dari jurnal Manajemen IPB

Riduwan dan Engkos Achmad Kuncoro. (2007). Cara Menggunakan dan Memakai Analisis Jalur. Bandung: Alfabeta

Robbins,Stephen P dan Timothy A. Judge.(2009). Organizational Behavior 13th . Inggris: Prentice Education,Inc.

Sekaran, Uma. (2006). Research Methods For Business Buku 1. Jakarta: Salemba Empat.

Umar, Husein. (2003). Metode Riset Perilaku Organisasi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

(21)

Telkomsel Bandung. Skripsi Program S1 IM Telkom Bandung: tidak diterbitkan.

http://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/psiko/article/viewFile/2

49/190 diakses pada tanggal 5 Desember 2011

http://journal.ipb.ac.id/index.php/jmanajemen/article/viewFile/16

05/668 diakses pada tanggal 5 Desember 2011

http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/ diakses pada

tanggal 10 Oktober 2011

www.dapentel.co.id diakses pada tanggal 5 Oktober 2011

http://www.krepublishers.com/02-Journals/S-EM/EM-02-0-000- 08-Web/EM-02-2-000-08-Abst-PDF/EM-02-2-143-08-040-

Mojoyinola-J-K/EM-02-2-143-08-040-Mojoyinola-J-K-Tt.pdf diakses pada tanggal 5 Desember 2011

http://www.statcan.gc.ca/pub/75-001-x/2007112/article/10466-eng.pdf diakses pada tanggal 5 Desember 2011

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

Referensi

Dokumen terkait

Penelitianinimemilikitujuanyaitu menganalisis pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan Perusahaan Batik Mahkota, Batik Merak Manis, Batik Putra Laweyan

Berdasarkan hasil uji t test variabel stres kerja dan lingkungan kerja mempunyai pengaruh signifikansi terhadap kinerja karyawan hal ini dibuktikan bahwa variabel

Pindad (Persero) Bandung, dengan melihat hasil pengolahan data melalui analisis Regresi Berganda diperoleh persamaan struktural pengaruh stres kerja dan konflik terhadap kinerja

Untuk mengetahui besarnya pengaruh stres kerja (faktor stres lingkungan luar, faktor stres organisasi dan faktor stres individu terhadap kinerja karyawan customer service

Pindad (Persero) Bandung, dengan melihat hasil pengolahan data melalui analisis Regresi Berganda diperoleh persamaan struktural pengaruh stres kerja dan konflik terhadap kinerja

Dalam penelitian ini, kami menelaah bagaimana pengaruh yang diberikan oleh stres kerja terhadap kinerja dari 87 orang dosen yang berada pada tujuh fakultas di kampus Telkom

Oleh karena itu dalam penelitian ini menggunakan stres kerja dan kepuasan kerja sebagai faktor utama yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan pada PT Telkom Witel Jakarta

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti pada karyawan Dana Pensiun Telkom tentang Pengaruh Pengembangan Karir dam Budaya Organisasi terhadap